• slide 1

    Ulta Sword 27 Sep 2015

    Suasana Ulang Tahun GSJA Sword 27 September 2015...

  • slide 2

    Paskah 5 April 2015

    Suasana Ibadah Paskah GSJA Sword 5 April 2015...

  • slide 3

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010 GSJA Sword bertempat di JL Kartini 8 No.1A...

  • slide 4

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00 kelas terbagi ke dalam tiga kelas: Little Heaven, Kingdom Kid dan Christ Crew...

  • slide 5

    Ibadah Youth

    Ibadah yang dihadiri oleh para youth yang masih sekolah, kuliah dan bekerja segment keterlibatan dalam drama...

  • slide 6

    Tim Musik GSJA Sword

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah terdiri dari : Agus - Gitaris, Julius dan sylvi- Keyboard, Yanto dan Edy - Drum, Randy - Bass...

  • slide 7

    Drama Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword dalam perayaan Harnas Wanita 2011...

  • slide 8

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011 yang berlangsung di gedung gereja sendiri, sederhana namun membawa hikmat dan berkat tersendiri...

  • slide 9

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword saat perayaan Natal 2010...

  • slide 10

    Natal GSJA Sword, 17 Des 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword pada tanggal 17 Des 2011...

  • slide 11

    Imlek GSJA Sword, 22 Jan 2012

    Ibadah Saat Imlek di GSJA Sword pada tanggal 22 Januari 2012...

  • slide 12

    Gathering Pekerja GSJA Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

  • slide nav 1

    Ulta Sword 2015

    Ulang Tahun GSJA Sword 27 September 2015...
  • slide nav 2

    Paskah 2015

    Ibadah Paskah GSJA Sword 5 April 2015...
  • slide nav 3

    Ibadah Raya

    Ibadah Natal 2010...
  • slide nav 4

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00...
  • slide nav 5

    Ibadah Youth

    Ibadah yang dihadiri oleh para youth yang masih sekolah,kuliah dan bekerja...
  • slide nav 6

    Tim Musik

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah...
  • slide nav 7

    Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword...
  • slide nav 8

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011...
  • slide nav 9

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword...
  • slide nav 10

    Natal GSJA Sword 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword, 17 Des 2011...
  • slide nav 11

    Imlek GSJA Sword 2012

    Ibadah Saat imlek di GSJA Sword, 22 Januari 2012...
  • slide nav 12

    Gathering Pekerja Sword 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words Of OuR LorD)

Latest from Blog

Perayaan Natal, Jumat 16 Dec 2016 Jam 17.00 WIB

Perayaan Natal, Jumat 16 Dec 2016 Jam 17.00 WIB

Sword Badminton, Setiap Minggu Jam 16.00 WIB

Sword Badminton, Setiap Minggu Jam 16.00 WIB

Delete this element to display blogger navbar

0 Akibat Dari Kemarahan Yang Tak Terkendali

Amsal 29:22 "Si pemarah menimbulkan pertengkaran, dan orang yang lekas gusar, banyak pelanggarannya."

Kemarahan punya harga yang harus dibayar. Bila Anda paham dengan fakta ini, Anda mungkin lebih bisa mengendalikan kemarahan dalam hidup Anda. Alkitab memberitahu kita, "Si pemarah menimbulkan pertengkaran, dan orang yang lekas gusar, banyak pelanggarannya" (Amsal 29:22). Kebanyakan dari kita pasti pernah melihat seseorang melakukan hal yang amat bodoh karena orang itu sedang marah. 

Alkitab sangat spesifik menjelaskan tentang akibat dari kemarahan. Alkitab mengatakan:

Kemarahan menyebakan pertengkaran (Amsal 15:18).
Kemarahan menyebabkan kesalahan (Amsal 14:29).
Kemarahan menyebabkan hal-hal bodoh (Amsal 14:17).

Anda mungkin pernah melihat semua akibat-akibat itu dari kemarahan Anda sendiri atau orang lain. Alkitab juga mengatakan dengan jelas tentang dampak dari kemarahan yang diekspresikan dengan tak pantas. Amsal 11:29 mengatakan, "Siapa yang mengacaukan rumah tangganya akan menangkap angin; orang bodoh akan menjadi budak orang bijak."

Pikirkan dampak dari amarah bagi keluarga Anda. Sebagai orang tua, kita sering diuji untuk memakai kemarahan untuk memotivasi anak-anak kita. Itu mungkin bekerja untuk jangka pendek. Ketika Anda marah, Anda memberi ketakutan yang besar kepada mereka. Anak-anak Anda mungkin bisa taat untuk jangka waktu pendek, namun Anda akan kalah dari mereka untuk jangka waktu lama. 

Hasil akhir dari amarah yang tak terkendali ini ialah keterasingan. Anda sebenarnya tengah mengasingkan diri Anda dari orang yang paling Anda kasihi. Dan ujung-ujungnya, Anda akan semakin marah dan akhirnya menjadi apatis (masa bodoh). Hasilnya, tak ada seorang pun yang ingin berada di dekat Anda.

Sesungguhnya Anda kalah ketika Anda hilang kesabaran. Anda mungkin bisa kehilangan reputasi Anda, pekerjaan Anda, anak Anda, atau cinta dari suami atau istri Anda ketika Anda hilang kendali.

Dan itu tak sebanding dengan akibatnya. 

Renungkan hal ini : 

Apa yang Anda perhatikan dari orang-orang yang malah menjadi terasingkan dari orang lain karena kemarahan mereka?

Jika Anda kadang menunjukkan amarah yang tak terkendali, apa dampak buruknya untuk hidup Anda?

Apa cara praktis yang bisa Anda pakai untuk mengontrol kemarahan Anda sehingga itu tidak menyebabkan rasa sakit untuk Anda atau untuk orang di sekitar Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 4:1-5 ; Ibrani 10:19-39

Sesungguhnya Anda kalah ketika Anda hilang kesabaran
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Sudah Saatnya Melakukan Kehendak Tuhan

Pengkhotbah 3:13 "Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah."

Di abad ke-21 ini dimana kita terlalu sibuk bekerja, terlalu tertekan, dan terlalu banyak kegiatan, ini mungkin salah satu kalimat yang paling penting dan yang paling memerdekakan yang pernah Anda baca: Anda punya waktu yang lebih dari cukup untuk melaksanakan kehendak Allah.

Itu artinya jika Anda merasa tak punya cukup waktu dalam sehari, salah satu dari dua penyebab berikut adalah benar adanya: 

1. Anda melakukan hal-hal yang Allah tidak minta Anda lakukan.
2. Anda melakukan hal-hal yang Allah minta namun dengan cara yang salah.

Allah tidak akan memberi daftar hal-hal yang harus Anda lakukan tapi tidak memberi Anda waktu untuk mengerjakannya. Entah apakah Anda mencoba melakukannya terlalu keras, atau Anda hanya membuang-buang waktu Anda, salah satunya adalah penyebabnya. Tak ada alasan lain lagi. 

Apa pun penyebabnya, Anda perlu belajar untuk menikmati momen itu. Alkitab mengatakan, "Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah" (Pengkhotbah 3:13).

Terlalu banyak dari kita menjadi korban dari perangkap yang mengerikan. Saya menyebutnya cara berpikir "ketika dan kemudian." Kita percaya bahwa "ketika" kita mencapai cita-cita kita, kita akan bahagia. Mungkin gol kita ialah kelulusan, pernikahan, atau target finansial. Tapi kemudian Anda tidak akan bahagia. Anda hanya akan menikmati bahagianya pencapaian tujuan itu hanya selama tiga detik, sebab kemudian Anda akan mulai bertanya pada diri sendiri, "Apa selanjutnya?" Siklus ini terus terulang kembali. 

Apakah Anda lelah, penat, atau stres? Allah sesungguhnya ingin memberkati Anda lebih lagi. Jika Anda tengah memikul beban yang begitu berat, itu bukan dari Yesus. Kata-Nya dalam Matius 11, "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan" (Matius 11:28,30).

Renungkan hal ini: 

Apa momen-momen di masa lalu Anda yang tak bisa Anda nikmati karena disebabkan oleh kesibukan Anda? 

Cita-cita apa yang sudah Anda raih di masa lalu yang Anda pikir akan memuaskan hati Anda, tapi ternyata tidak? 

Apa yang bisa Anda lakukan untuk mengubah prioritas dan jadwal aktivitas Anda, sehingga Anda punya cukup waktu untuk melakukan apa yang Tuhan ingin Anda lakukan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 4:6-14 ; Ibrani 11

Setiap momen dalam hidup Anda ialah karunia dari Allah. Dia tak ingin Anda melewatkan satu pun darinya
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Tiga Hal Yang Harus Dihindari Saat Marah

Efesus 4:26a "Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu."

Kita semua pasti pernah marah.
Masing-masing kita menanganinya dengan berbeda-beda dan tak satu pun dari kita yang bisa lepas dari emosi ini sepenuhnya.
Tapi hanya karena kita marah bukan berarti kita sedang berbuat dosa.

Alkitab mengatakan, "Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa" (Efesus 4:26a).
Paulus memberitahu kita dalam ayat ini agar tidak membiarkan kemarahan kita menggiring kita ke dalam dosa.
Itu artinya kemarahan bukan selalu artinya dosa. Yang benar adalah, kita dapat menangani kemarahan dengan cara yang tepat dan benar.

Sayangnya, sebagian besar dari kita mengekspresikan kemarahan dengan cara-cara yang malah menjauhkan kita dari tujuan-tujuan kita, ketimbang mendekatkan kita.

Sebagai contoh, berikut tiga hal yang harus dihindari ketika Anda marah:

Jangan memendam kemarahan Anda. Jangan menyimpannya di dalam. Ketika Anda memendam kemarahan, tak mengekspresikannya dengan dengan cara yang tepat, itu seperti mengocok sebotol minuman bersoda. Itu akan meledak! Pada akhirnya itu akan berdampak pada tubuh Anda. Dokter memberitahu kita sejumlah penyakit ringan yang biasanya disebabkan oleh kemarahan yang ditekan.

Jangan memendamnya. Ketika Anda memendam amarah Anda, Anda sesungguhnya hanya menyangkalnya. Memungkiri kenyataan bahwa Anda marah akan membuat Anda tertekan. Dulu waktu saya lebih banyak melayani konseling, saya sering mendengar banyak orang berkata pada saya jika mereka sedang stres, tapi sebenarnya mereka hanya marah saja. Mereka pikir orang Kristen itu tidak boleh marah, jadi mereka hanya memendamnya. Menyangkal kemarahan adalah dosa. Itu sama saja berbohong.

Jangan mengekspresikannya dengan cara yang tidak pantas. Tanpa disadari, kita bisa mengekspresikan kemarahan dengan berbagai cara yang tidak pantas. Kita bisa cemberut, melontarkan sarkasme, memanipulasi, atau melakukan hal bodoh (mabuk, berselingkuh, dll). Tak satu pun dari pendekatan-pendekatan tersebut bisa menolong kita mendapatkan penyelesaian yang kita cari.

Jadi apa yang harus kita perbuat dengan kemarahan kita?

Mengakuinya. Jangan hanya mengakui kemarahan Anda, tapi juga akui penyebabnya. Katakan kepada Allah - dan kepada siapa pun yang berkonflik dengan Anda - bahwa Anda frustrasi atau merasa terancam. Semakin jujur Anda dalam relasi-relasi Anda, semakin mudah Anda sampai ke akar penyebab kemarahan Anda.

Tetapi, ini kabar baik tentang kemarahan Anda: Anda mungkin dibesarkan di rumah yang penuh dengan kemarahan yang tak pantas secara terus menerus. Kemarahan yang tak pantas mungkin bisa dipelajari, tapi juga bisa tidak dipelajari. Anda bisa berubah. Anda tak harus selamanya menjadi orang yang sama. 

Renungkan hal ini: 

Bagaimana keluarga Anda menangani kemarahan ketika Anda dibesarkan?

Manakah dari ketiga cara yang tak pantas dalam menangani kemarahan Anda yang cenderung Anda pakai? Apa kata keluarga Anda tentang cara yang sering Anda gunakan?

Apa amarah yang tengah Anda hadapi sekarang?

Bagaimana Tuhan ingin Anda menanganinya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 3; Ibrani 10:1-18

Jangan hanya mengakui kemarahan Anda, tapi juga akui penyebabnya
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Jika Anda Menghamba Pada Berhala, Anda Akan Menjadi Seperti Mereka

Mazmur 115:8 "Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, dan semua orang yang percaya kepadanya."

Saya telah menjelaskan dalam renungan kemarin bahwa setiap orang percaya pada sesuatu. Kita bahkan bisa saja menjadikan hal-hal yang baik - seperti pernikahan kita, keluarga kita, atau bahkan pelayanan kita di gereja - sebagai berhala.

Namun percaya pada hal-hal lain selain Allah memberi efek yang merugikan terhadap kehidupan kita. Jika kita menganggap siapa yang bersama kita atau apa yang kita kerjakan akan membuat kita betul-betul puas, maka kita sedang mengantarkan diri kita pada kekecewaan yang mendalam. Alkitab mengingatkan kita ini dalam kitab Yeremia ketika ia berkata, "Setiap manusia ternyata bodoh, tidak berpengetahuan, dan setiap pandai emas menjadi malu karena patung buatannya. Sebab patung tuangannya itu adalah tipu, tidak ada nyawa di dalamnya" (Yeremia 10:14).

Tapi kenyataannya, kita melakukan ini sepanjang waktu dengan karier, hubungan, dan dengan uang di tabungan kita. Kita bertingkah seolah-olah hal-hal yang diciptakan tersebut bisa memberi makna dalam hidup kita.

Dan bila kita sedang mempraktekkan hal itu, kita sesungguhnya hanya sedang mengantarkan diri kita pada kegagalan. Alkitab mengatakan, "Orang yang sibuk dengan abu belaka, disesatkan oleh hatinya yang tertipu; ia tidak dapat menyelamatkan jiwanya atau mengatakan: "Bukankah dusta yang menjadi peganganku?" (Yesaya 44:20).

Oh ya, lagipula berhala-berhala adalah pendusta. Sayangnya, berhala tidak hanya berhenti di situ saja bahkan setelah ia sukses mengecewakan kita. Sebab pada akhirnya, mereka ingin memperbudak kita.

Alkitab mengatakan, "Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, dan semua orang yang percaya kepadanya" (Mazmur 115:8). Apa pun yang paling Anda hargai dalam hidup, seperti itulah Anda akan menjadi. Jika Anda begitu mencintai uang, maka Anda akan menjadi materialistis. Jika Anda begitu mencintai kesenangan, maka Anda akan menjadi hedonis. Jika Anda begitu mencintai pekerjaan, maka Anda akan menjadi pragmatis (mengutamakan hasil). Jika Anda lebih mencintai Yesus Kristus dibanding itu semua, maka Anda adalah akan menjadi seorang Kristen sejati.

Jadi, jika menjunjung tinggi hal-hal duniawi sebagai yang utama dalam hidup kita itu salah, lalu mengapa kita masih melakukannya?

Karena kita ingin tuhan yang bisa kita kontrol. Kita ingin mengaturnya. Jika kita menjadikan uang sebagai tuhan kita, maka kita bisa mengendalikannya. Jika kita menjadikan orang lain sebagai tuhan kita, maka kita bisa memerintah mereka. Dan itu membuat kita merasa lebih baik.

Tetapi sebaliknya, kita tidak bisa mengendalikan Allah. Dia berkata, "Jangan coba mengecilkan-Ku. Jangan coba menyesuaikan-Ku dengan gaya hidupmu. Jangan coba mengontrol-Ku."

Renungkan hal ini:

Bagaimana selama ini Anda melihat orang lain yang mengagungkan berhala-berhala dalam hidup mereka, yang pada akhirnya malah mengendalikan mereka?

Bagaimana bisa bahkan hal-hal yang sehat sekalipun bisa menjadi berhala dalam hidup kita?

Apa yang Anda butuhkan agar bukan berhala yang menjadi tuhan Anda, melainkan Allah semata?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yunus 3-4; Ibrani 6:9-20

Jika Anda lebih mencintai Yesus Kristus dibanding itu semua, maka Anda adalah akan menjadi seorang Kristen sejati
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Pelayanan Perdamaian Anda

2 Korintus 5:18-19 "Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kam. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami."

Ketika Anda ingin memperbaiki sebuah hubungan yang berkonflik, Anda harus fokus pada proses rekonsiliasi (pendamaian), bukan resolusi (pemecahan) masalah. Ini dua hal yang amat berbeda! Rekonsiliasi berarti menguatkan hubungan. Tapi bukan berarti Anda akan menikahi mantan suami Anda kembali; melainkan Anda akan berdamai dengan satu sama lain kembali.

Resolusi artinya Anda menyelesaikan setiap ketidakcocokkan yang mana, jujur saja, sulit sekali terjadi. Sebab jujur, pasti akan ada sesuatu dalam pernikahan, pertemanan, dan hubungan berelasi Anda yang tak akan pernah bisa Anda sepakati, sebab kita semua berbeda. Namun Anda bisa berselisih paham tanpa harus marah-marah. Itu dinamakan kedewasaan. Itu dinamakan hikmat. Itu dinamakan serupa dengan Kristus. Kita bisa bersatu tanpa harus satu seragam. Kita bisa bergandengan tangan tanpa harus tidak enak dengan yang lain. 

Saya dan istri saya Kay telah menikah selama 40 tahun, dan ada banyak hal yang kami berdua tidak sepakati. Tapi kami berjalan beriringan untuk mendukung satu sama lain. Kami hidup dalam damai sejahtera. Ini yang kami pelajari dari konseling pernikahan; ketika Anda fokus memperbaiki pernikahan Anda, seringkali Anda sadar inti masalahnya hanyalah hal sepele. Ada berapa banyak dari argumen -argumen Anda yang disebabkan oleh hal sepele? Inilah saatnya, Anda perlu kembali fokus menata hubungan Anda. 

Ada banyak konflik di dunia ini yang dipenuhi dengan perpecahan, argumen, prejudisme, rasisme, terorisme, dan perpisahan. Dan hasilnya kita memiliki hubungan yang rusak. Kita memiliki ekonomi yang rusak. Kita memiliki rumah tangga yang rusak. Dan akhirnya, kita akan memiliki kehidupan yang menderita dan kepedihan. 

Saya menantang Anda sebagai seorang percaya untuk menjadi penggagas rekonsiliasi di dunia yang penuh konflik ini. Jadilah pembangun jembatan, bukan pembangun dinding. Carilah cara untuk mempersatukan orang lain, ketimbang menceraiberaikan mereka. Alkitab berkata dalam 2 Korintus 5:18-19 "Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kamu. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami."

Renungkan hal ini: 

Apa inti dari pertikaian dalam rumah tangga atau pertemanan Anda yang belum Anda selesaikan?

Langkah-langkah apa yang perlu Anda ambil untuk mendamaikan hubungan tersebut, ketimbang menyelesaikan masalahnya? 

Bagaimana Anda berusaha menjadi penggagas rekonsilisasi di dalam keluarga, pekerjaan, dan lingkungan Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yehezkiel 45-48; Titus 1

Jadilah pembangun jembatan, bukan pembangun dinding. Carilah cara untuk mempersatukan orang lain, ketimbang menceraiberaikan mereka
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Tentang Hyper Grace


Hyper Grace !!! Apa dan bagaimana sih pengajaran hyper grace itu ? Apa sesuai dengan Alkitabiah ? Pengajaran yang baru-baru ini sedang marak terjadi khususnya di Indonesia.

Datang dan dapatkan pencerahan yang benar apa yang Alkitab katakan mengenai Hyper Grace oleh Pdt. Gani Wiyono dalam ibadah Minggu 20 November 2016 jam 08.00 WIB dilanjutkan dengan Seminar pada hari yang sama jam 10.30

Tempat di GSJA Sword Generation, Jl. Kartini 8 No.1A (Depan Kantor Pajak) Jakarta Pusat.
Tuhan Yesus memberkati kita semua... Amin.

Read more

0 Ambil Langkah Pertama Dalam Berintegritas

Ayub 8:5-7 "Tetapi engkau, kalau engkau mencari Allah, dan memohon belas kasihan dari Yang Mahakuasa, kalau engkau bersih dan jujur, maka tentu Ia akan bangkit demi engkau dan Ia akan memulihkan rumah yang adalah hakmu. Maka kedudukanmu yang dahulu akan kelihatan hina, tetapi kedudukanmu yang kemudian akan menjadi sangat mulia."

Mungkin sulit bagi Anda untuk membaca Pesan Tuhan mengenai integritas atau kejujuran karena Anda akan terus mengingat kembali kegagalan Anda, gagal menggunakan segala peluang untuk menunjukkan kejujuran Anda. Anda akan mengingat-ingat kembali semua kemerosotan moral dalam hidup Anda. Kita semua pasti pernah mengalami kegagalan-kegagalan yang sama. 

St. Agustinus mengatakan bahwa mengakui perbuatan buruk adalah awal dari perbuatan baik.

Jika Anda sungguh-sungguh ingin menjadi pria atau wanita yang memiliki integritas, langkah pertama ialah dengan mengakui bahwa Anda belum memilikinya. Akuilah jika Anda tak selalu menepati janji-janji Anda. Anda seringkali bergosip, dan Anda menyukainya. Kadang Anda bermalas-malasan di kantor. Kadang Anda berpura-pura menjadi orang lain. Akui saja itu semua kepada Tuhan!

Banyak orang membagi-bagi kehidupan mereka dengan berpikir bahwa mereka bisa hidup kudus selagi menyembunyikan dosa di satu sisi kehidupan, asalkan dosa itu tidak mempengaruhi sisi kehidupan Anda yang lainnya. Saya menyebut hal ini "mitos Titanic." Titanic seharusnya menjadi kapal pertama yang tak bisa tenggelam karena itu merupakan kapal pertama yang dibangun dengan lambung kapal yang bertingkat dan terpisah. Secara teori, ketika kapal itu menerjang badai, para pelaut bisa langsung menutup rapat semua pintu sehingga badai itu tidak menenggelamkan seluruh kapal. 

Tetapi saudara-saudara, ketika badai pergumulan datang ke dalam hidup Anda, sebuah lubang kecil di perahu tetaplah sebuah lubang di perahu, dimana pada akhirnya itu akan menenggelamkan Anda. Area kecil yang Anda pikir bisa Anda kendalikan akhirnya akan membawa Anda dalam kejatuhan, dan itu akan mempengaruhi orang-orang di sekitar Anda. Sebab dosa itu sifatnya personal, tetapi bukan rahasia. 

Tak satu pun dari kita yang sempurna, tapi Tuhan tidak mengharapkan Anda untuk menjadi sempurna! Ia mengharapkan Anda untuk memiliki integritas dan kejujuran, dan titik awal untuk memilikinya ialah dengan mengakui dosa-dosa Anda - tak peduli seberapa panjang daftar dosa Anda. 

Tuhan lebih tertarik pada hati Anda ketimbang dosa-dosa Anda. Anda tidak akan pernah menjadi sempurna. Anda tidak akan pernah tidak berdosa. Tapi Anda bisa mencegah dosa terjadi. 

Itulah pilihan untuk menjadi orang yang berintegritas. 

Renungkan hal ini:
Apa hal dalam kehidupan Anda yang tak Anda campur adukkan dengan keluarga Anda? 

Bagaimana keputusan Anda itu mempengaruhi Anda secara jasmani, spiritual, dan emosional?

Menurut Anda mengapa Tuhan ingin Anda mengakui dosa Anda sementara Ia telah mengetahuinya? 

Bagaimana bisa dosa Anda ikut berdampak pada orang lain, bahkan ketika mereka tak tahu apa-apa tentang itu? 

Bacaan Alkitab Setahun :
Yehezkiel 19 - 22; II Timotius 2:1-13

Pilihan untuk menjadi orang yang berintegritas adalah berani jujur dan mau mengakui dosa-dosa di hadapan Tuhan 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Apa Yang Dibutuhkan Untuk Menjadi Orang Yang Berintegritas

Mazmur 119:9 "Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu."

Di dunia yang benar-benar terobsesi dengan penampilan dan kesan, bagaimana Anda tetap menjadi kudus ketika semua orang berpura-pura? Orang-orang itu tak punya integritas. Mereka menyimpang, mereka berpikiran dangkal, mereka curang, dan mereka tak menepati janji mereka.

Lalu bagaimana Anda tetap menjadi diri Anda sendiri? 

Hanya ada satu cara. Anda harus lebih peduli dengan persetujuan Tuhan ketimbang persetujuan atau pengakuan orang lain. Itulah satu-satunya cara Anda menjadi orang-orang yang jujur, menjadi diri sendiri. Sebab apabila Anda peduli dengan apa yang Tuhan pikirkan, maka Anda akan melakukan apa yang benar. Tapi jika Anda lebih peduli dengan apa yang orang lain pikirkan, Anda kerap melakukan yang salah.

Mazmur 119:9 mengatakan, "Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu."

Satu-satunya cara Anda bisa mengetahui apakah Tuhan mengijinkannya dan untuk mengetahui apa yang Ia pikirkan tentang Anda ialah dengan membaca Alkitab. Anda harus tinggal di dalam Firman Tuhan! Bila tidak, Anda tak akan memiliki kekuatan dan stamina untuk menjalankan hidup yang jujur, berintegritas.

Jika Anda tak pernah melakukan waktu tenang di dalam Firman Tuhan, jika saya melewatkannya beberapa hari saja, saya bisa rasakan perbedaannya - bahkan semua orang pun bisa tahu!- karena saya mulai jadi mudah tersinggung. Jika saya tidak terhubung dengan Tuhan melalui Firman-Nya, saya tidak akan mendapatkan kekuatan spiritual untuk dengan jelas mengabarkan Firman Tuhan kepada Anda. Saya tak akan punya kekuatan untuk hidup berintegritas. 

Hidup dengan integritas atau dengan kejujuran perlu kuasa rohani, karena apa yang benar seringkali tidak populer. Anda akan capek berusaha melakukan yang benar sekaligus tetap jadi diri sendiri, tetap kudus, sementara Anda harus senantiasa harus diperbaharui dan dikuatkan. 

Anda dapat melakukannya dengan membaca dan mempelajari Alkitab, Firman Tuhan. 

Renungkan hal ini: 

Bagaimana dengan membaca Firman Tuhan memberi Anda kekuatan? 

Mengapa penting membaca Alkitab? 

Apa beberapa janji Allah dalam Alkitab yang menguatkan Anda ketika Anda harus membuat keputusan yang benar tapi tidak disukai banyak orang? 

Bacaan Alkitab Setahun :
Yehezkiel 16 - 18; II Timotius 1

Hidup dengan integritas atau dengan kejujuran perlu kuasa rohani, karena apa yang benar seringkali tidak populer
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Apa Tembok Yerikho Anda?

Yosua 6:3,15 "Haruslah kamu mengelilingi kota itu, yakni semua prajurit harus mengedari kota itu sekali saja; demikianlah harus engkau perbuat enam hari lamanya, Tetapi pada hari yang ketujuh mereka bangun pagi-pagi, ketika fajar menyingsing, dan mengelilingi kota tujuh kali dengan cara yang sama; hanya pada hari itu mereka mengelilingi kota itu tujuh kali."

Ketika Allah memerintahkan orang Israel untuk berjalan mengelilingi kota Yerikho, mereka melakukannya. Pada saat itu penduduk Yerikho mungkin menertawakan mereka. Dasar segerombolan orang bodoh! Lihat orang-orang ini! Mungkin juga mereka melemparkan sesuatu pada orang Israel atau melemparkan sampah pada mereka. Siapa tahu? Tetapi setiap hari, mereka tekun berjalan mengelilingi kota itu.

Mengapa Allah membiarkan mereka melakukan itu? Saya pikir salah satu alasannya adalah karena Ia memberi penduduk Yerikho kesempatan untuk bertobat. Orang-orang tersebut jahat. Mereka menyembah berbagai jenis berhala, melakukan penyimpangan dan dosa. Allah telah dengan sabar melihat kejahatan yang dilakukan orang-orang Kanaan dari semenjak zaman Abraham hingga Musa, selama periode 400 tahun. Mereka sebenarnya memiliki banyak kesempatan untuk bertobat sebelum Allah meruntuhkan tembok Yerikho. Orang Kanaan tahu orang Israel akan mendatangi mereka.

Buat saya, alasan lain mengapa Allah menyuruh orang Israel mengelilingi kota itu yaitu agar mereka melihat betapa beratnya rintangan yang mereka hadapi, dan agar mereka paham bahwa mereka tak bisa mengatasinya sendiri.

Sebagai orang percaya, kita masing-masing memiliki tembok Yerikho dalam kehidupan kita, masalah-masalah yang kian membesar dan perkara-perkara yang tak bisa kita tangani sendiri. Terkadang Tuhan mengharuskan kita untuk bersusah payah mengatasainya, sehingga kita bisa mengerti bahwa kita tak dapat mengandalkan diri sendiri.

Kesulitan terbesar bagi banyak orang ialah untuk sampai ke satu titik di mana mereka bersedia mengakui bahwa masalah yang tengah mereka perangi terlalu berat untuk mereka, di mana mereka bersedia berkata, "Aku tidak bisa melakukan ini sendiri."

Apakah saat in Anda memiliki tembok Yerikho Anda? Mungkin itu berupa penyakit yang tak bisa disembuhkan. Mungkin itu berupa masalah yang tak terpecahkan. Mungkin itu berupa pernikahan yang di ujung tanduk. Mungkin itu berupa anak yang pembangkang. Apabila ketika Anda memikirkan hal ini Anda tak tahu lagi harus berbuat apa, itulah yang disebut tembok Yerikho Anda. 

Bacaan Alkitab Setahun :
Yehezkiel 12-15; I Timotius 6

Terkadang Tuhan mengharuskan Anda untuk bersusah payah dalam mengatasi masalah Anda, sehingga Anda bisa mengerti bahwa Anda tak dapat mengandalkan kekuatan sendiri. 

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Bergantung Pada-Nya

Yesaya 42:8 "Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung."

Pernahkah Anda perhatikan bahwa Yesus tak pernah menyembuhkan orang-orang dengan cara yang sama? Kadang Dia menyembuhkan dengan menyentuh orang, tapi kadang orang yang menyentuh-Nya. Di lain kesempatan Ia menyatakan kesembuhan, dan mereka pun sembuh.

Tampaknya seolah-olah Tuhan berusaha lebih untuk mewujudkan tujuan-Nya melalui cara-cara yang beragam dan tidak biasa. Kita melihat satu contoh tentang hal ini dalam kisah Naaman. Sebagai panglima raja Aram, ia terkenal, kuat, berpengaruh, dan dikagumi oleh banyak orang. Namun malangnya ia menderita penyakit kusta. Ada seorang hamba Israel yang bekerja di rumahnya yang menyarankan agar ia pergi ke Israel, sebab ada seorang nabi bernama Elisa yang bisa mendoakannya agar ia sembuh.

Maka Naaman pergi menemui raja Aram dan menyampaikan padanya apa yang dikatakan oleh hambanya itu. Maka sang raja mengirim pesan kepada raja Israel, berbunyi: "Sesampainya surat ini kepadamu, maklumlah kiranya, bahwa aku menyuruh kepadamu Naaman, pegawaiku, supaya engkau menyembuhkan dia dari penyakit kustanya" (2 Raja-raja 5:6) .

Naaman dan rombongannya tiba di kota dan berhenti di depan rumah Elisa, mengharapkan ia disambut bak pejabat kerajaan. Tetapi Elisa tidak menemuinya, ia hanya mengirim hambanya, Gehazi, untuk menyampaikan pesannya ke Naaman: "Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir."

Ada alasan mengapa Allah ingin Naaman memperoleh kesembuhannya dengan cara ini. Untuk mencelupkan dirinya ke dalam air, Naaman harus melepas baju dan pakaian kerajaannya dan memerlihatkan dirinya kepada Allah dengan sejujur-jujurnya. 

Allah senang memakai metode yang berbeda-beda agar kita bisa senantiasa bergantung kepada-Nya - sehingga nama-Nya dipermuliakan. 

Bacaan Alkitab Setahun :
Yehezkiel 6-11; I Timotius 5

Bergantung pada-Nya artinya percaya sepenuhnya atas apapun yang ingin Ia kerjakan dalam hidup Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie) 

Read more

0 Semua Karunia Rohani


Efesus 1:3 "Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga."

Sebagai orang percaya, Anda punya segala yang Anda perlukan untuk menjalani kehidupan Kristen. Ini bukan soal Anda merasakannya atau tidak; ini kebenaran yang dikatakan dalam Alkitab. Allah telah memberikan apa yang Anda butuhkan.

Ini ibaratnya Anda pergi ke bank berpikir Anda punya $5 di tabungan Anda, tapi ternyata Anda mendapati bahwa Anda ternyata punya $5 juta. Dari mana asalnya uang itu? Seseorang menyetorkannya ke rekening Anda untuk Anda. Dan itulah tepatnya apa yang telah Tuhan lakukan bagi Anda dalam kehidupan rohani Anda.

Banyak orang Kristen hidup bagaikan orang yang miskin rohani, hidup hanya untuk hari ini saja. Tetapi sebenarnya Tuhan telah menyediakan semua yang kita butuhkan ke rekening bank rohani kita. Kita hanya perlu mulai memanfaatkannya. Seperti yang ditulis dalam Efesus 1: 3, "Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita 
Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga."

Berkat itu sudah ada. Pilihlah menjalani hidup yang diberkati - bukan kehidupan yang riang gembira, kehidupan yang bebas masalah, atau kehidupan yang mudah. Tapi Anda bisa menjalani kehidupan yang diberkati. Berkat bukan berarti semuanya akan berjalan sempurna dalam hidup kita. Tapi itu soal mengetahui bahwa Allah menyertai kita melalui hidup kita, bagaimana pun keadaannya. 

Dalam Bilangan 6, Allah memerintahkan para imam untuk mengucapkan berkat kepada orang-orang. "TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera"(ayat 24-26).

Tuhan memberkati Anda. . . melindungi Anda . . . tersenyum pada Anda dan mengasihi Anda. . . menyatakan kemurahan hati-Nya dan memberikan damai sejahtera-Nya. Anda dapat memiliki kesemuanya itu. Pilihan ada di tangan Anda. 

Bacaan Alkitab Setahun :
Yehezkiel 1-5; I Timotius 4
Berkat itu sudah ada dan tersedia bagi Anda, pilihlah menjalani hidup yang penuh berkat 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)
Read more

0 Tuhan Memberkati Anda


Bilangan 6:24 "TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;"

Kita sering sekali menggunakan kata "memberkati." Biasanya kita spontan mengucapkannya saat ada orang yang bersin, atau ketika kita ingin mengakhiri percakapan: "Wah, senang sekali bertemu lagi denganmu! Tuhan memberkati!" Bahkan kadang kita mendengar orang-orang yang tak tertarik pada Yesus Kristus juga mengucapkan ini. Meski mereka tidak tahu apa arti kata tersebut yang sesungguhnya. 

"Memberkati" adalah kata yang rohani. Yesus memulai dan mengakhiri pelayanan-Nya dengan memberkati orang. Ketika anak-anak datang kepada-Nya, Dia memeluk dan kemudian memberkati mereka. Juga setelah kebangkitan-Nya, Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati para murid. Yesus senang memberkati orang.

Lalu, ada Ucapan Bahagia, yang merupakan ayat pertama dari Khotbah-Nya di Bukit. Yesus berkata, "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. 

Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur" (Matius 5:3-4). Berulang kali dalam ayat-ayat pembukaan Matius 5, Yesus menggunakan kata "berbahagialah" artinya diberkatilah. 

Dalam kitab Bilangan, Allah memerintahkan para imam untuk menyatakan berkat atas umat-Nya, kepada orang Israel yang tersesat di padang gurun. Dia ingin berkat ini dinyatakan kepada orang-orang, lagi dan lagi: "TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera" (Bilangan 6:24-26).

Pada dasarnya Tuhan berkata, "Aku ingin ini tertanam dalam otak mereka. Aku ingin ini terukir dalam hati mereka. Aku ingin mereka mencamkannya agar mereka dapat mengucapkannya kembali kapan pun." 

Mengapa? Sebab berkat ini akan menunjukkan kepada orang lain seperti apa Allah kita. Memberkati memperlihatkan sifat dan sikap-Nya yang sejati terhadap mereka, dan juga kepada kita. 

Bacaan Alkitab Setahun :
Yeremia 38-43; II Tesalonika 1
Tuhan memberkati Anda dimanapun Anda berada
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie) 
Read more

0 Sahabat Allah


Yohanes 15:15 "Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku."

Pada saat kita membaca tentang hidup Musa di dalam Alkitab, kita pasti berkata, "Andai saja saya Musa. Andai saya bisa punya persahabatan dengan Allah seperti dia."
Tetapi persahabatan yang orang Kristen miliki dengan Allah sebenarnya lebih dekat dibanding dengan persahabatan yang dimiliki Musa dengan Allah.

Meski Musa adalah sahabat Allah dan telah begitu hebatnya dipakai oleh-Nya, namun ia hidup di bawah Perjanjian Lama. Di zaman Perjanjian Lama, Allah menampakkan kehadiran-Nya di dalam Kemah Pertemuan dan para imam besar mewakili bangsanya untuk berbicara kepada-Nya. 

Di zaman itu Allah jauh, bahkan bagi mereka yang merupakan sahabat-Nya, seperti Abraham dan Musa. Allah menyatakan aspek-aspek spesifik tentang diri-Nya kepada mereka, namun Ia tidak tinggal di dalam mereka.

Namun, Perjanjian baru berbeda. Yesus mati di kayu salib untuk kita sebab Ia adalah Perantara antara Bapa dan kita. Kita sekarang tak perlu lagi datang lewat seorang imam besar atau orang lain. Kita bisa langsung datang kepada Bapa melalui Yesus Kristus.

Ibrani 10:19-20 menjelaskan: "Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri."

Yesus berfirman, "Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku" (Yohanes 15:15). Anda adalah sahabat Allah.

Kita memang tak selalu mengerti Dia, tetapi Dia meminta kita untuk mengikut-Nya dan menaati-Nya karena Dia mengasihi setiap kita. Allah secara nyata telah menunjukkan kasih-Nya dengan mengirimkan Anak-Nya, Yesus untuk mati di kayu salib menebus dosa-dosa kita.

Bacaan Alkitab Setahun :
Yeremia 34-37; I Tesalonika 5
Anda adalah sahabat Allah, karena itu taati dan kasihi Dia setiap hari
Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)
Read more

0 KKR Pria, Minggu 16 Oktober 2016 Jam 17.00 WIB

Bagi para pria, mari datang dan nikmati berkat Tuhan dalam :

KKR Khusus Para Pria dengan tema : "Pria Berbahagia".

Minggu 16 Oktober 2016 Jam 17.00 WIB
Pembicara Pdt. Bambang Irawan
Tempat : GSJA Sword,
Jl. Kartini 8 No.1A (Depan Kantor Pajak)
Jakarta Pusat.

Tuhan Yesus Memberkati.




Read more

0 Apa Yang Akan Anda Lakukan Dengan Karunia Yang Ia Beri?

1 Petrus 4:10 "Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah."

Apakah Anda tahu untuk apa Allah menciptakan Anda? Apakah Anda tujuan Allah atas Anda?

Untuk mewujudkan rancangan Allah atas diri Anda, Anda harus mengenali karunia-karunia yang telah Ia berikan untuk Anda pergunakan. Dalam hidup Anda harus berurusan dengan hal-hal yang tak bisa Anda pilih atau di luar kendali Anda: orang tua Anda, kebangsaan Anda, ras Anda, bahasa asli Anda, termasuk SHAPE Anda: karunia roh, hati, kemampuan, kepribadian, dan pengalaman. Ini adalah hal-hal yang membuat Anda unik. 

Anda tak perlu bertanggung jawab atas karunia yang tidak Ia beri pada Anda. Dengan kata lain, jika Anda tidak berbakat dalam hal seni, Ia tak mengharapkan Anda untuk membuat satu lukisan seperti Rembrandt. Ia hanya mau Anda bertanggung jawab atas karunia-karunia yang telah Ia anugerahkan atas Anda. 

Ketika Anda sampai di Surga, Allah tak akan membandingkan Anda dengan orang lain; Ia akan membandingkan Anda dengan diri Anda sendiri. Apa yang telah Anda buat dengan karunia yang telah Anda terima? Apa yang seandainya bisa Anda lakukan jika saja Anda lebih percaya kepada Allah? Roma 14:12 mengatakan, "Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah."

Ester dianugerahkan Tuhan tiga aset untuk ia pakai untuk mewujudkan tujuan-Nya atas dirinya. Ester cerdas, cantik, dan memiliki kepribadian yang menarik. Karena kualitas inilah, "Maka Ester dapat menimbulkan kasih sayang pada semua orang yang melihat dia. Maka Ester dikasihi oleh baginda lebih dari pada semua perempuan lain, dan ia beroleh sayang dan kasih baginda lebih dari pada semua anak dara lain, sehingga baginda mengenakan mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan mengangkat dia menjadi ratu ganti Wasti"(Ester 2:17).

Allah memberi Ester karunia untuk suatu tujuan. Ia juga memberi Anda karunia untuk suatu tujuan. Dan sama seperti Ester, Anda punya tanggung jawab untuk menjadi pelayan yang baik yang mengemban karunia-karunia tersebut - bukan untuk keegoisan diri sendiri, melainkan untuk kebaikan orang lain. Karunia-karunia Anda bukan untuk kepentingan diri sendiri, tetapi untuk menjadi manfaat bagi orang lain. 

Renungkan hal ini: 
Untuk mengetahui tujuan Allah atas hidup Anda, Anda harus mengenali bakat talenta Anda dan memutuskan bagaimana akan mempergunakannya. Buatlah daftar karunia-karunia yang telah Allah beri pada Anda (jangan lupa untuk menyertakan SHAPE Anda dan juga hal-hal yang di luar kendali Anda). 
Tanyakan pada diri sendiri, "Apa yang telah Allah anugerahkan kepada saya untuk selamanya dipergunakan demi kebaikan?"
Bagaimana Anda dapat membantu orang lain menemukan SHAPE dan tujuan Allah atas mereka?
Apa cara-cara praktis yang bisa Anda pakai untuk keluar dari kebiasaan membandingkan diri sendiri dengan orang lain?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 4-5; Efesus 3

Anda harus mengenali karunia-karunia yang telah Ia berikan untuk Anda pergunakan sesuai dengan rancanangan Allah atas hidup Anda
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Petunjuk Ke Mana Anda Harus Melayani

Amsal 27:19 "Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu."

Alkitab menggunakan istilah "hati" untuk menggambarkan keinginan, harapan, minat, ambisi, mimpi, dan kasih sayang yang Anda miliki.
Hati Anda merupakan sumber dari segala motivasi Anda - apa yang Anda senang lakukan dan apa yang paling Anda pedulikan.
Dari dulu hingga sekarang, kita menggunakan kata ini dengan cara yang sama ketika kita mengucapkan, "Aku mengasihimu dengan sepenuh hati."

Alkitab mengatakan apa yang ada di hati manusia, itu yang mencerminkan siapa Anda yang sebenarnya. 
"Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu" (Amsal 27:19).
Anda bukanlah apa yang orang lain pikirkan tentang Anda.
Permasalahan tak dapat memaksa Anda menjadi orang lain.
Hati Anda menunjukkan diri Anda yang sesungguhnya.
Hati Anda memutuskan mengapa Anda mengatakan sesuatu, mengapa Anda merasakan apa yang Anda rasakan, dan mengapa Anda bertindak.

Secara jasmani, masing-masing kita memiliki detak jantung yang unik.
Sama seperti masing-masing kita yang memiliki sidik jari, mata, dan suara yang unik, jantung kita berdetak dengan irama yang sedikit berbeda.
Sungguh menakjubkan bahwa dari semua miliaran orang yang pernah hidup, tak pernah ada yang mempunyai detak jantung yang persis sama dengan Anda.

Dengan cara yang sama, Allah telah memberi kita masing-masing detak jantung emosional yang unik yang berdegup kencang ketika kita memikirkan tentang sesuatu, kegiatan, atau situasi yang menarik perhatian kita.
Kita secara naluriah cenderung lebih memperhatikan beberapa hal, ketimbang orang lain.
Inilah petunjuk-petunjuk ke arah mana Anda harus melayani.

Kata lain untuk hati ialah ambisi.
Ada subjek-subjek tertentu yang amat Anda minati dan ada hal-hal lain yang tak begitu Anda pedulikan.
Beberapa pengalaman mengubah Anda dan menangkap perhatian Anda, sementara pengalaman lain memadamkan minat Anda atau bahkan membuat Anda amat sangat bosan.
Hal ini menyingkap karakter hati Anda, sebab itu dengarkan bisikan hati Anda yang dapat mengarahkan Anda ke mana arah pelayanan yang Tuhan mau Anda lakukan.

Ketika Anda tumbuh dewasa, Anda mungkin telah mengetahui bahwa Anda sangat tertarik pada beberapa hal atau subjek yang tak seorang pun dalam keluarga Anda minati.

Dari mana asalnya minat tesebut? Datangnya dari Allah!
Allah punya tujuan menganugerahkan Anda minat-minat ini.
Jantung Anda yang berdegup karena sesuatu yang emosional yaitu kunci untuk memahami apa bentuk pelayanan yang harus Anda ambil.
Jangan abaikan minat atau ketertarikan Anda; pikirkan bagaimana itu bisa Anda gunakan untuk kemuliaan Allah.
Pasti ada alasan mengapa Anda senang melakukan hal-hal itu.

Renungkan hal ini:

Apa hal, kegiatan, atau keadaan yang paling membuat Anda antusias?
Bagaimana Anda berinvestasi dalam hal-hal tersebut untuk kemuliaan Allah?

Pikirkan tentang hal-hal yang paling menyita sebagian besar waktu Anda.
Bagaimana mereka sejalan dengan detak jantung emosional Anda?

Menurut Anda mengapa Tuhan ingin Anda antusias dengan cara Anda melayani Dia?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 1-3; Efesus 2

Apa yang ada di hati manusia, itu yang mencerminkan siapa Anda yang sebenarnya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren).

Read more

0 Iman Anda Memancarkan Kuasa Tuhan

Matius 19:26 "Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."

Segala sesuatu mungkin bagi Allah.

"Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin" (Matius 19:26).

Mengapa Gereja Saddleback melaksanakan The PEACE Plan (misi pelayanan untuk dunia)? Apa yang membuat kami berpikir dapat membimbing ratusan ribu gereja lain untuk mengatasi lima masalah terbesar di muka bumi ini? (perdamaian, pemuridan, kemiskinan, penyakit, dan pendidikan). Jawabannya adalah karena kita punya Tuhan yang besar. Orang mungkin bertanya, "Memangnya kau siapa?" Pertanyaan ini salah. Pertanyaan yang benar adalah, "Seperti apa Tuhanmu itu?" Tuhan saya dapat melakukan apa pun.

Yesus berkata, "Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: "Jadilah kepadamu menurut imanmu' (Matius 9:29).

Tuhan ingin memakai Anda. Dia ingin memberkati Anda. Dia ingin melakukan hal-hal menakjubkan dalam hidup Anda. Dia ingin Anda menjadi pembawa perubahan bagi dunia. Tapi di saat yang sama, Ia juga sedang menunggu Anda untuk percaya pada-Nya. Anda perlu berhenti berkata, "Saya tidak bisa." "Saya tidak bisa memperbaiki pernikahan ini." "Saya tidak bisa melakukan apa yang Tuhan mau saya lakukan." Itu bohong! Segala hal adalah mungkin jika kita bersama Allah.

Efesus 3:20 mengatakan, "Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita" Itulah sebabnya saya mendorong Anda melalui renungan harian ini, sebab saya tahu bhawa Anda punya potensi besar - jauh melampaui apa bisa Anda bayangkan. Tuhan ingin memakai Anda, dan itu akan terjadi menurut dengan iman Anda. 

Anda tahu apa lawan dari iman Anda? Bukan orang lain. Bukan kritikan. Bahkan, bukan juga Iblis. Lawan iman Anda ialah ketidakpercayaan Anda. Anda adalah masalah terbesar dalam hidup Anda sendiri. Mengapa Anda tidak lebih percaya pada Tuhan? Mengapa Anda tidak lebih yakin pada Tuhan? Pilihan ada di tangan Anda. Ada banyak hal yang ada di luar kuasa Anda, tetapi Anda dapat memilih untuk mempercayakannya pada Tuhan.

Renungkan hal ini: 

Apa hal yang tampak mustahil yang Anda ingin Tuhan lakukan dalam hidup Anda? Apakah Anda benar-benar percaya bahwa Ia dapat melakukannya?

Apakah dengan bersyukur kepada Tuhan terlebih dahulu sebelum Ia menjawab doa Anda dapat memperlihatkan kepada-Nya iman Anda?

Apakah hal-hal yang "Saya tidak bisa" yang harus Anda ubah menjadi "Tuhan bisa"?

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 22-24; II Korintus 9

Apakah Anda ingin Tuhan melakukan hal-hal besar dalam hidup Anda? Mulailah percaya
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Amanat Agung Bukanlah Saran

Matius 28:18-20 "Yesus mendekati mereka dan berkata: 'Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.'"

Seluruh dunia butuh Yesus.

Yesus mengatakan hal ini dengan sangat jelas berulang kali.
Dalam Matius 28:18-20, Ia memberi kita Amanat Agung: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Apa tugas kita? Untuk "pergi." Ini bukan saran! Ini bukan hal yang opsional.
Jika Anda adalah anak Allah, Ia meminta Anda untuk pergi.

Apa tugas kita?
Pergi dan menjadikan semua bangsa murid-Nya.
Seorang murid ialah seseorang yang melakukan lima hal yang Tuhan perintahkan untuk kita lakukan di muka bumi: mengenal dan mengasihi Tuhan, bertumbuh dalam kedewasaan rohani, melayani Tuhan dengan taenta Anda melalui pelayanan, berbagi Kabar Baik, dan menyembah Tuhan dengan segenap hati Anda.

Siapa otoritas kita? Bukan pemerintah atau CIA, tapi Yesus.

Apa tanggung jawab kita? Apakah kita harus pergi dan memuridkan beberapa negara?
Tidak, bukan beberapa; semua negara.
Apakah itu termasuk Suriah? Ya.
Apakah itu termasuk Korea Utara? Ya.
Apakah itu termasuk Iran? Ya.
Tidak ada pengecualian.

Apa artinya ini buat Anda? Jika seluruh dunia membutuhkan Yesus, maka Anda harus berbagi Kabar Baik itu.
Merahasiakannya adalah satu kejahatan.
Jika Anda tahu obat Alzheimer atau AIDS atau kanker dan Anda tidak berbagi info pada orang lain, maka itu adalah tindakan kriminal.
Namun, kita punya sesuatu yang lebih baik dibanding obat sakit penyakit.
Kita tahu obat untuk masalah hati manusia dan obat untuk kebutuhan terdalam manusia.
Mereka butuh Juruselamat.
Mereka butuh pengampunan.
Mereka butuh masa lalu mereka diampuni, butuh tujuan hidup, dan rumah di Surga.
Kita tidak boleh menyimpannya untuk diri kita sendiri.
Kita harus mewartakannya.

Yohanes 3:17 mengatakan, "Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia."

Saya ingin menjadi seperti Yesus.
Saya ingin Anda menjadi seperti Yesus.
Sebab itu, kita perlu berhenti menghakimi dunia dan menjadi pengkritik.
Mari kita hanya menyibukkan diri berbagi Kabar Baik.

Renungkan hal ini:

Jika Tuhan belum mengutus Anda untuk pergi ke negara lain untuk berbagi Injil, apa hal lain yang bisa Anda lakukan untuk mendukung misi-Nya untuk seluruh dunia?

Menurut Anda, apa yang akan dirasakan tetangga dan rekan kerja Anda jika mereka tahu bahwa Anda punya kunci rahasia atas hidup kekal tapi Anda tidak mewartakannya kepada mereka?

Apa bagian dari Amanat Agung yang memberi Anda keberanian ketika Anda takut atau gugup untuk hendak berbagi Injil?

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 19-21; II Korintus 8

Amanat Agung Tuhan Yesus kepada Anda bukanlah saran, melainkan keharusan untuk pergi memberitakan Injil ke seluruh dunia.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Gereja: Dimana Kita Belajar Untuk Mengasihi

Matius 16:18b "Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya."

Hanya Gereja yang akan bertahan selamanya.

Tidak ada satu pun yang akan ada untuk selamanya.
Tidak ada bisnis yang akan bertahan selamanya.
Tidak ada pemerintahan yang akan bertahan selamanya.
Tidak ada bangsa yang akan bertahan selamanya.
Hanya Gereja yang akan ada selamanya.

Yesus berkata dalam Matius 16:18, "Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya." 
Gereja adalah ide paling indah yang Tuhan atau manusia pernah pikirkan.

Alam semesta ini diciptakan untuk keluarga Allah.
Disebut apakah keluarga Allah? Gereja.
Seluruh alam semesta diciptakan untuk keluarga Allah.
Disebut apakah keluarga Allah? Gereja.

Gereja atau Jemaat bukanlah sebuah bangunan.
Gereja adalah keluarga Allah.
Allah ingin sebuah keluarga, karena itu Ia memutuskan untuk menciptakan seluruh alam semesta ini.
Alam semesta diciptakan agar Ia bisa membuat Bumi serta manusia supaya kita bisa memiliki pilihan bebas untuk memilih-Nya atau menolak-Nya.
Tapi Dia tahu bahwa sebagian dari kita akan memilih untuk membalas kasih-Nya, dan kemudian Ia akan membawa kita ke Surga untuk menjadi bagian dari keluarga-Nya selamanya.

Apa artinya jika Anda telah menjadi bagian dari keluarga Allah?
Artinya, karena kita semua akan hidup bersama dengan Dia selamanya, maka sebaiknya kita belajar untuk saling hidup rukun.
Selagi Anda di sini, di Bumi, Anda harus saling megasihi keluarga Allah.

Namun tdak cukup hanya mengasihi Allah.
Anda harus mengasihi Gereja-Nya, juga.
Anda ingin tahu seberapa besar Allah mengasihi jemaat-Nya?
Dia rela mati untuk kita.
Siapa pun yang berkata, "Saya cinta Yesus, tapi saya tidak butuh Gereja" sesungguhnya tidak mengerti kebenaran ini.
Orang tersebut adalah orang percaya yang belum dewasa.
Banyak orang menggunakan Gereja, meminta bantuan sesama jemaat, tapi tidak mengasihi mereka. 

Apakah Anda mengasihi Gereja?
Atau apakah Anda hanya menggunakan kebaikan Gereja?
Kristus rela mati untuk itu.
Maka Anda harus belajar untuk mengasihi setiap orang percaya di dalam Tubuh Kristus.

Renungkan hal ini:

Dalam hal apa, orang-orang hanya menggunakan Gereja?

Bagaimana Anda mengasihi orang-orang yang sulit dikasihi, bahkan yang di dalam Gereja?
Apa yang perlu Anda ubah tentang diri Anda sendiri agar dapat mengasihi orang lain lebih baik lagi?

Apa langkah-langkah praktis yang dapat Anda praktekkan untuk menunjukkan kasih Anda kepada Gereja?

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 16-18; II Korintus 7

Read more

0 Semua Tentang Tuhan

Roma 11:36 "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!"

Ini bukan tentang Anda.

Ini bukan tentang keuntungan atau politik atau apalah itu.
Ini semua tentang Allah.
Anda mungkin tahu kalimat pertama dari The Purpose Driven Life: "Ini bukan tentang Anda."
Yang mungkin tak Anda ingat bahwa judul bab pertama dari buku saya itu adalah "Ini Semua Tentang Tuhan."
Keduanya memang haruslah berjalan selaras.
Tapi alasan mengapa ini bukan tentang Anda ialah karena segalanya sesuatunya ialah tentang Tuhan.

Jika Anda belum mengerti konsep itu, maka hidup ini tidak akan pernah bisa dimengerti.
Sampai Anda mengerti kebenaran ini, Anda akan sulit mengerti Allah.
Tujuan hidup saya bukanlah kesenangan, bukan harta, bukan gengsi, bukan politik, bukan kekuasaan, dan bukan popularitas.
Bukan pula sesuatu yang disenangi dunia. Tujuan hidup saya adalah demi kemuliaan Allah.

Roma 11:36 mengatakan, "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Semua yang ada di planet ini dan di alam semesta ini diciptakan bagi kemuliaan Allah."

Apa maksudnya?

Jika segala sesuatunya adalah tentang Allah dan bukan tentang Anda, bukan tentang uang, bukan tentang ketenaran atau hal-hal lain yang dunia ini anggap penting, maka yang Allah mau adalah Anda mengasihi Dia dan menjadikan itu sebagai prioritas pertama Anda.
Yesus berkata seperti ini: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama" (Matius 22:37-38).

Tidak ada yang melebihi ini, saudara-saudara! Bila Anda lalai melaksanakannya, maka Anda telah menyia-nyiakan hidup Anda.

Renungkan hal ini:

Apa tujuan hidup Anda?

Bagaimana budaya dunia mencoba meyakinkan Anda bahwa hidup ini berputar tentang Anda?

Dengan cara-cara apa Anda bisa berlatih mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan pikiran Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 14-15; II Korintus 6

Hal yang paling penting dalam hidup ialah untuk mengenal dan mengasihi Tuhan yang menciptakan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

Ibadah Doa Pagi

Ibadah Doa Pagi

Menara Doa

Menara Doa

Popular Post

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More