• slide 1

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010 GSJA Sword bertempat di JL Kartini 8 No.1A...

  • slide 2

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00 kelas terbagi ke dalam tiga kelas: Little Heaven, Kingdom Kid dan Christ Crew...

  • slide 3

    Ibadah Pelajar

    Ibadah yang dihadiri oleh para pelajar yang masih sekolah dan berkuliah, segment keterlibatan dalam drama...

  • slide 4

    Tim Musik GSJA Sword

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah terdiri dari : Agus - Gitaris, Julius dan sylvi- Keyboard, Yanto dan Edy - Drum, Randy - Bass...

  • slide 5

    Drama Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword dalam perayaan Harnas Wanita 2011...

  • slide 6

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011 yang berlangsung di gedung gereja sendiri, sederhana namun membawa hikmat dan berkat tersendiri...

  • slide 7

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword saat perayaan Natal 2010...

  • slide 8

    Natal GSJA Sword, 17 Des 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword pada tanggal 17 Des 2011...

  • slide 9

    Imlek GSJA Sword, 22 Jan 2012

    Ibadah Saat Imlek di GSJA Sword pada tanggal 22 Januari 2012...

  • slide 10

    Gathering Pekerja GSJA Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

  • slide nav 1

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010...
  • slide nav 2

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00...
  • slide nav 3

    Ibadah Pelajar

    Ibadah yang dihadiri oleh para pelajar yang masih sekolah dan berkuliah...
  • slide nav 4

    Tim Musik

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah...
  • slide nav 5

    Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword...
  • slide nav 6

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011...
  • slide nav 7

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword...
  • slide nav 8

    Natal GSJA Sword 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword, 17 Des 2011...
  • slide nav 9

    Imlek GSJA Sword 2012

    Ibadah Saat imlek di GSJA Sword, 22 Januari 2012...
  • slide nav 10

    Gathering Pekerja Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words Of OuR LorD)

Latest from Blog

Menara Doa

Menara Doa

Ibadah Kenaikkan Tuhan Yesus Kristus

Ibadah Kenaikkan Tuhan Yesus Kristus

Ibadah Pencurahan Roh Kudus

Ibadah Pencurahan Roh Kudus

Delete this element to display blogger navbar

0 Sebelum Dunia Ada

1 Petrus 1:20-22 "Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir. Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakan-Nya, sehingga imanmu dan pengharapanmu tertuju kepada Allah. Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu."

Ketika Cathe dan saya menonton cucu-cucu kami, kami tahu mereka akan membuat kekacauan. Saat kami mendudukkan cucu kami, Christopher, di kursi makannya, kami bisa menebak akan ada lebih banyak makanan yang jatuh ke lantai, dibanding yang tersisa di piringya. Karena kami tahu ini akan terjadi, jadi kami membuat persiapan untuk mencegahnya.

Allah telah membuat persiapan bagi kita juga. Dia tahu masa depan serta masa lalu dan tahu kita akan berbuat dosa. Jadi Dia membuat persiapan untuk kita dengan memakai Anak Domba yang disembelih dari dasar dunia.

Sebelum ada sistem tata surya, sebelum ada sebuah planet yang disebut bumi di angkasa, sebelum ada sebuah taman yang disebut Eden, sebelum ada seorang pria bernama Adam dan seorang wanita bernama Hawa, sebelum mereka makan buah terlarang yang menyebabkan dosa sehingga mereka harus masuk ke dalam dunia, sebelum semua itu ada, Allah telah memutuskan untuk mengutus Anak-Nya, Yesus, ke bumi. Allah datang kepada kita sebagai bayi, di palungan di kota Bethlehem. Dia akan menjalani kehidupan yang sempurna. Dia merelakan diri-Nya disalibkan dan mati demi dosa-dosa dunia. Yesus disembelih dari dasar dunia.

Mengapa Allah memutuskan untuk menjalaninya? Karena Dia tahu kita akan mengacaukan hidup kita dengan dosa-tapi ternyata Dia memberi kita begitu banyak kesempatan.

Jadi bagaimana tanggapan Anda? Apakah Anda akan mengabdikan diri untuk Yesus Kristus? Atau apakah Anda akan mendahulukan hal-hal duniawi ketimbang Kristus?

Jika Anda telah berkomitmen kepada Tuhan Yesus Kristus yang akan mengampuni Anda dari segala dosa Anda, maka Anda dapat yakin dan percaya bahwa ketika Anda mati, nama Anda akan tertulis dalam Kitab Kehidupan.

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 106-108; 1 Korintus 4

Pemesanan kamar Anda telah diatur di Surga, dan Anda telah siap bertemu Allah. Tidak ada yang lebih penting dari janji Allah ini.
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)

Read more

0 Apa Yang Saya Lakukan Ketika Dunia Saya Hancur

Ratapan 3:19-26 "Ingatlah akan sengsaraku dan pengembaraanku, akan ipuh dan racun itu." Jiwaku selalu teringat akan hal itu dan tertekan dalam diriku. Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap: Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! 'TUHAN adalah bagianku,' kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya. TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia. Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN."

Ketika dunia Anda terasa runtuh, amat mudah bagi Anda untuk fokus pada rasa sakit, masalah, tekanan, dan kesulitan.
Ini respon alami. Tapi respon Alkitab adalah untuk mengubah fokus Anda kepada kasih Allah.

Meski Anda marah kepada Tuhan, Anda perlu mengingatkan diri sendiri betapa Dia mengasihi Anda.
Fokus pada kasih-Nya yang tanpa syarat itu.
Ingat bahwa Anda tidak dapat membuat Allah berhenti mengasihi Anda.
Anda bisa mengeluh atau berteriak kepada-Nya, tapi Dia akan tetap mengasihi Anda selamanya.

Anda bisa melihat pendekatan Alkitabiah ini dalam kehidupan Yeremia pada kitab Ratapan 3:19-26.
Yeremia mulai terfokus pada rasa sakitnya: "Ingatlah akan sengsaraku dan pengembaraanku, akan ipuh dan racun itu." Jiwaku selalu teringat akan hal itu dan tertekan dalam diriku" (19-20).
Dia ditelan oleh kehancuran di sekelilingnya; itu memenuhi pikirannya dan membuatnya pahit dan tertekan.

Jika Anda ingin mengubah hidup Anda, Anda harus mengubah pikiran Anda.
Dan itulah yang Yeremia lakukan.
Kita melihat perubahan psikisnya dalam ayat berikutnya: "Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap: Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! 'TUHAN adalah bagianku,' kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya. TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia. Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN."

Anda tidak tahu bahwa Allah adalah yang Anda butuhkan sampai Anda merasa bahwa Dialah satu-satunya yang Anda punya. 
Dialah yang Anda butuhkan, karena Dia merawat Anda.

Kita membuat kesalahan bodoh ketika mulai meragukan kasih Allah. 
Kita mulai berpikir, "Aku lebih tahu penderitaanku daripada Tuhan, dan aku akan mulai melakukan hal-hal dengan caraku sendiri daripada mengikuti jalan-Nya."
Atau, kita mungkin menganggap bahwa Allah adalah perusak kesenangan duniawi kita, yang selalu mencari-cari cara untuk membuat hidup kita sengsara.

Kita harus mengubah pemikiran kita.
Kita perlu ingat, "Karena tidak untuk selama-lamanya Tuhan mengucilkan. Karena walau Ia mendatangkan susah, Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya. Karena tidak dengan rela hati Ia menindas dan merisaukan anak-anak manusia" (Ratapan 3:31-33).

Allah mengasihi Anda.
Dia bukan orang tua yang keras yang tidak bisa Anda senangkan hatinya.
Dia bukan orang tua yang tak sempurna dengan segala kelemahan dan kesalahannya.
Dia adalah Allah - Tuhan yang kekal, maha tahu, dan sempurna, yang menciptakan Anda agar dapat mengasihi Anda dan yang tidak akan pernah meninggalkan Anda.

Jadi, ketika Anda merasa seolah-olah Anda telah kehilangan segalanya, berhentilah untuk fokus pada apa yang telah terhilang dari hidup Anda, dan mulailah fokus pada apa yang masih tersisa: Allah dan kasih-Nya atas Anda.

Renungkan hal ini

Apa janji-janji dan kebenaran-kebenaran yang bisa Anda klaim tentang perasaan Allah kepada Anda?

Menurut Anda mengapa Allah mengijinkan kita untuk mengalami kehilangan dan penderitaan?

Apakah pengalaman dan rasa kehilangan kita mengubah segala hal tentang Dia? 

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 99-101; 1 Korintus 1:18-31

Allah sangat mengasihi Anda! Jangan biarkan rasa tertolak yang Anda terima menjadi penghalang hubungan Anda dengan Allah, biarkan Dia bekerja seutuhnya di dalam
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Lihatlah Ke Atas!

Lukas 21:28 "Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat."

Selama bertahun-tahun, orang-orang membuat teori-teori gila mengenai siapakah para Antikristus yang disebutkan dalam Alkitab.
Namun menurut Alkitab, Antikristus tidak bisa muncul sampai orang Kristen diangkat bersama-sama dengan orang yang telah mati dalam awan untuk menyongsong Tuhan di angkasa.

Alkitab berkata, "Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan, pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali" (2 Tesalonika 2:7-8). 

Siapa yang mencegah kejahatan di zaman sekarang ini? Ialah Roh Kudus, yang bekerja melalui gereja, melalui orang-orang Kristen yang membela apa yang benar, yang berbicara melawan kejahatan, yang berfungsi sebagai terang dan garam dalam budaya dunia.
Yesus berkata bahwa sebagai orang percaya, kita adalah garam dan terang dunia (lihat Matius 5:13-14). 

Terang, tentu saja berguna untuk menyinari.
Dan garam digunakan pada abad pertama untuk megawetkan daging, mencegah kebusukan karena tidak adanya lemari pendingin di zaman itu.
Kita ada di sini untuk memberitahu dunia tentang Yesus dan untuk memancarkan terang kita.
Kita ada di sini untuk menghentikan penyebarluasan kejahatan.

Mengenai tanda-tanda akhir zaman, Yesus berkata, "Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat" (Lukas 21:28). 

Perhatikan bahwa Yesus berkata, "Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu…" Dia tidak berkata, "Apabila semuanya itu sedang terjadi…" Kita tidak boleh mencari Antikristus; kita harus mencari Yesus Kristus.
Itulah yang ditekankan Alkitab. 

Jadi lihatlah ke atas.
Penyelamat Anda sudah dekat.

Bacaan Alkitab Setahun :
Bacaan 1 tahun :
Mazmur 104-105; 1 Korintus 3

Ketika goncangan dan penyesatan datang, lihatlah ke atas ada Bapa yang siap memberi misi penyelamatan bagi umat-Nya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)

Read more

0 Pengampunan: Ada Cara yang Benar dan yang Salah dalam Memintanya

Roma 3:24 "Dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus."

Ketika Anda mengakui dosa Anda kepada Tuhan, Dia tidak mengingat- ingatnya; Ia melupakannya!

Namun, ada cara yang benar dan yang salah untuk memohon pengampunan.
Berikut adalah cara yang salah.

Pertama, mengemis.
Allah ingin mengampuni Anda lebih dari yang Anda minta.
Bukan Anda yang menunggu Dia; tapi Dia yang menunggu Anda.

Kedua, menawar.
Tawar-menawar berdalih, "Tuhan, jika Engkau mengampuniku, aku tidak akan pernah melakukannya lagi!"
Jika Anda jatuh pada satu kelemahan Anda, maka Anda akan jatuh dalam dosa yang sama dalam hitungan jam atau hari.
Jangan tawar menawar dengan-Nya dan berjanji, "Aku tidak akan pernah melakukannya," sebab Anda akan mengulanginya kembali.

Ketiga, menyogok.
Sogokan berdalih, "Tuhan, jika Engkau mau mengampuniku untuk yang satu ini, aku akan ..."
Anda akan pergi ke gereja setiap Minggu.
Anda akan membaca Alkitab setiap hari.
Anda akan memberi perpuluhan 15 atau 20 persen!
Tidak, Dia tidak menginginkan atau membutuhkan sogokan Anda.

Jadi apa yang harusnya Anda lakukan?

Jangan mengemis, menawar, atau menyogok Tuhan.
Anda hanya perlu percaya pada-Nya.

Percayalah pada janji-janji Allah yang mengatakan apabila Anda mengakui dosa-dosa Anda, maka Dia akan mengampuni dosa-dosa Anda. Titik.

Ayat lain tentang janji-janji Allah ialah Roma 3:24 "Dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus."
Saya tahu apa yang sebagian dari Anda pikirkan: "Rick, kau tidak tahu apa yang telah kulakukan."
Ya, memang benar, saya tidak tahu apa yang sudah Anda lakukan.
Saya juga tidak perlu tahu apa yang sudah Anda lakukan.
Tapi ijinkan saya mengatakan ini.
Allah tidak mengingat-ingat dosa Anda.

Pengampunan Anda tidak didasarkan pada seberapa dikit atau seberapa banyak Anda berbuat dosa. 

Yang penting bukanlah apa yang telah Anda lakukan, tapi apa yang telah Yesus lakukan bagi Anda.
Itulah inti dari salib Kristus!
Ketika Yesus berkata, "Sudah selesai," Dia mengatakannya dengan sungguh-sungguh.
Semuanya sudah selesai.
Harganya telah dibayar sehingga Anda bisa diampuni hari ini.

Renungkan hal ini:

Menurut Anda mengapa Allah ingin Anda mengakui dosa Anda padahal Dia sudah mengetahui segala sesuatu yang Anda lakukan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 102-103; 1 Korintus 2

Pengampunan tidak berbicara tentang seberapa besar atau kecil dosa Anda, Dia hanya mau Anda tulus mengakui dosa-dosa Anda kepada-Nya dengan hati yang tulus dan jujur.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Datanglah Apa Adanya

Roma 5:8 "Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa."

Segala sesuatu yang Yesus lakukan untuk Anda, Dia lakukan atas kasih. Alkitab mengatakan bahwa Allah menciptakan Anda untuk mengasihi Anda.
Satu-satunya alasan Anda hidup adalah karena Anda telah dikasihi Allah.

Jika Allah tidak ingin Anda hidup, jantung Anda akan langsung berhenti; Anda bahkan tidak bisa bernafas sekarang.
Dia menciptakan Anda dan ingin Anda hidup sehingga Dia bisa mengasihi Anda dan Anda bisa mengasihi-Nya kembali.

Allah tidak hanya berkata Dia mengasihi Anda, tapi Dia menunjukkan kasih-Nya.
Alkitab berkata, "Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa" (Roma 5:8).
Dikatakan bahwa ketika kita berdosa, jauh sebelum kita mengenal Tuhan atau sadar bahwa kita membutuhkan-Nya dalam hidup kita, Yesus telah mati untuk kita.

Ada mitos yang mengatakan bahwa kita harus membersihkan diri dari pebuatan buruk sebelum datang kepada Tuhan: "Aku harus bertobat dulu. Ada beberapa hal yang harus aku perbaiki dalam hidupku terlebih dahulu, nanti barulah aku akan datang kepada-Nya." 
Tidak! Datang kepada Tuhan dengan pergumulan Anda - baik itu yang baik, yang buruk, dan jelek.

Ini ibaratnya menyikat gigi sebelum pergi membersihkan karang gigi, atau ibaratnya mencuci piring sebelum menaruhnya ke dalam mesin cuci piring, atau ibaratnya beres-beres rumah sebelum pembantu kita tiba di rumah.
Mengapa kita melakukan itu?

Allah seolah-olah berkata, "Tidak, tidak! Kau tak perlu membersihkan jejak perbuatanmu. Bawa semua masalahmu kepada-Ku. Aku punya jawaban atas semua pergumulanmu."
Datanglah kepada-Nya apa adanya.

Alkitab berkata, "Kiranya Ia mengirim utusan dari sorga dan menyelamatkan aku," (Mazmur 57:3a)
Itulah yang Yesus lakukan pada minggu Paskah.
Dia mengutus diri-Nya sendiri dari Surga untuk menyelamatkan kita, oleh karena kasih-Nya.
Jadi, bawalah semua masalah Anda kepada Allah; Ia punya jawabannya.

Jika kabar sukacita ini tidak menggerakkan hati Anda, maka kematian dan kebangkitan Yesus Kristus untuk Anda terbuang dengan sia-sia.
Hidup Anda tidak akan diubahkan.
Hanya tahu tentang kasih karunia Allah tidaklah cukup, Anda harus menerimanya.

Anda akan disimpan, jika Anda jujur mengatakan, "Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan" (Roma 10:9-10).

Allah tidak meminta Anda untuk membuat janji yang tidak bisa Anda tepati.
Dia meminta Anda untuk percaya hanya pada janji yang bisa Dia tepati.

Renungkan hal ini:

Apa yang Anda butuhkan untuk lepas dari apa yang sedang Anda coba bersihkan, sehingga Anda dapat datang kepada Allah?

Apa arti Paskah bagi Anda secara pribadi?
Bagaimana dengan merayakannya dapat mendekatkan diri Anda kepada Allah?

Bagaimana hidup Anda mencerminkan kasih Allah yang melimpah ruah itu dan menunjukkan bahwa Anda telah menerimanya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 68-69; Roma 8:1-21

Dia meminta Anda untuk percaya hanya pada janji yang bisa Dia tepati, karena itu datang pada-Nya dengan sgala kejujuran Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Masalah Kesempurnaan

Pengkotbah 11:4 "Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai."

Ketika Anda belajar untuk bersantai dalam kasih karunia Allah yang memerdekakan, dan keluar dari penjara perfeksionisme, maka Anda akan menemukan tingkat sukacita baru dan kebebasan dalam hidup.
Mengapa? Karena kesempurnaan merusak hidup Anda dengan berbagai cara.

Pertama, Kesempurnaan menaklukkan gagasan awal Anda.

Apakah Anda punya suatu proyek yang belum bisa Anda mulai hingga sekarang?
Anda beranggapan, "Suatu hari aku akan mulai mengerjakannya," tapi ternyata Anda bahkan tidak bisa mengambil langkah pertama.
Salah satu alasan yang paling lumrah adalah kesempurnaan atau perfeksionisme.
Anda menunggu waktu atau keadaan yang paling tepat; sampai anak-anak lulus kuliah, atau sampai Anda mengumpulkan banyak uang.
Ketika Anda menetapkan standar yang begitu tinggi, perfeksionisme menyebabkan kelumpuhan, dan Anda tidak bisa menyelesaikan satu ide pun.

Alkitab mengatakan dalam Pengkhotbah 11:4, "Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai."
Yang artinya, "Jika Anda menunggu keadaan yang sempurna, Anda tidak akan pernah bisa menyelesaikan apa pun."

Kedua, Kesempurnaan merusak hubungan Anda.

Tidak ada yang suka dimarahi atau dikritik sepanjang waktu.
Ini hanya membuat frustrasi dan jengkel!
Alkitab mengatakan, "Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih, tetapi siapa membangkit-bangkit perkara, menceraikan sahabat yang karib" (Amsal 17:9).
Perfeksionisme - keinginan untuk selalu benar - merusak banyak hubungan, sebab ia berakar dari kekhawatiran.
Para perfeksionis yang keras dan menuntut ini itu pada orang lain, juga amat keras dan menuntut pada diri mereka sendiri.

Ketiga, Kesempurnaan menghancurkan kebahagiaan Anda.

Pengkhotbah 7:16 mengatakan, "Janganlah terlalu saleh, janganlah perilakumu terlalu berhikmat; mengapa engkau akan membinasakan dirimu sendiri?"
Disini Daud tidak berbicara tentang kebenaran sejati atau hikmat.
Daud berbicara tentang perfeksionisme.
Anda dapat mengambil satu kebajikan dari perkara apa pun dan memanfaatkannya, sehingga Anda lebih bahagia.

Pengkritik terburuk hidup di dalam diri Anda, karena manusia adalah pengkritik diri sendiri yang paling jahat.
Karena kita biasanya tidak suka atau bahkan benci dengan orang-orang yang mengkritik kita, maka, jika Anda selalu mengkritik diri sendiri, apa yang diri Anda katakan tentang Anda?
Diri Anda berkata bahwa Anda tidak suka.
Anda berpikir jika Anda tidak cukup handal.
Anda berpikir bahwa dengan mengingatkan diri sendiri akan kesalahan Anda akan memotivasi Anda untuk melakukan hal yang benar.
Anda salah besar!
Itulah yang disebut perfeksionisme, dan hal itu menyebabkan Anda terus kecewa.

Hanya ada satu penangkalnya, dan itu bukan buku motivasi atau dokter.
Yang hanya bisa Anda lakukan adalah belajar untuk santai seraya menikmati kasih karunia Allah yang membebaskan itu.

Renungkan hal ini:

Keadaan sempurna yang seperti apa yang Anda butuhkan untuk membebaskan diri sehingga Anda bisa bergerak maju?

Mengapa penting bagi Anda untuk dapat bersantai di tengah- tengah pergumulan?
Apa yang dikatakan oleh orang-orang yang bukan pengikut Yesus mengenai hal ini?

Apa pikiran negatif tentang diri Anda yang perlu Anda ganti dengan janji-janji dan kebenaran Allah, tentang siapa diri Anda sebenarnya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 70-71; Roma 8:22-39

Kritikan akan bisa Anda terima jika Anda menyadari bahwa Anda tidaklah sempurna. Dengan menerima kritikan maka Anda masuk dalam kedewasaan berfikir Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Lima Cara Untuk Tenang Dalam Kasih Karunia Tuhan

Ibrani 12:15a "Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah."

Bagaimana Anda belajar untuk tenang dalam kasih karunia Allah yang membebaskan itu?

Sadari bahwa tidak ada orang yang sempurna.

Mazmur 119:96 mengatakan, "Aku melihat batas-batas kesempurnaan, tetapi perintah-Mu luas sekali."
Masyarakat mengatakan bahwa Anda tidak sempurna, hidup Anda tak sempurna.
Tapi hanya ada satu yang sempurna, Firman Tuhan.
Dan ketahuilah bahwa ketika Anda tenggelam dalam Alkitab dan membangun hidup Anda di atasnya, maka Anda akan memiliki dasar yang sempurna.

Nikmati kasih Allah yang tanpa syarat itu.

Alkitab berkata, "Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia" (1 Yohanes 3:1).
Ketika Anda menjadi pengikut Kristus, Anda bukan lagi sekedar hamba.
Anda adalah anak Sang Raja.
Seorang hamba dihargai atas apa yang ia kerjakan; seorang anak diterima apa adanya.
Seorang hamba memulai hari dengan cemas dan khawatir apakah karyanya akan menyenangkan tuannya atau tidak; seorang anak berlindung pada cinta kasih keluarganya.
Seorang hamba diterima karena keahliannya; seorang anak diterima karena ikatan keluarga.

Izinkan Tuhan menangani persoalan Anda.

Apa yang Anda lakukan dengan hal-hal yang tak dapat Anda kendalikan dalam hidup?
"Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu" (1 Petrus 5:7).
Ketika Anda memberitahu-Nya tentang pergumulan Anda, maka akan ada datang suatu titik di mana Anda harus menarik segala kekhawatiran Anda, dan merelakan hal-hal yang Anda anggap akan membuat hidup Anda sempurna.
Sama halnya esensi dari melepaskan kekhawatiran, untuk menaklukkan perfeksionisme, Anda harus merelakan dan mengizinkan Allah melakukan pekerjaan-Nya.

Bertindak dalam iman, bukan dalam ketakutan.

Ingat bagaimana kita masuk dalam keluarga Allah untuk pertama kalinya?
Efesus 2:8 mengatakan, "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah," Tidak ada cara lain untuk masuk ke surga, kecuali melalui kasih karunia-Nya.
Anda tidak akan pernah menjadi orang yang cukup baik, Anda tidak dapat membeli jalan Anda sendiri ke surga.
Ini merupakan hadiah cuma-cuma dari-Nya.

Tukarkan perfeksionisme Anda dengan damai sejahtera Allah.

Perfeksionisme membinasakan damai sejahtera.
Yesus berkata dalam Matius 11: 28-29, "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan."
Sungguh luar biasa.

Anda akan mengalami banyak kegagalan dalam hidup.
Tapi Anda tidak perlu khawatir apabila Anda telah menerima kasih karunia Allah.
Namun Anda harus takut pada satu kegagalan: "Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah" (Ibrani 12:15a).
Terimalah kasih karunia-Nya sekarang, dan rileks!

Renungkan hal ini:
Masalah, unek-unek, atau rasa bersalah apa yang dapat Anda lepaskan ketika Anda mengerti bahwa tidak ada yang sempurna?

Aspek-aspek lain apa dari kasih Allah yang dapat membantu Anda untuk tenang?

Apa yang akan Anda lakukan untuk menanggapi tawaran kasih karunia Allah hari ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 72-73; Roma 9:1-15

Tinggal dalam ketenangan kasih karunia Allah akan membuat Anda semakin tenggelam dalam anugerah kasih-Nya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Apakah Pengampunan Sejati Itu ?

Efesus 4:32 "Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu."

Pengampunan sejati bukanlah istilah murahan yang bisa Anda ucapkan lalu langsung membuat semua orang merasa lebih baik.
Itu bukan pengampunan yang sejati.

Alkitab menjelaskan 4 definisi pengampunan sejati:
Pengampunan adalah mengingat betapa besar Anda telah diampuni.
"Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu" (Efesus 4:32).
Ini adalah titik awal dari pengampunan yang sejati.
Jika Anda merasa tidak diampuni, Anda akan enggan mengampuni orang lain.
Jika Anda keras pada diri sendiri, Anda akan keras pada orang lain juga.
Namun, semakin banyak kasih karunia yang Anda terima dari Allah, maka semakin murah hati Anda terhadap orang lain.
Semakin Anda merasa diampuni, semakin mengampuni Anda terhadap orang lain.

Pengampunan adalah merelakan hak Anda untuk membalas dendam.

Roma 12:19 mengatakan, "Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan." Hidup ini tak adil, tapi suatu hari Allah akan menghukum orang yang berbuat jahat pada kita.
Dia akan menegakkan keadilan.
Jadi, siapa yang lebih handal dalam menegakkan keadilan-Anda atau Tuhan?

Pengampunan adalah membalas kejahatan dengan kebaikan.

Alkitab berkata dalam Lukas 6: 27-28, "Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu."
Bagaimana Anda tahu jika Anda sudah benar- benar diampuni seseorang?
Ketika Anda bisa mengerti kepahitan orang itu, bukan hanya kepahitan Anda sendiri, dan berdoa agar Tuhan memberkati dia.
Anda pasti bertanya, "Bagaimana mungkin saya bisa melakukannya pada orang yang sudah menyakiti saya?" 
Anda tidak mampu jika Anda tidak mengizinkan kasih Allah menembus kehidupan Anda.
Hanya kasih Allah yang dapat memampukan Anda melakukannya.

Pengampunan adalah terus mengulangi proses selama yang diperlukan.

"Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"
Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali" (Matius 18:21-22).
Berapa lama Anda harus tetap mengampuni seseorang? Selama yang dibutuhkan.
Anda harus terus mengampuni orang tersebut hingga rasa sakit hati dan keinginan Anda untuk membalas dendam hilang.

Renungkan hal ini:

Apa perbedaan yang telah dibuat oleh kasih karunia Allah dalam hidup Anda?
Bagaimana cara Anda berbagi kasih karunia tersebut kepada orang lain?

Untuk siapa Anda perlu berdoa untuk berkat Tuhan hari ini?
Kepahitan apa yang harus Anda lepaskan?

Kebaikan apa yang dapat Anda lakukan untuk seseorang yang membenci atau yang sudah menyakiti hati Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 74-76; Roma 9:16-33

Pengampunan sejati ialah Anda harus terus mengampuni orang lain hingga rasa sakit untuk membalas dendam hilang dan Anda juga mengalami pemulihan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Mengapa Tuhan Tidak Menolak Pendosa

Mazmur 103:9-10, 13 "Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam. Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia."

Alkitab mengatakan tidak ada hukuman atas dosa kita, tapi Alkitab juga tidak mengatakan bahwa tidak ada konsekuensi atasnya.
Setiap kali Anda tidak taat kepada Allah, Anda sebenarnya tengah menyakiti diri sendiri dan menyakiti orang lain.
Anda kehilangan persekutuan dengan Kristus.
Anda kehilangan efektivitas dan sukacita di bumi.
Anda kehilangan upah di surga.

Tetapi Anda tidak akan kehilangan keselamatan Anda. Mengapa demikian? 
Mengapa Allah tidak menendang kita keluar saja? 
Mengapa Allah tidak menolak orang percaya ketika kita berbuat dosa?

Kasih-Nya tak bersyarat.

Allah tidak berkata, "Aku mengasihimu jika..." atau "Aku mengasihimu karena..." - hanya sesimpel "Aku mengasihimu. Titik!" Dia tidak akan pernah berhenti mengasihi Anda, karena Anda adalah penerima kasih karunia-Nya.

Ratapan 3:22 mengatakan, "Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya,"
Keselamatan Anda tidak didasarkan pada kinerja Anda.

Alkitab mengatakan, "Pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan" (Titus 3:5a).
Anda tidak bisa memperoleh jalan Anda ke surga, mengusahakan jalan Anda ke surga, bekerja dengan cara Anda ke Surga, atau mengelabui jalan Anda ke surga.
Satu-satunya jalan untuk memiliki harapan masuk ke surga adalah melalui kasih karunia Allah.

Yesus telah menanggung hukuman Anda.

Hukum double jeopardy (hukuman ganda) mengatakan Anda tidak dapat diadili untuk kejahatan yang sama dua kali.
Itu juga benar dalam kitab Allah.
Orang tidak dihukum karena kejahatan yang sama atau dosa yang sama dua kali.

Dua ribu tahun yang lalu, Yesus merentangkan tangan-Nya di kayu salib dan menanggung hukuman dosa Anda.
Ia menjalani hukuman Anda.
Semuanya dibayar lunas!

Yesus memahami kelemahan manusiawi Anda.

Allah itu simpatik dan pengertian.
Dia tahu kelemahan Anda, kesalahan Anda,dan bagaimana sifat Anda apa adanya.
Dan ya, Dia tetap sabar dengan Anda.

"Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa" (Ibrani 4:15).
Yesus hidup dalam daging manusia selama 33 tahun, Dia mengerti kelemahan Anda.

Allah tidak menyimpan dendam.

Alkitab mengatakan, "Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam. Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia" (Mazmur 103:9-10,13).
Jika Anda orang percaya, Tuhan tidak marah dengan Anda. Mengapa?
Karena semua hukuman itu telah ditanggung-Nya di atas kayu salib.

Anda mungkin berpikir, "Anda tidak tahu seberapa dalam saya jatuh. Anda tidak tahu apa yang telah saya lakukan." 
Tidak, saya memang tidak tahu. Tapi Tuhan tahu. 
Jika Anda pikir Anda sudah melenceng terlalu jauh dari Tuhan, ini kata-Nya: "Kembalilah, hai anak-anak yang murtad! Aku akan menyembuhkan engkau dari murtadmu" (Yeremia 3:22a).

Renungkan hal ini:

Apa yang dapat Anda pelajari tentang mengasihi orang lain dari cara Allah mengasihi Anda?
Menurut Anda mengapa kita mencoba untuk menyembunyikan dosa kita dari Allah, bahkan ketika kita tahu Dia melihat dan mengetahui segala sesuatu?

Menurut Anda apa artinya takut akan Tuhan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 79-80; Roma 11

Allah itu simpatik dan pengertian, seberapa dalam dan besar dosa Anda jangan ingat-ingat itu lagi karena Allah menerima Anda dan memberikan pengampunan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warrent).

Read more

0 Bagaimana Anda Melatih Kasih

1 Yohanes 4:7 "Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah."

Kasih adalah keterampilan yang bisa dipelajari.
Dengan kata lain, itu adalah sesuatu yang bisa Anda kuasai dengan latihan.

Anda mungkin berpikir Anda seorang kekasih yang baik, tapi Tuhan ingin Anda menjadi kekasih yang hebat, kekasih yang terampil, kekasih yang handal.
Anda bisa menjadi seorang ahli dalam hubungan percintaan, tapi kebanyakan orang tidak pernah belajar bagaimana caranya benar-benar mengasihi.

Tidakkah Anda ingin menjadi orang yang dikenal sebagai orang yang punya kasih yang luar biasa?
Ketika orang berbicara tentang Anda, mereka mungkin berkata: "Orang itu tidak memandang siapa Anda atau bagaimana penampilan Anda. Dia tidak peduli dari mana Anda berasal, atau apa yang telah Anda lakukan di masa lalu."

Satu-satunya cara agar Anda terampil dalam sesuatu yaitu dengan melatihnya.
Lakukan berulang-ulang.
Pertama kali Anda melakukannya, rasanya akan canggung, tetapi semakin sering Anda melakukannya, semakin terampil Anda nantinya.

Hal ini sama dengan kasih: "Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah" (1 Yohanes 4:7).
Alkitab juga mengatakan, "Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang" (1 Timotius 4:15).

Mari kita saling mengasihi.

Renungkan hal ini:

Bagaimana cara Anda berlatih menunjukkan kasih kepada orang lain minggu ini?

Siapa dalam hidup Anda yang perlu ditunjukkan kasih Tuhan melalui Anda?

Menurut Anda, bagaimana Allah ingin Anda berlatih untuk menjadi orang yang begitu mengasihi saat Anda letih, marah, atau terburu-buru?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 81-83; Roma 12

Melatih kasih bukan hanya kepada orang yang mengasihi Anda, namun latihlah juga kepada orang yang tidak mengasihi Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Apa yang Harus Anda Lakukan Ketika Anda Berdosa?

Yeremia 15:19a "Karena itu beginilah jawab TUHAN: 'Jika engkau mau kembali, Aku akan mengembalikan engkau menjadi pelayan di hadapan-Ku, dan jika engkau mengucapkan apa yang berharga dan tidak hina, maka engkau akan menjadi penyambung lidah bagi-Ku."

Ketika Anda menjadi orang percaya di dalam Kristus, Anda dilahirkan kembali ke dalam keluarga Allah.
Meski persekutuan dengan Allah bisa dipatahkan oleh dosa, hubungan itu tetap ada.
Anda hanya satu langkah jauhnya dari kembali ke rumah-Nya.

Jadi, apa yang harus Anda lakukan ketika berbuat dosa?
Satu kata: Kembali!
Kembalilah kepada Kristus.
Semudah itu.

Yesaya 1:18 mengatakan, "Marilah, baiklah kita berperkara! -- firman TUHAN -- Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba."

Jika pernah ada satu dosa yang Anda pikir tak bisa dimaafkan, pastilah Petrus yang menyangkal Yesus tiga kali pada malam Ia diserahkan.
Namun Yesus tahu Petrus akan menyangkal Dia, dan Ia juga tahu Petrus akan kembali kepada-Nya.
Bahkan, sebelum itu terjadi, Yesus berkata kepada Petrus di Ruang Atas, "Tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu" (Lukas 22:32).

Yesus tahu bahwa pelayanan Petrus akan lebih efektif setelah penyangkalannya, dibanding dengan pelayanannya sebelumnya.
Dan, benar saja, setelah itu Petrus menulis dua kitab dalam Alkitab: 1 dan 2 Petrus.
Kemudian ia juga berbagi catatan perjalanannya dalam mengikut Kristus kepada saudaranya, dan terciptalah Injil Markus.

Anda mungkin beranggapan bahwa Allah telah melupakan Anda.
Tidak.
Gembala yang baik akan meninggalkan ke 99 dombanya untuk mencari satu yang hilang.
Dia tahu bagaimana Anda terjatuh.
Jika Anda pernah jatuh dalam lembah dosa, baik itu oleh karena satu langkah raksasa, atau karena serangkaian langkah-langkah kecil - tersandung, dan itu membuat Anda tidak sedekat yang dulu dengan Kristus - maka Anda perlu berdoa sebagaimana Daud berdoa ketika ia kembali kepada Allah, setelah melakukan perzinahan.
Dia berseru, "Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!" (Mazmur 51:12).
Daud tidak harus berdoa, "Tuhan, kembalikan padaku keselamatanku," karena dia tidak kehilangan keselamatannya.
Dia hanya kehilangan sukacitanya.

Begitu pun dengan sebagian dari Anda.
Pulanglah kepada Kristus hari ini.

Renungkan hal ini:

Apa yang membuat Anda kembali kepada Kristus setelah Anda berbuat dosa?

Apa yang Anda butuhkan agar Allah memulihkan hidup Anda yang telah rusak karena dosa?

Bagaimana Anda bisa menjadi orang yang lebih berguna bagi Kristus setelah bertobat kepada-Nya?
Apa yang ingin Anda lakukan untuk mendapatkan Kerajaan Allah?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 84-86; Roma 13

Bagaimanapun juga pertobatan Anda kepada Kristus akan lebih berguna daripada pemberontakan Anda. Mari kembali kepada Kristus hari di mulai dari hari ini.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Bagaimana Persembahan Anda Mencerminkan Kasih Karunia Allah

2 Korintus 9:7-8 "Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan."

Jika Anda ingin mengukur seberapa dalam Anda memahami dan hidup dalam kasih karunia-Nya, lihatlah persembahan Anda.

Alkitab berkata, "Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan." (2 Korintus 9: 7-8)

Perhatikan kata "segala" dalam ayat ini - "segala kasih karunia", "segala sesuatu", "senantiasa", "berkecukupan" - kata-kata ini adalah janji yang dinantikan orang yang hidup seperti Kristus.
Seperti apa Kristus itu?
Dia seorang pemberi.
Dia memberikan anak-Nya karena kasih-Nya yang begitu besar akan dunia ini.
Sebelum Anda belajar untuk bermurah hati dengan waktu, uang, kekayaan, dan kesempatan Anda, Anda tidak akan menjadi seperti Kristus.
Tidak ada bukti yang lebih kuat untuk menunjukkan bahwa Anda memahami kasih karunia-Nya selain mengasihi dan bermurah hati kepada orang lain dan Tuhan.

Jika Anda merasa tegang atau tersinggung saat pendeta Anda mulai berbicara tentang memberikan persembahan, itu berarti Anda tidak mengerti kasih karunia.
Lihatlah ayat di atas tadi.
Rasul Paulus mengajarkan jika Anda memberikan dengan sukacita dan rela hati, maka Allah akan mencukupkan semua kebutuhan Anda - sepanjang waktu, dalam segala hal, sesuai dengan kebutuhan Anda.

Inilah pertanyaannya: Apakah Anda akan mempercayai Tuhan yang telah memberikan hidup-Nya untuk Anda?
Jika Anda percaya Dia akan menyelamatkan Anda, bisakah Anda mempercayai-Nya dalam keuangan Anda?

Jujur, Anda tidak punya apa-apa.
Allah hanya meminjamkan aset-Nya kepada Anda selama 70 atau 80 tahun.
Semuanya adalah kepunyaan-Nya.
Bila anak perempuan saya datang kepada saya, dan saya memberinya lima dolar untuk membelikan saya sebuah hadiah, dari mana uang itu sebenarnya berasal?

Sama halnya dengan Allah.
Ia memberi kita berkat yang melimpah.
Bayangkan jika setelah memberi Ia berkata, "Sekarang tunjukkan sedikit rasa terima kasihmu. Jadilah murah hati dalam memberi, termasuk perpuluhanmu."
Apakah Dia butuh uang? Tidak.
Dia ingin Anda menjadi seperti Dia.
Dia ingin Anda punya hati yang berkata, "Aku tak sabar memberi persembahanku."

Roma 8:32 mengatakan, "Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?"

Jujur saja, Anda bisa berkata Anda mengasihi-Nya, atau bernyanyi Anda percaya-Nya, atau memprioritaskan Dia, tapi buku tabungan Andalah yang bisa Anda gunakan untuk menunjukkan betapa besar kasih karunia-Nya atas Anda.

Renungkan hal ini:

Maukah Anda menyebut diri Anda pemberi yang riang gembira? Mengapa atau mengapa tidak?

Bagaimana Anda melihat Allah memberkati keuangan Anda atau mencukupkan Anda, ketika Anda telah begitu setia memberikan perpuluhan?

Dalam hal apa hidup Anda mencerminkan rasa syukur atas kasih karunia-Nya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 87-88; Roma 14

Marilah kita menjadi pemberi yang memberi dengan riang gembira, karena Dia telah lebih dahulu member dan memberkati kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Waktunya Jujur Pada Diri Sendiri

Amsal 20:27 "Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya."

Cara terbaik untuk keluar dari perjalanan rasa bersalah kita ialah dengan mengakui kesalahan.
Jangan menguburnya, jangan menyangkalnya, dan jangan mengabaikannya.
Perbaiki!

Tapi jujur, meski kita tahu fakta ini, kita masih mencoba untuk lari dari rasa bersalah kita.
Tetapi sebenarnya ketika Anda lari dari rasa bersalah, ia akan terus mengejar Anda sebab ia sebenarnya ada di dalam pikiran Anda!
Seberapa pun sibuknya Anda atau kemana pun Anda berlari, Anda akan sama stresnya seperti sebelumnya, jika stres itu datang dari penyesalan, malu, atau rasa bersalah.
Dan ketika Anda akhirnya mengendurkan diri tapi semua perasaan itu tetap muncul kembali, Tuhan tidak ingin Anda hidup seperti itu.

Alkitab mengatakan Anda tidak bisa lari dari diri Anda sendiri: "Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya" (Amsal 20:27).
Anda mungkin dapat menyembunyikan rasa bersalah Anda dari orang lain, tetapi Anda tidak dapat menyembunyikannya dari diri Anda sendiri.

Kita sebagai manusia punya kemampuan luar biasa untuk membohongi diri sendiri ketika menghadapi pergumulan.
Anda mampu mengatakan pada diri Anda sendiri itu tidak buruk ketika itu sebenarnya benar-benar buruk, dan kemudian segalanya berubah menjadi baik.
Anda mengatakan pada diri sendiri bahwa Anda benar-benar sudah berusaha dan lebih baik dari yang Anda kira.

Untuk berhenti mengalahkan diri sendiri, Anda harus berhenti menipu diri sendiri.
Anda harus mengatakan kepada diri Anda sendiri yang sebenarnya.

Apa yang mengalahkan kita?
Segala macam hal.
Kekhawatiran mengalahkan kita.
Iri mengalahkan kita.
Kepahitan, kecemburuan, dan rasa bersalah mengalahkan kita.
Ketakutan, kecemasan, dan kegelisahan mengalahkan kita.

Saya sarankan Anda melakukan sedikit bersih-bersih rohani.
Banyak orang meluangkan waktu di musim libur untuk membersihkan seiisi rumah dengan lebih bersih, atau mengatur kembali barang-barang yang biasanya kita biarkan begitu saja.
Setidaknya sekali setahun, Anda juga harus melakukan inventarisasi lebih lanjut akan kondisi rohani Anda.

Bagaimana melakukannya?

Renungkan hal ini:

Pertama, luangkan beberapa jam, lalu pergi ke suatu tempat menyendiri, dengan kertas dan pensil.
Duduk dan katakan, "Tuhan, aku ingin Engkau mengingatkanku atas semua dosaku. Apa yang telah aku rusak? Kesalahan apa yang telah aku buat? Apa salahku, baik yang aku sadari atau yang tidak?" Jika Anda benar-benar bertobat di dalam Allah dan jujur pada diri sendiri, Roh Allah akan mulai memunculkan hal-hal ini dalam pikiran Anda. Kemudian catat semua ingatan-ingatan Anda itu dan doakanlah.

Mengapa Anda harus mencatatnya?
Karena itu akan membantu Anda untuk mengetahui kesalahan Anda dengan lebih spesifik.
Anda telah melakukan hal-hal tersebut satu per satu, jadi Anda harus mengakuinya satu per satu juga.
Kemudian, tunjukkan pada-Nya bahwa Anda cukup bertanggung jawab dengan mengakuinya satu per satu, secara spesifik.

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 89-90; Roma 15:1-13

Untuk keluar dari rasa bersalah adalah dengan mengakui kesalahan itu dan mulai memperbaiki diri dengan meminta Tuhan menuntun langkah Anda hari demi hari.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Siapa Yang Akan Masuk Surga Karena Anda?

Kisah Para Rasul 20:24 "Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah."

Alkitab mengatakan dalam Kisah Para Rasul 20:24, "Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah."

Perhatikan, ayat ini tidak mengatakan bahwa hal terpenting dalam hidup adalah untuk menikah, menabung untuk masa pensiun, berkeliling dunia, menjadi terkenal, atau melunasi cicilan rumah.
Alkitab mengatakan hal terpenting dalam hidup adalah untuk menjalankan misi Anda.
Jika Yesus mati di kayu salib supaya Anda bisa menjalankan misi Anda tapi ternyata Anda tidak melakukannya, maka Anda telah menyia-nyiakan pengorbanan-Nya.

Allah menempatkan Anda di bumi ini untuk suatu tujuan.
Dia memiliki sebuah misi yang hanya bisa Anda penuhi.
Bagian dari misi itu adalah untuk memberitahu orang lain Kabar Baik dari kasih karunia Allah.
Anda mengenal Kristus karena seseorang mengatakan kepada Anda tentang Dia.
Jadi sekarang siapa yang akan Anda beritahu?

Jika seseorang telah mati untuk Anda, tidakkah Anda ingin tahu hal itu?
Yesus mati bagi setiap orang di dunia ini.
Di akhir pekan, rata-rata orang Amerika akan duduk di rumah menonton TV, dengan soda atau birnya, mungkin membaca koran, sambil bersantai dan benar-benar tak menyadari bahwa Yesus Kristus telah mati untuknya dan menyadari kasih karunia yang ada padanya.

Alkitab mengatakan kepada kita dalam 2 Petrus bahwa Allah tidak ingin ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.
Dia ingin setiap orang dalam keluarga-Nya, dan karena Allah peduli, kita pun harus peduli.

Pada saat menjelang Paskah, orang-orang lebih bergairah untuk datang ke gereja, dibanding dengan waktu lain di sepanjang tahun.
Jangan menyia-nyiakan kesempatan itu! Jangan pergi ke perayaan Paskah untuk mendengar berita terbaik di dunia, tanpa membawa seseorang yang perlu mendengar untuk pertama kalinya.
Jika Anda tidak bisa memikirkan siapa pun, mulailah berdoa agar Tuhan mau membuka hati Anda untuk melihat orang-orang di sekitar Anda yang tengah putus asa akan Kabar Baik Allah.
Mereka beralih dari tren satu ke tren lainnya, dari terapi sampai ke buku-buku penyembuhan rohani.
Mereka mencoba menemukan kepuasan dalam perselingkuhan, pekerjaan, olahraga, atau hobi.
Ada lubang menganga dalam hidup mereka yang hanya bisa diisi oleh kasih karunia Allah.

Cara kita menunjukkan rasa syukur kita atas kasih karunia Allah adalah dengan membuat kehidupan kita berharga, dengan menjalani hidup yang tidak berfoya-foya, dan dengan memberitahu sebanyak mungkin orang tentang Kabar Baik ini.

Renungkan hal ini :

Apakah ada orang yang akan masuk Surga karena Anda?

Siapa yang dapat Anda ajak menghadiri pelayanan Paskah tahun depan?
Bagaimana Anda akan mendekati orang itu?

Apa yang menahan Anda untuk berbagi Kabar Baik dengan orang-orang di sekitar Anda?

Luangkan waktu untuk menulis kesaksian Anda sehingga Anda lebih siap untuk berbagi dengan orang lain ketika Allah memberikan kesempatan itu.

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 91-92; Roma 15:14-33

Allah menempatkan Anda di bumi ini untuk suatu tujuan yaitu menyampaikan Kabar Baik dari kasih karunia Allah kepada semua orang.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Dimana Allah Dalam Pergumulanku?

Lukas 24:31 "Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka."

Pernahkah Anda merasa sepertinya Allah terasa satu juta km jauhnya? Sebenarnya tidak, Dia tidak jauh. 
Apapun pergumulan yang sedang Anda hadapi, Anda bisa percaya bahwa Anda tidak sendirian. 
Anda punya Allah yang ada di dekat Anda yang selalu siap menolong.

Tapi Anda bukan satu-satunya orang yang pernah bertanya-tanya di mana Allah selama pergumulan mereka. 
Pada pagi hari di Paskah pertama, tepat setelah Penyaliban Yesus, para murid bertanya-tanya hal yang sama. 
Dalam Lukas 24, kita belajar tentang dua orang murid Yesus yang sedang berjalan menuju Emaus.
Mereka berbicara tentang apa yang terjadi beberapa hari sebelum penyaliban-Nya: Yesus ditangkap, disiksa, dan disalibkan, mereka mencoba memahami itu semua. Mereka pikir Yesus adalah Mesias; impian mereka telah hancur. Ditambah lagi mereka mendengar laporan bahwa kubur Yesus telah kosong. Mereka benar-benar bingung.

Tiba-tiba Yesus datang berjalan di belakang mereka lalu datang menghampiri dan bergabung dengan mereka dalam perjalanan.
Namun ke dua murid yang tengah dirundung duka ini tidak memperhatikan Dia.
Yesus bertanya tentang apa yang sedang mereka diskusikan, dan para murid membiarkan-Nya terlibat dalam perbincangan itu.
Kemudian Yesus pun mulai berbagi ayat-ayat Perjanjian Lama yang menjelaskan tentang peristiwa di beberapa hari terakhir itu.

Malam itu, saat mereka makan malam dengan Yesus, Alkitab mengatakan bahwa "Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka" (Lukas 24:31)

Bayangkan apa yang dirasakan ke dua murid ini.
Orang yang mereka pikir Tuhan, telah disalibkan dan mati.
Kemudian mereka mendengar Dia telah dibangkitkan, tetapi mereka tidak percaya.
Kemudian satu orang asing berjalan di sepanjang jalan bersama mereka, makan bersama mereka, dan tiba-tiba mereka sadar bahwa itu adalah Allah sendiri! Dan kemudian Dia menghilang.

Para murid tidak bisa melihat Yesus di dalam kesedihan mereka.
Mereka ingin Tuhan menampakkan diri-Nya kepada mereka.

Sama halnya dengan Anda, saya tidak tahu kehilangan apa yang tengah Anda rasakan di sepanjang tahun ini - apakah itu orang yang dicintai, kesehatan, pekerjaan, hubungan, atau tender bisnis yang sangat besar nilainya.
Tetapi jika Anda tengah merasakan kehilangan yang amat mendalam, Anda sedang melupakan kebenaran bahwa Allah selalu berjalan bersama Anda melewati segala pergumulan

Anda tidak pernah sendirian selama masa-masa sulit itu.
Anda tidak bisa melihatnya, tapi Dia selalu ada di sana.

Minta Tuhan untuk memperlihatkan diri-Nya kepada Anda.
Dia ingin Anda melihat-Nya. Dia ingin Anda tahu bahwa Anda tidak pernah sendirian.

Renungkan hal ini:

Bagaimana Allah menunjukkan kehadiran-Nya kepada Anda?

Menurut Anda bagaimana kedukaan membutakan kita dari kasih karunia yang telah Ia berikan pada kita?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 96-98; 1 Korintus 1:1-17

Anda tidak pernah sendiri ataupun di tinggalkan, Dia selalu ada untuk memperhatikan kehidupan Anda. Jadi teruslah berjalan bersama Tuhan hari ini dan selamanya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Dimana Allah Dalam Pergumulanku?

Lukas 24:31 "Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka."

Pernahkah Anda merasa sepertinya Allah terasa satu juta km jauhnya? Sebenarnya tidak, Dia tidak jauh. 
Apapun pergumulan yang sedang Anda hadapi, Anda bisa percaya bahwa Anda tidak sendirian. 
Anda punya Allah yang ada di dekat Anda yang selalu siap menolong.

Tapi Anda bukan satu-satunya orang yang pernah bertanya-tanya di mana Allah selama pergumulan mereka. 
Pada pagi hari di Paskah pertama, tepat setelah Penyaliban Yesus, para murid bertanya-tanya hal yang sama. 
Dalam Lukas 24, kita belajar tentang dua orang murid Yesus yang sedang berjalan menuju Emaus.
Mereka berbicara tentang apa yang terjadi beberapa hari sebelum penyaliban-Nya: Yesus ditangkap, disiksa, dan disalibkan, mereka mencoba memahami itu semua. Mereka pikir Yesus adalah Mesias; impian mereka telah hancur. Ditambah lagi mereka mendengar laporan bahwa kubur Yesus telah kosong. Mereka benar-benar bingung.

Tiba-tiba Yesus datang berjalan di belakang mereka lalu datang menghampiri dan bergabung dengan mereka dalam perjalanan.
Namun ke dua murid yang tengah dirundung duka ini tidak memperhatikan Dia.
Yesus bertanya tentang apa yang sedang mereka diskusikan, dan para murid membiarkan-Nya terlibat dalam perbincangan itu.
Kemudian Yesus pun mulai berbagi ayat-ayat Perjanjian Lama yang menjelaskan tentang peristiwa di beberapa hari terakhir itu.

Malam itu, saat mereka makan malam dengan Yesus, Alkitab mengatakan bahwa "Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka" (Lukas 24:31)

Bayangkan apa yang dirasakan ke dua murid ini.
Orang yang mereka pikir Tuhan, telah disalibkan dan mati.
Kemudian mereka mendengar Dia telah dibangkitkan, tetapi mereka tidak percaya.
Kemudian satu orang asing berjalan di sepanjang jalan bersama mereka, makan bersama mereka, dan tiba-tiba mereka sadar bahwa itu adalah Allah sendiri! Dan kemudian Dia menghilang.

Para murid tidak bisa melihat Yesus di dalam kesedihan mereka.
Mereka ingin Tuhan menampakkan diri-Nya kepada mereka.

Sama halnya dengan Anda, saya tidak tahu kehilangan apa yang tengah Anda rasakan di sepanjang tahun ini - apakah itu orang yang dicintai, kesehatan, pekerjaan, hubungan, atau tender bisnis yang sangat besar nilainya.
Tetapi jika Anda tengah merasakan kehilangan yang amat mendalam, Anda sedang melupakan kebenaran bahwa Allah selalu berjalan bersama Anda melewati segala pergumulan

Anda tidak pernah sendirian selama masa-masa sulit itu.
Anda tidak bisa melihatnya, tapi Dia selalu ada di sana.

Minta Tuhan untuk memperlihatkan diri-Nya kepada Anda.
Dia ingin Anda melihat-Nya. Dia ingin Anda tahu bahwa Anda tidak pernah sendirian.

Renungkan hal ini:

Bagaimana Allah menunjukkan kehadiran-Nya kepada Anda?

Menurut Anda bagaimana kedukaan membutakan kita dari kasih karunia yang telah Ia berikan pada kita?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 96-98; 1 Korintus 1:1-17

Anda tidak pernah sendiri ataupun di tinggalkan, Dia selalu ada untuk memperhatikan kehidupan Anda. Jadi teruslah berjalan bersama Tuhan hari ini dan selamanya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Ketika Kita Mengaku Dosa, Kita Mulai Disembuhkan

Yakobus 5:16 "Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya."

Langkah pertama dalam pengampunan dosa ialah mengakui kesalahan Anda.
Kemudian, Anda harus bertanggung jawab atas dosa Anda. 

Apa cara terbaik untuk memastikan bahwa Anda benar-benar bertanggung jawab atas dosa Anda?
Anda tidak akan menyukai jawabannya, tapi bagaimanapun juga Anda harus mendengarnya: Cara terbaik untuk menyembuhkan rasa bersalah Anda adalah dengan memberitahu satu orang yang mengasihi Anda dengan tulus dan yang akan mendengar serta tidak menghakimi Anda. 

Namun ini penting: Anda tidak perlu mengakui dosa Anda kepada orang lain untuk diampuni.
Yang perlu Anda lakukan adalah dengan mengakui dosa Anda kepada Allah dan Anda akan diampuni.
Namun kenyataannya banyak dari Anda yang telah diampuni tapi masih merasa bersalah.
Jika Anda ingin diampuni, Anda harus memberitahu Allah. Jika Anda ingin merasakan pengampunan, Anda juga harus memberitahu orang lain.
Itulah cara Allah menghubungkan kita satu sama lain.
Mengungkapkan perasaan adalah awal dari penyembuhan.
Kita bisa sembuh ketika berada di dalam masyarakat!
Anda tidak harus memberitahu sekelompok orang.
Anda benar-benar hanya perlu memberitahu satu orang.
Jika dosa Anda adalah antara Anda dan orang lain, maka datangilah orang tersebut. 

Yakobus 5:16a mengatakan, "Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh."
Pengampunan berasal dari Allah.
Penyembuhan datang dari relasi-relasi dengan orang lain.

Lalu, mengapa Anda perlu menyeret orang lain ke dalam dosa pribadi Anda sendiri?

Karena akar dari semua masalah kita saling berhubungan sehingga kita saling tidak jujur.
Kita saling membohongi satu sama lain.
Kita memakai topeng sepanjang waktu.
Kita berpura-pura.
Kita berpura-pura memiliki segalanya, dan ketika semua orang tahu kita tidak memiliki itu semua, maka hubungan baik kita dengan orang lain pun rusak. 

Hanya ada dua jenis orang di dunia ini: orang-orang yang rusak dan berdosa tapi menyadarinya, dan orang-orang yang rusak dan berdosa tapi tidak mau mengakuinya.
Ketika kita menolak untuk berkata jujur pada satu sama lain, maka itu akan menciptakan segala jenis ketakutan dalam hidup ini, dan itu mengisolasi kita dengan satu sama lain.
Ini merupakan hambatan bagi kita dalam membangun relasi yang intim, serta menciptakan rasa khawatir. 

Allah menciptakan kita untuk saling membutuhkan.
Anda butuh teman yang akan mengasihi Anda dengan tulus dan tidak akan memandang rendah diri Anda saat Anda berbagi rasa bersalah Anda atas mereka.
Jika Anda tidak memiliki kelompok kecil, Anda mungkin tidak tahu orang yang memiliki pergumulan yang sama dengan Anda.
Dan jika Anda berada dalam kelompok kecil, Anda perlu menemukan satu orang yang dapat diajak berkeluh kesah dan menguatkan Anda. 

Renungkan hal ini : 

Mengapa Anda pikir sangat sulit bagi banyak orang untuk mengakui rasa bersalah atau dosa mereka kepada orang lain? 

Apa perbedaan setelah Anda mengakui dosa Anda dengan orang lain? 

Jelaskan ciri-ciri orang yang paling Anda percaya yang kepadanya Anda bersedia berbagi dosa Anda.
Apakah Anda termasuk ke dalam ciri-ciri tersebut di mata orang lain. 

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 93-95; Roma 16

Mengungkapkan perasaan adalah awal dari penyembuhan. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Waktunya Jujur Pada Diri Sendiri

Amsal 20:27 "Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya."

Cara terbaik untuk keluar dari perjalanan rasa bersalah kita ialah dengan mengakui kesalahan.
Jangan menguburnya, jangan menyangkalnya, dan jangan mengabaikannya.
Perbaiki!

Tapi jujur, meski kita tahu fakta ini, kita masih mencoba untuk lari dari rasa bersalah kita.
Tetapi sebenarnya ketika Anda lari dari rasa bersalah, ia akan terus mengejar Anda sebab ia sebenarnya ada di dalam pikiran Anda!
Seberapa pun sibuknya Anda atau kemana pun Anda berlari, Anda akan sama stresnya seperti sebelumnya, jika stres itu datang dari penyesalan, malu, atau rasa bersalah.
Dan ketika Anda akhirnya mengendurkan diri tapi semua perasaan itu tetap muncul kembali, Tuhan tidak ingin Anda hidup seperti itu.

Alkitab mengatakan Anda tidak bisa lari dari diri Anda sendiri: "Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya" (Amsal 20:27).
Anda mungkin dapat menyembunyikan rasa bersalah Anda dari orang lain, tetapi Anda tidak dapat menyembunyikannya dari diri Anda sendiri.

Kita sebagai manusia punya kemampuan luar biasa untuk membohongi diri sendiri ketika menghadapi pergumulan.
Anda mampu mengatakan pada diri Anda sendiri itu tidak buruk ketika itu sebenarnya benar-benar buruk, dan kemudian segalanya berubah menjadi baik.
Anda mengatakan pada diri sendiri bahwa Anda benar-benar sudah berusaha dan lebih baik dari yang Anda kira.

Untuk berhenti mengalahkan diri sendiri, Anda harus berhenti menipu diri sendiri.
Anda harus mengatakan kepada diri Anda sendiri yang sebenarnya.

Apa yang mengalahkan kita?
Segala macam hal.
Kekhawatiran mengalahkan kita.
Iri mengalahkan kita.
Kepahitan, kecemburuan, dan rasa bersalah mengalahkan kita.
Ketakutan, kecemasan, dan kegelisahan mengalahkan kita.

Saya sarankan Anda melakukan sedikit bersih-bersih rohani.
Banyak orang meluangkan waktu di musim libur untuk membersihkan seiisi rumah dengan lebih bersih, atau mengatur kembali barang-barang yang biasanya kita biarkan begitu saja.
Setidaknya sekali setahun, Anda juga harus melakukan inventarisasi lebih lanjut akan kondisi rohani Anda.

Bagaimana melakukannya?

Renungkan hal ini:

Pertama, luangkan beberapa jam, lalu pergi ke suatu tempat menyendiri, dengan kertas dan pensil.
Duduk dan katakan, "Tuhan, aku ingin Engkau mengingatkanku atas semua dosaku. Apa yang telah aku rusak? Kesalahan apa yang telah aku buat? Apa salahku, baik yang aku sadari atau yang tidak?" Jika Anda benar-benar bertobat di dalam Allah dan jujur pada diri sendiri, Roh Allah akan mulai memunculkan hal-hal ini dalam pikiran Anda. Kemudian catat semua ingatan-ingatan Anda itu dan doakanlah.

Mengapa Anda harus mencatatnya?
Karena itu akan membantu Anda untuk mengetahui kesalahan Anda dengan lebih spesifik.
Anda telah melakukan hal-hal tersebut satu per satu, jadi Anda harus mengakuinya satu per satu juga.
Kemudian, tunjukkan pada-Nya bahwa Anda cukup bertanggung jawab dengan mengakuinya satu per satu, secara spesifik.

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 89-90; Roma 15:1-13

Untuk keluar dari rasa bersalah adalah dengan mengakui kesalahan itu dan mulai memperbaiki diri dengan meminta Tuhan menuntun langkah Anda hari demi hari.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Ampuni Karena Anda Telah Diampuni

Matius 6:15 "Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

Saya yakin banyak dari Anda sedang merasakan sakit hati mendalam yang Anda bawa selama berbulan-bulan, bahkan mungkin bertahun-tahun.
Ketika Anda terpikir dengan orang yang menyakiti Anda, itu masih segar diingatan bahwa seolah-olah itu terjadi tadi pagi. 
Rasa sakit itu masih ada, dan hati Anda masih dipenuhi dengan kebencian.

Anda berkata, "Buat apa saya mengampuni orang yang sudah begitu menyakiti hati saya? Kau tidak tahu betapa pedihnya mereka menyakiti saya. Kenapa saya harus memberi kasih Tuhan kepada orang itu?"

Anda harus melakukannya untuk tiga alasan:

Pertama, Anda harus bermurah hati dan mengampuni orang-orang yang pernah menyakiti Anda sebab Allah telah memberi Anda kasih karunia.

Anda tidak akan pernah perlu mengampuni orang lain lebih dari Yesus Kristus telah mengampuni Anda. 
Anda harus selalu sadar bahwa Anda juga sering menyakiti hati Tuhan juga. 
Dia telah begitu murah hati mengampuni Anda. Jadi sekarang bermurah hatilah pada orang lain.

Kedua, Anda harus mengampuni orang lain karena jika tidak, Anda akan merasakan kepahitan.

Para ilmuwan mengatakan bahwa kebencian ialah perasaan yang paling tidak sehat. 
Kebencian selalu menyakiti Anda lebih dari orang lain! Kebencian tidak akan mengubah masa lalu dan tidak akan memecahkan masalah Anda. 
Ia bukannya membuat Anda merasa baikan, tapi malah membuat Anda merasa lebih jengkel.

Alkitab mengatakan dalam Ibrani 12:15, "Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang."

Ketiga, Anda harus memperlihatkan kasih Tuhan dan mengampuni orang lain karena Allah ingin Anda melakukannya.

Matius 6:15 mengatakan, "Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."
Yesus mengatakan kita tidak bisa menerima apa yang enggan kita beri.
Jika Anda berkata, "Aku tidak pernah bisa memaafkan orang itu," saya berharap Anda tidak akan membalaskan dendam Anda.
Jika Anda merasa enggan untuk memaafkan, paksakan diri Anda untuk memaafkan, sebab itu adalah hal yang harus kita lakukan sebagai orang percaya..

Alasan mengapa beberapa dari Anda sulit untuk mengampuni ialah karena Anda tidak merasa diampuni.

Maukah Anda mengucapkan doa ini dalam hati Anda?

"Ya Yesus Kristus, Engkau tahu aku sering disakiti orang lain.
Engkau tahu bahwa kebencianku membuatku bertindak dengan cara yang tak masuk akal dan tak sehat.
Aku butuh kekuatan-Mu untuk melepaskan dan mengampuni mereka yang sudah menyakitiku agar aku bisa berhenti membiarkan mereka mengendalikanku. Tolong ganti sakit hati ini dengan damai sejahtera-Mu Yesus Kristus.
Bapa, aku tahu bahwa aku telah menyakiti banyak orang dengan kebiasaan burukku, keputusan-keputusanku, dan kepahitanku.
Tolong ampuni aku karena telah menyakiti orang lain.
Tolong aku untuk bisa mengampuni setiap orang yang sudah kusakiti dengan cara yang benar dan pada waktu yang tepat, dengan segala kerendahan hati untuk menebus kesalahanku.
Yesus Kristus, aku ingin kembali fokus pada hidupku.
Aku ingin menyongsong masa depan dengan berani, dengan kasih dan damai di hatiku.
Tolong ganti kebencianku dengan kasih-Mu, kepahitanku dengan rahmat-Mu.
Terima kasih atas kelemahlembutan-Mu padaku. 
Terima kasih telah mengampuni segala dosaku.
Dalam nama Yesus.
Amin."

AmBacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 77-78; Roma 10

Ampuni orang yang telah menyakiti hari Anda karena saat Anda mengampuni sebenarnya Allah telah lebih dahulu mengampuni Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Apakah Pengampunan Sejati Itu ?

Efesus 4:32 "Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu."

Pengampunan sejati bukanlah istilah murahan yang bisa Anda ucapkan lalu langsung membuat semua orang merasa lebih baik.
Itu bukan pengampunan yang sejati.

Alkitab menjelaskan 4 definisi pengampunan sejati:
Pengampunan adalah mengingat betapa besar Anda telah diampuni.
"Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu" (Efesus 4:32).
Ini adalah titik awal dari pengampunan yang sejati.
Jika Anda merasa tidak diampuni, Anda akan enggan mengampuni orang lain.
Jika Anda keras pada diri sendiri, Anda akan keras pada orang lain juga.
Namun, semakin banyak kasih karunia yang Anda terima dari Allah, maka semakin murah hati Anda terhadap orang lain.
Semakin Anda merasa diampuni, semakin mengampuni Anda terhadap orang lain.

Pengampunan adalah merelakan hak Anda untuk membalas dendam.

Roma 12:19 mengatakan, "Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan." Hidup ini tak adil, tapi suatu hari Allah akan menghukum orang yang berbuat jahat pada kita.
Dia akan menegakkan keadilan.
Jadi, siapa yang lebih handal dalam menegakkan keadilan-Anda atau Tuhan?

Pengampunan adalah membalas kejahatan dengan kebaikan.

Alkitab berkata dalam Lukas 6: 27-28, "Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu."
Bagaimana Anda tahu jika Anda sudah benar- benar diampuni seseorang?
Ketika Anda bisa mengerti kepahitan orang itu, bukan hanya kepahitan Anda sendiri, dan berdoa agar Tuhan memberkati dia.
Anda pasti bertanya, "Bagaimana mungkin saya bisa melakukannya pada orang yang sudah menyakiti saya?" 
Anda tidak mampu jika Anda tidak mengizinkan kasih Allah menembus kehidupan Anda.
Hanya kasih Allah yang dapat memampukan Anda melakukannya.

Pengampunan adalah terus mengulangi proses selama yang diperlukan.

"Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"
Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali" (Matius 18:21-22).
Berapa lama Anda harus tetap mengampuni seseorang? Selama yang dibutuhkan.
Anda harus terus mengampuni orang tersebut hingga rasa sakit hati dan keinginan Anda untuk membalas dendam hilang.

Renungkan hal ini:

Apa perbedaan yang telah dibuat oleh kasih karunia Allah dalam hidup Anda?
Bagaimana cara Anda berbagi kasih karunia tersebut kepada orang lain?

Untuk siapa Anda perlu berdoa untuk berkat Tuhan hari ini?
Kepahitan apa yang harus Anda lepaskan?

Kebaikan apa yang dapat Anda lakukan untuk seseorang yang membenci atau yang sudah menyakiti hati Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 74-76; Roma 9:16-33

Pengampunan sejati ialah Anda harus terus mengampuni orang lain hingga rasa sakit untuk membalas dendam hilang dan Anda juga mengalami pemulihan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

Ibadah Doa Pagi

Ibadah Doa Pagi

Popular Post

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More