• slide 1

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010 GSJA Sword bertempat di JL Kartini 8 No.1A...

  • slide 2

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00 kelas terbagi ke dalam tiga kelas: Little Heaven, Kingdom Kid dan Christ Crew...

  • slide 3

    Ibadah Pelajar

    Ibadah yang dihadiri oleh para pelajar yang masih sekolah dan berkuliah, segment keterlibatan dalam drama...

  • slide 4

    Tim Musik GSJA Sword

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah terdiri dari : Agus - Gitaris, Julius dan sylvi- Keyboard, Yanto dan Edy - Drum, Randy - Bass...

  • slide 5

    Drama Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword dalam perayaan Harnas Wanita 2011...

  • slide 6

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011 yang berlangsung di gedung gereja sendiri, sederhana namun membawa hikmat dan berkat tersendiri...

  • slide 7

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword saat perayaan Natal 2010...

  • slide 8

    Natal GSJA Sword, 17 Des 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword pada tanggal 17 Des 2011...

  • slide 9

    Imlek GSJA Sword, 22 Jan 2012

    Ibadah Saat Imlek di GSJA Sword pada tanggal 22 Januari 2012...

  • slide 10

    Gathering Pekerja GSJA Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

  • slide nav 1

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010...
  • slide nav 2

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00...
  • slide nav 3

    Ibadah Pelajar

    Ibadah yang dihadiri oleh para pelajar yang masih sekolah dan berkuliah...
  • slide nav 4

    Tim Musik

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah...
  • slide nav 5

    Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword...
  • slide nav 6

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011...
  • slide nav 7

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword...
  • slide nav 8

    Natal GSJA Sword 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword, 17 Des 2011...
  • slide nav 9

    Imlek GSJA Sword 2012

    Ibadah Saat imlek di GSJA Sword, 22 Januari 2012...
  • slide nav 10

    Gathering Pekerja Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words Of OuR LorD)

Latest from Blog

Menara Doa

Menara Doa

Ibadah Kenaikkan Tuhan Yesus Kristus

Ibadah Kenaikkan Tuhan Yesus Kristus

Ibadah Pencurahan Roh Kudus

Ibadah Pencurahan Roh Kudus

Delete this element to display blogger navbar

0 Bagaimana Saya dapat Mengatasi Keputusasaan?

Nehemia 4:10 "Berkatalah orang Yehuda: "Kekuatan para pengangkat sudah merosot dan puing masih sangat banyak. Tak sanggup kami membangun kembali tembok ini."

Keputusasaan dapat disembuhkan.
Setiap kali saya berkecil hati, saya langsung ingat dengan Nehemia.
Pemimpin besar Israel kunoini paham empat alasan mengapa kita berkecil hati.

Pertama, Anda lelah.
Anda hanya sedang kelelahan, sama seperti apa yang dirasakan para buruh (pengangkat batu) dalam Nehemia 4:10.
Kita manusia, dan kian waktu tenaga kita kian terkuras.
Anda tidak dapat membakar lilin di kedua ujungnya.
Jadi jika Anda berkecil hati atau putus asa, mungkin Anda tidak perlu mengubah apa pun.
Anda hanya perlu liburan!
Kadang-kadang hal yang paling spiritual yang bisa membantu Anda adalah pergi ke tempat tidur.

Kedua, Anda frustrasi.
Nehemia mengatakan ada banyak reruntuhan puing yang berserakan, begitu banyaknya sehingga para pekerja kewalahan membangun kembali tembok Yerusalem.
Apakah ada puing-puing dalam hidup Anda?
Pernahkah Anda memperhatikan bahwa setiap kali Anda mulai melakukan sesuatu yang baru, sampah mulai menumpuk?

Jika Anda tidak membersihkannya secara berkala, itu akan menghentikan kemajuan Anda.
Anda tidak bisa menghindarinya, jadi Anda perlu belajar untuk mengenali dan membuangnya dengan cepat sehingga Anda tidak kehilangan fokus pada tujuan awal Anda.

Ketiga, Anda berpikir Anda telah gagal.
Anak buah Nehemia tidak mampu menyelesaikan tugas mereka secepat yang direncanakan, dan akibatnya, kepercayaan diri merekar untuh.
Mereka berpikir, "Betapa bodohnya kami mengira bisa membangun kembali tembok ini."

Tapi taukah Anda apa yang saya lakukan ketika saya tidak mewujudkan tujuan saya tepat waktu?
Saya membuat tujuan baru.
Saya tidak menyerah.
Semua orang pernah gagal.
Semua orang pernah melakukan hal-hal bodoh.
Jadi bukan perkara Anda gagal;
melainkan bagaimana Anda menanggapi kegagalan tersebut.

Apakah Anda mulai menyerah karena kasihan pada diri sendiri?
Apakah Anda mulai menyalahkan orang lain?
Apakah Anda mulai mengeluh bahwa impian Anda tak akan mungkin terwujud?
Atau, apakah Anda kembali fokus pada rancangan Tuhan dan berdiri lagi?

Yang terakhir, jika Anda menyerah pada rasa takut, Anda akan patah semangat.
Nehemia pasal 4 menunjukkan orang-orang yang paling dipengaruhi oleh rasa takut adalah mereka yang bergaul dengan orang-orang yang negatif.
Jika Anda mau mengontrol pikiran negatif dalam hidup Anda, Anda harus menjauh sejauh yang Anda bisa dari orang-orang yang berpikiran negatif.

Mungkin Anda berkecil hati karena takut.
Anda berkata pada diri Anda, "Saya tidak bisa menghadapinya. Tangggung jawab ini terlalu besar."
Sebenarnya yang Anda takutkan ialah kritikan dan penolakan.
Ketakutan akan menghancurkan hidup Anda jika Anda membiarkannya saja.
Tapi Anda dapat memilih untuk menolaknya.
Berserulah, "Tuhan, bantu aku memalingkan mataku dari masalah dan keadaan ini, dan bantu aku untuk hanya memandang-Mu."

Renungkan hal ini:
Puing adalah hal-hal sepele yang hanya membuang-buang waktu dan energi Anda, yang mencegah Anda menyelesaikan panggilan Allah atas hidup Anda.

Apa yang menjadi puing-puing dalam hidup Anda?
Apa yang perlu Anda lakukan untuk mengurangi hal negatif yang membuat Anda berkecil hati?

Apa yang Anda butuhkan untuk kembali fokus menyelesaikan panggilan Allah atas hidup Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 34-35; Kisah Para Rasul 15:1-21

Semua yang terjadi dalam hidup Anda itu semua tidak lepas dari rencana Tuhan yang luar biasa karena itu jangan pernah Anda merasa cemas.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Tuhan, Mengapa ini Terjadi Kepadaku ?

1 Korintus 13:9, 12 "Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal."

Dalam rasa sakit dan keputusasaan, Ayub menanyakan banyak pertanyaan yang masuk akal:
"Mengapa terang diberikan kepada yang bersusah-susah, dan hidup kepada yang pedih hati" (Ayub 3:20).

Pertanyaan "mengapa" ini adalah sifat dasar manusia, yang kita semua pasti pernah bertanya hal yang sama.
Kita salah mengerti bahwa jika kita memahami alasan di balik rasa sakit kita, maka rasa sakit itu akan terasa lebih ringan.

Anda tidak perlu penjelasan; Anda butuh kekuatan.
Anda tidak perlu penjelasan; Anda butuh Juruselamat.
Anda tidak perlu penjelasan; Anda butuh penghiburan dan dukungan.

Namun kenyataannya, kita selalu mencari penjelasan!
Kita mengajukan pertanyaan seperti, "Mengapa dia meninggalkanku? Mengapa dia memberi janji padaku tapi akhirnya mengingkarinya? Mengapa dia menyakitiku? Mengapa aku kehilangan pekerjaanku? Kenapa dia mati? Mengapa aku jatuh sakit?"

Saudara, saya telah mempelajari pertanyaan "mengapa" ini selama 37 tahun, dan saya akan memberikan jawabannya:
Saya tidak tahu.
Dan saya tidak akan pernah tahu, karena saya bukan Tuhan.
Begitupun Anda!
Beberapa hal tidak akan pernah kita mengerti sampai kita mati, dan itu semua akan menjadi sangat, sangat jelas kelak.
Hanya Tuhan yang tahu.
Dan jika Anda tidak langsung mendapat jawaban-Nya, berhentilah bertanya "Mengapa?"
sebab itu sia-sia, Anda hanya malah akan memperlama rasa sakit Anda.

Amsal 25:2 mengatakan, "Kemuliaan Allah ialah merahasiakan sesuatu, tetapi kemuliaan raja-raja ialah menyelidiki sesuatu."
Allah adalah Allah yang mewahyukan.
Dia memperlihatkan diri-Nya melalui alam, keadaan, dan Injil.
Satu-satunya alasan bagaimana Anda mengenal-Nya ialah karena Ia telah memilih untuk memperlihatkan diri-Nya.

Namun Alkitab mengatakan bahwa Allah tidak hanya menyingkapkan diri-Nya;
Allah juga menyembunyikan diri-Nya.
Dan kadang, Dia sengaja menyembunyikan wajah-Nya dari kita.
Mengapa?
Agar kita belajar untuk percaya pada-Nya bukan pada perasaan kita, dan untuk hidup dengan iman dan bukan dengan perasaan kita.

Allah tidak berutang satu penjelasan pun pada Anda.
Dia tidak harus memeriksa keadaan Anda terlebih dahulu sebelum Dia melakukan sesuatu.
Dia tidak harus mendapatkan izin dari Anda sebelum Dia memungkinkan hal-hal terjadi dalam hidup Anda.
Allah adalah Allah, dan kita tidak akan selalu memahami mengapa beberapa hal terjadi dalam kehidupan.

Alkitab mengatakan, "Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal" (1 Korintus 13:9, 12).

Suatu hari, itu semua akan menjadi jelas.
Itu semua akan menjadi masuk akal.
Suatu hari Anda bisa berkata, "Jadi itu sebabnya Tuhan mengijinkan itu terjadi dalam hidup saya!"
Namun sampai saat itu tiba, Dia ingin Anda percaya pada-Nya.

Renungkan hal ini:

Pertanyaan-pertanyaan apa yang harus Anda tanyakan dan simpan dalam daftar "Pertanyaan yang akan Kutanyakan di Surga" Anda?

Bagaimana dengan melupakan pertanyaan "mengapa" Anda bisa meningkatkan iman Anda?

Bagaimana Anda bisa mendorong seseorang yang telah lama mempertanyakan Tuhan dan bertanya mengapa Ia mengizinkan kesulitan terjadi dalam hidupnya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 38-40; Kisah Para Rasul 16:1-18

Rasa sakit yang di rasakan oleh Ayub kerapkali juga Anda rasakan, namun jangan hanya pertanya "mengapa Tuhan terjadi padaku?" tetapi percayalah kepada-Nya bahwa semua yang terjadi adalah baik adanya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Apa yang Harus Dilakukan Ketika Segalanya Tidak Masuk Akal

Ayub 42:1-3, 6 "Maka jawab Ayub kepada TUHAN: "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. Firman-Mu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."

Ketimbang bertanya "mengapa?" pada Allah, Anda perlu belajar untuk mempercayai-Nya dalam segala hal yang tidak dapat Anda mengerti.

Dalam pasal ke 37 kitab Ayub, Ayub bertanya "pertanyaan mengapa":
"Mengapa hal ini terjadi padaku? Mengapa Kau membiarkan ini terjadi? Mengapa aku begitu sengsara? Mengapa begitu banyak kekhawatiran? Mengapa Kau belum menjawab doa-doaku?"

Namun dalam pasal 38, Ayub berhenti bertanya "mengapa."
Dan Allah, berkata, "Sekarang Aku ingin mengajukanmu beberapa pertanyaan."
Dan pada kedua pasal berikutnya, Allah pun mengajukan pertanyaan dengan bertubi-tubi, yang hanya bisa dijawab oleh-Nya.

Allah bertanya hal-hal seperti ini, "Di mana kau ketika Aku menciptakan alam semesta? Bisakah kau menjelaskan hukum gravitasi?"
Dan, setelah dua pasal tersebut, Ayub menyadari bahwa ia hanyalah seorang manusia, dan pengetahuannya terbatas.
Siapakah dia mempertanyakan Allah?

Ayub berhenti bertanya, dan mulai percaya.
Jawabnya kepada Allah, "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. Firman-Mu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu" (Ayub 42:1-3, 6).

Apa yang Anda lakukan dalam situasi ketika Anda tidak bisa melihat gambaran besar Allah, rancangan Allah, hal-hal yang tidak Anda mengerti dan tidak masuk akal buat Anda?

Ingatkan diri Anda dengan hal-hal tentang Allah yang Anda tahu.
Bahkan di tengah-tengah keraguannya, Ayub menegaskan apa yang ia tahu benar tentang Allah:
Allah adalah kasih (Ayub 10:12), Allah berkuasa (Ayub 36:22), Allah yang memegang kendali (Ayub 34:13), Allah punya rencana untuk hidupnya (Ayub 23:14), Allah akan melindunginya (Ayub 5:11).

Saya tidak tahu apa yang sedang Anda hadapi dalam hidup, tapi biarkan saya mengatakan ini:
Allah begitu bersemangat dan dengan seksama mengetahui setiap detail yang sedang Anda alami sekarang.
Dia memperhatikan setiap napas Anda.
Tidak ada yang luput dari perhatian-Nya.

Anda mungkin tidak mengerti mengapa Anda mengalami apa yang sedang Anda alami, tetapi Anda perlu katakan ini pada Allah:
"Aku tahu Kau Allah yang baik; Aku tahu Kau mengasihiku; Aku tahu Kau punya kuasa; Aku tahu Kau memperhatikan setiap detail kehidupanku; Aku tahu Kau memegang kendali; Aku tahu Kau punya rencana; Aku tahu Kau akan melindungiku."
Tetaplah percaya pada Allah-apa pun yang terjadi.

Apa pun yang sedang Anda alami, beritahu Allah apa yang benar-benar Anda rasakan.
Dia bisa menanganinya!
Terima bantuan dari orang lain.
Berhenti bertanya "mengapa", dan mulai mempercayai Allah untuk hal-hal yang tidak Anda mengerti.

Renungkan hal ini:

Apa saja hal-hal yang Anda tahu benar tentang Allah?
Bagaimana Anda tahu itu semua benar?
Bagaimana kebenaran-kebenaran tersebut membantu Anda untuk lebih percaya pada Allah?

Tulis sebuah doa untuk Allah yang menegaskan tentang siapa Dia, mengapa Anda bisa percaya pada-Nya, dan yang mengungkapkan rasa syukur Anda atas kasih dan perhatian-Nya kepada Anda.

Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 41-42; Kisah Para Rasul 16:19-40

Tuhan itu baik, Tuhan itu maha kasih, Tuhan itu adil. Tidak akan ada yang dapat menyelami kasih-Nya dalam hidup Anda. Dia sangat mengenal Anda. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Bagaimana Berjuang Melawan Pendapat Dunia

Bilangan 14:3 "Mengapakah TUHAN membawa kami ke negeri ini, supaya kami tewas oleh pedang, dan isteri serta anak-anak kami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?"

Pada tahun 1979, setelah saya menyelesaikan seminari saya di Fort Worth, Texas, saya merasa sepertinya Tuhan memanggil saya untuk pergi ke California Selatan untuk mendirikan Gereja Saddleback.
Lalu saya menelepon seseorang yang begitu saya hormati, dan mengatakan kepadanya apa yang saya pikir Tuhan mau saya kerjakan.

Anda tahu apa yang dia katakan?
"Rick, itu ide terbodoh yang pernah kudengar. Begitu kau pindah ke California Selatan, kau tidak akan terdengar kabarnya lagi. Jangan pergi."
Ia memupuskan impian saya!

Setiap kali Anda serius ingin menggunakan hidup Anda sesuai dengan kehendak Tuhan, ada saja orang-orang yang akan menentangnya.
Anda akan mendapati sahabat atau bahkan mungkin anggota keluarga yang menentang impian Anda, sebab Iblis akan berbuat apapun supaya menjauhkan Anda dari panggilan-Nya.
Salah satu alasan mengapa begitu sedikit orang yang benar-benar memenuhi panggilan-Nya adalah karena mereka tidak mau melawan pendapat orang banyak, pandangan dunia.

Jika Anda ingin mengikuti panggilan Tuhan dalam hidup Anda, Anda harus mampu menolak saran negatif, tidak peduli siapa yang memberikannya.

Alkitab mengatakan dalam Bilangan 14:2-3, "Bersungut-sungutlah semua orang Israel kepada Musa dan Harun; dan segenap umat itu berkata kepada mereka: "Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini! Mengapakah TUHAN membawa kami ke negeri ini, supaya kami tewas oleh pedang, dan isteri serta anak-anak kami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?"
Ketika dihadapkan pada situasi yang sulit, orang Israel memutuskan untuk memilih perbudakan daripada kebebasan, karena itu cara yang paling aman bagi mereka.
Daripada mengikut Allah dan melakukan kehendak-Nya, mereka memilih kembali ke cara hidup lama mereka.

Tapi salah satu pemimpin mereka, Kaleb, punya keberanian yang besar.
Dia memutuskan untuk mengambil tantangan itu dengan bantuan Allah, meski dia takut.
Dia siap untuk menolak saran-saran negatif orang banyak demi mengikuti panggilan Tuhan.

Kaleb tidak hanya mendengar saran-saran negatif.
Bilangan 14:10 mengatakan, "Lalu segenap umat itu mengancam hendak melontari kedua orang itu dengan batu. Tetapi tampaklah kemuliaan TUHAN di Kemah Pertemuan kepada semua orang Israel."

Saya kagum dengan fakta bahwa kehadiran Allah menyelamatkan Kaleb dan Yosua.
Hal itu akan terjadi dalam hidup Anda juga.
Para perintis selalu menanggung kebencian orang banyak.
Oleh sebab itu, saat ini Anda harus memutuskan untuk menolak saran negatif jika Anda hendak melakukan panggilan-Nya dalam hidup Anda.

Renungkan hal ini :

Bentuk perbudakan apa yang rela Anda terima kembali, ketimbang berjalan maju dan mengambil resiko bersama Allah?

Ketika Anda mengevaluasi saran yang Anda terima akhir-akhir ini dari orang-orang yang Anda kasihi dan percaya, berapa banyak dari itu semua yang mendorong Anda menuju ke arah panggilan Allah?
Berapa banyak dari saran-saran tersebut yang bersifat negatif?

Mengapa kadang begitu sulit untuk melawan pendapat orang banyak atau saran dari teman-teman kita?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 1-3; Kisah Para Rasul 17:1-15

Jangan sampai pendapat dunia menghancurkan iman percaya Anda kepada Allah, fokuskan pada pendapat Allah saja.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Allah BerfirmN; Jangan Tunda Impian Anda

Pengkhotbah 11:4 "Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai."

Hari terbaik untuk memulai impian Anda adalah hari ini-bukan saat Anda telah menyelesaikan semua masalah Anda atau ketika Anda punya lebih banyak uang di bank.
Sesungguhnya "hari-hari itu" tak akan pernah datang.

Alkitab mengatakan "Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai" (Pengkhotbah 11:4).

Pencarian kita yang tanpa henti akan kesempurnaan sering menjadi bahan bakar penundaan kita.
Dan hal itu menahan kita untuk mengejar impian kita.

Jika Anda menunggu sampai keadaan Anda dirasa sempurna untuk mengikuti panggilan Anda, maka Anda tidak akan pernah memulainya.
Semua itu tidak akan beres.
Jika Anda menunggu sampai Anda bebas dari utang sebelum memberi persepuluhan, maka Anda tak akan pernah bisa mandiri dalam hal finansial.

Begitu pun dengan impian Anda.
Jika Anda menunggu sampai anak-anak Anda dewasa dan keluar dari rumah atau sampai Anda memiliki banyak uang di bank untuk mulai mewujudkan mimpi yang telah Allah rancangkan untuk Anda, maka kemungkinan besar, Anda tidak akan pernah sampai di sana.

Hidup Anda dan pencarian Anda dalam mewujudkan impian kiranya dijalani dalam kondisi yang jauh dari sempurna, yang apa adanya.
Sebab itu akan memampukan Anda untuk melihat kesempurnaan dari sisi yang berbeda.

Jadi, mulailah sekarang.
Bagaimana pun situasinya, mulailah mewujudkan impian Anda hari ini.
Hari esok mungkin tak akan pernah datang.

Renungkan hal ini:

Mengapa penundaan begitu menggoda saat kita tengah berusaha mewujudkan impian kita?

Apa alasan-alasan yang Anda buat untuk menunda mengejar impian Anda?

Apa satu tindakan nyata yang bisa Anda lakukan besok untuk mencegah Anda menunda mengejar impian Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 7-9; Kisah Para Rasul 18

Hari terbaik untuk memulai impian Anda adalah hari ini-bukan saat Anda telah menyelesaikan semua masalah Anda. Jadi jangan takut untuk bermimpi.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Bagaimana Menjadi Diri Sendiri; Bukan Orang Lain

Roma 9:20 "Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: 'Mengapakah engkau membentuk aku demikian?'"

Allah tahu apa yang terbaik bagi kita, maka kita harus bersyukur menerima cara-Nya membentuk kita.
Alkitab berkata, "Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: "Mengapakah engkau membentuk aku demikian?" (Roma 9:20).

Kondisi Anda, dengan kuasa penuh diciptakan oleh Allah untuk mewujudkan tujuan-Nya.
Jadi, Anda tidak boleh membenci atau menolaknya.
Daripada berusaha membentuk kembali diri Anda untuk menjadi seperti orang lain, Anda harus merayakan kondisi yang telah Dia berikan hanya untuk Anda.
"Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus" (Efesus 4:7).

Cara menerima kondisi Anda adalah dengan mengakui keterbatasan Anda.
Tidak ada orang yang ahli dalam segala hal, dan tidak ada orang yang dipanggil Tuhan untuk melakukan segalanya.
Kita semua punya peranan masing-masing di dunia ini.
Paulus memahami bahwa panggilannya bukanlah untuk menaklukkan segala sesuatu atau untuk menyenangkan semua orang, tetapi untuk memusatkan perhatiannya hanya pada jemaat yang telah Allah buat untuk membentuknya (Galatia 2:7-8).
Dia mengatakan, "Sebaliknya kami tidak mau bermegah melampaui batas, melainkan tetap di dalam batas-batas daerah kerja yang dipatok Allah bagi kami, yang meluas sampai kepada kamu juga" (2 Korintus 10:13).

Kata "batas-batas" di atas mengacu pada fakta bahwa Allah telah menugaskan kita masing-masing satu bidang atau satu lingkup layanan.
Kondisi Anda menentukan spesialisasi Anda.
Ketika kita berusaha memperluas jangkauan pelayanan kita melampaui apa yang Allah telah tetapkan bagi kita, maka kita akan tertekan.
Sama seperti setiap pelari yang diberi jalurnya masing-masing dalam perlombaan, kita juga harus secara individual "berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita" (Ibrani 12:1).

Jangan iri kepada pelari di jalur sebelah Anda, tapi fokuslah menyelesaikan perlombaan Anda.
Allah ingin Anda menikmati menggunakan bentuk dan kondisi yang telah Ia ciptakan untuk Anda.
Alkitab mengatakan, "Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain" (Galatia 6:4).

Iblis akan berusaha mencuri sukacita pelayanan Anda dengan beberapa cara:
menggoda Anda untuk membandingkan pelayanan Anda dengan orang lain, dan menggoda Anda untuk menyesuaikan pelayanan Anda dengan ekspektasi orang lain.
Kedua hal itu merupakan perangkap mematikan yang akan mengalihkan perhatian Anda dari melayani Allah sebagaimana mestinya.
Setiap kali Anda kehilangan sukacita pelayanan, mulailah menilik apakah salah satu dari godaan tersebut adalah penyebabnya.

Renungkan hal ini:

Menurut Anda mengapa kita begitu mudah membandingkan diri kita dengan orang lain, bahkan dalam pelayanan?
Bagaimana itu akan mempengaruhi pelayanan kita dan gereja?

Bagaimana cara Allah membentuk Anda dalam pelayanan?
Kondisi apa yang membatasi Anda?

Bagaimana Anda mengetahui hal-hal yang Allah harapkan dalam pelayanan Anda?
Apa sajakah itu?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 10-12; Kisah Para Rasul 19:1-20

Allah tahu apa yang terbaik bagi hidup Anda, maka Anda harus bersyukur menerima cara-Nya membentuk Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Allah Mengeluarkan yang Terbaik Dari Dalam Diri Anda

2 Timotius 1:6-7 "Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengorbankan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu. Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban."

Ketika Timotius bergabung dengan Paulus dalam pelayanannya, ia masih sangat muda.
Paulus mengirimnya ke sebuah kota bernama Efesus untuk membantunya memulai dan memimpin sebuah gereja.
Meski Timotius cemas dan takut, namun Allah tetap memakainya.
Ada tiga hal yang dapat kita pelajari dari Timotius tentang bagimana kita memenuhi panggilan Allah atas hidup kita.

1. Jika Anda hendak memenuhi panggilan Anda, Anda harus mengembangkan karunia yang telah Allah berikan kepada Anda.
"Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu. Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua. Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang" (1 Timotius 4:12, 14-15).

Paulus juga mengatakan kepada Timotius "untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu. Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban" (2 Timotius 1:6-7).

Sebagai orang percaya, Anda bertanggungjawab untuk mengembangkan talenta dan karunia yang telah Allah berikan kepada Anda untuk digunakan di sepanjang hidup Anda.

2. Jika Anda hendak memenuhi panggilan Anda, Anda harus menolak untuk diganggu.

Allah memberitahu Timotius dalam 1 Timotius 4:16, "Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau."

Di zaman ini, amat mudah bagi Anda untuk teralihkan oleh keinginan untuk membangun bisnis, keluarga, karir, atau tabungan Anda.
Tapi Anda tidak akan pernah mencapai impian Anda jika Anda menghabiskan hidup Anda di depan internet atau ponsel Anda.
Anda harus tetap fokus pada hal-hal yang paling penting.

3. Jika Anda hendak memenuhi panggilan Anda, Anda harus memberikan Allah yang terbaik.

"Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal" (1 Timotius 6:12a).
Allah telah memanggil Anda untuk melaksanakan tugas tertentu, dan itu hanya dapat dipenuhi bila Anda memberikan waktu, usaha, talenta, dan perhatian Anda kepada-Nya.

Paulus berkata tentang Timotius, "Karena tak ada seorang padaku, yang sehati dan sepikir dengan dia" (Filipi 2:20a).
Apakah ada tulisan yang lebih hebat dari ini yang diukir di sebuah batu nisan?
Tidak ada orang di dunia ini yang seperti Timotius.
Dia fokus.
Dia berkomitmen untuk panggilan Allah atas hidupnya, tak ada yang bisa mengalihkan perhatian atau yang mengecilkan hatinya.
Ia memberikan Allah yang terbaik dari dirinya.

Ketika Anda mengikuti panggilan Allah, Dia akan mengeluarkan yang terbaik dari dalam diri Anda.

Renungkan hal ini :

Bagaimana Anda mengembangkan karunia yang telah Allah berikan kepada Anda?
Dengan cara-cara apa Anda bisa melenyapkan gangguan yang menahan Anda untuk tetap fokus pada panggilan Anda?
Dalam pekerjaan sehari-hari apa Anda melakukan yang terbaik?
Apakah Anda memberikan usaha yang sama untuk pelayanan dan panggilan Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 13-15; Kisah Para Rasul 19:21-40

Anda bertanggung jawab dalam mengembangkan talenta yang sudah di karuniakan kepada Anda di sepanjang hidup Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Apakah Keselamatan itu Cuma-Cuma

Roma 3:24 Dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

Jika Anda bertanya kepada 100 orang yang sedang berjalan di trotoar, "Bagaimana Anda bisa masuk surga?"
Anda akan mendapat banyak jawaban yang berbeda, yang jika dirangkum menjelaskan bahwa Anda harus berusaha untuk sampai ke surga.
Anda akan mendengar hal-hal seperti, "Berusaha untuk menjadi baik dan melakukan yang terbaik" atau "Berusaha untuk tetap menjadi orang yang berbudi baik atau" Melakukan lebih banyak kebaikan ketimbang keburukan.
Semua pemikiran ini berdasarkan pada usaha atau kerja keras, bukan pada kasih karunia.

Tetapi keselamatan adalah anugerah, dan Anda tidak perlu berusaha untuk mendapatkannya.
Itu diberikan cuma-cuma!
Anda tidak bisa mendapatkannya dengan bekerja keras, atau membelinya.

Inilah perbedaan mendasar antara Kristen dan agama lainnya.
Kekristenan adalah satu-satunya agama yang dibangun di atas kasih karunia.
Agama-agama lain mendasarkan keselamtan pada usaha.
Anda dapat meringkasnya dalam satu kata:
"Bekerja Ada hal-hal tertentu yang harus Anda lakukan untuk mendapatkan persetujuan Allah, untuk mendapatkan kebahagiaan, untuk mendapatkan surga. Selalu ada aturan, peraturan, dan ritual-sesuatu yang harus Anda lakukan.

Di sisi lain, jika Anda harus meringkas Kekristenan dalam satu kata, itu adalah kata "selesai."
Yesus Kristus telah membayar harga untuk Anda di kayu salib.
Ia telah menggenapinya.

Seorang pria pernah bertanya pada saya, "Pastor Rick, apa yang bisa saya lakukan untuk diselamatkan?"
Jawab saya, "Kau terlambat!" (jawaban saya cukup mengejutkan dia.)
"Kau sudah terlambat 2000 tahun lamanya! Apa yang perlu dilakukan untuk keselamatan Anda telah selesai dilaksanakan, dan kini Anda tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

Yesus Kristus sudah melakukannya.
Ia membayar keselamatan Anda di kayu salib, dan sebab itulah sekarang keselamatan itu diberikan dengan cuma-cuma.
Itulah sebabnya ketika digantung di kayu salib, Ia berkata, "Sudah selesai."
Dia tidak mengataka, "Saya selesai," sebab Ia belum selesai, Ia bangkit lagi.
Dia masih hidup hingga hari ini.
Rencana untuk menyediakan kasih karunia bagi setiap manusia telah dilaksanakan.

Roma 3:24 mengatakan, Dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

Anda tidak akan masuk Surga atas apa yang Anda lakukan.
Anda masuk ke Surga atas apa yang telah dilakukan untuk Anda, oleh Yesus Kristus.

Ketika Anda benar-benar memahami kasih karunia-Nya, terimalah, karena itu merupakan hadiah terbesar yang pernah ditawarkan kepada Anda.

Renungkan hal ini:

Menurut Anda mengapa begitu sulit bagi orang-orang untuk menerima kasih karunia Allah yang cuma-cuma itu?
Mengapa mereka lebih suka bekerja keras untuk mendapatkannya?

Menurut Anda apa yang Allah harapkan Anda lakukan setelah Anda menerima anugerah keselamatan-Nya?
Pengaruh apa yang Anda rasakan dari anugerah keselamatan yang Anda terima dalam hidup Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 16-17; Kisah Para Rasul 20:1-16

Keselamatan adalah anugerah yang di berikan cuma-cuma dan telah di bayar lunas 2000 tahun yang lalu. Mari pelihara iman Anda sampai Dia datang yang kedua kalinya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Kekuatan Kesaksian

Wahyu 12:11 "Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut."

Seperti yang sering saya katakan, pertahanan terbaik adalah menyerang.
Ketimbang bersikeras dengan idealisme kita sebagai orang Kristen, kita harus bergerak maju, menjangkau orang banyak.
Kita harus memberitahu orang lain tentang Kristus.

Ketika Anda mengidentifikasi diri Anda sebagai orang Kristen, itu menunjukkan jika Anda adalah orang yang bertanggungjawab, bahkan kepada orang yang tak percaya.
Dengan bersaksi di tempat kerja Anda (tanpa menjadi orang yang menjengkelkan), "Saya orang Kristen," atau bersaksi kepada anggota keluarga, lingkungan, atau teman-teman Anda:
"Saya adalah pengikut Yesus," mereka akan mengawasi dan menilai Anda.

Dan terus terang, mereka akan menilai Allah juga.
Mereka akan berpikir, Jadi begitu orang Kristen bertindak.
Ini bisa dinilai dari bagaimana seorang Kristen memperlakukan istrinya.
Dari bagaimana seorang Kristen memperlakukan suaminya.
Dari bagaimana seorang Kristen membesarkan anak mereka.
Dari bagaimana seorang Kristen melakukan ini itu.
Mereka akan mengawasi Anda.
Dan tidak ada yang lebih buruk dari mendapat kritikan dari orang yang tidak percaya, apalagi ketika mereka benar.

Pernahkah hal ini terjadi pada Anda?
Anda melakukan sesuatu yang tidak konsisten, dan teman non-Kristen Anda berkata, "Aku pikir kau orang Kristen."

Pernahkah hal ini terjadi pada Anda?
Anda melakukan sesuatu yang tidak konsisten, dan teman non-Kristen Anda berkata, "Aku pikir kau orang Kristen."

"Ya, aku orang Kristen. Puji Tuhan!"

"Lalu kenapa kau berbuat itu?"

Mungkin Anda hanya harus mengakui bahwa Anda berbuat salah karena Anda adalah orang berdosa.
Kemudian, berterima kasihlah kepada mereka yang sudah menilai Anda.

Ketika seorang percaya berjalan dalam persekutuan dengan Allah. ia memiliki hasrat untuk menceritakan kepada orang lain tentang Kristus.

Setiap orang punya satu kesaksian, yang merupakan kisah hidup mereka.
Namun Anda tidak harus melewati kesengsaraan untuk memberikan kesaksian.
Lalu apa yang akan orang katakan tentang Anda?
Ada seseorang yang mau bersaksi.
Tapi pertanyaannya adalah apakah itu kesaksian yang bagus atau buruk.

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 18-19; Kisah Para Rasul 20:17-38

Ketika Anda mendeklarasikan diri sebagai pengikut Kristus maka hidup Anda harus siap di kritik dan harus siap di bentuk.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Di Tangan-Nya

Wahyu 12:11 "Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut."

Begitu penting bagi kita untuk mengetahui bahwa hidup ini adalah milik Allah.
Dia menentukan hari kelahiran kita, dan Dia juga menentukan hari kematian kita.

Dalam Wahyu 12:11, kita membaca tentang orang-orang kudus selama masa Tribulasi (Kesengsaraan) yang "mengalahkan dia (Iblis) oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka.
Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut."

Para orang percaya ini tahu hidup mereka adalah milik Allah.
Mereka tahu bahwa sebagai pengikut Yesus yang mengikuti selama masa Tribulasi, nyawa mereka terancam.
Mereka juga tahu bahwa umur mereka ada di tangan Allah.
Oleh karena itu, mereka berbicara untuk iman mereka di dalam Kristus dan, apa pun konsekuensinya, mereka siap untuk menghadapinya.

Ada sebuah cerita dari sejarah Kekristenan tentang seorang percaya yang diadili di hadapan salah satu kaisar Romawi.
Dia dipaksa meninggalkan imannya dan menyembah kaisar.
Pria itu tidak mau melakukannya.
Kemudian sang kaisar berkata kepadanya, "Tinggalkan Kristus, atau aku akan mengusirmu."

Orang Kristen itu berseru, "Anda tidak bisa memisahkanku dari Kristus, karena Dia berkata, 'Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau."

Sang kaisar berkata, "Aku akan mengambil paksa harta bendamu."

Tapi orang Kristen itu menjawab, "Hartaku ada di surga. Anda tidak dapat menyentuhnya."

Sang kaisar berkata, "Aku akan membunuhmu."

"Aku telah mematikan diriku dari dunia ini, untuk hidup di dalam Kristus selama 40 tahun hidupku. Hidupku dilindungi Kristus di dalam Allah. Anda tidak bisa menyentuhnya," Jawab orang Kristen itu.

Akhirnya sang kaisar beralih ke beberapa pengadil yang ada di sana dan dengan muak berkata, "Apa yang mau aku lakukan pada orang kudus ini?"

Semoga Allah memberi kita lebih banyak orang Kristen seperti ini.

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 20-22; Kisah Para Rasul 21:1-14

Di tangan-Nya ada kekuatan baru, di tangan-Nya ada harapan baru dan di tangan-Nya tersedia keadilan untuk selama-lamanya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Dia Memegang Kunci

Wahyu 1:17-18 "Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut."

Wahyu 3 mencatat pesan Yesus kepada para jemaat di hari-hari terakhirnya, yang dikenal sebagai jemaat Filadelfia.
Dalam bab ini diceritakan bahwa Yesus mengatakan beberapa hal spesifik tentang bagaimana mereka semestinya hidup di jaman akhir.
Tapi saya pikir, kita bisa mengganti kata "Filadelfia" dengan nama kita di dalam bab ini.
Mengapa?
Karena pesan Yesus ini bukan hanya diperuntukkan bagi jemaat mula-mula, tapi juga bagi kita, gereja, tubuh Kristus:

"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka. Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku" (Wahyu 3:7-8).

Dalam ayat-ayat ini kita membaca bahwa Yesus memegang kunci Daud (Saya lega Dia yang memegang kunci itu, sebab kalau ada pada saya, mungkin kunci-kunci itu sudah hilang sekarang).

Puji Tuhan Dia tidak menghilangkan kunci itu.
Dia punya kunci dari semua gembok.
Dia bisa membuka pintu apa pun.
Dia memegang kendali atas semua kejadian dalam sejarah manusia, masa lalu, sekarang, dan masa depan.
Dia menutup tapi akan membuka pintu-pintu lain.
Dia akan memutuskan sampai kapan kita hidup.
Hidup kita ada di tangan-Nya, bukan atas kehendak kita.
Pintu yang Dia tutup akan ditutup selamanya.
Pintu yang Dia buka akan dibuka selamanya.
Tidak ada kuasa lain di dunia ini yang bisa mengubahnya.

Ini merupakan satu peringatan buat kita supaya kita tetap ingat bahwa Allah memegang kendali, berkuasa.
Kita tidak perlu takut menyongsong masa depan yang tidak kita tahu rimbanya jika kita hidup di dalam Dia.
Kristus memegang kendali hidup kita.

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 23-25; Kisah Para Rasul 21:15-40

Pintu yang Dia buka akan dibuka selamanya. Tidak ada kuasa lain di dunia ini yang bisa mengubahnya. Kristus sepenuhnya memegang kendali atas hidup kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Pintu yang Belum Pernah Terbuka

Kolose 4: 3-4 "Berdoa jugalah untuk kami, supaya Allah membuka pintu untuk pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus, yang karenanya aku dipenjarakan. Dengan demikian aku dapat menyatakannya, sebagaimana seharusnya."

Yesus telah menganugerahkan kita-sebagai gereja-sebuah pintu yang belum pernah terbuka sebelumnya.
Kita membaca dalam Wahyu 3:7, "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka."

Jika kunci pintu itu adalah simbol dari otoritas-Nya, maka pintu tersebut adalah simbol dari kesempatan atau peluang untuk kita.
Pintu terbuka adalah sebuah konsep yang sering digunakan dalam Perjanjian Baru.
Paulus berbicara tentang hal ini dalam 2 Korintus 2:12 "Ketika aku tiba di Troas untuk memberitakan Injil Kristus, aku dapati, bahwa Tuhan telah membuka jalan untuk pekerjaan di sana."

Dalam Kisah Para Rasul 14:27, Paulus dan Barnabas menjelaskan tentang sebuah pintu iman yang dibuka bagi bangsa-bangsa lain yang belum percaya.

Kita harus berdoa agar pintu-pintu tersebut dibukakan dalam kehidupan kita.
Paulus pada intinya berkata, "Doakanlah kami juga supaya Allah memberi kami banyak kesempatan untuk memberitakan tentang rencana misterius Kristus. Itulah mengapa aku ada di sini di dalam rantai pesan ini. Doakanlah agar aku dapat memberitakan pesan ini sejelas-jelasnya."

Ketika kebaktian akbar di gereja kami kian mendekat, kadang jemaat saya bertanya kepada saya apa yang harus mereka doakan untuk saya.
Jawaban saya sama dengan Paulus:
Pertama, agar Allah membukakan pintu untuk memampukan saya menyampaikan Firman-Nya, dan kedua, agar saya mampu memberitakan pesan-Nya sejelas-jelasnya.

Kita semua harus mencari pintu-pintu terbuka itu.
Kita tidak boleh puas pada pencapaian pelayanan kita di masa lalu.
Kita harus mencari kesempatan-kesempatan di hari ini dan di masa yang akan datang.

Anda tahu, tahun ini, bulan ini, mungkin adalah kesempatan terakhir bagi Anda untuk melewati pintu yang terbuka.
Hanya karena sebuah pintu terbuka sekarang, bukan berarti ia akan terbuka selamanya.

Jadi, maukah Anda berjalan melewati pintu-pintu yang terbuka itu?
Maukah Anda mencari kesempatan-kesempatan itu?
Maukah Anda melakukan panggilan Allah untuk Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 26-28; Kisah Para Rasul 22

Jangan puas pada pencapaian pelayanan di masa lalu, setiap kesempatan akan menjadi peluang untuk Anda berkembang dan bertumbuh.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Dia Memegang Kunci

Wahyu 1:17-18 "Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut."

Wahyu 3 mencatat pesan Yesus kepada para jemaat di hari-hari terakhirnya, yang dikenal sebagai jemaat Filadelfia.
Dalam bab ini diceritakan bahwa Yesus mengatakan beberapa hal spesifik tentang bagaimana mereka semestinya hidup di jaman akhir.
Tapi saya pikir, kita bisa mengganti kata "Filadelfia" dengan nama kita di dalam bab ini.
Mengapa?
Karena pesan Yesus ini bukan hanya diperuntukkan bagi jemaat mula-mula, tapi juga bagi kita, gereja, tubuh Kristus:

"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka. Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku" (Wahyu 3:7-8).

Dalam ayat-ayat ini kita membaca bahwa Yesus memegang kunci Daud (Saya lega Dia yang memegang kunci itu, sebab kalau ada pada saya, mungkin kunci-kunci itu sudah hilang sekarang).

Puji Tuhan Dia tidak menghilangkan kunci itu.
Dia punya kunci dari semua gembok.
Dia bisa membuka pintu apa pun.
Dia memegang kendali atas semua kejadian dalam sejarah manusia, masa lalu, sekarang, dan masa depan.
Dia menutup tapi akan membuka pintu-pintu lain.
Dia akan memutuskan sampai kapan kita hidup.
Hidup kita ada di tangan-Nya, bukan atas kehendak kita.
Pintu yang Dia tutup akan ditutup selamanya.
Pintu yang Dia buka akan dibuka selamanya.
Tidak ada kuasa lain di dunia ini yang bisa mengubahnya.

Ini merupakan satu peringatan buat kita supaya kita tetap ingat bahwa Allah memegang kendali, berkuasa.
Kita tidak perlu takut menyongsong masa depan yang tidak kita tahu rimbanya jika kita hidup di dalam Dia.
Kristus memegang kendali hidup kita.

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 23-25; Kisah Para Rasul 21:15-40

Pintu yang Dia buka akan dibuka selamanya. Tidak ada kuasa lain di dunia ini yang bisa mengubahnya. Kristus sepenuhnya memegang kendali atas hidup kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Di Tangan-Nya

Wahyu 12:11 "Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut."

Begitu penting bagi kita untuk mengetahui bahwa hidup ini adalah milik Allah.
Dia menentukan hari kelahiran kita, dan Dia juga menentukan hari kematian kita.

Dalam Wahyu 12:11, kita membaca tentang orang-orang kudus selama masa Tribulasi (Kesengsaraan) yang "mengalahkan dia (Iblis) oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka.
Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut."

Para orang percaya ini tahu hidup mereka adalah milik Allah.
Mereka tahu bahwa sebagai pengikut Yesus yang mengikuti selama masa Tribulasi, nyawa mereka terancam.
Mereka juga tahu bahwa umur mereka ada di tangan Allah.
Oleh karena itu, mereka berbicara untuk iman mereka di dalam Kristus dan, apa pun konsekuensinya, mereka siap untuk menghadapinya.

Ada sebuah cerita dari sejarah Kekristenan tentang seorang percaya yang diadili di hadapan salah satu kaisar Romawi.
Dia dipaksa meninggalkan imannya dan menyembah kaisar.
Pria itu tidak mau melakukannya.
Kemudian sang kaisar berkata kepadanya, "Tinggalkan Kristus, atau aku akan mengusirmu."

Orang Kristen itu berseru, "Anda tidak bisa memisahkanku dari Kristus, karena Dia berkata, 'Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau."

Sang kaisar berkata, "Aku akan mengambil paksa harta bendamu."

Tapi orang Kristen itu menjawab, "Hartaku ada di surga. Anda tidak dapat menyentuhnya."

Sang kaisar berkata, "Aku akan membunuhmu."

"Aku telah mematikan diriku dari dunia ini, untuk hidup di dalam Kristus selama 40 tahun hidupku. Hidupku dilindungi Kristus di dalam Allah. Anda tidak bisa menyentuhnya," Jawab orang Kristen itu.

Akhirnya sang kaisar beralih ke beberapa pengadil yang ada di sana dan dengan muak berkata, "Apa yang mau aku lakukan pada orang kudus ini?"

Semoga Allah memberi kita lebih banyak orang Kristen seperti ini.

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 20-22; Kisah Para Rasul 21:1-14

Di tangan-Nya ada kekuatan baru, di tangan-Nya ada harapan baru dan di tangan-Nya tersedia keadilan untuk selama-lamanya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Allah BerfirmN; Jangan Tunda Impian Anda

Pengkhotbah 11:4 "Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai."

Hari terbaik untuk memulai impian Anda adalah hari ini-bukan saat Anda telah menyelesaikan semua masalah Anda atau ketika Anda punya lebih banyak uang di bank.
Sesungguhnya "hari-hari itu" tak akan pernah datang.

Alkitab mengatakan "Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai" (Pengkhotbah 11:4).

Pencarian kita yang tanpa henti akan kesempurnaan sering menjadi bahan bakar penundaan kita.
Dan hal itu menahan kita untuk mengejar impian kita.

Jika Anda menunggu sampai keadaan Anda dirasa sempurna untuk mengikuti panggilan Anda, maka Anda tidak akan pernah memulainya.
Semua itu tidak akan beres.
Jika Anda menunggu sampai Anda bebas dari utang sebelum memberi persepuluhan, maka Anda tak akan pernah bisa mandiri dalam hal finansial.

Begitu pun dengan impian Anda.
Jika Anda menunggu sampai anak-anak Anda dewasa dan keluar dari rumah atau sampai Anda memiliki banyak uang di bank untuk mulai mewujudkan mimpi yang telah Allah rancangkan untuk Anda, maka kemungkinan besar, Anda tidak akan pernah sampai di sana.

Hidup Anda dan pencarian Anda dalam mewujudkan impian kiranya dijalani dalam kondisi yang jauh dari sempurna, yang apa adanya.
Sebab itu akan memampukan Anda untuk melihat kesempurnaan dari sisi yang berbeda.

Jadi, mulailah sekarang.
Bagaimana pun situasinya, mulailah mewujudkan impian Anda hari ini.
Hari esok mungkin tak akan pernah datang.

Renungkan hal ini:

Mengapa penundaan begitu menggoda saat kita tengah berusaha mewujudkan impian kita?

Apa alasan-alasan yang Anda buat untuk menunda mengejar impian Anda?

Apa satu tindakan nyata yang bisa Anda lakukan besok untuk mencegah Anda menunda mengejar impian Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 7-9; Kisah Para Rasul 18

Hari terbaik untuk memulai impian Anda adalah hari ini-bukan saat Anda telah menyelesaikan semua masalah Anda. Jadi jangan takut untuk bermimpi.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Tak Pernah Ada Kata Terlambat untuk Memulai Panggilan Allah

Yosua 14:10b-12a "Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini; pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk. Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan TUHAN pada waktu itu, sebab engkau sendiri mendengar pada waktu itu, bahwa di sana ada orang Enak dengan kota-kota yang besar dan berkubu."

Jika Anda hendak mengikuti panggilan Tuhan atas hidup Anda, percayalah Anda tidak pernah, dan tidak akan pernah terlambat.

Setelah Yosua mengirim 12 pengintai ke Tanah Perjanjian, mereka kembali dan melaporkan bahwa tempat itu terlalu sulit bagi umat Allah untuk ditinggali.
Karena ketidakpercayaan mereka, Allah membuat mereka berkelana di padang gurun selama 40 tahun.
Itu menyebabkan matinya satu generasi karena mereka tidak percaya pada janji-janji Allah.
Tapi Kaleb dan Yosua percaya, dan mereka harus hidup bagi umat yang lain.

Ketika orang Israel kembali ke Tanah Perjanjian 40 tahun kemudian, Kaleb berusia 85 tahun.
Kaleb berkata, "Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini; pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk. Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan TUHAN pada waktu itu, sebab engkau sendiri mendengar pada waktu itu, bahwa di sana ada orang Enak dengan kota-kota yang besar dan berkubu" (Yosua 14:10b-12a).

"Berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan TUHAN pada waktu itu," seru Kaleb.
Tanah yang ia inginkan penuh dengan raksasa dan kota-kota berkubu dengan tembok besar.
Dia seakan berseru kepada Allah, "Berikan padaku tugas terberat itu. Berikan padaku kota yang paling sulit itu. Berikan padaku tempat dengan raksasa-raksasa besar itu. Berikan padaku bukit-bukit itu. Aku tidak ingin tempat yang mudah. Aku tahu aku berusia 85 tahun, tapi aku masih punya keberanian untuk melakukan hal-hal besar untuk-Mu."

Baru-baru ini ketika saya pergi ke toko buku untuk membeli kartu ulang tahun untuk cucu saya, saya melihat sesuatu yang belum pernah saya lihat sebelumnya di seksi kartu ucapan.
Mereka sekarang menjual kartu ulang tahun yang ke-80, ke-85, ke-90, ke-95, bahkan yang ke-100!
Sewaktu saya kecil, saya tidak pernah melihat kartu-kartu semacam ini, karena di zaman sekarang, manusia hidup lebih lama.
Ketika ayah saya lahir, usia maksimal rata-rata seorang pria Amerika adalah 76.
Namun kini usia harapan hidup rata-rata pria telah meningkat, setidaknya 12 tahun.

Beberapa dari Anda mungkin berpikir sudah saatnya berhenti melakukan aktivitas.
Tapi saya beritahu Anda satu hal, ini waktunya Anda bertindak dan berbuat sesuatu untuk Tuhan.
Apakah Anda pikir Dia akan membiarkan Anda hidup 30 tahun lagi hanya untuk bermain golf?

Inilah satu kata yang tidak ada dalam Alkitab: 
pensiun.
Anda mungkin telah pensiun, tapi Anda tetap dapat melayani Tuhan.
Anda punya lebih banyak hikmat dan pengalaman sekarang, dan Dia tidak akan menyia-nyiakan itu.

Di usia 85 tahun, Kaleb memulai misi terbesar dalam hidupnya.
Musa berusia 80 tahun ketika Allah memanggilnya untuk membebaskan umat Allah.
Abraham berusia 79 tahun ketika ia menerima panggilan Allah.

Jika Anda berada di generasi Kaleb, Anda harus percaya bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai panggilan hidup Anda.
Yang terbaik belum datang!

Renungkan hal ini:

Jika Anda berada di generasi Kaleb, bagaimana Anda ingin menghabiskan "masa pensiun" Anda agar berguna bagi Kerajaan Allah?
Bagaimana Anda akan mengikuti panggilan Anda dalam 10, 20, atau 30 tahun ke depan bagi Tuhan?

Terlepas dalam tahap apa Anda berada sekarang, apa yang Anda lakukan untuk mengikuti apa yang menjadi panggilan Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 4-6; Kisah Para Rasul 17:16-34

Anda punya lebih banyak hikmat dan pengalaman sampai sekarang, tapi ingat Anda tetap harus melayani Tuhan di sepanjang hidup Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Bagaimana Berjuang Melawan Pendapat Dunia

Bilangan 14:3 "Mengapakah TUHAN membawa kami ke negeri ini, supaya kami tewas oleh pedang, dan isteri serta anak-anak kami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?"

Pada tahun 1979, setelah saya menyelesaikan seminari saya di Fort Worth, Texas, saya merasa sepertinya Tuhan memanggil saya untuk pergi ke California Selatan untuk mendirikan Gereja Saddleback.
Lalu saya menelepon seseorang yang begitu saya hormati, dan mengatakan kepadanya apa yang saya pikir Tuhan mau saya kerjakan.

Anda tahu apa yang dia katakan?
"Rick, itu ide terbodoh yang pernah kudengar. Begitu kau pindah ke California Selatan, kau tidak akan terdengar kabarnya lagi. Jangan pergi."
Ia memupuskan impian saya!

Setiap kali Anda serius ingin menggunakan hidup Anda sesuai dengan kehendak Tuhan, ada saja orang-orang yang akan menentangnya.
Anda akan mendapati sahabat atau bahkan mungkin anggota keluarga yang menentang impian Anda, sebab Iblis akan berbuat apapun supaya menjauhkan Anda dari panggilan-Nya.
Salah satu alasan mengapa begitu sedikit orang yang benar-benar memenuhi panggilan-Nya adalah karena mereka tidak mau melawan pendapat orang banyak, pandangan dunia.

Jika Anda ingin mengikuti panggilan Tuhan dalam hidup Anda, Anda harus mampu menolak saran negatif, tidak peduli siapa yang memberikannya.

Alkitab mengatakan dalam Bilangan 14:2-3, "Bersungut-sungutlah semua orang Israel kepada Musa dan Harun; dan segenap umat itu berkata kepada mereka: "Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini! Mengapakah TUHAN membawa kami ke negeri ini, supaya kami tewas oleh pedang, dan isteri serta anak-anak kami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?"
Ketika dihadapkan pada situasi yang sulit, orang Israel memutuskan untuk memilih perbudakan daripada kebebasan, karena itu cara yang paling aman bagi mereka.
Daripada mengikut Allah dan melakukan kehendak-Nya, mereka memilih kembali ke cara hidup lama mereka.

Tapi salah satu pemimpin mereka, Kaleb, punya keberanian yang besar.
Dia memutuskan untuk mengambil tantangan itu dengan bantuan Allah, meski dia takut.
Dia siap untuk menolak saran-saran negatif orang banyak demi mengikuti panggilan Tuhan.

Kaleb tidak hanya mendengar saran-saran negatif.
Bilangan 14:10 mengatakan, "Lalu segenap umat itu mengancam hendak melontari kedua orang itu dengan batu. Tetapi tampaklah kemuliaan TUHAN di Kemah Pertemuan kepada semua orang Israel."

Saya kagum dengan fakta bahwa kehadiran Allah menyelamatkan Kaleb dan Yosua.
Hal itu akan terjadi dalam hidup Anda juga.
Para perintis selalu menanggung kebencian orang banyak.
Oleh sebab itu, saat ini Anda harus memutuskan untuk menolak saran negatif jika Anda hendak melakukan panggilan-Nya dalam hidup Anda.

Renungkan hal ini :

Bentuk perbudakan apa yang rela Anda terima kembali, ketimbang berjalan maju dan mengambil resiko bersama Allah?

Ketika Anda mengevaluasi saran yang Anda terima akhir-akhir ini dari orang-orang yang Anda kasihi dan percaya, berapa banyak dari itu semua yang mendorong Anda menuju ke arah panggilan Allah?
Berapa banyak dari saran-saran tersebut yang bersifat negatif?

Mengapa kadang begitu sulit untuk melawan pendapat orang banyak atau saran dari teman-teman kita?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 1-3; Kisah Para Rasul 17:1-15

Jangan sampai pendapat dunia menghancurkan iman percaya Anda kepada Allah, fokuskan pada pendapat Allah saja.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Tuhan, Mengapa ini Terjadi Kepadaku ?

1 Korintus 13:9, 12 "Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal."

Dalam rasa sakit dan keputusasaan, Ayub menanyakan banyak pertanyaan yang masuk akal:
"Mengapa terang diberikan kepada yang bersusah-susah, dan hidup kepada yang pedih hati" (Ayub 3:20).

Pertanyaan "mengapa" ini adalah sifat dasar manusia, yang kita semua pasti pernah bertanya hal yang sama.
Kita salah mengerti bahwa jika kita memahami alasan di balik rasa sakit kita, maka rasa sakit itu akan terasa lebih ringan.

Anda tidak perlu penjelasan; Anda butuh kekuatan.
Anda tidak perlu penjelasan; Anda butuh Juruselamat.
Anda tidak perlu penjelasan; Anda butuh penghiburan dan dukungan.

Namun kenyataannya, kita selalu mencari penjelasan!
Kita mengajukan pertanyaan seperti, "Mengapa dia meninggalkanku? Mengapa dia memberi janji padaku tapi akhirnya mengingkarinya? Mengapa dia menyakitiku? Mengapa aku kehilangan pekerjaanku? Kenapa dia mati? Mengapa aku jatuh sakit?"

Saudara, saya telah mempelajari pertanyaan "mengapa" ini selama 37 tahun, dan saya akan memberikan jawabannya:
Saya tidak tahu.
Dan saya tidak akan pernah tahu, karena saya bukan Tuhan.
Begitupun Anda!
Beberapa hal tidak akan pernah kita mengerti sampai kita mati, dan itu semua akan menjadi sangat, sangat jelas kelak.
Hanya Tuhan yang tahu.
Dan jika Anda tidak langsung mendapat jawaban-Nya, berhentilah bertanya "Mengapa?"
sebab itu sia-sia, Anda hanya malah akan memperlama rasa sakit Anda.

Amsal 25:2 mengatakan, "Kemuliaan Allah ialah merahasiakan sesuatu, tetapi kemuliaan raja-raja ialah menyelidiki sesuatu."
Allah adalah Allah yang mewahyukan.
Dia memperlihatkan diri-Nya melalui alam, keadaan, dan Injil.
Satu-satunya alasan bagaimana Anda mengenal-Nya ialah karena Ia telah memilih untuk memperlihatkan diri-Nya.

Namun Alkitab mengatakan bahwa Allah tidak hanya menyingkapkan diri-Nya;
Allah juga menyembunyikan diri-Nya.
Dan kadang, Dia sengaja menyembunyikan wajah-Nya dari kita.
Mengapa?
Agar kita belajar untuk percaya pada-Nya bukan pada perasaan kita, dan untuk hidup dengan iman dan bukan dengan perasaan kita.

Allah tidak berutang satu penjelasan pun pada Anda.
Dia tidak harus memeriksa keadaan Anda terlebih dahulu sebelum Dia melakukan sesuatu.
Dia tidak harus mendapatkan izin dari Anda sebelum Dia memungkinkan hal-hal terjadi dalam hidup Anda.
Allah adalah Allah, dan kita tidak akan selalu memahami mengapa beberapa hal terjadi dalam kehidupan.

Alkitab mengatakan, "Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal" (1 Korintus 13:9, 12).

Suatu hari, itu semua akan menjadi jelas.
Itu semua akan menjadi masuk akal.
Suatu hari Anda bisa berkata, "Jadi itu sebabnya Tuhan mengijinkan itu terjadi dalam hidup saya!"
Namun sampai saat itu tiba, Dia ingin Anda percaya pada-Nya.

Renungkan hal ini:

Pertanyaan-pertanyaan apa yang harus Anda tanyakan dan simpan dalam daftar "Pertanyaan yang akan Kutanyakan di Surga" Anda?

Bagaimana dengan melupakan pertanyaan "mengapa" Anda bisa meningkatkan iman Anda?

Bagaimana Anda bisa mendorong seseorang yang telah lama mempertanyakan Tuhan dan bertanya mengapa Ia mengizinkan kesulitan terjadi dalam hidupnya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 38-40; Kisah Para Rasul 16:1-18

Rasa sakit yang di rasakan oleh Ayub kerapkali juga Anda rasakan, namun jangan hanya pertanya "mengapa Tuhan terjadi padaku?" tetapi percayalah kepada-Nya bahwa semua yang terjadi adalah baik adanya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Siapa yang Bisa Anda Mintai Tolong?

Galatia 6:2 "Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus."

Ketika kita menghadapi kekecewaan besar dalam kehidupan, reaksi kita umumnya ialah mundur dan mengisolasi diri kita sendiri.
Kita ingin menanganinya sendiri.
Kita ingin merahasiakan rasa kehilangan, kegagalan, kesalahan dan kesulitan kita.
Kita ngin menarik diri.
Sungguh ide yang buruk!

Masa-masa ketika Anda menghadapi kekecewaan, kesulitan, atau kehilangan ialah masa dimana Anda paling membutuhkan teman-teman.
Anda perlu menerima bantuan dari orang lain.
Allah tidak merancang Anda untuk menangani semua rasa sakit dan stres dalam hidup Anda seorang sendiri.
Kita terikat satu sama lain.
Kita saling membutuhkan.
Kita makhluk sosial.
Hal pertama yang Allah katakan di Taman Eden adalah, "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja."
Kita diciptakan untuk memiliki relasi-relasi dengan orang lain.

Ayub 6:14 mengatakan, "Siapa menahan kasih sayang terhadap sesamanya, melalaikan takut akan Yang Mahakuasa."

Akan ada waktu dalam hidup Anda dimana Anda merasakan rasa sakit yang teramat sangat sehingga membuat Anda berkata, "Aku tidak percaya pada Tuhan sekarang!" 
Di saat itulah Anda membutuhkan sahabat-sahabat yang datang pada Anda dan berkata, "Tidak apa-apa. Kami akan mewakilimu untuk percaya pada-Nya."

Akan datang suatu waktu dimana Anda akan berkata, "Aku tidak percaya pada-Mu sekarang. Aku meragukan-Mu."
Di saat itulah Anda membutuhkan sahabat-sahabat yang ikut campur tangan dan berkata," Tidak apa-apa.
Kami akan mewakilimu untuk mempercayakan-Nya menolongmu menghadapi ini."

"Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus." (Galatia 6:2).
Apa hukum Kristus menyangkut hal ini?
"Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
Alkitab memerintahkan kita untuk saling membantu.
Setiap kali Anda membantu orang yang sedang menghadapi kepedihan, maka Anda sedang memenuhi hukum Kristus itu.

Mencoba untuk menangani masalah Anda sendiri hanya akan membuat Anda semakin lelah dan stres.
Anda harus menerima bantuan orang lain dan membiarkan mereka mendukung Anda.

Renungkan hal ini:

Siapa saja orang-orang dalam hidup Anda yang mendukung Anda saat melewati rasa kehilangan dan kekecewaan?
Bagaimana Anda melakukan hal yang sama untuk mereka?

Apa yang dapat dilakukan persekutuan Anda dalam memberikan dukungan yang sama ketika Anda dalam kesulitan?
Apa yang dapat kita pelajari tentang Allah melalui dukungan dari persahabatan Injili kita ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 36-37; Kisah Para Rasul 15:22-41

Akan datang masa-masa yang sukar dalam hidup Anda, namun jangan kuatir dan gentar karena Dia sanggup menolong Anda saat kesulitan itu datang asalkan Anda percaya kepada-Nya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Jangan Pendam Rasa Sakit Anda, Katakan Pada-Nua

Ratapan 2:19 "Bangunlah, mengeranglah pada malam hari, pada permulaan giliran jaga malam; curahkanlah isi hatimu bagaikan air di hadapan Tuhan, angkatlah tanganmu kepada-Nya demi hidup anak-anakmu, yang jatuh pingsan karena lapar di ujung-ujung jalan!"

Apakah Anda berpikir Anda adalah orang yang paling menderita di dunia ini?
Tokoh dalam Alkitab, Ayub istilahnya mendapat gelar Ph.D.
dalam hal rasa sakit dan kehilangan.
Dalam bab pertama kitab Ayub, dikatakan setelah kehilangan segala yang ia miliki, "Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah" (Ayub1:20).

Ayub mengungkapkan rasa sakitnya kepada Allah.
Ketika Anda mengalami kehilangan mendalam dalam hidup Anda, seperti kematian orang terkasih, hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah memberitahu Allah apa yang benar-benar Anda rasakan.

Ini mungkin akan mengejutkan Anda, tapi Allah dapat mengatasi kemarahan dan rasa frustrasi Anda.
Dia bisa mengatasi emosi Anda.
Mengapa?
Karena Ia yang memberikannya pada Anda.
Anda diciptakan menurut gambar Allah, dan Dia adalah Tuhan yang punya perasaan.

Ketika balita Anda sedang merengek menangis dan memukul Anda, Anda dapat menanganinya.
Sama halnya dengan kita, Allah lebih besar dari emosi Anda.
Tidak apa-apa menceritakan pada-Nya bagaimana perasaan Anda.
Ketika Anda berdoa untuk kenaikan jabatan, dan itu tidak terjadi, ketika orang yang Anda cintai memutuskan untuk meninggalkan Anda, ketika Anda mendengar hasil dari dokter Anda, "Ini kanker," Anda bisa berkata pada-Nya, "Tuhan, Aku marah. Akukesal. Aku kecewa. Aku frustrasi. Aku gundah. Aku ragu." 
Dia dapat menangani keluhan Anda, pertanyaan Anda, ketakutan Anda, dan kesedihan Anda.
Kasih Allah untuk Anda lebih besar dari semua emosi itu.

Anak-anak saya tahu saya mencintai mereka.
Mereka mengerti bahwa saya tinggal di planet ini lebih lama daripada yang mereka dan saya punya pengalaman lebih dari mereka.
Tapi anak-anak saya kadang mempertanyakan pendapat saya.

Saya lebih suka obrolan yang jujur, yang mengaduk-aduk emosi dengan anak-anak saya, ketimbang meminta mereka memendam rasa frustrasi dan kekecewaan.
Allah menggunakan cara yang sama!
Dia lebih suka melihat Anda bergumul dengan Dia dalam kemarahan, ketimbang pergi menjauhi-Nya dengan kekesalan yang terpendam.

Respon yang tepat untuk pergumulan yang tak dapat Anda mengerti ialah "tersenyum lebar dan menanggungnya."
Ratapan 2:19 mengatakan, "Bangunlah, mengeranglah pada malam hari, pada permulaan giliran jaga malam; curahkanlah isi hatimu bagaikan air di hadapan Tuhan, angkatlah tanganmu kepada-Nya demi hidup anak-anakmu, yang jatuh pingsan karena lapar di ujung-ujung jalan!"
Kapan terakhir kali Anda menangis di malam hari?
Kapan terakhir kali Anda mencurahkan hati Anda kepada Allah?

Renungkan hal ini:

Siapakah orang pertama yang biasanya Anda ajak bicara tentang masalah Anda?

Mengapa Anda percaya pada orang itu?
Apa efek fisik dan emosional yang timbul karena menyimpan amarah Anda sendiri?
Apa yang Anda butuhkan untuk bergumul dengan Tuhan hari ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 32-33; Kisah Para Rasul 14

Respon yang tepat untuk pergumulan yang sedang Anda hadapi adalah dengan datang kepada Tuhan dengan hati yang jujur.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren).

Read more

Ibadah Doa Pagi

Ibadah Doa Pagi

Popular Post

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More