• slide 1

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010 GSJA Sword bertempat di JL Kartini 8 No.1A...

  • slide 2

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00 kelas terbagi ke dalam tiga kelas: Little Heaven, Kingdom Kid dan Christ Crew...

  • slide 3

    Ibadah Pelajar

    Ibadah yang dihadiri oleh para pelajar yang masih sekolah dan berkuliah, segment keterlibatan dalam drama...

  • slide 4

    Tim Musik GSJA Sword

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah terdiri dari : Agus - Gitaris, Julius dan sylvi- Keyboard, Yanto dan Edy - Drum, Randy - Bass...

  • slide 5

    Drama Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword dalam perayaan Harnas Wanita 2011...

  • slide 6

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011 yang berlangsung di gedung gereja sendiri, sederhana namun membawa hikmat dan berkat tersendiri...

  • slide 7

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword saat perayaan Natal 2010...

  • slide 8

    Natal GSJA Sword, 17 Des 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword pada tanggal 17 Des 2011...

  • slide 9

    Imlek GSJA Sword, 22 Jan 2012

    Ibadah Saat Imlek di GSJA Sword pada tanggal 22 Januari 2012...

  • slide 10

    Gathering Pekerja GSJA Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

  • slide nav 1

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010...
  • slide nav 2

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00...
  • slide nav 3

    Ibadah Pelajar

    Ibadah yang dihadiri oleh para pelajar yang masih sekolah dan berkuliah...
  • slide nav 4

    Tim Musik

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah...
  • slide nav 5

    Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword...
  • slide nav 6

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011...
  • slide nav 7

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword...
  • slide nav 8

    Natal GSJA Sword 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword, 17 Des 2011...
  • slide nav 9

    Imlek GSJA Sword 2012

    Ibadah Saat imlek di GSJA Sword, 22 Januari 2012...
  • slide nav 10

    Gathering Pekerja Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words Of OuR LorD)

Latest from Blog

Menara Doa

Menara Doa

Ibadah Kenaikkan Tuhan Yesus Kristus

Ibadah Kenaikkan Tuhan Yesus Kristus

Ibadah Pencurahan Roh Kudus

Ibadah Pencurahan Roh Kudus

Delete this element to display blogger navbar

0 Hamba Yang Rendah Hati

1 Petrus 5:5 "Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."

Hamba yang sejati selalu berusaha untuk rendah hati. Seorang hamba tidak mempromosikan dirinya atau menarik perhatian orang lain. Ketimbang berlagaK supaya mengesankan orang lain atau bertingkah bak orang yang sukses, mereka harus "rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain" (1 Petrus 5:5). 

Kalaupun mereka diakui atas pelayanan mereka, para hamba sejati ini dengan rendah hati menerimanya tapi tidak membiarkan ketenarannya itu mengalihkan perhatian mereka dari pekerjaan mereka. Paulus membongkar pelayanan ini, yang kelihatannya rohani, tapi ternyata hanya sebuah pertunjukan, akting, untuk mendapat perhatian. Dia menyebutnya "pelayanan mata," melayani untuk mengesankan orang lain betapa spiritualnya kita (Efesus 6: 6; Kolose 3:22). 

Itu yang diakukan orang Farisi. Mereka membantu orang lain, memberi, dan bahkan berdoa, dan menjadikannya sebuah pertunjukan hebat yang ditonton orang banyak. Yesus membenci sikap ini dan memperingatkan, "Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga" (Matius 6:1). 

Bermegah diri dan melayani tidak bisa dicampuraduk. Hamba yang sejati tidak melayani untuk mendapatkan pengakuan atau tepuk tangan dari orang lain. Mereka hidup untuk satu Penonton. Seperti kata Paulus, "Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus" (Galatia 1:10).

Anda tidak akan menemukan banyak hamba yang sejati yang berdiri di bawah sorotan lampu; mereka menghindarinya sebisa mungkin. Mereka sudah puas hanya dengan melayani tanpa gembar gembor dan dalam bayang-bayang.

Yusuf adalah satu contoh yang pas. Dia tidak berusaha menarik perhatian orang lain, tapi dengan diam melayani Potifar, lalu si kepala penjara, lalu kepala juru roti dan kepala juru minuman Firaun, dan Allah memberkati sikapnya itu. Ketika Firaun mempromosikannya menjadi orang penting di kerajaan, Yusuf tetap mempertahankan hatinya yang menghamba, bahkan kepada saudara-saudaranya yang sudah mengkhianatinya.

Sayangnya, banyak pemimpin hari ini yang memulai karirnya sebagai pelayan tetapi berakhir sebagai selebriti. Mereka kecanduan perhatian, tak sadar bahwa selalu berada dalam sorotan perlahan-lahan telah membutakan Anda.

Anda mungkin melayani dalam ketidakjelasan di satu tempat terpencil, merasa tidak dikenal dan tidak dihargai. Dengar: Allah menempatkan dimana Anda berada untuk satu tujuan! Dia tahu setiap helai rambut di kepala Anda, dan Dia tahu alamat Anda.

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 1-3; Efesus 2

Allah menempatkan dimana Anda berada untuk satu tujuan! Tetaplah lakukan apa yang menjadi bagian Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Prinsip Memanen: Berikan Dengan Murah Hati

Yohanes 6: 8-9 "Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya: "Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?"

Setiap kali Anda didesak oleh satu kebutuhan, akui iman Anda dengan menanam sebuah benih. Dengan kata lain, berhenti fokus pada kebutuhan Anda, dan cari cara untuk membantu memenuhi kebutuhan orang lain, yaitu dengan menanam benih ke dalam hidup mereka. 

Ini tidak mudah. Ini bertentangan dengan sifat dasar kita; ini terdengar benar-benar tidak masuk akal. Jika saya sedang kekurangan uang, mungkin saya akan berpikir, "Aku tak bisa memberikan sepeser pun." Atau jika saya sedang dikejar-kejar waktu, mungkin saya akan berpikir, "Kenapa aku harus membuang- buang waktuku untuk mengerjakan hal lain?" Atau jika saya sedang letih menjalani satu hubungan, saya mungkin akan berpikir, "Bagaimana bisa aku mencurahkan tenagaku untuk hal lain?"

Namun, Allah berfiman itulah yang bisa menunjukkan iman kita yang sebenarnya: ketika Anda kekurangan, tanamlah benih.

Anda bisa melihat prinsip ini dalam hal darah. Ketika Anda menyumbangkan darah, Anda akan mendapatkan lebih banyak darah. Anda tidak akan kekurangan darah, volume darah Anda akan tetap sama, bahkan lebih banyak dari sebelumnya. Allah sering bekerja melalui prinsip memanen ini: ketika Anda kekurangan, Anda memberi; dan apa yang Anda sumbangkan, akan diisi ulang oleh Allah. Iman itu bagaikan sebuah benih, ia harus ditanam.

Ingat kisah seorang anak yang mempunyai lima roti dan dua ikan? Dia menyumbangkannya demi orang banyak, dan Allah menggunakannya untuk memberi makan 5.000 orang. Yesus mengambil apa yang anak itu berikan; Dia memecah-mecahkannya, Dia memberkatinya, dan Dia menggunakannya. Itulah yang Allah lakukan dalam hidup kita. Dia mengambil kita, Dia memberkati kita, dan Dia memakai kita. Dia melipatgandakan yang sedikit menjadi banyak karena ia ditanam bagaikan benih yang terus tumbuh menjadi pohon yang berbuah lebat.

Bacaan Alkitab Setahun :
Kidung Agung 7-8; Efesus 1

Prinsip memanen : ketika Anda sedang kekurangan, hendaklah Anda member dan apa yang Anda sudah beri akan di isi ulang oleh Allah khusus untuk Anda
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Segala Bangsa: Jangan Tukar Hidup Anda Untuk Hal-Hal Sementara

2 Korintus 4:18 "Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal."

Kita membuang begitu banyak tenaga pada hal-hal yang tak penting setahun dari sekarang, bahkan untuk selamanya.
Jangan tukar hidup Anda untuk hal-hal sementara. Yesus berkata, "Tetapi Yesus berkata: "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah" (Lukas 9:62).
Paulus memperingatkan, "Pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya.
Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu" (1 Korintus 7:31).

Apa yang saat ini Anda biarkan menghalangi misi hidup Anda? Apa pun itu, tinggalkanlah. 
"Marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita" (Ibrani 12:1b).
Bagaimana kita bisa melakukannya? Dalam salah satu pernyataan-Nya yang paling disalahpahami banyak orang, Yesus berkata, "Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi" (Lukas 16: 9). 
Dalam ayat ini, Yesus tidak mengajarkan Anda untuk "membeli" teman-teman dengan uang.
Apa yang Ia maksudkan adalah Anda harus menggunakan uang yang Allah anugerahkan kepada Anda untuk membawa jiwa-jiwa baru kepada Kristus.
Kemudian jadikanlah mereka teman-teman yang kekal, yang akan menyambut Anda ketika Anda sampai di surga! Ini merupakan investasi keuangan terbaik yang bisa Anda buat. 

Anda mungkin pernah mendengar ungkapan "Anda tak bisa membawa harta Anda saat Anda mati," tetapi Alkitab mengatakan bahwa Anda bisa mengirimkannya terlebih dahulu dengan cara menginvestasikannya kepada orang-orang yang akan pergi ke surga! Alkitab mengatakan, Dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya" (1 Timotius 6:19).

Bacaan Alkitab Setahun :
Pengkotbah 8-10; Galatia 3

Apapun yang sedang Anda hadapi dan jalani, Anda adalah anak terkasihnya Tuhan karena Yesus Kristus yang TELAH menyatu dengan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Kebiasaan Spiritual : Persepuluhan

Ulangan 14:23 "Di hadapan TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih-Nya untuk membuat nama-Nya diam di sana, haruslah engkau memakan persembahan persepuluhan dari gandummu, dari anggurmu dan minyakmu, ataupun dari anak-anak sulung lembu sapimu dan kambing dombamu, supaya engkau belajar untuk selalu takut akan TUHAN, Allahmu."

Kita mengembangkan kebugaran spiritual saat kita memuliakan-Nya dengan memberikan persepuluhan.
Persepuluhan adalah kebiasaan spiritual dengan cara memberikan kembali kepada Allah 10 persen dari apa yang saya buat.
Jika saya menghasilkan Rp. 1.000.000, maka saya memberi-Nya kembali Rp. 100.000.
Jika saya membuat menghasilkan Rp. 10.000.000, maka saya memberi-Nya kembali Rp. 1.000.000. Saya bisa menyimpan 90 persen tapi saya wajib memberikan 10 persen kepada-Nya. 

Mengapa kita harus melakukannya? Karena Allah berfirman demikian, dan alasan itu sudah cukup.
Jika Anda tidak melakukannya, maka Anda tidak menaati Allah.
Tapi masih ada alasan lain.
Alasan saya memberikan perpuluhan adalah untuk mendekatkan diri saya kepada-Nya.

Yesus berkata, "Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada" (Matius 6:21).
Jika saya menghabiskan uang saya pada perahu, di situlah kecintaan saya.
Di mana pun saya menghabiskan uang saya, itulah yang penting bagi saya. Sama halnya jika saya menempatkan Allah di tempat pertama dalam urusan uang, saya sama saja berkata, "Tuhan, kau yang utama dalam hidup saya." 

Jika Anda menunjukkan pada saya bagaimana Anda menghabiskan waktu Anda dan bagaimana Anda menghabiskan uang Anda, saya bisa langsung tebak apa yang penting dalam hidup Anda.
Apa pun yang Anda katakan tentang hal-hal penting dalam hidup Anda-tunjukkan jadwal kegiatan Anda dan kuitansi-kuitansi Anda, saya bisa katakan apa yang benar-benar penting bagi Anda.
Ulangan 14:23 menjelaskan bahwa, "Di hadapan TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih-Nya untuk membuat nama-Nya diam di sana, haruslah engkau memakan persembahan persepuluhan dari gandummu, dari anggurmu dan minyakmu, ataupun dari anak-anak sulung lembu sapimu dan kambing dombamu, supaya engkau belajar untuk selalu takut akan TUHAN, Allahmu." 
Jika saya berkata, "Tuhan, aku ingin Engkau menjadi yang nomor satu dalam hidupku," tapi kenyataannya Dia berada di tempat terakhir dalam anggaran saya, itu satu kontradiksi.

Alkitab mengajarkan bahwa memberi adalah penangkal sifat materialisme.
Dunia ini menyerukan, "Dapatkan, dapatkan, dapatkan." Satu-satunya penangkal adalah dengan memberikan; kita melakukan "kebalika dari apa yang dikatakan dunia. Saat saya belajar menerima dengan tangan terbuka dan mengembalikan bagian pertama kepada Allah, ini mematahkan cengkeraman materialisme dalam hidup saya.
Ini membantu saya mengembangkan karakteristik Allah " Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" (Yohanes 3:16).
Jika Anda ingin menjadi seperti Yesus, Anda harus belajar untuk menjadi seorang pemberi.

Bacaan Alkitab Setahun :
Pengkotbah 5-7; Galatia 2

Jadilah pelaku kebenaran Kristus. Buatlah perbedaan karena Kristus telah lebih dahulu memberi lebih banyak dari apa yang sudah Anda beri.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Mempersembahkan Diri Kepada Allah

Roma 12:1-2 "Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."

Mempersembahkan diri Anda kepada Allah adalah inti dari ibadah yang sejati.
Menyerahkan diri secara pribadi bisa disebut sebagai : pengabdian, menjadikan Kristus sebagai Juru Selamat pribadi, memikul salib, menyangkal diri, dan berserah kepada Roh Kudus.
Yang terpenting disini ialah Anda melakukannya, bukan hanya mengidentifikasinya.
Allah ingin terlibat dalam seluruh hidup Anda.

Penyerahan total kita kepada Allah dapat terhambat oleh beberapa hal, termasuk : 
- Ketidaktahuan kita tentang Allah - tak tahu apa kehendak-Nya. 
- Sifat kedagingan kita - keinginan untuk menjadi seperti Allah sendiri, dan 
- Kesalahpahaman kita tentang penyerahan diri dan kepercayaan. 

Bisakah Kita Percaya pada Allah? 

Kepercayaan adalah unsur penting dalam penyerahan diri.
Kita tidak akan bisa menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah kecuali kita percaya kepada-Nya, dan kita tidak bisa mempercayai-Nya tanpa mengenal-Nya lebih dalam.
Kekhawatiran menjauhkan kita untuk berserah penuh, namun kasih mengusir semua rasa takut itu.
Semakin Anda menyadari betapa Allah mengasihi Anda, maka semakin mudah Anda berserah kepada-Nya.

Bagaimana mengetahui jika Allah mengasihi Anda? Dia memberi kita banyak bukti: 
- Tuhan berkata Dia mengasihi Anda (Mazmur 145:9); 
- Anda tidak pernah lepas dari pandangan-Nya (Mazmur 139:3); 
- Dia peduli dengan setiap detail kehidupan Anda (Matius 10:30).; 
- Dia memberi Anda kemampuan untuk menikmati segala macam hal (1 Tim 6: 17b); 
- Dia punya rencana yang baik untuk hidup Anda (Yer 29:11); 
- Dia mengampuni Anda (Mazmur 86: 5); 
- Dia sabar terhadap Anda (Mazmur 145:8); 
- Dia mengorbankan Anak-Nya untuk Anda (Roma 5: 8).

Allah mengasihi Anda jauh lebih dari yang Anda bayangkan "Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati."(Roma 12:1 ) 
Jika Anda ingin tahu betapa berharganya Anda bagi Allah, lihatlah Kristus dengan tangan-Nya yang terentang di kayu salib, yang sambil berkata: "Aku mengasihimu begitu dalam! Aku lebih baik mati daripada hidup tanpa-Mu."

Allah bukanlah penjaga budak yang kejam, atau pengganggu yang menggunakan kekerasan untuk memaksa kita untuk tunduk kepada-Nya.
Dia tidak berusaha melenyapkan kehendak kita, tetapi berusaha meminang kita, agar kita bisa mendapatkan penebusan dari-Nya yang cuma-cuma itu.
Allah adalah Kekasih dan Pembebas kita.
Penyerahan diri membawa kebebasan, bukan perbudakan.
Ketika kita benar-benar menyerahkan diri kepada Yesus, kita akan mendapati bahwa Dia bukan Penguasa yang kejam, tapi Penyelamat; Dia bukan Bos, tapi Saudara; bukan Diktator, tapi Sahabat.

Bacaan Alkitab Setahun :
Pengkotbah 3-4; Galatia 1

Mempersembahkan hidup kepada Allah sama juga dengan melepaskan perbudakan dari dosa-dosa kita, Dia sang Penyelamat dan juga Sahabat yang setia
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Banyak Yang Harus Dinyanyikan

Kisah Para Rasul 16:25 "Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka."

Jika kita menilai orang Kristen dari musikalitasnya saja, jelas orang Kristen memilikinya.
Teman saya, Marty Goetz mengatakan bahwa sebagai anak muda Yahudi, ia iri dengan orang Kristen karena ketika dia merayakan Hanukah, orang Kristen merayakan Natal dengan lagu-lagu seperti "Gita Sorga Bergema, "Malam Kudus," atau "Kesukaan Bagi Dunia." Dia kagum dengan musik kita.

Tapi kita tidak menilai iman kita berdasarkan musikalitas kita, tetapi atas dasar apa yang kita percaya dan siapa yang kita percaya.
Orang Kristen sering bernyanyi karena kita punya banyak hal yang bisa dinyanyikan.
Ketika seorang percaya bisa memuji Allah di tengah-tengah pencobaan dan penderitaannya, dunia yang hilang ini akan memperhatikan.
Ketika Anda melalui kesulitan tapi masih bisa memuji Dia, orang yang tak percaya akan memperhatikan.
Contoh kasus: Paulus dan Silas dilemparkan ke dalam penjara karena memberitakan Injil.
Mereka dipukuli dan kaki mereka dipasung, tetapi Kisah Para Rasul 16:25 mengatakan, "Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka."

Dalam Wahyu 15, kita membaca bahwa para martir di masa Tribulasi (Kesengsaraan) menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!" (ayat 3).
Mereka telah melalui lautan api yang tak bisa digambarkan dahsyatnya; mereka dihukum mati karena iman mereka.
Namun pada akhirnya mereka pergi ke surga, menyanyikan lagu puji-pujian mereka.

Musik ibadah bukanlah suatu pertunjukan atau tontonan.
Para musisi dan vokalis di gereja bertujuan memimpin kita dalam ibadah.
Anda mungkin berkata, "Tapi aku tidak punya suara yang bagus." Jika suara yang pas-pasan saja tidak menghentikan ribuan orang mengikuti audisi American Idol, seharusnya itu juga bukan menjadi alasan buat Anda mempersembahkan puji-pujian bagi-Nya.
Anda tidak bernyanyi untuk siapa-siapa.

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 25-27; II Korintus 10

Ketika Anda menyembah, Anda bernyanyi untuk satu penonton: Allah. Jadi, mari kita berlatih dari sekarang.
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurier)

Read more

0 Sekilas Gambaran Surga

Ibrani 8: 1-2 "Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga, dan yang melayani ibadah di tempat kudus, yaitu di dalam kemah sejati, yang didirikan oleh Tuhan dan bukan oleh manusia."

Penting untuk diingat bahwa surga adalah tempat yang nyata.
Sering kali kita membayangkan surga itu sebuah tempat yang luas, yang tembus pandang, yang dipenuhi dengan pelayanan gerejawi yang tak ada hentinya.
Beberapa orang mungkin berpikir, "Saya tidak yakin. Saya tidak tahu apakah" saya akan pergi surga dan hanya duduk-duduk di awan, memetik kecapi dan bernyanyi selamanya.
Jika seperti itu adanya, sepertinya saya lebih suka tinggal di bumi. "Inilah kesalahpahaman yang paling lazim tentang surga. Sebenarnya apa yang kita sukai tentang bumi? Kita suka keindahannya. Kita suka" sukacitanya. Kita suka cinta kasih dari" keluarga, teman-teman, dan persahabatan kita.
Ada begitu banyak hal yang kita nikmati di bumi.
Allah telah menganugerahkan kita itu semua, jadi kita tidak perlu merasa tidak enak jika menikmatinya.
Tetapi ini yang kita perlu tahu: bumi bukanlah tempat yang nyata.
Surga itu asli, dan bumi hanyalah tiruannya.

Bait Suci (Kemah Suci) yang dibangun di Yerusalem adalah tiruan Bait Allah yang ada di surga. Ibrani 8: 5 memberitahu kita, "Pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika ia hendak mendirikan kemah: "Ingatlah," demikian firman-Nya, "bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu.""
Seperti yang ditulis C.S. Lewis, "Semua hal-hal yang pernah begitu menguasai jiwa Anda, bukannya surga" sekilas pandangan yang menggoda, janji-janji yang tak pernah memuaskan Anda, gema suara yang segera mati begitu masuk ke telinga Anda..." Itu semua tak nyata, hanya surga yang nyata.
Hal-hal yang paling kita nikmati di bumi sedang menanti kita di surga, namun dalam keadaan dan waktu yang sempurna. "Kita tidak akan kehilangan apa-apa".

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 22-24; II Korintus 9

Surga adalah tempat yang nyata untuk damai sejahtera yang nyata.
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)

Read more

0 Perspektif Surgawi

2 Korintus 4:18 "Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal."

Waktu Anda muda, Anda menganggap ada beberapa hal yang rasanya baik dan ada beberapa yang buruk.
Sebagai contoh,keberhasilan selalu terasa manis, dan penderitaan selalu terasa pahit.
Namun setelah beberapa lama Anda menjalani hidup, Anda melihat ke belakang dan sadar bahwa kesuksesan sebenarnya bisa berdampak buruk bagi beberapa orang, dan kesulitan itu baik bagi yang lain.
Anda mulai melihat hal-hal secara berbeda.
Dan kadang hal-hal yang Anda pikir benar-benar baik, ternyata buruk.
Begitu pun sebaliknya, hal-hal yang Anda pikirburuk, ternyata baik.

Sebagai orang Kristen, kita harus mengerti "bahwa Allah mengendalikan keadaan di sekitar "kehidupan kita. Dia telah merencanakan setiap peristiwa dalam hidup kita, hal-hal yang baik dan hal-hal, yang menurut kita, buruk, dan "turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah" (Roma 8:28).

Kita juga harus mengerti bahwa Allah mengasihi kita dan selalu mengusahakan keuntungan surgawi kita-bahkan jika apa yang kita alami saat ini begitu sulit.
Kita diberitahu dalam 2 Korintus 4: 17-18 "Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal."

Apakah Anda bersyukur atas apa yang telah Allah anugerahkan atas Anda? Apakah baru- baru ini Anda sudah mengucap syukur untuk kesehatan Anda? Untuk kebebasan beribadah? Untuk kelimpahan Anda dan atap yang menaungi Anda dikala panas dan hujan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 19-21; II Korintus 8

Kita patut bersyukur kepada-Nya karena ada begitu banyak hal yang bisa kita syukuri.
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)

Read more

0 Nyanyian Terakhir Alkitab

Wahyu 15:3 "Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!"

Dalam Wahyu 15 dikatakan bahwa orang-orang kudus yang telah mati karena iman mereka menyanyikan nyanyian Musa dan nyanyian Anak Domba.
Nyanyian Musa adalah apa yang orang Israel nyanyikan setelah mereka dibebaskan dari Firaun dan dengan aman menyeberangi Laut Merah (lihat Keluaran 15 dan Ulangan 32).
Lagu ini akan dinyanyikan lagi di surga.
Ini adalah lagu terakhir dalam Alkitab. 

Para martir dalam ayat ini telah melalui api penganiayaan, namun mereka tidak pernah melewatkan menyanyikan lagu mereka.
Mereka bernyanyi, "Adil dan benar segala jalan-Mu& !" Pujian ini merupakan satu bentuk pengakuan bahwa Allah tahu apa yang sedang Dia lakukan. 

Ada hal-hal dalam kehidupan ini yang tidak masuk akal.
Tragedi menimpa kita.
Ketidakadilan terjadi di mana-mana.
Hal-hal buruk terjadi, bahkan menimpa orang-orang Kristen.
Di saat-saat seperti inilah kita perlu mempercayai Allah dan dengan jujur menyembah Dia-bukan karena sedang mengalami kesusahan-tetapi karena Tuhan itu baik.
Kita tidak bisa mengendalikan keadaan, tapi kita dapat mengontrol reaksi kita dalam menghadapinya. 

Di satu malam Ayub tidur dan segalanya tampak berjalan baik-baik saja.
Lalu tiba-tiba ketika ia bangun keesokan harinya, ia mendapati telah kehilangan segala yang ia punya.
Dan yang paling parah ialah ia kehilangan anak-anaknya.
Apa yang kemudian ia lakukan? "Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah, katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" (Ayub 1: 20-21). 

Apa bencana yang sedang Anda hadapi? Cobaan apa yang ada di depan mata Anda? Sembahlah Allah, bukan karena penderitaan Anda, tetapi karena kuasa dan kemuliaan-Nya.
Ketika Anda sampai ke surga, kesengsaraan Anda di bumi akan dijelaskan.
Dan sebelum hari itu datang, marilah kita hidup berpegang pada janji-janji-Nya, bukan karena penjelasan-penjelasan.

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 16-18; II Korintus 7

Marilah kita hidup berpegang pada janji-janji Allah sampai saatnya surga itu akan kita dapati.
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)

Read more

0 Sebuah Lencana Kehormatan

Matius 5:10 "Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga."

Allah menganggap serius ketika umat-Nya tengah diserang. 
Ia sama seriusnya dengan Anda ketika ada orang yang menyerang anak atau cucu Anda. 
Ketika Saulus dari Tarsus, si pembunuh orang Kristen yang terkenal itu bertemu Yesus dalam perjalanan-Nya ke Damsyik, ia baru saja menyetujui rencana pembunuhan Stefanus, sang martir gereja pertama. 
Tidak hanya itu, saat itu ia bahkan tengah dalam perjalanan untuk membunuh lebih banyak orang Kristen. 
Lalu, apa yang dikatakan Yesus kepada Saul, "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?" (Kisah Para Rasul 9:4). 

Perhatikan bahwa Yesus tidak berkata, "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya umat-Ku?" Bagi Yesus, ini adalah masalah-Nya pribadi. 
Begitu pun ketika umat Allah berada dalam penganiayaan, Ia juga menganggapnya sebagai masalah pribadi. 
Jadi jika Anda sedang mengalami beberapa penderitaan, jika Anda sedang dilecehkan, dikritik, atau dianiaya karena iman Anda kepada Yesus, berbesar hatilah karena Ia selalu memegang janji-Nya. 

Di akhir Ucapan Bahagia dalam Khotbah-Nya di bukit, Yesus berkata, "Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu" (Matius 5:10-12) 

Yesus menggunakan kata "berbahagialah" dua kali saat berbicara tentang penganiayaan atas nama-Nya untuk menekankan berkat melimpah yang akan dikaruniakan oleh Allah kepada mereka yang teraniaya. Yesus pada dasarnya berkata, "Berlipatgandalah berkat mereka yang teraniaya." Kata "diberkatilah" juga dapat diterjemahkan sebagai "berbahagialah," dimana seolah-olah Yesus berkata, "Berbahagia, dan berbahagialah mereka yang teraniaya." 

Memang tidak mengenakkan, apalagi membahagiakan, ketika kita dianiaya. 
Tapi Anda bisa memakainya sebagai lencana kehormatan yang menunjukkan bahwa seseorang sedang menyerang Anda karena Anda begitu setia mengikut Kristus.

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 14-15; II Korintus 6

LencanakehormatankiranyatetapmenjadimilikAndasampaiwaktunyatibaKristusmemanggilAnda,memangtidakmengenakkankarenaaniayayangdatangnamuntetaplasetiamengikutKristus.
(DiterjemahkandariDaily Devotion by Greg Laurie)

Read more

0 Waktu Penutupan

Wahyu 16:7 "Dan aku mendengar mezbah itu berkata: "Ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa, benar dan adil segala penghakiman-Mu."

Pada tahun 1869, ahli kimia Prancis Pierre Berthelot menulis, "Dalam seratus tahun ilmu fisika dan kimia, manusia akan mengenal apa yang namanya atom. Saya percaya bahwa ketika ilmu pengetahuan mencapai tahap ini, Tuhan akan turun ke bumi dengan kunci-kunci besar-Nya dan berkata kepada umat manusia, "Saudara-saudara, ini waktunya penutupan.""
Itulah yang Allah katakan dalam pasal 15 dan 16 kitab Wahyu yang menggambarkan satu waktu tertentu selama tiga setengah tahun terakhir masa Tribulasi (kesengsaraan).
Antikristus akan muncul di tempat kejadian, dia akan menetapkan sistem ekonomi dunia yang baru dan akan mengokohkan kekuatan militernya serta agama satu dunianya.

Pada saat ini, orang akan membuat keputusan apakah mengikut Yesus Kristus dan disegel oleh Roh Kudus, atau mengambil tanda binatang dan akan selamanya terpisah dari Allah.
Begitu seseorang telah mengambil tanda ini, tidak ada jalan baginya untuk kembali.
Kemudian penghakiman Allah akan datang dengan segala kuasa-Nya ke atas Antikristus dan semua orang yang mengikutnya.
Mereka tidak bisa membantah atau membela diri.

Penghakiman Allah tidak pernah serampangan, ogah-ogahan, atau asal pilih.
Dia selalu sangat spesifik dalam cara dan waktu-Nya mengadili.
Dia tidak menikmatinya.
Bahkan, Dia mengatakan, "Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?" (Yehezkiel 33:11).

Memang benar Allah itu penuh kasih, tetapi juga benar bahwa Dia adil.
Memang benar Allah itu mengampuni, tetapi juga benar bahwa Dia adil.
Dan itulah sebabnya, harus ada penghakiman.

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 11-13; II Korintus 5

Dia benar, Dia adil dan Dia penuh kasih namun pada akhirnya nanti Dia tetap memberlakukan penghakiman kepada siapa saja tanpa memandang muka ketika waktu penutupan itu tiba.
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)

Read more

0 Pakaian Terbaik

Roma 13:14 "Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya."

Sebagian besar dari kita setidaknya memberi perhatian lebih pada penampilan kita.
Tidak ada yang salah dengan hal ini, tapi apakah Anda pernah melihat bagaimana beberapa orang, bukannya mereka yang mengatur pakaian mereka, tapi malah pakaian yang mengatur mereka? Kita tidak ingin menjadi seperti itu.
Ketika kita memakai pakaian, setidaknya orang lain ingin punya cara berpakaian yang sama dengan kita, yang sesuai dengan kehendak Tuhan.
Itulah yang dicatat dalam Roma 13:14, ayat ini memberitahu kita untuk: "Kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya." Mengenakan Tuhan Yesus berarti memiliki hubungan yang kian dalam dengan Kristus, dari hari ke hari.
Kita masuk dalam dekapan-Nya lagi dan lagi.

Mengenakan Tuhan Yesus Kristus berarti melibatkan-Nya menjadi bagian dari segala hal yang kita lakukan.
Kita mengundang-Nya untuk berjalan bersama kita kemana pun kita pergi.
Kita menjadikan-Nya sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan kita.
Kita menjadikan-Nya sebagai Tuhan setiap hari dalam kehidupan kita, bukan hanya Tuhan di hari Minggu, tetapi Tuhan di hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu kita.

Dia adalah Tuhan ketika kita pergi ke gereja.
Dia adalah Tuhan ketika kita pergi ke bioskop.
Dia adalah Tuhan ketika kita pergi keluar untuk makan malam.
Dia adalah Tuhan ketika kita pergi bekerja.
Dia adalah Tuhan ketika kita pergi berlibur.
Dia adalah Tuhan dalam segala hal yang kita kerjakan.

Saya suka dengan kutipan J. B Phillips ini: "Marilah kita menjadi anak-anak Kristus dari kepala sampai kaki, dan tak memberikan kesempatan bagi kedagingan kita untuk memuaskan kesenangannya."

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 8-10; II Korintus 4

Kenakanlah Tuhan Yesus Kristus-itulah yang kita butuhkan untuk tetap fokus. Mari kita fokuskan energi kita untuk menjadi seperti Yesus.
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)

Read more

0 Perbuatan yang Menyertai Kita

Wahyu 14:13 "Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: "Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini." "Sungguh," kata Roh, "supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka."

Allah mencatat setiap perbuatan kita dengan begitu teliti, tak terkecuali hal-hal yang kecil.
Ada upah yang tengah menanti setiap orang percaya.
Yesus berkata, "Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya" ( Matius 10:42 ).
Dan upah dari mengikut Yesus ialah perbuatan kita akan menyertai kita hingga hari akhir.

Lalu perbuatan yang seperti apakah itu?
Apa yang akan dikatakan oleh orang lain di upacara pemakaman Anda?
Hal-hal apa yang akan dikenang orang lain tentang Anda?
Pernahkah Anda memperhatikan bahwa di pemakaman, tidak pernah disebutkan berapa banyak uang yang dimiliki orang yang meninggal tersebut di bank?

Tidak. Segalanya tertuju pada pribadi orang tersebut.
Ada cerita- cerita yang dikenang oleh keluarga dan teman-teman tentang kemurahan hati, pengorbanan, kasih sayang, dan hal-hal semacam ini, yang orang tersebut lakukan semasa hidupnya.
Inilah yang orang-orang ingin dengar di upacara pemakaman atau di peringatan kematian seseorang.
Perbuatan kita mengikuti kita.

Jika Anda tidak punya karya atau perbuatan yang tengah menyertai Anda, maka itu akan menimbulkan pertanyaan apakah Anda seorang pengikut Kristus sejati.
Meski perbuatan baik tidak menyelamatkan kita, tapi itu adalah bukti nyata untuk menunjukkan bahwa kita telah diselamatkan.
Alkitab berkata, "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri" ( Efesus 2: 8-9 ).
Pada dasarnya, iman tanpa perbuatan adalah iman yang mati.
Jika Anda meninggal hari ini, akankah Anda mati di dalam Allah Bapa, atau akankah Anda dipisahkan dari-Nya?
Apakah Anda seperti orang-orang Babel dalam Kejadian 11, yang membangun menara kecil Anda dan berharap itu akan membawa Anda ke surga?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 143-145; I Korintus 15:1-11

Kita ingin iman nyata yang menyelamatkan sehingga karya dan perbuatan kita di dunia akan mengikuti kita hingga hari akhir.
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)

Read more

0 Hiduplah Pada Apa Yang Anda Percaya

2 Petrus 3:8 "Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari."

Ketika saya menjadi seorang Kristen pada tahun 1970, gerakan kebangunan rohani tengah berkobar-kobarnya.
Banyak anak muda memberikan dirinya kepada Kristus.
Ada banyak pembicaraan tentang segera datangnya Yesus.
Pada saat itu, pemandangan yang biasa dilihat ialah stiker yang ditempel di kaca mobil dengan slogan berbunyi, "Jika Yesus datang kembali, mobil ini akan menjadi tak bertuan" atau slogan "Yesus akan datang!"

Saya tidak yakin berapa banyak dari pergerakan itu yang pernah saya lakukan, sepertinya cukup banyak.
Dan sampai sekarang Ia masih belum datang, juga.
Beberapa orang akan mencibir, "Kalian semua salah. Mungkin Dia tidak akan pernah datang." Tapi inilah yang dikatakan oleh Alkitab dalam menanggapi pendapat-pendapat tersebut. "Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat" (2 Petrus 3:9).

Empat puluh tiga tahun yang lalu, saya berdoa agar Yesus datang kembali.
Saya berani tebak ada banyak orang yang lega karena Allah tidak menjawab doa saya karena mereka telah menjadi orang percaya sejak saat itu.
Saya juga berpikir bahwa di suatu tempat di bumi ini ada seorang individu yang akan menjadi yang terakhir yang Allah tunggu untuk meletakkan imannya dalam Kristus, dan di saat orang ini mau melakukannya, Pengangkatan pun akan terjadi.
Petrus melanjutkan, "Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap" (ayat 10).

Jika Anda benar-benar percaya bahwa Yesus akan datang kembali, maka itu harus membawa dampak bagi cara hidup Anda.
Namun apabila itu tidak mempengaruhi cara hidup Anda, maka Anda benar-benar tengah kehilangan intinya.

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 146-148; I Korintus 15:12-58

Mempersiapkan kedatangan-Nya berarti juga bahwa Anda percaya kepada-Nya dan hendaknya hidup Anda terus berjalan dalam rencana dan kehendak-Nya
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)

Read more

0 Persenjatai Diri Anda

Roma 13:12 "Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!"

Jika seandainya Anda mengalami kesialan mengerikan yaitu terpeleset masuk ke dalam septic tank, saya yakin Anda pasti akan langsung membuang pakaian yang sedang Anda kenakan itu.
Anda tidak akan mencucinya karena itu akan merusak mesin cuci Anda.
Rasul Paulus menulis, "Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!" (Roma 13:12).

Pemikiran Paulus tentang menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan ini sama seperti jika Anda terpeleset ke dalam septic tank.
Buanglah itu, sama seperti Anda menanggalkan pakaian kotor.
Lalu kenakanlah perlengkapan senjata terang.
Ganti pakaian lama Anda dengan yang baru.
Kemudian Paulus mengatakan kepada kita hal-hal yang harus kita singkirkan dan hal-hal yang harus kita dalami: "Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya" (Roma 13: 13-14).

Dalam ayat ini, kata "pesta pora" dan "kemabukan" digunakan bersamaan.
Ini menggambarkan orang- orang mabuk yang sedang berkeliaran di tengah jalan yang membuat kegaduhan-memperlihatkan mentalitas penggila pesta.
Dan memang, orang-orang yang mabuk selalu berisik.
Mereka mulai dengan menertawakan hal-hal yang tidak lucu, lalu mulai menaikkan volume suara mereka.
Mereka pikir mereka bertingkah seperti orang yang sedang sadar, padahal pada kenyataannya, mereka sedang mabuk.
Ada orang Kristen yang mengatakan bahwa mereka punya kebebasan untuk minum-minuman yang memabukkan dan tahu kapan harus berhenti, tetapi tetap saja, mereka akan berada di bawah pengaruh alkohol.

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 1-2; II Korintus 1

Sebagai orang Kristen, kita ingin berada di bawah pengaruh Allah.
Itulah bagaimana seharusnya kita hidup sebagai orang percaya di hari-hari akhir. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)

Read more

0 Tidak Ada Tempat Untuk Kesombongan

1 Yohanes 2:15-16 "Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia."

Beberapa orang selalu ingin menjadi pusat perhatian, selalu ingin menjadi bintang, selalu ingin menjadi yang terbaik dibanding orang lain.
Namun Alkitab berkata, "Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati" (Roma 13:13).
Kata "perselisihan" dalam ayat ini mengacu pada cekcok, pertengkaran kecil, dan permusuhan yang berlangsung secara berlarut-larut.
Ini mencerminkan semangat saling bermusuhan.
Satu sama lain saling berjuang untuk menang, tak peduli biaya atau akibat yang ditanggung oleh dirinya sendiri atau orang lain.
Ini sungguh suatu hasrat untuk menang atas orang lain.

Seseorang dengan sifat ini adalah dia yang mendambakan martabat, kekuasaan, dan pengakuan tertinggi di masyarakat.
Ini adalah seseorang yang harus selalu berada di jajaran teratas.
Sedangkan kata "iri hati" mengacu pada seseorang yang tidak tahan jika dilampaui, dan menginginkan kesuksesan serta posisi orang lain.
Mereka awalnya cukup senang dengan hidup mereka sampai orang lain mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan.
Ada pepatah yang mengatakan, "iri hati yang ditunjukan kepada seseorang akan melukai diri sendiri." Dan memang benar, akhirnya, satu-satunya orang yang terluka adalah Anda.

Orang yang Anda iri bahkan mungkin tidak tahu (mungkin tidak peduli) dengan Anda.
Seorang nelayan kepiting pernah ditanya mengapa ia tidak menutup ember yang ia gunakan untuk menaruh tangkapannya.
Dia menjawab, "Jika salah satu kepiting memanjat keluar, yang lain akan mengejarnya dan menariknya turun kembali." Kita juga melakukan hal yang sama, bukan? "Hei kau, turun kembali ke sini bergabung dengan kami semua! Bisa-bisanya kau seorang yang berhasil? Beraninya kau menjadi yang terbaik?"
Rasul Paulus memperingatkan, "Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan" (Galatia 5:15).

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 5-7; II Korintus 3

Sebagai orang percaya, pesaing kita adalah keinginan daging, keinginan mata, dan keangkuhan hidup (lihat 1 Yohanes 2:15-16), bukan dengan sesama orang percaya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)

Read more

0 Kelesuan Rohani

1 Tesalonika 5:5-6 "Karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar."

Ketika Anda sedang lesu rohani, Anda lebih rentan terserang dosa-dosa.
Contoh kasus: Raja Daud. Dia dipilih dari seorang anak gembala dengan kehidupan yang biasa-biasa saja, menjadi penakluk raksasa di lembah Ela, dan kemudian menjadi raja besar Israel.
Pada awalnya, ia adalah seorang pria yang luar biasa, kuat, dan kudus.
Tapi setelah bertahun-tahun berjalan bersama Allah, kehidupan spiritualnya mulai mengalami kelesuan, dan kita membaca: "Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya" (2 Samuel 11:2).

Wanita itu adalah Batsyeba.
Yang menarik, kejadian ini terjadi di masa-masa peperangan.
Pasukan Daud tengah berada di medan perang, dan Daud, sang raja sekaligus pemimpin pasukan yang seharusnya memimpin mereka, malah beristirahat di rumah.
Jangan memberi makan nafsu birahi Anda - Anda harus menahan rasa lapar itu.
Ketika Anda mundur dari peperangan spiritual, Anda akan mudah terserang dosa.

Saat Anda terlelap, Anda akan menjadi lemah.
Oleh sebab itu, Anda tidak bisa mengambil liburan spiritual.
Itulah sebabnya Paulus menulis kepada Timotius, muridnya, "Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni" (2 Timotius 2:22 ).
Ingatlah: Jauhi hal-hal ini.
Menjauhlah dari apa pun yang akan mendekatkan Anda pada kehidupan tak bermoral. 

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 3-4; II Korintus 2

Kelesuan rohani bisa mengakibatkan Anda jatuh ke dalam dosa, karena itu kuasailah diri Anda dan libatkan Allah terus bekerja dalam hidup Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)

Read more

0 Persenjatai Diri Anda

Roma 13:12 "Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!"

Jika seandainya Anda mengalami kesialan mengerikan yaitu terpeleset masuk ke dalam septic tank, saya yakin Anda pasti akan langsung membuang pakaian yang sedang Anda kenakan itu.
Anda tidak akan mencucinya karena itu akan merusak mesin cuci Anda.
Rasul Paulus menulis, "Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!" (Roma 13:12).

Pemikiran Paulus tentang menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan ini sama seperti jika Anda terpeleset ke dalam septic tank.
Buanglah itu, sama seperti Anda menanggalkan pakaian kotor.
Lalu kenakanlah perlengkapan senjata terang.
Ganti pakaian lama Anda dengan yang baru.
Kemudian Paulus mengatakan kepada kita hal-hal yang harus kita singkirkan dan hal-hal yang harus kita dalami: "Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya" (Roma 13: 13-14).

Dalam ayat ini, kata "pesta pora" dan "kemabukan" digunakan bersamaan.
Ini menggambarkan orang- orang mabuk yang sedang berkeliaran di tengah jalan yang membuat kegaduhan-memperlihatkan mentalitas penggila pesta.
Dan memang, orang-orang yang mabuk selalu berisik.
Mereka mulai dengan menertawakan hal-hal yang tidak lucu, lalu mulai menaikkan volume suara mereka.
Mereka pikir mereka bertingkah seperti orang yang sedang sadar, padahal pada kenyataannya, mereka sedang mabuk.
Ada orang Kristen yang mengatakan bahwa mereka punya kebebasan untuk minum-minuman yang memabukkan dan tahu kapan harus berhenti, tetapi tetap saja, mereka akan berada di bawah pengaruh alkohol.

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 1-2; II Korintus 1

Sebagai orang Kristen, kita ingin berada di bawah pengaruh Allah.
Itulah bagaimana seharusnya kita hidup sebagai orang percaya di hari-hari akhir. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)

Read more

0 Sebelum Dunia Ada

1 Petrus 1:20-22 "Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir. Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakan-Nya, sehingga imanmu dan pengharapanmu tertuju kepada Allah. Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu."

Ketika Cathe dan saya menonton cucu-cucu kami, kami tahu mereka akan membuat kekacauan. Saat kami mendudukkan cucu kami, Christopher, di kursi makannya, kami bisa menebak akan ada lebih banyak makanan yang jatuh ke lantai, dibanding yang tersisa di piringya. Karena kami tahu ini akan terjadi, jadi kami membuat persiapan untuk mencegahnya.

Allah telah membuat persiapan bagi kita juga. Dia tahu masa depan serta masa lalu dan tahu kita akan berbuat dosa. Jadi Dia membuat persiapan untuk kita dengan memakai Anak Domba yang disembelih dari dasar dunia.

Sebelum ada sistem tata surya, sebelum ada sebuah planet yang disebut bumi di angkasa, sebelum ada sebuah taman yang disebut Eden, sebelum ada seorang pria bernama Adam dan seorang wanita bernama Hawa, sebelum mereka makan buah terlarang yang menyebabkan dosa sehingga mereka harus masuk ke dalam dunia, sebelum semua itu ada, Allah telah memutuskan untuk mengutus Anak-Nya, Yesus, ke bumi. Allah datang kepada kita sebagai bayi, di palungan di kota Bethlehem. Dia akan menjalani kehidupan yang sempurna. Dia merelakan diri-Nya disalibkan dan mati demi dosa-dosa dunia. Yesus disembelih dari dasar dunia.

Mengapa Allah memutuskan untuk menjalaninya? Karena Dia tahu kita akan mengacaukan hidup kita dengan dosa-tapi ternyata Dia memberi kita begitu banyak kesempatan.

Jadi bagaimana tanggapan Anda? Apakah Anda akan mengabdikan diri untuk Yesus Kristus? Atau apakah Anda akan mendahulukan hal-hal duniawi ketimbang Kristus?

Jika Anda telah berkomitmen kepada Tuhan Yesus Kristus yang akan mengampuni Anda dari segala dosa Anda, maka Anda dapat yakin dan percaya bahwa ketika Anda mati, nama Anda akan tertulis dalam Kitab Kehidupan.

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 106-108; 1 Korintus 4

Pemesanan kamar Anda telah diatur di Surga, dan Anda telah siap bertemu Allah. Tidak ada yang lebih penting dari janji Allah ini.
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)

Read more

0 Sebuah Nyanyian Baru

Wahyu 14: 2-3 "Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya.Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorangpun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu."

Kadang kita melihat surga digambarkan sebagai tempat di mana orang-orang duduk santai di atas awan sambil memetik harpa di waktu senggang mereka.
Meski benar akan ada harpa di surga, tapi tidak semua orang akan memainkannya.
Dalam Wahyu 14: 2,Rasul Yohanes menggambarkan sebuah alat musik gesek.
Dia menulis, "Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya."

Mungkin kita bisa mengupdate pemandangan ini di surga dengan mengatakan ada banyak gitaris handal yang memainkan gitar listrik mereka.
Intinya ialah puji-pujian ini tidak terdengar membosankan; ini merupakan sebuah nyanyian baru.

Setiap orang percaya harus memiliki sebuah nyanyian baru.
Pemazmur Daud menulis, "Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa; Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku, Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita.Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada TUHAN" (Mazmur 40: 2-3).

Jika Anda telah percaya Kristus, jika Anda telah diangkat dari jurang keputusasaan, maka Anda tentu punya sebuah nyanyian baru.
Apakah Anda menyadarinya? Namun lagu baru ini bukan berarti harus dinyanyikan menggunakan lirik yang secara harfiah menceritakan apa yang telah Anda alami.
Anda tidak perlu berjalan - jalan dan bernyanyi, "Saya dulu orang tak percaya... Tapi sekarang saya seorang Kristen..." Sebaliknya, Anda bisa mengekspresikannya menggunakan lirik tentang pesan hidup baru.

Jadi, berhenti menyanyikan nyanyian lama.
Nyanyikanlah nyanyian baru dengan cara yang baru, dengan sikap yang baru, dengan hati yang baru.
Biarkan orang lain tahu apa yang telah Kristus lakukan bagi Anda.
Itulah yang dilakukan para orang percaya di surga.
Dan itulah yang harus kita lakukan juga.

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 119:89-176; 1 Korintus 8

Mari nyanyikanlah nyanyiaan baru dengan cara yang baru, sikap yang baru dan hati yang baru dengan memancarkan kristus dalam diri Anda
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)

Read more

Ibadah Doa Pagi

Ibadah Doa Pagi

Popular Post

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More