• slide 1

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010 GSJA Sword bertempat di JL Kartini 8 No.1A...

  • slide 2

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00 kelas terbagi ke dalam tiga kelas: Little Heaven, Kingdom Kid dan Christ Crew...

  • slide 3

    Ibadah Pelajar

    Ibadah yang dihadiri oleh para pelajar yang masih sekolah dan berkuliah, segment keterlibatan dalam drama...

  • slide 4

    Tim Musik GSJA Sword

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah terdiri dari : Agus - Gitaris, Julius dan sylvi- Keyboard, Yanto dan Edy - Drum, Randy - Bass...

  • slide 5

    Drama Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword dalam perayaan Harnas Wanita 2011...

  • slide 6

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011 yang berlangsung di gedung gereja sendiri, sederhana namun membawa hikmat dan berkat tersendiri...

  • slide 7

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword saat perayaan Natal 2010...

  • slide 8

    Natal GSJA Sword, 17 Des 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword pada tanggal 17 Des 2011...

  • slide 9

    Imlek GSJA Sword, 22 Jan 2012

    Ibadah Saat Imlek di GSJA Sword pada tanggal 22 Januari 2012...

  • slide 10

    Gathering Pekerja GSJA Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

  • slide nav 1

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010...
  • slide nav 2

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00...
  • slide nav 3

    Ibadah Pelajar

    Ibadah yang dihadiri oleh para pelajar yang masih sekolah dan berkuliah...
  • slide nav 4

    Tim Musik

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah...
  • slide nav 5

    Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword...
  • slide nav 6

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011...
  • slide nav 7

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword...
  • slide nav 8

    Natal GSJA Sword 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword, 17 Des 2011...
  • slide nav 9

    Imlek GSJA Sword 2012

    Ibadah Saat imlek di GSJA Sword, 22 Januari 2012...
  • slide nav 10

    Gathering Pekerja Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words Of OuR LorD)

Latest from Blog

Menara Doa

Menara Doa

Radio SSK - Pernikahan Dini

Radio SSK - Pernikahan Dini

Doa Fajar

Doa Fajar

Delete this element to display blogger navbar

0 Miskin Dihadapan Allah

Matius 5:2-3 Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Ketika Yesus berkata, "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah," kata miskin yang Ia gunakan disini berarti, orang yang menciut, meringkuk ketakutan, atau ngeri Pernyataan ini menggambarkan orang miskin yang benar-benar tergantung pada orang lain untuk membantu mereka. 

Tetapi Yesus tidak hanya mengatakan, "Berbahagialah orang yang miskin." Dia mengatakan, "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah." Disini Yesus tidak sedang berbicara tentang kondisi ekonomi seseorang, tapi tentang kondisi rohani mereka. Kiranya kita tidak mensalahartikan pesan-Nya: Orang yang diberkati atau bahagia adalah orang yang mengakui kemiskinan rohaninya, ia terputus dari Allah. Orang yang bahagia adalah pria atau wanita yang melihat seperti apa diri mereka sebenarnya di mata Allah: orang yang tersesat, putus asa, dan tak berdaya.

Terlepas dari Yesus Kristus, semua orang itu miskin secara rohani. Terlepas dari pendidikan, prestasi, atau pengetahuan agama kita, kita semua miskin rohani. Seberapa sering kita melihat seseorang yang dipenjara, gelandangan, atau pecandu narkoba dan berpikir, Nah, ini dia orang-orang yang miskin rohaninya. Kemudian kita melihat diri kita sendiri. Mungkin kita sudah lama menjalani kehidupan yang relatif mulus. Mungkin kita punya pendidikan yang baik atau telah mencapai prestasi-prestasi tertentu. Kita berkata, "Aku tidak semiskin orang itu." Di satu sisi, itu mungkin benar. Tetapi di sisi lain, itu tidak benar sama sekali. Di hadapan Allah, semua orang, miskin secara rohani dan tidak dapat membantu diri mereka sendiri.

Beberapa orang amat sulit mengakui hal ini. Sulit bagi kita untuk mengakui bahwa kita perlu menghubungi Tuhan, bahwa kita butuh pengampunan-Nya. Tetapi jika kita ingin diampuni, jika kita ingin bahagia, maka kita harus merendahkan diri dan mengakui kebutuhan kita.

Bacaan Alkitab Setahun :
Yosua 16-18; Lukas 2:1-24

Miskin di hadapan Allah berarti Anda menjadi orang yang rendah hati dan selalu mengakui Dia satu-satunya Tuhan (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Lauren).

Read more

0 Apa Itu Kebahagiaan ?

Mazmur 144: 15 Berbahagialah bangsa yang demikian keadaannya! Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah TUHAN!

Seorang pria yang sedang putus asa sedang mencari bantuan dan meminta nasihat dari seorang pendeta liberal. Melihat kesedihan pria ini, si pendeta berucap, "Lupakan hal-hal itu. Mengapa kau tidak pergi menonton komedian terkenal yang akan tampil malam ini? Saya dengar ia bisa membuat siapapun tertawa terbahak-bahak. Pergilah, dan kau akan lupa dengan kesedihanmu ini.

Setelah hening sejenak, orang itu berkata, "Sayalah si pelawak itu."

Apa itu kebahagiaan? Saya pikir versi dunia sangat berbeda dengan versi Alkitab. Kebahagiaan versi dunia tergantung pada keadaan. Jika tak ada masalah dengan kesehatan Anda, semua tagihan lunas, dan semuanya berjalan lancar, maka menurut filosofi dunia, Anda bahagia. Tetapi apabila seseorang memotong jalan Anda di jalan tol, atau jika ada sesuatu yang tak beres, maka tiba-tiba Anda tidak bahagia. Dunia mengatakan kebahagiaan Anda bergantung pada waktu-waktu tertentu.

Alkitab memberi kita pandangan yang sama sekali berbeda tentang hal yang disebut kebahagiaan. Menurut Alkitab, kebahagiaan sejati bukanlah sesuatu yang harus dicari dengan segera; kebahagiaan itu selalu merupakan hasil dari mencari sesuatu yang lain. Ketika kita mencoba untuk menjadi bahagia, ketika kita mencoba untuk puas, kita malah dapat yang sebaliknya. Tetapi ketika kita lupa akan hal-hal tersebut dan kembali kepada tujuan Allah menempatkan kita di bumi, tiba-tiba muncul kebahagiaan yang tak kita duga-duga dalam hidup kita. 

Ketika kita mencari kekudusan, kita akan menemukan kebahagiaan. Ketika kita mencari kebenaran, kita akan menjadi orang-orang yang bahagia, karena keinginan kita sejalan dengan kehendak Allah saat kita berjalan dengan-Nya. Dan kemudian di sisa hidup kita, kita akan menemukan keseimbangan hidup yang tepat.

Bacaan Alkitab Setahun :
Yosua 13-15; Lukas 1:57-80

Ketika kita mencari kebenaran, kita akan menjadi orang-orang yang bahagia, karena keinginan kita sejalan dengan kehendak Allah (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Menunggu Jawaban

Daniel 10:12 Lalu katanya kepadaku: "Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu.

Ada satu kisah menarik dalam kitab Daniel yang memperlihatkan satu pemandangan di belakang layar tentang apa yang terjadi saat kita berdoa. Alkitab mengatakan, suatu waktu Daniel sedang berdoa dan doanya tersebut sampai ke surga. Allah mendengar doa Daniel itu dan mengirimkan malaikat dengan sebuah berita khusus untuknya. Namun malaikat yang dikirim dari surga tersebut tertahan selama 21 hari karena ia sedang mengalami peperangan rohani melawan iblis yang kuat. Akibatnya, Allah mengutus Mikhael sang penghulu malaikat (Anda bisa katakan bahwa Mikhael adalah pemimpin pasukan malaikat.) Mikhael dikirim untuk mengalahkan kuasa setan itu, dan jawaban Allah pun akhirnya disampaikan kepada Daniel.Tapi dibutuhkan 21 hari sebelum jawaban dari Allah itu sampai kepada Daniel.

Kadang ketika Tuhan tidak menjawab doa kita secepat yang kita mau, kita menganggap Ia membiarkan kita jatuh. Tapi yang benar ialah kita perlu pahami jika penundaan bukan selalu berarti penolakan.

Ketika kita berdoa dan tidak melihat jawaban secepat yang kita inginkan, bisa jadi itu merupakan akibat dari pergumulan yang tidak bisa kita lihat. Mungkin ada peperangan rohani yang sedang berkecamuk di lubuk hati Anda. Mungkin Anda sedang mendoakan seseorang untuk mengenal Tuhan. Mungkin Anda sedang meminta Tuhan untuk menyembuhkan Anda. Mungkin Anda sedang meminta Tuhan untuk membuka pintu kesempatan bagi Anda untuk melayani-Nya. Jangan putus asa. Jangan patah semangat. Tetaplah berdoa. Yesus berkata agar kita terus meminta, terus mencari, terus mengetuk, dan pintu itu akan dibukakan. Tetaplah gigih. Dan lihat apa yang akan dilakukan Tuhan.

Bacaan Alkitab Setahun :
Yosua 7-9; Lukas 1:21-38

Jawaban dari Tuhan atas doa yang Anda panjatkan kadang belum langsung terlihat, namun tetaplah berdoa (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Berdoa Saja

1 Timotius 2:8 "Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan."

Tiga menteri tengah berdebat tentang sikap tubuh terbaik dalam berdoa. Yang pertama mengklaim bahwa cara terbaik untuk berdoa adalah dengan melipat kedua tangan dan mengacungkannya ke atas. Yang kedua bersikeras jika cara terbaik untuk berdoa adalah dengan belutut, sementara yang ketiga yakin cara terbaik untuk berdoa adalah dengan berbaring dengan wajah yang tersungkur di lantai.

Saat mereka berdebat, seorang teknisi dari perusahaan telepon mencuri dengar percakapan mereka saat ia bekerja di ruangan sebelah. Dia masuk ke ruangan itu dan berkata, "Permisi tuan-tuan, bukan maksud saya menyelak pembicaraan Anda, apalagi saya juga bukan seorang pendeta. Tapi saya sudah pernah merasakan doa yang paling berkuasa yang pernah saya ucapkan yaitu saat saya tergantung terbalik di atas tiang lisrik dari ketinggian 12 meter di atas tanah."

Saat kita melihat contoh-contoh doa di dalam Alkitab, kita paham jika posisi tubuh apapun tak masalah. Ada orang yang berdoa sambil berdiri, mengangkat tangan, berbaring, duduk, berlutut, membuka mata, menunduk, atau memukul-mukul dada mereka.

Kita juga mengerti bahwa tempat bukan jadi masalah. Ada orang yang berdoa di tengah medan perang, di dalam gua, di toilet, di taman, di atas gunung, di sungai, di laut, di jalan, di rumah, di tempat tidur, di penjara, di hutan belantara, bahkan di dalam perut ikan yang besar. Jadi dimanapun tempatnya, itu sah-sah saja.

Terakhir, kita mengerti bahwa waktu bukan jadi masalah. Ada orang yang berdoa di pagi hari, subuh buta, di malam hari, tiga kali sehari, sebelum makan, setelah makan, sebelum tidur, dan di tengah malam. Pagi, siang, malam sepanjang hari ialah waktu yang baik untuk berdoa. Bukankah luar biasa mengetahui hal ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yosua 4-6; Lukas 1:1-20

Anda bisa berdoa kapanpun, dimanapun, dan dalam sikap tubuh apapun. Jadi, berdoa saja.(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Yang Hebat Tentang Doa

1 Tesalonika 5:17 Tetaplah Berdoa.

Saya ingat dengan jelas ketika saya baru menjadi orang Kristen dan pertama kali berdoa. Seumur hidup saya tak pernah berdoa sebelumnya. Dan saya tak menyadari bahwa saya bisa mengenal Allah dengan sedemikian rupa, seperti berseru kepada-Nya dan mendengarkan Dia. Saya juga ingat pertama kali saya berdoa dengan sekelompok orang Kristen lainnya. Saya sangat gugup. Dalam setiap kata yang terucap, saya seakan-akan meledak dalam doa saya. Jantung saya berdebar dan tenggorokan saya kering.

Kadang kita pikir kita tidak tahu bagaimana caranya berdoa dengan baik karena kita tidak yakin bagaimana caranya mengungkapkan beberapa hal. Kita bertanya-tanya apakah harus menggunakan bahasa khusus atau berdoa dalam posisi tertentu. Bukan hal-hal ini yang menjadi masalah utama. Yang paling penting adalah hati kita. Yang hebat tentang doa ialah Allah terutama melihat hati kita. Bahkan jika doa kita tidak terstuktur dengan sempurna, jika itu tidak terucapkan dengan lancar,jika itu tidak datang dari hati yang tertuju kepada Allah, doa kita tetap menyenangkan hati-Nya.

Allah tahu istilah-istilah terbaru, jadi jangan khawatir. Dia mengerti apa yang Anda katakan. Dia tahu apa yang Anda pikirkan. Yang paling penting ialah untuk mulai berdoa. Cukup mulai dari tempat Anda berada dan berbicaralah kepada-Nya dari hati Anda.

Lukas 18:1 memberitahu kita bahwa Yesus memberi satu perumpamaan kepada para muridnya untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Jadi, luangkan waktu untuk berdoa. Anda dapat berdoa di rumah. Anda dapat berdoa saat Anda sedang terjebak macet.

Kita membaca dalam Alkitab bahwa orang-orang dari segala usia dan dari berbagai lapisan masyarakat berdoa setiap hari, selalu, dalam posisi dan dalam keadaan apa pun.

Bacaan Alkitab Setahun :
Yosua 1-3; Markus 16

Allah bisa mendengar doa kita kapan saja dan di mana saja. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie) (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Meminta Bantuan

Lukas 11:10 Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.

Alkitab menceritakan kisah Simon Petrus yang berjalan di atas air karena Yesus. Namun ketika ia mulai khawatir dengan keadaan yang mustahil ini, imannya goyah dan ia pun mulai tenggelam. Dia berteriak, Tuhan, selamatkan aku!"

Sebenarnya Yesus bisa saja dengan mudah berkata, "Di mana imanmu, Petrus? Kau yang menyebabkan masalah ini, kau yang tanggung akibatnya. Cobalah berenang. Namun Alkitab mengatakan, Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata:"Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?(Matius 14:31). Yesus mengatakannya dengan segera. Saya kagum akan hal ini. 

Ketika Anda mulai tenggelam dan berteriak, "Tuhan, selamatkan saya!" Dia akan segera meraih tangan Anda. Tapi Anda harus berseru meminta pertolongan-Nya. Hal ini sulit dilakukan bagi sebagian dari kita.

Sebagai seorang anak, saya menghabiskan banyak waktu di pantai. Suatu hari ketika saya tengah berselancar di pantai, satu ombak besar mulai mendekat ke arah saya. Jadi, saya melakukan apa yang seharusnya saya lakukan. Saya berenang ke arah ombak tersebut dan berenang di bawahnya. Ketika saya melihat ke atas, datang satu ombak lagi. Dan saya berenang di bawahnya juga. Satu per satu ombak menghantam saya. Orang-orang di pantai itu tampak seperti semut-semut kecil. Tiba-tiba, saya merasa lelah tak ada tenaga yang tersisa dan tak ada yang bisa saya pegang. Pada saat itu, saya sadar sedang dalam kesulitan.

Saya sadar bahwa saya punya dua pilihan. Saya bisa berteriak, "Tolong!" sehingga penjaga pantai akan datang dengan pelampungnya, tapi saya akan menjadi sangat malu karena teman-teman saya pasti akan menertawakan saya. Atau pilihan kedua, tenggelam dengan terhormat.

Saya memilih untuk berteriak minta tolong! Banyak dari kita tidak mau mengakui kebutuhan kita. Kita tidak mau berseru kepada Tuhan. Kita ingin mempertahankan martabat kita. Tapi setiap hari dalam hidup saya, saya membutuhkan tawaran keselamatan terbaik yang diberikan Allah. Dan itu juga yang harus Anda lakukan.

Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 32-34; Markus 15:26-47

Anda perlu meminta bantuan Tuhan karena kemampuan Anda terbatas dan percayalah Dia sanggup memberi pertolongan (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie) (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Bawa Bunga Anda Sekarang!

Matius 26:13 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia."

Cucu saya, Stella suka memetik bunga. Dia akan datang kepada saya dan dengan senyum di wajahnya yang cantik, dan berkata, "Ini untuk kakek! Dia selalu menghangatkan hati saya. Ada sebuah kisah dalam Alkitab tentang seorang wanita bernama Maria yang mengerti apa yang maksud ketika Ia berkata bahwa Ia akan mati. Meski entah kenapa, kata-kata-Nya itu tidak menembus pikiran murid-murid yang dipilih-Nya sendiri yang notabene telah menghabiskan setiap detik mereka bersama-Nya selama tiga tahun, Maria mengerti. 

Suatu malam, Yesus dan teman-teman-Nya berkumpul di rumah Simon di Betania. Maria mendengarkan saat Yesus diam-diam berbicara kepada para murid-Nya. Tetapi dengan intuisi yang melekat pada seorang wanita, ia melihat dan mendengar sesuatu yang tersembunyi. Dia melihat garis-garis wajah-Nya dan membaca dengan tepat pergumulan yang tercermin di mata-Nya. Batinnya mengatakan bahwa para murid salah mengartikan Kerajaan yang Dia maksud. Sang Guru bersungguh- sungguh dengan apa yang Ia katakan: Dia, secara harfiah, akan dibawa ke Yerusalem untuk disalibkan.

Maria pada mulanya tidak bisa memahami pesan yang begitu mengerikan itu, tetapi menerimanya karena Dia yang mengatakannya. Maka dia memutuskan untuk melakukan sesuatu. Maria tidak mau menunggu sampai meletakkan karangan bunga di pemakaman-Nya. Dia ingin membawa bunga itu sekarang! Dia mau memberikan yang terbaik yang ia bisa. 

Maka Maria mengambil parfum yang sangat mahal, yang mungkin pusaka keluarganya, dan menuangkannya di atas kepala Yesus. Beberapa orang marah padanya dan mengkritik dirinya karena menghabiskan banyak uang untuk parfum seharga sekitar $ 25.000 itu. Tapi dalam pikiran Maria, tidak ada yang terlalu baik untuk Yesus, dia ingin menunjukkan kasihnya kepada-Nya.

Yesus kagum dan bahkan memuji Maria untuk itu. Dia mengatakan, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia (Matius 26:13). Tidak ada yang sia-sia jika sesuatu diberikan dengan hati yang tulus untuk kemuliaan Allah.

Adalah hal baik untuk mengingat orang-orang yang Anda kasihi orang-orang yang telah mempengaruhi Anda sebagai seorang Kristen. Jangan tunggu sampai hari pemakaman mereka untuk mengatakannya. Katakan sekarang juga. Bawa bunga Anda sekarang.

Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 30-31; Markus 15:1-25

Adalah hal baik untuk mengingat orang-orang yang Anda kasihi hari ini danjangan tunda lagi (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie) (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Janji Dengan Tuhan

Kejadian 3:9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"

Selain berjalan selaras dengan Tuhan, Amos 3:3 memberi kita makna lain. Ayat ini juga memberi kita satu ide tentang menepati janji. Apakah Anda tahu bahwa Anda punya janji dengan Allah? Ya, Anda punya. Janji itu ada disana, tertulis di dalam kekekalan. Bahkan, Dia ingin bertemu dengan Anda setiap hari.

Saya penasaran berapa kali dalam sehari Allah ingin berbicara kepada kita tapi tidak bisa menyelak pembicaraan kita dengan orang lain. Dia mungkin berkata, "Aku ingin berbicara denganmu untuk waktu yang lama, tapi kau terlalu sibuk. Pagi ini Aku ingin berbicara denganmu, tetapi kau tak punya waktu untuk-Ku. Kau membaca koran dan menonton TV dan berbicara di telepon. Kau tak pernah membuka Firman. Kau tak pernah berdoa. Saat makan siang Aku mencoba mengatakan sesuatu, tapi doamu sangat cepat. Sore harinya Aku mencoba berbicara denganmu lagi, tapi kau masih sibuk. Ingatkah kau punya janji dengan-Ku? Mengapa kau tidak menepatinya?" Ingat bagaimana Adam membuat janji dengan Allah setiap hari di Taman Eden? Dia menantikan suara Allah di dinginnya malam di tengah Taman tersebut. Suatu hari Adam melewatkan janji itu karena dosa. Dan Allah berkata kepada Adam, "Dimanakah engkau?"

Saya ingin tahu apakah Tuhan juga mengatakan hal ini kepada beberapa dari kita setiap hari: Di manakah kau? Dari mana saja kau? Aku sudah lama menunggumu, Aku ingin berbicara denganmu, Aku ingin kau berjalan dengan-Ku, dan Aku ingin berjalan denganmu.

Bayangkan saja, Pencipta alam semesta ini ingin menghabiskan waktu dengan Anda! Apakah ada janji lain yang lebih layak ditepati dibanding ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 28-29; Markus 14:54-72

Anda punya janji kepada Allah tertulis di dalam kekekalan dan DIA ingin bertemu dengan Anda setiap hari (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Ikut Kehendak-Nya

Amos 3:3 Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?

Saya punya seekor anjing German Shepherd yang dulunya adalah anjing penuntun bagi orang buta. Karena dia memiliki sedikit kelainan di pangkal paha, maka ia diserahkan untuk diadopsi. Ketika kami membawanya pulang, dia sudah terlatih dengan sempurna. Kami bisa membawanya kemana saja. Dia senang duduk di sebelah kami. Bahkan jika ada anjing yang lewat di depannya, dia tidak peduli.

Ketika saya bisa mengendalikannya, saya melepaskan tali di lehernya dan membiarkan dia berkeliling di taman. Hari demi dia mulai bertingkah aneh. Hal berikutnya Anda pasti tahu, dia mulai menyerang anjing-anjing lain dan memburu kucing, kelinci dan tupai.

Saya menelepon pihak yayasan dan bertanya apa yang salah. Mereka bilang seharusnya saya tidak boleh membiarkan dia melakukan perilaku anjing. Seharusnya saya tidak boleh membiarkannya berhenti lalu membolehkannya mengendus di mana pun yang ia suka. Seharusnya saya tidak boleh membiarkannya mengejar kelinci. Lalu mereka memberi saya sebuah berangus yang harus dipasangkan ke moncongnya. Jika anjing sudah dipasang berangus maka dia akan menuruti perintah kita, karena dia akan kesakitan jika melawan dan menarik moncongnya. Dan setelah saya melepaskan berangusnya, dia kembali menjadi anjing yang penurut.

Kadang kita juga berperilaku seperti itu pada Tuhan. Kita menjalani kehidupan ini dengan gila, melakukan apa pun yang kita mau. Karena itulah, Dia menarik kita kembali ke jalur yang benar karena Dia ingin kita berjalan bersama-Nya.

Untuk berjalan dengan Tuhan berarti kita harus hidup selaras dengan-Nya. Kita harus pergi ke arah yang Dia ingin kita pergi.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda berjalan dengan Tuhan hari ini? Atau apakah Anda sedang menarik diri melawan Dia, mencoba melakukan segala sesuatu dengan cara Anda sendiri? Jika demikian, maka ini saatnya untuk berhenti, minta pengampunan-Nya, dan hidup harmonis dengan-Nya sekali lagi. 

Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 26-27; Markus 14:27-5

Ikut kehendak-Nya dan jangan menarik diri dari rencana-Nya (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Mengatasi Gangguan

1 Korintus 9:26 Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.

Pada perlombaan atletik di abad pertama, para pelari bertugas untuk berlari di jalur lintasannya masing- masing. Tiap pelari harus tetap berada di jalur yang sudah ditentukan. Begitu pun kita, saat Anda dan saya menjalankan perlombaan kehidupan ini, pesaing kita bukanlah sesama orang percaya. Kita bersaing dengan musuh-musuh kita, yaitu dunia, daging, dan Iblis. Tujuannya bukan untuk berlari lebih cepat dari orang lain. Tujuannya adalah untuk berlari lebih cepat dari pengaruh-pengaruh jahat yang bisa melemahkan kita.

Anda mungkin membenarkan lari Anda yang lambat dengan beralasan masih ada orang lain yang berlari dibelakang Anda. Memang benar. Tapi mungkin juga ada beberapa orang yang berlari di depan Anda. Maka sebab itu jangan pusing memikirkan siapa yang ada di belakang atau di depan Anda. Anda harus berlari untuk menyelesaikan perlombaan ini untuk diri Anda sendiri. Allah tidak memanggil Anda untuk berlari bagi orang lain. Masing- masing kita telah dipanggil untuk menjalankan perlombaan kita sendiri. Sebuah peristiwa dari kehidupan Petrus menggambarkan kebenaran ini. Setelah ia dipulihkan Tuhan dari penyangkalannya, Yesus berkata kepadanya, ikutlah Aku." Kemudian Dia menyatakan pada Petrus bagaimana ia akan mati dan memuliakan Allah. Saat mereka berbicara, Petrus melihat seorang murid lainnya, Yohanes, yang sedang berjalan mengikuti mereka di belakang. Petrus bertanya pada Yesus, Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini? (Yohanes 21:21).

Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku (ayat 22). Jika disederhanakan, jawaban-Nya, "Petrus, rencana-Ku untuk Yohanes bukanlah urusanmu. Lakukan saja apa yang sudah Kukatakan kepadamu. Biarkan saya bertanya pada Anda hari ini, apakah Anda hanya berusaha setengah hati dalam perlombaan kehidupan ini? Atau apakah Anda berlari untuk menang?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 23-25; Markus 14:1-26

Mari berlarilah untuk menang. Tuhan Allah dipihak kita (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Tetap Fokus

Ibrani 12: 1-2 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Ketika saya SMA, saya ikut klub atletik. Saya cukup jago dalam lari jarak pendek, tapi tidak dengan lari jarak jauh. Ditambah lagi, saya benci latihan. Tetapi jika kebetulan saya melihat gadis cantik di tribun penonton, saya seperti menemukan motivasi baru untuk berlari sekencang- kencangnya.

Saat kita berlari dalam perlombaan kehidupan ini, kita memiliki motivasi yang lebih baik ketimbang apa yang kita pikirkan sewaktu kita SMA. Kita berlari untuk satu penonton, yaitu Yesus Kristus. Dia sedang mengawasi kita. Dia sedang berdoa untuk kita. Bahkan, Alkitab mengatakan bahwa Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara kita (lihat Ibrani 7:25).

Inilah yang memberikan Stefanus muda keberanian saat ia berdiri di hadapan para penuduhnya yang siap membunuh dia. Penuh dengan Roh Kudus, ia menatap langit dan berkata, "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah (Kisah Para Rasul 7:56). Melihat Yesus memberi Stefanus kemampuan untuk berlari dan menyelesaikan perlombaan kehidupan.

Melihat Yesus juga memberi Simon Petrus kemampuan untuk berjalan di atas air. Saat ia memusatkan pandangannya kepada Allah, Dia melakukan hal yang mustahil.

Sangatlah penting bagi kita untuk memusatkan pandangan kita hanya pada Yesus. Mengapa? Karena situasi keadaan akan mengecewakan, bahkan kadang, menghancurkan kita. Orang-orang akan mengecewakan dan mengkandaskan harapan-harapan kita. Perasaan kita akan terus berubah. Tetapi Yesus akan selalu berada di sana untuk menghibur kita.

Dia sedang berlari memimpin Anda, Dia adalah Sang Pemenang utama, dan Dia akan menunjukkan cara pada kita untuk menjalankan balapan ini. Namun Anda harus terus mengarahkan hati Anda kepada-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 20-22; Markus 13:21-37

Arahkan hati Anda kepada-Nya dan dipastikan bahwa Anda akan mencapai garis finish menjadi pemenang (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Dibentuk Oleh Penderitaan 2

Ibrani 12: 1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.

Saya pernah dengar tentang pemain biola terkenal yang ditanya tentang rahasia di balik konsernya yang spektakuler. Jawabnya, Pengabaian yang terencana. Apapun yang mencegah saya untuk berlati, harus saya abaikan.

Saya pikir sebagian dari kita juga bisa menggunakan metode ini dalam hidup kita karena ada lebih banyak sampah di dalam rutinitas kita yang tak kita sadari. Jika Anda tak percaya pada saya, coba pindah rumah. Anda akan terkejut berapa banyak sampah yang bisa Anda kumpulkan.

Hal yang sama berlaku dalam kehidupan kita. Kita melakukan hal-hal yang tak perlu. Secara berkala, kita perlu membuang kelebihan beban ini dan merelakannya pergi.

Ketika balapan kehidupan menjadi kian sulit, kita cenderung menyalahkan keadaan, orang lain, bahkan kadang Tuhan. Tapi kita harus ingat bahwa jika kita tersandung atau jatuh, itu adalah kesalahan kita sendiri. Alkitab mengatakan bahwa Allah, dengan kuasa ilahi-Nya, telah menganugerahkan kepada kita segal asesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib (2 Petrus 1:3).

Alkitab juga mengatakan kepada kita untuk mengesampingkan beban dan dosa yang menghalangi kemajuan kita (lihat Ibrani 12:1). Perhatikan perbedaan ini: kita tidak hanya harus mengesampingkan dosa; kita juga harus menanggalkan beban kita. Kiranya Anda tanyakan ini pada diri sendiri: Apakah keasikan atau kegiatan dalam hidup saya ini adalah sayap atau beban? Dengan kata lain, apakah itu mempercepat langkah saya dalam balapan kehidupan ini? Atau apakah itu sebuah beban? - sesuatu yang memperlambat perjalanan saya? 

Daud memiliki ide yang tepat dalam hal berdoa, dia berseru, Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal! (Mazmur 139:23-24).

Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 17-19; Markus 13:1-20

Dengan kuasa ilahi-Nya Dia memberikan kuasa kepada Anda untuk menyelesaikan beban-beban yang sedang Anda alami (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Dibentuk Oleh Penderitaan

2 Korintus 12:10 "Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat." 

Pada kunjungan saya baru-baru ini ke Carolina Utara, saya mengendarai mobil saya melewati sebuah kota bernama Mocksville (mock = mengejek). Sepantasnya saya lahir di sana. Sebelum menjadi orang Kristen, saya selalu suka mengejek dan mengolok-olok orang lain. Tapi ketika saya menjadi pengikut Yesus, saya terkejut mendapati bahwa sayalah yang sekarang diejek. Orang-orang menertawakan saya karena iman saya di dalam Kristus.

Ini juga yang dialami Paulus, namun dalam konteks yang jauh lebih ektstrim. Tepat setelah pertobatannya, ia mulai memberitakan Injil di Damaskus. Namun karena begitu tangguh dan hebatnya dia meyakinkan banyak orang, para pemimpin agama menginginkan dia mati. 

Orang-orang Kristen mengetahui kabar ini dan menyusun rencana untuk membantu Paulus melarikan diri. Mereka menyembunyikannya ke dalam keranjang dan menurunkannya dari tembok kota di malam hari. Sungguh ironis! Sebelumnya, hanya dalam waktu singkat, ia adalah Saulus dari Tarsus, sang penganiaya orang Kristen yang begitu ditakuti. Tapi kemudian terjadi yang sebaliknya, sang pemburu malah diburu. Dia mengalami apa yang ia lakukan pada orang lain dulu.

Perubahan namanya dari Saul menjadi Paulus memberi kita pengertian mendalam akan satu transformasi yang sejati. Raja pertama Israel bernama Saul, sebuah nama yang besar, tapi nama Paulus adalah kebalikannya yang berarti "kecil." Kita bisa lihat, Allah telah merubah Paulus menjadi seseorang yang rendah hati.

Kadang kita ingin Allah membawa pergi hal-hal tertentu dari dalam hidup kita yang membuat kita menderita. Kita berdoa siang malam agar masalah itu diangkat. Tapi apakah kita pernah berpikir bahwa Dia menggunakannya untuk mengubah kita dan membuat kita menjadi lebih seperti Dia?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 14-16; Markus 12:28-44

Dia menggunakan masalah untuk mengubah hidup Anda agar sama seperti Dia, jadi kuatkanlah dan teguhkan hati Anda (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Bagian Dari Keluarga

Roma 12:4-5 Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.

Kadang orang memperlakukan gereja layaknya sebuah restoran - datang dengan mentalitas konsumen. Aku ingin pergi ke restoran ini. Oh, kita sudah pergi kesana dua minggu lalu. Ayo kita pergi ke gereja ini. . . . Tapi gereja bukanlah sebuah restoran. Gereja adalah sebuah keluarga, dan Anda perlu menjadi bagian dari keluarga itu.

Anda pun harus terlibat di dalamnya. Mungkin salah satu alasan beberapa orang merasa seakan-akan tak puas dengan satu gereja adalah karena mereka hanya datang sebentar-sebentar dan tidak berkomitmen dengan diri mereka sendiri. Tetapi jika mereka mau menetap dan menjadi bagian dari pekerjaan Tuhan, maka itu akan mengubah mereka.

Jika Anda sudah datang ke satu gereja selama lebih dari dua tahun, maka Anda harus terlibat dalam pelayanan disana. Anda mungkin tidak dipanggil untuk berkhotbah, tetapi ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk gereja. Setiap orang punya bagiannya. Alkitab mengatakan, "Demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita (Roma 12:5-6).

Tak masalah untuk datang dan dilayani di gereja, tapi harus datang satu titik dimana Anda mulai tumbuh dewasa secara rohani dan memutuskan untuk mulai melayani. Sebab jika Anda terlibat di dalamnya, di kemudian hari Anda akan mendapati bahwa segalanya berubah untuk Anda.

Jadi mari kita berhenti berpikir bahwa gereja adalah milik mereka (para pelayan gereja) dan mulai berpikir bahwa gereja adalah kita. Jadilah bagian dari keluarga Allah. Terimalah anugerah yang telah Allah berikan kepada Anda, kembangkan, dan gunakan hanya untuk kemuliaan-Nya. Saya yakin gereja akan benar-benar berubah bagi kita jika kita berhenti datang sebagai penonton, dan bergabung dengan tim.

Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 11-13; Markus 12:1-27

Jadikan gereja sebagai keluarga Anda, terlibatlah untuk menjadi bagian dari keluarga itu (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie) (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren).

Read more

0 Berubah Haluan

2 Korintus 5:10 Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.

Di suatu pagi ketika Alfred Nobel sedang membaca koran, ia terkejut menemukan namanya tercantum dalam kolom obituari. Ini memang hanya sebuah kekeliruan, tapi tetap saja, itu sudah tercetak di sana. Dia kaget saat tahu bahwa dirinya dikenang sebagai orang yang menciptakan dinamit. Pada zaman itu dalam sejarah, dinamit disalahgunakan sebagai senjata perang. Fakta ini membuatnya tertekan, terutama ketika terpikir bahwa dia dikenal karena menciptakan dinamit, sesuatu yang digunakan untuk mencabut nyawa banyak orang.

Akibat dari membaca obituari keliru ini, Nobel memutuskan untuk mengubah jalan hidupnya. Dia memberi hidupnya untuk perdamaian dunia dan mendirikan apa yang kita kenal sekarang sebagai Hadiah Perdamaian Nobel. Ketika nama Alfred Nobel disebutkan hari ini, dinamit jarang menjadi hal pertama yang terlintas dalam pikiran kita. Sebaliknya, kita terpikir tentang hadiah perdamaian yang menyandang namanya itu. Itu semua terjadi karena Alfred Nobel memutuskan untuk mengubah arah hidupnya.

Seorang pria lain, hidup berabad-abad sebelumnya, juga mengubah jalan hidupnya yang jahat. Namanya Saulus dari Tarsus, sebelum dikenal sebagai sebagai Paulus. Sebelumnya dikenal sebagai seorang penganiaya yang tanpa ampun membunuh para jemaat mula-mula, ia bertekad untuk menghentikan penyebaran agama Kristen. Tapi setelah konversi dramatis yang terjadi di jalan menuju Damaskus, Paulus mengabdikan sisa hidupnya untuk memberitakan Injil dan membangun gereja. Hari ini kita mengingat dia sebagai seorang misionaris, pendiri gereja, dan penulis tiga belas surat di Injil Perjanjian Baru.

Jika seandainya Anda menghadiri pemakaman Anda sendiri dan berada disana ketika orang-orang memberi kesaksian tentang Anda, menurut Anda apa yang akan mereka katakan? Apa yang akan mereka kenang tentang Anda? Belum terlambat buat Anda mengubah haluan hidup.

Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 8-10; Markus 11:19-33

Belum terlambat buat Anda mengubah haluan hidup Anda, kasihilah seorang akan yang lain dengan kasih Kristus (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie) (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie).

Read more

0 Kekacauan Kecil

Lukas 19:45-46 Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ, kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."

Saya dan Istri saya, Cathe, sangat berbeda dalam hal bersih-bersih. Metode yang saya pakai sama dengan moto orang yang suka menunda-nunda pekerjaan: Jangan lakukan apa yang bisa kau kerjakan hari ini, jika kau bisa menundanya sampai besok. Metode Cathe adalah membersihkan dan merapihkan dengan teratur supaya di kemudian hari, yang berantakan tidak menjadi tambah berantakan. Jelas, metode yang ia pakai lebih efektif.

Dalam Lukas 19, kita membaca kisah Yesus membersihkan rumah Allah, seraya masuk ke dalam Bait dan mengusir semua pedagang di sana. Para pedagang ini mengambil keuntungan dari orang-orang dan itu membuat mereka enggan bertemu dengan Allah, dan ini membuat marah Yesus.

Ini adalah kedua kalinya dalam Alkitab dimana Yesus membersihkan Bait Allah. Dalam Injil Yohanes, kita membaca bahwa Dia bahkan menggunakan cambuk untuk mengusir para pedagang. Sebab kekacauan kecil telah berubah menjadi kekacauan besar, maka Yesus datang untuk membersihkan Bait itu lagi.

Kejadian ini sama dengan hidup kita. Pada mulanya ketika kita datang kepada Kristus, kita meminta pengampunan-Nya dan Dia mengampuni kita atas semua kejahatan kita. Bahkan, kita membaca dalam 2 Korintus 5:17, "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Sungguh satu hal yang indah mengetahui bahwa Allah telah mengampuni segala dosa kita.

Namun dengan berjalannya waktu, kadang sebagian dari dosa-dosa lama kita berhasil menemukan jalan mereka kembali masuk ke dalam kehidupan kita. Dan yang kita sebut sebagai dosa "kecil" kian hari kian tumbuh menjadi sebuah masalah besar.

Apakah saat ini Bait Anda perlu dibersihkan? Apakah ada beberapa hal dalam hidup Anda yang seharusnya tidak berada di sana saat ini? Apakah ada beberapa perbuatan jahat atau kebiasaan buruk yang telah menemukan jalan mereka kembali masuk ke dalam hidup Anda? Jika demikian, taklukkan mereka sekarang juga.

Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 5-7; Markus 11:1-18

Jangan biarkan kekacauan kecil berubah menjadi besar, kuasailah diri dan jadilah bijak (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Panggilan Bantuan

Efesus 6:10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya."

Sama seperti polisi yang membuat panggilan bantuan ketika situasinya gawat, hal pertama yang harus kita sadari tentang peperangan rohani adalah bahwa dengan kekuatan sendiri, kita tidak ada bandingannya dengan iblis. Saya pikir menyegani musuh kita (iblis) adalah hal yang wajib dilakukan orang Kristen di zaman ini. Kita tidak ingin meremehkan dia, tapi kita juga tidak ingin ciut sebelum berperang melawan dia. Kita ingin menilainya secara akurat siapa dia dan sejauh mana kemampuannya. Kita juga harus sadar bahwa dia punya kuasa, sebab kita tidak mau berperang melawannya dengan kekuatan sendiri.

Ketika saya mendengar beberapa pengkhotbah di televisi atau di radio yang menyebut iblis dengan sebutan-sebutan konyol, menertawakannya, atau membuat lelucon tentangnya, saya ingat apa yang dikatakan dalam Yudas 1:9, Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-katahujatan, tetapi berkata: "Kiranya Tuhan menghardik engkau!"" Ada rasa segan yang besar untuk musuhnya.

Alasan kita harus "menjadi kuat di dalam Tuhan dan di dalam kuasa-Nya" ialah karena setan ingin menghapus kita dari kuasa-Nya. Mengapa? Karena jika kita bersandar pada kekuatan kita, dia ingin memisahkan kita dari Allah. Sebab begitu ia berhasil membuat kita jauh dari-Nya, kita menjadi mangsa yang siap disantap. Atas alasan inilah, iblis ingin menempatkan balok besar di antara Allah dan kita.

Satu-satunya kuasa yang dapat secara efektif mementahkan setan adalah kuasa Yesus Kristus. Oleh sebab itu, jadilah kuat di dalam Allah. Tetap dekat dengan-Nya. Jangan biarkan apa pun datang menghalangi Anda dan Allah

Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 3-4; Markus 10:32-52

Jadilah kuat di dalam Tuhan Yesus dan jangan biarkan ada kuasa lain menghalangi hubungan Anda dengan-Nya (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie).

Read more

0 Melalui Badai

Markus 4:35 Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang."

Dalam Injil Markus, kita menemukan satu kisah menarik tentang Yesus yang mengajak para murid, beberapa di antaranya adalah nelayan profesional, untuk ikut dengan-Nya menyeberangi Laut Galilea dengan menggunakan kapal kecil. Tapi dalam perjalanan, tiba-tiba topan badai yang dahsyat menyerang mereka.

Sekarang timbul satu pertanyaan, apakah Yesus tahu bahwa badai itu akan datang? Jawabannya, ya. Bahkan, boleh dikatakan itu adalah bagian dari rencana-Nya di hari itu. Itu semua adalah salah satu cara untuk mengajarkan para murid untuk percaya atas apa yang mereka klaim dan percayai.

Kita kiranya tidak meganggap enteng apa yang dilalui para murid saat itu, sebab saya yakin ini adalah badai yang sangat kencang dan menakutkan. Jadi badai yang dilalui para murid pastinya ialah satu badai yang paling tidak biasa bagi mereka, sampai-sampai mereka dicekam rasa takut. Menurut Injil Markus, topan badai itu merusak dan memenuhi perahu mereka dengan air. Para murid sangat ketakutan, yang mana tidak seharusnya mereka takut.

Sebelum mereka pergi, Yesus telah membuat satu pernyataan yang amat penting yang tampaknya mereka lupakan: "Marilah kita bertolak ke seberang." Sebab ketika Tuhan berkata, "Mari kita pergi ke seberang," itu berarti Anda pasti akan sampai ke seberang. Dia tidak mengatakan itu akan menjadi perjalanan yang mulus. Dia tidak mengatakan itu akan menjadi perjalanan yang mudah. Tetapi Dia berkata, Mari kita pergi ke seberang."

Seringkali kita dicekam oleh rasa takut dan berhenti untuk berpikir logis ketika kita lupa dengan Firman Tuhan. Itulah apa yang terjadi pada para murid. Tetapi Yesus berada di dalam perahu bersama mereka, dan Dia ada di sana untuk menopang mereka di waktu sulit. 

Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 1-2; Markus 10:1-31

Yesus berada di dalam perahu bersama Anda, Dia ada untuk menolong dan menopang Anda (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie).

Read more

0 Undangan Untuk Beristirahat

Wahyu 22:17 Roh dan pengantin perempuan itu berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!

Di satu Desember, saya pergi menuju New York melewati Chicago. Pada saat itu, udaranya sangat dingin di luar sana, dan ketika saya berjalan di terminal airport, saya melihat satu iklan besar terpampang. Iklan itu menampilkan gambar sebuah pantai tropis dengan airnya yang biru jernih, pasirnya yang putih, dan sebuah kursi pantai. Sungguh satu gambar yang begitu memikat dan menarik semua mata yang melihatnya.

Bagi saya, foto tersebut mewakili sesuatu yang kita semua benar-benar inginkan: istirahat, relaksasi, dan waktu rehat. Yesus ingin mengatakan sesuatu kepada orang-orang yang sedang letih dan tak bertenaga. Dia ingin mengatakan sesuatu kepada orang-orang yang sedang dicerca dan diasingkan oleh kehidupan ini- mereka yang frustasi, mereka yang terluka. Inilah tawaran-Nya: Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan (Matius 11: 28-30).

Ayat ini mengajarkan kita tentang kehidupan Kristen secara singkat. Di sini kita melihat apa yang kita dapat jika kita datang, mengenal, dan berjalan dengan Kristus. Undangan ini berlaku hari ini dan untuk selamanya. Apa undangan-Nya itu? Yesus mengajak kita untuk, "Datanglah kepada-Ku."

Hanya itu? Ya, itu saja.

Ajakan-Nya sangat sederhana namun begitu dalam. Dan kita melihat undangan ini menggema di sepanjang Alkitab. Kita bisa menanggapinya dengan datang kepada Allah. . . mendekati-Nya. . . mencari-Nya. . . membuka hati kita kepada-Nya. Jadi, jangan pernah meragukan janji-janji-Nya. Dia akan selalu menanggapi doa-doa Anda.

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 34-36; Markus 9:30-50

Mari kita mengenal Kristus lebih lagi dan kita siap jadi tentaraNya

Berserah tak sama dengan berfikir. Berserah adalah berfikir sesuai dengan takaran iman,lalu serahkan selebihnya kepada Tuhan! Send from my BlessAndroGalNot3(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie).

Read more

0 Perubahan Yang Sejati

2 Korintus 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Selama kunjungan saya ke Pacific Northwest (satu daerah di bagian barat Amerika Utara yang dibatasi oleh Samudra Pasifik) beberapa tahun lalu, saya bertemu dengan seorang pria yang bercerita bahwa dia pernah kecanduan alkohol dan minuman keras ketika pernikahannya berada di ujung tanduk. Suatu hari, ia mengambil pistol, mengisinya dengan peluru dan berencana bunuh diri. Tapi kemudian, ia menyalakan TV yang tengah menayangkan pembuatan di balik layar Harvest Crusade, di mana disitu saya sedang berbagi pesan Injil tentang, Bagaimana Hidup dengan Benar di dalam Kristus."

Lalu pria tadi berkata, "Tiba-tiba Tuhan mulai berbicara kepada saya. Ketika Anda memimpin para pemirsa dalam doa, saya ikut berdoa dan mengundang Yesus masuk ke dalam hidup saya. Setelah ia menemukan Yesus, ia pun sadar bahwa ia harus berdamai dengan ayahnya. Maka, ia mengendarai motornya berkeliling ke seluruh negeri untuk mencari ayahnya. Ia menjalani perjalanan yang begitu panjang sampai akhirnya bertemu dengan sang ayah. Ini menunjukkan pada saya bahwa ia telah benar-benar berjumpa dengan Allah sebab ada perubahan dalam hidupnya.

Ketika Allah menyembuhkan Naaman dari penyakitnya, jenderal Suriah itu ingin menunjukkan rasa syukurnya dengan memberi hadiah kepada Nabi Elisa - yang ditolaknya. Saul, dalam pertobatannya, berseru kepada Tuhan, "Apa yang harus kuperbuat? (Kisah Para Rasul 9:6). Si kepala penjara di Filipi, setelah menjadi orang percaya, membasuh luka-luka Paulus dan Silas yang ia cambuk sebelumnya. Dan terakhir, ada Zakheus, setelah menjadi orang percaya, ia mengembalikan semua uang yang telah ia curi dengan curang dari orang banyak.

Jika Anda benar-benar telah menemukan satu hubungan yang intim dengan Allah melalui Yesus Kristus, Anda akan berubah. Itu bukan berarti Anda harus mengubah hidup Anda sebelum datang kepada Kristus, melainkan ketika Anda datang kepada-Nya, Anda dan prioritas Anda akan berubah.

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 31-33; Markus 9:1-29

Jika Anda benar-benar telah menemukan satu hubungan yang intim dengan Allah melalui Yesus Kristus, Anda akan berubah. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie).

Read more

Ibadah Doa Pagi

Ibadah Doa Pagi

Popular Post

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More