• slide 1

    Ulta Sword 27 Sep 2015

    Suasana Ulang Tahun GSJA Sword 27 September 2015...

  • slide 2

    Paskah 5 April 2015

    Suasana Ibadah Paskah GSJA Sword 5 April 2015...

  • slide 3

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010 GSJA Sword bertempat di JL Kartini 8 No.1A...

  • slide 4

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00 kelas terbagi ke dalam tiga kelas: Little Heaven, Kingdom Kid dan Christ Crew...

  • slide 5

    Ibadah Youth

    Ibadah yang dihadiri oleh para youth yang masih sekolah, kuliah dan bekerja segment keterlibatan dalam drama...

  • slide 6

    Tim Musik GSJA Sword

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah terdiri dari : Agus - Gitaris, Julius dan sylvi- Keyboard, Yanto dan Edy - Drum, Randy - Bass...

  • slide 7

    Drama Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword dalam perayaan Harnas Wanita 2011...

  • slide 8

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011 yang berlangsung di gedung gereja sendiri, sederhana namun membawa hikmat dan berkat tersendiri...

  • slide 9

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword saat perayaan Natal 2010...

  • slide 10

    Natal GSJA Sword, 17 Des 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword pada tanggal 17 Des 2011...

  • slide 11

    Imlek GSJA Sword, 22 Jan 2012

    Ibadah Saat Imlek di GSJA Sword pada tanggal 22 Januari 2012...

  • slide 12

    Gathering Pekerja GSJA Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

  • slide nav 1

    Ulta Sword 2015

    Ulang Tahun GSJA Sword 27 September 2015...
  • slide nav 2

    Paskah 2015

    Ibadah Paskah GSJA Sword 5 April 2015...
  • slide nav 3

    Ibadah Raya

    Ibadah Natal 2010...
  • slide nav 4

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00...
  • slide nav 5

    Ibadah Youth

    Ibadah yang dihadiri oleh para youth yang masih sekolah,kuliah dan bekerja...
  • slide nav 6

    Tim Musik

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah...
  • slide nav 7

    Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword...
  • slide nav 8

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011...
  • slide nav 9

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword...
  • slide nav 10

    Natal GSJA Sword 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword, 17 Des 2011...
  • slide nav 11

    Imlek GSJA Sword 2012

    Ibadah Saat imlek di GSJA Sword, 22 Januari 2012...
  • slide nav 12

    Gathering Pekerja Sword 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words Of OuR LorD)

Latest from Blog

Ibadah Raya Pagi 4 September 2016

Ibadah Raya Pagi 4 September 2016

KKR Wanita, Minggu 11 September 2016

KKR Wanita, Minggu 11 September 2016

Delete this element to display blogger navbar

0 Lakukan Yang Terbaik Untuk Kemuliaan Allah

Kejadian 39:2 "Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu."
Bagi Yusuf, ketika hidup ini tampak seakan-akan telah runtuh, itu sebenarnya hanya permulaannya saja.
Saudara-saudaranya telah menjual dia kepada seorang pedagang budak, dan ternyata, pedagang itu menjual Yusuf kepada seseorang yang sangat penting bernama Potifar, yang merupakan kepala pengawal Firaun di Mesir.
Potifar itu pada dasarnya adalah seorang kepala polisi militer dan bagian dari satuan pengawalan kerajaan, semacam kepala intel kerajaan.
Dan juga, sebagai kepala para algojo, Potifar bertanggung jawab atas eksekusi mati semua penjahat.
Jangan macam-macam dengan orang ini.
Potifar menjadi tuan dari Yusuf dan mempekerjakannya.
Alkitab mengatakan kepada kita bahwa Allah menyertai Yusuf (lihat Kejadian 39:2).
Allah memberkati Yusuf karena kerja kerasnya, kesetiaannya, kejujurannya, dan integritasnya, dan keberhasilannya dalam mengikut-Nya.
Yusuf seakan-akan punya sentuhan Midas, apa pun yang ia sentuh menjadi emas.
Yusuf melaksanakan prioritasnya dengan lurus, dan apa pun ia lakukan, ia kerjakan dengan terbaik sehingga Potifar akhirnya menempatkan dia untuk bertanggung jawab atas segala sesuatu.
Bahkan Potifar, yang jelas-jelas adalah orang tak percaya, mengakui bahwa Allah menyertai Yusuf.
Kehidupan Yusuf berfungsi sebagai pengingat bagi kita bahwa orang Kristen harus menjadi pekerja yang paling rajin dan yang paling keras berusaha.
Kolose 3:23-24 mengatakan, "Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya."
Apa pun pekerjaan Anda, kerjakanlah seolah-olah Anda melakukannya untuk Kristus sendiri-bukan untuk gaji, bukan untuk bos, dan bahkan bukan untuk promosi jabatan.
Ini yang saya percaya: jika Anda bersedia melakukan pekerjaan yang terbaik untuk kemuliaan Allah, Dia akan memberkati Anda.
Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 63-65; Roma 6
Apa pun pekerjaan Anda, kerjakanlah seolah-olah untuk Kristus dan Dia akan memberkati Anda
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)
Read more

0 Orang Kudus Dan Orang Berdosa

1 Tesalonika 3:13 "Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya."

Dua belas orang yang Yesus panggil adalah kru yang masih mentah. Namun mereka adalah yang kita sebut sebagai orang-orang kudus. Seiring waktu, kita mengagumi mereka. Selamanya mereka dikenang dalam pahatan kaca patri di gereja-gereja, mereka bak superhero dalam Alkitab - tidak ada kekurangan, kelemahan, cacat cela; mereka ibarat golongan orang-orang spiritual. 

Dan memang benar. Para orang kudus ini melewati tiga tahun berjalan, berbicara dan mengikut Yesus. Tapi apa sebenarnya yang dimaksud dengan orang kudus?

Seorang gadis kecil ditanya di Sekolah Mlinggunya apa yang dimaksud dengan orang kudus. Terbayang kaca patri berwarna-warni di gereja, jawabnya, "Mereka adalah orang-orang yang bersinar." Apakah kita semua dipanggil untuk menjadi orang kudus? Kita harus membiarkan "terang kita bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatan kita yang baik dan memuliakan Bapa kita yang di sorga." Jadi, apa yang dimaksud orang kudus? Orang kudus adalah pengikut Kristus sejati.

Itu artinya apabila Anda telah meletakkan kepercayaan Anda pada Yesus Kristus, maka Anda adalah seorang kudus - dan begitu juga saya! "Saint (orang kudus/santo) Greg." Bagaimana dengan Anda? 

Tapi siapa sebenarnya orang-orang kudus ini? Siapakah rasul-rasul yang dipanggil Yesus ini? Siapakah orang-orang yang mengubah dunia ini? Semakin kita mengenal rasul-rasul ini, semakin kita memandang mereka seperti manusia. Kadang kita menganggap mereka sebagai karakter yang sulit dijangkau, yang dikagumi. Tetapi setiap kisah hidup mereka di dalam Alkitab juga mengungkapkan yang sebaliknya.

Mereka bukan filsuf. Mereka bukan imam-imam besar. Malah sesungguhnya, mereka orang-orang yang cukup biasa. Mereka manusia biasa yang bisa putus asa, sangat-sangat biasa saja. Tapi mereka bersedia dan taat kepada panggilan Allah. 

Inilah salah satu hal yang saya percaya bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan! Alkitab adalah kitab yang benar-benar jujur. Alkitab memberi gambaran tentang para pahlawan kita tentang semua kekurangan dan kelemahan mereka, dan saya menghargai itu. Kisah jujur kehidupan mereka tidak mengecilkan hati saya, tapi justru sebaliknya. Itu memberi saya harapan sebagai orang yang bercacat cela. Namun terlepas dari kekurangan kita, Allah dapat menggunakan Anda dan saya. Saya berharap itu memberi Anda dorongan hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 66-67; Roma 7

Allah dapat memakai Anda untuk melakukan hal-hal yang ajaib asalkan Anda mau taat kepada panggilan-Nya
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Mengapa Tuhan Tidak Memberitahu Saya Langkah Selanjutnya ?

Pengkhotbah 5:4 "Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah nazarmu."

Anda sudah tahu begitu banyak hal yang Tuhan ingin Anda lakukan dengan hidup Anda.
Lalu mengapa Anda belum melaksanakan itu semua?
Tuhan tidak akan memberi Anda langkah ke 2 sebelum Anda menyelesaikan langkah ke 1.

Sebagian dari Anda mungkin berkata, "Saya ingin tahu kehendak Allah untuk karir saya, pernikahan saya," dan Allah berkata, "Ayo kita kembali ke yang paling dasar. Apa kau membaca Alkitabmu? Apa kau punya kelompok doa kecil? Apa kau memberi persepuluhan? Apa kau berdoa?"
Anda harus mulai melakukan apa yang Anda tahu itu adalah kehendak Allah atas hidup Anda.
Jadi, apa yang sudah Anda tahu harus Anda lakukan tapi belum Anda kerjakan?
Apa langkah Anda berikutnya?

Mungkin Anda sudah lebih dari satu tahun datang ke gereja dan perlu mengambil langkah berikutnya dalam keanggotaan gereja Anda.
Mungkin Anda telah sekian lama berdoa tentang baptisan, tapi itu masih sekedar khotbahan saja.
Mungkin Anda sudah lama mencari sekumpulan orang yang akan berbagi kehidupan dengan Anda, dan karena itu Anda perlu membuka sebuah persekutuan kecil di rumah Anda.
Mungkin Tuhan telah memperlihatkan pada Anda seperti apa bentuk Anda, dan Anda tahu Anda harus mencari satu cara untuk dapat menggunakannya untuk melayani orang lain.

Apakah Anda akan berhasil sampai minggu berikutnya, tahun berikutnya, tanpa melaksanakan apa yang telah Tuhan minta untuk Anda lakukan?

Apa lagi yang Anda tunggu?

Pengkhotbah 5:4 "Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah nazarmu."
Jangan menunda-nunda. Lakukan apa yang Anda tahu harus Anda lakukan.

Ucapkan doa ini: "Tuhan, aku butuh pimpinanmu dalam hidupku. Aku meminta-Mu dalam iman untuk menuntunku. Bantu aku untuk mendengar kehendak-Mu, bantu aku untuk tidak begitu sibuk sehingga dapat mendengar-Mu. Bapa, saat aku tidak paham, bantu aku untuk percaya bahwa Engkau punya rancangan demi kebaikanku. Tuhan, apa langkahku berikutnya? Bantu aku melakukan apa yang aku tahu harus aku lakukan. Bantu aku untuk tidak frustasi. Bantu aku agar tidak takut, namun sebaliknya percaya pada-Mu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin." 

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 54-56; Roma 3

Tepatilah nazar Anda,jangan menunda-nunda, lakukan apa yang harus Anda lakukan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Tiga Kesalahan Yang Harus Kita Hindari Ketika Mencari Kehendak Tuhan

Mazmur 37:23-24 "TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya."

Anda mungkin tengah berada dalam keadaan yang Anda anggap adalah jalan buntu. "Kita tidak akan pernah keluar dari jerat hutang ini! Aku tidak akan bisa hamil. Mimpiku tak akan pernah jadi kenyataan. Bagaimana caranya supaya aku bisa bahagia?" 

Sekarang ini mungkin segalanya terlihat gelap, Anda mungkin merasa dikalahkan oleh keadaan, mungkin ini tampak bagai misteri bagi Anda. Namun suatu hari Anda akan melihat dalam terang kekekalan bagaimana masalah-masalah itu bisa cocok dengan satu sama lain di dalam rencana Allah. Dan hingga waktu itu tiba, ada tiga kesalahan yang perlu Anda jauhi saat mencari kehendak Tuhan untuk membantu Anda agar percaya dengan-Nya, bahkan saat Anda tak paham.

Pertama, jangan hanya pasrah pada nasib. Sikap yang dinamakan fatalisme ini- bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah kehendak Tuhan akan membuat Anda merasa kasihan pada diri sendiri. Fatalisme membuat kita menyalahkan Tuhan atas segala sesuatu yang buruk dalam hidup kita, ketimbang harus bertanggung jawab atas masalah yang kita buat sendiri. Dan, fatalisme mengarah pada kepasifan. Itu membuat kita berpikir, "Aku sedang menunggu Tuhan memberikanku jodoh" atau "Aku sedang menunggu Tuhan memberikanku pekerjaan." Tapi Tuhan berkata, "Aku memberimu otak! Aku memberimu dua kaki! Pergi dan berusahalah!"

Kedua, jangan frustasi. Jika Anda mencoba untuk mencari tahu segala sesuatu dalam hidup Anda, Anda akan menjadi amat frustasi. Kadang mungkin Anda melakukan apa yang Anda pikir adalah kehendak Tuhan, tapi kemudian itu gagal. "Saya pikir Tuhan sedang memimpin saya untuk memulai bisnis ini, tapi ternyata ini malah gagal." Apa yang Anda lakukan saat tidak ada jawaban? Tetap percaya pada Allah, ketahui bahwa Dia sedang membangun karakter Anda melalui semua masalah Anda, dan bahwa Dia punya rancangan-rancangan yang baik untuk Anda.

Ketiga, jangan takut. Apa yang ada di balik ketakutan pada kehendak Allah? Akar permasalahan yang akan muncul adalah Anda akan meragukan kasih-Nya. Alkitab mengatakan, "Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan;"(1 Yohanes 4: 18a). Kita akan selalu terlibat dalam masalah ketika kita meragukan kasih Allah, sebab ketika kita tidak percaya pada-Nya, berarti kita tidak taat pada-Nya.

Mazmur 37:23-24 mengatakan, "TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya." Kehendak Allah adalah ungkapan kasih-Nya. Bila Anda tidak mengerti apa yang tengah Tuhan kerjakan dalam hidup Anda, bersabarlah. Dia tahu apa yang terbaik untuk Anda. Anda memang tak bisa melihat hasil akhirnya, tapi Dia bisa. Jalan Allah mungkin jalur yang penuh dengan rasa sakit, tapi semua penundaan, kesukaran dan masalah itu tengah membangun karakter dalam hidup Anda.

Renungkan hal ini: 

Bagaimana Anda akan menjawab pertanyaan, "Mengapa hal-hal buruk terjadi pada orang baik?"

Apa sedang Anda tunggu untuk Allah lakukan atau berikan dalam hidup Anda? Menurut Anda, apa yang Ia ingin Anda lakukan akan hal itu?

Menurut Anda apa maksud pernyataan ini: "Kehendak Allah adalah ungkapan kasih-Nya?"

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 51-53; Roma 2

Bila Anda tidak mengerti apa yang tengah Tuhan kerjakan dalam hidup Anda, bersabarlah
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Tiga Kesalahan Yang Harus Dihindari Ketika Mencari Kehendak Tuhan

Mazmur 37:23-24 "TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya."

Anda mungkin tengah berada dalam keadaan yang Anda anggap adalah jalan buntu. "Kita tidak akan pernah keluar dari jerat hutang ini! Aku tidak akan bisa hamil. Mimpiku tak akan pernah jadi kenyataan. Bagaimana caranya supaya aku bisa bahagia?" 

Sekarang ini mungkin segalanya terlihat gelap, Anda mungkin merasa dikalahkan oleh keadaan, mungkin ini tampak bagai misteri bagi Anda. Namun suatu hari Anda akan melihat dalam terang kekekalan bagaimana masalah-masalah itu bisa cocok dengan satu sama lain di dalam rencana Allah. Dan hingga waktu itu tiba, ada tiga kesalahan yang perlu Anda jauhi saat mencari kehendak Tuhan untuk membantu Anda agar percaya dengan-Nya, bahkan saat Anda tak paham.

Pertama, jangan hanya pasrah pada nasib. Sikap yang dinamakan fatalisme ini- bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah kehendak Tuhan akan membuat Anda merasa kasihan pada diri sendiri. Fatalisme membuat kita menyalahkan Tuhan atas segala sesuatu yang buruk dalam hidup kita, ketimbang harus bertanggung jawab atas masalah yang kita buat sendiri. Dan, fatalisme mengarah pada kepasifan. Itu membuat kita berpikir, "Aku sedang menunggu Tuhan memberikanku jodoh" atau "Aku sedang menunggu Tuhan memberikanku pekerjaan." Tapi Tuhan berkata, "Aku memberimu otak! Aku memberimu dua kaki! Pergi dan berusahalah!"

Kedua, jangan frustasi. Jika Anda mencoba untuk mencari tahu segala sesuatu dalam hidup Anda, Anda akan menjadi amat frustasi. Kadang mungkin Anda melakukan apa yang Anda pikir adalah kehendak Tuhan, tapi kemudian itu gagal. "Saya pikir Tuhan sedang memimpin saya untuk memulai bisnis ini, tapi ternyata ini malah gagal." Apa yang Anda lakukan saat tidak ada jawaban? Tetap percaya pada Allah, ketahui bahwa Dia sedang membangun karakter Anda melalui semua masalah Anda, dan bahwa Dia punya rancangan-rancangan yang baik untuk Anda.

Ketiga, jangan takut. Apa yang ada di balik ketakutan pada kehendak Allah? Akar permasalahan yang akan muncul adalah Anda akan meragukan kasih-Nya. Alkitab mengatakan, "Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan;"(1 Yohanes 4: 18a). Kita akan selalu terlibat dalam masalah ketika kita meragukan kasih Allah, sebab ketika kita tidak percaya pada-Nya, berarti kita tidak taat pada-Nya.

Mazmur 37:23-24 mengatakan, "TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya." Kehendak Allah adalah ungkapan kasih-Nya. Bila Anda tidak mengerti apa yang tengah Tuhan kerjakan dalam hidup Anda, bersabarlah. Dia tahu apa yang terbaik untuk Anda. Anda memang tak bisa melihat hasil akhirnya, tapi Dia bisa. Jalan Allah mungkin jalur yang penuh dengan rasa sakit, tapi semua penundaan, kesukaran dan masalah itu tengah membangun karakter dalam hidup Anda.

Renungkan hal ini: 

Bagaimana Anda akan menjawab pertanyaan, "Mengapa hal-hal buruk terjadi pada orang baik?"

Apa sedang Anda tunggu untuk Allah lakukan atau berikan dalam hidup Anda? Menurut Anda, apa yang Ia ingin Anda lakukan akan hal itu?

Menurut Anda apa maksud pernyataan ini: "Kehendak Allah adalah ungkapan kasih-Nya?"

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 51-53; Roma 2

Bila Anda tidak mengerti apa yang tengah Tuhan kerjakan dalam hidup Anda, bersabarlah
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Ketika Anda Telah Memberikan Segala Yang Anda Punya

1 Korintus 13:7 "Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu."

Mengasihi bisa terasa benar-benar melelahkan.
Tapi, jangan biarkan hal itu menghentikan Anda, sebab jenis kasih yang benar-benar memberi perbedaan di dunia ini akan mengalahkan segala sesuatunya.

Kadang Anda merasa seakan tidak punya lagi cukup kasih untuk dibagikan kepada orang lain.
Mungkin Anda memilki pekerjaan yang berhadapan dengan orang lain secara intensif, seperti guru, salesman, atau pelayan restoran, dan Anda pulang ke rumah dan berpikir, "Aku sudah tak tahan menghadapi keluhan, masalah, atau sakit hati lagi."
Kemudian Anda pun akhirnya menutup diri.

Atau mungkin, Anda harus menunjukkan kasih Anda kepada satu orang tertentu yang begitu menuntut, egois, dan yang tidak pernah membalas kasih Anda, dan Anda berpikir pada diri sendiri, "Cukup sudah. Saya menyerah."

Memang, hal itu wajar dan manusiawi, tapi itu bukan standar kasih yang Allah mau kita praktekkan.
Alkitab mengatakan, "Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu" (1 Korintus 13:7).
Kasih tidak pernah menyerah.

Tapi bagaimana bisa Anda memiliki kasih yang segigih itu untuk orang lain?
Anda dimampukan dengan bahan bakar kuasa Allah.

Waktu anak-anak saya masih kecil, saya pernah mengajak mereka ke atraksi pesawat tempur.
Saya sungguh terkesima melihat bagaimana mereka memasang sebuah tanker ke badan peswat jet agar pesawat itu bisa mengisi bahan bakar selama terbang.
Saya tak pernah lupa itu.

Tapi bisakah Anda bayangkan si pilot yang sedang menerbangkan pesawat jet berkata, "Saya tak perlu mengisi ulang bahan bakar!"
Pastinya jet itu akan jatuh terhempas dan terbakar.
Dalam penerbangan jarak jauh, pesawat jet harus mengisi ulang bahan bakar.

Agar kita mempu memberi jenis kasih yang pantang menyerah ini, Anda harus mengisi ulang bahan bakar tangki kasih Anda.
Lihat masyarakat kita, Anda pasti akan melihatnya dipenuhi dengan puing-puing relasi dan hubungan yang telah jatuh terbakar sebab orang tak lagi mengisi bahan bakar kasih mereka.

Lalu bagaimana Anda akan mengisi ulang bahan bakar tangki kasih Anda?
Mulailah dengan membolehkan Allah mengasihi Anda.

Alkitab mengatakan, "Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita" (1 Yohanes 4:19).
Ketika Anda lelah, letih dan tidak tahu lagi bagaimana harus menyatakan kasih Anda pada orang lain, ingatlah bahwa Allah amat mengasihi Anda, bahwa Ia telah mengutus Anak-Nya untuk mati bagi Anda.

Nah, itu namanya bahan bakar yang sempurna.
Itulah yang membuat Anda tetap berlari ketika Anda ingin berhenti.

Renungkan hal ini:

Bagaimana waktu teduh harian Anda membantu Anda mengisi ulang bahan bakar tangki kasih Anda?

Cara-cara apa yang bisa Anda pakai untuk bisa mengisi kembali bahan bakar Anda sepanjang hari agar bisa membantu Anda mendapatkan perspektif dan mengingat kasih Allah, sehingga Anda bisa mengasihi sesama lebih baik lagi? 

Apa artinya memiliki kasih yang "selalu penuh pengharapan"?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 49-50; Roma 1

Ketika Anda lelah, letih dan tidak tahu lagi bagaimana harus menyatakan kasih Anda pada orang lain, ingatlah bahwa Allah amat mengasihi Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Bagaimana Mengasihi Mereka Yang Tak Layak Dikasihi


Lukas 6:32 "Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka."

Jika Anda hanya sekali-sekali mengasihi, seperti tombol lampu, artinya Anda tidak mengasihi orang lain sebagaimana Tuhan ingin Anda mengasihi.
Yesus berkata, "Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu?" (Lukas 6:32a).

Maksudnya adalah: Kita semua bisa mengasihi mereka yang mengasihi kita kembali.
Menjadi kekasih Kristus berarti Anda belajar untuk mengasihi mereka yang terbuang, yang tak layak dikasihi - mengasihi orang yang tidak mengasihi Anda, mengasihi orang yang menjengkelkan Anda, mengasihi orang yang menusuk Anda dari belakang atau yang bergosip tentang Anda.

Mungkin ini kelihatan seperti misi yang mustahil- memang benar.
Itulah sebabnya kita perlu kasih Tuhan di dalam kita agar kita dapat mengasihi orang lain: "Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita" (1 Yohanes 4:16a).

Ketika Anda sadar betapa Tuhan mengasihi Anda - dengan kasih yang luar biasa, yang tak terbantahkan, yang tanpa syarat - maka kasih-Nya akan mengubah seluruh pusat kehidupan Anda.
 
Jika kita tidak menerima kasih Allah dalam kita, maka kita akan kesulitan mengasihi orang lain. Di sini saya berbicara tentang orang-orang yang tak layak dikasihi, sulit, pemarah, berbeda, atau menuntut.

Anda tak dapat melakukan itu sampai Anda memiliki kasih Allah yang datang melalui hidup Anda. Anda perlu mengenal kasih-Nya, sehingga itu dapat meluap keluar dari hidup Anda dan mengalir kepada orang lain.

Renungkan hal ini:

Bagaimana seharusnya kasih seorang Kristen terlihat berbeda terhadap dunia ?

Bagaimana Anda dapat lebih memahami betapa Allah mengasihi Anda?

Apa artinya menerima kasih Allah?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 40-42; Kisah Para Rasul 27

Ketika Anda sadar betapa Tuhan mengasihi Anda, maka kasih-Nya akan mengubah seluruh pusat kehidupan Anda
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
Read more

0 Mengapa Kasih Tidak Terjadi Begitu Saja


Ulangan 30:20 "Dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka."

Hari ini kita telah termakan oleh mitos yang mengatakan bahwa cinta itu tak terkendali, sesuatu yang terjadi begitu saja pada kita. Bahkan bahasa yang kita ucapkan juga menyiratkan bahwa cinta itu tak terkendali. Kita sering berkata, "Aku jatuh cinta," seolah-olah cinta itu semacam parit. Ibaratnya, suatu hari saya sedang berjalan sendirian, lalu tiba-tiba bam! - Saya jatuh cinta. Saya tak bisa mencegahnya.

Tapi saya harus katakan yang sejujurnya: Itu bukan kasih. Kasih tak datang begitu saja pada Anda. Kasih adalah sebuah pilihan, dan itu melambangkan sebuah komitmen.
Tidak ada yang perlu diragukan lagi akan hal ini: Daya tarik dan hasrat ragawi tak dapat dikendalikan. Namun daya tarik dan hasrat bukanlah kasih. Itu dapat menimbulkan kasih, tapi itu bukan kasih. Kasih adalah sebuah pilihan.

Anda harus memilih untuk mengasihi Allah; Ia tak akan memaksa Anda untuk mengasihi-Nya (Ulangan 30:20). Anda bisa saja mengabaikan-Nya dan pergi ke arah berlawanan. Anda bisa saja menghancurkan hidup Anda bila Anda memilih jalan itu. Allah tetap tidak akan memaksa Anda untuk mengasihi-Nya, karena Ia tahu bahwa kasih tak bisa dipaksakan.

Prinsip yang sama ini juga berlaku untuk hubungan Anda dengan orang lain: Anda bisa memilih untuk mengasihi orang lain, tapi Allah tidak akan memaksa Anda untuk mengasihi siapa pun.

Apakah ada seseorang dalam hidup Anda, seperti anggota keluarga, teman, atau tetangga Anda yang sulit untuk Anda kasihi? Allah akan membantu Anda mengasihi orang tersebut apabila Anda mengambil pilihan untuk melakukannya.

Ini bukan berarti semuanya akan menjadi sempurna; juga bukan berarti bahwa orang tersebut akan menyambut kasih Anda. Tapi Anda adalah satu-satunya orang yang bisa menghentikan diri Anda sendiri untuk mengasihi orang lain - karena kasih adalah pilihan.

Renungkan hal ini:
Mengapa penting dalam suatu hubungan untuk paham bahwa mereka harus memilih untuk saling mengasihi?

Bagaimana kebenaran ini membuat arti kasih lebih bermakna untuk dimengerti, bahwa kasih adalah pilihan dan bukan sesuatu yang terjadi begitu saja?

Apakah Anda butuh bantuan Tuhan untuk mengasihi seseorang? Siapakah orang itu? Sekarang mintalah Tuhan untuk memberikan Anda kasih-Nya untuk orang tersebut?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 37-39; Kisah Para Rasul 26

Kasih adalah sebuah pilihan
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
Read more

0 Mengapa Setan Suka Orang Percaya Yang Memisahkan Diri


Ibrani 3:13 "Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan 'hari ini', supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa."

Keluarga gereja akan membantu menjaga Anda dari kemurtadan.
Tak satu pun dari kita yang kebal dengan godaan.
 
Karena itulah Anda dan saya selalu punya kemungkinan untuk melakukan dosa.
Tuhan tahu ini, maka Ia telah menugaskan kita sebagai individu tanggung jawab untuk menjaga satu sama lain agar tetap ada di jalur.

Alkitab mengatakan, "Nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari… supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa" (Ibrani 3:13).
"Urus urusanmu sendiri" bukan ucapan orang Kristen!

Kita dipanggil dan diperintahkan untuk saling terlibat dalam kehidupan satu sama lain.
Jika Anda kenal seseorang yang tengah bimbang rohaninya, itu tanggung jawab Anda untuk mengejar dia dan membawanya kembali ke persekutuan.

Yakobus mengatakan pada kita, "Saudara-saudaraku, jika ada di antara kamu yang menyimpang dari kebenaran dan ada seorang yang membuat dia berbalik," (Yakobus 5:19).
Gereja lokal juga menyediakan perlindungan rohani melalui pemimpin-pemimpin yang kudus.
 
Allah memberikan gembala gereja tanggung jawab untuk menjaga, melindungi, membela, dan peduli pada kesejahteraan rohani umatnya (Kisah Para Rasul 20:28-29; 1 Petrus 5:1-4; Ibrani 13:7).

Dikatakan, "Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya" (Ibrani 13:17a).

Setan cinta dengan orang percaya yang memisahkan diri dari Tubuh, yang terputus dari kehidupan berjemaat, yang terisolasi dari keluarga Allah, dan yang tidak terlibat dalam tugas gereja, sebab setan tahu bahwa mereka tak berdaya dan tak punya kuasa untuk berperang melawan taktiknya.
 Jangan biarkan setan menancapkan pijakannya dalam hidup Anda!

Renungkan hal ini: 
Apa jenis relasi yang harus Anda kembangkan apabila Anda ingin memiliki peran dalam Tubuh Kristus?

Bagaimana seharusnya Anda mendoakan para pemimpin gereja Anda?
Apa yang harus Anda lakukan untuk berhubungan kembali dengan keluarga gereja Anda? Siapa yang Anda kenal yang harus dibawa kembali ke dalam keluarga gereja Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 35-36; Kisah Para Rasul 25

Tetaplah terhubung dengan keluarga gereja Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
Read more

0 Cara Allah Membantu Anda Menikmati Hidup


1 Timotius 6:17 "Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati."

Saat ini mungkin Anda tengah berada di bawah tekanan berat karena sakit penyakit, pekerjaan, ekonomi, atau hubungan Anda, tapi ketahuilah Tuhan tetap ingin Anda menikmati hidup.
Dia tidak ingin Anda hidup tanpa kegembiraan.
 
Rasul Matius menghabiskan tiga tahun dengan Yesus dan menulis, "Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum," (Matius 11:19a).

Sebagai orang Kristen, Anda dapat menikmati hidup karena hati nurani Anda murni. Anda dapat menikmati hidup karena Anda aman di dalam kasih Tuhan. Anda dapat bergembira dan tertawa di gereja.
 
Anda dapat menikmati hubungan dengan teman dan keluarga.
Sayangnya, ada banyak orang yang tidak ingin mengizinkan Tuhan masuk dalam kehidupan mereka sebab mereka takut Tuhan akan menyuruh mereka melepaskan apa pun yang menyenangkan.

Dengan kata lain, mereka berpikir bahwa untuk menjadi orang Kristen itu sama seperti mengatakan "pestanya sudah selesai," menjadi kudus berarti hidup merana.
 
Dikuasai oleh ketakutan membuat orang mencari pelarian-pelarian yang menyenangkan, tapi itu artinya keuntungan yang mereka dapat lebih sedikit dari input yang mereka investasikan.
 
Mereka menggunakan lebih banyak waktu, lebih banyak uang, dan lebih banyak tenaga, hanya untuk mendapatkan lebih sedikit getaran panggilan di dalam hati mereka.
 
Mereka berkeliling bertanya, "Apa kalian bersenang-senang denganku?"
Tuhan mengasihi Anda.
 
Biarkan Ia mengangkat beban Anda, dan serahkan kekhawatiran yang menekan Anda itu kepada-Nya. Ini saatnya menikmati hidup!

Renungkan hal ini: 
Bagaimana mungkin menikmati hidup di tengah-tengah pergumulan atau stres Anda? 
Apakah Tuhan ingin Anda mengabaikan tanggung jawab Anda?
Mengapa Anda menganggap bahwa orang-orang Kristen adalah orang-orang yang menyedihkan?

Apa yang telah Allah sediakan untuk kesenangan Anda? Apakah saat ini Anda benar-benar memanfaatkannya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 29-30; Kisah Para Rasul 23:1-11

Tuhan mengasihi Anda. Biarkan Ia mengangkat beban Anda, dan serahkan kekhawatiran yang menekan Anda itu kepada-Nya
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
Read more

0 Bagaimana Allah Mau Anda Mengasihi Orang Yang Telah Menyakiti Anda ?

Amsal 10:12 "Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran."

Ketika Anda kecil, mungkin Anda pernah disakiti oleh orang dewasa - guru, anggota keluarga, atau bahkan mungkin orang tua Anda.
Alkitab mengatakan bahwa akan ada hukuman berat untuk penyiksaan, penelantaran, dan peninggalan anak; suatu hari Allah akan menghukum pelakunya.
Ketika Allah berfirman, "Hormatilah ayahmu dan ibumu," Ia tak berkata agar kita menghormati dosa-dosa mereka atau keegoisan mereka atau keputusan-keputusan salah mereka.
Ia tidak berkata agar Anda mengabaikan rasa sakit dalam hidup Anda, memasang wajah bahagia, lalu berpura-pura semuanya baik-baik saja.

Jadi apa yang Allah harapkan?
Bagaimana Ia mau Anda mengasihi orang-orang yang pernah menyakiti Anda?
Dia tidak ingin Anda mengabaikan luka itu.
Dia tidak meminta Anda untuk mengacuhkan atau menyangkal atau menahan atau membuat pembenaran atas orang-orang yang pernah melukai Anda.

Tuhan tak ingin Anda menutup-nutupinya; Ia ingin Anda menghadapinya, sebab Anda tak bisa mengampuni sampai Anda mengatasi rasa sakit Anda itu.
Anda harus berhenti berlari, dan Anda harus berhenti menyalahkan.

Jika Anda ingin menjadi wanita atau pria yang penuh kasih seperti yang Tuhan kehendaki, maka sekarang Anda harus menghadapi kerusakan yang disebabkan oleh seseorang di masa lalu Anda.
Apabila Anda masih marah dengan orang tua Anda atau orang lain, artinya Anda masih mengizinkan orang tersebut mengendalikan Anda.

Jangan biarkan itu terjadi lagi.
Anda harus mengalahkan kemarahan Anda.
Ini yang harus Anda atasi sebelum Anda bisa memaafkan.

Amsal 10:12 mengatakan , "Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran."
Saya tak tahu siapa saja yang perlu Anda maafkan, tapi saya yakin hari ini adalah harinya.
Kasih memampukan Anda untuk melepaskan pengampunan.
Kasih itu memaafkan.
Karena mereka layak mendapatkannya? Tidak.
Karena itulah yang Allah lakukan kepada Anda, dan itulah satu-satunya cara untuk membebaskan rasa sakit Anda.

Renungkan hal ini:

Apa pelanggaran-pelanggaran dalam hidup Anda yang masih mengikat Anda?

Apa efeknya bagi kehidupan Anda, ketika Anda memaafkan seseorang? Bagaimana itu mengubah Anda?

Bagaimana Anda bisa menghargai seseorang yang mungkin telah menyakiti Anda di masa lalu?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 18-19; Kisah Para Rasul 20:17-38

Anda tak bisa mengampuni sampai Anda mengatasi rasa sakit Anda itu. Anda harus berhenti berlari dan Anda harus berhenti menyalahkan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Apa Gejala Pertama Dari Kemerosotan Rohani ?

1 Petrus 2:17 "Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!"

Saya pernah membahas sebelumnya bahwa Gereja adalah satu Tubuh, bukan bangunan, bukan organisme, bukan organisasi.

Agar organ-organ di tubuh Anda dapat menjalankan fungsinya, mereka harus terhubung dengan tubuh Anda.
Hal yang sama juga berlaku untuk Anda sebagai bagian dari Tubuh Kristus.
Anda diciptakan demi satu peran yang spesifik, namun Anda akan melewatkannya apabila tidak terikat pada gereja yang hidup, gereja lokal.
Anda akan menemukan peran Anda dalam kehidupan melalui hubungan Anda dengan orang lain.

Alkitab mengatakan, "Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain" (Roma 12:4-5).

Jika satu anggota tubuh terpisah dari tubuhnya, ia akan rusak dan mati.
Ia tak bisa berfungsi sendiri, begitu pun dengan Anda.
Terpisah dan terputus dari sumber kehidupan, melewatkan untuk bersekutu dengan orang percaya, maka kehidupan spiritual Anda akan layu dan pada akhirnya mati (Efesus 4:16).

Inilah sebabnya gejala pertama dari kemerosotan rohani biasanya adalah sering absen menghadiri kebaktian atau pertemuan lainnya dengan orang percaya.
Setiap kali kita menjadi lengah, malas datang ke persekutuan, segala sesuatu yang lainnya mulai merosot pula.

Alkitab mengatakan, "Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!" (1 Petrus 2:17).

Keanggotaan keluarga Allah sifatnya tidak ngawur, bukan juga sesuatu yang bisa diabaikan begitu saja.
Gereja adalah agenda Allah bagi dunia.
Yesus berkata, "Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya" (Matius 16:18).

Renungkan hal ini:

Apa bedanya organisasi dan organisme?

Apa dampaknya terhadap hubungan Anda dengan Tuhan, ketika Anda absen ke gereja atau ke persekutuan dengan kelompok doa Anda atau ke pertemuan lainnya dengan orang percaya?

Perubahan-perubahan apa yang harus Anda lakukan agar dapat memberikan lebih banyak waktu dan usaha untuk membangun hubungan di dalam Tubuh Kristus (Gereja)?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 16-17; Kisah Para Rasul 20:1-16

Jika satu anggota tubuh terpisah dari tubuhnya, ia akan rusak dan mati. Ia tak bisa berfungsi sendiri, begitu pun dengan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Apakah Anda Sulit Mengasihi Tuhan?

Efesus 1:4-5 "Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,"

Beberapa waktu lalu, seorang pria datang ke kantor saya dan berkata, "Saya orang Kristen, tapi saya merasa kehidupan rohani saya tidak bertumbuh. Saya seperti jalan di tempat."

Tanya saya, "Menurut Anda, apa masalahnya?"

Jawabnya, "Saya rasa saya kurang mengasihi Tuhan."

Kata saya, "Tidak, itu bukan masalahnya. Masalah Anda bukan karena Anda kurang mengasihi Tuhan. Masalahnya adalah Anda tidak mengerti betapa Ia mengasihi Anda." 

Kasih merupakan respon untuk mengasihi. Alkitab mengatakan, "Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita" (1 Yohanes 4:19). Saat Anda berucap, "Saya tidak mengasihi Allah," itu karena Anda tidak mengerti betapa Ia benar-benar mengasihi Anda.

Untuk memahami tujuan hidup dan panggilan Anda, Anda harus mulai dari mengenal sifat Allah. Allah adalah kasih. Kasih adalah esensi dari sifat-Nya. Satu-satunya alasan adanya kasih di alam semesta ini ialah karena Allah. Semut dan siput tak saling mengasihi, namun Anda diciptakan menurut rupa dan gambar Allah agar Anda bisa mengasihi. 

Alasan mengapa Anda memiliki kehidupan yaitu karena Allah ingin mengasihi Anda. Tujuan pertama atas kehidupan yang Anda punya ialah untuk dikasihi oleh Allah! Ya, melayani, mematuhi, dan percaya pada-Nya itu penting, tapi tujuan pertama Anda adalah untuk juga mengasihi-Nya. 

"Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,"(Efesus 1:4-5).

Resapi ini di dalam hati Anda: Tugas pertama Anda adalah untuk tidak melakukan apa pun, selain supaya Anda dikasihi oleh Allah. 

Renungkan hal ini:

Apa pendapat Anda tentang kebenaran bahwa panggilan pertama Anda ialah untuk menikmati hubungan dengan Allah?

Pikirkan tentang hubungan Anda saat ini dengan Allah. Apakah hubungan tersebut kini sifatnya hanya tentang peraturan, hukum dan ritual keagamaan, ketimbang tentang kasih? 

Apa yang harusnya menjadi dampak dari dikasihi oleh Allah atas diri Anda?
Bagaimana hal itu mempengaruhi hubungan Anda dengan orang lain?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 36-37; Kisah Para Rasul 15:22-41

Satu-satunya alasan adanya kasih di alam semesta ini ialah karena Allah
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Bisakah Tuhan Mengasihi Anda Lebih Dari Sekarang?

Mazmur 89:2 "Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit."

Cinta manusia akan usang oleh waktu; itulah sebabnya ada begitu banyak perceraian di dunia. Saya kenal banyak pasangan yang tidak bercerai, namun mereka tak lagi saling mencintai satu sama lain. Cinta manusia ada batas kadaluarsanya. Cinta manusia akan habis!

Itulah mengapa Anda harus memiliki kasih Allah di dalam pernikahan Anda di dalam semua hubungan Anda - jika Anda mau itu bertahan. Kasih Allah tidak akan pernah habis digunakan. Kasih Allah sabar, teguh, dan tekun.

Bukankah ini satu kabar baik bahwa Allah tak pernah berhenti mengasihi Anda? Apa pun yang Anda perbuat, kasih-Nya tak akan pernah ada habisnya. Kasih-Nya cukup lebar untuk menjangkau semua manusia, dan kasih-Nya cukup panjang untuk ada selama-lamanya. 

Allah tidak akan pernah mengasihi Anda lebih banyak dari kasih-Nya sekarang. Tapi Ia juga tidak akan pernah mengasihi Anda lebih sedikit dari kasih-Nya sekarang.

Dia mengasihi Anda di hari-hari baik Anda; Dia juga mengasihi Anda di hari-hari buruk Anda. Kasih-Nya tidak tergantung dari respon Anda terhadap-Nya. Allah adalah kasih, dan kasih-Nya itu diberikan secara cuma-cuma. Kasih-Nya tak bisa dibeli, kasih-Nya sebenarnya tak layak kita terima. 

Sambut kasih-Nya dan sembahlah Dia, ketahuilah bahwa kasih-Nya cukup panjang untuk bertahan selama-lamanya: "Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit" (Mazmur 89:2).

Renungkan hal ini:

Kemerdekaan yang seperti apa yang Anda rasakan dalam hidup Anda, ketika Anda mengerti bahwa Allah tidak akan berhenti mengasihi Anda? 

Apa yang dapat Anda lakukan untuk membuat Allah lebih mengasihi Anda? Apa yang dapat Anda lakukan untuk membuat Allah lebih sedikit mengasihi Anda? 

Menurut Anda bagaimana Allah ingin Anda menanggapi kasih-Nya? 

Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 41-42; Kisah Para Rasul 16:19-40

Kasih-Nya cukup lebar untuk menjangkau semua manusia, dan kasih-Nya cukup panjang 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Allah Tak Pernah Terburu-buru

Yakobus 1:4 "Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun."

Bersabarlah dengan Tuhan dan dengan diri Anda sendiri.
Salah satu hal yang membuat kita frustasi dalam hidup ialah karena jadwal Tuhan jarang sekali samadengan jadwal kita.
Kita seringkali terburu-buru, tapi sebaliknya Tuhan tidak demikian.
Kita biasanya merasa frustrasi dengan progres yang kita buat dalam hidup yang kelihatannya berjalan begitu lambat.

Tetapi ingatlah, Tuhan tidak pernah terburu-buru; Ia selalu tepat waktu.
Ia akan memakai seluruh hidup Anda untuk mempersiapkan Anda melakukan peran Anda di kekekalan Surga kelak.

Alkitab berisikan contoh-contoh mengenai bagaimana Allah menggunakan proses yang panjang untuk mengembangkan karakter orang-orang di dalamnya, terutama kepada para pemimpin.
Butuh 80 tahun bagi-Nya untuk mempersiapkan Musa, termasuk 40 tahun di padang gurun.
Selama 14.600 hari Musa terus menunggu dan bertanya-tanya, "Apakah sekarang waktunya?" Tapi Allah terus menjawab, "Belum."

Kebenaran ini amat bertentangan dengan buku-buku terkenal berjudul: "Langkah Mudah Mencapai Kedewasaan" atau "Cara Instan Menjadi Kudus."
Ketika Tuhan ingin membuat sebuah pohon ek raksasa, Ia butuh seratus tahun untuk membuat pohon itu tumbuh besar, tapi ketika Ia ingin membuat sebuah jamur, Ia hanya butuh waktu semalam.

Jiwa-jiwa yang besar tumbuh melalui pergumulan, badai hidup dan berbagai penderitaan.
Bersabarlah dengan prosesnya.
Yakobus menasehati kita, "Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun" (Yakobus 1:4).

Jangan berkecil hati. Saat Habakuk merasa depresi karena ia pikir Allah tidak bertindak cukup cepat, Allah mengatakan ini padanya: "Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh" (Habakuk 2:3).

Ingatlah sudah seberapa jauh kemajuan yang Anda capai, jangan hanya mengingat-ingat seberapa jauh lagi Anda harus sampai ke tujuan.
Saat ini Anda tidak berada di situasi yang Anda inginkan, tetapi juga Anda tidak berada di situasi yang Anda hadapi dahulu. Bertahun-tahun lalu, orang berbondong-bondong memakai pin bertuliskan huruf-huruf PBPGINFWMY.
Ini kepanjangan dari "Please Be Patient. God Is Not Finished With Me Yet" (Bersabarlah,Tuhan Belum Selesai Berencana Dengan Saya).
Tujuan yang Ia rancang atas hidup Anda juga belum selesai atau terpenuhi.
Oleh sebab itu, teruslah maju. Siput saja bisa sampai ke bahtera Nuh dengan berjalan dengan tekun dan gigih, apalagi kita!

Renungkan hal ini:

Pelajaran-pelajaran apa yang sudah Anda petik ketika Tuhan menunda sesuatu dalam hidup Anda?

Menurut Anda, apa yang Tuhan mau Anda lakukan ketika Anda merasa berkecil hati menunggu waktu-Nya?

Bagaimana Anda dapat menunjukkan kesabaran dengan orang lain, sama seperti Tuhan bersabar dengan Anda? Saat ini, bagaimana Anda dapat mendorong orang lain dalam pertumbuhan rohani mereka?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 20-21; Kisah Para Rasul 10:24-48

Tujuan yang Ia rancang atas hidup Anda belum selesai atau terpenuhi, teruslah maju! 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Teman-Teman Yang Perlu Anda Punya

1 Korintus 5:12-13 "Sebab dengan wewenang apakah aku menghakimi mereka, yang berada di luar jemaat? Bukankah kamu hanya menghakimi mereka yang berada di dalam jemaat? Mereka yang berada di luar jemaat akan dihakimi Allah. Usirlah orang yang melakukan kejahatan dari tengah-tengah kamu."

Ketika berada di tengah-tengah orang tak percaya, saya tidak berharap mereka akan berperilaku sama seperti orang percaya. Saya tidak menggenggam mereka dengan standar Kristen. Tapi terkadang orang-orang Kristen akan menjadi begitu kesal saat berada di antara orang tak percaya. Mereka memakai kata makian. Mereka mengucapkan sesuatu yang bertentangan dengan iman saya.

Saya tidak mengatakan bahwa kita harus memaafkan segala sesuatu yang dikatakan atau yang dilakukan oleh orang tak percaya. Tetapi maksud saya disini adalah kita harus mengasihi mereka, baik kepada mereka, dan melibatkan mereka semampu yang kita bisa. Kita perlu menjadi jembatan bagi mereka.

Rasul Paulus mengatakan kepada orang-orang percaya di Korintus, "Dalam suratku telah kutuliskan kepadamu, supaya kamu jangan bergaul dengan orang-orang cabul. Yang aku maksudkan bukanlah dengan semua orang cabul pada umumnya dari dunia ini atau dengan semua orang kikir dan penipu atau dengan semua penyembah berhala, karena jika demikian kamu harus meninggalkan dunia ini" (1 Korintus 5:9-10).

Jika kita memutus semua komunikasi dengan orang tak percaya, lalu bagaimana mereka akan bisa menjadi orang percaya? Oleh karena itu sebaliknya, kita harus memiliki hubungan dengan orang-orang yang tak mengenal Allah. Tujuannya yaitu untuk memenangkan mereka bagi Kristus.

Tapi ada orang-orang tertentu yang dikatakan dalam Alkitab tidak boleh kita dekati. Rasul Paulus berkata, "Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita" (ayat 11).

Rasul Paulus berbicara tentang orang-orang yang mengaku Kristen tetapi terlibat dalam dosa seksual, pemabuk, atau yang terlibat dalam hal-hal lain yang ia sebutkan. Paulus memperingatkan, "Jangan bergaul dengan orang-orang tersebut. Bahkan, jangan makan siang dengan mereka." Mengapa? Karena mereka akan menyeret Anda dalam kejatuhan rohani. 

Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 17-19; Kisah Para Rasul 10:1-23

Selain kita harus mempunyai hubungan dengan orang percaya, maka kita juga harus memiliki hubungan dengan orang yang tidak percaya agar mereka bisa dimenangkan bagi Kristus 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Allah Mencari Pria Yang Baik (Termasuk Wanita!)

Yesaya 6:8 "Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: 'Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?' Maka sahutku: 'Ini aku, utuslah aku!'"

Jika Anda adalah Tuhan dan Anda ingin menjamah dunia, bagaimana Anda akan melakukannya?

Anda bisa mengumpulkan satu pasukan malaikat perkasa yang dengan senang hati akan melakukan perintah Anda.
Atau, Anda juga bisa menggulung langit seperti gulungan kitab dan berbicara dengan lantang ke planet Bumi, mengatakan sesuatu seperti, "Halo semuanya. Aku Tuhan dan engkau bukan. Aku mau engkau percaya padaKU sekarang juga!

Tapi tidak, Allah tidak menggunakan cara itu untuk memberi dampak bagi planet kita.
Dia memilih untuk memakai orang-orang - juga mereka yang bercacat cela - untuk melaksanakannya.

Ketika Yesus datang ke dunia ini, Dia memilih 12 orang: Petrus, Yakobus, Yohanes, Matius, Andreas, Tomas... kita tahu nama-nama mereka semua dengan baik.
Tapi apakah kita benar-benar mengenal mereka?
Satu ide yang baik apabila kita belajar tentang mereka, karena mereka telah memberi dampak yang begitu besar bagi dunia ini.

Di zaman itu, mereka tak punya teknologi modern yang membantu pelayanan mereka.
Tidak ada iPhone, iPad, Internet, SMS, atau e-mail.
Mereka bahkan tidak punya mesin faks (teknologi canggih untuk ukuran zaman dulu).
Tidak ada MP3, DVD, CD, kaset, atau mesin perekam suara. Bahkan buku yang dicetak.

Tidak, Tomas tidak nge-tweet, Petrus tidak punya akun Facebook, dan Andreas tidak bermain Instagram.

Semua itu dilakukan "dari mulut ke mulut," orang ke orang.
Namun murid-murid terpilih ini, dalam waktu yang relatif singkat, mampu mengguncang dunia kuno.

Anda tahu? Saat ini, Tuhan masih sedang mencari pria dan wanita yang mau mengguncang dunia ini. Apakah Anda bersedia?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 14-16; Kisah Para Rasul 9:22-43

Allah memilih orang-orang pilihan untuk melaksanakan amanat agung-Nya menyampaikan Injil kebenaran dari Allah sendiri keseluruh dunia .
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Bagus!

Matius 25:21 "Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu."

Jonathan Edwards terkenal karena kotbahnya "Pendosa-Pendosa di Tangan Tuhan yang Murka" dan juga karena perannya dalam salah satu kebangunan rohani terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.
Dia juga adalah rektor ketiga Princeton University.

Tidak hanya itu, Edwards juga meninggalkan warisan luar biasa dalam hal lain.
Dia melayani Allah dengan kemampuan terbaiknya dan memastikan bahwa keluarganya pergi ke gereja setiap Minggu.
Dari keturunannya, 430 orang menjadi menteri, 86 orang menjadi profesor universitas, 13 orang menjadi rektor universitas, 75 orang menjadi penulis buku, tujuh orang menjadi anggota Kongres, dan satu orang menjadi wakil presiden Amerika Serikat.

Jika Anda adalah orang tua, Anda akan membuat pilihan-pilihan yang membawa dampak kepada anak-anak Anda.
Kemudian anak-anak Anda juga akan membuat pilihan-pilihan yang mempengaruhi cucu-cucu Anda.
Ini berlangsung terus-menerus, membentuk lingkaran pengaruh yang kian melebar dan melebar.
Apa yang Anda lakukan akan mepengaruhi orang lain.
Keputusan-keputusan yang Anda buat akan berdampak bagi orang lain.

Beberapa orang mungkin berkata, "Ini hidup saya, saya bebas memilih."
Namun ada yang lebih besar yang akan terjadi melalui keputusan Anda. Pilihan-pilihan kita di Bumi mengikat kita hingga ke kekekalan.

Suatu hari saya ingin mampu berkata pada Allah bahwa saya telah melakukan yang terbaik yang saya bisa dengan hidup saya, waktu saya, dan dengan kemampuan yang telah Allah anugerahkan pada saya.
Saya ingin Dia berkata kepada saya, "Sungguh kau pelayan yang bagus, yang baik dan yang setia. Masuklah ke dalam sukacita Tuhanmu."

Apakah Anda tak mau mendengar itu?

Anda mungkin berpikir, saya sudah berbuat banyak kesalahan. Saya sudah kacau balau.

Belum terlambat untuk berubah.
Mulailah buat keputusan-keputusan yang baik mulai dari sekarang. Lakukan apapun yang Anda bisa untuk memperbaiki kesalahan yang sudah Anda buat selama bertahun-tahun ini.

Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 11-13; Kisah Para Rasul 9:1-21

Mulai hari ini, putuskan untuk berjalan bersama Tuhan dan mulailah hidup dengan cara hidup yang Ia kehendaki. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Pembawa Pengaruh

Yakobus 2:23 "Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: "Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." Karena itu Abraham disebut: "Sahabat Allah."

Dalam kitab Kejadian, Abraham diperkenalkan kepada kita sebagai orang yang diperhitungkan Allah, dan Yakobus menggambarkan dia sebagai "sahabat Allah" (Yakobus 2:23). Sungguh sebuah deskripsi yang unik dan indah tentang seseorang.

Suatu hari Allah mendatangi sahabat-Nya itu, Abraham, dan berkata bahwa Dia ingin agar Abraham ikut Dia. Dia juga berkata kepada Abraham untuk meninggalkan keluarga dan sanak saudaranya untuk pergi ke negeri yang ditunjuk-Nya. Keluarga Abraham menyembah berhala dan ilah-ilah palsu. Namun ia amat dekat dengan beberapa anggota keluarganya, khususnya Lot, keponakannya. Maka ia mentaati Allah, tapi hanya sebagian. Abraham membawa Lot dan kemudian ia mulai menuai konsekuensi. 

Orang-orang yang Anda pilih untuk berada di sekitar Anda dan yang Anda jadikan teman atau sahabat amatlah penting. Orang-orang ini akan membangun Anda secara rohani, atau malah sebaliknya akan menjatuhkan iman Anda. Terlalu sering kita berteman dengan orang yang salah, dan hal itu mempengaruhi kita secara negatif.

Pengaruh macam apa yang teman-teman Anda berikan pada Anda sekarang? Pikirkan tentang orang-orang yang bergaul dengan Anda, orang-orang yang Anda kirimi pesan singkat setiap hari, dan orang-orang yang Anda telepon atau yang makan siang bersama atau yang bergaul dengan Anda di setiap weekend. Apakah mereka membangun Anda secara rohani, atau malah menyeret Anda dalam kejatuhan rohani? 

Pada saat yang sama, teman seperti apakah Anda? Apakah Anda membangun orang lain secara rohani, atau malah menyeret mereka ke dalam dosa? Alkitab membahas ini dalam 2 Timotius 2:22: "Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni."

"Mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni" apakah ini gambaran tentang teman-teman Anda saat ini? Dan apakah itu gambaran tentang diri Anda? 

Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 8-10; Kisah Para Rasul 8:26-40

Orang-orang yang Anda pilih untuk berada disekitar Anda bisa membangun Anda secara rohani atau malah menjatuhkan iman Anda. Pilihan ada ditangan Anda 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Saat Terapuh Anda

Amsal 16:18 "Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan."

Kadang orang-orang yang telah mengenal Tuhan untuk waktu yang lama lebih rentan untuk jatuh ke dalam dosa dibanding dengan orang yang baru percaya.
Bila Anda adalah orang percaya baru, Anda cenderung lebih sadar diri bahwa Anda adalah orang yang lemah dan rapuh.
Orang percaya baru berpikir seperti ini: Saya butuh bantuan. Saya butuh diodakan.
Saya butuh berada di sekitar orang-orang Kristen lainnya. Saya butuh bergereja. 

Namun apabila Anda telah mengenal Tuhan selama sepuluh, dua puluh, tiga puluh, empat puluh tahun atau bahkan lebih, Anda mungkin akan berpikir: "Saya sudah kuat sekarang. Saya tidak akan pernah jatuh. Bagaimana bisa sih seseorang jatuh ke dalam dosa seperti itu?"
Tapi tiba-tiba, kekuatan Anda yang lengah itu berubah menjadi kelemahan yang berlipat ganda.

Di malam pengkhianatan-Nya, Yesus mengatakan kepada murid-murid, "Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai-berai" (Matius 26:31). 

Namun Petrus memprotesnya, "Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak" (ayat 33).

Lalu Yesus berkata padanya, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali" (ayat 34).

Tetapi Petrus menyanggah, "Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau."
Semua murid yang lainpun berkata demikian juga (Ayat 35).
Petrus pada intinya mengatakan, "Tuhan, Engkau salah. Kau sedang berbicara pada Petrus. Aku tidak akan pernah jatuh."

Alkitab mengatakan, "Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan."
Jangan pernah berkata bahwa Anda tidak akan jatuh.
Dan jangan pernah berkata, "Saya bisa jatuh dalam beberapa hal, tapi saya tak akan pernah jatuh dalam hal ini."
Ketahuilah, Anda juga bisa jatuh dalam hal tersebut. Siapa pun dari kita bisa jatuh ke dalam dosa setiap saat.
Itulah mengapa kita tidak pernah boleh bersandar pada pencapaian rohani kita atau berpikir bahwa kita lebih dari orang lain. 

Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 1-2; Kisah Para Rasul 7:22-43

Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

Ibadah Doa Pagi

Ibadah Doa Pagi

Menara Doa

Menara Doa

Popular Post

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More