Waktunya Jujur Pada Diri Sendiri

| Kamis, Agustus 14, 2014 |

Amsal 20:27 "Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya."

Cara terbaik untuk keluar dari perjalanan rasa bersalah kita ialah dengan mengakui kesalahan.
Jangan menguburnya, jangan menyangkalnya, dan jangan mengabaikannya.
Perbaiki!

Tapi jujur, meski kita tahu fakta ini, kita masih mencoba untuk lari dari rasa bersalah kita.
Tetapi sebenarnya ketika Anda lari dari rasa bersalah, ia akan terus mengejar Anda sebab ia sebenarnya ada di dalam pikiran Anda!
Seberapa pun sibuknya Anda atau kemana pun Anda berlari, Anda akan sama stresnya seperti sebelumnya, jika stres itu datang dari penyesalan, malu, atau rasa bersalah.
Dan ketika Anda akhirnya mengendurkan diri tapi semua perasaan itu tetap muncul kembali, Tuhan tidak ingin Anda hidup seperti itu.

Alkitab mengatakan Anda tidak bisa lari dari diri Anda sendiri: "Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya" (Amsal 20:27).
Anda mungkin dapat menyembunyikan rasa bersalah Anda dari orang lain, tetapi Anda tidak dapat menyembunyikannya dari diri Anda sendiri.

Kita sebagai manusia punya kemampuan luar biasa untuk membohongi diri sendiri ketika menghadapi pergumulan.
Anda mampu mengatakan pada diri Anda sendiri itu tidak buruk ketika itu sebenarnya benar-benar buruk, dan kemudian segalanya berubah menjadi baik.
Anda mengatakan pada diri sendiri bahwa Anda benar-benar sudah berusaha dan lebih baik dari yang Anda kira.

Untuk berhenti mengalahkan diri sendiri, Anda harus berhenti menipu diri sendiri.
Anda harus mengatakan kepada diri Anda sendiri yang sebenarnya.

Apa yang mengalahkan kita?
Segala macam hal.
Kekhawatiran mengalahkan kita.
Iri mengalahkan kita.
Kepahitan, kecemburuan, dan rasa bersalah mengalahkan kita.
Ketakutan, kecemasan, dan kegelisahan mengalahkan kita.

Saya sarankan Anda melakukan sedikit bersih-bersih rohani.
Banyak orang meluangkan waktu di musim libur untuk membersihkan seiisi rumah dengan lebih bersih, atau mengatur kembali barang-barang yang biasanya kita biarkan begitu saja.
Setidaknya sekali setahun, Anda juga harus melakukan inventarisasi lebih lanjut akan kondisi rohani Anda.

Bagaimana melakukannya?

Renungkan hal ini:

Pertama, luangkan beberapa jam, lalu pergi ke suatu tempat menyendiri, dengan kertas dan pensil.
Duduk dan katakan, "Tuhan, aku ingin Engkau mengingatkanku atas semua dosaku. Apa yang telah aku rusak? Kesalahan apa yang telah aku buat? Apa salahku, baik yang aku sadari atau yang tidak?" Jika Anda benar-benar bertobat di dalam Allah dan jujur pada diri sendiri, Roh Allah akan mulai memunculkan hal-hal ini dalam pikiran Anda. Kemudian catat semua ingatan-ingatan Anda itu dan doakanlah.

Mengapa Anda harus mencatatnya?
Karena itu akan membantu Anda untuk mengetahui kesalahan Anda dengan lebih spesifik.
Anda telah melakukan hal-hal tersebut satu per satu, jadi Anda harus mengakuinya satu per satu juga.
Kemudian, tunjukkan pada-Nya bahwa Anda cukup bertanggung jawab dengan mengakuinya satu per satu, secara spesifik.

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 89-90; Roma 15:1-13

Untuk keluar dari rasa bersalah adalah dengan mengakui kesalahan itu dan mulai memperbaiki diri dengan meminta Tuhan menuntun langkah Anda hari demi hari.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back to Top