• slide 1

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010 GSJA Sword bertempat di JL Kartini 8 No.1A...

  • slide 2

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00 kelas terbagi ke dalam tiga kelas: Little Heaven, Kingdom Kid dan Christ Crew...

  • slide 3

    Ibadah Pelajar

    Ibadah yang dihadiri oleh para pelajar yang masih sekolah dan berkuliah, segment keterlibatan dalam drama...

  • slide 4

    Tim Musik GSJA Sword

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah terdiri dari : Agus - Gitaris, Julius dan sylvi- Keyboard, Yanto dan Edy - Drum, Randy - Bass...

  • slide 5

    Drama Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword dalam perayaan Harnas Wanita 2011...

  • slide 6

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011 yang berlangsung di gedung gereja sendiri, sederhana namun membawa hikmat dan berkat tersendiri...

  • slide 7

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword saat perayaan Natal 2010...

  • slide 8

    Natal GSJA Sword, 17 Des 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword pada tanggal 17 Des 2011...

  • slide 9

    Imlek GSJA Sword, 22 Jan 2012

    Ibadah Saat Imlek di GSJA Sword pada tanggal 22 Januari 2012...

  • slide 10

    Gathering Pekerja GSJA Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

  • slide nav 1

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010...
  • slide nav 2

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00...
  • slide nav 3

    Ibadah Pelajar

    Ibadah yang dihadiri oleh para pelajar yang masih sekolah dan berkuliah...
  • slide nav 4

    Tim Musik

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah...
  • slide nav 5

    Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword...
  • slide nav 6

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011...
  • slide nav 7

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword...
  • slide nav 8

    Natal GSJA Sword 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword, 17 Des 2011...
  • slide nav 9

    Imlek GSJA Sword 2012

    Ibadah Saat imlek di GSJA Sword, 22 Januari 2012...
  • slide nav 10

    Gathering Pekerja Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words Of OuR LorD)

Latest from Blog

Menara Doa

Menara Doa

Ibadah Kenaikkan Tuhan Yesus Kristus

Ibadah Kenaikkan Tuhan Yesus Kristus

Ibadah Pencurahan Roh Kudus

Ibadah Pencurahan Roh Kudus

Delete this element to display blogger navbar

0 Besuka-cita Adalah Pilihan

Filipi 1:18b-19 "Dan aku akan tetap bersukacita, karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus."

Ketika dunia Anda terasa runtuh, jangan coba menyelesaikannya sendiri. Biarkan Allah menyusun kembali kepingan-kepingan reruntuhan itu. 

Jika Anda tengah menghadapi masalah, Anda punya dua pilihan: Anda bisa menyembah-Nya atau menjadi khawatir. Itu pilihannya!Ini yang saya sebut sebagai faktor iman. 

Paulus berkata dalam Filipi 1:18b-19, "Dan aku akan tetap bersukacita, karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus."

Dalam ayat ini, Paulus memberikan beberapa sumber kekuatan agar Anda bisa tetap berpikiran positif dan bersukacita dalam masa-masa sulit.

Pertama, Anda harus menggunakan sudut pandang Allah dalam melihat pergumulan Anda. Paulus berkata, "Karena aku tahu." Apa yang Anda tahu, itulah yang membuat Anda terus melanjutkan hidup. Paulus tahu Dia sedang bekerja di tengah-tengah pergumulannya, dan ia terus menggunakan perspektif Allah.

Kedua, Paulus meminta orang-orang mendoakannya, dan itulah yang membuatnya terus berjalan. Kemudian ia berkata, "Roh Yesus Kristus menolongku." Roh Kudus juga menguatkannya, ia berkata, "Roh Kudus akan memimpin pembebasanku." Paulus percaya bahwa Allah telah menyediakan jalan keluar dari setiap pergumulannya, selamanya. 

Karena dia memiliki perspektif Allah, doa para sahabat, Roh Kudus, dan iman, Paulus memilih untuk "terus bersukacita." Bersukacita adalah pilihan. 

Renungkan hal ini:

Seperti apakah rasanya menyembah Allah di tengah-tengah pergumulan? 

Siapa yang Anda andalkan untuk dukungan doa? Siapa yang bisa Anda andalkan untuk benar-benar tulus dan setia berdoa untuk pertumbuhan rohani Anda? 

Pikirkan satu masalah yang sedang Anda alami. Bagaimana Anda melihat Allah bekerja di tengah-tengah kepedihan Anda? Apa yang Anda harap Allah lakukan di dalam Anda dari pengalaman spiritual ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yeremia 51-52; I Timotius 1

Bersukacita adalah pilihan karena dengan bersukacita Anda mendapatkan kekuatan di dalam rasa sukacita itu. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Anda Tak Butuh Persetujuan Seseorang Untuk Bahagia

Filipi 1:18 "Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita,"

Apa pun yang terjadi dalam hidup Anda, Anda bisa bahagia apabila tidak membiarkan orang lain mengendalikan sikap Anda. 

Dalam Filipi 1:15-17, Paulus berbicara tentang empat macam orang yang mempengaruhi pelayanannya saat ia dipenjara di Kerajaan Roma. Ada beberapa orang yang dianggap sebagai kawan yang mendorongnya dalam pelayanannya, sementara yang lainnya, mengkritik, saling bersaing, atau saling bersekongkol menentang pelayanannya. 

"Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik. Mereka ini memberitakan Kristus karena kasih, sebab mereka tahu, bahwa aku ada di sini untuk membela Injil, tetapi yang lain karena kepentingan sendiri dan dengan maksud yang tidak ikhlas, sangkanya dengan demikian mereka memperberat bebanku dalam penjara." (Filipi 1: 15-17). 

Beberapa hal lebih cepat merampas kebahagiaan Anda, dibanding kritikan atau permusuhan. Mengapa? Karena kita semua ingin dicintai. Kita semua ingin diterima. Kita semua ingin orang lain menyukai kita.

Namun Paulus mengatakan dalam Filipi 1:18, "Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita,"

Anda tidak perlu persetujuan orang lain untuk bahagia. 

Anda bisa bahagia seperti yang Anda mau! Jika orang lain tak bahagia dengan Anda, itu pilihan mereka. Jika Anda belum mendapat pengakuan atau penerimaan seseorang sekarang, Anda mungkin tak akan mendapatkannya. Dan Anda hanya akan menderita jika Anda mencoba hidup hanya demi diterima oleh orang lain. 

Paulus kemudian menjelaskan dalam ayat 29 dan 30 mengapa Anda bisa bahagia apa pun yang terjadi: "Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia, dalam pergumulan yang sama seperti yang dahulu kamu lihat padaku, dan yang sekarang kamu dengar tentang aku."

Paulus mengatakan bahwa adalah hak istimewa untuk menderita ketika melakukan hal yang benar, sebab Anda bisa merasakan penderitaan Yesus saat seseorang menyalibkan Anda dan mencoba membuat Anda marah.

Apa pun yang terjadi, Anda bisa bahagia jika Anda melihat setiap masalah dari sudut pandang Allah, dan tak pernah membiarkan apa yang orang lain ucapkan atau lakukan mengontrol kebahagiaan Anda. 

Renungkan hal ini: 

Siapa yang saat ini berusaha Anda dapatkan persetujuannya? Mengapa Anda butuh pengakuan orang tersebut? 

Mengapa Allah lebih mudah menerima kita, dibanding dengan orang lain? 

Ketika Anda merasa ditentang atau dikritik, bagaimana Allah bekerja di dalam Anda dan melalui Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yeremia 48-50; II Tesalonika 3

Anda bisa bahagia kalau Anda mau, tak perlu meminta persetujuan orang lain. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Orang Yang Bahagia Melihat Gambaran Besar Akan Allah

Filipi 1:12 "Aku menghendaki, saudara-saudara, supaya kamu tahu, bahwa apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil,"

Jika Anda ingin menjadi orang yang bahagia, Anda harus memandang setiap masalah dari sudut pandang Allah. Orang-orang yang bahagia memiliki sudut pandang yang lebih luas. Mereka melihat gambaran besarnya. Apabila Anda tak melihat sesuatu dari perspektif Allah, Anda akan takut, frustrasi, dan tak merasakan sukacita. 

Apa pun yang terjadi dalam hidup Anda"yang baik, yang buruk, dan yang jelek, Allah telah meyediakan jalan keluarnya. Paulus tahu persis itu. Dia mengatakan dalam Filipi 1:12, "Aku menghendaki, saudara-saudara, supaya kamu tahu, bahwa apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil," 

Semenjak Paulus menjadi seorang Kristen di jalan menuju kota Damaskus, ia sudah memimpikan satu hal besar: ia ingin berkhotbah di Roma, satu tempat yang menjadi pusat dunia di kala itu. Mimpinya adalah untuk memberitakan Injil di kota yang paling memegang peranan besar di dunia tersebut.

Namun Allah punya ide lain. Ketimbang mengirim Paulus ke Roma untuk memberitakan Injil, Allah membuatnya menjadi tahanan kerajaan Kaisar Romawi, yang pada waktu itu adalah Nero, seorang penguasa yang begitu kejam dan jahat. 

Sebagai tahanan kerajaan, Paulus duduk dirantai selama 24 jam sehari dibawah penjagaan penjaga istana selama dua tahun, dan penjaga yang berbeda bergantian setiap empat jam sekali. Lebih dari dua tahun di penjara, ia melihat 4380 penjaga. Dia diperlakukan bak tahanan yang paling berbahaya. 

Ini bukan rencana Paulus, tapi ada campur tangan Allah di sana. Ada dua hasil itu yang kita tahu pasti.

Pertama, Filipi 4 mengatakan bahwa dalam waktu dua tahun, beberapa angggota keluarga Nero menjadi percaya karena kesaksian Paulus di istana kerajaan. 

Kedua, karena begitu sulit membuat Paulus berhenti bergerak dan melayani, di dalam penjara, ia dipaksa duduk diam - dengan dirantai- dan hasilnya, ia mampu menulis sebagian besar kitab dalam Perjanjian Baru. Kadang saya bertanya-tanya, mana yang memberikan pengaruh yang lebih besar: khotbahnya di Koloseum, atau kitab-kitab yang ditulisnya, seperti Roma, I dan II Korintus, Galatia, Efesus, Filipi, dan Kolose? Sebab ketujuh kitab ini dengan luar biasa, telah menyingkap siapa Yesus kepada jutaan orang selama bertahun-tahun. 

Paulus tahu bahwa Allah punya rencana yang lebih besar dalam hidupnya, dan dia bersukacita karena melihat karya Allah lewat masalahnya. 

Setiap kali Anda menghadapi masalah yang mematahkan semangat Anda, lakukan apa yang Paulus lakukan- belajar melihat dari sudut pandang Allah. Tanyakan pada diri sendiri, "Apa yang sedang Allah kerjakan dalam hidup saya? Apa rencana besar Allah? Bagaimana dengan perspektif Allah?" Jika Anda melakukannya, Anda akan mampu mengalahkan masalah itu di dalam iman. 

Renungkan hal ini: 

Pikirkan sebuah masalah yang mematahkan semangat Anda. Bagaimana keputusasaan Anda tersebut berubah bila Anda melihatnya dengan sudut pandang Allah yang lebih besar?

Bagaimana Anda melihat cara Allah bekerja di tengah-tengah keadaan sulit di masa lalu Anda? 

Menurut Anda mengapa Allah mengizinkan Anda mengalami pergumulan lewat masa-masa sulit?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yeremia 44-47; II Tesalonika 2

Seperti yang dilakukan oleh Paulus ketika menghadapi masalah yang besar, lihatlah akan Allah karena melewati masalah itu Allah sedang merancangkan sesuatu yang besar dalam hidup Anda. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Doa Yang Positif Menciptakan Hubungan Yang Kuat

Filipi 1:9-11 "Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah."

Saya ingin Anda membayangkan seseorang yang menjengkelkan Anda - mungkin seseorang yang bersitegang dengan Anda, atau yang membuat Anda kesal. Sekarang, saya punya dua pertanyaan : Satu, apakah Anda berdoa untuk orang tersebut? Atau apakah Anda malah mengeluh, menggerutu, mengomel, atau mengkritik apa pun yang orang itu kerjakan? Jika Anda lebih banyak berdoa, maka Anda akan lebih jarang menggerutu, mengeluh, mengomel, dan mengkritik orang lain. Itu pilihan yang harus Anda ambil. 

Apakah menggerutu akan menyelesaikan masalah? Tidak. Apakah berdoa menyelesaikan masalah? Ya. Jadi, mengapa Anda melakukan lebih banyak hal yang tak akan membantu Anda?

Paulus berkata dalam Filipi 1:4, "Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita." Paulus tidak hanya berdoa bagi orang-orang dalam hidupnya; dia berdoa dengan sukacita! 

Ada hal-hal dalam hidup orang lain yang ingin Anda ubah. Mengapa? Sebab Anda tidak mau mengubah diri Anda sendiri; Anda ingin mereka yang berubah. Kita selalu ingin mengubah orang lain. Tapi kita tidak bisa! Yang bisa Anda lakukan ialah berdoa, dan biarkan Allah melakukan pekerjaan-Nya dalam kehidupan mereka. 

Doa yang positif lebih efektif ketimbang pikiran positif. Segala pemikiran positif di dunia ini tidak akan mengubah suami, istri, anak, teman, atau keadaan Anda. Berpikir positif dapat mengubah Anda namun tak akan mengubah orang lain. Tapi doa yang positif dapat membuat perbedaan dalam diri orang lain.

Apakah Anda ingin tahu cara paling ampuh dalam memulihkan hubungan yang buruk? Mulailah mendoakan orang tersebut! Ini akan mengubah Anda, dan ini bisa mengubah orang tersebut. 

Paulus bahkan mengingatkan kita untuk berdoa bagi orang lain "Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah" (Filipi 1:9-11). 

Dari ayat-ayat ini, kita bisa belajar bagaimana seharusnya kita berdoa bagi orang-orang dalam kehidupan kita, melalui empat cara: 

Berdoalah agar kasih mereka tumbuh: "Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian,"

Berdoalah agar mereka membuat pilihan yang bijak: "... sehingga kamu dapat memilih apa yang baik,"

Berdoalah agar mereka hidup kudus: "... supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus,"

Berdoalah agar mereka menjadi seperti Yesus: "& penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah."

Berdoalah doa ini untuk diri Anda sendiri dan untuk orang lain dalam hidup Anda, dan lihat bagaimana Allah memulihkan hubungan yang Anda pikir tak punya harapan, atau yang tak bisa dibangkitkan kembali. 

Renungkan hal ini: 

Siapa orang-orang dalam hidup Anda yang bersitegang dengan Anda? Untuk siapa Anda perlu mendoakan keempat hal ini? 

Bagaimana caranya agar doa yang positif mengubah Anda, bukan hanya mengubah orang-orang yang Anda doakan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yeremia 38-43; II Tesalonika 1

Doa yang positif mampu mengubahkan orang yang sedang Anda doakan, karena itu berdoalah dengan positif. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Masalah Hati

Pengkhotbah 9:3 "Inilah yang celaka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari; nasib semua orang sama. Hati anak-anak manusiapun penuh dengan kejahatan, dan kebebalan ada dalam hati mereka seumur hidup, dan kemudian mereka menuju alam orang mati."

Seringkali, orang mengklaim bahwa jika kita bisa mengubah lingkungan kita, maka kita bisa mengubah orang-orang yang ada di sekelilingnya. Mereka beranggapan bahwa alasan orang bertingkah laku ialah karena faktor didikan keluarga dan lingkungan mereka. 

Tapi saya rasa itu tidak benar. 

Alkitab mengatakan bahwa di akhir masa kerajaan seribu tahun Kristus, akan ada pemberontakan: Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya, dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog dan Magog, dan mengumpulkan mereka untuk berperang dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut" (Wahyu 20:7-8). 

Siapa yang akan Setan perdayai? Dia akan memperdayai keturunan yang selamat dari masa Tribulasi (masa kesengsaraan). Orang-orang ini akan tetap memiliki sifat/watak pendosa, dan mereka akan ditarik ke dalam pemberontakan akhir melawan Allah. Hal ini mengingatkan kita bagaimana gelapnya hati manusia sebenarnya. 

Kita tidak akan merasakan periode yang lebih baik di bumi, sebaik periode ini. Periode ini benar-benar akan menjadi masa dimana kita paling bisa merasakan surga, ketika kita masih di bumi. Kristus sendiri yang akan menjalankan hukum pemerintahan-Nya. Kebenaran akan mengisi planet ini. Namun tetap saja, akan ada pemberontakan. Mengapa? Karena hati manusia jahat.

Kadang orang akan membenarkan tindakan mereka dengan mengatakan, "Tuhan tahu hati saya." Tapi itulah masalahnya. Tuhan benar-benar tahu hati kita. Dan menurut Yeremia 17:9, "Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?"

Ini sama seperti yang ditulis oleh Raja Salomo, "Inilah yang celaka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari; nasib semua orang sama. Hati anak-anak manusiapun penuh dengan kejahatan, dan kebebalan ada dalam hati mereka seumur hidup, dan kemudian mereka menuju alam orang mati" (Pengkhotbah 9:3). 

Bacaan Alkitab Setahun :
Yeremia 34-37; I Tesalonika 5

Kita perlu mengetahui kebenaran tentang diri kita ini-kita punya kehendak yang jahat didalam hati kita. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greeg Laurie) 

Read more

0 Kekuatan Perlindungan Firman Tuhan

Lukas 11:28 "Tetapi Ia berkata: "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya."

Allie, cucu saya yang paling kecil, punya seekor kelinci kecil yang bernama Fuzzie (namanya diberikan oleh Rylie, kakaknya). Fuzzie tinggal di sebuah kandang yang cukup besar. Saya tahu sedikit terdengar kejam jika memelihara kelinci di dalam kandang, tapi kandang ini cukup bagus dan nyaman dibanding kandang peliharaan pada umumnya. Dan saya merasa Fuzzie cinta dengan kandangnya. 

Allie belum tahu cara yang tepat dalam memperlakukan kelinci. Jadi ketika Allie mengeluarkan Fuzzie dari kandangnya, kadang dia menarik kepala Fuzzie, dan seketika kami berseru, "Tidak, Allie, pegang juga pantatnya." Setiap kali kelinci itu keluar sendiri dari kandangnya, Allie menjerit dengan gembira. Setelah dia puas bermain dengan Fuzzie, Fuzzie dengan sendirinya langsung masuk kembali ke kandangnya. Bagaimana saya tahu ini? Karena sekali waktu, ketika saya menggendongnya kembali ke kandangnya, meski masih sekitar tiga meter jauhnya, Fuzzie langsung lompat dari lengan saya dan masuk melalui pintu kandang yang terbuka itu. Kemudian, dia berlari ke pojok kandang, seolah-olah berkata, "Aku sangat senang sekarang!" Setelah itu, saya pun langsung menutup pintu kandang itu. 

Mungkin beberapa dari Anda berpikir, "Kelinci yang malang." Kandang itu bagaikan penjara buatnya! Tapi Fuzzie seolah-olah berkata, "Tidak, kandang ini yang menjagaku dari Allie."

Kadang orang memandang Firman Tuhan seperti ini. Mereka akan berkata, "Alkitab, dengan semua perintah-perintah dan hukumnya, menjauhkanku dari kesenangan. Aku tak bisa menikmati hidup yang sepenuhnya!" 

Ternyata kita salah besar. Seseorang yang cerdas tahu bahwa ketika Firman Tuhan memerintahkan kita untuk tidak melakukan sesuatu, itu adalah demi kebaikan kita sendiri. 

Seperti kata Martin Luther, "Alkitab itu hidup, ia berbicara kepadaku; Alkitab itu punya kaki, ia mengejarku; Alkitab itu punya tangan, ia menggenggam tanganku." 

Bacaan Alkitab Setahun :
Yeremia 29-33; I Tesalonika 4 : 13-18

Orang cerdas tahu bahwa ketika Firman Tuhan memerintahkan kita jangan melanggar hukum-hukumNya itu adalah untuk kebaikan kita sendiri (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greeg Laurie) 

Read more

0 Belum Pulang

Ibrani 13:14 "Sebab di sini kita tidak mempunyai tempat tinggal yang tetap; kita mencari kota yang akan datang."

Saya pernah mendengar sebuah cerita tentang pasangan misionaris tua yang telah melayani di Afrika selama bertahun-tahun, kemudian pulang untuk menghabiskan masa pensiun mereka. Kondisi kesehatan mereka buruk, dan mereka tidak punya uang pensiun sama sekali. Tak disangka-sangka, dalam perjalanan mereka pulang, mereka menumpangi kapal bersama dengan seorang penumpang yang amat terkenal, Presiden Teddy Roosevelt yang saat itu dalam perjalanannya pulang dari ekspedisi berburu. Ketika para penumpang turun dari kapal, ada sekerumunan besar orang yang sedang menyambut Presiden Amerika Serikat tersebut. Band musik yang melantunkan lagu serta sorak-sorai kerumunan orang yang menyambutnya begitu memekakkan telinga. 

Namun saat pasangan misionaris ini turun, tidak ada band yang bernyanyi untuk mereka. Tidak ada tepuk tangan. Tidak ada orang yang menyambut mereka pulang-tidak satu jiwa pun yang tak sabar ingin bertemu mereka. Dengan berkecil hati, sang suami membenamkan wajahnya di tangannya dan mengerang, "Tuhan, aku tidak mengharapkan sebuah band atau parade, tapi alangkah sukacitannya aku jika ada seseorang yang menyambut kami pulang."

Mendengar ini, sang istri menatapnya dan berkata, "Sayang, kita belum pulang. Ini bukan rumah kita" 

Itulah yang perlu kita ingat. Kita belum pulang, tapi suatu hari kita akan sampai di rumah kita yang sebenarnya, surga. Dan tugas kita, sampai hari itu tiba, adalah menggunakan setiap kesempatan dan berkat yang telah Allah berikan kepada kita dengan sebaik-baiknya. Ada beberapa orang yang tak takut berjuang memberitakan Firman Allah. Mereka mengambil risiko untuk Allah. Mereka ingin melakukan hal-hal besar bagi Allah. Mereka memberikan segala yang mereka miliki. Lalu ada juga orang-orang yang ingin melayani Allah, tapi lebih berhati-hati. Beberapa orang sedang membakar dunia ini dengan pekerjaan yang luar biasa bagi Kristus, sementara beberapa orang masih mencari-cari korek api. 

Bacaan Alkitab Setahun :
Yeremia 25-28; I Tesalonika 4 : 1-12

Inilah yang harus kita fokuskan: setia kepada Allah dan menggunakan karunia, talenta, kesempatan, dan berkat yang telah Ia berikan dengan sebaik-baiknya. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greeg Laurie) 

Read more

0 Dipercayakan Dengan Injil

1 Tesalonika 2:4 "Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita."

Sebagai orang percaya, kita punya kepercayaan kudus akan pesan Injil. Yesus telah memberi kita perintah untuk "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk" (Markus 16:15). Semua orang dipanggil untuk melakukan itu. Setiap orang harus mewartakan Injil. 

Dalam suratnya kepada Timotius, rasul Paulus menyebutkan "yang berdasarkan Injil dari Allah yang mulia dan maha bahagia, seperti yang telah dipercayakan kepadaku" (1 Timotius 1:11). Sekali lagi, dengan menekankan kepercayaan kudus terhadap Injil, Paulus menambahkan dalam 1 Tesalonika 2 "Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita" (ayat 4). 

Apa maksudnya? Sebagai orang Kristen, kita semua punya Injil yang sama. Dan masing-masing dari kita harus bertanya pada diri sendiri pertanyaan ini, "Bagaimana caranya aku bisa memberitakan Injil?" Itulah panggilan kita sebagai pengikut Kristus. Kita perlu berpikir tentang keluarga, teman, rekan kerja, tetangga, dan lingkaran hidup kita, dan bertanya, "Apakah saat ini aku sedang memberitakan Injil kepada mereka?"

Yesus berkata, "Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya" (Wahyu 22:12). 

Upah kita di surga berkaitan erat dengan kesetiaan kita dalam kehidupan di dunia. Sebagian besar dari dari kita menanamkan saham yang terlalu besar untuk kehidupan di bumi. Kita bertindak seolah-olah segala yang akan terjadi, terjadi di sini. Memang benar, banyak hal signifikan yang terjadi di dunia ini. Dan satu keputusan yang paling penting yang akan kita ambil terjadi dalam hidup ini, yaitu keputusan akan apa yang kita kerjakan bersama Yesus Kristus.

Bacaan Alkitab Setahun :
Yeremia 21-24; I Tesalonika 3

Kesetiaan kita di bumi akan menghasilkan upah di surga, dan ketika surga datang ke bumi, di saat itulah kita akan pulang. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greeg Laurie) 

Read more

0 Berkat Dari Memberi

Maleakhi 3:10 "Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan."

Uang kita adalah refleksi langsung dari prioritas hidup kita. Kita tidak ingin mencampuradukkan keduanya, tapi bagaimana pun juga mereka saling berkaitan erat. Yesus berkata, "Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada" (Lukas 12:34). Kita rela menginvestasikan uang kita untuk kegemaran kita. Jika Anda ingin tahu kegemaran seseorang, periksa buku tabungan atau rekening bulanan atau tagihan kartu kredit mereka. Dari situ Anda pasti bisa tahu untuk apa mereka menghabiskan uang mereka.

Meski beberapa orang mempunyai penghasilan yang lebih besar dibanding yang lain, dan beberapa orang lebih sukses dibanding yang lain, tapi ini yang harus selalu kita ingat: Kita harus memakai apa yang telah Tuhan berikan (uang kita) sekaligus mengelolanya dengan bijaksana, dengan murah hati mempersembahkannya untuk pekerjaaan Kerajaan Allah. Allah akan memberkati kemurahan hati Anda. 

Paulus menulis, "Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita" (2 Korintus 9:7). 

Beberapa orang mungkin berkata, "Saya tidak mampu memberi." Benarkah? Memberi bukan hanya untuk orang-orang kaya; itu untuk semua orang. Setiap orang harus berinvestasi dalam Kerajaan Allah. 

Berikut adalah satu hal yang perlu Anda renungkan: Mungkin salah satu alasan Anda mengalami masalah keuangan adalah karena Anda belum memuliakan Allah dengan persembahan Anda. 

Apakah maksud saya jika Anda banyak memberi, maka Allah akan membuat Anda kaya? Tidak, saya tidak mengatakan itu sama sekali. Tapi memang benar Alkitab menghubungkan keduanya. Paulus menjelaskannya dalam 2 Korintus 9:7 dikatakan : "Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan" (ayat 8). 

Bacaan Alkitab Setahun :
Yeremia 17-20; I Tesalonika 2

Setiap orang harus memberi. Dan ketika Anda memberi kepada Allah, maka Dia akan memberkati Anda untuk itu. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greeg Laurie) 

Read more

0 Apa Yang Harus Kits Lakukan Selama Masa Pelantikan ?

Yohanes 15:8 "Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."

Apa yang harus Anda lakukan dengan hidup Anda? Menurut Alkitab, kita semua ditempatkan di bumi untuk memuliakan dan mengagungkan Allah serta menghasilkan buah roh dalam hidup kita. Bahkan, lagu yang akan kita nyanyikan di surga salah satunya ialah ini:

"Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan."(Wahyu 4:11) 

Kita ada untuk memuliakan Allah. Kita diciptakan untuk membawa kemuliaan dan menghasilkan buah roh. Yesus berkata, "Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu" (Yohanes 15:16). Dia juga berkata, "Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku" (ayat 8). 

Kita tak bisa menentukan berapa lama kita mau hidup di bumi ini. Kita bisa berusaha. Kita bisa pergi ke restoran makanan sehat atau ke apotik, membeli berbagai jenis vitamin dan melakukan apa pun untuk hidup sehat. Memang kita bisa meningkatkan kualitas hidup kita dengan melakukan hal-hal ini, tetapi pada akhirnya, Allahlah yang menentukan panjang pendeknya kehidupan kita. Allahlah yang memutuskan kapan kita dilahirkan. Dan Allahlah yang memutuskan kapan kita mati. Kita tak bisa berbuat apapun dengan tanggal- tanggal tersebut. Tapi kita bisa berbuat sesuatu di antara waktu tersebut. 

Jadi apa yang harus kita lakukan selama masa penantian ini? Bagaimana kita harus memanfaatkannya? Kita ada di sini untuk memuliakan Allah. Masing-masing dari kita memiliki talenta yang berbeda, tapi kita telah diberikan nafas hidup yang sama. Jadi jangan sia-siakan itu dengan mengejar hal-hal yang tak berguna. 

Bacaan Alkitab Setahun :
Yeremia 13-16; I Tesalonika 1

Mari kita investasikan hidup kita untuk mengejar Allah. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greeg Laurie) 

Read more

0 Rencana Pemulihan Allah

Efesus 1:10 "Sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi."

Sejak awal, manusia sudah lama mencari damai sejahtera. Dia telah bergabung dengan gerakan damai sejahtera. Dia telah berada di barisan depan untuk mendamaikan. Dia telah menganugerahi kita dengan damai sejahtera. Dia bahkan telah maju ke medan perang untuk mendatangkan damai sejahtera. Dan ketika Anda mendengar seseorang ditangkap karena mengganggu damai sejahtera, Anda bertanya-tanya apa yang membuat mereka jadi pengganggu. 

Hari ini, banyak orang yang menempelkan stiker di mobil mereka yang bertuliskan, "Wujudkan perdamaian dunia." Lalu tiba-tiba mereka memotong jalan Anda di jalan bebas hambatan.

Suatu hari akan ada damai sejahtera. Tetapi perdamaian dunia itu tidak akan dibawa oleh PBB. Itu tidak akan dibawa oleh bangsa manapun. Itu akan dibawa oleh Allah sendiri. Itu akan terjadi ketika Sang Pencipta itu kembali, mengambil apa yang menjadi hak-Nya, dan menggantungkan tanda di atas planet yang lelah dan penuh peperangan yang bertuliskan, "Di bawah manajemen baru." Kristus akan kembali, dan Dia akan membawa damai sejahtera kekal. 

Rencana Allah yang sempurna, menurut Efesus 1:10, adalah untuk "mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi."

Petrus berkhotbah dalam Kisah Para Rasul 3:21 bahwa "Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu." Allah akan membuat bumi menjadi surga dan surga menjadi bumi. Sama halnya seperti tembok yang memisahkan manusia dan Allah telah diruntuhkan sebagai hasil dari Salib, demikian juga tembok yang memisahkan langit dan bumi akan dihancurkan. 

Pernahkah Anda melihat mobil klasik modifikasi di jalan? Mobil itu pasti menarik perhatian Anda. Anda pikir, "Wow keren! Wow cantik! Wow luar biasa! Tapi itu karena Anda suka melihat sesuatu yang lama yang dipulihkan kembali. 

Bacaan Alkitab Setahun :
Yeremia 4-7; Kolose 3 : 18-25

Allah senang dengan pemulihan. Dia senang memulihkan kehidupan. Dia senang memulihkan tubuh-tubuh. Dan Dia bahkan senang memulihkan planet kita. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greeg Laurie) 

Read more

0 Apa Yang Mencacatkan Jiwa

Apa yang Mencacatkan Jiwa 
16 Oktober 2014

Bacaan Hari ini:
2 Korintus 5:14-15 "Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati. Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka."

Ada orang-orang yang berkata Allah begitu kejam, Dia begitu sulit diikuti. Tetapi yang sebenarnya terjadi ialah mereka punya pandangan yang salah tentang Dia. 

Saya tidak punya sosok seorang ayah ketika beranjak dewasa, tapi satu yang bisa saya katakan:Saya sudah mengenal Bapa Surgawi cukup lama. Dia selalu memelihara saya dengan kasih, dan tak pernah sekali-kali meninggalkan saya. Kadang saya tidak mengerti dan heran dengan apa yang Bapa lakukan di surga. Tetapi saya sudah berserah penuh kepada-Nya, sebab saya tahu Dia peduli dengan setiap detail diri saya. 

Dalam Lukas 19, Yesus memberi perumpamaan tentang seorang bangsawan yang hendak bepergian ke negeri lain dan mempercayakan beberapa hambanya sejumlah perak dengan jumlah yang sama untuk dikembangkan saat ia pergi. Ketika ia kembali dari perjalanannya, salah satu hambanya berkata, "Sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur. Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. Engkau sudah tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah aku taruh dan menuai apa yang tidak aku tabur" (ayat 20-21). Bahkan ketika hari penghitungan tiba, tidak ada sedikit rasa penyesalan dan kesedihan dalam diri hamba tersebut. Bahkan ia menyalahkan tuannya atas kesalahannya.

Saat ini, banyak orang yang seperti hamba tersebut: "Ini bukan salah saya. . . . Semua guru saya kejam. . . . Semua bos saya jahat."

Pandangan kita tentang Allah mempengaruhi segala sesuatu yang kita lakukan dalam hidup. Jika kita punya pandangan yang melenceng akan Allah, maka itu akan mempengaruhi cara hidup kita. Seperti kata A.W. Tozer, "Tidak ada yang lebih parah memutar dan mencacatkan jiwa kita selain konsep yang rendah dan yang tak pantas tentang Allah." 

Bacaan Alkitab Setahun :
Yeremia 8-12; Kolose 4

Motivasi yang paling tepat bagi kita untuk melayani Dia adalah kasih kita kepada-Nya. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greeg Laurie) 

Read more

0 Surga di Bumi

Efesus 1:11 "Aku katakan "di dalam Kristus", karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan--kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya""

Apa maksudnya saat kita menyatakan bahwa Allah berdaulat? Dia yang memegang kendali penuh. Tidak ada yang terjadi tanpa izin-Nya. 

Meski benar bahwa Allah berdaulat, tapi juga benar bahwa Allah memungkinkan kita untuk bebas menuruti dan menjalankan kehendak kita. Dia benar-benar menghargai kehendak dan hak manusia. Beberapa orang berpikir bahwa manusia mampu menyelesaikan semua masalah yang ada. Mereka cukup naïf untuk percaya bahwa para politisi, atau teknologi, atau psikologi, atau ekologi akan mampu memperbaiki keadaan. Tetapi bukan itu semua yang akan memperbaikinya, melainkan hanya teologi, studi tentang Allah. 

Kita harus kembali kepada Allah. Suatu hari, Dia akan membenarkan semua yang dianggap salah oleh manusia di alam semesta kita. Dia akan mengambil dunia sakit yang penuh dosa ini, dan memutar balikkannya. Hari ini dunia kita sedang terbalik. Segalanya kacau balau. Apa yang dulu dianggap baik sekarang dianggap buruk. Apa yang dulu dianggap salah akan diangkat ke posisi yang baik.

Namun kelak yang dianggap buruk oleh manusia akan menjadi benar. Allah akan meluruskan segala ketidakadilan. Dia tidak akan meninggalkan ciptaan-Nya; Dia akan memulihkannya. Kristus belum mengokohkan kerajaan-Nya di bumi ini, tapi suatu hari Ia akan datang kembali ke planet ini dan mengembalikan keadaannya seperti di Taman Eden. Ini dikenal sebagai masa Milenium (Kerajaan Seribu Tahun), yang akan berlangsung selama seribu tahun. 

Dalam bukunya yang berjudul Surga, sahabat saya Randy Alcorn menulis, "Kita tidak akan pergi ke surga dan meninggalkan bumi. Sebaliknya, Allah akan membawa langit dan bumi bersama-sama ke dalam satu dimensi yang sama, tanpa dinding pemisah, tanpa para malaikat bersenjata yang menjaga kesempurnaan Allah dari manusia berdosa."

Bacaan Alkitab Setahun :
Yeremia 1-3; Kolose 3 : 1-17

Satu dunia baru akan datang. Suatu hari, surga akan datang ke bumi. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greeg Laurie) 

Read more

0 Kebangkitan Itu Sifatnya Pribadi

Mazmur 85:7-8 "Apakah Engkau tidak mau menghidupkan kami kembali, sehingga umat-Mu bersukacita karena Engkau? Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya TUHAN, dan berikanlah kepada kami keselamatan dari pada-Mu!"

Dunia ini butuh penginjilan, tetapi gereja butuh kebangunan rohani. Allah ingin membangkitkan gereja, ingin mengembalikannya ke kondisi aslinya. Dalam kitab Kisah Para Rasul, kita melihat seperti apa kondisi awalnya. Gereja mula-mula adalah gereja yang mengubah dunia, gereja yang membalikkan dunia.

Apakah gereja-gereja di zaman ini memberi dampak sebesar apa yang dikerjakan oleh gereja di abad pertama? Saya yakin jawabannya pasti tidak. Dalam Wahyu 3:8, Allah berfirman tentang hari-hari terakhir gereja Filadelfia, "Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku." Saya percaya di hari-hari ini, akan ada kebangkitan kembali gereja-gereja.

Jika Anda orang Kristen, Anda adalah bagian dari gereja. Bagaimana jika seisi gereja punya sifat yang sama seperti Anda? Bagaimana jika semua orang di gereja berdoa setekun Anda berdoa? Apakah kita akan menjadi gereja pendoa? Bagaimana jika semua orang di gereja menginjili sesering Anda menginjili? Apakah kita akan menjadi gereja penginjilan? Bagaimana jika semua orang di gereja memberikan dengan setia dari penghasilan mereka sama seperti yang Anda lakukan? Apakah kita akan memiliki gereja yang kaya? Bagaimana jika semua orang di gereja sama seperti Anda? 

Gereja dibangun oleh kita. Kita masing-masing dapat membuat perbedaan. Kita memberikan kontribusi, baik kepada kekuatan gereja atau pada kelemahan gereja. Sangat mudah menunjuk jari, menuduh dan berkata, "Gereja seharusnya melakukan ini...." Tapi pertanyaannya adalah: Bagaimana dengan Anda? 

Ada ucapan, "Kebangkitan adalah jari Allah yang menunjuk ke arahku." Kebangkitan itu bersifat pribadi. Anda butuh kebangkitan. Saya butuh kebangkitan. Kita perlu kebangkitan. Mari kita mendoakannya hingga harinya datang, karena inilah satu-satunya harapan bangsa kita.

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 16-19; Efesus 6

Anda butuh kebangkitan dalam banyak perkara, karena dalam kebangkitan ada Allah yang siap menuntun Anda setiap hari (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greeg Laurie) 

Read more

0 Ketika Gereja Adalah Tempat Berbahaya

Bilangan 32:23 "Tetapi jika kamu tidak berbuat demikian, sesungguhnya kamu berdosa kepada TUHAN, dan kamu akan mengalami, bahwa dosamu itu akan menimpa kamu."

Kadang kita berpikir semakin besar sesuatu, semakin itu bagus. Ini cara pandang kebanyakan dari kita dalam menilai sesuatu. Jika Anda sukses, jika Anda menghasilkan lebih banyak uang dibanding orang lain, persepsi Anda mengatakan jika Anda yang terbaik. Jika sebuah gereja punya lebih banyak jemaat dibanding gereja-gereja lain, kita menganggap itu gereja terbaik. Belum tentu-tapi saya juga tidak berkata bahwa lebih kecil lebih baik.

Alkitab mengatakan bahwa di hari-hari akhir, akan ada orang di tengah-tengah gereja kita yang bukan pengikut sejati. Karena kompromi dan pesan-pesan Injil yang disederhanakan, orang akan merasa lebih nyaman di gereja-gereja tertentu karena mereka tidak mau dihadapkan pada dosa mereka.

Saya percaya pekerjaan saya sebagai seorang pendeta adalah untuk menghibur yang menderita dan untuk menyadarkan yang hidup nyaman. Saya juga berpikir bahwa gereja bisa menjadi tempat yang sangat berbahaya. Jika orang datang ke gereja dengan tidak berniat menerapkan kebenaran yang mereka pelajari, maka hati mereka bisa begitu sulit diubahkan. Seperti yang saya katakan sebelumnya, matahari yang melembutkan lilin adalah matahari sama yang mengeraskan tanah liat. Satu pesan sama yang membebaskan satu orang, dapat menyakiti orang lain jika dia tidak meresponnya dengan tepat. Orang-orang yang pergi ke gereja, mengaku Kristen, dan kemudian menyangkalnya dengan menerapkan gaya hidup yang terbuka dengan dosa, sesungguhnya mereka sedang melukai diri mereka sendiri.

Alkitab mengatakan, "Tetapi jika kamu tidak berbuat demikian, sesungguhnya kamu berdosa kepada TUHAN, dan kamu akan mengalami, bahwa dosamu itu akan menimpa kamu" (Bilangan 32:23). Jika tidak ada hal buruk yang terjadi saat kita berbuat dosa, jika kita tidak ketahuan atau tertangkap basah oleh orang lain, kadang kita berpikir Allah sudah memberi kita izin. Tidak. Jangan keliru mengartikan rahmat dan kemurahan hati Allah, atau berpikir bahwa Dia telah menutup mata. Dia akan tetap berurusan dengan dosa itu.

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 20-24; Filipi 1 : 1-11

Dia memberi kita kesempatan untuk bertobat agar kita tidak harus menghadapi konsekuensi penuh atas dosa-dosa kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greek Laurie)

Read more

0 Warga Surga

Filipi 3:20 "Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,"

Saya punya empat cucu perempuan dan satu laki-laki. Cucu perempuan saya yang paling kecil, Allie, umur dua tahun, begitu bersemangat setiap kali mengunjungi rumah kami yang tentu saja, penuh dengan berbagai jenis mainan. Tapi, Allie bisa begitu senang sibuk dengan mainannya, lalu tiba-tiba beberapa menit kemudian berkata, "Rumah!"

"Apa?" kami bertanya.

"Rumah!" dia dengan tegas mengatakannya lagi sambil menuju ke arah pintu. Lalu dia menyambar kunci mobil ayahnya dan pergi keluar. Saat Allie bersikeras ingin pulang, maka kami tahu dia bena-benar ingin pulang. Dia anak yang rumahan yang lebih senang bermain di rumahnya sendiri. Saya belum pernah melihat anak kecil yang seperti ini sebelumnya. 

Ketika Anda menjadi seorang Kristen, maka Anda menjadi warga dari sebuah rumah yang kekal abadi, surga. Filipi 3:20 mengatakan, "Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,"

Kadang saat kita merenung tentang kehidupan ini, segalanya seolah-olah memperlakukan kita dengan kejam dan dingin. Seketika kita langsung berpikir, Rumah! Tapi "rumah" yang sesungguhnya sedang kita rindukan adalah rumah kita di surga.

E. M. Bounds menulis, "Surga harus bisa mengisi hati dan tangan kita, sikap kita dan kata-kata kita, karakter dan raut wajah kita, sehingga semua orang yang melihat kita akan memandang kita sebagai orang yang berbeda, orang asing bagi dunia ini, penduduk asli dari sebuah tempat yang lebih mulia, lebih terang dari penduduk dunia. Surga adalah tanah kelahiran dan rumah kita, dan kematian bagi kita bukanlah waktu menjelang kematian, tetapi waktu menjelang kelahiran."

Daud berkata, "Sebab kami adalah orang asing di hadapan-Mu dan orang pendatang sama seperti semua nenek moyang kami; sebagai bayang-bayang hari-hari kami di atas bumi dan tidak ada harapan" (1 Tawarikh 29:15).

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 29-32; Filipi 2 : 1-18

Dunia ini bukanlah rumah kita, tapi hanyalah tempat tinggal sementara. Dan suatu hari, kita akan pergi ke rumah kita yang sebenarnya. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greeg Laurie)

Read more

0 Busana Terbaik

Wahyu 19:7-8 "Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)"

Semua orang ingin tampil terbaik di hari pernikahan mereka. Ini bukan hari dimana pengantin pria memakai T-shirt berlubang kesayangannya. Pengantin wanita juga tidak akan mampir ke restoran cepat saji dalam perjalanannya ke gereja lalu melahap burger di atas gaun pengantin yang begitu indah dan tak bernoda. 

Dalam kitab Efesus, rasul Paulus menulis tentang upacara pernikahan, dimana Dia menempatkan jemaat di hadapan-Nya sebagai mempelai yang "cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu.."(Efesus 5:27). Kita semua ingin mengenakan pakaian terbaik kita ketika dipersembahkan di hadapan Kristus. 

Wahyu 19:8 "Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!"(Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)" 

Saat kita menjadi orang Kristen, dosa kita telah diampuni, dan kebenaran Kristus telah ditempatkan ke dalam rekening bank rohani kita, jadi kita harus selalu memperkatakan kebenaran Firman Allah. Ini disebut justifikasi. Kita diciptakan sebagai orang benar karena Allah telah merancangkannya jauh sebelum kita lahir ke dunia.

Namun, Wahyu 19:8 berbicara tentang kebenaran praktis, atau kebenaran yang datang sebagai akibat dari kebenaran posisional. Kita tidak diselamatkan oleh perbuatan; kita diselamatkan oleh kasih karunia: "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah," (Efesus 2:8). Namun, setelah Anda diselamatkan, mestinya harus ada karya-karya dalam hidup Anda. Karya atau usaha manusia memang tidak bisa menyelamatkan seseorang, tetapi itu adalah bukti nyata bahwa seseorang telah diselamatkan.

Ini berujung pada satu satu hal:Anda bisa membuat karya tanpa iman, tetapi Anda tak bisa memiliki iman yang nyata tanpa karya. Apakah ada buah roh dalam hidup Anda? Apakah ada bukti bahwa Anda adalah pengikut Yesus?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 37-40; Filipi 3

Kita tidak diselamatkan oleh perbuatan, kita diselamatkan oleh kasih karunia Allah karena itu gunakan pakaian terbaikmu untuk memuliakan-Nya (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greeg Laurie) 

Read more

0 Ajang Penghargaan Terakhir

Wahyu 22:12 "Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya."

Oscar adalah ajang penghargaan yang diberikan setiap tahunnya oleh Academy of Motion Picture Arts and Sciences untuk insan perfilman yang telah memproduksi, menyutradarai, berakting, atau membuat latar belakang musik film.
Beberapa kategori yang paling dinantikan dalam ajang ini adalah film terbaik dan aktor dan aktris terbaik.
Tapi dalam pengertian harafiah, sejatinya atas pertimbangan apa para aktor dan aktris ini diberi penghargaan?
Karena telah dengan sempurna berhasil berpura-pura menjadi orang lain.

Ketika kita berdiri di hadapan Tahta Pengadilan Kristus, itu bukan soal siapa yang paling sempurna berpura-pura menjadi orang lain.
Kita akan dinilai karena menjadi siapa kita seharusnya.
Ini adalah soal kehidupan orang Kristen sejati yang telah hidup untuk kemuliaan Allah.

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya" (Matius 10:42).
Dia juga berkata kita harus setia dalam hal-hal kecil karena Allah Bapa kita, yang melihat yang tersembunyi, akan membalasnya dengan terbuka (lihat Matius 6:1-4).

Akan ada dua pengadilan : Pengadilan Tahta Putih (lihat Wahyu 20), diperuntukkan bagi orang yang tak percaya, dan Tahta Pengadilan Kristus, diperuntukkan bagi orang percaya (lihat 2 Korintus 5:10).
Yesus berkata, "Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya" (Wahyu 22:12).

Ini bukan soal berapa banyak dosa yang telah Anda buat.
Ini adalah soal mengapa Anda melakukan apa yang telah Anda lakukan dan bagaimana kesetiaan Anda pada apa yang menjadi panggilan Allah atas hidup Anda.

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 41-43; Filipi 4 : 1-9

Jadi, setialah atas panggilan Anda, dan Ia akan memberi hadiah atas kesetiaan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Melewati Pemeriksaan

2 Korintus 5:10 "Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat."

Jika Anda pernah terlibat dalam proyek pembangunan, Anda pasti tahu jika proyek itu harus melewati inspeksi tahap akhir. Kadang proyek itu lolos, tapi kadang juga tidak dan Anda harus memperbaiki kekurangan yang tidak memenuhi ekspektasi sang pengawas. 

Rasul Paulus menjelaskan tentang pemeriksaan masa depan bagi orang percaya dalam 2 Korintus 5:10. Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat." Kata "jahat" dalam bahasa aslinya berarti "malapetaka." Ini juga bisa diterjemahkan menjadi "yang baik, meski tak berarti" atau "yang baik, meski tak berguna."Paulus berbicara tentang orang-orang Kristen yang sudah diselamatkan oleh kasih karunia Allah dan yang sudah menaruh iman mereka di dalam Yesus, tapi sebelumnya pernah menjalani kehidupan yang sia- sia. 

Kita semua dibangun di atas pondasi, dan pondasi itu haruslah Kristus. Bahan bangunan yang kita gunakan amatlah penting. Sebuah parafrase dari 1 Korintus 3:10-15 menjelaskannya begini:

"Berhati-hatilah dalam memilih bahan bangunan Anda. Di akhir hari nanti akan ada pemeriksaan. Jika Anda menggunakan bahan murah atau kualitas rendah, Anda pasti akan ketahuan. Pemeriksaan akan dilaksanakan dengan begitu teliti dan ketat. Anda tidak akan bisa lolos. Jika pekerjaan Anda berhasil lolos inspeksi, itu bagus; jika tidak, bangunan yang Anda kerjakan akan dirobohkan dan Anda harus mulai dari awal lagi. Kabar baiknya Anda tidak akan dirobohkan; Anda akan bertahan-tapi hanya saja, akan nyaris runtuh."

Suatu hari kita akan berdiri di hadapan Allah, dan Dia akan melihat bahan bangunan apa yang telah kita gunakan. Sebagian dari kita akan lulus. Namun yang lain akan mendengar Dia berkata, "Kau diterima. Aku mengasihimu. Tapi sesungguhnya kau tidak benar-benar lulus dari pemeriksaan-Ku, karena Aku tahu kau seharusnya bisa berbuat lebih dari ini." 

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 44-47; Filipi 4 : 10-23

Akankah kehidupan yang sedang Anda bangun lulus dari pemeriksaan-Nya? (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greeg Laurie).

Read more

0 Untuk Melapangkan Hati Kita

Matius 24:30 "Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya."

Beberapa orang bisa begitu mendalami nubuat Alkitab dengan mendatangi konferensi atau membaca buku tentang nubuatan dalam Alkitab. Tapi jika nubuat itu tidak mengubah cara hidup mereka, sesungguhnya mereka telah kehilangan inti sarinya. Nubuat tidak diberikan untuk mengembangkan otak kita, tapi ia diberikan untukmelapangkan hati kita. Nubuat diberikan oleh Allah untuk mendekatkan diri kita kepada-Nya. Dan pesan utama dari nubuat-nubuat dalam Alkitab ialah hari penghakiman akan datang. 

Sebagai orang percaya, kelak kita akan mengakhiri hidup kita di bumi ini dan akan memberi laporan tentang cara hidup kita kepada-Nya. Kita akan bertanggungjawab atas apa yang kita lakukan dengan waktu kita dan atas apa yang telah kita kerjakan dengan karunia yang Allah berikan kepada kita. Apakah kita mengembangkannya? Apakah kita mengolahnya? Apakah kita menggunakannya untuk kemuliaan-Nya? Apa yang kita buat dengan penghasilan kita? Apakah kita berinvestasi untuk kerajaan-Nya? Apa yang telah kita kerjakan dengan seluruh hidup kita? Akankah karya kita dibalas atau tidak oleh Tuhan, semua itu tergantung dari bagaimana kita hidup.

Juga, akan datang satu hari dimana orang yang tak percaya berdiri di hadapan Allah. Kitab Kehidupan akan dibuka, dan bagi mereka itu semua akan sangat terlambat. Mereka tidak akan dinilai berdasarkan perbuatan mereka, tetapi berdasarkan apa yang telah mereka kerjakan bersama Yesus. 

Pada akhirnya, pertanyaan yang akan diajukan bukanlah soal dosa (sin), tapi soal Anak Allah (Son): Apa yang telah Anda lakukan dengan Yesus Kristus, Anak Allah? Jika Anda percaya pada-Nya, maka Anda telah diampuni. Anda akan ke surga,tetapi jika Anda menolak-Nya, maka Anda tidak akan sampai di sana. 

Pertama kalinya, Yesus datang ke dunia ini dalam kerendahan hati, dan mati di kayu salib. Tapi untuk kedua kalinya, Dia akan datang ke dunia ini dengan kuasa penuh. 

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 52-57; Kolose 1 : 15-29

Jadi jalani hidup Anda dengan baik. Jalani untuk kemuliaan Allah. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greeg Laurie) 

Read more

Ibadah Doa Pagi

Ibadah Doa Pagi

Popular Post

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More