• slide 1

    Ulta Sword 27 Sep 2015

    Suasana Ulang Tahun GSJA Sword 27 September 2015...

  • slide 2

    Paskah 5 April 2015

    Suasana Ibadah Paskah GSJA Sword 5 April 2015...

  • slide 3

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010 GSJA Sword bertempat di JL Kartini 8 No.1A...

  • slide 4

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00 kelas terbagi ke dalam tiga kelas: Little Heaven, Kingdom Kid dan Christ Crew...

  • slide 5

    Ibadah Youth

    Ibadah yang dihadiri oleh para youth yang masih sekolah, kuliah dan bekerja segment keterlibatan dalam drama...

  • slide 6

    Tim Musik GSJA Sword

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah terdiri dari : Agus - Gitaris, Julius dan sylvi- Keyboard, Yanto dan Edy - Drum, Randy - Bass...

  • slide 7

    Drama Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword dalam perayaan Harnas Wanita 2011...

  • slide 8

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011 yang berlangsung di gedung gereja sendiri, sederhana namun membawa hikmat dan berkat tersendiri...

  • slide 9

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword saat perayaan Natal 2010...

  • slide 10

    Natal GSJA Sword, 17 Des 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword pada tanggal 17 Des 2011...

  • slide 11

    Imlek GSJA Sword, 22 Jan 2012

    Ibadah Saat Imlek di GSJA Sword pada tanggal 22 Januari 2012...

  • slide 12

    Gathering Pekerja GSJA Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

  • slide nav 1

    Ulta Sword 2015

    Ulang Tahun GSJA Sword 27 September 2015...
  • slide nav 2

    Paskah 2015

    Ibadah Paskah GSJA Sword 5 April 2015...
  • slide nav 3

    Ibadah Raya

    Ibadah Natal 2010...
  • slide nav 4

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00...
  • slide nav 5

    Ibadah Youth

    Ibadah yang dihadiri oleh para youth yang masih sekolah,kuliah dan bekerja...
  • slide nav 6

    Tim Musik

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah...
  • slide nav 7

    Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword...
  • slide nav 8

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011...
  • slide nav 9

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword...
  • slide nav 10

    Natal GSJA Sword 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword, 17 Des 2011...
  • slide nav 11

    Imlek GSJA Sword 2012

    Ibadah Saat imlek di GSJA Sword, 22 Januari 2012...
  • slide nav 12

    Gathering Pekerja Sword 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words Of OuR LorD)

Latest from Blog

Ibadah Pasutri 17 Maret 2016

Ibadah Pasutri 17 Maret 2016

Ibadah Raya Pagi 20 Maret 2016

Ibadah Raya Pagi 20 Maret 2016

Ibadah Raya Sore 20 Maret 2016

Ibadah Raya Sore 20 Maret 2016

Delete this element to display blogger navbar

0 Rahasia Untuk Menjadi Orang Yang Mudah Disukai


Kejadian 39:2-4a Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu. Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya, maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia;

Jika Anda ingin menonjol di tempat kerja Anda, Anda harus menjadi orang yang mudah disukai. Apabila orang lain tidak menyukai Anda, mereka tidak akan percaya pada Anda, dan mereka pasti tidak akan mempromosikan Anda.

Banyak orang berpikir bahwa sifat menyenangkan adalah soal kepribadian. Anda adalah salah satu dari kepribadian ini: orang yang menyenangkan atau bukan.

Tetapi anggapan ini salah. Mudah disukai atau tidak bukanlah soal kepribadian, melainkan karakter. Perilaku. Ini merupakan pilihan bagaimana Anda menjalin relasi dengan orang lain. Orang-orang dengan karakter ini menunjukkan tingkah laku dan sikap yang menarik hati dan memiliki kemampuan dalam berelasi, sehingga membuat orang lain mau bekerja dengan mereka. Ini adalah soal pilihan, bukan kepribadian.

Apakah Anda ingin disukai oleh orang lain? Ini rahasianya: Sukai mereka. Hanya itu kuncinya. Bila Anda menyukai orang- orang, tebak apa yang terjadi? Mereka juga akan menyukai Anda. Jika Anda tidak menyukai orang-orang, mereka tidak akan menyukai Anda. Untuk disukai, Anda hanya perlu menyukai orang lain. Namun, Anda harus benar-benar menikmati relasi Anda dengan mereka. Anda harus memutuskan untuk lebih peduli pada orang lain, tidak hanya memikirkan diri sendiri.

Yusuf adalah contoh yang pas dari karakter ini. Kita lihat dalam Kejadian 39:2-4: "Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu. Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya, maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf. Potifar mempekerjakan Yusuf, pria yang dulunya hanya seorang budak, kemudian mempromosikannya menjadi manajer rumah tangganya karena dia melihat Yusuf adalah orang yang baik, dan ia menyukainya.

Sikap-sikap menarik seperti apa yang membuat seseorang mudah disukai? Bagaimana dengan kerendahan hati? Apakah Anda lebih suka berada di sekitar orang yang sombong, atau dengan seseorang yang rendah hati?

Bagaimana dengan keceriaan? Apakah Anda lebih suka berada di sekitar orang yang yang ceria atau yang senang bersungut-sungut?

Bagaimana dengan empati? Saat Anda mengatakan pada orang lain bahwa Anda sedang sakit, apakah Anda lebih suka mendapat respon, "Oh, kasihan" atau "Saya sedih mendengarnya. Kamu sakit apa? Ketika Anda berempati dengan orang yang sedang terluka hatinya, tebak apa yang terjadi? Mereka akan menyukai Anda. 

Para bos menyukai orang yang berempati dengan stres mereka, yang mengerti, yang melihat situasi dari sudut pandang orang lain.

Ketika Anda membantu orang lain untuk berhasil, maka Anda akan menjadi orang yang disukai. Dan ketika Anda menyenangkan hati orang lain, maka Anda akan bertumbuh lagi dan lagi.

Renungkan hal ini:
Apa ciri-ciri karakter yang diperlukan untuk berempati dengan orang lain, dan untuk mendorong mereka yang dianggap tidak menyenangkan oleh orang banyak?

Bagaimana Anda ingin dilihat orang lain?
Cara-cara apa saja yang bisa Anda gunakan untuk menunjukkan rasa peduli Anda dengan orang-orang di tempat kerja Anda minggu ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yosua 1-3; Markus 16
Jika Anda ingin disukai orang lain, maka terlebih dulu Anda harus suka terhadap orang tersebut (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
Read more

0 Tiga Langkah Sebelum Mengambil Keputusan Besar Dalam Pekerjaan


Amsal 2:6-7 Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian. Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya.

Apakah Anda tengah menghadapi satu keputusan sulit dalam karir Anda, atau apakah Anda sedang bimbang apakah harus mengganti pekerjaan atau tidak? Untungnya seorang pengusaha terkaya dalam sejarah juga menulis dua buku dalam Alkitab, Amsal dan Pengkhotbah dan menyebarkan hikmatnya mengenai kekayaan dan pekerjaan.

Ada tiga langkah pertama yang bisa kita pelajari dari hikmat Salomo dalam kitab Amsal, yang bisa diaplikasikan untuk segala jenis keputusan besar yang harus Anda ambil. Bagaimana caranya?

1. Pertama, pelajari Alkitab. Sebelum Anda mendengarkan pendapat orang lain tentang apa yang perlu Anda lakukan, terlebih dahulu Anda perlu melihat dari perspektif Tuhan. Alkitab mengatakan dalam Amsal 2:6-7, Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian. Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya. Berhenti mendengarkan suara orang lain, dan mulai mencari sebuah ayat.

2. Selanjutnya, gali fakta-fakta. Amsal 18:13 mengatakan, "Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaannya. Sebelum saya memulai Saddleback Church, saya menghabiskan enam bulan untuk mencari fakta-fakta dan informasi. Saya membaca semua artikel di koran tentang pertumbuhan gereja bahkan sebelum saya pindah ke Orange County. Kemudian saya mempelajari demografi dan statistik penduduk, dan di situ saya menemukan bahwa antara tahun 1970 dan 1980, Orange County merupakan daerah yang paling cepat berkembang di Amerika, dan Saddleback Valley ialah daerah dengan pertumbuhan penduduk tercepat di Orange County. Saya berpikir, Mereka mungkin membutuhkan beberapa gereja baru!" Jadi saya memilih satu tempat untuk melayani yang saya tahu di sana akan ada satu kebutuhan akan gereja. Setelah saya mendapatkan kebutuhan tersebut, saya pun melakukan riset.

3. Kemudian, saya meminta saran. Anda perlu berdiskusi dengan orang-orang yang telah membuat keputusan yang sama dan juga kepada orang-orang yang tahu bentuk Anda. Tanyakan pada mereka, "Apakah saya benar-benar dibentuk untuk melakukan ini atau tidak? Apakah ini saya atau bukan saya? "Amsal 15:22 mengatakan, Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasihat banyak.

Salah satu alasan mengapa kita tidak mau meminta saran ialah karena kita tak mau mengakui bahwa kita tidak punya jawaban atas segala pertanyaan. Namun kerendahan hati dan hikmat berjalan berdampingan. Jika Anda tinggi hati dan berpikir Anda tahu segalanya, kemungkinan besar Anda akan gagal. Jadi, untuk mengambil satu keputusan yang bijaksana dan efektif, terlebih dahulu carilah di Alkitab, kemudian teliti fakta-fakta yang ada, dan pada akhirnya, mintalah saran dari orang-orang yang punya pengalaman dan tahu tentang bentuk Anda.

Renungkan hal ini: 
Mengapa Anda pikir begitu penting untuk mengenal bentuk Anda ketika membuat keputusan besar tentang pekerjaan Anda?

Siapa saja orang dalam hidup Anda yang bisa Anda mintai saran tentang pekerjaan Anda? Mengapa Anda percaya pada orang itu?

Bagaimana Anda bisa menerapkan langkah-langkah ini ke dalam bidang-bidang lain dalam kehidupan Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 20-22; Markus 13:21-37
Jika Anda tinggi hati dan berpikir Anda tahu segalanya, kemungkinan besar Anda akan gagal. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
Read more

0 Anda Dibentuk Untuk Menjalankan Misi Hidup


Yesaya 43:21 Umat yang telah Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan kemasyhuran-Ku."
Anda ditugaskan untuk menjalankan misi hidup!

Alkitab mengatakannya dalam Yesaya 49:5a, "Maka sekarang firman TUHAN, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya,

Bentuk Anda - karunia roh, hati, kemampuan, kepribadian, dan pengalaman Anda - membekali Anda untuk menjalani misi hidup Anda dan pesan hidup Anda.

Apa misi hidup Anda? Tugas hidup Anda, apa yang Allah ingin Anda lakukan di planet ini. Inti dari tugas hidup Anda adalah misi hidup Anda.

Apa pesan hidup Anda? Apa yang Allah ingin katakan kepada dunia melalui Anda. Pesan ini unik, yaitu sebuah pesan dari kehidupan Anda kepada dunia.

Saya tak bisa memberitakan pesan hidup Anda, sebab saya bukan Anda. Anda tidak bisa memberitakan pesan hidup saya, sebab Anda bukan saya. Anda hanya bisa memberitakan pesan hidup Anda, dan saya hanya bisa memberitakan milik saya. Jika Anda tidak memberitakan pesan hidup Anda kepada dunia, maka itu tak akan pernah terdengar.

Ketika seorang pelukis menerima komisi, dia berkomitmen untuk menyelesaikan tugasnya itu. Begitu pun dengan Anda yang telah ditugaskan oleh Allah untuk memenuhi misi dan menyampaikan pesan Anda di dunia. Dia telah membentuk Anda dan memberi Anda alat yang tepat serta perlengkapan yang Anda perlukan untuk menyelesaikan tugas Anda, dan ketika Anda menggunakannya untuk menyelesaikan misi Anda, itu menyenangkan Dia.

Yesaya 43:21 mengatakan, "Umat yang telah Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan kemasyhuran-Ku."

Bagaimana cara melakukannya? Bagaimana Anda mewartakan puji-pujian Allah dengan hidup Anda?
Yaitu dengan menjadi apa yang Allah kehendaki.

Apabila Anda menggunakan karunia, kemampuan, kepribadian, gairah, dan pengalaman yang telah Allah anugerahkan yang membuat Anda menjadi seperti kehendak-Nya, maka itu akan mendatangkan kemuliaan bagi Allah.

Renungkan hal ini: 
Bagaimana Allah membentuk Anda? Bagaimana karunia roh, hati, kemampuan, kepribadian, dan pengalaman Anda membuat Anda menjadi pribadi yang unik?

Dengan cara apa Anda menggunakan bentuk Anda dalam pekerjaan Anda? Bagaimana di dalam pelayanan Anda? Di rumah Anda?

Apakah Anda pikir Allah mengharapkan Anda untuk mengetahui segala sesuatu tentang misi dan pesan hidup Anda? Mengapa atau mengapa tidak?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 11-13; Markus 12:1-27
Gunakan seluruh talenta Anda penuh dengan kegairahan dan percayalah Anda pasti dipakai Tuhan secara luar biasa di tempat Anda bekerja (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
Read more

0 Allah Menggunakan Kesalahan Dan Kegagalan Anda Untuk Kebaikkan



Galatia 3:4 "Sia-siakah semua yang telah kamu alami sebanyak itu? Masakan sia-sia!"

Anda bisa belajar banyak dari pengalaman Anda – yang baik atau yang buruk. Untuk mengaplikasikannya dalam pekerjaan Anda, Anda harus kembali ke masa lalu dan bertanya, "Di bagian mana saya sukses dan di mana saya gagal? Di bagian mana saya merasa puas dengan pencapaian saya dan di bagian mana tidak? Apa yang membuat saya bersemangat dengan pekerjaan?"

Semua pelajaran hidup di dapat dari pengalaman Anda; Anda hanya perlu memakai waktu Anda dan menelaah mereka. Ketika Anda melakukannya, Anda akan melihat bahwa di setiap kegagalan ada benih kesuksesan – jika Anda memetik pelajaran dari sana. 

Galatia 3:4 mengatakan, "Sia-siakah semua yang telah kamu alami sebanyak itu? Masakan sia-sia!"

Beberapa tahun lalu, saya bertemu seorang pria tua yang bercerita pada saya bahwa dipecat adalah hal terbaik yang pernah terjadi padanya. Kala itu usianya 40 tahun. Dia sudah mengabdikan sebagian hidupnya bekerja di pabrik penggergajian, sampai suatu hari tiba-tiba atasannya datang dan mengatakan bahwa dia dipecat – tanpa pesangon, tanpa uang pensiun, tangan hampa. Dia tidak punya keahlian lain, apalagi di bidang yang berbeda. Ketika ia pulang ke rumah dan memberitahu istrinya apa yang baru saja terjadi, sang istri bertanya, "Apa yang akan kau lakukan sekarang?" Jawabnya, "Aku mau melakukan apa yang selama ini ingin aku lakukan. Aku akan menggadaikan rumah ini dan mulai masuk dalam bisnis bangunan."

Proyek pertamanya ialah adalah dua bangunan motel kecil, tapi dalam waktu lima tahun, ia menjadi seorang milyuner. Pria itu bernama Wallace Johnson, co-founder jaringan Holiday Inn Hotel, salah satu jaringan hotel terbesar di dunia. 

Wallace mengatakan pada saya bahwa jika ia bisa menemukan orang yang memecatnya, ia akan berterima kasih atas apa yang sudah dilakukannya. Pada saat itu, Wallace tidak mengerti mengapa ia dipecat. Tapi kemudian ia bisa memahami bahwa itu merupakan rencana Allah yang tepat sasaran dan menakjubkan. Ia dipecat agar bisa berkecimpung dalam karir yang dikehendaki Allah. 

Mungkin Allah pernah membawa Anda melalui kegagalan yang tak terduga yang tak Anda mengerti, namun sekarang Anda melihat bahwa itulah yang membentuk Anda hari ini. Atau, mungkin juga Anda tengah mengalaminya sekarang. Percayalah bahwa Allah akan menggunakan situasi Anda untuk menunjukkan apa yang telah Ia bentuk untuk Anda kerjakan dan menunjukkan bagaimana Anda dapat menggunakan hidup Anda untuk melayani Dia.

Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 5-7; Markus 11:1-18
Kegagalan yang Anda lalui sering kali tak terduga dan tak Anda mengerti, namun percayalah bahwa itu yang bisa membentuk Anda hari ini. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren).
Read more

0 Belajar Mengasihi Rekan Kerja


1 Korintus 16:14 Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!

Salah satu kunci terpenting untuk menerima berkat Tuhan dalam pekerjaan Anda adalah: Anda harus peduli dengan orang-orang yang bekerja dengan Anda. Bahkan ketika mereka marah, bahkan ketika mereka tak menyukai Anda, bahkan ketika mereka mengolok-olok Anda, bahkan ketika mereka merendahkan Anda karna Anda orang Kristen, Anda harus tetap menjadi teman bagi mereka.

Mengapa hal ini begitu penting untuk sebuah kesuksesan? Karena pelajaran nomor satu dalam hidup, alasan nomor satu Allah menempatkan Anda di bumi ini, ialah untuk belajar mengasihi. Allah adalah kasih, dan Ia ingin Anda menjadi seperti diri-Nya.

Sangat mudah untuk mengasihi orang yang Anda sukai orang-orang yang buat Anda mudah untuk menjalin relasi. Tapi, ketika Allah ingin mengajarkan Anda tentang kasih sejati, mengertilah bahwa Ia akan menempatkan Anda di sekitar orang yang tidak menyenangkan.

Alkitab mengatakan, Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih! (1 Korintus 16:14). "Lakukan segala pekerjaanmu"- artinya, perkara apa pun di kantor, di mobil, dalam perjalanan dinas- apa pun. Kabar baiknya adalah ini benar-benar mudah dikerjakan. Sangat mudah bagi kita untuk meremehkan kekuatan dari kata-kata manis, senyum ramah, tepukan dukungan di pundak, pujian yang tulus, kata-kata penyemangat, dan telinga yang mendengarkan, tapi hal-hal kecil itu bisa membuat perbedaan.

Saya telah melihat begitu banyak kehidupan orang yang berubah sebab ia memakan waktu lama untuk menyadari kebenaran ini.Tidak ada orang di planet ini yang tidak lapar akan perhatian. Tetapi orang yang peduli sulit ditemukan. Rasul Paulus berkata, Karena tak ada seorang padaku, yang sehati dan sepikir dengan dia dan yang begitu bersungguh-sungguh memperhatikan kepentinganmu; (Filipi 2:20).

Orang-orang butuh penguatan, perhatian, dan kasih sayang. Belajarlah untuk peduli dengan rekan kerja Anda atau mereka yang bekerja dengan Anda, dan tunjukkan pada mereka kasih Allah. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu (Efesus 4:2).

Renungkan hal ini:
Dalam hal apa hubungan Anda dengan orang lain bisa berubah jika apa pun yang Anda lakukan dikerjakan dengan kasih?

Bagaimana caranya agar Anda bisa memperhatikan kepentingan orang lain di tempat kerja Anda?
Siapa yang membutuhkan penguatan dari Anda di tempat kerja Anda minggu ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 3-4; Markus 10:32-52
Mulai hari ini belajarlah peduli dengan rekan kerja Anda dan tunjukkan kasih Allah kepada mereka (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren).
Read more

0 Menjadi Misionaris Di Tempat Kerja Anda


Matius 6:20a Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga.
Tahukah Anda, apa pun yang Anda lakukan untuk menghidupi diri Anda, Anda dapat menggunakan pekerjaan Anda untuk membawa kemuliaan bagi Allah? Anda dapat menggunakan bisnis Anda dan tempat kerja Anda untuk memperluas Kerajaan Allah.

Bagaimana cara Anda melakukannya? Salah satu caranya ialah dengan menggunakan kontak bisnis Anda untuk menyebarkan Injil.

Saya pernah mendapat telepon dari seorang pria Jerman yang merupakan presiden dan CEO dari sebuah perusahaan pakaian olahraga internasional. Dia mengatakan bahwa ia baru saja selesai membaca "The Purpose Driven Life dan bersaksi jika itu amat memengubah hidupnya. Dia mengatakan kepada saya, "Saya sudah membaca buku ini, dan saya sekarang seorang Kristen. Saya hanya perlu tahu satu hal: Haruskah saya mengundurkan diri sebagai CEO dari perusahaan saya dan menjadi seorang pendeta "?

Saya berkata, "Tidak! Mari saya tunjukkan pada Anda bagaimana menggunakan pekerjaan Anda untuk Kerajaan Surga, bagaimana menjadi pembangun Kerajaan Surga, bukan hanya pembangun kekayaan.

"Apakah Anda punya tim eksekutif dalam perusahaan Anda?" Jawabnya ya, ada enam orang, dan dua dari mereka juga orang Kristen. Saya mengatakan, "Mulailah sharing dengan kedua orang itu, lalu doakan ketiga orang yang lainnya. Pelayanan pertama Anda adalah untuk memenangkan tiga rekan kerja Anda kepada Kristus.

"Sekarang, berapa banyak karyawan yang Anda miliki di perusahaan Anda?" Dia menjawab ada sekitar 25.000 orang. Respon saya, "Wah, itu gereja yang megah! Anda akan punya 25.000 anggota jemaat. Mulailah doakan mereka. Sediakan diri Anda untuk mereka. Tetapkan prinsip-prinsip Kekristen dalam bisnis Anda.

"Apakah Anda ingin mempengaruhi CEO lainnya? Maka Anda harus tetap menjadi CEO, sebab Anda akan lebih bisa memberi pengaruh kepada mereka sebagai seorang CEO, dibanding sebagai seorang pendeta atau misionaris."

"Apakah Anda ingin mempengaruhi budaya dunia? Lain kali Anda mensposori selebriti, ajaklah atlit itu duduk, dan katakan padanya bahwa Anda bukan hanya ingin menjadi sponsornya; Anda adalah temannya. Beri dia kartu bisnis Anda, dan katakan padanya untuk menelepon Anda ketika dia berada dalam kesulitan atau memiliki keperluan.

Dalam ekonomi global saat ini, para misionaris baru adalah pengusaha. Ada banyak negara yang tidak meloloskan pendeta atau misionaris masuk ke negara mereka tetapi akan dengan senang hati akan menyambut bisnis Anda.

Bila Anda menggunakan bisnis Anda untuk satu hal yang akan bertahan lebih lama dibanding yang lainnya, yaitu untuk Kerajaan Allah maka Anda harus menjadi pembangun Kerajaan Surga, bukan hanya pembangun kekayaan.

Tidak ada salahnya menggunakan pekerjaan Anda untuk membangun kekayaan. Tetapi Yesus berkata dalam Matius 6:20, Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga. Satu-satunya cara yang bisa Anda investasikan di Surga adalah dengan berinvestasi pada orang-orang yang akan pergi ke sana. Ketika pekerjaan Anda tertuju pada orang-orang Allah, maka Anda menimbun harta di Surga untuk bisa digunakan selamanya. Anda memajukan Kerajaan Allah!

Renungkan hal ini: 
Luangkan waktu untuk berdoa bagi orang-orang di tempat kerja Anda. Mintalah Tuhan untuk membantu Anda melihat peluang untuk melayani rekan kerja Anda dan mewartakan Yesus Kristus. Bagaimana sikap Anda terhadap berubahnya tujuan pekerjaan Anda, ketika Anda menganggap bahwa Allah menempatkan Anda dalam pekerjaan Anda untuk berbagi Injil dengan rekan kerja atau karyawan Anda?

Apa salah satu cara yang dapat Anda gunakan untuk membangun Kerajaan Allah melalui kekayaan hasil dari pekerjaan Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 34-36; Markus 9:40-50
Apa pun yang Anda lakukan untuk menghidupi diri Anda, Anda dapat menggunakan pekerjaan Anda untuk membawa kemuliaan bagi Allah (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren).
Read more

0 Allah Menggunakan Pekerjaan Anda Untuk Mengembangan Karakter Anda


Lukas 16:10-12 Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?

Dalam kitab Kejadian, ada kisah seorang pria bernama Yusuf. Allah memberinya mimpi yang mengatakan bahwa suatu hari ia akan menjadi seorang pemimpin besar. Namun selama 40 tahun ia nyatanya menghabiskan hidupnya sebagai budak. Dan selama masa perbudakan ini, ia bekerja di penjara. Itu merupakan lahan pengujian bagi karakter Yusuf, dan keika harinya datang dan waktunya tepat, Allah menariknya keluar dari tempat itu dan menempatkannya di tempat yang diperuntukkan bagi Yusuf. Sepanjang waktu, Allah mengembangkan karakter Yusuf.

Allah jauh lebih peduli dengan siapa Anda, ketimbang apa yang Anda lakukan. Dia jauh lebih tertarik pada karakter Anda dibanding karir Anda. Namun Allah menggunakan pekerjaan dan tempat kerja Anda untuk mengembangkan karakter Anda. Tempat kerja Anda adalah kursus seumur hidup dalam pembangunan karakter Anda.

Apakah Anda punya bos yang membuat Anda gila? Pikirkan hal ini. Allah bisa menggunakan bos Anda untuk menguji kesabaran Anda, dan Ia bisa menggunakan tempat kerja Anda meski Anda tak bahagia didalamnya untuk membuat Anda tumbuh dan mengembangkan karakter Anda. Ia menanamkan benih kasih, sukacita, damai sejahtera, dan kesabaran dalam hati Anda, dan kemudian Ia menyuburkan benih-benih tersebut saat Anda bekerja.

Mungkin ketika Anda berada di tempat kerja Anda, pertanyaan ini muncul: dan bertanya-tanya, "Mengapa ini terjadi? Mengapa tempat ini begitu kejam? Mengapa orang-orang ini mengejek saya? Mengapa saya tidak bisa lebih bahagia di tempat kerja saya Anda menanyakan pertanyaan yang sama dengan Salomo dalam Pengkhotbah 1:3 Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari?

Jawabannya adalah karakter. Kehidupan adalah persiapan untuk menuju Surga. Anda tidak akan membawa karir Anda ke Surga, tapi Anda akan membawa karakter Anda. Dan sementara Anda berada di sini di bumi, Allah mengembangkan karakter Anda dan menguji kesetiaan Anda. Apakah Anda akan setia melakukan hal yang benar, bahkan ketika Anda tak suka melakukannya? Allah memperhatikan Anda supaya Ia dapat menentukan jenis pekerjaan apa yang akan Ia berikan pada Anda di Surga.

Yesus berkata dalam Lukas 16:10-12, Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?

Renungkan hal ini : 
Pergumulan-pergumulan apa yang Anda hadapi di tempat kerja Anda? 
Menurut Anda bagaimana Allah akan memakainya untuk membangun karakter Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 31-33; Markus 9:30-40
Allah jauh lebih peduli dengan siapa Anda, ketimbang apa yang Anda lakukan (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren).
Read more

0 Kekuatan Untuk Terus Berjalan



Filipi 1:6 "Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus."

Alkitab memberitahu kita bahwa Allah selalu menyelesaikan apa yang Ia mulai: "Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus" (Filipi 1: 6). Ayat ini tidak mengatakan, "Allah mungkin akan menyelesaikannya," atau, "Allah ingin menyelesaikannya." Sebaliknya, ayat ini mengatakan bahwa Allah akan menyelesaikannya. Apa artinya?

Arinya, jika Anda telah sungguh-sungguh menyerahkan hidup Anda kepada Yesus Kristus, jika Anda telah membuka diri kepada Allah dan berkata, "Kristus, jadilah yang nomor satu dalam hidupku," maka Anda akan berhasil sampai ke Surga. Itu tak perlu diragukan lagi. Anda akan berhasil melintasi garis finish, sebab sampai tidaknya Anda ke Surga, itu tidak tergantung pada kinerja Anda; itu tergantung pada kasih karunia Allah yang menopang Anda. Pertanyaannya adalah bagaimana Anda menyelesaikan perlombaan hidup ini? Anda dan saya juga tahu bahwa ada beberapa orang yang menyelesaikan perlombaan hidup ini dengan amat buruk, sementara yang lain sampai di garis finish dengan baik.

Saya tidak ingin Anda hanya masuk surga. Saya tidak ingin Anda hanya sampai melewati garis finish. Tapi saya ingin membantu Anda menyelesaikan perlombaan kehidupan dengan baik. Saya ingin Anda menikmati hidup, hidup yang berkelimpahan, untuk mencari tahu apa panggilan Allah atas hidup Anda dan kemudian melakukannya.

Bagaimana Anda bisa yakin bhawa Anda akan menyelesaikan perlombaan kehidupan ini? Itu semua karena kasih karunia Allah yang menopang kita. Allah tidak ingin hanya sekedar menyelamatkan Anda. Allah ingin memampukan Anda dalam menjalani kehidupan. Dia ingin Anda berhasil melakukannya.

Apa yang dimaksud dengan kasih karunia yang menopang kita?
Kasih karunia yang menopang kita adalah kekuatan untuk tetap berjalan saat Anda merasa ingin menyerah. Itu adalah kekuatan bagi kita untuk melakukan hal yang benar ketika kita merasa ragu melakukan hal yang benar.

Ada banyak jebakan dalam lomba marathon kehidupan. Namun, terlepas dari apa yang sedang Anda lalui, apa pun yang Anda hadapi tahun ini, Anda bisa mengandalkan kasih karunia Allah untuk memampukan Anda.

"Aku menulis dengan singkat kepada kamu untuk menasihati dan meyakinkan kamu, bahwa ini adalah kasih karunia yang benar-benar dari Allah. Berdirilah dengan teguh di dalamnya!"(1 Petrus 5:12b).

Renungkan hal ini:
Mengapa kita begitu sering hanya berusaha "menjalani hari" di sepanjang minggu kita, sedangkan Allah menginginkan kita untuk mengalami hidup yang berkelimpahan?

Bagaimana Anda melihat kasih karunia Allah akan membantu Anda menjadi tahan uji atas segala pencobaan dalam hidup Anda? 

Dalam situasi apa Anda membutuhkan bantuan Allah untuk berdiri teguh? Sudahkan Anda meminta Dia untuk membantu memampukan Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 24-27; Markus 8:22-38
Terlepas dari apa yang sedang Anda lalui, apa pun yang Anda hadapi tahun ini, Anda bisa mengandalkan kasih karunia Allah untuk memampukan Anda (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren).
Read more

0 Penikmat Khotbah


Filipi 4:9 Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.

Saya takut dengan munculnya banyak penikmat khotbah di sekitar kita. Mungkin Anda kadang mendengar mereka berpendapat. Mereka suka membanding-bandingkan pendeta: "Kalau saya suka pendeta ini. Dia bagus dalam hal ini, tapi kurang dalam hal lain. Nah, kalau pendeta yang ini..."

Tapi ini bukan kompetisi band musik; ini Firman Tuhan. Kita harus menerima apa yang Allah katakan dan kemudian menerapkannya dalam hidup kita. Apabila kita melakukannya, kita akan mampu menahan godaan dan ujian kehidupan. Namun apabila sebaliknya, kita akan roboh seperti rumah kartu.

Yesus berfirman, Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu (Matius 7:24-25). Kita bisa ikut studi Alkitab sepanjang minggu, tapi itu tidak akan memberi kita manfaat apabila kita tidak menerapkan apa yang telah kita pelajari. Alkitab mengajarkan agar kita tidak hanya menjadi pendengar Firman, tetapi sebagai pelaku Firman. Dan jika kita hanya menjadi seorang pendengar, maka kita sama saja seperti orang-orang yang melihat diri mereka sendiri di cermin, lalu lupa dengan tampang mereka sendiri (lihat Yakobus 1:22-24).

Apa yang ingn Anda lakukan dengan Firman Tuhan adalah terserah Anda. Entah Anda akan mengaplikasikannya atau tidak, pilihan ada di tangan Anda. Entah Anda akan memutuskan untuk mengisi pikiran Anda dengan sampah, atau memutuskan untuk menjaga pikiran Anda dan mengisinya dengan Firman Tuhan dan membuat keputusan yang tepat untuk hidup benar, itu semua terserah Anda.

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 23:1-18; Markus 7:14-37
Berdoalah agar Allah memberi Anda kekuatan untuk menjalani kehidupan ini sebagaimana Dia telah memanggil Anda untuk hidup. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)
Read more

0 Berlari Dengan Hati-hati

1 Korintus 10:23 Segala sesuatu diperbolehkan. Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. Segala sesuatu diperbolehkan. Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.

Dulu saya termasuk orang yang bisa makan apa saja yang saya mau tanpa harus bertambah berat badan. Saat saya berusia dua puluhan, saya bisa makan satu makanan yang namanya macho combo burrito. Burrito ini seukuran satu kantong tidur, tapi saya bisa melahapnya habis dan tak sekalipun bertambah satu kilo pun. Tapi sekarang, jika saya memakannya sedikit saja, saya pasti akan bertambah berat badan. Sekarang saya tak bisa melakukan apa yang dulu bisa lakukan.

Ibrani 12:1 mengatakan, Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita." Apa yang mungkin menjadi beban bagi seseorang belum tentu menjadi beban buat orang lain. Kadang saat kita melihat orang Kristen lain melakukan sesuatu, kita berkata, Oke, saya akan melakukannya juga. Tetapi apa yang tak menjadi rintangan untuk orang lain mungkin bisa menjadi rintangan untuk Anda.

Dosa adalah dosa. Dan dosa itu sama saja bagi semua orang. Tapi ada hal-hal tertentu yang bebas dilakukan oleh sebagian orang, sementara yang lain tidak. Karena itu, kita harus mempertimbangkan hal-hal tersebut dan bukan hanya sekedar bertanya apakah itu diperbolehkan atau tidak. Kita juga perlu bertanya apakah itu akan menguatkan iman Anda atau tidak. Ini bukan soal, "Apakah ini boleh?" Ini soal, "Apakah ini akan membangun saya?" Jadi, tanyakan pertanyaan-pertanyan ini pada diri Anda sendiri.

Rasul Paulus berkata, Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun (1 Korintus 10:23). Dengan kata lain, hanya karena sesuatu diperbolehkan untuk orang Kristen, bukan berarti Anda harus melakukannya, sebab itu bisa saja melukai Anda.

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 25; Markus1:23-45

Mari kita berlari dengan hati-hati dalam perlombaan kehidupan ini. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Bangun Pondasi Anda Sendiri

Filipi 2:13 Karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.

Beberapa orang benar-benar senang berolahraga. Mereka senang berkeringat, berlari, atau mengangkat beban. Saya benci semua itu. Saya tahu bukan saya saja yang membencinya, meski memang benar kita semua butuh yang namanya olahraga. Kita tak bisa menyewa seseorang untuk berolahraga bagi kita. Ini sesuatu yang harus kita lakukan bagi diri kita sendiri.

Rasul Paulus menulis kepada orang-orang percaya di Filipi, "Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya (Filipi 2:12-13). Paulus berada dalam penjara ketika ia menulis surat ini. Dia menulisnya saat berada di Roma, hatinya gelisah sebab terpisah dari para orang percaya.

Maksud Paulus ialah, Saudaraku, aku tak bisa bersama-sama dengan kalian. Andai saja saat ini aku bisa bersama kalian membimbing dan menjadi contoh yang baik untuk kalian. Tapi satu yang harus engkau tahu, Allahlah yang bekerja di dalam kamu, bukan Paulus.

Mereka mungkin berpikir, Kami tak bisa menjalani kehidupan Kekristen dengan benar tanpa Paulus di sini. Sebenarnya mereka mampu, begitu pun dengan kita. Apabila para pendeta dan para pemimpin rohani melaksanakan tugas mereka dengan baik, mereka akan membantu Anda berdiri di atas kaki Anda sendiri secara rohani agar Anda tidak bergantung pada mereka lagi.

Yang ingin Paulus katakan, "Saudaraku, lihatlah gambaran besarnya. Allahlah yang bekerja. Mungkin Ia bekerja melaluiku, namun tetap saja Allah yang bekerja.

Kita bisa begitu mengagumi seseorang dan menganggap mereka selalu benar. Dan kadang orang-orang akan mendasarkan hubungan mereka dengan Allah di atas hubungan orang lain dengan Allah. Itu hal yang tidak baik. Kita perlu menancapkan iman kita sendiri. Kita perlu membangunnya di atas pondasi kita sendiri.

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 14; Matius 26:51-75

Allah bekerja di dalam Anda karena iman Anda terus terbangun di atas pondasi yang benar (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Pertanyaan Sepanjang Masa

Matius 22:41-42 Ketika orang-orang Farisi sedang berkumpul, Yesus bertanya kepada mereka, kata-Nya: "Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah Dia?" Kata mereka kepada-Nya: "Anak Daud."

Tak usah ditanya lagi, Yesus Kristus adalah tokoh paling kontroversial yang pernah ada. Dia dikasihi, disembah, dan diikuti. Tapi Dia juga dibenci, dihina, dan ditolak oleh orang lain. Dia tak dihormati dan diabaikan oleh sebagian besar orang. Namun semua yang terjadi di Bumi ini selalu bermuara pada Yesus.

Siapakah Yesus? Dua ribu tahun yang lalu, Kristus sendiri mengajukan pertanyaan ini: "Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah Dia?" (Matius 22:42a). Dan hingga hari ini, orang masih bingung menjawabnya. Mungkin tidak pernah ada kejadian dimana banyak orang mengakui iman mereka di dalam Yesus tapi di saat yang sama tidak tahu siapa Dia sebenarnya.

Banyak orang akan berbicara tentang Kristus dengan penuh rasa hormat. Mereka akan berkata hal-hal seperti, "Saya percaya bahwa Yesus adalah seorang nabi besar" atau "Saya percaya bahwa Yesus adalah seorang utusan yang dikirim Allah" atau "Saya percaya bahwa Yesus adalah yang terbaik dari semua manusia."

Tetapi Alkitab mengajarkan bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah yang unik, bukan manusia yang menjadi Tuhan. Dia adalah Tuhan yang menjadi manusia. Alkitab mengajarkan bahwa Yesus adalah anggota kedua dari Trinitas. Dan itu juga mengajarkan bahwa Dia dikandung secara ilahi dalam rahim Perawan Maria. Dia bukan sekedar guru yang baik; Dia guru terbesar-Tuhan dalam bentuk manusia.

Alkitab mengajarkan bahwa Kristus disalibkan secara fisik dan tubuh-Nya bangkit dari kematian. Alkitab juga mengajarkan bahwa Yesus bukan salah satu di antara banyak Tuhan, tapi Ia satu-satunya Tuhan, setara dengan Allah Bapa dan di atas semua manusia. Itulah mengapa kematian Yesus sendiri saja telah memenuhi persyaratan-persyaratan yang adil dari Allah.

Yesus tidak pernah berubah menjadi Tuhan, sebab Dia selalu adalah Tuhan. Dia telah berjalan di antara kita sebagai manusia yang terlihat biasa, namun Ia adalah Allah yang menjelma menjadi manusia.

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 11-12; Matius 26:1-25

Yesus tidak pernah berubah menjadi Tuhan, Dia adalah Tuhan seutuhnya (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Akar Dari Masalah

Yakobus 4:1 Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?

Saya pikir kita bisa dengan yakin mengatakan bahwa begitu banyak masalah yang kita hadapi disebabkan oleh sifat egois kita, sifat manusiawi kita. Keegoisan akar dari banyak dosa.

Menarik melihat bagaimana anak-anak kecil memiliki sifat ini. Pernahkah Anda perhatikan ketika dua anak bermain ketika salah satunya tak peduli dengan satu mainan tertentu sampai anak yang lain mulai memainkannya? Tiba-tiba kedua anak ini mulai berebut mainan tersebut. Mereka berteriak, saling menarik, sampai akhirnya mainan itu rusak. Itu semua karena satu anak menginginkan apa yang dimiliki yang lain. Itulah sifat dasar manusia. Kita memang terlahir seperti itu, dan kita membawa sifat ini seumur hidup kita.

Yakobus menekankan, "Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? (Yakobus 4:1). Begitulah kita. Kita ingin melakukan kehendak kita.

Ada berapa banyak masalah di sekitar kita yang muncul karena keegoisan? Ketika pernikahan-pernikahan mulai berantakan, biasanya, itu karena keegoisan. Orang-orang berhubungan seks sebelum menikah juga karena keegoisan. Akar perzinahan adalah keegoisan. Sebutkan satu masalah, di sebagian besar inti permasalahannya Anda akan menemukan egoisme dengan kepala yang membesar.

Paulus mendesak orang-orang percaya di Filipi, "Dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; (Filipi 2:3). Jadi, jangan mau dikendalikan oleh egoisme.

Dwight L. Moody pernah berkata, "Aku memiliki lebih banyak masalah dengan D. L. Moody dibandingkan dengan orang lain yang pernah kutemui." Seperti yang diakui Moody, kita terobsesi dengan diri kita sendiri, dan itulah akar dari masalah-masalah kita.

Kita perlu terus-menerus meminta Allah untuk mengubah dan mentransformasi kita. Saya tahu jalan saya masih panjang, akan ada masalah-masalah lain yang datang menghampiri. Dan saya tahu jalan Anda juga masih panjang. Kita semua begitu.

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 4-5; Matius 24:29-51

Akar dari masalah adalah keegoisan manusia yang terobsesi hanya memikirkan diri sendiri (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Apa Yamg Harus Dilakukan Ketika Anda Kacau

Roma 5:21 Supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

Ada satu permainan yang saya mainkan dengan cucu-cucu perempuan saya. Saya menyebutnya Squiggles (coretan). Saya menyuruh mereka, "Gambar apa pun yang kamu inginkan di selembar kertas. Buat coretan asal-yang kecil saja. Tidak perlu menggambar yang macam-macam.

Mereka mulai menggambar coretan di kertas itu. Saya kemudian memilih satu coretan tadi secara acak, dan saya akan mengubahnya menjadi sebuah gambar yang berarti. Biasanya itu berupa wajah lucu atau karakter.

Dengan cara yang jauh luar biasa, Allah dapat melakukan hal yang sama untuk Anda. Mungkin hidup Anda telah rusak. Mungkin Anda telah membuat kesalahan dan telah melakukan hal yang salah. Coba tebak? Allah memberi kita semua kesempatan kedua. Jadi Anda dapat datang kepada-Nya dan berkata, "Tuhan, saya telah benar-benar kacau. Bisakah Engkau menolongku?

Jawabannya adalah ya. Allah akan datang dan menebus kesalahan yang telah kita buat. Bahkan orang Kristen sekalipun dapat berjalan menjauh dari-Nya. Bahkan orang Kristen dapat membuat keputusan yang buruk dan melakukan hal-hal yang benar-benar buruk. Kita bisa saja melakukan apa pun, bahkan sebagai pengikut Yesus, karena kita masih memiliki kehendak daging dan sifat lama. Namun, jika Anda adalah seorang Kristen sejati, bahkan jika Anda telah terjatuh atau tersesat, Anda akan selalu bisa kembali lagi pada-Nya.

Kiranya Anda bisa belajar dari kesalahan Anda. Kiranya Anda tidak akan melakukan dan mengulanginya lagi. Kiranya Anda bisa bergerak maju, artinya dapat belajar dari kesalahan Anda, bertekad untuk menjalani kehidupan yang lebih kudus, dan membantu orang lain agar tidak jatuh pada dosa yang sama.

Kabar Baiknya adalah bahwa Allah dapat mengampuni Anda dan memberi Anda kesempatan kedua. Dia akan menyelesaikan pekerjaan yang telah Ia mulai di dalam Anda (lihat Filipi 1:6). Jadi meskipun hidup Anda kacau, Allah masih bisa mengubahnya.

Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 19-20; Matius 18:21-35

Allah memberi kita semua kesempatan kedua, jadi datang pada-Nya dan bertobat (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Haruskah Orang Kristen Menghakimi?

1 Korintus 6:2-3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia? Dan jika penghakiman dunia berada dalam tangan kamu, tidakkah kamu sanggup untuk mengurus perkara-perkara yang tidak berarti? Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat? Jadi apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari.

Suatu hari saya mengobrol dengan seseorang yang tidak pergi ke gereja, dan saya bertanya mengapa.

"Mm, saya tidak mau dihakimi," kata orang itu.

Fakta bahwa orang ini tidak melakukan sesuatu yang Alkitabiah, saya bertanya padanya, "Apa yang Anda maksud dengan tak ingin dihakimi? Apa definisi Anda tentang dihakimi?

"Saya takut jika saya pergi ke gereja, orang-orang tidak akan setuju dengan apa yang saya lakukan, dan mengatakan sesuatu tentang saya.

"Jadi seperti itu yang namanya dihakimi?" Saya bertanya.

"Ya.

Jawab saya, "Saya malah berharap jika Anda pergi ke gereja, seseorang akan mengatakan sesuatu.(Bukankah itu sesuatu yang baik?)

Menurut saya ayat favorit bagi orang yang tak percaya adalah Matius 7:1 "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Orang tak percaya senang mengutip ayat ini kepada orang Kristen yang berani mewartakan Injil pada mereka. Tapi kita perlu mencerna apa yang dimaksud dengan kata menghakimi dalam ayat ini. Yesus mengucapkan pernyataan ini pada Khotbah di Bukit, dan kata yang Ia gunakan untuk menghakimi di sini berarti mengutuk. Yesus berkata, "Jangan mengutuk, supaya kamu tidak dikutuk.

Saya tidak dalam posisi untuk mengutuk seseorang. Saya tidak berhak mengatakan siapa yang akan masuk Neraka. Itu Allah yang memutuskan. Tapi saya harus memakai kebijaksanaan, hikmat, dan bahkan penilaian terhadap sesama orang percaya. Penilaian adalah evaluasi. Ibaratnya berkata kepada sesama orang Kristen, "Saudaraku, sepertinya engkau tidak melakukan sebaik apa yang seharusnya," atau "Saya ingin membantumu, mendorongmu." Itu yang disarankan dalam Alkitab (lihat 1 Korintus 6:2-3).

Dengan kata lain, kita harus menilai - bukan mengutuk. Kita harus mewartakan kebenaran Firman Allah dengan penuh kasih dan kerendahan hati untuk membantu orang lain melaksanakan panggilannya sebagai pengikut Yesus Kristus.

Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 12-13; Matius 16

Mewartakan kebenaran Firman Allah dengan penuh kasih dan kerendahan hati untuk membantu orang lain adalah keinginan Tuhan atas hidup Anda (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Seperti Apakah Neraka Itu ?

1 Korintus 16:22a Siapa yang tidak mengasihi Tuhan, terkutuklah ia.

Dalam istilah manusia, sulit untuk mendefinisikan Neraka. Ini sama seperti mencoba menjelaskan Internet pada seekor semut.

Tetapi sebenarnya, Yesus lebih banyak berbicara tentang Neraka ketimbang Surga. Dan jika membaca bagaimana Yesus - dan penulis-penulis lain dalam Alkitab - menggambarkannya (Neraka), kita dan juga orang-orang yang kita kenal, pasti tak mau berada di sana.

Jadi apa yang Alkitab katakan tentang Neraka?

1. Tempat yang penuh siksa. Lukas 13:28 mengatakan bahwa di Neraka, Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi. Kita mendapat gambaran tentang Neraka dalam Alkitab sebagai tempat yang penuh api dan penderitaan yang mendalam.

2. Tempat yang benar-benar terpisah dari Allah dan orang lain. Itu hal terburuk tentang Neraka, menjalani seluruh hidup Anda menyatakan tak ingin berhubungan dengan Allah, tapi itu pada akhirnya malah jadi batu sandungan buat Anda. Neraka berarti pemisahan total dari Allah. Siapa yang tidak mengasihi Tuhan, terkutuklah ia. (1 Korintus 16:22a)

3. Tempat tanpa kasih. Alkitab memberitahu kita bahwa Allah adalah kasih. Tanpa Dia, kita akan menghabiskan kekekalan tanpa kasih di Neraka. Alkitab juga mengatakan, "Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; (1 Yohanes 4:18a). Apa rasanya hidup tanpa kasih Allah? Anda takut mati sepanjang waktu.

Setiap orang yang pergi ke Neraka memilih untuk melakukannya. Mereka akan mendapatkan apa yang mereka idam-idamkan - hidup jauh dari Allah. Tentu Anda tidak ingin itu! Anda tidak ingin Neraka. Jadi, buatlah pilihan yang berbeda hari ini.

Renungkan hal ini:

Menurut Anda, mengapa Yesus lebih banyak berbicara tentang Neraka ketimbang Surga?

Bagaimana gambaran tentang Neraka dalam renungan kita hari ini jika dibanding dengan gambaran yang kita dapatkan versi budaya duniawi?

Apakah ada bagian dari deskripsi Alkitab tentang Neraka yang sulit Anda terima? Mengapa?

Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 27-28; Matius 8:18-34

Neraka adalah tempat yang penuh siksa, tempat yang terposah dari Allah dan tempat tanpa kasih. Buatlah pilihan yang berbeda hari ini. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Doa : Allah Menuntun Anda Menjadi Seperti Kristus

Yakobus 3:17 "Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik."

Jika Anda ingin mengenali suara Tuhan dan mengerti apakah ide yang muncul di kepala Anda datangnya dari Dia atau bukan, pertama-tama Anda harus bertanya apakah pemikiran ini sepakat dengan Alkitab.

Kemudian, bertanyalah, "Bila aku menuruti ide ini, apakah aku akan semakin seperti Kristus?"Filipi 2:5 berkata, "Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus," Tujuan Allah ialah untuk membuat kita semakin seperti Kristus, karena itulah Ia tak akan memberi kita pemikiran yang memimpin kita ke arah yang berlawanan dengan tujuan-Nya tersebut.

Berbicara soal apakah ide Anda sama seperti sifat Kristus, Yakobus 3:17 merupakan checklist yang pas untuk membantu Anda mengenalinya, "Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik."

Jika ide atau perasaan Anda itu tidak murni, maka sudah jelas itu bukan dari Allah. Mungkin ini terdengar mudah, tapi Anda tak akan percaya berapa banyak orang yang saya temui sampai saat ini masih mencoba untuk meyakinkan diri mereka jika pemikiran mereka yang tidak kudus itu berasal dari Tuhan juga.

Apakah perasaan saya ini penuh damai sejahtera dan kasih? Allah hanya memberi pemikiran yang mengarahkan kita pada kerukunan, bukan pada konflik.

Apakah perasaan saya ini bermanfaat buat orang lain? Saat Tuhan memberi Anda sebuah ide, Ia memikirkan dampaknya terhadap orang lain. Ia tak akan memberi Anda sebuah ide yang akan merusak kehidupan orang lain.

Apakah perasaan saya ini penuh kepatuhan? Artinya ialah apakah Anda punya sifat yang rendah hati, mau diajar, dan tidak arogan? Bila Anda sungguh-sungguh mendengar pemikiran ini dari Tuhan, maka Anda tidak perlu takut untuk menguji ide tersebut dengan cara mewartakannya kepada orang lain dan menerima masukan dari mereka.

Apakah perasaan saya ini penuh belas kasih? Saya bertemu banyak orang yang berpikir mendengar suara Tuhan namun nyatanya adalah orang yang paling suka menghakimi, menyalahkan, dan yang paling negatif. Orang-orang ini sesungguhnya tidak tahu Firman Tuhan. Mereka mendapat ide mereka dari prasangka buruk dan amarah mereka. Jika Anda benar-benar mendengar sabda Tuhan, maka Anda harusnya penuh belas kasih.

Apakah perasaan saya ini tidak memihak dan tidak munafik? Ide yang berasal dari Allah tidak akan membuat Anda memanipulasi dan mengendalikan orang lain.

Menilik perasaan Anda, apakah itu bertentangan dengan ketujuh sifat Kristus, akan memampukan Anda untuk tahu apakah itu berasal dari Tuhan dan apakah itu akan membuat Anda semakin seperti Yesus.

Renungkan hal ini: 

Bagaimana Anda menunjukkan pada Allah bahwa Anda ingin semakin seperti Yesus?

Ide atau perasaan apa yang Anda percaya dianugerahkan oleh Tuhan buat Anda baru-baru ini?

Bagaimana ide Anda bisa berubah ketika Anda memikirkan dampaknya bagi orang lain?

Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 16-17; Matius 5:27-48

Jika Anda mau semakin seperti Yesus, maka Anda harus sepakat dengan pemikiran-Nya (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren).

Read more

0 Apakah Ide Anda Sejalan Dengan Alkitab ?

Yesus berkata dalam Yohanes 7:17, Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri. Dia tak suka bila orang salah menafsirkan Firman-Nya dan berkata, "Tuhan mengatakan pada saya untuk melakukan ini, padahal sebenarnya tidak. Jadi bagaimana Anda mengetahui apakah Tuhan yang sedang berbicara pada Anda atau bukan?

Pertama, Anda harus bertanya apakah ide Anda itu sepakat dengan Alkitab.

Allah itu konsisten. Dia tak akan pernah bertentangan dengan apa yang telah Ia katakan dalam Firman-Nya. Dia tak akan pernah menyuruh Anda untuk melanggar prinsip yang ada dalam Alkitab. Dia tak akan pernah menyuruh Anda untuk mengabaikan apa yang telah Ia firmankan. Dia tak akan pernah menyuruh Anda untuk menyangkal apa yang telah Ia firmankan.

Lukas 21:33 mengatakan, "Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu." Artinya, jika Firman-Nya benar maka itu adalah benar, selalu benar, dan akan selalu benar. Sebab kebenaran bukanlah sesuatu yang baru! Kebenaran sudah ada sedari dulu. Jika ada sesuatu yang benar 4.000 tahun yang lalu, maka itu juga benar 50 tahun yang lalu, dan tetap benar hingga hari ini. Kebenaran Allah itu kekal.

Tren berubah. Opini masyarakat berubah. Bahkan ilmu pengetahuan berubah. Namun kebenaran Allah tidak akan pernah berubah, Ia tidak akan pernah mengatakan sesuatu kemudian berubah pikiran. Ketika Ia berkata bahwa Anda hanya boleh melakukan hubungan seks dengan sesorang yang terikat dengan Anda dalam pernikahan, maka Dia tidak akan menyuruh Anda untuk berhubungan seks dengan siapa pun yang Anda mau. Allah tidak berubah pikiran! Kebenaran ini harus bisa mendorong Anda sehingga Anda tak perlu lagi bertanya-tanya apa pendapat-Nya tentang sesuatu yang sudah jelas Ia katakan dalam Firman-Nya.

Anda perlu mempelajari Firman Tuhan dan menghafalkannya, supaya ketika Anda mendapat sebuah ide atau pemikiran, Anda bisa berkata, "Ide ini bukan datang dari Allah sebab Alkitab berkata& Bila Anda tidak belajar Alkitab, maka Anda akan tertipu oleh segala macam kebohongan Setan.

Semakin banyak Anda tahu Firman Tuhan, semakin mampu Anda membedakan kapan Allah tengah berbicara pada Anda, kapan tidak.

Renungkan hal ini: 

Apa satu kebenaran dalam Alkitab yang sudah Anda coba gunakan untuk menghadapi persoalan Anda?

Bagaimana Anda akan merespon jika Anda mendapati bahwa anggapan atau pemikiran Anda bertentangan dengan Alkitab?

Cara-cara apa saja yang bisa Anda pakai untuk mulai menghafal dan mengenal Firman Allah lebih baik lagi?

Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 13-15; Matius 5:1-26

Dia tak akan pernah bertentangan dengan apa yang telah Ia katakan dalam Firman-Nya (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Dua Cara Untuk bahagia

Mazmur 112:1 Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya.

Ada dua cara yang bisa kita lakukan untuk menjalani hidup kita: cara yang benar atau cara yang salah. Ada dua jalur yang bisa kita tempuh dalam kehidupan: jalan yang benar atau jalan yang salah. Hasilnya adalah kita bisa hidup di jalan yang bahagia dan kudus, atau di jalan yang menyedihkan dan tak kudus.

Segala sesuatu yang tengah Anda cari dapat ditemukan dalam hubungan dengan Tuhan. Lihat cerita Yesus tentang anak yang hilang. Tampak dari cerita itu bahwa pemuda ini ingin pakaian bagus, makanan enak, dan pesta pora. Jadi ia pergi dari rumah dan menghabiskan semua uangnya. Dan ia pun kembali ke rumah, dengan tangan hampa dan dalam keadaan yang menyedihkan.

Tapi apa hal pertama yang ayahnya lakukan? Dia memberinya beberapa pakaian bagus. Dia memerintahkan hambanya untuk mempersiapkan makanan yang enak. Kemudian dia berkata, Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria (Lukas 15:23-24). Semua yang pemuda ini cari sebenarnya selama ini ada di rumah ayahnya.

Cara untuk menjadi orang yang bahagia tergantung dari apa yang Anda lakukan dan yang tidak Anda lakukan. Mazmur 1: 1 mengatakan, Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, Inilah hal-hal yang tidak dilakukan mereka yang tak bahagia.

Tapi kemudian pasal ini memberitahu kita apa yang orang bahagaia lakukan: Tapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil (ayat 2-3).

Bacaan Alkitab Setahun :
Maleakhi 4; Wahyu 21 - 22

Jadi kebahagiaan tidak datang hanya dari apa yang Anda lakukan, tetapi juga dari apa yang tidak Anda lakukan. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Cepat Mendengar, Lambat Berbicara

Amsal 25:28 Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya.

Di zaman informasi instan ini, kita bisa mendapatkan berita begitu cepat sehingga kita tak perlu lagi menunggu siaran berita malam. Kita juga tidak perlu menunggu surat kabar terbit. Kita bisa mengakses Internet dan mendapatkan berita secara langsung.

Tapi saya pikir, ini membuat kita sulit untuk memperlambat langkah dan mendengarkan, terutama kepada Allah. Banyak dari kita yang seperti Marta dalam Injil Lukas, yang sibuk melakukan kegiatan yang kita buat-buat, ketimbang duduk tenang duduk di kaki-Nya dan mendengarkan-Nya seperti yang Maria lakukan.

Tapi Yakobus 1:19 mengatakan, Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;

Kita sebaiknya menempelkan ayat ini di tempat yang mudah kita lihat setiap hari, dan lihatlah, begitu berbedanya hidup kita apabila kita selalu mengindahkan nasihat-Nya.

Yakobus mengatakan bahwa kita harus cepat untuk mendengarkan, tapi juga harus lambat untuk berbicara. Berapa kali Anda mengatakan sesuatu, lalu menyesalinya sesaat setelah kata-kata itu keluar dari mulut Anda? Yesus berkata, Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum (Matius 12:36-37).

Kita harus sabar. Anda tahu, begitu mudah bagi kita untuk merasionalisasi atau membenarkan ledakan amarah kita (terutama saat mengemudi). Tapi Amsal 29:11 berkata, "Orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya, tetapi orang bijak akhirnya meredakannya.

Bacaan Alkitab Setahun :
Maleakhi 2; Wahyu 19

Betapa indahnya hidup dan kesaksian kita apabila kita cepat untuk mendengar, lambat berbicara, dan lambat untuk marah!(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

Ibadah Doa Pagi

Ibadah Doa Pagi

Menara Doa

Menara Doa

Popular Post

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More