• slide 1

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010 GSJA Sword bertempat di JL Kartini 8 No.1A...

  • slide 2

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00 kelas terbagi ke dalam tiga kelas: Little Heaven, Kingdom Kid dan Christ Crew...

  • slide 3

    Ibadah Pelajar

    Ibadah yang dihadiri oleh para pelajar yang masih sekolah dan berkuliah, segment keterlibatan dalam drama...

  • slide 4

    Tim Musik GSJA Sword

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah terdiri dari : Agus - Gitaris, Julius dan sylvi- Keyboard, Yanto dan Edy - Drum, Randy - Bass...

  • slide 5

    Drama Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword dalam perayaan Harnas Wanita 2011...

  • slide 6

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011 yang berlangsung di gedung gereja sendiri, sederhana namun membawa hikmat dan berkat tersendiri...

  • slide 7

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword saat perayaan Natal 2010...

  • slide 8

    Natal GSJA Sword, 17 Des 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword pada tanggal 17 Des 2011...

  • slide 9

    Imlek GSJA Sword, 22 Jan 2012

    Ibadah Saat Imlek di GSJA Sword pada tanggal 22 Januari 2012...

  • slide 10

    Gathering Pekerja GSJA Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

  • slide nav 1

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010...
  • slide nav 2

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00...
  • slide nav 3

    Ibadah Pelajar

    Ibadah yang dihadiri oleh para pelajar yang masih sekolah dan berkuliah...
  • slide nav 4

    Tim Musik

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah...
  • slide nav 5

    Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword...
  • slide nav 6

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011...
  • slide nav 7

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword...
  • slide nav 8

    Natal GSJA Sword 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword, 17 Des 2011...
  • slide nav 9

    Imlek GSJA Sword 2012

    Ibadah Saat imlek di GSJA Sword, 22 Januari 2012...
  • slide nav 10

    Gathering Pekerja Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words Of OuR LorD)

Latest from Blog

Menara Doa

Menara Doa

Delete this element to display blogger navbar

0 Sudah Selesai

Yohanes 19:30 Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

Salib adalah tujuan Yesus sejak awal. Kelahiran-Nya ada agar kematian-Nya ada. Penjelmaan-Nya sebagai manusia adalah untuk penebusan kita. Ia dilahirkan untuk mati, agar kita hidup. Dan ketika Ia telah menyelesaikan misi-Nya di dunia, Ia menyimpulkannya dengan satu kata : "Selesai.

Dalam bahasa Yunani asli, selesai adalah kata yang lazim. Yesus menggunakannya setelah menyelesaikan proyek yang Dia dan Yusuf mungkin telah selesaikan bersama di toko kayu. Yesus mungkin berpaling ke arah Yusuf dan berkata, "Selesai. Sekarang mari kita pergi makan siang. Sudah selesai. Misi kita telah tercapai. Semuanya sudah rampung. Inilah akhirnya.

Jadi apa yang telah selesai? Penderitaan Yesus yang amat mengerikan telah selesai dan digenapi. Tidak akan pernah lagi Dia mengalami kesengsaraan di tangan orang jahat. Tidak akan pernah lagi Dia harus menanggung dosa dunia. Tidak akan pernah lagi Dia, bahkan untuk sejenak, ditinggalkan Allah. Semuanya telah digenapi. Semuanya sudah diurus.

Yang juga selesai adalah benteng pertahanan Iblis atas umat manusia. Yesus datang untuk menghadapi serangan mutlak Iblis dan roh-roh jahatnya di salib Kalvari. Ibrani 2:14 mengatakan, Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut. Ini berarti Anda tidak lagi harus berada di bawah kuasa dosa. Karena pencapaian Yesus di kayu salib itulah, kubu Iblis atas umat manusia telah selesai. Dan akhirnya, misi Yesus atas keselamatan kita telah selesai. Semuanya telah digenapi. Segala dosa kita telah diserahkan kepada Yesus ketika Dia digantung di kayu salib. Kebenaran-Nya telah di serahkan kepada diri kita.

Bacaan Alkitab Setahun :
Hakim-hakim 18-21; Lukas 7:31-50

Oleh sebab itulah, Yesus menyerukan kata, "Sudah selesai! Itulah rencana yang yang tak tergesa-gesa dan dipikirkan dengan baik oleh Allah Bapa. Sudah selesai - jadi Dia sudah menang! (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie).

Read more

0 Berserah di Getsemani

Markus 14:34 lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah."

Pernahkah Anda merasa kesepian? Pernahkah Anda merasa seolah-olah teman dan keluarga telah meninggalkan Anda? Pernahkah Anda merasa tidak dimengerti? Pernahkah Anda sulit untuk memahami atau tunduk pada kehendak Allah atas hidup Anda?

Jika demikian, maka Anda bisa merasakan apa yang Yesus alami ketika Ia bersedih di Getsemani. 

Kitab Ibrani mengatakan pada kita, "Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya (4:15-16).

Alkitab mengatakan bahwa Yesus adalah seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan (Yesaya 53:3). Namun kesedihan yang Dia rasakan di Taman Getsemani pada malam sebelum penyaliban-Nya tampaknya menjadi puncak dari semua kesedihan yang pernah Ia rasakan, dan yang akan mencapai klimaksnya di hari berikutnya. Kemenangan utama yang berlangsung di Kalvari pertama kali disempurnakan di bawah pohon-pohon zaitun tua nan keriput di Taman Getsemani.

Menarik untuk diketahui bahwa kata Getsemani berarti "tempat pemerasan buah zaitun." Buah zaitun diperas disana untuk diambil minyaknya, dan benar saja, itu pun yang terjadi pada Yesus. Saat itu, Yesus sedang ditekan dari segala sisi untuk membawa kehidupan bagi kita. Dan menurut saya, kita tak akan pernah bisa mengukur penderitaan yang sedang Ia hadapi.

Tapi lihatlah apa yang telah Ia capai. Ia membawa keselamatan buat Anda dan saya. Karena apa yang telah Yesus lalui di Taman Getsemani dan akhirnya di atas kayu saliblah, kita bisa memanggil nama-Nya. Meskipun pederitaan-Nya adalah transisi yang memilukan dan mengerikan, penyaliban-Nya harus terjadi sebagai tujuan utama pelayanan-Nya.

Mungkin saat ini Anda tengah berada dalam satu titik krisis dalam hidup Anda - Getsemani Anda. Anda memiliki kehendak; Anda tahu apa yang Anda inginkan. Namun Anda dapat merasa bahwa kehendak Tuhan berbeda.

Maukah Anda membiarkan Tuhan memutuskannya untuk Anda? Apakah Anda bersedia berkata, "Tuhan, aku serahkan kehendakku kepada-Mu. Bukan kehendakku, tapi kehendak-Mu yang jadi? Percayalah, Anda tidak akan menyesal membuat keputusan itu.

Bacaan Alkitab Setahun :
Hakim-hakim 14-17; Lukas 7:1-30

Pengorbanan Tuhan luar biasa untuk keselamatan umat-Nya. Percayalah kepada-Nya (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie).

Read more

0 Tiga Tanggapan Mengenai Injil

1 Korintus 1:18 Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.

Selama perjalanan saya melayani, saya mendapati bahwa beberapa orang lebih terbuka terhadap Injil dibanding dengan yang lain. Saya tak pernah tahu bagaimana cara kerjanya, saya hanya berbagi Firman Tuhan dengan orang- orang dan mengajak mereka untuk datang kepada Kristus. Selama ini saya melihat bahwa orang-orang menanggapinya dengan berbeda.

Rasul Paulus mendapat tiga reaksi orang yang berbeda terhadap Injil saat ia berkhotbah: Ketika mereka mendengar tentang kebangkitan orang mati, maka ada yang mengejek, dan yang lain berkata: "Lain kali saja kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu." Tetapi beberapa orang laki-laki menggabungkan diri dengan dia dan menjadi percaya, di antaranya juga Dionisius, anggota majelis Areopagus, dan seorang perempuan bernama Damaris, dan juga orang-orang lain bersama-sama dengan mereka (Kisah Para Rasul 17:32,34).

Kita menemukan tanggapan yang sama terhadap Injil di zaman ini. Beberapa orang akan mengejek. Istilah "mengejek yang digunakan dalam Kisah Para Rasul 17 juga bisa diterjemahkan sebagai "mencemooh" atau "tertawa terbahak-bahak." "Apa kau bercanda? Kau benar-benar percaya itu?"

Bagi orang-orang bodoh yang berpendidikan ini, semuanya tampak konyol dan tak masuk akal. Tapi ejekan ini adalah satu pertanda yang menyatakan bahwa mereka akan binasa, sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa (1 Korintus 1:18).

Beberapa orang akan mengejek, sementara yang lain akan menunda. "Semoga lain kali kita bisa bertemu lagi mendiskusikan hal ini." Ini tanggapan yang paling sering kita jumpai. Apa yang sebetulnya mereka maksud adalah, "Saya benar-benar tak mau mengambil keputusan sekarang. Iblis menggunakan taktik ini untuk sebuah efek yang besar. Jangan khawatir akan hal itu. Anda akan menuai hasil pelayanan Anda kelak.

Beberapa orang akan percaya. Tapi beberapa akan bertobat dan berubah pikiran, dan di antara mereka adalah Dionisius orang Areopagus, salah satu hakim yang adalah seorang cendikiawan dan senator kota.

Ini yang saya mengerti: pertobatan adalah tugas Allah, bukan tugas kita. Itu adalah pekerjaan Roh Kudus dalam kehidupan orang yang belum percaya.

Bacaan Alkitab Setahun :
Hakim-hakim 13; Lukas 6:27-49

Allah menuntut kita bertanggung jawab untuk memberitakan kebenaran-Nya. Tapi sisanya terserah kepada-Nya. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie).

Read more

0 Berserah Penuh Kepada-Nya

2 Korintus 1:9 Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati.

Begitu Anda jujur mengakui pada diri Anda jika Anda butuh bantuan, mintalah bantuan-Nya! Ini satu bentuk perubahan dari pengakuan dosa menjadi permohonan doa.

Di satu titik dalam hidupnya, rasul Paulus sudah begitu putus asa hingga ia siapuntuk menyerah pada hidupnya. Ia berkata, Bahkan kami merasa, seolah-olah kamitelah dijatuhi hukuman mati (Korintus 1:9). Kemudian ia lanjut mengatakan dalamayat yang sama, "Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaanpada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orangmati.

Jika Allah dapat membangkitkan orang mati, Dia juga bisa membangkitkanpernikahan yang mati. Jika Allah dapat membangkitkan orang mati, Dia juga bisamembangkitkan karir yang mati. Jika Allah dapat membangkitkan orang mati, Diajuga bisa membangkitkan mimpi yang mati. Siapapun dapat memunculkan kebaikan dari dalam kebaikan. Tapi Allah dapat memunculkan kebaikan dari dalam keburukan, penderitaan. Dia bisa melakukan mukjizat! Dia mengubah penyaliban menjadi kebangkitan.

Tapi pertama-tama, Anda harus meminta bantuan-Nya. 

Perhatikan bahwa ayat ini mengatakan, "Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati. Paulus berbicara tentang berserah penuh. Ini bukan berserah setengah hati, dimana Anda berkata, "Keuanganku sedang bermasalah, aku akan menyerahkan masalah ini ke dalam tangan-Nya" Jangan hanya mengandalkan Dia jika Anda ada dalam masalah saja, tapi berserahlah penuh dalam segala hal. Anda harus meletakkan segala sesuatu ke dalam tangan-Nya.

Pernahkan Anda melakukannya? Pernahkah Anda berada di satu titik dalam hidup dimana Anda berkata "Segala sesuatu dalam hidup saya - yang baik, yang buruk, yang jelek, yang busuk, yang bahagia, yang sedih, yang mudah, yang sulit, Anda menyerahkan itu semua ke dalam tangan-Nya?

Jangan tunggu sampai Anda mencapai titik terendah dalam hidup Anda. Kadang kita begitu keras kepala sehingga Allah harus membuat kita tidur terlentang untuk membuat kita melihat ke arah-Nya. Ada satu cara mudah dan sulit untuk melakukan hal ini. Cara yang mudah adalah dengan melihat cahaya-Nya. Namun yang sulit adalah merasakan panas cahaya-Nya. Masalahnya adalah kebanyakan dari kita takut untuk berubah. Kita biasanya baru berubah sampai rasa sakit dan luka melampaui ketakutan kita itu. Kemudian, ketika rasa sakit itu bertambah parah, biasanya barulah kita berseru, "Oh, aku butuh bantuan! Jangan datang kepada-Nya untuk meminta bantuan dalam keadaan dimana Anda telah menyerah untuk hidup. 

Datanglah kepada Allah dan minta bantuan-Nya. 

"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. (Matius 5:3).

Renungkan hal ini:

Dalam hal apa dalam hidup Anda dimana Anda berserah hanya setengah hati kepada-Nya?

Mengapa Tuhan ingin Anda meminta bantuan-Nya jika Ia sudah tahu apa yang Anda butuhkan?

Bagaimana cara Anda mengecilkan kehendak Anda sehingga ada lebih banyak ruang untuk-Nya (Matius 5:3)?

Bacaan Alkitab Setahun :
Hakim-hakim 11-12; Lukas 6:1-26

Berserah sama dengan percaya penuh kepada Tuhan, biarkan kehendak-Nya terjadi dalam hidup Anda (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren).

Read more

0 Realitas Pilihan: Akui Jika Anda Butuh Bantuan

Yakobus 4:6 "Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."

Dalam khotbah-Nya yang paling terkenal, Khotbah di Bukit, Ia menjelaskan tentang pilihan-pilihan yang membantu kita untuk sembuh dari luka, kegagalan dan kebiasaan yang mengacaukan hidup kita. Kebahagiaan pertama, dalam Matius 5:3 dikatakan, "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga."

Apa artinya menjadi "miskin di hadapan Allah"? Yesus berbicara bahwa tidak ada yang masuk ke Surga dengan kesombongan. Kita sampai di sana atas kasih karunia-Nya semata. Untuk menjadi miskin di hadapan Allah, Anda harus dengan rendah hati mengakui jika Anda butuh bantuan-Nya.

Yesus berkata, "Kebenaran itu akan memerdekakan kamu." Oleh sebab itu, Anda harus menghadapi kebenaran tentang diri Anda sendiri dan berhenti hidup dalam penyangkalan. Kita menyebutnya realitas pilihan.

Tapi kenyataannya, kita tidak suka kebenaran itu. Kita suka kebenaran tentang orang lain, tapi kita tidak suka kebenaran tentang diri kita sendiri. Rasanya jauh lebih aman untuk menghindari kebenaran tentang diri Anda karena menyakitkan untuk menghadapinya. Kebenaran akan hal memberi persepuluhan akan memerdekakan Anda, meski awalnya Anda akan menderita saat Anda sadar jika ada banyak hal yang juga harus Anda ubah dalam hidup Anda.

Kabar baiknya ialah luka, kegagaglan dan kebiasaan buruk Anda dapat disembuhkan. Tapi berita buruknya ialah dibutuhkan kerendahan hati. Anda harus merendahkan hati Anda dan membuang jauh-jauh harga diri Anda. Dalam Yakobus 4:6b dikatakan, "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." Ada beberapa kebenaran yang harus Anda akui di hadapan Tuhan jika Anda mau Dia memberkati hidup Anda. Dan hal pertama yang harus Anda akui adalah: Anda rusak.

Kita hidup di dunia yang rusak dimana tidak ada yang bekerja dengan sempurna. Perekonomian tidak bekerja dengan sempurna, hubungan kita dengan orang lain tidak bekerja dengan sempurna, dan tubuh kita tidak bekerja dengan sempurna.

Saat ini, semua orang memiliki pikiran yang kusut. Mereka tak tahu apa yang seharusnya mereka lakukan. Sikap, ketertarikan, dan kecanduan kita saling tercampuraduk. Bahkan kita bingung dengan jati diri kita.

Yang harus Anda lakukan adalah menjadi diri Anda sendiri. Tapi pertama-tama Anda harus paham jika Anda adalah manusia yang telah rusak! Dan itu bukan masalah, sebab setelah Anda membuat pilihan untuk mengakuinya, Anda akan berada di jalan menuju kerendahan hati, yang mengarahkan Anda kepada kasih karunia-Nya. 

Dan kasih karunia Allah akan menutupi kehancuran, luka, kebiasaan, dan kegagalan Anda. Itu kabar baik!

Renungkan hal ini:

Cara apa yang Anda pakai untuk menutupi kehancuran Anda di sekitar orang lain dan bahkan di hadapan Tuhan?

Mengapa Anda pikir ada kemerdekaan setelah mengakui kesalahan, rasa sakit, dan kegagalan kepada Tuhan?

Menurut Anda, bagaimana Tuhan dapat menggunakan kehancuran untuk memperluas Kerajaan-Nya? Bagaimana Anda ingin dipakai oleh-Nya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Hakim-hakim 9-10; Lukas 5:17-39

Anda harus merendahkan hati Anda dan membuang jauh-jauh harga diri Anda (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren).

Read more

0 Jadilah Penggemar Terbesar Pasangan Anda

Ibrani 3:13a Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan "hari ini", supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa.

Jika Anda sudah menikah, Tuhan telah memberikan satu peran yang sangat penting: untuk menjadi penggemar terbesar pasangan Anda. Ini tugas yang bisa Anda lakukan hanya dengan cara yang sesuai dengan kehendak Tuhan, dan pasangan Anda sangat butuh Anda melakukannya.

Kita hidup di dunia yang penuh dengan para pengkritik. Tidak perlu jauh- jauh menemukan orang-orang yang akan membuat Anda down, mereka ada di sekeliling Anda.

Itu sebabnya setiap orang di planet ini sangat butuh dikuatkan oleh seseorang setiap harinya. Ini cara Tuhan menghubungkan kita. Jika Anda sudah menikah, satu orang tersebut haruslah pasangan Anda. Untuk memiliki pernikahan yang terus bertumbuh, sangat penting bagi Anda dan pasangan Anda untuk senantiasa meneguhkan satu sama lain.

Namun yang kerap terjadi, hal ini hanya menjadi bagian di awal-awal pernikahan saja. Hanya sedikit orang yang mau menikah dengan orang yang tidak meneguhkan mereka dalam beberapa hal. Tapi seperti di banyak bagian dalam sebuah pernikahan yang sedang bertumbuh, penguatan ini seringkali memudar seiring berjalannya waktu.

Alkitab mengatakan dalam Ibrani 3:13, Melainkan bernasehat-nasehatlah sama sendirimu tiap-tiap hari... Peneguhan apa yang Anda berikan pada pasangan Anda?

1.Teguhkan betapa berharganya pasangan Anda. Jika menyangkut rumah tangga, kata "menghargai" berarti meningkatkan nilai. Anda meningkatkan nilai orang lain ketika Anda menghargai mereka. Ketika Anda menghargai pasangan Anda, Anda membantu pasangan Anda melihat nilai yang Anda tempatkan pada dirinya, dan Anda meningkatkan nilai pernikahan Anda. Amsal 12:25 mengatakan, Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia. Satu kata penyemangat akan bekerja luar biasa dalam pernikahan Anda - atau dalam relasi apa pun dimana Anda terlibat di dalamnya.

2. Teguhkan kekuatan pasangan Anda. Anda akan mendorong keluar kualitas terbaik dari pasangan Anda ketika Anda menunjukkan yang terbaik darinya, bukan kekurangannya. Pilih untuk menjadi seorang pembangun mimpi, bukan perusak mimpi. Pada akhirnya kita menjadi apa yang dilihat orang lain dalam kita. Tidak ada orang lain dalam kehidupan pasangan Anda yang akan memberi dampak begitu besar pada identitas diri juga masa depannya, selain Anda.

3. Teguhkan pelayanan pasangan Anda. Biarkan pasangan Anda tahu betapa Anda menghargai apa yang dia lakukan untuk Tuhan di dunia. Anda masing-masing dapat memberi kontribusi yang unik untuk dunia. Hibur pasangan Anda ketika ia membuat kontribusi. Bantu pasangan Anda melihat dampak yang ia buat untuk Yesus. Kita memiliki kekuatan luar biasa dalam memahami pasangan kita ketimbang dirinya sendiri. Kita dapat menggunakan kekuatan ini untuk membangun mereka, atau menjatuhkan mereka. Pilihan ada di tangan kita.

Pilihan yang kita buat amatlah penting untuk kesehatan pernikahan kita

Renungkan hal ini :

Apa yang pasangan Anda teguhkan di dalam Anda yang mempengaruhi hidup Anda dengan luar biasa?

Apa yang menghambat kita dalam meneguhkan pasangan kita secara lebih konsisten?

Bagaimana dengan pasangan Anda, bisakah Anda meneguhkannya lebih sering?

Bacaan Alkitab Setahun :
Hakim-hakim 7-8; Lukas 5:1-16

Anda masing-masing dapat memberi kontribusi yang unik untuk dunia ini (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren).

Read more

0 Cara Menghidupkan Kembali Kasih Yang Hilang

Wahyu 2:4-5 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.

Sepintas, Anda mungkin tidak berpikir jika kitab Wahyu yang dipenuhi dengan gambaran binatang buas, anak domba, dan malaikat - sebenarnya berhubungan dengan romantisme dan kasih sayang yang dibutuhkan untuk mempertahankan sebuah pernikahan.

Dalam Wahyu 2:4-5, Yesus menggunakan sebuah analogi romantisme percintaan untuk mendeskripsikan hubungan sebuah gereja yang telah tersesat. Yesus berkata kepada jemaat di Laodikia: Engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan.

Lalu Dia mengatakan kepada kita untuk melakukan empat hal penting dalam menghidupkan kembali pernikahan kita: ingat, kembali, bertobat, dan ulangi.

1. Ingat. Pikirkan tentang apa yang Anda lakukan di hari-hari pertama Anda bersama pasangan Anda yang membuat Anda jatuh cinta kepadanya. Pikirkan tentang hari-hari bahagia itu. Berhenti memikirkan semua masalah Anda, dan ingat bagaimana kasih sayang Anda tumbuh pertama kali.

2. Kembali. Kembali fokus pada Allah. Memang sulit untuk hanya fokus kepada Allah. Biasanya yang menjadi pusat pikiran kita adalah masalah, tekanan atau karir kita. Namun bila Anda mau kembali kepada kasih Anda yang semula, Anda harus memusatkan perhatian Anda kembali kepada Allah.

3. Bertobat. Putuskan untuk mengubah cara Anda berpikir dan bertindak. Kasih bukanlah sebuah perasaan, tetapi ia menciptakan perasaan perasaan lain - kadang berupa perasaan-perasaan yang begitu kuat. Kasih adalah sebuah pilihan. Kasih adalah satu komitmen untuk menempatkan kepentingan orang lain di atas kepentingan Anda sendiri. Motif lain selain itu bukanlah kasih. Allah tidak akan memerintahkan kita untuk melakukannya jika itu bukan sebuah perasaan. Namun Allah memerintahkan kita berulang kali dalam Firman-Nya untuk memilih mengasihi orang lain (termasuk pasangan kita). Ketika Anda membuat pilihan untuk mengasihi pasangan Anda, maka itu sama seperti Yesus mengasihi Anda sebelum Anda bahkan belum mengasihi-Nya. Ini baru yang disebut pertobatan.

4. Ulangi. Lakukan apa yang Anda lakukan di awal pernikahan Anda. Lakukan apa yang Anda lakukan ketika Anda jatuh cinta kepada pasangan Anda pertama kali. Perasaan selalu mengikuti tindakan. Lebih mudah untuk merasakan apa yang Anda lakukan, ketimbang melakukan apa yang Anda rasakan. Jika Anda menunggu untuk merasa sayang dan mengasihi, iblis akan memastikan Anda tidak akan pernah merasakannya. Jadi, pilihlah untuk bertindak dengan cara yang penuh kasih, dan perasaan itu akan muncul kembali.

Jenis kasih sayang yang memimpin kita pada satu hubungan pernikahan yang kekal cenderung sulit dilakukan. Permasalahan pasti hampir tak bisa terelakkan. Tapi bagaimana Anda akan menghadapinya ketika masalah datang?

Renungkan hal ini :

Hal apa tentang hari-hari pertama Anda bersama pasangan Anda yang membuat Anda jatuh cinta padanya?

Gangguan-gangguan apa yang menahan Anda dan pasangan Anda untuk tetap fokus hanya kepada Allah?

Bacaan Alkitab Setahun :
Hakim-hakim 4-6; Lukas 4:31-44

"Ingat, kembali, bertobat, dan ulangi" harus terus-menerus dilakukan dalam hubungan apapun. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Allah Berfirman Anda Telah Diampuni

Yesaya 43:25 Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu.

Beberapa dari kita, meski adalah orang percaya, berpikir bahwa setiap kali kita mengalami masalah, Allah sedang membalas dendam, bahwa Dia sedang berusaha memberi kita pelajaran.

Ini sama seperti kisah seorang pria yang sedang mengemudi ke sebuah danau yang berada di atas gunung. Dalam perjalanannya yang mendaki, salju mulai turun sehingga ia harus keluar untuk memasang rantai di ban mobilnya. Saat dia melakukannya, mobil lain datang ke arahnya, membanting setir lalu menghantam mobilnya, dengan ngeri ia menyaksikan mobilnya terjun bebas ke bawah tebing.

Kemudian, ia lanjut mendaki gunung dengan berjalan kaki di tengah salju dan hujan es, tubuhnya beku karena kedinginan. Ketika ia sudah sangat dekat, ia melihat bahwa kabinnya telah terbakar habis. Dia berteriak, "Mengapa saya, Tuhan?" Tiba-tiba langit terbelah, dan satu Suara dahsyat terdengar, "Karena beberapa orang benar-benar membuat-Ku marah.

Beberapa dari Anda mungkin berpikir begitulah cara Tuhan memarahi kita. Anda menganggap bahwa setiap kali Anda punya masalah, itu berarti Dia sedang marah pada Anda. Namun Alkitab berkata, Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu (Yesaya 43:25).

Allah tidak menyimpan dendam. Jika Anda telah menerima Yesus sebagai Juruselamat Anda, maka tidak ada kutukan bagi mereka yang ada di dalam Kristus. Dia tidak membebani Anda; Dia mengangkatnya. Allah tidak mengingat-ingat dosa Anda. Dia menghapuskannya!

Renungkan hal ini : 

Menurut Anda apa penyebab masalah Anda sehingga Anda menyalahkan Tuhan? 

Menurut Anda mengapa hal-hal buruk terjadi pada orang baik?

Apa sifat-sifat Allah yang bisa Anda lihat dalam hidup Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Hakim-hakim 1-3; Lukas 4:1-30

Anda telah diampuni dan ini adalah berita sukacita yang harus Anda sebarkan kepada orang lain "Di dalam Yesus Anda telah diampuni" (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Pilih Pengampunan, Bukan Gosip

Amsal 17:9 Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih, tetapi siapa membangkit-bangkit perkara, menceraikan sahabat yang karib.

Akui saja: Jika Anda memiliki orang-orang yang sering berbuat onar dalam hidup Anda, begitu orang tersebut melakukannya lagi, Anda pasti tak dapat menahan diri untuk masuk ke dalam mobil, menyambar handphone Anda, lalu menelepon seseorang dan menceritakan, Kau tak akan percaya apa yang baru saja ia lakukan! Atau bahkan Anda mungkin langsung mengirim pesan kepada seseorang saat orang tersebut melakukannya!

Begitulah yang biasa kita lakukan saat berurusan dengan orang-orang yang sering berbuat gila. Kita tak sabar ingin memberitahu orang lain. Kita ingin satu penegasan dari orang lain. Ini hal yang paling sulit dilakukan di dunia: menahan diri untuk tidak bergosip. Memang enak rasanya menelepon seseorang untuk menyebarkan berita tentang kegilaan para pembuat onar di sekeliling kita, tapi ini juga bukan perbuatan yang mengasihi. 

Alkitab mengatakan agar kita saling mengampuni, bahkan terhadap musuh kita. Amsal 17:9 mengatakan, Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih, tetapi siapa membangkit-bangkit perkara, menceraikan sahabat yang karib.

Gosip itu sangat merusak. Ia merusak gereja, keluarga, dan bisnis Anda. Ia juga merusak hidup Anda. Ia menghancurkan Anda. Ia menceraiberaikan persahabatan.

Hal yang paling buruk tentang gosip adalah pada akhirnya si pembuat onarlah yang menang! Tiba-tiba, orang tersebut mendominasi obrolan Anda. Orang tersebut mengontrol emosi Anda. Jangan biarkan orang itu menang! Jangan biarkan si pembuat onar menang dengan Anda memilih untuk menggosipinya.

1 Petrus 3:9 mengatakan,"Dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat..."

Renungkan hal ini:

Apa strategi Anda untuk menghindari atau melawan gosip?

Mengapa begitu sulit bagi kita untuk menjauh dari gosip?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yosua 22-24; Lukas 3

Kasihilah orang yang membuat hati Anda terluka, jangan menggosip dan menyebarkan hal-hal yang negatif tentang orang tersebut (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Lepaskan Sakit Hati Anda

Kolose 3:13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.

Banyak dari kita kenal seseorang yang melakukan hal-hal yang gila dan menyakitkan kepada kita, bahkan yang lebih parah lagi, kepada seseorang yang kita cintai. Dalam hati kita berpikir, "Saya tahu orang Kristen harus mengampuni, jadi saya akan mengampuni. Saya akan mengampuninya jika ia mengampuni saya."

Masalahnya adalah, Anda masih menyimpan rasa sakit hati. Sebenarnya orang tersebut mungkin tidak pernah meminta Anda untuk mengampuninya. Dia mungkin tidak pernah mengatakan dia menyesal, sebab mungkin dia tidak tahu atau sadar dengan apa yang telah ia lakukan pada Anda. Jadi Anda akhirnya kesal dengan sesuatu yang orang tersebut mungkin sudah lupakan. Dan rasa kesal ini menggerogoti hati Anda!

Jangan memendam sakit hati, karena kekesalan hanya akan menghancurkan Anda. Kebencian itu ibaratnya meminum racun tapi berharap itu akan membunuh orang lain. Itu tak akan pernah berhasil. Anda harus memutuskan bahwa, sebelum perkara lain terjadi, Anda akan mengampuni orang itu.

Yesus mengatakan hal ini bahkan dalam keadaan yang paling ekstrim, saat Dia berada di kayu salib: Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat (Lukas 23:34a).

Jadi apa yang harus Anda lakukan? Ketika Anda bergumul untuk mengampuni, ingatlah karunia besar itu: pengampunan Allah. 

Ingat ayat seperti dalam Kolose 3:13: Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. Anda bisa menghafalkan ayat ini dan memikirkannya sepanjang hari, sebab percayalah, Anda akan menemui banyak keadaan dimana Anda bisa menggunakannya.

Kata sabarlah dalam ayat ini berasal dari kata Yunani yang berarti "untuk bersabar, untuk bertahan, untuk bertoleransi. Pada intinya, memaklumi seseorang. Yesus berkata, Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan (Matius 5:7). Saya ingin berkat Tuhan mengalir dalam hidup saya dan Anda. Salah satu cara untuk Anda menerimanya yaitu dengan berbelas kasih.

Renungkan hal ini : 

Rasa sakit apa yang masih Anda simpan?

Apa yang perlu Anda lakukan hari ini sehingga rasa sakit tersebut tidak berubah menjadi kebencian?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yosua 19-21; Lukas 2:25-52

Lepaskan rasa sakit Anda dan berikanlah pengampunan, karena pengampunan memulihkan kehidupan orang lain (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Miskin Dihadapan Allah

Matius 5:2-3 Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Ketika Yesus berkata, "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah," kata miskin yang Ia gunakan disini berarti, orang yang menciut, meringkuk ketakutan, atau ngeri Pernyataan ini menggambarkan orang miskin yang benar-benar tergantung pada orang lain untuk membantu mereka. 

Tetapi Yesus tidak hanya mengatakan, "Berbahagialah orang yang miskin." Dia mengatakan, "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah." Disini Yesus tidak sedang berbicara tentang kondisi ekonomi seseorang, tapi tentang kondisi rohani mereka. Kiranya kita tidak mensalahartikan pesan-Nya: Orang yang diberkati atau bahagia adalah orang yang mengakui kemiskinan rohaninya, ia terputus dari Allah. Orang yang bahagia adalah pria atau wanita yang melihat seperti apa diri mereka sebenarnya di mata Allah: orang yang tersesat, putus asa, dan tak berdaya.

Terlepas dari Yesus Kristus, semua orang itu miskin secara rohani. Terlepas dari pendidikan, prestasi, atau pengetahuan agama kita, kita semua miskin rohani. Seberapa sering kita melihat seseorang yang dipenjara, gelandangan, atau pecandu narkoba dan berpikir, Nah, ini dia orang-orang yang miskin rohaninya. Kemudian kita melihat diri kita sendiri. Mungkin kita sudah lama menjalani kehidupan yang relatif mulus. Mungkin kita punya pendidikan yang baik atau telah mencapai prestasi-prestasi tertentu. Kita berkata, "Aku tidak semiskin orang itu." Di satu sisi, itu mungkin benar. Tetapi di sisi lain, itu tidak benar sama sekali. Di hadapan Allah, semua orang, miskin secara rohani dan tidak dapat membantu diri mereka sendiri.

Beberapa orang amat sulit mengakui hal ini. Sulit bagi kita untuk mengakui bahwa kita perlu menghubungi Tuhan, bahwa kita butuh pengampunan-Nya. Tetapi jika kita ingin diampuni, jika kita ingin bahagia, maka kita harus merendahkan diri dan mengakui kebutuhan kita.

Bacaan Alkitab Setahun :
Yosua 16-18; Lukas 2:1-24

Miskin di hadapan Allah berarti Anda menjadi orang yang rendah hati dan selalu mengakui Dia satu-satunya Tuhan (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Lauren).

Read more

0 Apa Itu Kebahagiaan ?

Mazmur 144: 15 Berbahagialah bangsa yang demikian keadaannya! Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah TUHAN!

Seorang pria yang sedang putus asa sedang mencari bantuan dan meminta nasihat dari seorang pendeta liberal. Melihat kesedihan pria ini, si pendeta berucap, "Lupakan hal-hal itu. Mengapa kau tidak pergi menonton komedian terkenal yang akan tampil malam ini? Saya dengar ia bisa membuat siapapun tertawa terbahak-bahak. Pergilah, dan kau akan lupa dengan kesedihanmu ini.

Setelah hening sejenak, orang itu berkata, "Sayalah si pelawak itu."

Apa itu kebahagiaan? Saya pikir versi dunia sangat berbeda dengan versi Alkitab. Kebahagiaan versi dunia tergantung pada keadaan. Jika tak ada masalah dengan kesehatan Anda, semua tagihan lunas, dan semuanya berjalan lancar, maka menurut filosofi dunia, Anda bahagia. Tetapi apabila seseorang memotong jalan Anda di jalan tol, atau jika ada sesuatu yang tak beres, maka tiba-tiba Anda tidak bahagia. Dunia mengatakan kebahagiaan Anda bergantung pada waktu-waktu tertentu.

Alkitab memberi kita pandangan yang sama sekali berbeda tentang hal yang disebut kebahagiaan. Menurut Alkitab, kebahagiaan sejati bukanlah sesuatu yang harus dicari dengan segera; kebahagiaan itu selalu merupakan hasil dari mencari sesuatu yang lain. Ketika kita mencoba untuk menjadi bahagia, ketika kita mencoba untuk puas, kita malah dapat yang sebaliknya. Tetapi ketika kita lupa akan hal-hal tersebut dan kembali kepada tujuan Allah menempatkan kita di bumi, tiba-tiba muncul kebahagiaan yang tak kita duga-duga dalam hidup kita. 

Ketika kita mencari kekudusan, kita akan menemukan kebahagiaan. Ketika kita mencari kebenaran, kita akan menjadi orang-orang yang bahagia, karena keinginan kita sejalan dengan kehendak Allah saat kita berjalan dengan-Nya. Dan kemudian di sisa hidup kita, kita akan menemukan keseimbangan hidup yang tepat.

Bacaan Alkitab Setahun :
Yosua 13-15; Lukas 1:57-80

Ketika kita mencari kebenaran, kita akan menjadi orang-orang yang bahagia, karena keinginan kita sejalan dengan kehendak Allah (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Menunggu Jawaban

Daniel 10:12 Lalu katanya kepadaku: "Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu.

Ada satu kisah menarik dalam kitab Daniel yang memperlihatkan satu pemandangan di belakang layar tentang apa yang terjadi saat kita berdoa. Alkitab mengatakan, suatu waktu Daniel sedang berdoa dan doanya tersebut sampai ke surga. Allah mendengar doa Daniel itu dan mengirimkan malaikat dengan sebuah berita khusus untuknya. Namun malaikat yang dikirim dari surga tersebut tertahan selama 21 hari karena ia sedang mengalami peperangan rohani melawan iblis yang kuat. Akibatnya, Allah mengutus Mikhael sang penghulu malaikat (Anda bisa katakan bahwa Mikhael adalah pemimpin pasukan malaikat.) Mikhael dikirim untuk mengalahkan kuasa setan itu, dan jawaban Allah pun akhirnya disampaikan kepada Daniel.Tapi dibutuhkan 21 hari sebelum jawaban dari Allah itu sampai kepada Daniel.

Kadang ketika Tuhan tidak menjawab doa kita secepat yang kita mau, kita menganggap Ia membiarkan kita jatuh. Tapi yang benar ialah kita perlu pahami jika penundaan bukan selalu berarti penolakan.

Ketika kita berdoa dan tidak melihat jawaban secepat yang kita inginkan, bisa jadi itu merupakan akibat dari pergumulan yang tidak bisa kita lihat. Mungkin ada peperangan rohani yang sedang berkecamuk di lubuk hati Anda. Mungkin Anda sedang mendoakan seseorang untuk mengenal Tuhan. Mungkin Anda sedang meminta Tuhan untuk menyembuhkan Anda. Mungkin Anda sedang meminta Tuhan untuk membuka pintu kesempatan bagi Anda untuk melayani-Nya. Jangan putus asa. Jangan patah semangat. Tetaplah berdoa. Yesus berkata agar kita terus meminta, terus mencari, terus mengetuk, dan pintu itu akan dibukakan. Tetaplah gigih. Dan lihat apa yang akan dilakukan Tuhan.

Bacaan Alkitab Setahun :
Yosua 7-9; Lukas 1:21-38

Jawaban dari Tuhan atas doa yang Anda panjatkan kadang belum langsung terlihat, namun tetaplah berdoa (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Berdoa Saja

1 Timotius 2:8 "Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan."

Tiga menteri tengah berdebat tentang sikap tubuh terbaik dalam berdoa. Yang pertama mengklaim bahwa cara terbaik untuk berdoa adalah dengan melipat kedua tangan dan mengacungkannya ke atas. Yang kedua bersikeras jika cara terbaik untuk berdoa adalah dengan belutut, sementara yang ketiga yakin cara terbaik untuk berdoa adalah dengan berbaring dengan wajah yang tersungkur di lantai.

Saat mereka berdebat, seorang teknisi dari perusahaan telepon mencuri dengar percakapan mereka saat ia bekerja di ruangan sebelah. Dia masuk ke ruangan itu dan berkata, "Permisi tuan-tuan, bukan maksud saya menyelak pembicaraan Anda, apalagi saya juga bukan seorang pendeta. Tapi saya sudah pernah merasakan doa yang paling berkuasa yang pernah saya ucapkan yaitu saat saya tergantung terbalik di atas tiang lisrik dari ketinggian 12 meter di atas tanah."

Saat kita melihat contoh-contoh doa di dalam Alkitab, kita paham jika posisi tubuh apapun tak masalah. Ada orang yang berdoa sambil berdiri, mengangkat tangan, berbaring, duduk, berlutut, membuka mata, menunduk, atau memukul-mukul dada mereka.

Kita juga mengerti bahwa tempat bukan jadi masalah. Ada orang yang berdoa di tengah medan perang, di dalam gua, di toilet, di taman, di atas gunung, di sungai, di laut, di jalan, di rumah, di tempat tidur, di penjara, di hutan belantara, bahkan di dalam perut ikan yang besar. Jadi dimanapun tempatnya, itu sah-sah saja.

Terakhir, kita mengerti bahwa waktu bukan jadi masalah. Ada orang yang berdoa di pagi hari, subuh buta, di malam hari, tiga kali sehari, sebelum makan, setelah makan, sebelum tidur, dan di tengah malam. Pagi, siang, malam sepanjang hari ialah waktu yang baik untuk berdoa. Bukankah luar biasa mengetahui hal ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yosua 4-6; Lukas 1:1-20

Anda bisa berdoa kapanpun, dimanapun, dan dalam sikap tubuh apapun. Jadi, berdoa saja.(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Yang Hebat Tentang Doa

1 Tesalonika 5:17 Tetaplah Berdoa.

Saya ingat dengan jelas ketika saya baru menjadi orang Kristen dan pertama kali berdoa. Seumur hidup saya tak pernah berdoa sebelumnya. Dan saya tak menyadari bahwa saya bisa mengenal Allah dengan sedemikian rupa, seperti berseru kepada-Nya dan mendengarkan Dia. Saya juga ingat pertama kali saya berdoa dengan sekelompok orang Kristen lainnya. Saya sangat gugup. Dalam setiap kata yang terucap, saya seakan-akan meledak dalam doa saya. Jantung saya berdebar dan tenggorokan saya kering.

Kadang kita pikir kita tidak tahu bagaimana caranya berdoa dengan baik karena kita tidak yakin bagaimana caranya mengungkapkan beberapa hal. Kita bertanya-tanya apakah harus menggunakan bahasa khusus atau berdoa dalam posisi tertentu. Bukan hal-hal ini yang menjadi masalah utama. Yang paling penting adalah hati kita. Yang hebat tentang doa ialah Allah terutama melihat hati kita. Bahkan jika doa kita tidak terstuktur dengan sempurna, jika itu tidak terucapkan dengan lancar,jika itu tidak datang dari hati yang tertuju kepada Allah, doa kita tetap menyenangkan hati-Nya.

Allah tahu istilah-istilah terbaru, jadi jangan khawatir. Dia mengerti apa yang Anda katakan. Dia tahu apa yang Anda pikirkan. Yang paling penting ialah untuk mulai berdoa. Cukup mulai dari tempat Anda berada dan berbicaralah kepada-Nya dari hati Anda.

Lukas 18:1 memberitahu kita bahwa Yesus memberi satu perumpamaan kepada para muridnya untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Jadi, luangkan waktu untuk berdoa. Anda dapat berdoa di rumah. Anda dapat berdoa saat Anda sedang terjebak macet.

Kita membaca dalam Alkitab bahwa orang-orang dari segala usia dan dari berbagai lapisan masyarakat berdoa setiap hari, selalu, dalam posisi dan dalam keadaan apa pun.

Bacaan Alkitab Setahun :
Yosua 1-3; Markus 16

Allah bisa mendengar doa kita kapan saja dan di mana saja. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie) (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Meminta Bantuan

Lukas 11:10 Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.

Alkitab menceritakan kisah Simon Petrus yang berjalan di atas air karena Yesus. Namun ketika ia mulai khawatir dengan keadaan yang mustahil ini, imannya goyah dan ia pun mulai tenggelam. Dia berteriak, Tuhan, selamatkan aku!"

Sebenarnya Yesus bisa saja dengan mudah berkata, "Di mana imanmu, Petrus? Kau yang menyebabkan masalah ini, kau yang tanggung akibatnya. Cobalah berenang. Namun Alkitab mengatakan, Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata:"Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?(Matius 14:31). Yesus mengatakannya dengan segera. Saya kagum akan hal ini. 

Ketika Anda mulai tenggelam dan berteriak, "Tuhan, selamatkan saya!" Dia akan segera meraih tangan Anda. Tapi Anda harus berseru meminta pertolongan-Nya. Hal ini sulit dilakukan bagi sebagian dari kita.

Sebagai seorang anak, saya menghabiskan banyak waktu di pantai. Suatu hari ketika saya tengah berselancar di pantai, satu ombak besar mulai mendekat ke arah saya. Jadi, saya melakukan apa yang seharusnya saya lakukan. Saya berenang ke arah ombak tersebut dan berenang di bawahnya. Ketika saya melihat ke atas, datang satu ombak lagi. Dan saya berenang di bawahnya juga. Satu per satu ombak menghantam saya. Orang-orang di pantai itu tampak seperti semut-semut kecil. Tiba-tiba, saya merasa lelah tak ada tenaga yang tersisa dan tak ada yang bisa saya pegang. Pada saat itu, saya sadar sedang dalam kesulitan.

Saya sadar bahwa saya punya dua pilihan. Saya bisa berteriak, "Tolong!" sehingga penjaga pantai akan datang dengan pelampungnya, tapi saya akan menjadi sangat malu karena teman-teman saya pasti akan menertawakan saya. Atau pilihan kedua, tenggelam dengan terhormat.

Saya memilih untuk berteriak minta tolong! Banyak dari kita tidak mau mengakui kebutuhan kita. Kita tidak mau berseru kepada Tuhan. Kita ingin mempertahankan martabat kita. Tapi setiap hari dalam hidup saya, saya membutuhkan tawaran keselamatan terbaik yang diberikan Allah. Dan itu juga yang harus Anda lakukan.

Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 32-34; Markus 15:26-47

Anda perlu meminta bantuan Tuhan karena kemampuan Anda terbatas dan percayalah Dia sanggup memberi pertolongan (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie) (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Bawa Bunga Anda Sekarang!

Matius 26:13 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia."

Cucu saya, Stella suka memetik bunga. Dia akan datang kepada saya dan dengan senyum di wajahnya yang cantik, dan berkata, "Ini untuk kakek! Dia selalu menghangatkan hati saya. Ada sebuah kisah dalam Alkitab tentang seorang wanita bernama Maria yang mengerti apa yang maksud ketika Ia berkata bahwa Ia akan mati. Meski entah kenapa, kata-kata-Nya itu tidak menembus pikiran murid-murid yang dipilih-Nya sendiri yang notabene telah menghabiskan setiap detik mereka bersama-Nya selama tiga tahun, Maria mengerti. 

Suatu malam, Yesus dan teman-teman-Nya berkumpul di rumah Simon di Betania. Maria mendengarkan saat Yesus diam-diam berbicara kepada para murid-Nya. Tetapi dengan intuisi yang melekat pada seorang wanita, ia melihat dan mendengar sesuatu yang tersembunyi. Dia melihat garis-garis wajah-Nya dan membaca dengan tepat pergumulan yang tercermin di mata-Nya. Batinnya mengatakan bahwa para murid salah mengartikan Kerajaan yang Dia maksud. Sang Guru bersungguh- sungguh dengan apa yang Ia katakan: Dia, secara harfiah, akan dibawa ke Yerusalem untuk disalibkan.

Maria pada mulanya tidak bisa memahami pesan yang begitu mengerikan itu, tetapi menerimanya karena Dia yang mengatakannya. Maka dia memutuskan untuk melakukan sesuatu. Maria tidak mau menunggu sampai meletakkan karangan bunga di pemakaman-Nya. Dia ingin membawa bunga itu sekarang! Dia mau memberikan yang terbaik yang ia bisa. 

Maka Maria mengambil parfum yang sangat mahal, yang mungkin pusaka keluarganya, dan menuangkannya di atas kepala Yesus. Beberapa orang marah padanya dan mengkritik dirinya karena menghabiskan banyak uang untuk parfum seharga sekitar $ 25.000 itu. Tapi dalam pikiran Maria, tidak ada yang terlalu baik untuk Yesus, dia ingin menunjukkan kasihnya kepada-Nya.

Yesus kagum dan bahkan memuji Maria untuk itu. Dia mengatakan, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia (Matius 26:13). Tidak ada yang sia-sia jika sesuatu diberikan dengan hati yang tulus untuk kemuliaan Allah.

Adalah hal baik untuk mengingat orang-orang yang Anda kasihi orang-orang yang telah mempengaruhi Anda sebagai seorang Kristen. Jangan tunggu sampai hari pemakaman mereka untuk mengatakannya. Katakan sekarang juga. Bawa bunga Anda sekarang.

Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 30-31; Markus 15:1-25

Adalah hal baik untuk mengingat orang-orang yang Anda kasihi hari ini danjangan tunda lagi (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie) (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Janji Dengan Tuhan

Kejadian 3:9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"

Selain berjalan selaras dengan Tuhan, Amos 3:3 memberi kita makna lain. Ayat ini juga memberi kita satu ide tentang menepati janji. Apakah Anda tahu bahwa Anda punya janji dengan Allah? Ya, Anda punya. Janji itu ada disana, tertulis di dalam kekekalan. Bahkan, Dia ingin bertemu dengan Anda setiap hari.

Saya penasaran berapa kali dalam sehari Allah ingin berbicara kepada kita tapi tidak bisa menyelak pembicaraan kita dengan orang lain. Dia mungkin berkata, "Aku ingin berbicara denganmu untuk waktu yang lama, tapi kau terlalu sibuk. Pagi ini Aku ingin berbicara denganmu, tetapi kau tak punya waktu untuk-Ku. Kau membaca koran dan menonton TV dan berbicara di telepon. Kau tak pernah membuka Firman. Kau tak pernah berdoa. Saat makan siang Aku mencoba mengatakan sesuatu, tapi doamu sangat cepat. Sore harinya Aku mencoba berbicara denganmu lagi, tapi kau masih sibuk. Ingatkah kau punya janji dengan-Ku? Mengapa kau tidak menepatinya?" Ingat bagaimana Adam membuat janji dengan Allah setiap hari di Taman Eden? Dia menantikan suara Allah di dinginnya malam di tengah Taman tersebut. Suatu hari Adam melewatkan janji itu karena dosa. Dan Allah berkata kepada Adam, "Dimanakah engkau?"

Saya ingin tahu apakah Tuhan juga mengatakan hal ini kepada beberapa dari kita setiap hari: Di manakah kau? Dari mana saja kau? Aku sudah lama menunggumu, Aku ingin berbicara denganmu, Aku ingin kau berjalan dengan-Ku, dan Aku ingin berjalan denganmu.

Bayangkan saja, Pencipta alam semesta ini ingin menghabiskan waktu dengan Anda! Apakah ada janji lain yang lebih layak ditepati dibanding ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 28-29; Markus 14:54-72

Anda punya janji kepada Allah tertulis di dalam kekekalan dan DIA ingin bertemu dengan Anda setiap hari (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Ikut Kehendak-Nya

Amos 3:3 Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?

Saya punya seekor anjing German Shepherd yang dulunya adalah anjing penuntun bagi orang buta. Karena dia memiliki sedikit kelainan di pangkal paha, maka ia diserahkan untuk diadopsi. Ketika kami membawanya pulang, dia sudah terlatih dengan sempurna. Kami bisa membawanya kemana saja. Dia senang duduk di sebelah kami. Bahkan jika ada anjing yang lewat di depannya, dia tidak peduli.

Ketika saya bisa mengendalikannya, saya melepaskan tali di lehernya dan membiarkan dia berkeliling di taman. Hari demi dia mulai bertingkah aneh. Hal berikutnya Anda pasti tahu, dia mulai menyerang anjing-anjing lain dan memburu kucing, kelinci dan tupai.

Saya menelepon pihak yayasan dan bertanya apa yang salah. Mereka bilang seharusnya saya tidak boleh membiarkan dia melakukan perilaku anjing. Seharusnya saya tidak boleh membiarkannya berhenti lalu membolehkannya mengendus di mana pun yang ia suka. Seharusnya saya tidak boleh membiarkannya mengejar kelinci. Lalu mereka memberi saya sebuah berangus yang harus dipasangkan ke moncongnya. Jika anjing sudah dipasang berangus maka dia akan menuruti perintah kita, karena dia akan kesakitan jika melawan dan menarik moncongnya. Dan setelah saya melepaskan berangusnya, dia kembali menjadi anjing yang penurut.

Kadang kita juga berperilaku seperti itu pada Tuhan. Kita menjalani kehidupan ini dengan gila, melakukan apa pun yang kita mau. Karena itulah, Dia menarik kita kembali ke jalur yang benar karena Dia ingin kita berjalan bersama-Nya.

Untuk berjalan dengan Tuhan berarti kita harus hidup selaras dengan-Nya. Kita harus pergi ke arah yang Dia ingin kita pergi.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda berjalan dengan Tuhan hari ini? Atau apakah Anda sedang menarik diri melawan Dia, mencoba melakukan segala sesuatu dengan cara Anda sendiri? Jika demikian, maka ini saatnya untuk berhenti, minta pengampunan-Nya, dan hidup harmonis dengan-Nya sekali lagi. 

Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 26-27; Markus 14:27-5

Ikut kehendak-Nya dan jangan menarik diri dari rencana-Nya (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Mengatasi Gangguan

1 Korintus 9:26 Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.

Pada perlombaan atletik di abad pertama, para pelari bertugas untuk berlari di jalur lintasannya masing- masing. Tiap pelari harus tetap berada di jalur yang sudah ditentukan. Begitu pun kita, saat Anda dan saya menjalankan perlombaan kehidupan ini, pesaing kita bukanlah sesama orang percaya. Kita bersaing dengan musuh-musuh kita, yaitu dunia, daging, dan Iblis. Tujuannya bukan untuk berlari lebih cepat dari orang lain. Tujuannya adalah untuk berlari lebih cepat dari pengaruh-pengaruh jahat yang bisa melemahkan kita.

Anda mungkin membenarkan lari Anda yang lambat dengan beralasan masih ada orang lain yang berlari dibelakang Anda. Memang benar. Tapi mungkin juga ada beberapa orang yang berlari di depan Anda. Maka sebab itu jangan pusing memikirkan siapa yang ada di belakang atau di depan Anda. Anda harus berlari untuk menyelesaikan perlombaan ini untuk diri Anda sendiri. Allah tidak memanggil Anda untuk berlari bagi orang lain. Masing- masing kita telah dipanggil untuk menjalankan perlombaan kita sendiri. Sebuah peristiwa dari kehidupan Petrus menggambarkan kebenaran ini. Setelah ia dipulihkan Tuhan dari penyangkalannya, Yesus berkata kepadanya, ikutlah Aku." Kemudian Dia menyatakan pada Petrus bagaimana ia akan mati dan memuliakan Allah. Saat mereka berbicara, Petrus melihat seorang murid lainnya, Yohanes, yang sedang berjalan mengikuti mereka di belakang. Petrus bertanya pada Yesus, Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini? (Yohanes 21:21).

Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku (ayat 22). Jika disederhanakan, jawaban-Nya, "Petrus, rencana-Ku untuk Yohanes bukanlah urusanmu. Lakukan saja apa yang sudah Kukatakan kepadamu. Biarkan saya bertanya pada Anda hari ini, apakah Anda hanya berusaha setengah hati dalam perlombaan kehidupan ini? Atau apakah Anda berlari untuk menang?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 23-25; Markus 14:1-26

Mari berlarilah untuk menang. Tuhan Allah dipihak kita (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

Ibadah Doa Pagi

Ibadah Doa Pagi

Popular Post

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More