• slide 1

    Ulta Sword 27 Sep 2015

    Suasana Ulang Tahun GSJA Sword 27 September 2015...

  • slide 2

    Paskah 5 April 2015

    Suasana Ibadah Paskah GSJA Sword 5 April 2015...

  • slide 3

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010 GSJA Sword bertempat di JL Kartini 8 No.1A...

  • slide 4

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00 kelas terbagi ke dalam tiga kelas: Little Heaven, Kingdom Kid dan Christ Crew...

  • slide 5

    Ibadah Youth

    Ibadah yang dihadiri oleh para youth yang masih sekolah, kuliah dan bekerja segment keterlibatan dalam drama...

  • slide 6

    Tim Musik GSJA Sword

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah terdiri dari : Agus - Gitaris, Julius dan sylvi- Keyboard, Yanto dan Edy - Drum, Randy - Bass...

  • slide 7

    Drama Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword dalam perayaan Harnas Wanita 2011...

  • slide 8

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011 yang berlangsung di gedung gereja sendiri, sederhana namun membawa hikmat dan berkat tersendiri...

  • slide 9

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword saat perayaan Natal 2010...

  • slide 10

    Natal GSJA Sword, 17 Des 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword pada tanggal 17 Des 2011...

  • slide 11

    Imlek GSJA Sword, 22 Jan 2012

    Ibadah Saat Imlek di GSJA Sword pada tanggal 22 Januari 2012...

  • slide 12

    Gathering Pekerja GSJA Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

  • slide nav 1

    Ulta Sword 2015

    Ulang Tahun GSJA Sword 27 September 2015...
  • slide nav 2

    Paskah 2015

    Ibadah Paskah GSJA Sword 5 April 2015...
  • slide nav 3

    Ibadah Raya

    Ibadah Natal 2010...
  • slide nav 4

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00...
  • slide nav 5

    Ibadah Youth

    Ibadah yang dihadiri oleh para youth yang masih sekolah,kuliah dan bekerja...
  • slide nav 6

    Tim Musik

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah...
  • slide nav 7

    Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword...
  • slide nav 8

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011...
  • slide nav 9

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword...
  • slide nav 10

    Natal GSJA Sword 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword, 17 Des 2011...
  • slide nav 11

    Imlek GSJA Sword 2012

    Ibadah Saat imlek di GSJA Sword, 22 Januari 2012...
  • slide nav 12

    Gathering Pekerja Sword 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words of OuR LorD)

Latest from Blog

Ibadah Gabungan (Pasutri & Pria Wanita) Kamis 18 Mei 2017 Jam 19.00 WIB

Ibadah Gabungan (Pasutri & Pria Wanita) Kamis 18 Mei 2017 Jam 19.00 WIB

Ibadah Raya, Minggu Pagi 21 Mei 2017 Jam 08.00 WIB

Ibadah Raya, Minggu Pagi 21 Mei 2017 Jam 08.00 WIB

Ibadah Raya 2, Minggu Sore 28 Mei 2017 Jam 17.00 WIB

Ibadah Raya 2, Minggu Sore 28 Mei 2017 Jam 17.00 WIB

Sword Gathering 23-25 Desember 2017

Sword Gathering 23-25 Desember 2017

Delete this element to display blogger navbar

0 Mengungkapkan adalah Permulaan dari Penyembuhan

Yakobus 5: 16a "Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh."

Mengungkapkan perasaan Anda adalah awal dari penyembuhan.

Alkitab berkata, "Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh" (Yakobus 5: 16a). Izinkan saya bertanya pada Anda: Apakah Anda ingin diampuni? Itu langkah awal penyembuhan. Apakah Anda ingin disembuhkan secara emosional? Itu hal yang berbeda.

Bila Anda hanya ingin diampuni, akuilah dosa Anda kepada Tuhan. Tetapi bila Anda ingin melupakannya dan melanjutkan hidup, yang Anda butuhkan ialah penyembuhan emosional. Itu artinya Anda perlu mengungkapkan dosa Anda kepada orang lain.

Mungkin Anda bertanya, "Memangnya kenapa? Mengapa kita harus memberitahu orang lain? Mengapa Tuhan ingin saya menyeret orang lain masuk ke dalam masalah saya?" Saya beritahu Anda mengapa: karena Tuhan tahu bahwa akar dari permasalahan kita adalah masalah yang berkaitan dengan hubungan kita dengan orang lain. Kita sendiri bahkan tidak menyadari itu. Hubungan kita yang berantakan dengan orang lain adalah akar dari permasalahan kita.

Jika kita tak memiliki satu orang pun dalam hidup kita yang benar-benar bisa menjadi tempat untuk kita bisa jujur, kita biasanya menutupinya dengan memakai topeng. Kita berpura-pura, kita bersandiwara, kita saling tidak jujur, kita bermain-main dan kita munafik. Kita berpura-pura jika bisa mengatasi segalanya, dimana sementara semua orang tahu kita tidak mampu melewati pergumulan kita itu. Kita bertingkah seolah-olah semuanya baik-baik saja, meski sebenarnya tidak.

Apa akibatnya? Sikap itu mengisolasi Anda dari orang lain. Itu menghalangi hubungan. Dan itu jadi penghambat Anda untuk memperoleh tingkat kasih yang terdalam.

Anda tidak bisa mengasihi orang lain dengan tulus apabila masih ada rasa bersalah di hati Anda.
Yang terjadi adalah Anda sama sakitnya dengan rahasia Anda. Malah, semakin Anda menyembunyikannya, semakin sakit hati Anda. Tapi sebaliknya, mengungkapkan perasaan adalah awal dari penyembuhan. Ketika Anda menemukan seseorang yang dapat Anda percaya dan yang bisa mendengarkan Anda dan berbagi Firman dengan Anda, tahukah Anda apa yang terjadi? Anda akan mendapati bahwa mereka juga memiliki masalah besar – bahkan seringkali, memiliki masalah yang sama dengan Anda.

Memberitahu orang lain dapat membuka sumbat katup tekanan hidup Anda. Ketika Anda mengungkapkan rahasia terbesar Anda, beban Anda akan menciut.


Renungkan hal ini:

Kepada siapa Anda bisa mengakui dosa-dosa Anda dan berbagi perasaan Anda?

Siapa saja yang mempercayai Anda untuk melakukan hal yang sama?

Apakah Anda menganggap diri Anda seorang pendengar yang baik? Bagaimana Anda bisa memperbaiki diri Anda sebagai seorang pendengar?


Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 7-9; Yohanes 6:22-44


Jika Anda menginginkan penyembuhan, maka Anda harus berhenti menyembunyikannya. Justru pada bagian yang Anda paling tidak ingin diketahui siapa pun, disitulah tempat di mana Tuhan ingin sekali memberikan Anda rahmat dan kasih karunia-Nya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)



Read more

0 Langkah Pertama untuk Memiliki Hati Nurani yang Jernih

Mazmur 139: 23-24 "Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!"

Langkah pertama untuk memiliki hati nurani yang jernih ialah dengan memeriksa daftar moral pribadi kita atau melakukan penilaian atas kehidupan spiritual pribadi kita.

Anda harus duduk bersama dengan Tuhan di tempat yang sepi sendirian ketika Anda tidak diburu waktu dan berkata, "Tuhan, aku mau bekerjasama dengan-Mu. Aku akan membuat daftar kesalahan dan pelanggaran apapun yang terjadi di dalam hubunganku dengan-Mu. Bantu aku untuk melihat hal-hal yang aku tahu adalah salah dan hal-hal yang aku tidak tahu adalah salah." Mintalah Tuhan untuk menjernihkan pikiran Anda dan membantu Anda untuk mengungkapkan dosa-dosa Anda.

Anda bisa berdoa menggunakan Mazmur 139: 23-24: "Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!" Katakan, "Tuhan, arahkan sorotan matamu-Mu kepada batinku. Singkapkanlah kepadaku hal-hal yang ada di dalam diriku yang menjeratku dan menahanku."

Adalah penting untuk meluangkan waktu untuk Tuhan. Jangan terburu-buru! Jangan katakan, "Tuhan, aku hanya punya waktu lima menit untuk mengatakan setiap dosa yang pernah saya buat." Luangkan waktu Anda. Tuliskan itu semua.

Mengapa penting untuk menuliskannya? Menulis membuatnya lebih spesifik. Pikiran-pikiran kita keluar melalui bibir dan ujung jari kita. Tulislah apa yang Anda ucapkan. Jika Anda belum menuliskannya, berarti Anda belum benar-benar memikirkannya.

Biarkan saya mengajukan sebuah pertanyaan yang amat penting ini. Seberapa seriuskah Anda menginginkan berkat Tuhan dalam hidup Anda? Apakah Anda bersedia untuk jujur dengan Tuhan? Apakah Anda bersedia untuk jujur dengan diri sendiri? Apakah Anda bersedia untuk jujur dengan orang lain? Atau apakah Anda memilih untuk hidup dalam penyangkalan? Penolakan dan berkat Tuhan tidak bisa berjalan beriringan.

Bila Anda mau serius, maka Anda hanya tinggal selangkah lagi dari pembebasan! Anda hanya tinggal selangkah lagi untuk merasakan sukacita dan kekudusan hati yang belum pernah Anda alami sebelumnya. Anda begitu dekat dengan kebebasan, bebas dari kebiasaan buruk dan sakit hati dan kepahitan yang mengacaukan hidup Anda.

Jangan menunda-nunda. Tidak ada yang lebih penting dalam hidup Anda selain untuk memiliki berkat Tuhan.


Renungkan hal ini:

Apa yang membuat Anda begitu sibuk untuk melakukan penilaian atas kehidupan rohani Anda?

Menurut Anda mengapa kita terkadang tidak jujur terhadap Tuhan, walaupun sebenarnya Dia juga tahu segalanya?

Bagaimana rasa takut membuat kita tidak jujur dengan diri kita sendiri tentang dosa, kebiasaan buruk, sakit hati, dan kepahitan kita? Bagaimana dengan kesombongan diri kita?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 24-25; Yohanes 5:1-24


Luangkan waktu hari ini, sendirian saja. Introspeksi, selidikilah hati dan kehidupan rohani Anda. Itu akan mengubah hidup Anda!
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)



Read more

0 Lepaskan dan Ketahuilah bahwa Allah yang Pegang Kendali

Mazmur 46:10 "Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!"

Setiap harinya Anda harus memutuskan siapa yang akan memegang kendali hidup Anda - Anda atau Tuhan.

Sungguh pilihan yang sulit. Ada banyak hal dalam hidup Anda yang ingin Anda kontrol. Anda ingin membuat aturan-aturan Anda sendiri. Namun untuk bisa bebas dari rasa stres, itu selalu dimulai dengan membiarkan Tuhan menjadi Tuhan. Itu selalu dimulai dengan berseru, "Tuhan, aku ingin menyerahkan kendaliku, sebab hanya Engkau yang dapat mengendalikan hal-hal yang berada di luar kendaliku."

Mazmur 46:10 mengatakan, "Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!"

Saya tidak tahu apa yang akan Anda hadapi minggu ini. Begitupun juga Anda. Tapi saya bisa katakan pada Anda apa yang Tuhan ingin Anda lakukan: Lepaskan, dan ketahuilah. Lepaskan kendali Anda, dan ketahuilah bahwa Tuhanlah yang harus memegang kendali atas Anda. Lepaskan, dan ketahuilah! Inilah langkah awal menuju ketenangan hidup.

Kapan pun kita menghadapi situasi yang di luar kendali kita, kita cenderung melakukan satu dari dua hal ekstrem ini: Bagi beberapa dari Anda, semakin hidup Anda tidak terkontrol, semakin keras Anda berusaha mengendalikannya. Sedangkan, beberapa dari Anda melakukan hal yang sebaliknya: Anda menyerah! Anda berharap dikasihani dan itu membuat Anda tenggelam dalam kepedihan.

Ketahuilah, kedua reaksi tadi sama-sama bodohnya. Tak ada salah satu yang bisa bekerja mengatasi stres Anda. Ketimbang menjadi korban atau menjadi terlalu mengendalikan, Anda perlu menaikkan doa penyerahan diri.

Alasan nomor satu Anda menjadi stres ialah karena Anda bertentangan dengan Tuhan. Anda mencoba mengendalikan hal-hal yang hanya bisa dikendalikan oleh Tuhan. Anda tak dapat mengendalikan suami atau anak-anak Anda atau istri Anda atau pekerjaan Anda atau masa depan Anda atau masa lalu Anda atau hal-hal semacamnya dengan kuasa Anda sendiri. Semakin Anda melakukannya, semakin Anda mencoba untuk mempermainkan Tuhan, dan itu membuat Anda berada dalam posisi yang berseberangan dengan Tuhan. Anda bukan hanya akan kalah dalam konflik itu, tapi Anda juga akan lelah.

Cobalah berdoa dengan poin seperti ini : "Tuhan, berikan pada kami anugerah untuk menjalani hari demi hari, menikmati setiap saat, menerima hal-hal yang sukar sebagai jalan menuju kedamaian, menerimanya, seperti yang Yesus lakukan untuk dunia yang penuh dosa ini, bukan seperti apa yang menurut kehendakku. Aku percaya bahwa Engkau akan membuat segalanya baik jika aku berserah pada kehendak-Mu, supaya aku boleh berbahagia dalam hidup ini dan sungguh-sungguh bersukacita bersama-Mu selamanya. Amin."

Di situlah kekuatan itu berasal! Ada kekuatan ketika Anda berserah kepada Tuhan akan hal-hal yang sudah Anda coba kendalikan.

Renungkan hal ini:
Apa artinya "menjalani hari demi hari" dalam keseharian Anda?
Bagaimana biasanya Anda bereaksi terhadap tekanan dalam hidup Anda? Menurut Anda, bagaimana Tuhan ingin Anda meresponnya?
Apa reaksi secara- fisik, emosi, dan rohani - ketika Anda menyerahkan kepada Tuhan hal-hal yang ingin Anda kendalikan?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 1-3; Lukas 24:1-35


Ada kekuatan luar biasa ketika Anda berserah pada Tuhan
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Tuhan itu Dekat dan Mengerti

Mazmur 145: 18a "TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya,"

Tuhan tidak sejauh bintang di langit. Dia sedekat detak jantung Anda. Dia ada bersama Anda setiap saat. Alkitab mengatakan dalam Kisah Para Rasul 17:27, "Supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing."

Anda mungkin merasa seolah-olah Tuhan itu berjuta mil jauhnya. Namun Anda bisa pegang kebenaran ini: Tuhan beserta Anda saat ini juga.

Karena Dia adalah Bapa yang selalu dekat dengan Anda :

Tuhan tak pernah terlalu sibuk buat Anda. Sedekat itulah Dia dengan Anda. Itulah jenis kasih sayang yang Ia berikan untuk Anda. Mazmur 145: 18 mengatakan, "TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan." Setiap kali Anda berseru kepada-Nya, Dia ada di dekat Anda. Dia memikirkan Anda jauh lebih dari Anda memikirkan Dia. Dia memikirkan Anda bahkan jauh sebelum Anda lahir. Dia memikirkan Anda setiap saat, setiap hari. Jujur, kita terlalu sering begitu sibuk sampai tak punya waktu untuk Dia. Tapi Dia tak pernah terlalu sibuk untuk kita.

Tuhan senang memenuhi kebutuhan Anda. Dia tidak melakukannya sambil menggerutu. Dia senang melakukannya! Matius 7:11 mengatakan, "Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya." Anda bisa menikmati kebenaran bahwa Tuhan senang memberikan memberikan berkat kepada Anda.

Tuhan turut merasakan luka Anda. Beberapa dari Anda mungkin sedang mengalami sesuatu yang sulit di minggu ini, dan Anda butuh ayat ini: "TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya" (Mazmur 34:18).


Renungkan hal ini:

Apa yang Anda perlukan untuk berseru kepada Tuhan hari ini?

Mengapa Tuhan terkadang terasa jauh ketika Anda menjalani pergumulan hidup yang paling sulit?

Perubahan-perubahan apa yang perlu Anda lakukan dalam hidup agar Anda tidak menjadi hidup yang terlalu sibuk buat Tuhan?


Bacaan Alkitab Setahun :
1 Raja-raja 19-20; Lukas 23:1-25


Tuhan itu ada dan dekat dengan Anda. Dia mengerti apa yang sedang Anda hadapi. Berpalinglah kepada-Nya- Dia ada di sana sedang menunggu Anda. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 



Read more

0 Anda bisa Yakin dengan Masa Depan Anda

Mazmur 23:6b "Dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa."

Suatu hari tubuh Anda akan mati, tapi diri Anda tidak! Meski tubuh Anda ada masa berakhirnya, tapi itu tidak akan menjadi akhir buat Anda. Anda akan hidup selamanya di salah satu dari dua tempat ini: Surga atau Neraka. Kedua-duanya adalah tempat yang nyata. Tubuh Anda akan mati, tapi diri Anda tidak akan mati, sebab Anda dirancang untuk hidup selamanya.

Berapa lama yang dinamakan selamanya? Selama-lamanya!

Mengapa orang Kristen harus begitu yakin akan masa depan?

"Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah, meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan, tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan" (2 Korintus 5: 6, 8).

Anda belum dikatakan siap untuk hidup sampai Anda siap untuk mati. Anda tidak tahu bagaimana harus menjalankan hidup sampai Anda siap untuk mati. Hanya orang bodoh yang menjalani hidup tanpa adanya persiapan sama sekali untuk menghadapi sesuatu yang tak bisa terelakkan, kematian. 

Suatu hari nanti Anda akan mati. Jika Anda telah menerima Kristus, maka Anda akan pergi ke Surga. Anda akan dibebaskan dari rasa sakit, dari kesedihan, dari penderitaan, dari depresi, dari rasa takut. "Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu" (Wahyu 21: 4).

Bagi orang Kristen, kematian adalah suatu keubahan dan perpindahan hidup ke tempat yang lebih baik bersama Tuhan selamanya. 

Renungkan hal ini:
Bagaimana keyakinan Anda tentang masa depan tercermin dalam kehidupan Anda?
Menurut Anda apa cara yang benar bagi orang beriman dalam berduka?
Diskusikanlah dengan seseorang atau persektuan Anda mengenai pemikiran mereka tentang Surga. Seperti apakah yang dikatakan Alkitab tentang Surga?


Bacaan Alkitab Setahun :
1 Raja-raja 8-9; Lukas 21:1-19


Bukti Iman pada Tuhan diwujudkan dengan kesiapan kita dalam menghadapi realita akhir hidup kita, yaitu kematian.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Syarat Dari Hubungan Yang Dipulihkan

Roma 8:28 "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

Pengampunan artinya tidak melanjutkan kembali hubungan jika tanpa perubahan. 

Sesungguhnya, pengampunan dan melanjutkan hubungan adalah dua hal yang berbeda. Salah satunya ialah apa yang Anda lakukan sebagai pelanggar, orang yang menyakiti. Untuk mendapatkan permintaan maaf dari orang yang Anda lukai biasanya Anda mengucapkan, "Saya minta maaf." Tapi sesungguhnya itu tidaklah cukup. Alkitab mengajarkan kita tiga hal penting agar kita dapat melanjutkan hubungan yang telah retak. Berikut ini yang harus dilakukan oleh semua orang yang menyakiti, atau yang disebut sebagai pelanggar.

1. Memulihkan hubungan membutuhkan pertobatan. Dengan kata lain, Anda harus benar-benar menyesal dengan apa yang telah Anda perbuat. Artinya, bukan hanya berkata, "Saya minta maaf," melainkan berkata, "Saya salah. Mohon maafkan saya." Anda bisa merasa menyesal karena cuaca buruk menyebabkan Anda datang terlambat, namun pertobatan artinya mengakui kesalahan dan benar-benar menyesal.

2. Memulihkan hubungan membutuhkan kompensasi, pengorbanan atau ganti rugi. Kadang Anda harus melakukan semacam ganti rugi dalam bentuk fisik atau materi. Bahkan ketika Anda dimaafkan, itu bukan berarti Anda lolos dari pelanggaran Anda. Tetap saja, Anda masih harus membayar hutang kepada orang yang Anda lukai atas hubungan yang telah rusak oleh karena tindakan Anda.

3. Memulihkan hubungan perlu membangun kembali kepercayaan. Dan, itu membutuhkan waktu yang sangat lama. Ketika seseorang menyakiti Anda, maka Anda harus segera memaafkan orang tersebut. Tetapi Anda tak perlu segera mempercayai orang tersebut. Pengampunan dibangun di atas kasih karunia dari Tuhan dan itu tanpa syarat. Dan kepercayaan harus dibangun kembali dalam jangka waktu tertentu.

Di zaman ini, kebanyakan orang tidak paham bedanya pengampunan dan membangun kembali kepercayaan dalam sebuah hubungan. Kapan pun seorang pemimpin politik atau pemimpin agama terlibat dalam skandal, akan selalu ada orang yang berkomentar, "Kita semua tidak sempurna. Kita semua hanya manusia. Maafkan saja mereka, dan lupakan kesalahan mereka."

Tidak! Itu salah. Anda memang harus segera memaafkan mereka, tapiwajar jika Anda sangat sulit untuk percaya pada mereka lagi. Alkitab mengatakan bahwa kepercayaan dibangun seiring dengan berjalannya waktu. Kredibilitas adalah modal dasar seorang pemimpin. Semua pemimpin harus bisa menjaga kepercayaan; itu ibaratnya mata uang. Bila orang yang mereka pimpin sudah tak percaya lagi, artinya mereka telah kehilangan hak mereka untuk memimpin. Mereka mungkin punya embel-embel jabatan, tetapi mereka tak bisa menjadi pemimpin sampai mereka membangun kembali kepercayaan para pengikutnya, dan sayangnya itu tak bisa dilakukan dengan instan. 


Renungkan hal ini:

Apa yang dibutuhkan seseorang untuk memperoleh kepercayaan Anda kembali? Apa yang bersedia Anda lakukan untuk meraih kembali kepercayaan seseorang?

Berikan beberapa contoh dari pengalaman hidup Anda ketika Anda sungguh-sungguh menyesali seauatu dan bertobat.

Dari ketiga faktor dalam pemulihan hubungan di atas, apa tanggung jawab orang yang tersakiti?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Samuel 16-18; Lukas 17:20-37


Hubungan yang dipulihkan hanya dapat terjadi atas kerelaan hati dari kedua belah pihak. Tanpa adanya kasih Kristus ,pengampunan yang seutuhnya terlebih pemulihan hubungan tidak akan pernah terwujud.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Kekuatan Dari Hidup Yang Fokus

Amsal 21: 5 "Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan."

Jika Anda ingin Tuhan memakai Anda dengan luar biasa, maka Anda harus fokus. Semakin Anda fokus, maka akan semakin berbuah hidup Anda- dan semakin Tuhan akan menggunakan Anda.

Ada kekuatan luar biasa dari kehidupan yang terfokus. Lampu yang cahayanya terpancar ke segala arah tidak akan memberikan banyak pengaruh pada objek yang disentuhnya. Tetapi ketika Anda memfokuskan cahayanya - seperti dengan menggunakan kaca pembesar untuk memusatkan sinar matahari - maka Anda bisa membakar selembar kertas atau bahkan rumput. Jika Anda bisa memfokuskan sinarnya lebih lagi, maka itu akan menjadi seperti laser. Laser dapat memotong baja dan bahkan menghancurkan sel-sel kanker.

Hal ini sama halnya dengan kehidupan Anda. Apabila Anda berjalan tanpa arah, maka kehidupan Anda hanya akan berlalu begitu saja tanpa memberi dampak yang besar. Tetapi jika Anda memusatkan tahun Anda pada beberapa tujuan penting, maka Anda bisa membuat dampak yang kuat pada dunia ini untuk memuliakan Allah.

Alkitab mengatakan. "Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan" (Amsal 21: 5).

Salah satu contoh bagus dalam Alkitab yaitu kisah dalam Kejadian 24. Pada saat itu, Abraham sudah lanjut usia, namun anaknya yang laki-laki belum menikah. Allah telah berjanji kepada Abraham bahwa Ia akan membuat sebuah bangsa yang besar melalui Abraham dan keturunannya- dan memang benar Allah telah menepatinya. Tetapi anak Abraham, Ishak, saat itu belum juga memberi dia keturunan. Ishak bahkan belum menikah. Maka, Abraham menyuruh hambanya, Eliezer, untuk mencarikan seorang calon istri bagi anaknya itu. Abraham berkata kepada hambanya, "Jangan mencarikan calon istri dari perempuan-perempuan Kanaan yang tinggal di sekitar sini. Pulanglah ke kampung halamanku, ke tanah sanak saudaraku, dan carilah seorang calon istri untuk anak lelakiku Ishak."

Sama seperti semua tujuan yang baik, Eliezer tahu apa yang diperintahkan padanya. Dia tahu dia harus mencarikan Ishak seorang istri, dan ia tahu persis kriteria istri yang harus ia cari. Dia harus menemukan seorang perempuan dari tanah nenek moyang Abraham. Anda tidak akan pernah mencapai gol Anda yang tak jelas karena Anda tak akan pernah tahu apakah Anda telah berhasil meraihnya atau belum. Namun, Eliezer tak seperti itu, ia tahu jelas misi yang harus ia laksanakan.

Misalnya, jika tujuan Anda tahun ini yaitu untuk menjadi orangtua yang lebih baik, bisa dikatakan tujuan Anda itu tidak jelas. Bahkan, jika gol Anda ialah untuk meluangkan lebih banyak waktu dengan anak-anak Anda di tahun ini, maka Anda tidak akan pernah benar-benar tahu apabila Anda telah berhasil mencapainya atau belum.

Tetapi, jika Anda berkomitmen untuk menghabiskan satu jam setiap hari Selasa malam dengan anak-anak Anda, itu baru yang disebut dengan gol yang spesifik. Anda akan tahu apakah Anda telah sukses mewujudkannya atau belum. Tujuan-tujuan yang seperti itu dapat mengubah hidup Anda.

Jadi, apa tujuan spesifik yang akan Anda berikan untuk diri Anda sendiri di tahun ini?


Renungkan hal ini:

Apakah tujuan-tujuan yang spesifik yang dapat menguatkan Anda untuk melaksanakannya? Dalam hal apa?

Tujuan-tujuan spesifik apa yang ingin Anda atur untuk diri Anda sendiri di tahun ini?

Dengan siapa Anda dapat berbagi tujuan-tujuan Anda tersebut di tahun ini yang bisa mendorong dan membimbing Anda? 


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Samuel 6-8; Lukas 15:1-10


Tuhan tahu persis rencana terbaik untuk hidup Anda. Percayalah pada rencana Tuhan dan fokus mengerjakan apa yang dipercayakan pada Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Hidup Anda Dibentuk Oleh Pikiran Anda

Amsal 4:23 "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan."

Tuhan jauh lebih tertarik untuk mengubah pikiran Anda, daripada mengubah keadaan Anda.

Kita ingin Tuhan mengangkat semua masalah, rasa sakit, kesedihan, penderitaan, penyakit, dan kesedihan kita. Tetapi Tuhan ingin mengubah Anda dulu, sebab transformasi tak akan terjadi di dalam hidup Anda sampai Anda memperbaharui pikiran Anda.

Mengapa begitu penting untuk belajar mengelola pikiran Anda? Ada tiga alasannya sebagai berikut.

Kelola pikiran Anda, karena pikiran Anda mengendalikan hidup Anda.
Amsal 4:23 mengatakan, "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." Kekuatan pikiran Anda punya kemampuan luar biasa untuk membentuk hidup Anda, baik atau buruk. Misalnya, mungkin Anda menerima pemikiran seseorang yang diucapkan kepada Anda ketika Anda tumbuh dewasa, "Kau tidak berguna. Kau tidak penting." Jika Anda sepakat dengan pemikiran itu, meskipun itu salah, itu akan membentuk hidup Anda.

Kelola pikiran Anda, karena itu adalah medan peperangan bagi dosa.
Semua godaan terjadi di dalam pikiran Anda. Paulus mengatakan dalam Roma 7: 22-23, "Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku."
Salah satu alasan mengapa Anda lelah secara mental yaitu karena berlangsung pertempuran di otak Anda 24 jam sehari. Ini meletihkan sebab peperangan ini begitu intens. Mengapa? Karena pikiran Anda adalah aset terbesar Anda. Setan ingin menguasai aset terbesar Anda!

Kelola pikiran Anda, karena itu adalah kunci dari damai sejahtera dan kebahagiaan.
Pikiran yang tak terkendali menyebabkan ketegangan. Pikiran yang terkendali membawa ketenangan. Pikiran yang tak terkendali mengantarkan pada konflik. Pikiran yang terkendali membuat Anda percaya diri. Pikiran yang tak terkendali menimbulkan stres. Bila Anda tidak berusaha mengendalikan pikiran serta cara mengarahkan pikiran Anda, maka Anda akan mengalami stres hebat. Tapi sebaliknya, pikiran yang terkendali memberi Anda kekuatan dan keamanan dan ketenangan.

"Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera" (Roma 8: 6).


Renungkan hal ini:

Apa yang Anda isi ke dalam pikiran Anda yang menyenangkan Tuhan? Apa yang Anda isi ke dalam pikiran Anda yang mengecewakan Tuhan?

Bagaimana Anda belajar mengelola pikiran Anda?

Apa peranan Alkitab dalam mengelola pikiran Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
1 Samuel 30-31; Lukas 13:23-25


Serahkanlah pikiran Anda untuk dikuasai oleh Tuhan seluruhnya.


Read more

0 Kasih Itu Mengharapkan Yang Terbaik

1 Korintus 13: 7 "Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu."

Kasih yang kekal mengharapkan yang terbaik. 

Kasih itu melihat ke depan. Kasih itu optimis. Kasih itu tidak terperangkap di masa lalu. Kasih itu tidak selalu melihat ke belakang. Kasih yang abadi tidak hilang harapan. Alkitab mengatakan, "Kasih… mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu" (lihat 1 Korintus 13: 7). Terjemahan lain mengatakan bahwa kasih akan "selalu mencari yang terbaik." Penyair Elizabeth Barrett Browning mengatakan, "Barangsiapa yang mengasihi percaya pada mujizat."

Pernahkah Anda memperhatikan bahwa orang cenderung hidup sesuai dengan ekspektasi Anda atas mereka? Kita membentuk orang-orang di sekitar kita dengan apa yang kita harapkan atas mereka. Anda terus-menerus mengatur orang. Anda mengatur istri Anda dengan apa yang Anda harapkan dan apa yang tidak Anda harapkan darinya. Anda mengatur teman-teman Anda dengan apa yang Anda harapkan dan dengan apa yang tidak Anda harapkan atas diri mereka. 

Apa pun harapan Anda atas orang-orang di dalam kehidupan Anda, perlakukan mereka sama seperti Anda memperlakukan diri sendiri - jangan menuntut mereka sesuai dengan yang Anda harapkan.
Para suami, apakah Anda ingin istri Anda memperlakukan Anda seperti seorang raja? Solusinya amat mudah: Perlakukan dia seperti seorang ratu. Tekankan hal-hal positif tentang dirinya. Lupakan omelan-omelannya. Haruskah Anda mengeluh dan terus menggerutu pada istri Anda tentang kekurangannya yang tidak Anda suka? Jangan. Katakan padanya harapan-harapan Anda tentang dia. Mulailah mengharapkan yang terbaik dari satu sama lain.

Ada sebuah keluarga di gereja kami, suatu hari mereka makan siang di satu restoran setelah ibadah Minggu. Si pelayan begitu ramah, ia bertanya pada anak laki-laki mereka yang paling kecil, "Mau pesan apa, Pak?" Setelah si pelayan mencatat pesanan mereka dan pergi, si anak berkata, "Ibu, dia memperlakukanku seperti seorang manusia dewasa!"
Kasih itu tidak pernah berhenti berharap. Kasih mengharapkan yang terbaik.

Renungkan hal ini:
Bagaimana selama ini Anda melihat ekspektasi Anda yang tinggi atas orang lain? Bagaimana dengan ekspektasi Anda yang biasa-biasa saja?
Siapa saja dalam hidup Anda yang di dalam mereka Anda memiliki ekspektasi tinggi?
Apa hal-hal yang Anda harapkan dalam hubungan Anda dengan orang lain? 


Bacaan Alkitab Setahun :
Hakim-hakim 14-17; Lukas 7:1-30


Mengharapkan yang terbaik dalam kasih artinya memberi dukungan penuh tanpa menghakimi. Perlakukanlah orang lain sama seperti Anda ingin diperlakukan. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Praktekkan Kasih Dalam Pekerjaan Anda

1 Korintus 16:14 "Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!"

Rasul Paulus berkata, "Lakukan segala pekerjaanmu dalam kasih!"

Dia tidak mengatakan sebagian pekerjaan Anda, melainkan segala pekerjaan Anda. Dia juga mengatakan "Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku" (1 Korintus 13: 3). 

Intinya, pekerjaan apa pun bisa menjadi ibadah ketika itu dibangun di atas kasih Allah; kasih Allah dapat Anda tunjukkan kepada rekan kerja, klien, atau pelanggan Anda. Bunda Teresa berkata, "Yang penting bukanlah seberapa banyak yang Anda kerjakan untuk pelayanan, tetapi seberapa banyak cinta kasih yang Anda curahkan ke dalamnya." 

Coba pikirkan seperti ini: Dua-pertiga dari kata "career (karir)" adalah C-A-R-E. Seorang filantropis (dermawan) Inggris, John Ruskin pernah berkata, "Ketika cinta dan keahlian disatukan, terciptalah sebuah mahakarya." 

Maka, saya ingin Anda mengucapkan doa setiap hari, sepanjang minggu ini - baik itu di rumah atau di sekolah, di halaman rumah atau di kantor, atau di mana pun Anda bekerja. Saya ingin Anda berdoa seperti ini, "Bapa, hari ini aku ingin menyembah-Mu melalui pekerjaanku. Aku ingin mempersembahkan karunia yang telah Engkau berikan kepadaku. Aku mau melakukan pekerjaanku seperti aku melakukannya untuk-Mu, dan aku mau melakukannya di dalam kasih."

"Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati" (Roma 12: 1).

Renungkan hal ini: 
- Menurut Anda apa perbedaan antara pelayanan dan pekerjaan?
- Bagaimana rekan kerja Anda menilai Anda setelah melihat bagaimana Anda memperlakukan orang lain?
- Apa karunia-karunia yang telah Allah berikan kepada Anda? Selama ini, bagaimana Anda menggunakan karunia tersebut dalam pekerjaan atau karir Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Hakim-hakim 13; Lukas 6:27-49


Pelayanan dalam pekerjaan adalah perwujudan kasih Allah dalam hidup kita sehari – hari.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Kekuatan Pengaruh Anda

Amsal 11:25 "Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum."

Saya percaya bahwa bagian tersulit dari penginjilan adalah untuk memulai. Namun, begitu Anda mulai dan begitu Tuhan mulai berbicara melalui Anda, hal itu akan menjadi salah satu hal yang paling menyenangkan yang pernah Anda lakukan. Memikirkan bagaimana Allah berbicara melalui orang seperti Anda atau saya, itu adalah suatu kehormatan besar. Merupakan sebuah kehormatan bagi kita untuk pergi dan memberitahu orang lain tentang Yesus. 

Injil tidak dirancang untuk disimpan sendiri; Injil dirancang untuk diberitakan. Anda diberkati dengan menjadi berkat. Oleh karena itu, apabila Anda telah menerima Firman-Nya, maka Anda juga harus memberitakan pesan itu kembali, sehingga orang lain dapat mengalami sebuah hubungan dengan Allah. Salah satu sukacita terbesar yang akan pernah Anda alami, di samping sukacita mengenal Allah, ialah Anda memiliki hak istimewa untuk mendoakan seseorang agar ia menerima Kristus. Pada saat itulah Anda akan mulai melihat perubahan yang radikal, bahkan yang terlihat jelas, yang akan terjadi dalam hidup Anda. Kita diberitahu dalam Amsal 11:25, "Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum." Rasanya menyegarkan ketika Anda berbagi Firman kembali dan membantu orang lain.

Kita memiliki sebuah pilihan, bersaksi atau berdiam diri, akan tetapi banyak orang memilih pilihan yang terakhir. Meskipun benar bahwa tak semua dari kita dipanggil untuk menjadi seorang penginjil, namun kita semua dipanggil untuk mengabarkan Injil. Saat yang paling penting ialah ketika Anda memulainya. Kita bisa merangkul seluruh dunia dengan Injil melalui kesaksian kita pada satu per satu orang disekeliling kita. 

Anda dapat melaksanakan perintah Yesus untuk "pergi dan menjadikan semua bangsa murid-Nya" (Matius 28:19) dengan melakukannya di lingkungan sekitar Anda. Lakukanlah di tempat kerja dan keluarga Anda. Anda punya pengaruh. Anda punya sekelompok orang yang akan mendengarkan apa yang Anda katakan. Jangkaulah dunia itu- tempat dimana Tuhan telah memanggil Anda. Allah menggunakan manusia untuk melaksanakan rancangan-Nya. Tuhan ingin menggunakan Anda. 


Bacaan Alkitab Setahun :
Hakim-hakim 4-6; Lukas 4:31-44


Jika Tuhan telah menjangkau hati Anda, lakukanlah hal yang sama dengan menjangkau hati orang di sekitar Anda. Tuhan punya alasannya sendiri dalam memakai Anda sebagai alatNya, jika Tuhan percaya pada Anda, maka percayalah akan kekuatan pengaruh yang Anda miliki.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie) 

Read more

0 Obat Untuk Kekeringan Rohani

Amsal 11:25 "Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum."

Seringkali kita melihat bagaimana orang-orang Kristen dalam budaya kita berubah menjadi narsis dan egois, selalu berbicara tentang kebutuhan dan masalah mereka. Bahkan ada yang mendapatkan cap tertentu oleh masyarakat.

Allah membahas masalah ini dalam Yesaya 58, dikatakan bahwa umat-Nya mengeluh tentang kekeringan rohani, kemandekan, dan doa-doa yang tak terjawab, meskipun mereka tetap melaksanakan hukum Allah, seperti berdoa dan berpuasa. Allah berkata pada mereka, "Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!" (Yesaya 58: 6-7).

Dalam ayat berikutnya dikatakan, "Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu. TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan" (ayat 8, 11).

Pada dasarnya Allah berkata, "Meskipun engkau sudah melaksanakan semua ibadah itu, tapi engkau kini menjadi terlalu fokus pada dirimu sendiri. Yang engkau pedulikan hanyalah dirimu sendiri. Inilah yang benar-benar Aku mau engkau lakukan: Rangkullah orang lain. Ketika engkau telah menjalankan prioritas-prioritasmu dengan baik, maka jiwamu akan menjadi seperti taman yang disirami dengan baik, dan Aku akan memuaskan jiwamu di tengah kekeringan." 

Sungguh sebuah janji yang luar biasa. Kuncinya adalah berbagi. Jika Anda murah hati dalam berbagi apa yang telah dianugerahkan Tuhan kepada Anda, maka Tuhan akan menambahkannya kembali kepada Anda. Kita sebagai orang percaya memiliki pilihan: berbagi atau stagnan, memberitakan Firman atau berdiam diri, memberkati orang lain dengan apa yang telah Tuhan berikan kepada kita, atau malah menimbunnya, jalan di tempat, dan melewatkan kesempatan untuk bisa dipakai Tuhan dalam pekerjaan-Nya. 


Bacaan Alkitab Setahun :
Yosua 4-6; Lukas 1:1-20


Berbagi dengan orang lain adalah tanda orang itu berkelimpahan dalam hidupnya. Tidak hanya secara materi, tapi dalam kelimpahan rohani. Bersaksi akan perbuatan Tuhan yang ajaib dalam hidup kita, tidak hanya akan memberkati orang lain, tapi juga menumbuhkan rohani kita sendiri.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie ) 

Read more

0 Sukacita Terbesar Kedua Dalam Kehidupan

Efesus 2:10 "Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."

Ketika saya baru mulai pergi ke gereja, itu sungguh dunia yang benar-benar baru buat saya.
Saya tak punya pengetahuan tentang Alkitab atau gereja secara umum.
Saya tidak dibesarkan di gereja waktu saya kecil, meskipun saya pernah datang beberapa kali.
Saya tidak terbiasa dengan cara orang Kristen berpikir dan menimbang.
Di tambah lagi, saya kagum dengan bahasa samar-samar yang mereka gunakan dengan satu sama lain.
Mereka berbicara tentang berkat dan keyakinan, serta beban dan hikmat.
Saya ingin mempelajari bahasa itu.
Saya ingin belajar lebih banyak tentang Tuhan.
Dan, yang paling penting, saya ingin memiliki hubungan dengan Tuhan.
Saya haus akan Tuhan.

Tetapi ada teman-teman lama saya.
Saat itu saya ingin menjadi orang Kristen, saya ingin belajar Alkitab, dan saya ingin mengenal Tuhan, tapi di sisi lain saya masih ingin bergaul dengan teman-teman saya.
Dicap sebagai seorang fanatik adalah satu hal yang paling saya takuti dari semuanya.
Untuk beberapa saat, saya berusaha keras untuk hidup di dua dunia ini.
Tapi tak lama setelah itu, saya mendapati bahwa yang saya lakukan tidak berhasil.

Saat itu Tuhan tengah mengubah saya, dan saya ingin menjangkau orang lain dengan pesan Injil.
Saya ingin dipakai oleh-Nya.
Dan seperti yang sering saya katakan, di samping dengan menjadi seorang Kristen, sukacita terbesar yang saya tahu dalam hidup ini yaitu melayani Tuhan.
Intinya, izinkan Dia untuk menuntun langkah Anda.
Mungkin lewat FirmanNya atau lewat persekutuan pribadi Anda dimana Tuhan membimbing dan mengarahkan Anda.

Saya takjub dengan fakta bahwa Sang Pencipta alam semesta ini, Tuhan Yang Maha Kuasa, berkenan untuk bekerja di dalam hidup kita dan berkata, "Aku ingin membimbingmu untuk datang ke sini dan dan melakukan ini itu." Inilah kehormatan tertinggi yang bisa kita bayangkan: Tuhan mau memakai kita di dalam pekerjaan-Nya.


Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 32-34; Markus 15:26-47


Sukacita yang besar, jika Tuhan mau memakai kita sebagai alatNya untuk melakukan pekerjaanNya yang besar dan ajaib.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)



Read more

0 Bagaimana Dosa Mempengaruhi Kehidupan Doa Anda

Mazmur 66:18 "Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar."

Dosa yang telah menjadi kebiasaan dalam kehidupan seorang Kristen bisa menyebabkan kehidupan doa orang tersebut berhenti mendadak. Tapi bukan berarti kita harus bebas dari dosa terlebih dahulu jika kita ingin berdoa.Jika itu prasyaratnya, maka tak ada satupun dari kita yang bisa datang kepada-Nya. Alkitab bahkan mengatakan, "Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita" (1 Yohanes 1: 8). Ayat ini juga memberitahu kita bahwa ketika kita berbuat dosa, kita punya "seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil" (1 Yohanes 2: 1).

Alkitab memberi kita kelonggaran atas dosa dalam hidup kita dan menawarkan belas kasih serta pengampunan Allah, namun dosa yang tidak diakui akan tetap menghalangi doa-doa kita.Pemazmur berkata, "Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar"(Mazmur 66:18). Terjemahan lain untuk kata "niat" dalam ayat ini yaitu "berpegang teguh." Dengan kata lain, bila kita berpegang teguh atau bersikukuh pada perbuatan atau pemikiran yang salah didalam hati kita, maka Tuhan tidak tidak akan mendengar kita.

Ada perbedaan antara dosa dan dosa yang disengaja. Ada perbedaan antara tersandung,merasa bersalah, lalu berpaling dari dosa, dengan melakukan dosa yang dilakukan dengan niat, secara terus-menerus, dan menjadi kebiasaan. Jika saat ini Anda merasakan hukuman dari Tuhan dan tahu bahwa apa yang tengah Anda lakukan adalah tidak benar, itulah Roh Kudus yang dengan penuh kasih sedang berusaha membangunkan Anda dan memperingatkan Anda akan jalan berbahaya yang sedang Anda tempuh.

Ibrani 12: 6 mengatakan, "Karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak." Beberapa dari kita perlu "dimarahi" oleh Tuhan. Dan ketika itu terjadi, jangan ciut hati dan mengeluh bahwa itu tidak adil. Tapi sebaliknya, bersukacitalah dengan kebenaran bahwa Allah begitu mengasihi Anda sehingga Ia mau mendidik Anda seperti seorang ayah yang mendidik putra putrinya.


Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 28-29; Markus 14:54-72


Doa dari hari nurani yang bersih, itulah yang berkenan dihadapan Tuhan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)



Read more

0 Mengapa Yesus Tidak Membela Diri-Nya Sendiri?

Markus 14:61 "Tetapi Ia tetap diam dan tidak menjawab apa-apa. Imam Besar itu bertanya kepada-Nya sekali lagi, katanya: 'Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?'"

Mengapa Paskah begitu penting?
Paskah itu penting sebab itu membuktikan bahwa Yesus adalah seperti apa yang Ia nyatakan.
Dia menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dan Dia datang ke Bumi untuk menyelamatkan kita.

Tiga peristiwa dramatis terjadi secara berturut-turut di akhir minggu Paskah: pengadilan Yesus, diikuti oleh kematian Yesus, dan terakhir Kebangkitan Yesus.

Yesus mengalami enam kali pengadilan dalam waktu sehari sebelum kematian-Nya.
Dalam satu malam, Ia dibawa ke hadapan Hanas (ayah mertua Kayafas), Kayafas (imam besar), Sanhedrin (Mahkamah Agama), Pilatus (Gubernur Yerusalem), Herodes (Gubernur Galilea), dan kemudian kembali kepada Pilatus.

Di akhir keenam pengadilan tersebut, kesalahan apa yang mereka dapati dari Yesus? Tidak ada.
Ia tidak melakukan kesalahan apapun.
Mereka mendatangkan orang-orang untuk memberikan tuduhan palsu, tapi tak ada satu pun dari tuduhan tersebut yang terbukti benar.
Akhirnya mereka hanya bisa menghukum Dia dengan satu tuduhan: karena mengaku bahwa diri-Nya adalah Anak Allah.
Hanya itu satu-satunya alasan yang bisa mereka pakai untuk menyalibkan Yesus.

Setiap orang yang tahu tentang Yesus seperti telah membuat semacam label tentang siapa Dia.
Entah apakah mereka percaya bahwa Dia adalah seorang pembohong, atau orang gila, atau malah sebaliknya, percaya bahwa Dia adalah Tuhan.
Percaya bukan berarti menyatakan, "Saya percaya Ia adalah guru yang baik."
Ia tidak bisa hanya menjadi guru yang baik, karena guru yang baik tidak akan berkata, "Akulah satu-satunya jalan menuju Surga."
Orang yang baik tidak akan berkata seperti itu, kecuali itu adalah sebuah kebenaran.

Yesus mengklaim bahwa diri-Nya adalah Juruselamat dunia.
Dalam Yohanes 12:47b dikatakan bahwa Ia menyatakan: "Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya."
Dia mengorbankan diri-Nya untuk diadili agar tidak akan ada keraguan tentang siapa Dia. Yesus bisa saja menghentikan pengadilan itu kapan pun Ia mau, namun Ia telah terlebih dahulu mengetahui bahwa Ia suatu saat akan terbukti bersalah dan disalibkan.
Tapi Ia tetap membiarkan itu terjadi, sebab itu semua merupakan bagian dari rencana-Nya.


Renungkan hal ini:

Menurut Anda mengapa Allah mengijinkan Yesus untuk dihukum mati, walaupun sebenarnya Ia tidak bersalah? Dari peristiwa ini, bagaimanakah karakter Allah?

Apa reaksi Anda ketika Anda pertama kali diperkenalkan kepada Yesus?

Saat ini apa yang Anda percaya tentang Yesus?


Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 26-27; Markus 14:27-53


Diam artinya percaya pada rencana Allah yang bekerja melalui hidup kita. Teladan Yesus dibuktikan dengan percaya pada rencana Allah yang besar yaitu keselamatan lewat korbanNya di kayu salib.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 



Read more

0 Kasih Karunia Tuhan Menutupi Rasa Bersalah

Roma 8: 1 "Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus."

Rasa bersalah ada bersama dengan keberadaan manusia. Karena tidak ada seorangpun yang sempurna, kita semua pasti pernah tergoda untuk merasa bersalah atas kesalahan masa lalu kita. Dosa mendatangkan rasa bersalah.

Itu artinya kebutuhan kita akan kasih karunia Allah dalam kehidupan kita ialah sama mendasarnya dengan keberadaan dari rasa bersalah.

Allah tak ingin Anda berkutat dengan rasa bersalah Anda. Itulah sebabnya Ia mengutus Yesus untuk mati di kayu salib demi menebus segala dosa Anda.

Alkitab mengatakan, "Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian" (Efesus 1: 7-8).

Inilah kebenaran yang paling mendasar tentang Kekristenan: Yesus Kristus telah menebus dosa-dosa Anda. Anda hanya perlu sepakat dengan kebenaran ini. Sebab Yesus telah mati bagi kita, maka kita sekarang bebas dari penghukuman, kekhawatiran, dan kematian. Bahkan apabila tidak ada Surga, tak akan sia-sia jika kita menjadi pengikut Yesus, sebab kita akan terbebas dari rasa bersalah.

Roma 8: 1 mengatakan, "Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus." "Tidak ada penghukuman" artinya Allah tidak menilai Anda atas segala kesalahan yang telah Anda buat jika Anda percaya pada Kristus. Itu karena Yesus telah meletakkan hukuman itu ke atas bahu-Nya di kayu salib. Allah tidak perlu menghukum Anda karena Yesuslah yang telah menanggung hukuman itu. Dia tidak perlu menghukum Anda karena Yesus telah menanggung penghukuman Anda.

Itu artinya Anda tak memerlukan rasa bersalah itu. Perhatikan bahwa ayat di atas tidak mengatakan bahwa setelah Anda menjadi orang Kristen, maka Anda tidak akan berdosa. Anda masih akan melakukan dosa. Anda masih akan melakukan kesalahan. Anda masih akan gagal dan terlihat bodoh. Namun Yesus telah membayar harga untuk kegagalan-kegagalan Anda itu. 

Anda bisa bebas dari rasa bersalah!


Renungkan hal ini:

Bagaimana rasa bersalah memberi dampak atas hidup Anda selama ini?

Menurut Anda mengapa Anda tergoda untuk merasa bersalah atas dosa masa lalu Anda meskipun Yesus telah membayar konsekuensi yang seharusnya Anda terima?

Bagaimana kebebasan atas rasa bersalah Anda dapat mengubah kehidupan banyak orang Kristen?


Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 17-19; Markus 13:1-20


Percayalah bahwa Tuhan telah mengampuni Anda dan tidak lagi mengingat - ingat kesalahan Anda. Terus hidup dalam rasa bersalah, berarti Anda mengecilkan karya penebusan dan kasih karunia Tuhan dalam pengorbanan Kristus Yesus.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Menghadapi Kekecewaan

Yesaya 43:18 (BIS) "TUHAN berkata, 'Tak ada gunanya mengingat masa lalu, percuma mengenang yang sudah-sudah.'"

Semua dari kita harus menghadapi dan menangani kekecewaan pada waktu yang berbeda.
Tidak ada orang di dunia yang memiliki kehidupan di mana semua yang terjadi selalu sesuai dengan apa yang mereka inginkan dan harapkan.

Ketika hal-hal tidak berjalan atau berhasil sesuai dengan rencana kita, hal pertama yang kita rasakan adalah kekecewaan.
Ini adalah normal.
Tidak ada yang salah dengan merasa kecewa.
Tetapi kita harus tahu apa yang harus dilakukan dengan perasaan itu, atau perasaan itu akan menjadi sesuatu yang lebih serius.
Di dunia kita tidak bisa hidup tanpa kekecewaan, tapi dalam Yesus kita selalu diberikan janji untuk masa depan yang lebih baik!

Dalam Filipi 3:13 rasul Paulus berkata, "tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku"
Paulus menyatakan bahwa satu hal yang paling penting baginya adalah untuk melepaskan apa yang ada di belakang dan berlari mengejar hal-hal yang ada depan!
Ketika kita kecewa, segera ingat kembali apa yang ada di depan kita, janji Tuhan untuk masa depan yang lebih baik.
Kita melepaskan penyebab kekecewaan dan fokus terhadap apa yang Tuhan janjikan bagi kita.
Ketika kita melihat pada janji Tuhan, kita mendapatkan visi baru, rencana, ide, pandangan segar, mindset yang baru.
Kita menggeser fokus kita dari kekecewaan pada apa yang Tuhan janjikan di depan kita.
Dan kita memutuskan untuk terus maju bersama Tuhan.


Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 31-33; Markus 9:1-29


Kekecewaan tidak akan menghentikan kita jika kita terus mengingat dan memandang pada janji Tuhan untuk masa depan kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Joice Meyer)

Read more

0 Bagaimana Mereka Akan Mendengar?

Roma 10:14 "Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?"

Apakah Anda pernah membawa seseorang kepada Kristus? Jika belum, mengapa? Mungkin Anda menganggap bahwa Tuhan tidak akan pernah bisa memakai Anda seperti ini, bahwa Anda tidak berbakat dalam hal ini, dan hanya orang-orang yang diberi hak istimewa oleh Tuhan yang bisa membimbing orang lain kepada Kristus. Tetapi bila begitu adanya, mengapa Amanat Agung diberikan kepada setiap orang Kristen? Setiap orang percaya dipanggil untuk "pergi dan menjadikan semua bangsa murid-Nya"(Matius 28:19). Ini menunjukkan bahwa kita semua dipanggil dalam penginjilan. Kita masing-masing punya peranan dalam pekerjaan Tuhan. 

Harus saya akui bahwa masih menjadi misteri buat saya mengapa Tuhan memutuskan untuk menggunakan manusia sebagai komunikator utama atas kebenaran-Nya. Seorang pewawancara pernah mengatakan pada saya bahwa saya tampak sangat natural ketika saya berkhotbah, dan ia pikir pasti itu mudah buat saya. Itu jauh dari benar," jawab saya. "Sebelum saya menjadi orang Kristen, saya tidak pandai berbicara di depan orang banyak."

Saya teringat waktu saya mengikuti kelas bahasa Inggris di sekolah. Saat itu kami semua ditugaskan untuk memberi pidato lima menit dadakan di depan kelas sesuai dengan pernyataan yang diberikan. Karena saya tak begitu pandai, ditambah lagi tidak diberi waktu untuk berpikir dahulu, saya hanya bisa berdiri kaku di depan kelas. Saya bukan seorang yang jago berbicara di muka umum. 

Tapi setelah menaruh iman percaya saya di dalam Yesus Kristus, saya menyadari bahwa cara terbaik untuk membantu orang percaya yaitu melalui komunikasi verbal, baik itu di depan orang banyak atau individu. Saya menyadari bahwa ini bukan tentang saya atau apa yang nyaman saya lakukan; ini tentang mematuhi Tuhan. Sebab cara utama yang Tuhan pakai untuk menggapai orang-orang yang belum mengenal-Nya yaitu melalui komunikasi verbal. Bagaimana bisa orang lain mendengar tentang Kristus jika tidak ada yang mau mewartakannya kepada mereka? "Seseorang" itu haruslah Anda atau saya.


Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 15-16; Markus 6:1-29


Sebab cara utama yang Tuhan pakai untuk menggapai orang-orang yang belum mengenal-Nya yaitu melalui komunikasi verbal
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Sebuah Akhir Yang Baik

Pengkhotbah 7: 8 "Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya. Panjang sabar lebih baik dari pada tinggi hati."

Alkitab dipenuhi dengan kisah orang-orang yang memulai hidup mereka dengan baik tetapi berakhir mengerikan, seperti Raja Saul dan Samson. Lalu ada juga orang-orang yang mulai dengan buruk tetapi berakhir dengan baik.

Lihat Nikodemus yang kita baca dalam Yohanes 3. Dia hanya seorang pria yang datang kepada Yesus di malam hari dengan beberapa pertanyaan. Tak ada indikasi bahwa ia menjadi orang percaya pada saat itu. Namun di akhir cerita dikatakan bahwa setelah Kristus disalibkan, ia memberanikan diri bersama dengan Yusuf dari Arimatea meminta Pilatus agar mereka dapat memberikan penguburan yang layak bagi Yesus. Nikodemus adalah orang Farisi. Ia mungkin tidak memulai hidupnya dengan baik, tapi ia mengakhirinya dengan sangat baik.

Ini boleh jadi sama dengan Ester. Mungkin kita bisa berargumen apakah Ester seharusnya dari awal jujur mengenai jati dirinya yang seorang Yahudi ketika ia dipilih oleh Raja Xerxes (Ahasyweros) untuk menjadi ratunya. Tetapi jika seandainya raja tahu Ester adalah seorang Yahudi, mungkin ia tidak akan pernah menikahinya. Dan jika ia tidak menikahinya, mungkin Ester tidak akan memperoleh posisi penting di kerajaan dan tak akan bisa menyelamatkan bangsanya. Tetapi kalaupun pada mulanya Ester membuat kesalahan, meskipun ia berkompromi, meskipun ia tidak mungkin memulai segalanya dengan baik, ia mengakirinya dengan sangat baik.

Mungkin Anda telah membuat beberapa kesalahan dalam hidup. Mungkin Anda berkompromi dengan apa yang salah dan melakukan beberapa hal yang tak seharusnya dilakukan. Mungkin Anda merasa kesalahan Anda sudah tak bisa diperbaiki dan dosa Anda tak terampuni. Pemikiran itu tidak benar. Anda masih bisa berubah. Jika Anda telah membuat kesalahan-atau lebih tepatnya, jika Anda telah berdosa, Anda masih bisa bertobat.

Salomo, orang paling bijaksana yang pernah ada, menulis, "Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya. Panjang sabar lebih baik dari pada tinggi hati" (Pengkhotbah 7: 8).

Tidak penting bagaimana Anda memulainya; yang terpenting ialah bagaimana Anda mengakhirinya.


Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 1-3; Matius 24:1-28


Jika Anda telah melakukan kesalahan, bertobatlah sekarang
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Ketika Segalanya Tampak Suram

Kisah Para Rasul 12:5 "Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah."

Kisah Para Rasul 12 dibuka dengan sebuah skenario suram. Yakobus telah dieksekusi mati. Petrus dipenjarakan oleh Raja Herodes dan sedang menanti gilirannya untuk dieksekusi. Tetapi kemudian kita membaca bahwa "jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah" (ayat 5). Para jemaat turut memikirkannya dan mulai berdoa. Maka kemudian Allah mengutus seorang malaikat untuk membebaskan Petrus dari penjara, dan kisah ini berakhir bahagia.

Kemudian seperti yang dicatat di akhir Kisah Para Rasul 12, Raja Herodes, yang menjadi dalang peristiwa ini, memberi pidato besar di hadapan rakyatnya, tetapi mereka mulai bersorak membalasnya, "Ini suara allah dan bukan suara manusia!" (Ayat 22). Allah pun menghukum Herodes dan ia mati seketika itu juga.

Cerita ini dimulai dengan Herodes yang memegang tampuk kekuasaan, lalu Petrus dijebloskan ke penjara, dan kemudian iblis menang. Tetapi di akhir cerita, Herodes mati, Petrus dibebaskan, dan Firman Tuhan menang. Hal ini menunjukkan mengapa kita harus selalu ingat untuk berdoa. 

Mungkin saat ini Anda tengah menghadapi skenario kehidupan yang suram. Mungkin Anda menerima kabar buruk dari dokter atau menghadapi situasi sulit di tempat kerja. Mungkin ada satu masalah dalam keluarga Anda. Mungkin situasi menjadi kian buruk dan buruk dan Anda tak tahu apa yang harus diperbuat. Doakan hal itu. Minta bantuan teman-teman Kristen Anda untuk mendoakan pergumulan ini bersama-sama dengan Anda. Bawa permasalahan Anda ke hadapan Allah, sebab bersama-Nya segala sesuatu mungkin. Ia dapat menggunakan situasi yang tak mungkin lalu mengubahnya menjadi alat bagi kemuliaan nama-Nya.

Di awal kitab Ester, segalanya tampak suram juga. Saat itu tinggal Haman, seorang pembesar di kerajaan Persia yang diberi kuasa penuh oleh sang raja, ia membantai orang-orang Yahudi. Tetapi mereka berdoa sehingga Allah turut campur tangan menolong mereka. Bagaimana akhir ceritanya? Orang-orang Yahudi diselamatkan, dan Haman dihukum mati. Jadi, jangan menyerah di dalam situasi sulit sekali pun.


Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 34-35; Matius 22:23-46


Ia dapat menggunakan situasi yang tak mungkin lalu mengubahnya menjadi alat bagi kemuliaan nama-Nya
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

Ibadah Doa Pagi

Ibadah Doa Pagi

Menara Doa

Menara Doa

Popular Post

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More