• slide 1

    Ulta Sword 27 Sep 2015

    Suasana Ulang Tahun GSJA Sword 27 September 2015...

  • slide 2

    Paskah 5 April 2015

    Suasana Ibadah Paskah GSJA Sword 5 April 2015...

  • slide 3

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010 GSJA Sword bertempat di JL Kartini 8 No.1A...

  • slide 4

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00 kelas terbagi ke dalam tiga kelas: Little Heaven, Kingdom Kid dan Christ Crew...

  • slide 5

    Ibadah Youth

    Ibadah yang dihadiri oleh para youth yang masih sekolah, kuliah dan bekerja segment keterlibatan dalam drama...

  • slide 6

    Tim Musik GSJA Sword

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah terdiri dari : Agus - Gitaris, Julius dan sylvi- Keyboard, Yanto dan Edy - Drum, Randy - Bass...

  • slide 7

    Drama Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword dalam perayaan Harnas Wanita 2011...

  • slide 8

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011 yang berlangsung di gedung gereja sendiri, sederhana namun membawa hikmat dan berkat tersendiri...

  • slide 9

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword saat perayaan Natal 2010...

  • slide 10

    Natal GSJA Sword, 17 Des 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword pada tanggal 17 Des 2011...

  • slide 11

    Imlek GSJA Sword, 22 Jan 2012

    Ibadah Saat Imlek di GSJA Sword pada tanggal 22 Januari 2012...

  • slide 12

    Gathering Pekerja GSJA Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

  • slide nav 1

    Ulta Sword 2015

    Ulang Tahun GSJA Sword 27 September 2015...
  • slide nav 2

    Paskah 2015

    Ibadah Paskah GSJA Sword 5 April 2015...
  • slide nav 3

    Ibadah Raya

    Ibadah Natal 2010...
  • slide nav 4

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00...
  • slide nav 5

    Ibadah Youth

    Ibadah yang dihadiri oleh para youth yang masih sekolah,kuliah dan bekerja...
  • slide nav 6

    Tim Musik

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah...
  • slide nav 7

    Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword...
  • slide nav 8

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011...
  • slide nav 9

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword...
  • slide nav 10

    Natal GSJA Sword 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword, 17 Des 2011...
  • slide nav 11

    Imlek GSJA Sword 2012

    Ibadah Saat imlek di GSJA Sword, 22 Januari 2012...
  • slide nav 12

    Gathering Pekerja Sword 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words of OuR LorD)

Latest from Blog

Delete this element to display blogger navbar

0 Membanding-bandingkan Adalah Akar Dari Iri Hati

Galatia 6: 4 "Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain." 

Membanding-bandingkan adalah akar dari semua iri hati. Jika Anda bisa berhenti membanding-bandingkan diri Anda dengan orang lain, maka Anda bisa menyingkirkan rasa iri dalam hidup Anda. 

Inilah masalahnya: Membandingkan adalah olahraga indoor favorit kita. Kita senang membandingkan segala hal. Kita senang membandingkan-bandingkan ukuran tubuh kita, bentuk wajah kita, warna kulit kita, bagaimana kita berbicara, kecerdasan kita. Kita senang membanding-bandingkan keluarga kita, anak-anak kita, pekerjaan kita, bakat kita, dan bahkan rumput di halaman rumah kita. 

Tuhan memperingatkan kita tentang betapa bodohnya kita jika membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain: "Memang kami tidak berani menggolongkan diri kepada atau membandingkan diri dengan orang-orang tertentu yang memujikan diri sendiri. Mereka mengukur dirinya dengan ukuran mereka sendiri dan membandingkan dirinya dengan diri mereka sendiri. Alangkah bodohnya mereka!" (2 Korintus 10:12). 

Anda akan selalu menemukan seseorang yang memiliki pekerjaan yang lebih baik daripada Anda, dan sebagai akibatnya, Anda akan menjadi amat cemburu atau sebaliknya Anda merasa memiliki pekerjaan yang lebih baik daripada orang tersebut dan Anda akan merasa bangga. Kesombongan atau rasa iri adalah buah dari membanding-bandingkan. Dan Tuhan mengatakan itu bodoh. Anda tidak boleh melakukannya. Anda unik. Tidak ada yang sama dengan Anda. Anda tak ada bandingannya. 

Alkitab mengatakan dalam Galatia 6: 4, "Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain." Ketika Anda sampai di Surga, Tuhan tak akan berkata, "Mengapa engkau tidak seperti orang ini atau orang itu?" Tidak! Dia akan bertanya, "Mengapa engkau tidak seperti dirimu?" Anda tidak bisa fokus pada tujuan Anda saat Anda fokus pada orang lain. 

Ketika Anda sampai di Surga, Anda tidak akan dinilai berdasarkan bakat yang tidak Anda miliki. Anda tak akan dinilai berdasarkan kesempatan-kesempatan yang tidak Anda miliki. Anda akan dinilai dari bagaimana Anda hidup dan apa yang Anda lakukan dengan apa yang dianugerahkan kepada Anda. 

Tidak perlu membandingkan diri Anda dengan orang lain. Tuhan telah memanggil Anda untuk menjadi yang terbaik yang Anda bisa, apapun latar belakang, pengalaman, dan bakat yang Dia karuniakan kepada Anda. 

Renungkan hal ini: 
Ketimbang melihat-lihat orang lain untuk menakar nilai atau ekspektasi Anda, dari sudut pandang mana Anda perlu melihat mereka? 
Ketika seseorang yang Anda kenal mencapai kemenangan atau prestasi atau penghargaan, apakah Anda ikut bersukacita dengan orang itu? Mengapa atau mengapa tidak? 
Apa karunia dan kemampuan yang Tuhan berikan kepada Anda? Bagaimana Anda menggunakannya untuk menjadikan itu sebagai versi terbaik dari diri Anda? 


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 96-98; 1 Korintus 1:1-17


Setiap kali Anda membanding-bandingkan, maka Anda akan jatuh pada kesombongan atau iri hati. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Empat Cara Bagaimana Iri Hati Merusak Hidup Anda

Yakobus 3: 16 "Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat."

Hal nomor satu yang menghambat Anda dalam menggenapi rancangan dan misi Allah atas hidup Anda adalah dosa yang hampir tidak kentara. Itu bukan nafsu atau kesombongan atau kemarahan. Itu bukan kekhawatiran atau ketakutan atau keputusasaan. Sebenarnya, Anda mungkin tidak akan pernah memperhatikannya karena itu sangat tidak terlihat sehingga Anda tidak sadar dengan dampak buruknya terhadap kehidupan Anda.

Itu disebut iri hati.

Ketika Anda iri dengan orang lain, Anda begitu terpaku pada apa yang tidak Anda miliki dan yang bukan diri Anda sendiri dan itu menyebabkan Anda melewatkan rencana Tuhan sepenuhnya untuk hidup Anda.
Anda perlu memahami bagaimana iri hati merusak hidup Anda agar Anda dapat menyingkirkannya dari hidup Anda.

Iri hati membuat Anda menyangkal keunikan Anda. Mazmur 139: 13-16 mengatakan, "Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya." Iri hati membutakan Anda sehingga Anda tak bisa melihat bakat dan keunikan diri Anda sendiri. Namun, Tuhan tidak membuat Anda menjadi seperti orang lain. Tuhan membuat Anda menjadi diri Anda sendiri.

Iri hati membagi perhatian Anda. Anda tak bisa melaksanakan tujuan Tuhan dan fokus pada orang lain sekaligus. Kesetiaan Anda terbagi-bagi, dan kemudian Anda tidak menyelesaikan satu pun misi Tuhan dalam hidup Anda. Yesus berkata dalam Matius 6:24, "Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

Iri hati membuang waktu dan energi Anda. Pengkhotbah 4: 4-8 mengatakan, "Dan aku melihat bahwa segala jerih payah dan segala kecakapan dalam pekerjaan adalah iri hati seseorang terhadap yang lain. Inipun kesia-siaan dan usaha menjaring angin. Orang yang bodoh melipat tangannya dan memakan dagingnya sendiri. Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin. Aku melihat lagi kesia-siaan di bawah matahari: ada seorang sendirian, ia tidak mempunyai anak laki-laki atau saudara laki-laki, dan tidak henti-hentinya ia berlelah-lelah, matanyapun tidak puas dengan kekayaan; --untuk siapa aku berlelah-lelah dan menolak kesenangan? --Inipun kesia-siaan dan hal yang menyusahkan."

Iri hati menuntun Anda kepada dosa-dosa lainnya. Iri hati dapat menghancurkan segala sesuatu dan semua orang di sekitar Anda. Alkitab mengatakan, "Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat" (Yakobus 3: 16). Inti dari segala masalah berasal dari hati. Iri adalah masalah hati. Setiap kali Anda iri, Anda telah membuat ibadah Anda keluar jalur, sebab iri adalah satu bentuk penyembahan. Biasanya orang berkata, "Saya ingin itu. Saya mau itu. Saya suka itu. Hidup saya untuk mengejar itu." Itulah yang disebut penyembahan. Dan apabila apa yang Anda sembah bukanlah Allah, maka itu dinamakan berhala. Jika Anda mau menghilangkan rasa iri, maka Anda harus bertanya, "Apa yang saya sembah? Apakah saya menyembah Tuhan serta anugerah-Nya dalam hidup saya? Atau apakah saya menyembah apa yang saya inginkan dari orang lain? "

Renungkan hal ini:
Dalam hal-hal sepele apa Anda telah membiarkan rasa iri Anda menyelinap ke dalam hati Anda? Apa akibatnya yang lebih besar?
Apa yang bisa Anda akui tentang diri Anda sendiri yang akan membantu Anda mencegah rasa iri yang membutakan mata Anda untuk melihat talenta Anda?
Bagaimana persepsi Anda tentang iri hati berubah ketika Anda menganggapnya sebagai bentuk penyembahan berhala?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 93-95; Roma 16


Mengucap syukur adalah lawan dari iri hati
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Ini Yang Tuhan Rasakan Tentang Anda

Efesus 1: 4 "Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya."

Waktu ketiga anak saya masih kecil, saya biasa menyelinap ke kamar mereka di malam hari, duduk di samping tempat tidur mereka dan memperhatikan mereka tidur. Rasanya amat menyenangkan! Saya melihat dada mereka turun naik saat bernafas. Saya mendapat sukacita besar melihat mereka tidur nyenyak karena saya adalah ayah mereka. Mereka lahir atas buah kasih sayang saya pada mereka. 

Begitulah yang dirasakan Bapa Surgawi kita terhadap Anda. Tuhan memperhatikan Anda dan Dia mengasihi Anda, sebab Dia yang menciptakan Anda. 

Alkitab mengatakan, "Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya" (Efesus 1: 4). Bahkan sebelum Tuhan menciptakan alam semesta ini, Dia memikirkan Anda. Alkitab mengatakan bahwa seluruh alam semesta diciptakan sedemikian rupa agar Tuhan dapat menciptakan umat manusia, sehingga Dia dapat mengasihi kita. Kita adalah fokus dari kasih-Nya, tidak seperti makhluk lainnya - tidak seperti binatang atau malaikat atau bintang, atau hal apapun. Kita diciptakan untuk dikasihi oleh Tuhan.

Jika Anda telah memahami kebenaran mendalam yang saya sampaikan kepada Anda dan Anda menyimpannya ke dalam jiwa Anda, maka Anda tidak akan pernah lagi merasa khawatir dan rendah diri. Sebab ketika Anda mengerti bahwa Tuhan menciptakan seluruh alam semesta ini agar Dia dapat memberi tempat tinggal untuk manusia, agar Dia dapat menciptakan Anda dan mengasihi Anda, dan agar pada akhirnya kasih-Nya itu akan mengangkat semua kekhawatiran Anda. Tuhan menciptakan Anda untuk mengasihi Anda.

Dalam Hosea 6: 6 Tuhan berfirman, "Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran" (Hosea 6: 6). Itulah tujuan pertama dari kehidupan. Hal terpenting yang bisa Anda ketahui adalah Tuhan menciptakan Anda untuk mengasihi Anda. Dan hal terpenting yang bisa Anda lakukan dalam hidup ini adalah mengenal dan mengasihi-Nya kembali. Itulah tujuan nomor satu hidup ini. 

Kebanyakan orang pasti pernah mengalami tragedi dimana mereka hilang arah tujuan dalam hidup mereka. Mereka tahu segala hal - harga saham, skor olahraga, siapa yang ada di sampul majalah People - tapi mereka tidak kenal Tuhan.

Anda mungkin tahu tentang Tuhan, tapi apakah Anda mengenal-Nya secara pribadi? Apakah Anda memiliki sebuah hubungan persahabatan, hubungan yang penuh cinta kasih dengan Tuhan? Itulah langkah pertama yang perlu Anda ambil hari ini.

Renungkan hal ini:
Bagaimana Anda bisa memberi lebih banyak kasih Anda kepada Tuhan?
Apa yang perlu Anda lakukan agar Anda dapat mengenal Tuhan dengan lebih baik?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 66-67; Roma 7


Anda sangat berharga bagi Tuhan. Sadarkah Anda bahwa Anda sangat dikasihi-Nya ? 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Orang Bijak itu Bertanya dan Mendengarkan

Amsal 20: 5 "Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya."

Jika Anda ingin menjadi bijak, Anda harus belajar bagaimana mengajukan pertanyaan yang bijak. 

Amsal 20: 5 mengatakan, "Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya."Dengan kata lain, setiap orang punya sesuatu yang bisa Anda petik. Ini ibaratnya menimba air di sumur yang dalam.

Bagaimana Anda bisa menarik hikmat dari setiap orang? Dengan belajar mengajukan pertanyaan yang cerdas.

Seiring perjalanan saya keliling dunia, saya sering mengajukan pertanyaan kepada banyak orang, dari supir taksi sampai perdana menteri. dan perdana menteri, dan mereka berdua mengajarkan saya sebuah pelajaran. Anda bisa belajar dari siapa saja jika Anda tahu apa pertanyaan yang tepat untuk ditanyakan!

Salah satu hal yang telah saya pelajari adalah saya tidak akan bisa mempelajari apapun saat saya berbicara. Jika mulut saya berbicara, artinya saya tidak belajar. Anda tidak belajar apapun ketika Anda berbicara. Anda belajar saat Anda mendengarkan. Jadi Anda harus belajar untuk mendengarkan.
Saya telah melakukan banyak wawancara selama bertahun-tahun, dan saya perhatikan acara wawancara di TV telah berubah. Yang menjadi daya tarik utamanya bukanlah si bintang tamu, melainkan si pewawancara. Yang menjadi tugas si pembawa acara ini adalah agar seluruh perhatian tertuju padanya.

Saya merindukan acara talk show Larry King yang dulu. Saya tidak selalu setuju dengan opini Larry King, tapi saya suka bagaimana dia mengajukan pertanyaan dan kemudian membiarkan si bintang tamu berbicara. Pada saat itu dia menyadari bahwa penonton tidak akan mendengarkan Larry King. Mereka menyetel TV untuk mendengarkan para bintang tamu yang menarik semua tamu yang menarik dan yang bisa mengajarkan mereka sesuatu.
Larry King pernah mengatakan bahwa dalam sebuah wawancara, jika si pembawa acara berbicara 50 persen dari keseluruhan acara, maka ada sesuatu yang sangat salah. Si pembawa acara sebaiknya mendengarkan apa yang paling banyak dan sedikit bicaranya. Pembawa acara talk show yang bagus harus membuat pertanyaannya dan kemudian hanya mendengarkan.

Anda bisa belajar dari siapa saja, tapi Anda harus bersedia mengajukan pertanyaan dan kemudian mendengarkannya. Itu tanda orang bijak.

Renungkan hal ini: 
Cobalah menghabiskan sepanjang hari Anda untuk fokus mendengarkan daripada berbicara. Apa bedanya?
Apa yang coba Anda sampaikan kepada seseorang saat Anda mengajukan pertanyaan dan fokus mendengarkan jawaban mereka?
Apa contoh-contoh pertanyaan yang bijak?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 60-62; Roma 5


Untuk menjadi bijak, diperlukan kerendahan hati untuk diam dan mendengarkan serta merenungkan pengaruh positif di sekitar Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Komitmen Anda Membentuk Hidup Anda

2 Petrus 3:11 "Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup."

Anda tak perlu memahami semua dampak dari keputusan Anda ketika memilih untuk ikut Yesus. Anda hanya perlu menanggapi undangan-Nya dan membuat komitmen untuk ikut Kristus.

Komitmen Anda membentuk hidup Anda lebih dari apapun. Komitmen yang Anda ambil salah satunya bisa membangun Anda atau malah menghancurkan Anda; yang manapun itu akan menentukan siapa Anda.

Komitmenlah yang kebanyakan orang tidak lakukan dalam mewujudkan rancangan Tuhan atas hidup mereka. Banyak yang takut berkomitmen dan akibatnya hanyut dalam arus kehidupan. Yang lain membuat komitmen yang setengah hati dan itu menyebabkan frustrasi yang menjadikan mereka orang Kristen yang biasa-biasa saja. Yang lainnya membuat komitmen penuh untuk mengejar tujuan duniawi, seperti menjadi kaya atau terkenal, dan pada akhirnya mereka hanya jadi kecewa dan kepahitan.

Setiap pilihan memiliki konsekuensi yang kekal, maka Anda harus memilih dengan bijak: "Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup" (2 Petrus 3:11).

Memiliki karakter yang seperti Kristus dimulai dari membuat komitmen untuk ikut Kristus.

Renungkan hal ini:
Melihat dari komitmen Anda, apa pendapat orang lain tentang Anda?
Apa yang menghalangi Anda untuk melakukan hal-hal yang akan membantu Anda untuk mengembangkan karakter yang seperti Kristus?
Bagaimana urgensi dalam 2 Petrus 3:11 mempengaruhi cara Anda dalam membuat komitmen-komitmen Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 35-36; Kisah Para Rasul 25


Akan menjadi seperti apa hidup Anda nantinya, ditentukan oleh komitmen Anda sekarang.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)



Read more

0 Fokus untuk Menyenangkan Tuhan, Bukan Manusia

1 Tesalonika 2: 4b "Karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita."

Tuhan tidak menciptakan Anda untuk menjadi seperti apa yang diinginkan orang lain. Tuhan tidak menciptakan Anda untuk menjadi seperti apa yang diinginkan orang tua Anda, yang diinginkan pacar Anda, yang diinginkan pasangan Anda, bos Anda atau teman Anda. 

Tuhan menciptakan Anda untuk menjadi Anda. Bila Anda ingin menjadi orang yang seturut dengan rancangan Tuhan, maka Anda harus menolak untuk dibentuk oleh orang lain.

Ibrani 11:24 mengatakan, "Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun," 

Pada awalnya, Musa mengalami krisis identitas. Dia lahir sebagai seorang budak Yahudi namun diangkat sebagai bangsawan Mesir, cucu Firaun. Ketika dewasa, dia dihadapkan pada dua pilihan: Berpura-pura menjadi cucu Firaun sepanjang hidupnya dan menjalani kehidupan yang mewah, terkenal dan berkuasa. Atau, mengakui siapa dirinya sebenarnya: seorang Yahudi. Tapi, jika dia melakukannya, keluarga kerjaaan akan mengusirnya dan dia akan menjadi budak seumur hidupnya. Dia akan direndahkan dan dipermalukan dan menjalani kehidupan yang penuh rasa sakit dan kesusahan.

Jika Anda Musa, mana yang Anda pilih?

Kebanyakan orang saat ini hidup dalam kebohongan. Mereka mencoba menjadi seperti orang lain. Tetapi Musa menolak untuk hidup dalam dusta sebab dia adalah orang yang jujur. Dia bersikeras untuk menjadi apa yang menjadi kehendak Tuhan atas dia dengan melawan segala macam tekanan dari masyarakat.

Pertanyaan saya untuk Anda: Siapa yang Anda biarkan mendefinisikan diri Anda sendiri? 

Apakah itu teman dan keluarga Anda? Beberapa dari Anda memiliki orang tua yang telah meninggal bertahun-tahun lalu namun Anda masih berusaha untuk mewujudkan visi hidup Anda. Beberapa dari Anda masih mengingat-ingat apa yang mantan suami atau istri Anda katakan pada Anda, dan sekarang Anda mencoba membuktikan bahwa orang tersebut salah. Beberapa dari Anda mencoba mengikuti apa yang dikatakan oleh media sosial, budaya, dan kompetisi duniawi. 

Tapi Alkitab mengatakan ini: "Karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita" (1 Tesalonika 2: 4b).

Resolusi pertama yang perlu Anda buat adalah berikut ini: "Saya memutuskan untuk tidak lagi membiarkan orang lain menekan saya ke dalam cetakan mereka. Saya akan menjadi apa yang Tuhan inginkan. Saya akan melakukan apa yang Tuhan ingin saya lakukan, dan saya akan menggenapi rancangan Tuhan untuk hidup saya, bukan rancangan orang lain untuk hidup saya."
Saudara, itu baru kesuksesan yang sejati. Kesuksesan yang sejati dalam hidup ini yaitu menjadi siapa Anda menurut kehendak Allah, tak kurang dan tak lebih.

Renungkan hal ini: 
Siapa atau apa yang tengah menekan Anda untuk menjadi seseorang yang bukan diri Anda dan yang tengah membentuk identitas Anda?
Luangkan beberapa waktu untuk menuliskan siapa diri Anda di dalam Yesus Kristus. Bagaimana Dia mendefinisikan identitas Anda?
Bagaimana Anda bisa mengetahui menjadi apa sesungguhnya Tuhan menciptakan Anda? 


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 37-39; Kisah Para Rasul 26


Menyenangkan hati Tuhan jauh terlebih penting dibandingkan menyenangkan hati manusia.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Tuhan Membangun Kita Perlahan-lahan

Efesus 4: 22-24 "Yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya."

Meskipun Tuhan bisa dengan segera mengubah kita, Dia telah memilih untuk membangun kita secara perlahan-lahan. Yesus tidak tergesa-gesa, sama seperti bagaimana Tuhan membiarkan orang Israel memasuki Tanah Perjanjian "sedikit demi sedikit" agar mereka tahan uji (Ulangan 7:22). Dia lebih suka bekerja dalam hidup kita secara bertahap.

Mengapa butuh waktu lama bagi kita untuk berubah dan bertumbuh dewasa? Ada beberapa alasan:

Pertama, Kita adalah murid yang lamban. Seringkali kita harus mempelajari kembali sebuah pelajaran kehidupan 40 atau 50 kali untuk kita sampai benar-benar mengerti. Problematika yang sama terus berulang, dan kita berpikir, "Tidak lagi, Tuhan! Saya sudah jera!" Tapi Tuhan lebih tahu. Sejarah bangsa Israel menggambarkan betapa cepatnya kita melupakan pelajaran hidup yang Tuhan telah ajarkan kepada kita dan seberapa cepat kita kembali ke pola perilaku lama kita. oleh karena itu kita harus mengalami permasalahan berulang-ulang kali.

Kedua, Ada banyak yang harus berhenti kita pelajari. Karena sebagian besar dari masalah kita - dan semua kebiasaan buruk kita - tidak bisa diperbaiki dalam waktu semalam, tidak realistis jika kita berharap itu semua lenyap seketika. Tidak ada pil, doa, atau prinsip yang akan dengan segera memperbaiki kerusakan bertahun-tahun. Butuh kerja keras untuk bisa menghilangkan dan menggantikan itu semua dengan yang baru. Alkitab menyebutnya "menanggalkan manusia lama" dan "mengenakan manusia baru" (Roma 13:12; Efesus 4: 22-24; Kolose 3: 7-10, 14).

Ketiga, Pertumbuhan seringkali menyakitkan dan menyeramkan. Tidak ada pertumbuhan yang tanpa perubahan; Tidak ada perubahan yang tanpa rasa takut atau kehilangan; Dan tidak ada kerugian yang tanpa rasa sakit. Setiap perubahan pasti ada kehilangan. Kita takut akan kehilangan dan kerugian. Kekalahan bisa diakibatkan oleh zona nyaman kita, ibarat sepasang sepatu usang yang terasa nyaman dan familiar dengan kita.

Keempat, Kebiasaan baik membutuhkan waktu untuk berkembang. Ingatlah bahwa karakter Anda adalah jumlah total kebiasaan Anda. Anda tidak bisa mengklaim diri Anda baik kecuali jika Anda selalu berkelakuan baik. Kebiasaan Anda mendefinisikan karakter Anda.

Hanya ada satu cara untuk mengembangkan kebiasaan yang menujukkan karakter Kristus: Anda harus mempraktikkannya - dan itu membutuhkan waktu! Tidak ada kebiasaan instan. Paulus mendesak Timotius, "Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang" (1 Timotius 4:15).

Renungkan hal ini: 
Menurut Anda mengapa Tuhan membiarkan kita mengalami rasa sakit dan kehilangan saat kita tumbuh secara rohani?
Apa kebiasaan buruk yang kesulitan Anda ubah dalam hidup?
Apa satu hal yang perlu Anda praktikkan setiap hari sehingga Anda mengembangkan karakter seperti Kristus?


Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 23-25; Kisah Para Rasul 21:15-40


Sesuatu yang berharga tidak dibentuk sekejap dengan proses instant, tapi melalui tempaan dengan ketekunan dalam waktu lama. Demikian Tuhan membentuk hidup kita yang sangat berharga di mataNya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)



Read more

0 Yesus Berdoa untuk Anda


Roma 8:34 "Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?"

Tuhan tahu segala sesuatu yang akan terjadi. Dia Maha Tahu. Dia tahu masa lalu, hari ini, dan masa depan sekaligus. Dia sudah tahu apa yang akan terjadi dalam hidup Anda siang ini. Dia tahu apa yang akan terjadi dalam hidup Anda minggu depan, bulan depan, tahun depan, dan sepanjang sisa hidup Anda. Ini artinya Dia bisa mendoakan hidup Anda sebelum hal itu terjadi pada Anda.

Tunggu sebentar. Tuhan berdoa? Maksud Anda, Tuhan berbicara kepada diri-Nya sendiri?

Anda berbicara dengan diri Anda sendiri setiap saat. Ketika Tuhan berbicara kepada diri-Nya sendiri, itu disebut berdoa. Sebagai seorang ayah, saya sering berbicara kepada diri saya sendiri tentang anak-anak saya. Begitu pun dengan Tuhan, Ia berbicara kepada diri-Nya sendiri tentang Anda tak henti-hentinya.

Di malam sebelum Yesus disalibkan, Ia ada bersama murid-murid-Nya. Petrus berkata, "Tuhan, aku akan mati untuk-Mu!" Yesus mengasihi Petrus, tapi dia tahu Petrus sedikit impulsif. Dia juga tahu bahwa Petrus akan menyangkal-Nya tiga kali sebelum besok pagi. Yesus berkata dalam Lukas 22:32, "Tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu." Yesus sudah mendoakan Petrus untuk bisa melalui badai yang akan ia hadapi.

Yesus juga telah mendoakan Anda untuk apa yang akan Anda hadapi sepanjang tahun ini. Bahkan, saat ini Yesus di Surga sedang berdoa untuk anak-anak-Nya. Dia sedang berdoa untuk Anda, yang mana artinya Ia berbicara sedang berbicara kepada Allah untuk Anda.

Roma 8:34 mengatakan, "Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?" Itulah yang tengah Yesus lakukan. Dia berdoa agar Anda berhasil melewati badai Anda.

Senang rasanya mengetahui ada orang yang berdoa untuk kita. Saya senang ketika Anda berdoa untuk saya! Bahkan, saya bisa merasakannya. Dan ketika orang tidak berdoa untuk saya, saya pun bisa tahu bedanya. Sungguh sukacita besar ketika orang lain berdoa untuk Anda, apalagi ketika Anak Allah berdoa untuk Anda.

Alkitab mengatakan terlepas dari apapun yang Anda lalui hari ini, minggu depan, atau tahun depan, Yesus sedang berdoa untuk Anda. Dia ada di pihak Anda. Jika Anda percaya pada-Nya sebagai Juruselamat Anda, Dia juga akan menjadi Pembela Anda.

Renungkan hal ini:
Apa sifat-sifat Yesus yang jelas Anda lihat ketika Anda tahu dengan fakta bahwa Dia berdoa untuk Anda?
Bagaimana kepercayaan diri atau sikap Anda berubah ketika Anda merenung bahwa Yesus sedang berdoa untuk Anda?
Badai apa yang sedang Anda alami saat ini? Mintalah Tuhan untuk membantu Anda untuk percaya bahwa Yesus telah mendoakan Anda agar Anda mampu melewatinya.


Bacaan Alkitab Setahun :
Nehemia 4-6; Kisah Para Rasul 2:22-47


Anda tidak sendiri ! Yesus selalu mengingat dan menyebut nama Anda dalam doaNya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 
Read more

0 Lima Hal yang Harus Dilakukan di Tengah Badai


Matius 14:30 "Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"

Bila saat ini Anda sedang menghadapi badai, ketahuilah Tuhan itu tidak jauh dan Ia turut campur tangan. Dia adalah "Aku," dan Dia bekerja di dalam hidup Anda demi kebaikan Anda. Namun Dia juga punya beberapa hal yang Dia ingin Anda lakukan. Berikut adalah lima hal yang Tuhan ingin Anda lakukan jika Anda merasa tenggelam di dalam badai.

Beranilah, karena Yesus ada bersama Anda.

Jangan pernah bertikai dengan rasa takut. Perintahkan kemana ia harus pergi! Perintahkan ia untuk berhadapan dengan Yesus.

Ambillah risiko di dalam iman.

Jangan minta Tuhan memberkati apa yang sedang Anda lakukan. Lakukan apa yang Tuhan berkati. Tanyakan pada-Nya apa yang Dia ingin Anda lakukan dan kemudian laksanakan perintah-Nya dengan segera.

Tetaplah fokus pada Yesus.
Pada saat Anda melepaskan pandangan Anda dari Tuhan, Anda akan mulai terjatuh. Matius 14:30 mengatakan, "Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"" Jika Anda fokus pada angin ribut dan ombak – pergumulan Anda - Anda akan tenggelam, sama seperti Petrus. Jika Anda melihat dunia ini, Anda akan merasa tertekan; jika Anda fokus pada persoalan Anda, Anda akan tertekan; Jika Anda melihat Kristus, Anda akan tenang.

Janganlah ragu.
Anda tidak memerlukan iman yang besar untuk melewati badai dalam hidup Anda. Anda hanya perlu untuk percaya pada satu Pribadi, Yesus.

Muliakanlah Tuhan.
Bahkan ketika di tengah-tengah badai, bahkan ketika Anda merasa seolah-olah perahu Anda kian tenggelam, bahkan ketika Anda takut setengah mati – muliakanlah Dia sepanjang waktu. Mengucap syukurlah pada Tuhan di tengah-tengah badai. Badai apa yang tengah menakuti Anda pada saat ini? Badai apa yang tengah menenggelamkan Anda saat ini? Menurut Anda mengapa Tuhan mengizinkan Anda melalui badai ini?

Dia mengizinkan Anda melewati badai ini dengan alasan yang sama mengapa Dia mengutus para murid-Nya ke tengah-tengah badai untuk mengatakan, "Akulah satu-satunya yang engkau butuhkan. Aku bisa mengatasi apapun. Aku akan datang kepadamu dan Aku akan datang berjalan di atas hal yang paling membuatmu takut (badai). Aku tidak memintamu untuk datang kepada-Ku. Aku yang akan datang kepadamu. Sebab itu, kau harus berhenti takut dan kau harus percaya kepada-Ku sepenuhnya di dalam iman."

Renungkan hal ini:
Apakah Anda telah tumbuh secara rohani dalam pemahaman Anda tentang Tuhan, oleh karena badai dalam hidup Anda?
Apa yang bisa Anda lakukan untuk membatasi gangguan yang menghalangi Anda untuk fokus kepada Tuhan?


Bacaan Alkitab Setahun :
Nehemia 1-3; Kisah Para Rasul 2:1-21


Perbuatan iman dan pengharapan sepenuh pada Tuhan, hanya dapat dibuktikan ditengah badai hidup.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 
Read more

0 Pemikiran Jangka Pendek Menghalangi Anda untuk Melihat dengan Jelas


Markus 8: 16-17 "Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: "Itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti." Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: "Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kamu faham dan mengerti? Telah degilkah hatimu?"

Kita melewatkan apa yang Tuhan lakukan dalam hidup kita jika saat ini kita masih fokus pada ini itu dan bukan pada apa yang Tuhan ingin lakukan dalam hidup kita untuk jangka panjang. Ketika kita memikirkan tentang kenyamanan ketimbang karakter, ketika kita memikirkan tentang kebahagiaan ketimbang kekudusan kita, ketika kita memikirkan tentang menikmati hidup untuk saat ini ketimbang mempersiapkan diri untuk Surga, kita terjebak dalam pemikiran jangka pendek, dan itu mencegah kita untuk melihat hidup ini dengan jelas.

Inilah yang terjadi dengan para murid. Yesus mencoba mengajarkan mereka tentang kesombongan dengan menggunakan ragi sebagai perumpamaan. Alkitab mengatakan dalam Markus 8: 16-17, "Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: "Itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti." Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: "Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kamu faham dan mengerti? Telah degilkah hatimu?" Yesus sedang mencoba mengajarkan para murid tentang kehidupan, tapi para murid malah mengira Ia sedang membicarakan tentang makan siang! Yesus sedang berbicara tentang betapa kita amat memerlukan kedewasaan, tapi mereka malah membicarakan tentang makanan yang akan mereka santap setelah itu. Itu sungguh pemikiran jangka pendek.

Pemikiran jangka pendek mencegah kita untuk melihat bagaimana Tuhan sedang bekerja di dalam hidup kita. Inilah salah satu kelemahan terbesar dalam budaya kita. Di zaman ini, sulit bagi kita untuk memiliki pemikiran jangka panjang, sebab segala sesuatu yang ada di masyarakat kita mengajarkan kita untuk melakukan hal yang sebaliknya. Kita merampas masa depan kita hanya karena kita ingin menikmati hari ini. Kita tengah menimbun hutang-hutang yang belum lunas sampai kepada generasi mendatang hanya supaya kita bisa melakukan apa yang ingin kita lakukan sekarang.

Anda tidak bisa melihat rencana jangka panjang Tuhan dalam membentuk karakter Anda apabila di saat yang sama Anda hanya memikirkan tentang kenyamanan Anda sendiri. Mintalah Tuhan untuk memberi Anda sekilas gambaran Surga dan untuk membantu Anda melihat pengharapan yang bisa kita dapatkan saat kita melihat rencana jangka panjang-Nya. .

Renungkan hal ini:
Cara-cara mudah apa yang bisa terus Anda lakukan untuk memiliki pola pemikiran jangka panjang dan yang kekal sepanjang hari?
Seperti apa pemikiran jangka panjang Anda untuk keluarga Anda? Untuk karir Anda? Dan jalan spiritual Anda?
Di mana Anda melihat Tuhan bekerja dalam hidup Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 32-33; Yohanes 18:19-40


Kapan pun Anda berpikiran jangka pendek, Anda tidak bisa melihat apa yang Tuhan tengah lakukan dalam hidup Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 
Read more

0 Waspadalah Terhadap Ragi Orang Farisi


Markus 8: 13-16 "Ia meninggalkan mereka; Ia naik pula ke perahu dan bertolak ke seberang. Kemudian ternyata murid-murid Yesus lupa membawa roti, hanya sebuah saja yang ada pada mereka dalam perahu. Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: "Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes." Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: "Itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti."

Dalam Alkitab, ragi sering dijadikan sebagai perumpamaan dari kebanggaan diri dan kesombongan. Mengapa? Bila Anda memasukkan ragi ke dalam adonan, apa fungsinya? Itu akan membuatnya mengembang. Tapi jika Anda memasukkannya terlalu banyak, itu malah akan menghancurkannya.

Jika Anda memasak, Anda tidak perlu banyak ragi. Jika Anda membuat roti, Anda juga tidak perlu menuangkan secangkir ragi. Anda hanya perlu sedikit sejumput ragi. Sama seperti ragi, Anda tidak harus memiliki kebanggan diri berlebih untuk seketika menjadikan Anda hebat atau membebaskan Anda dari segala jenis masalah.

Kita semua pernah mengalami hal ini. Ketika Anda dipenuhi dengan keangkuhan, Anda akan bereaksi berlebihan. Tiba-tiba, hal-hal kecil membuat Anda benar-benar kesal. Jika itu terjadi, ketahuilah Anda sedang dipenuhi keangkuhan. Dimanapun Anda terlibat dengan konflik di manapun di dunia ini, kebanggaan diri dan keangkuhan selalu terlibat di dalamnya. Ketika Anda dipenuhi dengan kebanggaan diri, ketika Anda memiliki ragi orang Farisi, Coba tebak? Anda tidak bisa melihat hidup ini dengan jelas. Bila Anda sombong, Anda tidak dapat melihat apa yang Tuhan lakukan dalam hidup Anda.

Tuhan ingin Anda waspada dengan "ragi orang Farisi" supaya Anda dapat ikut Dia dengan lebih dekat dan mengerti bagaimana Dia melakukan mujzat di dalam hidup Anda. Ketahuilah Dia sedang bekerja dalam hidup Anda saat ini, bahkan jika Anda belum bisa melihatnya.

Renungkan hal ini:
Mungkinkah kebanggan diri telah mempengaruhi hubungan Anda dengan orang lain? Bagaimana bisa?
Mungkinkah kebanggaan diri telah menghalangi Anda untuk berkembang secara spiritual? Bagaimana bisa?
Seperti apa bentuk kebanggaan diri dalam hidup Anda? Dalam hal apa itu telah menghalangi Anda untuk tidak melihat rencana Tuhan atas Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 30-31;Yohanes 18:1-18


Kesombongan adalah awal kejatuhan Anda dan penghalang terbesar hubungan pribadi Anda dengan Tuhan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
Read more

0 Tuhan Menyediakan Jalan Menuju Mujizat


Filipi 4:19 "Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus."

Beberapa dari Anda mungkin tengah terjebak di dalam rutinitas. Beberapa dari Anda mungkin tengah berada dalam perjalanan, itu menakutkan dan tak aman, Anda tak tahu ke mana Anda menuju atau berapa lama waktu untuk sampai ke sana. Beberapa dari Anda mungkin tengah bekerja di pertambangan minyak di tengah-tengah pantai dan tekanan pekerjaan Anda amat berat.

Di manapun Anda berada, ketahuilah bahwa Anda dalam perjalanan untuk memperoleh mujizat, berikut beberapa hal yang perlu Anda ingat:

Tuhan adalah satu-satunya yang Anda butuhkan.
Anda tidak butuh pemerintah atau bahkan pekerjaan. Jika Tuhan sudah berkehendak, Dia bisa membuat burung gagak menjatuhkan makanannya kepada Anda sebagai cara-Nya untuk memelihara Anda. Jika Dia menutup satu peluang kerja, maka Dia bisa membuka peluang yang lain dengan mudah. Jangan bergantung pada rekening bank Anda- saldonya berubah setiap hari. Tuhan adalah satu-satunya yang Anda butuhkan.

Kemana Tuhan menuntun, di situ Ia menyediakan.
Jika Tuhan menyuruh Anda pergi ke Sarfat, pergilah sekarang juga! Ketika Tuhan memberi Anda petunjuk arah, maka Ia akan menyediakan apa yang Anda butuhkan untuk sampai di sana.

Anda harus percaya pada-Nya setiap hari.
Mengapa? Sebab kesulitan hidup, seperti resesi ekonomi tidak akan datang dengan sekaligus. Perkara akan datang menguji Anda hari lepas hari.

Janji Tuhan bergantung pada ketaatan Anda.
Tuhan ingin Anda mengambil satu langkah dan Dia akan menunjukkan pada Anda langkah berikutnya. Buatlah langkah iman. Ini mungkin terasa tidak masuk akal, tetapi lakukanlah apa yang Tuhan katakan sebab jalan Tuhan adalah selalu yang terbaik.

Alkitab berkata, "Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus" (Filipi 4:19).

Langkah pertama iman ialah meminta Yesus untuk mengendalikan hidup Anda. Jika Anda belum pernah melakukannya, maka perkatakan doa ini:

"Ya Tuhan, terima kasih karena Engkau mengasihiku dan ingin selalu mencegahku untuk bergantung pada hal lain, selain diri-Mu. Ampuni aku jika aku bergantung pada pekerjaan dan orang lain, bukan kepada-Mu. Terimakasih karena Engkau belum melupakanku. Tuhan, hari- hari ke depan mungkin akan menakutkan, tapi sekarang aku mengerti bahwa jalan menuju mujizat-Mu adalah harus melalui jalan yang tak nyaman. Aku mengerti sekarang bahwa sumber mujizat tidak dapat aku duga datangnya, maka aku tidak mau mencari tahu. Aku hanya mau percaya pada-Mu. Bila Engkau memberitahuku apa yang harus kulakukan dan itu tidak masuk dalam akal pikiranku, aku akan tetap melakukan apa yang Engkau inginkan. Bantu aku untuk mengingat bahwa Engkaulah satu-satunya yang kubutuhkan, yang satu-satunya membimbingku, sumber berkatku. Aku ingin belajar untuk percaya pada-Mu setiap hari. Aku ingin hidup di dalam jalan-Mu, bukan jalanku. Aku ingin ikut Engkau dan aku memohon pada-Mu untuk menyelamatkanku dan masuk dalam hidupku. Aku memegang janji-Mu bahwa jika aku percaya pada-Mu, Engkau akan memenuhi segala yang kubutuhkan. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin."


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 28-29; Yohanes 17


Jalan menuju mujizat adalah jalan yang tidak nyaman.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 
Read more

0 Mujizat Selalu Datang dari Sumber yang Tak Terduga


Yesaya 55: 8 "Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN."

Kebanyakan dari kita memiliki kebutuhan-kebutuhan dalam hidup yang ingin kita penuhi. Dan sebagian besar dari kita mencoba menemukan cara memenuhinya. Anda mungkin sedang melihat ke sekeliling Anda dan berkata, "Mungkin Tuhan bisa melakukannya seperti ini" atau "Mungkin aku bisa membantu Tuhan dalam hal ini" atau "Mungkin aku bisa memberi saran untuk-Nya."

Anda sedang mencoba memanipulasi Tuhan, ketahuilah itu tidak akan berhasil!

Sumber mujizat tidak pernah berasal dari sumber yang Anda kira. Itu selalu tak terduga datangnya.

Allah mengatakan kepada Abraham bahwa dia akan memiliki seorang putra, dan putra itu akan menjadi bapa dari sebuah bangsa yang besar. Pada saat itu, Abraham berumur hampir 100 tahun dan ia punya keraguan dalam mempercayai janji Allah itu.

Maka Abraham berusaha memecahkan masalahnya sendiri. Ia berhubungan dengan seorang wanita yang bukan istrinya dan mereka memiliki seorang putra bernama Ismael. Namun Allah berkata, "Tidak! Bukan itu yang Aku janjikan. Itu akibat dari rencanamu sendiri, bukan rencana-Ku. Rencana-Ku adalah Aku akan menggunakan istrimu Sara, dan Aku akan melakukan mujizat tapi lama setelah ia mampu melahirkan anak."

Cara Anda ingin memenuhi kebutuhan hidup Anda tidak sama dengan cara Tuhan ingin memenuhi kebutuhan hidup Anda. Cara yang Anda ambil adalah cara terbaik nomor kedua. Sementara, cara Tuhan selalu yang terbaik.

Bila Anda bisa mengerti Tuhan, Anda akan menjadi Tuhan. Tapi Anda bukan Tuhan! Biarkan saya memberi Anda sedikit pereda stres. Ulangi ini 10 kali: "Tuhan adalah Tuhan, dan saya bukan." Yesaya 55: 8 mengatakan, "Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN."

Sumber mujizat selalu muncul dengan cara yang tak terduga. Tapi jangan khawatir. Jangan takut. Jangan mencoba untuk mencari tahu bagaimana.

Percayalah pada Tuhan, dan katakan, "Saya tidak tahu bagaimana Tuhan akan melakukannya, tapi Ia akan melakukannya." Jika Tuhan menyuruh Anda melakukan sesuatu, meskipun itu tidak masuk akal, lakukanlah. Bahkan jika pergi ke suatu arah, atau menuju ke suatu tempat, atau berbicara dengan seseorang terasa tidak masuk akal, taatilah Tuhan dan lakukan apa yang Dia suruh Anda lakukan. Kemudian, bersiaplah mengalami sebuah mujizat.

Renungkan hal ini:
Apa yang saat ini Anda pandang sebagai sumber dari mujizat yang Anda harapkan? Atau, adakah seseorang yang saat ini Anda harapkan membantu Anda?
Menurut Anda, bagaimana Tuhan ingin Anda menunjukkan iman Anda kepada-Nya dalam memperoleh mujizat yang Anda harapkan?
Apa yang Tuhan minta Anda lakukan yang tidak masuk akal, namun Anda tahu bahwa Anda harus menaatinya?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 25-27; Yohanes 16


Serahkanlah segala rencana hidup kita di tangan Tuhan.
Percayalah, Tuhan telah membuat rancangan terbaik bagi hidup kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 
Read more

0 Karunia Anda adalah untuk Orang Lain


1 Petrus 4:10 "Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah."

Alkitab mengatakan dalam 1 Petrus 4:10, ""Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah." Bila Anda menggunakan kemampuan Anda untuk saling membantu, maka nama Tuhan dipermuliakan.

Tuhan memanggil Anda untuk memberikan kontribusi. Tuhan tidak memberi Anda talenta dan kemampuan untuk kepentingan Anda. Itu semua untuk kepentingan orang lain dan talenta mereka juga untuk mendatangkan manfaat untuk Anda.

Saya amat bersyukur untuk orang-orang yang berbakat di bidang yang saya tidak kuasai. Misalnya, saya bersyukur untuk para akuntan. Karena saya amat payah dalam hal hitung-menghitung! Saya bersyukur untuk orang-orang yang tahu bagaimana cara mengelola pajak.

Saya bersyukur untuk orang-orang yang memiliki kemampuan mekanik. Saya tidak bisa memperbaiki karburator mobil. Saya bahkan tidak tahu di mana letaknya!

Semua orang memiliki karunia dan talenta yang berbeda.

Tuhan telah memberi saya beberapa talenta. Salah satunya ialah mencerna Firman Tuhan dan membuatnya lebih mudah dimengerti oleh orang lain. Ketika saya menggunakan kemampuan itu, Anda akan diberkati. Bakat saya adalah untuk Anda. Itu untuk membantu Anda.

Tapi ini intinya: Anda juga punya talenta. Jadi, kapan Anda akan mulai memberkati orang lain? Kapan Anda akan mulai membantu orang lain?

Jika Anda tidak menggunakan apa yang telah Tuhan karuniakan atas Anda, orang lain akan tersesat. Cara Anda mempermuliakan Tuhan yaitu dengan menggunakan bakat Anda. "Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang." Tuhan dipermuliakan saat Anda menggunakan kemampuan-kemampuan Anda untuk melayani orang lain.

Renungkan hal ini:
Apa karunia-karunia yang diberikan Tuhan kepada Anda?
Saat ini, bagaimana Anda menggunakannya untuk melayani orang lain? Menurut Anda bagaimana Tuhan ingin Anda menggunakannya untuk kepentingan orang lain?
Bagaimana caranya agar Anda bisa menerima bantuan dari seseorang sehingga orang tersebut dapat menggunakan karunianya untuk membawa kemuliaan bagi Tuhan?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 17-18; Yohanes 13:1-20


Kelebihan, talenta dan kehebatan Anda ,diberikan spesial oleh Tuhan. Bukan untuk menyombongkan diri tapi untuk melayani orang lain.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)



Read more

0 Penerimaan Tidak Memerlukan Persetujuan


Roma 15: 7 "Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah."

Tahukah Anda setiap kali Anda menunjukkan kasih sayang, itu mempermuliakan Tuhan? Karena Tuhan itu kasih, dan kemuliaan-Nya menyatakan seperti apa Dia.

Tuhan berkata, "Aku penuh kasih. Aku penuh ampun. Aku ingin kau menjadi seperti Aku. Aku ingin kau memiliki sifat-Ku." Anda tidak akan pernah menjadi Tuhan. Anda bahkan tidak akan pernah menjadi Tuhan secuil pun. Tapi Tuhan berkata Dia ingin Anda menjadi kudus. Dia ingin Anda memiliki sifat-Nya. Anak-anak yang sama seperti Bapanya. Dia ingin Anda belajar mengasihi orang lain sama seperti Dia mengasihi manusia. Tuhan adalah kasih.

Setiap kali Anda melakukan itu, maka itu menunjukkan kemuliaan Tuhan.

Tentu, salah satu cara Anda mengasihi orang lain ialah dengan menerimanya. Jangan karena Anda tidak senang dengan yang orang lain lakukan lalu Anda tidak mau menerima orang tersebut..

Apakah Anda mengerti perbedaan antara menerima dan menyetujui? Anda dapat menerima seseorang tanpa harus setuju atau sepakat dengan segala sesuatu yang dilakukan orang tersebut. Ada perbedaan besar dalam dua hal ini! Kita harus menerima semua orang, tapi kita tidak boleh setuju dengan semua yang dilakukan setiap orang. Jadi, tidak masalah apa yang orang lakukan atau dengan siapa mereka melakukan atau bagaimana mereka melakukan atau berapa lama mereka melakukan, Anda tetap harus mengasihi mereka. Anda harus menerima mereka, tapi bukan berarti Anda harus sepakat dengan apa yang mereka lakukan. Tuhan mengasihi Anda, tapi bukan berarti Dia harus sepakat dengan semua yang Anda lakukan.

Roma 15: 7 mengatakan, "Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah."

Renungkan hal ini:
Siapa yang harus Anda terima dalam hidup Anda, bahkan bila Anda tidak setuju dengan apa yang orang tersebut percaya atau lakukan?
Dalam hal apa, menerima menjadi hal yang tampaknya masalah sulit bagi orang Kristen?
Apa sajakah cara-cara praktis yang bisa Anda lakukan untuk menunjukkan penerimaan dan kasih Anda kepada orang lain, terutama kepada mereka yang dibuang oleh dunia ini karena apa yang mereka percaya atau lakukan?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 15-16; Yohanes 12:27-50


Kasih tidak berarti bahwa saya harus menyetujui segala hal yang Anda lakukan. Kasih berarti saya harus menerima Anda, walau apa pun yang telah Anda lakukan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 
Read more

0 Bagaimana Mendapatkan Kuasa Tuhan

1 Korintus 4:20 "Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa."

Untuk memiliki hidup yang sepenuhnya, Anda harus hidup dengan kuasa Tuhan.

Alkitab mengatakan dalam 1 Korintus 4:20, "Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa."

Tahukah Anda bahwa Tuhan tidak memberkati orang-orang yang mengandalkan dirinya sendiri? Dia memberkati orang-orang yang bergantung pada-Nya dan berserah kepada-Nya.

Tuhan ingin memakai Anda, tapi Anda harus hidup dengan kuasa-Nya. Efesus 3:20 mengatakan, "Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,"

Tuhan mampu melakukan lebih dari yang bisa Anda bayangkan. Lalu bagaimana caranya mendapatkan kuasa atau kekuatan dari Tuhan atas hidup Anda? Ada tiga cara.

1. Anda mendapatkan kuasa Tuhan dengan berdoa. Jika Anda tidak memiliki kekuatan apapun dalam hidup Anda, bisa jadi karena Anda tidak berdoa. Doa dan kuasa Tuhan berjalan beriringan.

2. Anda mendapatkan kuasa Tuhan dengan berani mengambil resiko untuk taat kepada Tuhan. Ketika Anda berani mengambil risiko untuk melakukan apapun yang Tuhan perintahkan, bahkan jika itu sulit atau banyak orang yang menentangnya, bahkan jika itu mungkin akan merugikan Anda, bahkan jika itu tidak masuk akal, bahkan jika tidak ada seorangpun yang melakukannya, Tuhan akan mencurahkan kuasa-Nya atas hidup Anda. 

3. Anda mendapatkan kuasa Tuhan dengan pantang menyerah. Jangan menyerah! Agar Tuhan dapat menumbuhkan iman Anda, maka Dia harus mengujinya terlebih dahulu. Saat Anda mengalami kesulitan, penundaan, patah semangat, jalan buntu, dan keputusasaan, sesungguhnya Tuhan sedang mengajarkan Anda untuk percaya kepada-Nya. Berpeganglah teguh pada iman Anda, dan Tuhan akan memberkati Anda.

Renungkan hal ini: 
Bagaimana Anda tahu bahwa Anda memiliki kuasa Tuhan dalam hidup Anda?
Bagaimana cara Tuhan menguji iman Anda saat ini? Bagaimana Anda ingin Dia memberkati Anda melalui ujian itu?
Risiko apa yang Anda ambil untuk Tuhan saat ini?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 13-14; Yohanes 12:1-26


Renungkan hal ini: 
Bagaimana Anda tahu bahwa Anda memiliki kuasa Tuhan dalam hidup Anda?
Bagaimana cara Tuhan menguji iman Anda saat ini? Bagaimana Anda ingin Dia memberkati Anda melalui ujian itu?
Risiko apa yang Anda ambil untuk Tuhan saat ini?
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Bersikap Bijaksana: Lihatlah ke Depan dan Hadapi Kenyataan

Amsal 14: 8 "Mengerti jalannya sendiri adalah hikmat orang cerdik, tetapi orang bebal ditipu oleh kebodohannya."


Dalam kehidupan, banyak orang yang memulainya dengan baik, tapi akhirnya bertumbuh dengan buruk karena mereka tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi perangkap kehidupan. Alkitab mengatakan orang bijak itu melihat ke depan dan menghadapi kenyataan.

Seiring kita membuat rencana untuk masa depan kita, kita semua akan menghadapi perangkap kehidupan, seperti penyimpangan budaya, suara keraguan, cara pintas yang menggoda dan penundaan yang mengecilkan hati. Lihat saja Nuh, dia berhadapan dengan berbagai perangkap yang bisa saja membuatnya jatuh dalam dosa, setelah Allah menyuruhnya membangun bahtera. Namun, Nuh berhasil melewatinya– begitu pun juga Anda seharusnya.

Namun bukan berarti Tuhan akan memberi Anda sebuah misi yang seberani membangun sebuah bahtera, tapi saya berdoa Dia akan memberi Anda sebuah misi besar - misi yang berani. 

Alkitab berkata, "Mengerti jalannya sendiri adalah hikmat orang cerdik, tetapi orang bebal ditipu oleh kebodohannya" (Amsal 14: 8). Dengan melihat ke depan, kita tidak hanya siap menghadapi perangkap-perangkap ketika itu muncul di kehidupan kita; kita juga akan diperlengkapi untuk membuat rencana yang akan membuat kita menjadi manusia seperti yang Tuhan kehendaki. 

Mintalah Tuhan untuk membantu Anda membuat tujuan-tujuan berikutnya dalam hidup Anda. Maka Anda akan siap untuk melangkah maju dan belajar bagaimana menghadapi perangkap yang berpotensi untuk menghalangi Anda melaksanakan misi Tuhan atas Anda. 

Renungkan hal ini:
Pelajaran apa dalam 10 tahun terakhir ini yang bisa Anda terapkan untuk dekade berikutnya?
Ketika Anda melihat masa depan, Anda ingin menjadi seperti siapa? Karya apa yang Anda ingin Tuhan wujudkan melalui hidup Anda?
Bagaimana cita-cita Anda mencerminkan kuasa Tuhan dalam hidup Anda? Apakah Anda bermimpi besar karena Anda melayani Tuhan yang besar?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 10-12; Yohanes 11: 30-57


Libatkan Tuhan dalam menentukan arah dan tujuan hidup Anda. Mintalah hikmat untuk dapat mengerti maksud Tuhan dalam jalan hidup Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

0 Mengungkapkan adalah Permulaan dari Penyembuhan

Yakobus 5: 16a "Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh."

Mengungkapkan perasaan Anda adalah awal dari penyembuhan.

Alkitab berkata, "Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh" (Yakobus 5: 16a). Izinkan saya bertanya pada Anda: Apakah Anda ingin diampuni? Itu langkah awal penyembuhan. Apakah Anda ingin disembuhkan secara emosional? Itu hal yang berbeda.

Bila Anda hanya ingin diampuni, akuilah dosa Anda kepada Tuhan. Tetapi bila Anda ingin melupakannya dan melanjutkan hidup, yang Anda butuhkan ialah penyembuhan emosional. Itu artinya Anda perlu mengungkapkan dosa Anda kepada orang lain.

Mungkin Anda bertanya, "Memangnya kenapa? Mengapa kita harus memberitahu orang lain? Mengapa Tuhan ingin saya menyeret orang lain masuk ke dalam masalah saya?" Saya beritahu Anda mengapa: karena Tuhan tahu bahwa akar dari permasalahan kita adalah masalah yang berkaitan dengan hubungan kita dengan orang lain. Kita sendiri bahkan tidak menyadari itu. Hubungan kita yang berantakan dengan orang lain adalah akar dari permasalahan kita.

Jika kita tak memiliki satu orang pun dalam hidup kita yang benar-benar bisa menjadi tempat untuk kita bisa jujur, kita biasanya menutupinya dengan memakai topeng. Kita berpura-pura, kita bersandiwara, kita saling tidak jujur, kita bermain-main dan kita munafik. Kita berpura-pura jika bisa mengatasi segalanya, dimana sementara semua orang tahu kita tidak mampu melewati pergumulan kita itu. Kita bertingkah seolah-olah semuanya baik-baik saja, meski sebenarnya tidak.

Apa akibatnya? Sikap itu mengisolasi Anda dari orang lain. Itu menghalangi hubungan. Dan itu jadi penghambat Anda untuk memperoleh tingkat kasih yang terdalam.

Anda tidak bisa mengasihi orang lain dengan tulus apabila masih ada rasa bersalah di hati Anda.
Yang terjadi adalah Anda sama sakitnya dengan rahasia Anda. Malah, semakin Anda menyembunyikannya, semakin sakit hati Anda. Tapi sebaliknya, mengungkapkan perasaan adalah awal dari penyembuhan. Ketika Anda menemukan seseorang yang dapat Anda percaya dan yang bisa mendengarkan Anda dan berbagi Firman dengan Anda, tahukah Anda apa yang terjadi? Anda akan mendapati bahwa mereka juga memiliki masalah besar – bahkan seringkali, memiliki masalah yang sama dengan Anda.

Memberitahu orang lain dapat membuka sumbat katup tekanan hidup Anda. Ketika Anda mengungkapkan rahasia terbesar Anda, beban Anda akan menciut.


Renungkan hal ini:

Kepada siapa Anda bisa mengakui dosa-dosa Anda dan berbagi perasaan Anda?

Siapa saja yang mempercayai Anda untuk melakukan hal yang sama?

Apakah Anda menganggap diri Anda seorang pendengar yang baik? Bagaimana Anda bisa memperbaiki diri Anda sebagai seorang pendengar?


Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 7-9; Yohanes 6:22-44


Jika Anda menginginkan penyembuhan, maka Anda harus berhenti menyembunyikannya. Justru pada bagian yang Anda paling tidak ingin diketahui siapa pun, disitulah tempat di mana Tuhan ingin sekali memberikan Anda rahmat dan kasih karunia-Nya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)



Read more

0 Langkah Pertama untuk Memiliki Hati Nurani yang Jernih

Mazmur 139: 23-24 "Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!"

Langkah pertama untuk memiliki hati nurani yang jernih ialah dengan memeriksa daftar moral pribadi kita atau melakukan penilaian atas kehidupan spiritual pribadi kita.

Anda harus duduk bersama dengan Tuhan di tempat yang sepi sendirian ketika Anda tidak diburu waktu dan berkata, "Tuhan, aku mau bekerjasama dengan-Mu. Aku akan membuat daftar kesalahan dan pelanggaran apapun yang terjadi di dalam hubunganku dengan-Mu. Bantu aku untuk melihat hal-hal yang aku tahu adalah salah dan hal-hal yang aku tidak tahu adalah salah." Mintalah Tuhan untuk menjernihkan pikiran Anda dan membantu Anda untuk mengungkapkan dosa-dosa Anda.

Anda bisa berdoa menggunakan Mazmur 139: 23-24: "Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!" Katakan, "Tuhan, arahkan sorotan matamu-Mu kepada batinku. Singkapkanlah kepadaku hal-hal yang ada di dalam diriku yang menjeratku dan menahanku."

Adalah penting untuk meluangkan waktu untuk Tuhan. Jangan terburu-buru! Jangan katakan, "Tuhan, aku hanya punya waktu lima menit untuk mengatakan setiap dosa yang pernah saya buat." Luangkan waktu Anda. Tuliskan itu semua.

Mengapa penting untuk menuliskannya? Menulis membuatnya lebih spesifik. Pikiran-pikiran kita keluar melalui bibir dan ujung jari kita. Tulislah apa yang Anda ucapkan. Jika Anda belum menuliskannya, berarti Anda belum benar-benar memikirkannya.

Biarkan saya mengajukan sebuah pertanyaan yang amat penting ini. Seberapa seriuskah Anda menginginkan berkat Tuhan dalam hidup Anda? Apakah Anda bersedia untuk jujur dengan Tuhan? Apakah Anda bersedia untuk jujur dengan diri sendiri? Apakah Anda bersedia untuk jujur dengan orang lain? Atau apakah Anda memilih untuk hidup dalam penyangkalan? Penolakan dan berkat Tuhan tidak bisa berjalan beriringan.

Bila Anda mau serius, maka Anda hanya tinggal selangkah lagi dari pembebasan! Anda hanya tinggal selangkah lagi untuk merasakan sukacita dan kekudusan hati yang belum pernah Anda alami sebelumnya. Anda begitu dekat dengan kebebasan, bebas dari kebiasaan buruk dan sakit hati dan kepahitan yang mengacaukan hidup Anda.

Jangan menunda-nunda. Tidak ada yang lebih penting dalam hidup Anda selain untuk memiliki berkat Tuhan.


Renungkan hal ini:

Apa yang membuat Anda begitu sibuk untuk melakukan penilaian atas kehidupan rohani Anda?

Menurut Anda mengapa kita terkadang tidak jujur terhadap Tuhan, walaupun sebenarnya Dia juga tahu segalanya?

Bagaimana rasa takut membuat kita tidak jujur dengan diri kita sendiri tentang dosa, kebiasaan buruk, sakit hati, dan kepahitan kita? Bagaimana dengan kesombongan diri kita?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 24-25; Yohanes 5:1-24


Luangkan waktu hari ini, sendirian saja. Introspeksi, selidikilah hati dan kehidupan rohani Anda. Itu akan mengubah hidup Anda!
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)



Read more

0 Lepaskan dan Ketahuilah bahwa Allah yang Pegang Kendali

Mazmur 46:10 "Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!"

Setiap harinya Anda harus memutuskan siapa yang akan memegang kendali hidup Anda - Anda atau Tuhan.

Sungguh pilihan yang sulit. Ada banyak hal dalam hidup Anda yang ingin Anda kontrol. Anda ingin membuat aturan-aturan Anda sendiri. Namun untuk bisa bebas dari rasa stres, itu selalu dimulai dengan membiarkan Tuhan menjadi Tuhan. Itu selalu dimulai dengan berseru, "Tuhan, aku ingin menyerahkan kendaliku, sebab hanya Engkau yang dapat mengendalikan hal-hal yang berada di luar kendaliku."

Mazmur 46:10 mengatakan, "Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!"

Saya tidak tahu apa yang akan Anda hadapi minggu ini. Begitupun juga Anda. Tapi saya bisa katakan pada Anda apa yang Tuhan ingin Anda lakukan: Lepaskan, dan ketahuilah. Lepaskan kendali Anda, dan ketahuilah bahwa Tuhanlah yang harus memegang kendali atas Anda. Lepaskan, dan ketahuilah! Inilah langkah awal menuju ketenangan hidup.

Kapan pun kita menghadapi situasi yang di luar kendali kita, kita cenderung melakukan satu dari dua hal ekstrem ini: Bagi beberapa dari Anda, semakin hidup Anda tidak terkontrol, semakin keras Anda berusaha mengendalikannya. Sedangkan, beberapa dari Anda melakukan hal yang sebaliknya: Anda menyerah! Anda berharap dikasihani dan itu membuat Anda tenggelam dalam kepedihan.

Ketahuilah, kedua reaksi tadi sama-sama bodohnya. Tak ada salah satu yang bisa bekerja mengatasi stres Anda. Ketimbang menjadi korban atau menjadi terlalu mengendalikan, Anda perlu menaikkan doa penyerahan diri.

Alasan nomor satu Anda menjadi stres ialah karena Anda bertentangan dengan Tuhan. Anda mencoba mengendalikan hal-hal yang hanya bisa dikendalikan oleh Tuhan. Anda tak dapat mengendalikan suami atau anak-anak Anda atau istri Anda atau pekerjaan Anda atau masa depan Anda atau masa lalu Anda atau hal-hal semacamnya dengan kuasa Anda sendiri. Semakin Anda melakukannya, semakin Anda mencoba untuk mempermainkan Tuhan, dan itu membuat Anda berada dalam posisi yang berseberangan dengan Tuhan. Anda bukan hanya akan kalah dalam konflik itu, tapi Anda juga akan lelah.

Cobalah berdoa dengan poin seperti ini : "Tuhan, berikan pada kami anugerah untuk menjalani hari demi hari, menikmati setiap saat, menerima hal-hal yang sukar sebagai jalan menuju kedamaian, menerimanya, seperti yang Yesus lakukan untuk dunia yang penuh dosa ini, bukan seperti apa yang menurut kehendakku. Aku percaya bahwa Engkau akan membuat segalanya baik jika aku berserah pada kehendak-Mu, supaya aku boleh berbahagia dalam hidup ini dan sungguh-sungguh bersukacita bersama-Mu selamanya. Amin."

Di situlah kekuatan itu berasal! Ada kekuatan ketika Anda berserah kepada Tuhan akan hal-hal yang sudah Anda coba kendalikan.

Renungkan hal ini:
Apa artinya "menjalani hari demi hari" dalam keseharian Anda?
Bagaimana biasanya Anda bereaksi terhadap tekanan dalam hidup Anda? Menurut Anda, bagaimana Tuhan ingin Anda meresponnya?
Apa reaksi secara- fisik, emosi, dan rohani - ketika Anda menyerahkan kepada Tuhan hal-hal yang ingin Anda kendalikan?


Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 1-3; Lukas 24:1-35


Ada kekuatan luar biasa ketika Anda berserah pada Tuhan
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Read more

Sword Gathering 23-25 Desember 2017

Sword Gathering 23-25 Desember 2017

Ibadah Doa Pagi

Ibadah Doa Pagi

Menara Doa

Menara Doa

Popular Post

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More