• slide 1

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010 GSJA Sword bertempat di JL Kartini 8 No.1A...

  • slide 2

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00 kelas terbagi ke dalam tiga kelas: Little Heaven, Kingdom Kid dan Christ Crew...

  • slide 3

    Ibadah Pelajar

    Ibadah yang dihadiri oleh para pelajar yang masih sekolah dan berkuliah, segment keterlibatan dalam drama...

  • slide 4

    Tim Musik GSJA Sword

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah terdiri dari : Agus - Gitaris, Julius dan sylvi- Keyboard, Yanto dan Edy - Drum, Randy - Bass...

  • slide 5

    Drama Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword dalam perayaan Harnas Wanita 2011...

  • slide 6

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011 yang berlangsung di gedung gereja sendiri, sederhana namun membawa hikmat dan berkat tersendiri...

  • slide 7

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword saat perayaan Natal 2010...

  • slide 8

    Natal GSJA Sword, 17 Des 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword pada tanggal 17 Des 2011...

  • slide 9

    Imlek GSJA Sword, 22 Jan 2012

    Ibadah Saat Imlek di GSJA Sword pada tanggal 22 Januari 2012...

  • slide 10

    Gathering Pekerja GSJA Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

  • slide nav 1

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010...
  • slide nav 2

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00...
  • slide nav 3

    Ibadah Pelajar

    Ibadah yang dihadiri oleh para pelajar yang masih sekolah dan berkuliah...
  • slide nav 4

    Tim Musik

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah...
  • slide nav 5

    Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword...
  • slide nav 6

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011...
  • slide nav 7

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword...
  • slide nav 8

    Natal GSJA Sword 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword, 17 Des 2011...
  • slide nav 9

    Imlek GSJA Sword 2012

    Ibadah Saat imlek di GSJA Sword, 22 Januari 2012...
  • slide nav 10

    Gathering Pekerja Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words Of OuR LorD)

Latest from Blog

Menara Doa

Menara Doa

Radio SSK - Pernikahan Dini

Radio SSK - Pernikahan Dini

Doa Fajar

Doa Fajar

Delete this element to display blogger navbar

0 Tetapkan Hidup Anda Untuk Kekekalan

Ibrani 2: 14-15 Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.

Salah satu tujuan Yesus datang ke bumi adalah untuk mengangkat rasa takut Anda akan kematian. Dengan cara apa? Dengan mati di kayu salib dan kemudian bangkit, untuk menunjukkan bahwa ada kehidupan setelah kematian. Alkitab mengatakan dalam Ibrani 2:14-15, Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.

Allah ingin mematahkan rasa takut Anda akan maut. Ketimbang hanya fokus pada rasa sakit Anda di bumi, Allah ingin Anda memandang kepada-Nya dan berharap kepada Surga. Dan Dia ingin Anda membantu orang-orang yang berada di ujung maut untuk melakukan hal yang sama.

Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal (2 Korintus 4:18).

Ketika seseorang dekat dengan maut, Anda perlu mendorong dia untuk melakukan apa yang dilakukan Daud: "Perangkap-perangkap maut terpasang di depanku. Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berteriak minta tolong (Mazmur 18: 5b-6a). Pernahkah Anda melakukannya? Anda tak bisa menawarkan kepada orang lain apa yang belum Anda lakukan. Jika Anda belum menyelesaikan masalah keselamatan Anda, sesungguhnya Anda tengah berjudi dengan kekekalan Anda.

Seandainya Anda mati hari ini, apakah Anda benar-benar yakin akan pergi ke Surga? Jika Anda tidak yakin, atau menjawab "tidak," maka Anda perlu menyelesaikan masalah ini sekarang agar yakin dengan kehidupan Anda setelah kematian, dan mengajak orang lain untuk berharap pada Surga.

Ucapkan doa ini hari ini: "Ya Allah Bapa, Engkau adalah Tuhan, dan aku manusia. Engkau telah mengirim Yesus untuk menjadi Juruselamat manusia, jadi selamatkanlah aku. Ampuni aku atas kesalahan yang kubuat dalam hidupku. Berikanlah aku sebuah awal baru dalam kehidupan ini. Tolong aku untuk tahu tujuan hidupku. Aku ingin mulai membangun hubungan dengan-Mu. Tuhan, masuklah ke dalam hidupku. Aku ingin belajar untuk percaya pada-Mu. Aku ingin belajar untuk mengasihi-Mu. Aku ingin belajar mengasihi orang lain seperti cara-Mu mengasihiku. Dengan kerendahan hati, ketulusan, dan kesungguhan, aku memohon pada-Mu hari ini untuk menyelamatkanku seraya aku menaruh iman percayaku pada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.

Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 27-28; Matius 21:1-22

Allah ingin Anda memandang kepada-Nya dan berharap kepada Surga.(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren).

Read more

0 Gerakan Kecil Yang Membuat Perbedaan Besar

1 Tesalonika 5:14 Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang.

Ketika Anda memberi pelayanan kepada seorang teman yang sedang sekarat, Anda bukan hanya harus ada disana untuk mendukungnya, tetapi juga harus memberi bantuan yang berguna. Apa maksudnya? Anda bersedia melakukan apa saja untuk membantu teman Anda, termasuk membantu dalam hal-hal kecil yang praktis.

Seseorang yang sedang sekarat biasanya merasa sakit di sekujur tubuhnya. Anda bisa menghibur mereka dengan mengurus hal-hal kecil yang bisa membawa perbedaan besar buat mereka. Apakah mereka ingin lampunya dimatikan atau dinyalakan? Apa mereka ingin makan chip es untuk menyejukkan tenggorokan mereka? Apa punggung mereka butuh dipijat? Anda bisa menunjukkan kasih sayang Anda dengan memerikan bantuan-bantuan praktis untuk meringankan rasa sakit dan rasa tak nyaman mereka.

Jangan takut bertanya. Jangan takut menyarankan sesuatu. Alkitab berkata, Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang (1 Tesalonika 5:14).

Orang yang sakit tidak bisa merasakan kebahagiaan. Ketika seseorang sekarat, biasanya mereka gampang marah karena seluruh tubuh mereka terasa sakit. Untuk itu, Anda harus menunjukkan kasih sayang Anda dengan mentolerir kemarahan mereka, dan dengan memperpanjang kebaikan serta kesabaran Anda kepada mereka.

Mengapa ini penting? Karena salah satu ketakutan yang banyak orang hadapi saat mereka sedang berada di ujung maut ialah takut kehilangan kendali tubuh. Pertama, mereka tidak bisa mengendarai mobil mereka sendiri, lalu mulai tak bisa berjalan atau turun dari tempat tidur, lalu yang lebih parah tak bisa ke toilet sendiri.

Anda bisa melayani orang lain yang sedang sekarat dengan semudah memperhatikan kebutuhan mereka tapi juga memberi mereka pilihan-pilihan dalam menghadapi pergumulan ini. Setiap kali Anda memberi piihan kepada mereka, berikan masukan, Apa kau mau memakai atau melepas sendalmu? Apa kau ingin nonton TV? Apa kau ingin sarapan sekarang atau nanti?

Kadang gerakan yang paling kecil atau bantuan kecil yang praktis bisa memberi pengaruh yang paling besar.

Renungkan Hal ini :

Situasi apa yang Anda hindari sebab Anda tak tahu bagaimana caranya memberi pelayanan atau bantuan kepada orang lain?

Bagaimana sikap Anda berubah ketika memahami arti dari kehadiran Anda dan bantuan- bantuan kecil yang bisa Anda berikan?

Apabila Anda sedang menghadapi maut, bagaimana Anda ingin orang lain melayani Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 25,26; Matius 20:17-34

Gerakan kecil yang tidak terlihat justru merupakan bantuan yang dibutuhkan oleh seseorang (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Untuk Bisa Menghibur Yang Sekarat, Taklukkan Ketakutan Anda

Mazmur 89:48 Siapakah orang yang hidup dan yang tidak mengalami kematian, yang dapat meluputkan nyawanya dari kuasa dunia orang mati? Sela.

Sebelum Anda bisa membantu siapa pun yang sedang menghadapi kematian, Anda harus menaklukkan ketakutan-ketakutan yang ada dalam hidup Anda.

Kematian membuka ketakutan yang tersembunyi dari dalam diri kita. Ketika kita merasa terekspos, kita biasanya akan bersembunyi. Manusia sudah melakukannya sejak Adam dan Hawa bersembunyi dari Allah karena mereka telanjang.

Ketakutan-ketakutan apa yang Anda punya dengan orang-orang yang sedang sekarat?

Mungkin Anda takut mengucapkan sesuatu yang salah. Anda takut itu malah membuat keadaan bertambah buruk. Anda takut bahwa Anda akan mengacaukan segalanya. Dan yang paling buruknya lagi, Anda tak berbuat apa-apa.

Tak terhitung sudah berapa banyak orang yang saya temani menjelang kematiannya. Saya sudah menyaksikan banyak sekali kematian. Tapi izinkan saya menenangkan hati Anda: Hampir tidak mungkin Anda akan mengacaukan keadaan, sebab orang yang sekarat sudah tahu jika mereka sedang berada di ujung nafasnya. Jadi, yang perlu Anda lakukan adalah berada disana untuk mereka, dan rasakan perbedaannya.

Berbeda dengan realita, ada sedikit sekali momen "Hallmark" (film-film dengan genre drama romantis) ketika seseorang mati. Orang yang sedang sekarat tidak duduk di tempat tidur dan berkata, "Aku mencintaimu!" lalu mati! Itu hanya ada di film. Sebab dalam kenyatannya, hanya sedikit sekali orang yang sekarat yang mengucapkan pernyataan atau mengungkapkan satu rahasia besar yang menghebohkan orang di sekitarnya.

Kematian itu benar-benar sangat biasa. Kematian itu tidak menakutkan, tidak menyeramkan, tidak aneh. Seseorang hanya berhenti bernapas. Detik ini ia bersama kita, lalu di detik berikutnya ia pergi.

Alkitab mengatakan, Siapakah orang yang hidup dan yang tidak mengalami kematian, yang dapat meluputkan nyawanya dari kuasa dunia orang mati? Sela (Mazmur 89:48). Kesalahan terbesar yang bisa Anda buat dengan seseorang yang sedang sekarat adalah tidak berada di sana bersama mereka karena Anda takut. Begitu Anda menghadapi ketakutan akan kematian, Anda akan mampu membantu seorang teman menghadapi ketakutan mereka, waktu saatnya tiba.

Renungkan hal ini :

Apa ketakutan-ketakutan Anda tentang menyaksikan kematian? Menurut Anda dari mana asalnya ketakutan itu?

Mengapa Anda pikir sangat sulit bagi orang untuk berbicara tentang kematian?

Apa yang dikatakan oleh kematian dan kebangkitan Yesus Kristus tentang kematian?

Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 23-24; Matius 20:1-16

Kematian itu benar-benar sangat biasa. Kematian itu tidak menakutkan, tidak menyeramkan, tidak aneh.(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren).

Read more

0 Budgeting: Kenali Posisi Keuangan Anda

Amsal 24:3 Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan,

Salah satu langkah paling penting menuju kebebasan finansial ialah dengan membuat daftar semua harta benda yang Anda punya, semua hutang yang Anda punya, dan semua pemasukan yang Anda terima. Seperti ini caranya mencatat keuangan-prinsip dasar akuntansi.

Alkitab mengatakan, Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan (Amsal 24:3). Anda bijak dengan uang Anda ketika Anda tahu dimana dia berada, kemana dia pergi, dan dari mana asalnya.

Orang bilang uang berbicara. Tidak, uang tidak berbicara! Ia justru pergi meninggalkan Anda dengan diam-diam. Jika Anda sudah sampai di akhir bulan dan bertanya, "Kenapa uang saya sudah habis? Itu berarti Anda tidak membuat anggaran belanja. Sebab jika Anda punya anggaran belanja, Anda intinya mengatakan kepada uang Anda kemana ia harus pergi, ketimbang bertanya- tanya kemana ia perginya. Penganggaran berarti pengeluaran yang dirancanakan.

Mengapa prinsip mencatat dan mengetahui seberapa besar hutang, pendapatan, dan harta benda Anda begitu penting? Karena ketidaktahuan ditambah kredit yang mudah didapat itu sama dengan bencana!

Saat Anda hendak pergi ke sebuah toko, jangan membawa kartu kredit. Sebab jika Anda tak tahu apakah akan mampu membayarnya atau tidak, sebenarnya Anda sudah berada dalam bahaya. Sungguh bodoh memutuskan sesuatu sebelum tahu fakta-faktanya. Tidak bijak membeli sesuatu sebelum Anda tahu apakah Anda mampu membayarnya kemudian atau tidak. Satu-satunya cara untuk mengetahui di mana posisi keuangan Anda saat ini ialah dengan mencatat keuangan dan menganggarkan pengeluaran Anda.

Terjemahan lain dari Amsal 24:3 mengatakan, Rumah dibangun oleh kebijaksanaaan, diteguhkan oleh pengertian, dan diperkaya oleh pengetahuan.

Buatlah catatan keuangan Anda, kenali kondisi keuangan Anda dengan baik, dan hiduplah sesuai dengan leman plan Anda.

Renungkan hal ini :

Apa yang menahan Anda untuk jujur melihat kondisi keuangan Anda saat ini? Apa yang perlu Anda lakukan untuk mengubahnya?

Dalam bidang-bidang apa saja dalam kehidupan Anda dimana begitu sulit mengerem pengeluaran Anda?

Menurut Anda bagaimana Tuhan ingin Anda memprioritaskan pengeluaran Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 21-22; Matius 19

Mari gunakan berkat yang Tuhan beri dengan bijaksana. Buatlah perencanaan yang matang dan jadilah pengelola yang baik.(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren).

Read more

0 Prioritaskan Tuhan Dengan Perpuluhan Anda

Matius 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Salah satu tokoh bisnis yang paling terkenal dan paling sukses dari California Selatan pernah berkata pada saya, "Rick, kau perlu memberitahu orang-orang, waktu terbaik untuk memulai perpuluhan adalah waktu mereka mempunyai hutang. Sebab di saat inilah mereka paling butuh pertolongan Tuhan.

Apa pun yang Anda harap Tuhan berkati dalam hidup Anda, tempatkan Dia di tempat pertama dalam hal tersebut. Anda ingin Tuhan memberkati bisnis Anda? Tempatkan Dia di tempat pertama dalam bisnis Anda. Anda ingin Tuhan memberkati pernikahan Anda? Tempatkan Dia di tempat pertama dalam pernikahan Anda. Anda ingin Tuhan memberkati waktu Anda? Tempatkan Dia di tempat pertama dalam pernikahan Anda. Anda ingin Tuhan memberkati keuangan Anda? Tempatkan Dia di tempat pertama dalam keuangan Anda.

Dalam hal apapun Anda memprioritaskan Tuhan, itulah yang akan Dia berkati. Matius 6:33 mengatakan, Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." Anda harus memutuskan bahwa Anda akan memberi perpuluhan dan juga menabung, meski itu berarti Anda harus mengencangkan ikat pinggang untuk bisa melakukan keduanya.

Anda bisa memilih seberapa besar uang yang Anda butuhkan untuk hidup. Pilihan ada di tangan Anda. Tidak ada yang mengatur jenis mobil-mobil Anda, rumah yang Anda tinggali, atau seberapa besar limit kartu kredit Anda. Anda yang menentukan gaya hidup Anda.

Namun Tuhan ingin Anda memberi, dan Dia ingin Anda juga menabung. Jika Anda memberi perpuluhan 10 persen dan menabung 10 persen, berarti Anda hidup dengan 80 persen dari penghasilan Anda.

Katakanlah penghasilan keluarga Anda adalah Rp. 120 juta per tahun dan Anda mulai merencanakan perpuluhan di usia 40. Maka, selama dua puluh tahun ke depan, ketika usia Anda 60, Anda akan memberikan sebanyak Rp. 1M 440 juta untuk pekerjaan Allah di dunia, dan Anda akan memiliki uang lebih dari Rp. 1M 440 juta tidak termasuk investasi dan tabungan-tabungan Anda.

Ini mungkin berarti perubahan yang besar bagi keluarga Anda. Ini mungkin berarti Anda harus mengorbankan banyak hal. Tetapi apapun yang di dalam Tuhan tak akan sia-sia! Ada hadiah besar yang akan menanti. Tuhan akan selalu menghargai bidang-bidang dimana Anda memprioritaskan-Nya di tempat pertama.

Alkitab berkata, "Di hadapan TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih-Nya untuk membuat nama-Nya diam di sana, haruslah engkau memakan persembahan persepuluhan dari gandummu, dari anggurmu dan minyakmu, ataupun dari anak-anak sulung lembu sapimu dan kambing dombamu, supaya engkau belajar untuk selalu takut akan TUHAN, Allahmu (Ulangan 14:23).

Renungkan hal ini :

Perubahan-perubahan apa yang Anda perlukan untuk menjalankan gaya hidup 80 persen dari penghasilan Anda?

Benda-benda apa yang paling tak bisa Anda lepaskan? Bagaimana benda-benda tersebut bersaing dengan Tuhan dalam hidup Anda?

Menurut Anda apa kaitan antara menabung dengan memprioritaskan Tuhan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 19-20; Matius 18:21-35

Apa pun yang Anda harap Tuhan berkati dalam hidup Anda, tempatkan Dia di tempat pertama dalam hal tersebut (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren).

Read more

0 Mengapa Harus Salib Allah?

1 Korintus 1:18 Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.

Ada satu kisah nyata tentang sepasang kekasih yang pergi ke toko perhiasan. Saat si penjaga toko menunjukkan pada mereka berbagai perhiasan, si wanita berkomentar, Aku suka yang ini, tetapi apa kau punya yang lain yang tak ada hiasan Pria Kecil ini diatasnya?"

Itulah yang diinginkan begitu banyak orang hari ini: sebuah salib yang tanpa Yesus. Mereka ingin salib yang tak menyinggung siapa pun - salib yang akan terlihat keren jika dipadu dengan pakaian mereka. Tapi jikalau kita bisa kembali ke masa lampau dan melihat salib dalam konteks aslinya, kita akan sadar bahwa ini merupakan simbol yang berlumuran darah dan hina. Sungguh ngeri membayangkan seseorang digantung di kayu salib.

Bangsa Romawi memilih hukuman penyaliban sebab itu merupakan cara mati yang perlahan-lahan dan yang begitu menyiksa, ini dirancang untuk mempermalukan seseorang. Selain itu, penyaliban di luar kota Romawi juga dianggap sebagai peringatan kepada siapa saja yang berani menentang peraturan di kerajaan Romawi.

Jika saja ada cara lain, apakah Anda pikir Allah akan membiarkan Putra-Nya menderita seperti ini? Jika ada cara lain, kita bisa saja diampuni oleh Allah dengan mudah. Jika hidup dengan moral yang baik bisa mengantarkan kita ke Surga, maka Yesus tidak akan pernah mati bagi kita. Namun Dia telah mati - sebab penyaliban adalah satu-satunya jalan. Dia harus membayar harga untuk dosa kita, dan di kayu salib, Yesus membeli keselamatan dunia.

Jika Anda pernah tergoda untuk meragukan kasih Allah atas Anda, bahkan untuk sesaat, maka pandanglah lekat-lekat salib Allah. Bukan paku-paku yang menopang tubuh Yesus di kayu salib, melainkan kasih-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 16-18; Matius 18:1-20

Ingat kasih-Nya, ingat kebaikan-Nya. Semua yang Dia lakukan atas hidup kita layak untuk di ceritakan (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie).

Read more

0 Janji-janji Dengan Sebuah Syarat

Mazmur 91:1 Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa.

Tak bisa dipungkiri, Mazmur 91 adalah permata di antara mazmur-mazmur lain dalam Alkitab. Selain Mazmur 23, Mazmur ini telah memberi kita semangat dan penghiburan yang lebih, selama berabad-abad lamanya.

Tapi perlu dicatat bahwa berkat-berkat yang dijanjikan dalam Mazmur 91 tidak untuk sembarang orang. Berkat-berkat ini diberikan secara khusus kepada orang-orang percaya dan bukan hanya orang orang percaya pada umumnya. Ini ditujukan kepada orang-orang percaya yang khusus memenuhi persyaratan yang ditemukan dalam mazmur tersebut. Mazmur 91 penuh dengan apa yang kita sebut "janji bersyarat." Artinya, Allah berjanji untuk melakukan hal-hal tertentu bagi kita, namun tergantung dari apakah kita mengerjakan hal-hal yang Dia kehendaki itu dengan sungguh-sungguh atau tidak.

Ayat 1 dimulai, Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa Kata duduk disini dapat diartikan sebagai "tenang dan damai, tak akan berubah, kekal selamanya" Sama dengan kata "tinggal" yang sering kita lihat dalam Perjanjian Baru. Yesus berkata, "Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa(Yohanes 15:5). Kata tinggal" disini berarti tinggal di suatu tempat tertentu, menjaga persekutuan dan hubungan yang konstan dengan-Nya.

Syarat-Nya: Jika engkau ingin mengalami janji-janji dalam Mazmur 91-perlindungan-Ku, berkat-Ku, dan karunia-Ku-engkau harus tinggal dalam naungan Yang Mahatinggi. Engkau harus terus bersekutu dengan-Ku.

Kita memiliki relasi dengan Allah sebab kita telah menaruh iman kita di dalam Yesus Kristus dan telah berpaling dari dosa. Tapi apakah saat ini kita hidup dalam persekutuan yang konstan dengan Allah? Banyak orang percaya lalai melakukannya.

Allah senang menjalin relasi dengan Anda - bukan hanya di hari Minggu, tetapi di sepanjang minggu.

Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 14-15; Matius 17

Dia ingin Anda tinggal di dalam naungan Yang Mahakuasa.(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie).

Read more

0 Tuhan Yang Humanis

Yohanes 1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Ada cerita tentang seorang anak kecil yang ketakutan di tengah malam ketika terjadi hujan petir. Ia berteriak dari kamarnya, "Ayah, aku takut!"

Ayahnya, tidak mau keluar dari tempat tidur, menyahut, "Jangan khawatir, Nak. Tuhan sayang padamu dan akan menjagamu.

Suasana menjadi sunyi untuk beberapa saat. Lalu anak kecil itu membalas, "Aku tahu Tuhan sayang padaku, tapi sekarang aku ingin ditemani seseorang.

Kadang-kadang Allah kita yang begitu besar dan dahsyat itu seolah-olah tak bisa kita gapai. Itulah mengapa Yesus datang. Dia adalah Tuhan yang mengambil rupa manusia, yang berjalan di antara kita dan menunjukkan kepada kita seperti apa Allah itu. C.S Lewis menggambarkannya dengan indah: "Anak Allah menjadi manusia untuk memungkinkan manusia untuk menjadi anak-anak Allah"

Allah menjadi manusia agar Anda menjadi anak Allah. Anda tidak dilahirkan sebagai anak Allah; Alkitab mengatakan bahwa Anda perlu dilahirkan kembali (lihat Yohanes 3:3). Harus datang satu titik dalam hidup Anda dimana Anda berbalik dari dosa dan mengundang Yesus Kristus masuk dan menjadi Juruselamat serta Tuhan Anda.

Sudahkah Anda melakukannya? Bila Anda mati hari ini, apakah Anda yakin akan pergi ke surga? Ya, bisa saja. Dia pernah berjalan di antara kita untuk waktu yang singkat di bumi ini. Tapi Anda bisa berjalan bersama-Nya selamanya. Pilihan itu ada di tangan Anda.

Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 12-13; Matius 16

Allah itu humanis dan Anda bisa terus berjalan bersama-Nya setiap hari.(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie).

Read more

0 Mengejar Ikan Sarden

Matius 22:37-39 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Beberapa tahun lalu, tiga ratus paus ditemukan terdampar di sebuah pantai. Para ilmuwan berspekulasi bahwa paus tersebut tengah mengejar ikan-ikan sarden, lalu terjebak di perairan dangkal saat air laut pasang. Bukankah ini satu hal yang menakjubkan? Hanya dengan mengejar ikan sarden yang kecil, makhluk raksasa ini pada akhirnya mengantarkan diri mereka sendiri pada maut.

Hal ini sama dengan manusia, ibaratnya banyak orang membuang-buang hidup mereka dengan mengejar ikan sarden. Mereka mengejar hal-hal tak penting dan tak punya fokus dan tujuan yang jelas dalam benaknya. Tapi Allah mengajarkan kita apa yang seharusnya menjadi tujuan utama dari setiap orang Kristen. Jika kita bisa meluruskan prioritas-prioritas kita, maka segalanya akan berjalan dengan selaras. Bahkan, jika kita bisa melaksanakan kedua prinsip ini dalam hidup kita, maka Anda akan dengan sendirinya melaksanakan semua perintah Allah, sebagai bentuk nyata komitmen Anda kepada-Nya. Apa prinsip-prinsip itu? Satu, "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu ( Matius 22:37), dan yang kedua, Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri (ayat 39).

Ketika Yesus mengajarkan ke dua hukum kasih ini, Dia sedang mengidentifikasi apa yang harus menjadi fokus dari setiap orang. Pada dasarnya, Ia mengatakan bahwa kasih adalah dasar atas semua ketaatan. Jika Anda benar-benar mengasihi Allah, maka Anda akan secara alami ingin melakukan hal-hal yang menyenangkan Dia.

Telah dikatakan bahwa jika Anda tak punya tujuan dalam hidup, maka Anda tak akan mendapatkan apapun. Apa prioritas utama Anda? Apa cita-cita Anda? Kita semua menyalurkan energi, semangat, dan pemikiran kita terhadap sesuatu dalam hidup. Apa sesuatu itu bagi Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 9-11; Matius 15:21-39

Kasih adalah dasar atas semua ketaatan karena itu lakukan hal-hal yang menyenangkan hati-Nya (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie).

Read more

0 Prioritas

Matius 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Seorang pria yang sedang berkendara melintasi suatu desa ketika terjadi hujan badai, melihat seorang petani tua yang sedang memeriksa kerusakan lumbung gandumnya. Pria itu menepi dan bertanya apa yang terjadi.

"Atapnya roboh," jawab petani. Mengapa bisa roboh?" tanya orang asing itu.

"Atap ini sudah lama bocor, akhirnya ia jadi lapuk dan tak kuat menahan air hujan. kata sang petani. Kenapa Anda tidak memperbaikinya sebelum ia menjadi lapuk?

Tuan" kata petani itu, "Saya sebenarnya sudah punya rencana untuk memperbaikinya. Waktu cuacanya baik, saya pikir semuanya baik-baik saja. Tapi waktu hujan turun, atapnya terlalu basah sehingga sulit untuk diperbaiki.

Bukankah menakjubkan bahwa ketika Anda begitu ingin melakukan sesuatu, entah bagaimana, Anda selalu bisa menyempatkan waktu untuk melakukannya, tidak peduli seberapa sibuknya Anda? Tapi ketika seseorang meminta Anda untuk melakukan sesuatu yang enggan Anda lakukan, tiba-tiba tidak ada waktu kosong di jadwal kegiatan Anda.

Hal ini juga bisa terjadi dalam kehidupan orang Kristen. Jika kita melayani Tuhan hanya ketika itu mudah dilakukan, maka kita tidak menempatkan-Nya sebagai prioritas utama. Dan jika kita meluangkan waktu hanya untuk Dia di saat kita mengalami kesulitan, kita sesungguhnya juga sedang melewatkan apa yang ingin Tuhan lakukan di dalam hidup kita.

Betapa senangnya memberikan waktu untuk hal-hal yang surgawi- menempatkan-Nya di atas segala perkara. Betapa senangnya menyusun prioritas-prioritas yang tepat, ketimbang membuat alasan-alasan. Berikan waktu Anda untuk Allah, sebab ini bukan hanya cara hidup yang sederhana, tapi juga yang terbaik.

Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 7-8; Matius 15:1-20

Jika Tuhan adalah prioritas Anda maka lakukan apapun untuk-Nya dalam kondisi apapun dan berikan secara full jangan setengah-setengah (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie).

Read more

0 Resep Untuk Hidup Bahagia

Matius 22:37-39 Jawab Yesus kepadanya, Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."

Hikmat yang konvensional mengatakan: Jika Anda ingin bahagia, utamakan diri Anda sendiri. Anda harus melakukan berbagai cara agar keinginan dan kebutuhan Anda bisa terpenuhi. Tidak peduli siapa yang harus Anda injak. Tidak peduli siapa yang harus Anda lukai selama prosesnya, Anda harus mengutamakan diri Anda sendiri. Inilah yang dikatakan dunia.

Pertanyaannya adalah, apakah hikmat ini benar-benar berhasil? Tidak. Karena berdasarkan pengalaman kita, kita tahu bahwa usaha-usaha itu pada akhirnya akan gagal total. Kebahagiaan itu sifatnya pasang surut, tak ada yang abadi.

Berikut adalah rumus Allah dalam memperoleh hidup yang bermakna dan penuh. Berikut cara-Nya: Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seseorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri (Filipi 2:1-3).

Semua orang mengatakan, "Pikirkan dirimu sendiri. Tak usah pedulikan orang lain. Tetapi Alkitab mengatakan, "Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga (Filipi 2:4).

Alkitab mengajarkan bahwa kita harus memperhatikan kepentingan orang lain. Sebenarnya ini sudah ada dalam sifat dasar manusia, sehingga ini bukan sesuatu yang perlu kita pelajari lagi.

Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 4-6; Matius 14:22-36

Resep untuk hidup bahagia : perhatikan kepentingan orang lain jangan hanya memikirkan diri sendiri. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Terdorong Keluar

Lukas 8:14 Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.

Saya selalu kagum dengan ilalang. Yang biasa kita lakukan dalam menanam bunga yaitu memetik sekuntum bunga kecil, tanam di lokasi yang sempurna, siram, dan pastikan tak ada hama yang merusaknya. Anda bisa berikan treatment yang terbaik, dan bunga itu perlahan-lahan pasti akan tumbuh. Tapi kemudian, dalam jangka waktu yang bersamaan, beberapa ilalang kecil juga muncul dari sela-sela kecil trotoar jalan dan mulai mendorong keluar bunga tersebut.

Tapi ilalang tidak serta merta keluar dari tanah, memegang erat bunga, dan mulai menggoncangkan-goncangkannya. Proses ini bertahap. Pertama tumbuh sekuntum bunga, lalu ilalang muncul. Keesokan harinya, ilalang ini tumbuh semakin dekat. Dan begitu seterusnya sampai ilalang itu mulai menyelimuti bunga itu dan menghimpit pertumbuhannya.

Itulah yang Yesus ajarkan dalam perumpamaan tentang penabur: Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang (Lukas 8:14). Ini bukan sesuatu yang terjadi dalam waktu semalam; ini butuh jangka waktu yang lama.

Saya juga menemukan hal menarik yang mengatakan bahwa "kekuatiran dan kekayaandan kenikmatan hiduplah yang mencegah benih Firman Allah tumbuh dan menghasilkan buah. Itu semua merupakan hal-hal baik yang berubah menjadi hal yang paling penting dalam hidup kita, dan yang kemudian menghimpit perumbuhan rohani kita.

Ini bukan gambaran seseorang yang menolak mentah-mentah untuk berdoa, membaca Alkitab, atau pergi ke gereja. Sebaliknya, ini merupakan gambaran seseorang yang berpikir bahwa hal-hal ini adalah baik dilakukan. Lalu seiring berjalannya waktu, mereka semakin tidak tertarik dengan Kristus, dan hal-hal duniawi ini menjadi lebih penting buat mereka ketimbang hal-hal surgawi. Itulah yang menghimpit kehidupan rohani mereka.

Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 1-3; Matius 14:1-21

Jangan sampai Anda terdorong keluar dan semakin menjauh dari kasih Kristus (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie).

Read more

0 Baik Selamanya

Kisah Para Rasul 16:6 Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia.

Allah lebih bijak dibanding saya, dan apa yang kelihatan baik saat ini, belum tentu menjadi baik selamanya. Dan apa yang baik selamanya tidak selalu langsung kelihatan baik, tetapi harus melalui proses yang menyakitkan. Terkadang ketika Tuhan berkata tidak, kita menganggap Dia tidak menjawab doa-doa kita. Tapi apa yang sebenarnya kita keluhkan ialah kita tidak senang dengan jawaban-Nya. Kita berkata, Tuhan, maukah Engkau melakukan ini untukku? tapi Dia menjawab tidak. Kemudian kita pun menarik kesimpulan sendiri jika Dia tidak mengasihi kita. Tetapi sebenarnya, Tuhan berkata tidak sebab Dia mengasihi kita. Dia sedang merencanakan hal lain untuk kita.

Kita bisa melihat kasus ini dalam Kisah Para Rasul 16, ketika Paulus peduli dengan gereja- gereja di Asia Kecil, dan hendak mengunjungi mereka kembali untuk memeriksa progres mereka. Namun ada satu masalah kecil, Allah punya rencana lain. Meski Paulus sudah mencoba berbagai cara untuk sampai ke sana, Allah tetap berkata tidak: Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka (ayat 7).

Roh Kudus tidak mengizinkan mereka. Saya penasaran dengan pernyataan itu karena saya ingin tahu bagaimana cara Roh Kudus menyampaikan pesan kebenaran itu kepada mereka. Apakah dengan semudah memberi mereka rasa bimbang? Pernahkah Anda berada di satu situasi di mana dari luar segalanya kelihatan baik-baik saja, tapi di dalam hati, Anda merasa ragu. Apapun yang sesungguhnya sedang terjadi, Anda tak yakin apakah harus benar-benar melakukannya atau tidak.

Dan kadang cara Allah berkata tidak adalah sesimpel menutup pintu. Allah punya waktu-Nya sendiri. Dalam kasus Paulus dan Silas, waktu-Nya tidak cocok dengan waktu yang mereka rencanakan untuk pergi melayani. Dia ingin mereka pergi ke tempat lain. Dan hal yang sama juga berlaku untuk saya dan Anda.

Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 46-48; Matius 13:1-30

Cara Allah berkata tidak adalah karena Allah punya waktu-Nya sendiri untuk menolong Anda dan saya. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Mengucap Syukur Dalam Segala Hal

1 Tesalonika 5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Dalam bukunya, The Hiding Place, Carrie ten Boom menceritakan sebuah kisah luar biasa tentang pentingnya mengucap syukur. Corrie dan adik perempuannya Betsie, ditahan di sebuah kamp konsentrasi Nazi, bernama Ravensb├╝ck. Mereka tinggal di barak-barak yang terjangkit wabah kutu. Kutu ada dimana-mana, di rambut dan di tubuh mereka. Suatu hari Betsie mengatakan pada Corrie bahwa mereka harus mengucap syukur kepada Tuhan atas kutu-kutu itu.

Corrie merasa Betsie sudah gila. Dia sendiri tak bisa membayangkan dirinya berterima kasih atas kutu-kutu itu. Tetapi Betsie bersikeras mengingatkan kakaknya bahwa ada tertulis di Alkitab, Mengucap syukurlah dalam segala hal, Tapi tetap saja Corrie tak bisa mengucap syukur pada Tuhan atas kutu-kutu itu.

Seiringnya waktu, Corrie dan Betsie kian giat merangkul wanita- wanita lain di barak tersebut dengan pesan Injil, dan mengadakan Studi Alkitab. Belakangan mereka menyadari oleh karena kutu- kutu tersebutlah, para sipir tidak berani mendatangi barak-barak mereka, sehingga mereka semua bebas melakukan Studi Alkitab mereka. Dan hasilnya, mereka berhasil melakukan pelayanan mereka kepada banyak kaum wanita. Allah dapat memakai kutu untuk melakukan karya-Nya.

Jika Alkitab mengatakan, Mengucap syukurlah dalam beberapa hal, saya bisa katakan, Oke, itu bukan satu masalah!

Tetapi Alkitab mengatakan, Mengucap syukurlah dalam segala hal, Ini bukan hal yang mudah dilakukan.

Memang sulit bersyukur atas segala hal. Ada beberapa perkara yang terjadi, yang harus saya akui saya tak senang itu terjadi. Tapi saya senang bahwa terlepas dari masalah yang saya hadapi, Allah masih mengenakan mahkota-Nya, dan Dia masih memegang kendali atas semua keadaan yang mengepung hidup saya.

Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 43-45; Matius 12:24-50

Mengucap syukurlah dalam segala hal bukan dalam beberapa hal.(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Di Topang Oleh Roh-Nya

Efesus 5:17-18 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,

Ketika berpikir tentang dipenuhi dengan Roh Kudus, kita sering menghubung-hubungkannya dengan pengalaman emosional atau sukacita yang luar biasa. Namun pada kenyataannya, kata dipenuhi bisa diartikan sebagaii "dikendalikan oleh sesuatu." Ini sebuah kata yang menggambarkan apa yang terjadi ketika angin meniup layar perahu dan kemudian memandunya. Jadi, perintah Allah ini sebenarnya berarti mengizinkan Roh-Nya mengisi dan mengendalikan hidup kita.

Hal lain yang menarik tentang kata "penuhi" ialah dalam bahasa aslinya menggambarkan sesuatu yang harus dilakukan secara terus menerus. Jadi Anda bisa menerjemahkannya menjadi, "Teruslah penuh dengan Roh Kudus. Ini bukan peristiwa yang terjadi sekali seumur hidup. Sebaliknya, ini adalah peristiwa yang terjadi lagi dan lagi, sama seperti kita berulang kali mengisi tangki gas mobil kita supaya ia tetap bisa berjalan. Allah ingin mengisi ulang kita dengan Roh-Nya. Alangkah baiknya jika kita bisa mengucapkan ini setiap hari, "Tuhan, penuhi aku dengan Roh-Mu. Tuhan, penuhi aku sekali lagi." Terlepas dari apakah Anda sudah merasakan pengalaman spiritual atau belum, itu hanya sangat kecil hubungannya dengan realitas bahwa Anda bisa dipenuhi dan dikendalikan oleh Roh Kudus.

Satu hal lagi yang menarik tentang kata ini dalam Efesus 5:18 ialah ini merupakan sebuah perintah, bukan saran. Alkitab tidak mengatakan, "Jika cocok dengan jadwalmu, jika kau tidak keberatan, maukah kau memikirkan masak-masak untuk mengizinkan Roh Kudus memenuhimu dan mengendalikanmu?" Tidak, dalam Efesus 5:18, Allah memerintahkan agar kita senantiasa penuh dengan Roh Kudus.

Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 41-42; Matius 12:1-23

Dia tahu betul bahwa hubungan intim dengan diri-Nya akan membawa kita pada pemenuhan dan kebahagiaan terbesar yang pernah kita rasakan dalam hidup kita. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Tuhan Penguasa Semua

Lukas 14:33 Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.

Adalah George Bernard Shaw yang mengatakan, "Ada dua sumber ketidakbahagiaan dalam hidup ini. Satu, tidak mendapatkan apa yang Anda inginkan; yang kedua, orang lain yang mendapatkannya.

Pernyataan ini mengingatkan saya pada satu kisah dalam Matius 19 tentang seorang penguasa muda yang kaya raya yang datang kepada Yesus untuk mencari satu jawaban. Diantara semua orang, mungkin kita pikir ia seharusnya sudah puas dan bahagia dengan hidupnya. Dia punya pengaruh besar dan harta kekayaan. Namun kendati segala yang sudah ia dapatkan, ada sesuatu yang hilang dalam hidupnya. Dia bertanya, "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"

Kata Yesus kepadanya: "Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah. Yesus tidak menyiratkan bahwa dengan melakukanSepuluh Perintah Allah maka seseorang akan diselamatkan. Sebaliknya, Yesus menekankan Sepuluh Perintah Allah sebagai cermin untuk menunjukkan kepada orang ini dosa-dosanya.

Sang penguasa muda menjawab, "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang? Saya membayangkan Yesus mungkin tersenyum mendengarnya. Yesus melihat jawaban apa yang sebenarnya dicari orang ini. Dia ingin membuat orang ini mengeluarkan usaha lebih, dan berkata , "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."

Yesus tahu apa masalahnya dengan penguasa muda ini, kekayaannya telah menguasai jiwanya. Tetapi bila ada orang yang bertanya hal yang sama, Yesus bisa memberikan jawaban yang berbeda. Sebab apa yang sebenarnya menjauhkan seseorang dari Kristus dan dari pertumbuhan rohaninya berbeda- beda bagi tiap orang.

Untuk itu, kiranya kita mau dengan rendah hati datang kepada Yesus dan bertanya, "Tuhan, apakah ada sesuatu dalam hidupku yang menghalangiku menjalankan relasi dengan-Mu?

Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 39-40; Matius 11

Tuhan pencipta dan penguasa atas semua, karena itu jangan ada sesuatu yang menghalangi Anda dalam membangun hubungan dengan-Nya (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Rohani Yang Tertidur

Lukas 9:33 Dan ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada-Nya: "Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu.

Mengapa Petrus mengatakan hal itu selama waktu yang sepenting masa Tansfigurasi? Injil memberi kita dua alasan: Satu, dia tidak tahu harus berkata apa, dan dua, ia "baru bangun dari tidurnya (lihat Lukas 9:32). Ini sunggh waktu yang buruk untuk tertidur. Bayangkan apa lagi yang mungkin bisa dilihat Petrus seandainya ia sepenuhnya sadar dan berjaga-jaga.

Ini, tentu saja, bukan yang terakhir kalinya bagi Petrus, bersama dengan Yakobus dan Yohanes, tertidur ketika seharusnya berjaga-jaga. Di Taman Getsemani, Yesus menyuruh mereka untuk berjaga-jaga dan berdoa. Lalu Dia pergi meninggalkan mereka beberapa meter jauhnya, dan mulai berdoa. Namun ketika Dia datang kembali, mereka semua pulas tertidur. Mereka kehilangan peristiwa penting dalam kehidupan Yesus.

Saya ingin tahu berapa banyak dari kita yang melewatkan momen bersama Allah karena rohani kita sedang tertidur. Berapa kali rohani kita tertidur ketika Allah ingin berbicara kepada kita melalui Firman-Nya? Karena kita terlalu sibuk dengan hal-hal lain, kita tidak punya disiplin diri untuk mengambil Alkitab dan membukanya. Berapa kali rohani kita tertidur pulas, dan bukannya pergi ke gereja dan diberi makan dari Firman Allah? Berapa kali rohani kita tertidur ketika Allah ingin kita berbicara demi nama-Nya?

Seperti para murid, kita juga bisa saja terlewatkan apa yang Allah ingin kerjakan melalui kita. Sebab itu, kita harus selalu terjaga, waspada, dan memperhatikan.

Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 36-38; Matius 10:21-42

Dengan selalu terjaga, waspada dan memperhatikan Firman Tuhan maka rohani Anda tidak akan tertidur (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Seperti Domba

1 Petrus 2:25 Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

Di lebih dari satu kesempatan, Alkitab mengumpamakan orang-orang Kristen dengan domba. Saya tidak tahu apakah harus gembira dengan perumpamaan ini karena domba bukanlah hewan paling cerdas di bumi ini. Alangkah menyenangkan jika Allah mengumpamakan kita dengan lumba-lumba. Itu baru hewan yang cerdas! Saya pernah berkesempatan mengobrol dengan seorang pelatih lumba-lumba. Saya bertanya padanya,"Apakah lumba-lumba itu benar-benar secerdas yang kita kira?

Jawabnya, "Dalam beberapa hal, ya, dalam beberapa hal, tidak. Lumba-lumba sangat cerdas dalam banyak hal karena mereka dapat membaca simbol dan paham artinya." Bagi saya ini sungguh menakjubkan.

Tetapi Yesus tidak membandingkan kita dengan lumba-lumba, melainkan dengan domba. Dan domba adalah hewan terbodoh yang pernah ada. Mereka lemah, mudah takut, tidak bisa berjalan sangat cepat, dan kurang berusaha untuk membela diri. Terlebih lagi, mereka butuh perawatan dan perhatian yang terus menerus. Domba dikenal karena berjalan mengikuti satu sama lain, bahkan sampai mati. Telah didokumentasikan bahwa jika satu domba terjun dari tebing, maka yang lain akan mengikuti.

Alkitab mengatakan, "Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian (Yesaya 53:6). Coba pikir berapa banyak orang yang telah jatuh ke kebohongan yang sama, dari generasi ke generasi. Mereka jatuh ke dalam sampah yang sama, kecanduan yang sama, dan perangkap yang sama, lagi dan lagi.

Kita seperti domba. Itulah faktanya. Pertanyaannya adalah, apakah Anda akan menjadi domba yang pintar atau yang bodoh?

Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 33-35; Matius 10:1-20

Domba yang pintar tinggal dekat dengan Gembalanya, dan disitulah kita semua harus berada.(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Lagu-lagu Di Malam Hari

Bacaan Hari ini:
Mazmur 42:8 TUHAN memerintahkan kasih setia-Nya pada siang hari, dan pada malam hari aku menyanyikan nyanyian, suatu doa kepada Allah kehidupanku.

Pernahkah Anda terbangun di tengah malam karena terngiang sebuah lagu Kristen atau bagian ref nyanyian penyembahan? Jika demikian, maka Anda menyimpan Allah di dalam hati Anda. Bukannya terbangun oleh karena musik pop terkini di kepala Anda, Anda memikirkan sebuah lagu Kristen atau mungkin sebuah ayat Alkitab. Itulah lagu di malam hari yang Dia berikan untuk Anda.

Ketika Paulus dan Silas dijebloskan ke dalam penjara di Filipi, Kisah Para Rasul 16 mengatakan bahwa, Kira-kira tengah malam Paulus dan Silas sedang berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah. Orang-orang tahanan yang lainnya pun sedang mendengarkan mereka menyanyi (ayat 25).

Kata "mendengarkan" yang digunakan di sini cukup signifikan. Dalam bahasa aslinya, artinya ialah mendengarkan dengan sangat, sangat hati-hati. Terjemahan lainnya ialah "mendengarkan dengan senang hati." Ada beberapa hal tak menyenangkan untuk didengarkan - itu menyakitkan, seperti kuku yang digarukkan ke papan tulis. Tetapi ini mendengarkan dengan senang hati, seperti ketika lagu favorit Anda diputar di radio dan Anda menaikkan volumenya. Oh, aku suka lagu ini! Lagu ini bagus! Seperti inilah para tahanan mendengarkan.

Saya ragu mereka pernah mendengar seseorang bernyanyi di dalam penjara itu sebelumnya. Dan saya rasa satu fakta sederhana dimana mereka bernyanyi di tempat seperti itu adalah satu kesaksian yang kuat. Itulah platform pengijilan yang benar. Bila Anda mengatakan pada orang lain untuk bisa percaya pada Allah di waktu-waktu sulit, dan ketika mereka melihat Anda melakukannya, maka kesungguhan Anda tak perlu dipertanyakan lagi. Inilah kesaksian yang kuat. Puji-pujian bisa menjadi alat ampuh untuk memperkenalkan Kristus kepada orang yang tak percaya.

Ketika Anda sedang mengalami kepedihan, memang tengah malam bukanlah waktu yang paling mudah untuk menaikkan pujji-pujian. Namun Dia dapat memberikan Anda lagu-lagu di malam hari. Dan jangan pernah meragukan ini: orang lain akan mendengarkannya.

Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 31-32; Matius 9:18-38

Ketika Anda sedang mengalami kepedihan, naikkan puji-pujian di hadapan Tuhan dan percayalah bahwa orang lain akan dikuatkan juga lewat pujian tersebut. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Kerusakan Halus

Amsal 20:19 "Siapa mengumpat, membuka rahasia, sebab itu janganlah engkau bergaul dengan orang yang bocor mulut."

Di antara sekian banyak cara yang bisa digunakan untuk menyakiti orang lain, tiga di antaranya adalah fitnah, gossip, dan sanjungan.

Kata yang digunakan untuk memfitnah dalam bahasa Ibrani ibaratnya seperti memata-matai.
Ini merupakan gambaran tentang seseorang yang mengumpulkan petunjuk dan informasi dari sana-sini tentang sifat seseorang, lalu menghubung-hubungkan informasi tersebut dengan orang yang kita beritahu.

Gosip sifatnya lebih halus, karena bisa dibungkus dengan kata-kata yang lebih enak didengar.
Biasanya orang akan berkata, Apa kau sudah dengar? atau Sebenarnya saya pribadi tidak percaya, tapi memang begitu yang saya dengar.
Ada lagi yang paling sering saya dengar: Biasanya saya tidak memberitahu hal-hal semacam ini pada orang lain, tapi sepertinya tidak jadi masalah.
Jadi, jangan bilang siapa-siapa.

Tentu saja, kita sebagai orang Kristen sering mengemas gosip secara rohani: Saya harus memberi tahu Anda tentang hal ini, supaya Anda juga bisa mendoakan mereka.
Tapi seberapa sering kita tidak menggosipinya dan benar-benar mendoakannya?

Cara yang lebih halus lagi ialah sanjungan.
Sanjungan itu ibaratnya kebohongan mewah.
Ini seperti Anda mengatakan sesuatu yang sangat tidak benar kepada seseorang demi menyenangkan, mendapat perhatian, atau pengakuan dari orang tersebut, meski sebenarnya Anda tak ingin mengucapkannya sama sekali.
Ini definisi yang paling tepat tentang sanjungan dan gosip: Mengatakan sesuatu di belakang seseorang, yang tak akan pernah Anda katakan di depan orang tersebut.

Itulah mengapa Yakobus mengatakan pada kita, "Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya." (Yakobus 3:2).
Inilah tanda dari iman yang sejati.

Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 29-30; Matius 9:1-17

Gosip sifatnya lebih halus karena bisa dibungkus dengan kata-kata yang indah dan enak di dengar, namun di dalam gosip mengandung banyak pelanggaran
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

Ibadah Doa Pagi

Ibadah Doa Pagi

Popular Post

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More