• slide 1

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010 GSJA Sword bertempat di JL Kartini 8 No.1A...

  • slide 2

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00 kelas terbagi ke dalam tiga kelas: Little Heaven, Kingdom Kid dan Christ Crew...

  • slide 3

    Ibadah Pelajar

    Ibadah yang dihadiri oleh para pelajar yang masih sekolah dan berkuliah, segment keterlibatan dalam drama...

  • slide 4

    Tim Musik GSJA Sword

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah terdiri dari : Agus - Gitaris, Julius dan sylvi- Keyboard, Yanto dan Edy - Drum, Randy - Bass...

  • slide 5

    Drama Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword dalam perayaan Harnas Wanita 2011...

  • slide 6

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011 yang berlangsung di gedung gereja sendiri, sederhana namun membawa hikmat dan berkat tersendiri...

  • slide 7

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword saat perayaan Natal 2010...

  • slide 8

    Natal GSJA Sword, 17 Des 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword pada tanggal 17 Des 2011...

  • slide 9

    Imlek GSJA Sword, 22 Jan 2012

    Ibadah Saat Imlek di GSJA Sword pada tanggal 22 Januari 2012...

  • slide 10

    Gathering Pekerja GSJA Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

  • slide nav 1

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010...
  • slide nav 2

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00...
  • slide nav 3

    Ibadah Pelajar

    Ibadah yang dihadiri oleh para pelajar yang masih sekolah dan berkuliah...
  • slide nav 4

    Tim Musik

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah...
  • slide nav 5

    Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword...
  • slide nav 6

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011...
  • slide nav 7

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword...
  • slide nav 8

    Natal GSJA Sword 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword, 17 Des 2011...
  • slide nav 9

    Imlek GSJA Sword 2012

    Ibadah Saat imlek di GSJA Sword, 22 Januari 2012...
  • slide nav 10

    Gathering Pekerja Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words Of OuR LorD)

Latest from Blog

Menara Doa

Menara Doa

Delete this element to display blogger navbar

0 Tiga Reaksi Terhadap Injil

1 Korintus 1:18 "Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah."

Sepanjang pelayanan saya, saya mendapati bahwa beberapa orang lebih terbuka dengan Injil dibanding dengan yang lain.
Saya tidak tahu bagaimana cara Injil bekerja di dalam setiap manusia, jadi yang saya lakukan ialah berbagi Firman Allah dan mengundang orang untuk datang kepada Kristus.
Dan orang-orang ini pun akan bereaksi dengan cara yang berbeda.

Rasul Paulus menanggapi Injil ketika dia berkhotbah: "Ketika mereka mendengar tentang kebangkitan orang mati, maka ada yang mengejek, dan yang lain berkata: "Lain kali saja kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu." Tetapi beberapa orang laki-laki menggabungkan diri dengan dia dan menjadi percaya, di antaranya juga Dionisius, anggota majelis Areopagus, dan seorang perempuan bernama Damaris, dan juga orang-orang lain bersama-sama dengan mereka" (Kisah Para Rasul 17:32, 34).

Kita menemukan reaksi yang sama terhadap Injil di zaman ini.
Beberapa orang akan mengejek.
Istilah "mengejek" yang digunakan dalam Kisah Para Rasul 17 juga bisa diterjemahkan menjadi "menyindir" atau "tertawa terbahak-bahak."
Intinya mereka berkata, "Apa kau serius? Kau benar-benar percaya ini?"

Untuk orang-orang bodoh yang berpendidikan ini, semuanya tampak konyol dan tak dapat dipercaya.
Tapi ejekan yang kelewatan ini adalah pertanda dimana mereka akan binasa sebab "Pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa" (1 Korintus 1:18 a).

Beberapa orang akan mengejek, sementara yang lain akan menunda.
"Ok, mungkin lain waktu kami akan mendengarkanmu berbicara tentang Injil."
Ini reaksi yang sangat umum.
Tapi arti sebenarnya ialah:
"Saya benar-benar tidak bisa memutuskan apakah harus mendengarkannya sekarang atau nanti."
Iblis menggunakan taktik ini untuk menciptakan efek yang lebih besar.
"Jangan khawatir, kau bisa membacanya nanti."

Tetapi beberapa orang percaya.
Beberapa dari mereka bertobat dan berubah pikiran, dan di antara mereka adalah Dionisius, seorang anggota Majelis Areopagus yang merupakan orang yang intelektual dan duduk di pemerintahan.

Berikut adalah hal yang saya mengerti.
Konversi adalah tugas Allah, bukan tugas saya.
Ini adalah pekerjaan Roh Kudus dalam kehidupan orang yang belum percaya.
Namun, Dia memberi kita satu tanggung jawab untuk memberitakan kebenaran ini, dan sisanya adalah pekerjaan-Nya.

Meskipun Injil ditolak, namun kita punya tugas yang sama untuk terus memberitakan kebenaran-Nya sampai Dia datang yang kedua kalinya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Kata "Tidak" adalah Bagian dari Perjalanan Rohani Anda

Ibrani 12:1 "Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita."

Kata yang paling penting untuk diingat bagi perjalanan rohani Anda mungkin mengejutkan: "tidak."

Perjalanan rohani Anda merupakan perjalanan yang panjang.
Terlalu banyak orang memulainya dengan baik, namun berhenti di tengah jalan.
Allah ingin Anda berjuang hingga akhir.

Katakanlah Anda sedang menghadapi lomba maraton.
Anda tidak bisa berlari dengan membawa barbel di tangan Anda, bukan?
Seringkali orang berhenti begitu cepat di tengah perjalanan rohani mereka karena segala sesuatu yang mereka bawa melelahkan mereka.

Kita harus membuang beban-beban itu.

Sebuah kapal pesiar bisa berjalan dengan cukup cepat di tengah-tengah laut.
Namun jika Anda menambahkan seratus sekoci ke dalamnya, ia akan berjalan lebih lambat.
Gunakan satu baterai untuk menyalakan satu bola lampu, dan ia akan menyala cukup lama.
Tambahkan 15 bola lampu, dan ia akan terkuras dengan cepat.
Tambahkan 100 bola lampu, dan ia akan terkuras jauh lebih cepat.
Itulah yang terjadi ketika kita mencoba melakukan terlalu banyak hal.
Kadang, berbuat baik menjauhkan kita dari berbuat yang terbaik.

Ibrani 12:1b mengatakan, "marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita."
Beban-beban bukanlah hal yang buruk; bukan hal yang penuh dosa.
Hanya saja Anda tidak memerlukannya.
Beban itu bisa berupa pekerjaan, hubungan, atau hobi.
Beban ialah sesuatu yang memperlambat Anda melakukan panggilan Allah.
Dan ia tidak sepadan.

Renungkan hal ini:

- Apa beban-beban yang memperlambat Anda? Apa yang harus Anda lakukan untuk mengatasinya?
- Apa hal-hal baik yang sedang Anda lakukan yang menjauhkan Anda dari mendapatkan yang terbaik yang Allah siapkan untuk Anda?

Perjalanan rohani Anda merupakan perjalanan yang panjang, Allah ingin Anda berjuang hingga akhir.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Memenangkan Peperangan dalam Diri Anda

Efesus 6:12 "Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara."

Anda mungkin tidak menyadari, tapi saat ini Anda sedang berperang.
Anda tidak mengenakan seragam militer.
Anda tidak tinggal di barak perang.
Anda tidak berperang menghindari gempuran peluru.

Anda sedang berada dalam medan perang yang tak terlihat.
Ini disebut peperangan rohani.
Anda berperang dari saat Anda lahir hingga mati.

Alkitab mengatakan kepada kita bahwa Anda memiliki tiga musuh abadi yang siap sedia menghancurkan hidup Anda dan segala sesuatu yang Allah gunakan sebagai perpanjangan tangan-Not:

Dunia - nilai-nilai yang berkuasa di sekitar kita.
Daging - sifat dasar kita.
Iblis - sifat jahat yang membunuh, mencuri, dan menghancurkan, manusia lain untuk memperoleh kuasa, kaki tangan Iblis.

Kemenangan atas peperangan yang sedang Anda hadapi tidak datang melalui peluru atau taktik.
Alkitab mengajarkan kita bahwa, Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara (Efesus 6:12).

Dalam perang ini, satu-satunya yang paling penting ialah Yesus Kristus.
Dia harus menjadi jendral dalam kehidupan Anda, yang bertanggung jawab atas rencana pertempuran Anda.
Anda mungkin orang percaya, tapi itu tidak cukup untuk memenangkan pertempuran ini.
Yang utama dan yang paling penting ialah Yesus harus menjadi Tuhan Anda.

Roma 7:24-25 mengatakan, Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa.

Jawaban untuk memenangkan pertempuran Anda bukanlah dengan seminar, buku-buku, atau konferensi motivasi diri, juga bukan dengan psikolog atau terapi.
Jawabannya adalah Yesus.
Jadikan Dia sebagai bos Anda.
Paulus, yang menulis kitab Roma, berseru kepada-Nya ketika ia tengah berada di ujung tanduk.
Paulus mengakui jika ia tidak mampu memenangkan pertempurannya sendiri.
Dan satu-satunya harapannya ialah "Yesus Kristus, Tuhan kita."

Alkitab juga mengatakan bahwa Yesus, Tuhan, ialah Pribadi yang akan membebaskan Anda.
Jadi, inilah saatnya untuk meletakkan satu tanda di atas hidup Anda: "Berada di bawah managemen baru.

Renungkan hal ini:

- Kapan waktu dalam hidup Anda dimana Anda merasa seperti sedang mengalami peperangan rohani yang lebih sulit dari biasanya?

- Menurut Anda, mengapa begitu banyak orang yang dengan cepat melakukan terapi untuk memperbaiki masalah mereka, namun ragu-ragu untuk berserah kepada Yesus?

Banyak orang percaya Yesus. Tetapi untuk menang melawan dunia, daging, dan Iblis, Yesus harus lebih dari sekedar Pribadi yang Anda percaya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Pasukan Pesorak Surgawi

Ibrani 12:1 "Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita."

Dalam olahraga, bermain di kandang sendiri merupakan satu keuntungan bagi tim tuan rumah.

Tim tuan rumah punya catatan menang yang jauh lebih baik ketimbang ketika bermain tandang.
Sebab ketika sebuah tim bertanding dengan dukungan suporter sendiri, maka itu memberikan kekuatan baru yang membuat mereka bermain lebih bagus.

Alkitab mengatakan bahwa Anda pun punya satu suporter yang sedang memperhatikan Anda.
Ibrani 12:1 mengatakan, "Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita."

Semua tindakan yang Anda lakukan tidak ada yang sifatnya rahasia.
Anda punya satu penonton.
Surga sedang mengawasi Anda.
Tapi, yang lebih penting, Anda punya pasukan pesorak.
Alkitab mengatakan bahwa semua orang di Surga bersorak-sorai untuk Anda.

Anda mungkin menyadari jika Allah mengetahui segala sesuatu.
Alkitab mengatakan, "Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. Dalam hal ini engkau telah berlaku bodoh, oleh sebab itu mulai sekarang akan mengalami peperagan" (2 Tawarikh 16:9).
Allah tidak tidur.
Dia tahu sukacita dan pergumulan Anda-segalanya tentang Anda.
Dia tahu apa pun yang Anda pikirkan.

Namun, Anda pun mempunyai "banyak saksi, bagaikan awan yang sedang mengelilingi Anda." 
Para saksi inilah yang mengawasi perjalanan rohani Anda.
Musa sedang mengawasi Anda.
Abraham sedang mengawasi Anda.
Dan setiap orang percaya, bahkan yang sudah tiada, sedang menyaksikan bagaimana Anda menjalani kehidupan rohani Anda.

Dan mereka bersorak-sorai untuk Anda.
Ketika Anda takut, mereka mendorong Anda untuk menjadi berani.
Ketika Anda ingin menyerah, mereka mendukung Anda untuk terus berjalan.
Ketika Anda merasa disepelekan dan dilupakan, mereka ada di belakang Anda.

Renungkan hal ini:

- Bagaimana Anda mengubah hidup Anda setelah mengetahui bahwa Allah tahu pasang surut kehidupan Anda?
- Menurut Anda siapa saja para saksi dalam kehidupan Anda? Di antara mereka, adakah teman atau keluarga yang telah mendahului Anda?

Semua tindakan yang Anda lakukan tidak ada yang sifatnya rahasia, Allah mengetahui segala sesuatu.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Allah Memakai Orang-orang Yang Kuat Imannya

1 Petrus 4:2 "Supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah."

Apa yang Anda lakukan untuk meningkatkan iman Anda? Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan:

Pelajari Alkitab.
Kita harus membuat Firman-Nya menjadi bagian dari hidup kita.
Firman Allah menginspirasi dan membantu Anda agar sepenuhnya diperlengkapi untuk mampu melakukan segala sesuatu yang Dia ingin Anda lakukan.

Rutin bersaat teduh.
"Sudahkah Anda bersaat teduh hari ini?"
Buat sebagian dari Anda, yang sering melewatkannya, pertanyaan ini memancing rasa bersalah.
Saya pikir itu mungkin karena Anda melakukannya karena keharusan atau bahkan desakan dari orang lain.
Tetapi keterpaksaan tidak akan membentuk iman Anda, sebab saat teduh bukan sekedar rutinitas membaca Alkitab, tetapi untuk mengenal lebih jauh dan membangun relasi yang lebih dalam dengan-Nya.

Baca buku-buku Kristen.
Motivasi diri Anda sendiri dan pelajari semua yang Anda bisa.

Tetap beri makan jiwa Anda dengan apa yang orang percaya lainnya katakan tentang Firman Tuhan.
Jika saya hanya mempelajari Alkitab untuk diri saya sendiri dan tidak mendengarkan apa yang orang percaya lainnya katakan atau bagikan, maka saya tidak mendapatkan apa pun dari hikmat dan pengalaman mereka.

Tetap perbarui kesaksian Anda.
Karya apa yang Allah nyatakan dalam hidup Anda saat ini?
Kapan terakhir kali Anda menulis kesaksian Anda?
Jika Anda menuliskannya, maka Ia akan memberi Anda kesempatan untuk berbagi.
Kesaksian yang Anda bagikan dengan orang lain akan membentengi iman Anda.

Tetaplah setia kepada persekutuan Anda. Alkitab mengatakan bahwa kita harus "nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan" (1 Tesalonika 5:11).
Kita tengah berada dalam maraton iman, dan karenanya, kita perlu berjalan bersama-sama.
Kita butuh dukungan dan dorongan dari orang-orang percaya lainnya.

Renungkan hal ini:

- Apa rencana Anda untuk belajar Alkitab secara teratur?

- Dengan persekutuan Anda, buatlah daftar buku-buku Kristen yang bisa Anda baca dan diskusikan bersama.

Tetaplah setia, tetaplah kuat dalam iman dan pengharapan Anda di dalam Yesus. Kristus karena Dia akan memakai Anda dengan luar biasa.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Iman adalah Perbuatan

Yakobus 2:15-16 "Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari, dan seorang dari antara kamu berkata: "Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!", tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu?"

Iman lebih dari sekedar perasaan.
Banyak orang keliru mengenali emosi dan perasaan dengan iman.
Mereka datang ke gereja, mereka tergerak secara emosional, mereka terinspirasi, dan mereka distimulasi.
Tetapi itu bukan berarti mereka serta merta sedang berjalan dalam iman.

Alkitab mengatakan bahwa iman adalah perbuatan, yaitu sesuatu yang kita lakukan, bukan hanya apa yang kita rasakan.
Dengan kata lain, iman bukanlah sekedar sentimentalitas.
Katakanlah saya sedang berada di jalan lalu melihat seorang tunawisma.
Saya melihat orang itu kelaparan, kedinginan, dan membutuhkan pakaian serta tempat tinggal.
Lalu apakah saya akan menunjukkan iman saya yang besar jika saya menghampirinya dan berkata, "Semangatlah! Jangan khawatir! Bersukacitalah! Tersenyumlah! Pasang wajah gembira"

Tidak butuh iman yang besar untuk melakukannya.
Iman membawa kasih sayang.
Iman berkata, "Aku akan melakukan apapun yang aku bisa untuk menghentikan sakitmu."
Dalam Perjanjian Baru, para saksi mengatakan bahwa Yesus tergerak oleh belas kasih yang ingin Dia curahkan pada orang-orang yang membutuhkan-Nya.
Dia menunjukkan pada kita bahwa iman adalah sesuatu yang kita lakukan.

Ketika kita melihat seseorang yang sedang kesusahan, kita berbuat sesuatu untuk membantunya.
Kita tidak dengan sigapnya berkata, "Aku akan berdoa untukmu."
Tapi sebaliknya, Alkitab mengatakan bahwa kita menunjukkan iman kita dengan apa yang kita lakukan.

Dunia ini amat terobsesi dengan dirinya sendiri.
Namun jangan kuatir, semakin Anda memberikan hidup Anda untuk Kristus, semakin Anda fokus pada pekerjaan-Nya.
Semakin Anda melayani orang lain dengan kasih yang tanpa balas, dan semakin Anda memberkati orang lain dengan waktu dan talenta Anda, semakin tajam perisai iman Anda melawan budaya dunia ini.

Renungkan hal ini:

- Dalam hal apa saja iman Anda semakin terlihat nyata bagi orang lain?
- Perbuatan-perbuatan apa saja yang dapat membantu Anda menunjukkan iman Anda kepada orang lain hari ini?

Alkitab mengatakan bahwa iman adalah perbuatan, yaitu sesuatu yang kita lakukan, bukan hanya apa yang kita rasakan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Allah Menciptakan Kita Untuk Melakukan Satu Misi

Markus 8:35 "Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya."

Mengapa kita sering merasa tidak bahagia?
Sudah terlalu banyak orang yang menanyakan pertanyaan ini pada diri mereka sendiri.
Dan banyak dari mereka juga mengeluh: mengapa kami tidak bahagia, kami tidak puas dengan apa yang kami punya, kami hidup sengsara.

Mengapa?
Dalam bukunya, Kaya, Bebas, dan Menderita, sosiolog John Brueggemann berbagi sebuah kisah luar biasa yang menjelaskan alasan dari judul bukunya tersebut.
Mendaki Gunung Everest adalah salah satu tantangan yang mengilhami banyak orang untuk melakukan sesuatu yang besar.
Banyak orang telah mencoba mendaki gunung Everest, meskipun hampir 10 persen dari orang-orang yang melakukannya, mati dalam pendakian.
Banyak mayat bergelimpangan menapaki jalan menuju gunung tersebut.
Meskipun begitu, tetap saja banyak orang yang masih ingin mendaki gunung tersebut-meski jelas-jelas itu tidak sedikitpun memiliki nilai-nilai penebusan dosa.

Beberapa tahun lalu, salah satu pendaki, David Sharp, dengan jelas membutuhkan pertolongan di hari itu.
Ia diserang radang dingin dan hampir mati beku.
Ada 40 pendaki lain yang jelas-jelas melihatnya, tapi hanya melewatinya begitu saja.
Dia pun akhirnya meninggal di Gunung Everest karena tidak ada pendaki lain yang bersedia menahan tujuan pribadi mereka untuk menolongnya.

Itulah kita.
Nafsu pribadi kita untuk memiliki lebih, lebih, dan lebih, membuat kita melupakan apa yang sebenarnya penting.
Tapi bukan itu tujuan Allah menciptakan kita.
Hidup ini bukan tentang berapa uang yang Anda hasilkan, siapa yang Anda kenal, atau apa yang Anda kerjakan.
Hidup adalah tentang kasih-mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama.

Yesus mengatakan kepada kita dalam Markus 8:35, "Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya."
Allah menciptakan Anda sedemikian rupa dimana Anda tidak akan pernah bahagia, kecuali Anda memberikan hidup Anda dalam karya-Nya.
Anda diciptakan untuk sesuatu yang lebih besar dari diri Anda sendiri.
Alkitab menyebutnya sebagai misi hidup Anda.
Arti hidup tidak datang dari status, gaji, atau jenis kelamin; ia muncul dari pelayanan Anda.
Dengan memberikan hidup untuk pelayanan, Anda bisa merasakan jika hidup Anda memiliki makna.

Renungkan hal ini:

- Apakah saat ini Anda merasa bahagia, tidak puas, atau menderita? Itu merupakan tanda-tanda bahwa Anda lebih fokus pada hal lain selain Kristus. Menurut Anda, apa yang menyebabkan Anda fokus pada hal lain?
- Apa yang harus Anda lakukan untuk bergabung dengan misi Allah?

Misi Allah menciptakan kita yaitu untuk mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Setan Tidak Peduli dengan Pendalaman Alkitab

Matius 7:24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu."

Menerima, membaca, meneliti, mengingat, dan merenungkan Firman Tuhan, semua itu menjadi sia-sia jika kita gagal mempraktekkannya. Kita harus menjadi pelaku Firman (Yakobus 1:22).

Saya mengerti ini satu langkah yang tak mudah, karena Iblis berusaha habis-habisan untuk menggagalkannya.
Iblis tidak keberatan Anda pergi mengikuti pendalaman Alkitab, selama Anda tidak melaksanakan apa pun yang sudah Anda pelajari.

Kita menipu diri sendiri bila berasumsi jika hanya karena telah mendengar atau membaca atau mempelajari kebenaran Firman Tuhan, kita telah bersatu di dalam-Nya.

Sebenarnya, karena begitu sibuknya Anda mengikuti kelas atau seminar atau konferensi Alkitab, Anda amat mungkin tidak punya waktu untuk menerapkan apa yang sudah Anda pelajari.
Anda lupa dengan apa yang Anda pelajari dalam perjalanan menuju studi Alkitab berikutnya.
Tanpa implementasi, semua studi Alkitab yang kita lakukan tidak ada artinya.
Yesus berkata, Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu (Matius 7:24).

Yesus juga menunjukkan bahwa berkat Tuhan datang dari menaati, bukan hanya dari mendengar Firman-Nya.
Dia berkata, Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya (Yohanes 13:17).

Saya tidak bisa melebih-lebihkan betapa berartinya menjadi bagian dari kelompok studi Alkitab.
Kita selalu belajar dari orang lain tentang kebenaran yang tidak akan pernah kita pelajari sendiri.
Orang lain akan membantu kita melihat pemahaman baru yang mungkin terlewatkan, dan membantu kita menerapkan kebenaran-Nya dengan cara yang praktis.

Cara terbaik untuk menjadi pelaku Firman adalah dengan selalu menuliskan langkah tindakan yang akan Anda ambil sebagai hasil dari membaca atau belajar atau merenungkan Firman Tuhan.
Budayakan kebiasaan menuliskan apa yang ingin Anda lakukan.

Langkah tindakan ini harus bersifat pribadi (melibatkan Anda), praktikal (sesuatu yang dapat Anda lakukan), dan dapat dibuktikan (melakukan dengan tenggat waktu).
Setiap tindakan yang Anda lakukan akan melibatkan, baik relasi Anda dengan Tuhan, relasi Anda dengan orang lain, atau dengan karakter pribadi Anda.

Renungkan hal ini:

- Apa yang telah Tuhan beritahu untuk Anda lakukan yang hingga saat ini belum Anda mulai lakukan?
- Hari ini, mulailah mencatat dan mengikuti langkah tindakan yang akan Anda ambil sebagai bagian dari studi Alkitab Anda.

Cara terbaik untuk menjadi pelaku Firman adalah : selalu menuliskan langkah tindakan yang akan Anda ambil sebagai hasil dari membaca, belajar atau merenungkan Firman Tuhan
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Jadilah Alkitab Sebagai Firman yang Pertama dan Terakhir dalam Hidup Anda

Yohanes 8:31 "Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku."

Untuk dapat mendasarkan hidup Anda pada Firman Tuhan, Alkitab harus menjadi standar yang berkuasa dalam hidup Anda. Alkitab harus menjadi kompas yang Anda andalkan untuk menunjukkan arah, menjadi nasihat yang Anda dengarkan untuk membuat keputusan, dan menjadi patokan yang Anda gunakan untuk mengevaluasi segalanya.

Alkitab harus selalu menjadi Firman yang pertama dan terakhir dalam hidup Anda.

Banyak kesulitan yang kita hadapi terjadi karena kita mendasarkan pilihan kita ada kuasa yang tidak dapat diandalkan: budaya ("Semua orang melakukannya"), tradisi ("Kami selalu melakukannya"), alasan ("Sepertinya masuk akal"), atau emosi ("Aku yakin ini sudah benar").
Namun, satu-satunya yang kita butuhkan ialah sebuah standar sempurna yang tidak akan pernah membawa kita ke arah yang salah.
Hanya Firman Tuhan yang bisa memenuhinya: "Semua firman Allah adalah murni" (Amsal 30:5 a).

Keputusan paling penting yang kiranya Anda buat hari ini adalah menentukan apa yang akan menjadi otoritas tertinggi dalam kehidupan Anda.
Tentukanlah, bahwa terlepas dari budaya, tradisi, alasan, atau perasaan Anda, Anda memilih Alkitab sebagai otoritas akhir Anda.
Ketika membuat keputusan ini, terlebih dahulu tanyakan ini pada diri Anda, "Apa yang Alkitab katakan?" Putuskanlah bahwa ketika Allah memanggil Anda untuk melakukan sesuatu, Anda akan mempercayai dan melakukannya, meski Anda berpikir itu tidak masuk akal atau enggan melaksanakannya.

Renungkan hal ini:

- Berdasarkan cara Anda membuat keputusan saat ini, siapa atau apa yang menjadi otoritas tertinggi dalam hidup Anda?
- Perubahan apa yang akan terjadi dalam hidup Anda, jika Anda menempatkan Firman Tuhan sebagai pertimbangan utama dalam mengambil setiap keputusan?

Keputusan paling penting yang kiranya Anda buat hari ini adalah menentukan apa yang akan menjadi otoritas tertinggi dalam kehidupan Anda, firman-Nya akan memampukan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Ketika Anda Ingin Menyerah

Ibrani 11:39-40 "Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik. Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan."

Tidak mudah hidup di dalam iman.
Kita hidup di dunia yang rusak.
Cuaca tidak bekerja dengan semestinya.
Tubuh kita tidak bekerja dengan baik.
Hubungan kita dengan sesama tidak berjalan dengan baik.

Ketika Allah mengusir Adam dari Taman Eden, Ia berkata padanya bahwa kehidupan akan menjadi sulit.
Dan memang benar ada peperangan kosmik antara hidup sesuai dengan jati diri Anda dengan hidup mengikuti pergaulan dunia.
Anda berperang dengan sifat kedagingan Anda sendiri.
Anda juga berperang melawan iblis, yang tidak menginginkan apa pun selain "mencuri, membunuh, dan menghancurkan Anda."

Dan ketika godaan itu menghampiri, kadang kita ingin menyerah.

Namun dalam Ibrani 11, Allah meminta kita untuk bertahan, sebab Dia tidak akan pernah melupakan kita, dan akan memenuhi janji-Nya suatu hari.
Dia berjanji untuk memberi kita "hari depan yang penuh harapan" (Yeremia 29:11).
Dia berjanji untuk menghapus air mata kita (Wahyu 7), serta memberikan janji-janji lain di seluruh Firman-Nya.

Ibrani 11 menyebutkan berbagai pahlawan Injil yang menunjukkan imannya di dalam janji-janji Allah: Abraham, Ishak, Yakub, Musa, Daud, Gideon, Samson, dan lain-lain. Meskipun mereka mengalami banyak kesulitan, mereka terus berjalan dalam perjalanan spiritual mereka.

Kemudian Ibrani 11:39-40 mengatakan, "Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik. Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan."

Renungkan hal ini:

- Hidup dengan iman melibatkan rasa sakit. Jika Anda menyerah ketika kehidupan tidak berjalan dengan baik, maka sesungguhnya Anda tidak pernah belajar untuk mempercayai Allah. Menurut Anda mengapa begitu?
- Sangat mudah untuk mengasihi Allah dan melayani-Nya ketika hidup berjalan baik. Lalu apakah Anda akan tetap mempercayai-Nya ketika kesulitan datang?

Hidup dengan iman melibatkan rasa sakit, namun jangan pernah menyerah tetaplah percaya kepada Allah.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Gunakan Otot Daya Ingat Anda

Kolose 3:16 "Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu."

Salah satu cara untuk tinggal di dalam Firman Tuhan adalah dengan mengingatnya.
Kemampuan untuk mengingat adalah karunia yang diberikan Tuhan.
Anda mungkin berpikir jika daya ingat Anda buruk, tetapi kenyataannya adalah, Anda mampu mengingat dan menghafal jutaan ide, kebenaran, fakta, dan angka.
Anda mampu mengingat apa yang penting buat Anda.
Jadi, jika Firman Tuhan itu penting dalam hidup Anda, Anda akan meluangkan waktu untuk menghafalkannya.

Ada banyak manfaat dari menghafal ayat-ayat Alkitab.
Ia akan membantu Anda melawan godaan, membuat keputusan yang bijak, mengurangi stres, membangun kepercayaan diri, memberikan nasihat yang baik, dan berbagi iman Anda dengan orang lain.

Daya ingat itu seperti otot, semakin Anda menggunakannya, semakin ia kuat.
Dan daya ingat yang kuat membuat menghafal ayat-ayat Alkitab menjadi lebih mudah.
Anda bisa mulai dengan memilih beberapa ayat Alkitab yang menyentuh Anda, lalu tuliskan pada selembar kartu kecil yang bisa Anda bawa kemana-mana.
Kemudian renungkan ayat-ayat tadi sepanjang hari.

Anda dapat menghafal ayat-ayat Alkitab di mana saja dan kapan saja: saat bekerja, berolahraga, mengemudi, menunggu, atau sebelum tidur.
Tiga kunci untuk menghafalkannya ialah dengan mengulang, mengulang, dan mengulang!

"Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu" (Kolose 3:16).

Renungkan hal ini:

- Perubahan apa yang akan terjadi pada hidup Anda, jika Anda menghabiskan lebih banyak waktu untuk aplikasi Alkitab, ketimbang untuk Facebook atau aplikasi media sosial lainnya?

- Mintalah bantuan seorang teman untuk menjadi partner dalam menghafal Alkitab. Lalu, berbagilah dengan satu sama lain apa yang sedang Anda pelajari dari Firman Allah.

Salah satu cara untuk tinggal di dalam Firman Tuhan adalah dengan mengingatnya, menghafal dan kemudian mempraktekkan firman tersebut dengan karunia yang diberikan oleh Tuhan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Jadilah Alkitab Sebagai Firman yang Pertama dan Terakhir dalam Hidup Anda

Yohanes 8:31 "Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku."

Untuk dapat mendasarkan hidup Anda pada Firman Tuhan, Alkitab harus menjadi standar yang berkuasa dalam hidup Anda. Alkitab harus menjadi kompas yang Anda andalkan untuk menunjukkan arah, menjadi nasihat yang Anda dengarkan untuk membuat keputusan, dan menjadi patokan yang Anda gunakan untuk mengevaluasi segalanya.

Alkitab harus selalu menjadi Firman yang pertama dan terakhir dalam hidup Anda.

Banyak kesulitan yang kita hadapi terjadi karena kita mendasarkan pilihan kita ada kuasa yang tidak dapat diandalkan: budaya ("Semua orang melakukannya"), tradisi ("Kami selalu melakukannya"), alasan ("Sepertinya masuk akal"), atau emosi ("Aku yakin ini sudah benar").
Namun, satu-satunya yang kita butuhkan ialah sebuah standar sempurna yang tidak akan pernah membawa kita ke arah yang salah.
Hanya Firman Tuhan yang bisa memenuhinya: "Semua firman Allah adalah murni" (Amsal 30:5 a).

Keputusan paling penting yang kiranya Anda buat hari ini adalah menentukan apa yang akan menjadi otoritas tertinggi dalam kehidupan Anda.
Tentukanlah, bahwa terlepas dari budaya, tradisi, alasan, atau perasaan Anda, Anda memilih Alkitab sebagai otoritas akhir Anda.
Ketika membuat keputusan ini, terlebih dahulu tanyakan ini pada diri Anda, "Apa yang Alkitab katakan?" Putuskanlah bahwa ketika Allah memanggil Anda untuk melakukan sesuatu, Anda akan mempercayai dan melakukannya, meski Anda berpikir itu tidak masuk akal atau enggan melaksanakannya.

Renungkan hal ini:

- Berdasarkan cara Anda membuat keputusan saat ini, siapa atau apa yang menjadi otoritas tertinggi dalam hidup Anda?
- Perubahan apa yang akan terjadi dalam hidup Anda, jika Anda menempatkan Firman Tuhan sebagai pertimbangan utama dalam mengambil setiap keputusan?

Keputusan paling penting yang kiranya Anda buat hari ini adalah menentukan apa yang akan menjadi otoritas tertinggi dalam kehidupan Anda, firman-Nya akan memampukan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Fokus pada Alkitab, Bukan pada Kekuatiran

Ayub 23:12 "Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya."

Alkitab berulang kali mengajak kita untuk merenungkan siapa Allah, apa yang telah dilakukan-Nya, dan apa yang telah difirmankan-Nya.

Tidak mungkin menjadi sahabat Allah, tanpa tahu Firman-Nya.
Tidak mungkin mengasihi Allah, tanpa mengenal pribadi-Nya.
Alkitab berkata bahwa Tuhan "selanjutnya menampakkan diri di Silo, sebab Ia menyatakan diri di Silo kepada Samuel dengan perantaraan firman-Nya" (1 Samuel 3:21).

Allah masih menggunakan metode itu hingga hari ini.
Meski Anda tidak bisa menghabiskan sepanjang hari untuk mempelajari Alkitab, tapi Anda bisa memikirkannya sepanjang hari, mengingat ayat-ayat yang telah Anda baca, atau menghafal serta merenungkannya dalam pikiran Anda.

Meditasi sering disalahpahami sebagai ritual misterius nan magis yang dipraktekkan oleh para rahib atau biarawan.
Tapi sebenarnya, meditasi adalah cara untuk memusatkan pikiran-satu keahlian yang bisa dipelajari siapa pun, Diana pun.

Ketika Anda memikirkan satu masalah berulang-ulang kali dalam pikiran Anda, Anda dikatakan khawatir.
Ketika Anda merenungkan Firman Tuhan berulang-ulang kali, Anda dikatakan bermeditasi.
Jadi, jika Anda khawatir, Anda sudah tahu caranya bermeditasi!
Anda hanya perlu mengalihkan perhatian Anda dari masalah kepada ayat-ayat Alkitab.
Semakin Anda merenungkan Firman-Nya, semakin sedikit hal yang akan Anda khawatirkan.

Alasan Allah menganggap Ayub dan Daud sebagai sahabat adalah karena mereka menghargai Firman-Nya di atas segalanya, dan merenungkannya terus-menerus sepanjang hari.
Ayub mengakui, "Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya" (Ayub 23:12).

Ketika Anda membaca Alkitab atau mendengar khotbah atau mendengarkan puji-pujian, jangan lupakan dan berlalu begitu saja.
Biasakan mengulang kembali kebenaran Alkitab dalam pikiran Anda, renungkan lagi dan lagi.
Semakin banyak waktu yang Anda pakai untuk mereview Firman-Nya, semakin Anda akan memahami "rahasia" kehidupan yang kebanyakan orang lewatkan.

Renungkan hal ini

- Mintalah ide-ide untuk menghafalkan Alkitab dari persekutuan kecil Anda, dan temukan satu cara dari ide-ide tersebut yang cocok untuk Anda.
- Apa yang mengkhawatirkan Anda hari ini? Ganti kekhawatiran Anda dengan dengan Firman Allah, dan lihat bagaimana hal itu membuat perbedaan dalam sikap dan pergumulan Anda.

Tidak mungkin menjadi sahabat Allah, tanpa tahu Firman-Nya. Tidak mungkin mengasihi Allah, tanpa mengenal pribadi-Nya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Setan Tidak Peduli dengan Pendalaman Alkitab

Matius 7:24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu."

Menerima, membaca, meneliti, mengingat, dan merenungkan Firman Tuhan, semua itu menjadi sia-sia jika kita gagal mempraktekkannya. Kita harus menjadi pelaku Firman (Yakobus 1:22).

Saya mengerti ini satu langkah yang tak mudah, karena Iblis berusaha habis-habisan untuk menggagalkannya.
Iblis tidak keberatan Anda pergi mengikuti pendalaman Alkitab, selama Anda tidak melaksanakan apa pun yang sudah Anda pelajari.

Kita menipu diri sendiri bila berasumsi jika hanya karena telah mendengar atau membaca atau mempelajari kebenaran Firman Tuhan, kita telah bersatu di dalam-Nya.

Sebenarnya, karena begitu sibuknya Anda mengikuti kelas atau seminar atau konferensi Alkitab, Anda amat mungkin tidak punya waktu untuk menerapkan apa yang sudah Anda pelajari.
Anda lupa dengan apa yang Anda pelajari dalam perjalanan menuju studi Alkitab berikutnya.
Tanpa implementasi, semua studi Alkitab yang kita lakukan tidak ada artinya.
Yesus berkata, Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu (Matius 7:24).

Yesus juga menunjukkan bahwa berkat Tuhan datang dari menaati, bukan hanya dari mendengar Firman-Nya.
Dia berkata, Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya (Yohanes 13:17).

Saya tidak bisa melebih-lebihkan betapa berartinya menjadi bagian dari kelompok studi Alkitab.
Kita selalu belajar dari orang lain tentang kebenaran yang tidak akan pernah kita pelajari sendiri.
Orang lain akan membantu kita melihat pemahaman baru yang mungkin terlewatkan, dan membantu kita menerapkan kebenaran-Nya dengan cara yang praktis.

Cara terbaik untuk menjadi pelaku Firman adalah dengan selalu menuliskan langkah tindakan yang akan Anda ambil sebagai hasil dari membaca atau belajar atau merenungkan Firman Tuhan.
Budayakan kebiasaan menuliskan apa yang ingin Anda lakukan.

Langkah tindakan ini harus bersifat pribadi (melibatkan Anda), praktikal (sesuatu yang dapat Anda lakukan), dan dapat dibuktikan (melakukan dengan tenggat waktu).
Setiap tindakan yang Anda lakukan akan melibatkan, baik relasi Anda dengan Tuhan, relasi Anda dengan orang lain, atau dengan karakter pribadi Anda.

Renungkan hal ini:

- Apa yang telah Tuhan beritahu untuk Anda lakukan yang hingga saat ini belum Anda mulai lakukan?
- Hari ini, mulailah mencatat dan mengikuti langkah tindakan yang akan Anda ambil sebagai bagian dari studi Alkitab Anda.

Cara terbaik untuk menjadi pelaku Firman adalah : selalu menuliskan langkah tindakan yang akan Anda ambil sebagai hasil dari membaca, belajar atau merenungkan Firman Tuhan
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Anda Hidup Karena Allah Ingin Mengasihi Anda

Efesus 1:4-5 "Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya."

Beberapa waktu lalu, seorang pria datang ke kantor saya dan berkata, "Saya seorang Kristen, tapi sepertinya pertumbuhan rohani saya hanya jalan di tempat, hanya biasa-biasa saja."

Saya berkata, "Menurut Anda apa penyebabnya?"
Dia berkata, "Saya rasa karena saya tidak terlalu mengasihi Allah."
Saya berkata, "Itu bukan penyebabnya. Masalahnya ialah Anda tidak mengerti betapa Dia mengasihi Anda."

Kasih ialah tindakan yang berbalas.
Alkitab mengatakan, "Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita" (1 Yohanes 4:19).
Ketika Anda berkata, "Saya tidak mengasihi Allah," itu karena Anda tidak mengerti betapa Dia sungguh-sungguh mengasihi Anda.

Untuk memahami tujuan dan panggilan hidup Anda, Anda harus mulai memahami sifat Allah.
Allah adalah kasih.
Kasih adalah esensi dari sifat-Nya.
Satu-satunya alasan adanya kasih di alam semesta ini adalah karena Allah.
Semut dan siput tidak saling mengasihi, tapi berbeda dengan Anda, Anda dibuat menurut gambar Allah sehingga dapat mengasihi.

Alasan Anda hidup ialah karena Allah ingin mengasihi Anda.
Tujuan pertama kehidupan Anda adalah untuk dikasihi Allah!
Ya, amatlah penting bagi kita untuk melayani, taat, dan percaya pada-Nya, namun tujuan pertama hidup Anda adalah untuk mengasihi-Nya.

Tujuan pertama hidup Anda adalah untuk mengasihi-Nya karena Dia telah lebih dulu mengasihi Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Bagaimana Anda Melaksanakan Amanat Agung

Matius 28:19-20 "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Anda punya sebuah misi; kita semua punya.
Begitu kita menjadi bagian dari keluarga Allah, Allah memberi kita sebuah misi: yaitu untuk membantu orang lain bergabung dengan keluarga Allah.
Karena Allah mengasihi setiap manusia, maka tidak ada seorang pun di dunia ini yang tidak Dia inginkan menjadi bagian dari keluarga-Nya.

Yesus berkata, "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman (Matius 28:19-20).

Ketika Yesus menugaskan Gereja, kita sendiri, untuk pergi ke "semua bangsa," pengertian semua bangsa di sini bukan tentang negara-negara; Dia berbicara tentang kelompok orang.
Dia menugaskan kita untuk mendatangi berbagai kelompok masyarakat, berbagi Firman Allah, dan memuridkan Derek's.

Saat ini, ada 13.000 kelompok masyarakat di dunia ini; 6.350 dari kelompok tersebut memiliki gereja-gereja di lingkungan mereka, namun hanya kurang dari 2 persen dari populasi tersebut adalah orang Kristen.
Kekristenan telah menyebar ke setiap kelompok bahasa utama dunia.

Namun ada 3.800 kelompok masyarakat yang 2.000 tahun setelah kematian Yesus di kayu salib, masih belum memiliki gereja dalam bahasa mereka sendiri.
Mengapa? Karena kita tidak cukup peduli.
Kita terlalu sibuk dengan kehidupan kita masing-masing sehingga tidak peduli dengan orang-orang yang rohaninya sedang sekarat.
Jadi, alih-alih mengabarkan kasih Yesus kepada 3.800 kelompok orang tersebut, kita sesungguhnya sedang mengantarkan mereka untuk "pergi ke neraka."

Tentu saja, ini tugas yang begitu besar.
Misi Allah berlaku bagi seluruh dunia.
Tapi ini bukan misi yang mustahil; ini misi yang harus dijalankan.
Amanat Agung akan terwujud.
Itu pasti. Bahkan, Alkitab memberi kita gambaran tentang pemenuhan Amanat Agung dalam Wahyu 7:9 : "Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka."

Suatu hari akan ada orang-orang dari setiap kelompok bahasa di dunia ini yang berdiri di hadapan takhta Kristus.
Satu-satunya pertanyaan bagi kita adalah: 
Akankah generasi kita yang melakukannya?
Atau akankah kita menyerahkan tanggung jawab kita, dan menyerahkannya pada orang lain?
Akankah generasi lain yang akan menjadi orang-orang yang mendapatkan hak istimewa untuk memenuhi misi besar Allah itu?

Renungkan hal ini:
- Apa yang menjauhkan Anda dari melaksanakan misi Allah?
- Apa yang Allah minta Anda lakukan dengan hidup Anda hari ini untuk membantu memenuhi Amanat Agung-Nya?

Misi yang harus dijalankan dan harus terwujud adalah Amanat Agung Yesus supaya Injil dibritakan sampai keseluruh penjuru dunia.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Misi Anda Berasal dari Allah Sendiri

Yohanes 17:18 "Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia."

Jika Anda seorang pengikut Kristus, maka Allah telah menganugerahkan Anda sebuah misi bagi dunia ini.
Anda ada di sini bukan hanya untuk memenuhi tempat; Anda ada di sini bukan hanya untuk bekerja keras mengejar tujuan hidup Anda sendiri.

Anda punya satu tugas yang diberikan oleh Allah sendiri.
Begitu Anda berada dalam keluarga-Nya, hidup Anda akan berubah.
Anda punya alasan baru untuk hidup.
Hidup ini bukan tentang diri Anda lagi, tapi tentang misi Allah.

Misi hidup Anda harus selaras dengan misi Allah.
Dia menciptakan segala sesuatu di alam semesta ini karena Ia menginginkan sebuah keluarga.
Dia tidak butuh bumi ini.
Dia tidak butuh planet-planet.
Dia tidak butuh bintang.
Dia menciptakan semuanya sebab Dia tahu beberapa dari kita dengan tulus memilih untuk menjadi bagian dari keluarga-Nya.

Misi yang dahulu Allah berikan pada Yesus, kini Ia berikan pada Tubuh Kristus-Gereja.
Dia ingin kita membantu orang lain dalam keluarga-Nya.
Yesus berkata seperti ini: "Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia" (Yohanes 17:18).

Begitu kita mengenal Yesus, kita harus segera pergi memberitakan Injil!
Kita harus memberitahu teman-teman dan keluarga kita tentang Dia.
Tapi kita tidak boleh berhenti memberitakannya di sekitar orang-orang yang kita kenal saja, tapi kepada semua orang di muka bumi ini.
Allah tidak pernah menciptakan mahkluk yang tidak ingin Dia selamatkan.
Dia mengasihi semua orang-diseluruh dunia.

Tuhan ingin kita menjalankan misi-Nya di mana pun, dalam keluarga, masyarakat dan dunia kita.
Misi-Nya bagi hidup Anda dapat berlangsung untuk saat ini atau untuk masa depan.
Alkitab berkata, "Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi" (Yesaya 49:6).

Itulah rencana Allah bagi dunia.
Itulah misi-Nya untuk Anda.
Dia ingin semua orang dimuka bumi ini mengenal-Nya.
Dan Dia ingin memakai Anda untuk mewujudkannya.
Dia tidak hanya memanggil para misionaris atau pendeta, sebab ketika Anda berada di dalam keluarga Kristus, Dia akan memberikan misi-Nya untuk Anda!

Renungkan hal ini:

- Apakah Anda perlu mengubah cara hidup Anda untuk mengikuti rencana Allah? Jika demikian, perubahan seperti apa yang akan terpancar dalam kehidupan Anda?
- Bagaimana Anda menjalankan misi Anda bersama Allah di bulan ini?

Hidup ini bukan tentang diri Anda lagi, tapi tentang misi Allah. Biarlah kehidupan Anda terus memancarkan kasih Allah.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Allah Menciptakan Kita Untuk Melakukan Satu Misi

Markus 8:35 "Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya."

Mengapa kita sering merasa tidak bahagia?
Sudah terlalu banyak orang yang menanyakan pertanyaan ini pada diri mereka sendiri.
Dan banyak dari mereka juga mengeluh: mengapa kami tidak bahagia, kami tidak puas dengan apa yang kami punya, kami hidup sengsara.

Mengapa?
Dalam bukunya, Kaya, Bebas, dan Menderita, sosiolog John Brueggemann berbagi sebuah kisah luar biasa yang menjelaskan alasan dari judul bukunya tersebut.
Mendaki Gunung Everest adalah salah satu tantangan yang mengilhami banyak orang untuk melakukan sesuatu yang besar.
Banyak orang telah mencoba mendaki gunung Everest, meskipun hampir 10 persen dari orang-orang yang melakukannya, mati dalam pendakian.
Banyak mayat bergelimpangan menapaki jalan menuju gunung tersebut.
Meskipun begitu, tetap saja banyak orang yang masih ingin mendaki gunung tersebut-meski jelas-jelas itu tidak sedikitpun memiliki nilai-nilai penebusan dosa.

Beberapa tahun lalu, salah satu pendaki, David Sharp, dengan jelas membutuhkan pertolongan di hari itu.
Ia diserang radang dingin dan hampir mati beku.
Ada 40 pendaki lain yang jelas-jelas melihatnya, tapi hanya melewatinya begitu saja.
Dia pun akhirnya meninggal di Gunung Everest karena tidak ada pendaki lain yang bersedia menahan tujuan pribadi mereka untuk menolongnya.

Itulah kita.
Nafsu pribadi kita untuk memiliki lebih, lebih, dan lebih, membuat kita melupakan apa yang sebenarnya penting.
Tapi bukan itu tujuan Allah menciptakan kita.
Hidup ini bukan tentang berapa uang yang Anda hasilkan, siapa yang Anda kenal, atau apa yang Anda kerjakan.
Hidup adalah tentang kasih-mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama.

Yesus mengatakan kepada kita dalam Markus 8:35, "Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya."
Allah menciptakan Anda sedemikian rupa dimana Anda tidak akan pernah bahagia, kecuali Anda memberikan hidup Anda dalam karya-Nya.
Anda diciptakan untuk sesuatu yang lebih besar dari diri Anda sendiri.
Alkitab menyebutnya sebagai misi hidup Anda.
Arti hidup tidak datang dari status, gaji, atau jenis kelamin; ia muncul dari pelayanan Anda.
Dengan memberikan hidup untuk pelayanan, Anda bisa merasakan jika hidup Anda memiliki makna.

Renungkan hal ini:

- Apakah saat ini Anda merasa bahagia, tidak puas, atau menderita? Itu merupakan tanda-tanda bahwa Anda lebih fokus pada hal lain selain Kristus. Menurut Anda, apa yang menyebabkan Anda fokus pada hal lain?
- Apa yang harus Anda lakukan untuk bergabung dengan misi Allah?

Misi Allah menciptakan kita yaitu untuk mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Iman adalah Perbuatan

Yakobus 2:15-16 "Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari, dan seorang dari antara kamu berkata: "Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!", tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu?"

Iman lebih dari sekedar perasaan.
Banyak orang keliru mengenali emosi dan perasaan dengan iman.
Mereka datang ke gereja, mereka tergerak secara emosional, mereka terinspirasi, dan mereka distimulasi.
Tetapi itu bukan berarti mereka serta merta sedang berjalan dalam iman.

Alkitab mengatakan bahwa iman adalah perbuatan, yaitu sesuatu yang kita lakukan, bukan hanya apa yang kita rasakan.
Dengan kata lain, iman bukanlah sekedar sentimentalitas.
Katakanlah saya sedang berada di jalan lalu melihat seorang tunawisma.
Saya melihat orang itu kelaparan, kedinginan, dan membutuhkan pakaian serta tempat tinggal.
Lalu apakah saya akan menunjukkan iman saya yang besar jika saya menghampirinya dan berkata, "Semangatlah! Jangan khawatir! Bersukacitalah! Tersenyumlah! Pasang wajah gembira"

Tidak butuh iman yang besar untuk melakukannya.
Iman membawa kasih sayang.
Iman berkata, "Aku akan melakukan apapun yang aku bisa untuk menghentikan sakitmu."
Dalam Perjanjian Baru, para saksi mengatakan bahwa Yesus tergerak oleh belas kasih yang ingin Dia curahkan pada orang-orang yang membutuhkan-Nya.
Dia menunjukkan pada kita bahwa iman adalah sesuatu yang kita lakukan.

Ketika kita melihat seseorang yang sedang kesusahan, kita berbuat sesuatu untuk membantunya.
Kita tidak dengan sigapnya berkata, "Aku akan berdoa untukmu."
Tapi sebaliknya, Alkitab mengatakan bahwa kita menunjukkan iman kita dengan apa yang kita lakukan.

Dunia ini amat terobsesi dengan dirinya sendiri.
Namun jangan kuatir, semakin Anda memberikan hidup Anda untuk Kristus, semakin Anda fokus pada pekerjaan-Nya.
Semakin Anda melayani orang lain dengan kasih yang tanpa balas, dan semakin Anda memberkati orang lain dengan waktu dan talenta Anda, semakin tajam perisai iman Anda melawan budaya dunia ini.

Renungkan hal ini:

- Dalam hal apa saja iman Anda semakin terlihat nyata bagi orang lain?
- Perbuatan-perbuatan apa saja yang dapat membantu Anda menunjukkan iman Anda kepada orang lain hari ini?

Alkitab mengatakan bahwa iman adalah perbuatan, yaitu sesuatu yang kita lakukan, bukan hanya apa yang kita rasakan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Baptisan Anda Bagian dari Keluarga Allah

1 Petrus 4:16 "Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu."

Keluarga yang sehat memiliki martabat; setiap anggotanya tidak malu mengakui dirinya adalah bagian dari keluarga tersebut.
Tapi sayangnya, saya sudah bertemu dengan begitu banyak anggota gereja yang belum pernah mengakui dirinya di depan publik sebagai bagian dari keluarga Allah, dengan cara dibaptiskan.

Baptisan bukanlah suatu ritual opsional yang bisa ditunda atau ditangguhkan.
Baptisan menandakan bergabungnya Anda dalam keluarga Allah.
Secara terbuka Anda mengumumkan kepada dunia, "Aku tidak malu menjadi bagian dari keluarga Allah."
Yesus memerintahkan tindakan yang indah ini bagi semua orang di dalam keluarga-Nya.

Selama bertahun-tahun saya bertanya-tanya mengapa Amanat Agung Yesus mengatakan bahwa baptisan sama pentingnya dengan tugas besar penginjilan dan pemuridan.

Mengapa baptisan sangat penting?
Karena ia melambangkan salah satu tujuan hidup Anda: bersekutu dengan keluarga Tuhan yang kekal.

Baptisan menyatakan iman percaya Anda, bersaksi tentang penguburan dan Kebangkitan Kristus, melambangkan kematian akan hidup lama Anda, dan mengumumkan kehidupan baru Anda dalam Kristus.
Baptisan juga merupakan perayan atas masuknya Anda dalam keluarga Allah.
Baptisan Anda adalah gambaran fisik dari kebenaran rohani.
Baptisan Anda mewakili apa yang terjadi saat Allah membawa Anda masuk ke keluarga-Nya.

Baptisan tidak menjadikan Anda anggota keluarga Allah; hanya dengan iman di dalam Kristus yang bisa melakukannya.
Baptisan menunjukkan jika Anda adalah bagian dari keluarga Allah.
Seperti cincin kawin, ia merupakan satu pengingat akan komitmen yang dibuat di dalam hati Anda.
Baptisan adalah tindakan awal, bukan sesuatu yang Anda tunda sampai Anda dewasa secara rohani.
Satu-satunya syarat Alkitabiah adalah Anda percaya. Itu saja.

Alkitab berkata, "Sebab Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari Satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara." (Ibrani 2:11).
Biarkan kebenaran itu meresap di dalam hati Anda! Yesus membuat Anda kudus, Allah bangga pada Anda.

Renungkan hal ini: 

- Menjadi bagian dari keluarga Allah adalah kehormatan tertinggi, hak istimewa terbesar yang Anda dan saya pernah terima. Tidak ada hal lain yang bisa menandinginya. Jadi, mengapa kita tidak berhenti sekarang dan berterima kasih kepada Tuhan karena telah mengikutsertakan kita ke dalam keluarga-Nya?

- Jika Anda belum dibaptis sebagai bentuk pernyataan iman Anda dalam Kristus, lakukanlah dengan segera seperti yang diperintahkan Yesus.

Baptisan Anda mewakili apa yang terjadi saat Allah membawa Anda masuk ke keluarga-Nya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

Ibadah Doa Pagi

Ibadah Doa Pagi

Popular Post

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More