• slide 1

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010 GSJA Sword bertempat di JL Kartini 8 No.1A...

  • slide 2

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00 kelas terbagi ke dalam tiga kelas: Little Heaven, Kingdom Kid dan Christ Crew...

  • slide 3

    Ibadah Pelajar

    Ibadah yang dihadiri oleh para pelajar yang masih sekolah dan berkuliah, segment keterlibatan dalam drama...

  • slide 4

    Tim Musik GSJA Sword

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah terdiri dari : Agus - Gitaris, Julius dan sylvi- Keyboard, Yanto dan Edy - Drum, Randy - Bass...

  • slide 5

    Drama Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword dalam perayaan Harnas Wanita 2011...

  • slide 6

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011 yang berlangsung di gedung gereja sendiri, sederhana namun membawa hikmat dan berkat tersendiri...

  • slide 7

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword saat perayaan Natal 2010...

  • slide 8

    Natal GSJA Sword, 17 Des 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword pada tanggal 17 Des 2011...

  • slide 9

    Imlek GSJA Sword, 22 Jan 2012

    Ibadah Saat Imlek di GSJA Sword pada tanggal 22 Januari 2012...

  • slide 10

    Gathering Pekerja GSJA Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

  • slide nav 1

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010...
  • slide nav 2

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00...
  • slide nav 3

    Ibadah Pelajar

    Ibadah yang dihadiri oleh para pelajar yang masih sekolah dan berkuliah...
  • slide nav 4

    Tim Musik

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah...
  • slide nav 5

    Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword...
  • slide nav 6

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011...
  • slide nav 7

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword...
  • slide nav 8

    Natal GSJA Sword 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword, 17 Des 2011...
  • slide nav 9

    Imlek GSJA Sword 2012

    Ibadah Saat imlek di GSJA Sword, 22 Januari 2012...
  • slide nav 10

    Gathering Pekerja Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words Of OuR LorD)

Latest from Blog

Ibadah kenaikan Tuhan Yesus Kristus

Ibadah kenaikan Tuhan Yesus Kristus

Delete this element to display blogger navbar

0 Allah Memakai Orang-Orang yang Melakukan Prinsip Kesehatan yang Baik

1 Korintus 6:19-20 "Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, -- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!"

"Menguduskan" berarti mempersembahkan sesuatu untuk digunakan secara pribadi oleh Allah.
Anda bisa membawa rumah Anda dan berkata, "Tuhan, aku mempersembahkan rumah ini kepada-Mu."
Anda bisa berkata, "Tuhan, aku membawa mobil ini dan mempersembahkannya kepada-Mu."
Sebab menguduskan berarti membawa apa pun yang Anda miliki dan memberikannya kepada Allah untuk Ia pakai.

Alkitab berkata, "Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, -- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?
Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!" (1 Korintus 6:19-20)

Allah memakai segala jenis bejana, tapi Dia ingin agar bejana Anda menjadi murni, bersih, dan sehat.
Jika Anda ingin dipakai oleh Allah, maka Anda harus sehat.
Ketika tubuh Anda - bejana Anda - dikuduskan untuk kepentingan Allah, maka tubuh Anda harus berada dalam kondisi terbaiknya dalam menjalankan panggilan Allah.
Alkitab berkata, "Tangan-Mu telah menjadikan aku dan membentuk aku, berilah aku pengertian, supaya aku dapat belajar perintah-perintah-Mu" (Mazmur 119:73)

Allah mengatur prinsip-prinsip kesehatan yang baik.
Dia berkata bahwa kita harus menyeimbangkan makan, olah raga, dan tidur.
Anda memerlukan ketiga hal ini untuk mendapatkan kesehatan yang baik.


Renungkan hal ini:

Bagaimana kebiasaan tidur Anda?
Kadang hal yang paling bersifat rohani yang bisa Anda lakukan adalah tidur.

Apakah Anda makan untuk hidup atau hidup untuk makan?
Menurut Anda, bagaimana kebiasaan makan bisa mempengaruhi kesehatan rohani Anda?
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 22-24; Yohanes 8:28-59
____________________________________

Allah ingin agar fisik Anda menjadi sama sehatnya dengan rohani Anda, sehingga Dia dapat melakukan karya besar melalui Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
____________________________________

Read more

0 Allah Memakai Orang-Orang yang Mau Mengakui Dosanya

2 Timotius 2:21 "Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia."

Allah memakai semua jenis bejana-bejana besar atau yang kecil, yang penuh hiasan atau yang polos, yang sangat mahal atau yang sangat biasa.
Namun ada satu benda yang tidak akan Dia gunakan: bejana kotor.
Jadi jika Anda mau dipakai oleh Tuhan, maka Anda harus melakukan pembersihan.

Yosua mengatakan kepada rakyatnya, "Berkatalah Yosua kepada bangsa itu: 'Kuduskanlah dirimu, sebab besok TUHAN akan melakukan perbuatan yang ajaib di antara kamu'" (Yosua 3:5)
Sesungguhnya Allah ingin melakukan sesuatu yang besar untuk masa depan Anda, namun Anda harus mulai dengan menyelesaikan catatan masa lalu.
Anda harus membersihkan apa yang terjadi kemarin.

Bagaimana Anda melakukannya?
Anda melakukannya melalui pengakuann dosa.
Agustinus berkata, "Mengakui perbuatan jahat adalah awal dari perbuatan baik."
Kita mulai dengan menghadapi masa lalu kita.
Alkitab mengatakan, "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan" (1 Yohanes 1:9)

Saya tidak akan pernah lupa pertama kalinya saya membuat "daftar dosa."
Saya merasa seolah-olah Allah itu berada satu juta mil jauhnya, Ia terasa begitu jauh.
Saya tidak bisa merasakan kuasa atau rahmat-Nya.
Saya merasa sepertinya doa saya hanya terpental ke langit-langit kamar.
Maka, pada suatu malam,saya mengambil secarik kertas kuning dan berkata, "Tuhan, tunjukkan padaku setiap dosa yang aku perbuat kepada-Mu, dan aku akan menuliskannya secara khusus di kertas ini. Aku mau berkomitmen. Aku akan mengakuinya dengan sungguh-sungguh. Saat ini aku mohon kiranya Engkau mau menolongku menghadapinya bersamaku dan mencari jalan keluarnya."

Saya pun mulai menulis, menulis dan menulis.
Awalnya saya berpikir untuk menulis sebuah buku seperti "The Purpose Driven Sinner," namun ternyata tulisan saya hanya berakhir pada sekitar sembilan halaman dosa.
Waktu itu jam 2 malam.
Ketika saya selesai, saya mengakui semua dosa-dosa saya kepada Allah dan menulis ayat dari 1 Yohanes 1:9 di atas tiap dosa yang saya tulis.

Sejak malam itu, saya telah membuat banyak daftar dosa hingga saat ini.
Mengapa?
Karena kini saya merasa masalah menjadi begitu mudah dihadapi ketika saya menaklukkannya bersama-sama dengan-Nya.

Anda perlu membuat daftar dosa secara teratur, sehingga Anda punya sebuah bejana bersih yang bisa Anda tawarkan pada Allah untuk digunakan.
Ini sama halnya ketika Anda membuang sampah dari dalam rumah Anda hanya sebulan sekali, ia lama-kelamaan akan menjadi bau.


Renungkan hal ini:

Sudah berapa lama sejak terakhir kali Anda mengakui dosa-dosa khusus Anda kepada Allah?

Ketika Anda membuat daftar dosa Anda, apakah Anda terkejut dengan apa dan berapa banyak dosa yang Anda ingat?
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 19-21; Yohanes 8:1-27
____________________________________

Mengakui perbuatan jahat adalah awal dari perbuatan baik.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
____________________________________

Read more

0 Siapa yang Mendefinisikan Jati Diri?

Hakim-Hakim 6:14 "Lalu berpalinglah TUHAN kepadanya dan berfirman: 'Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus engkau!"

Gideon adalah orang terlemah di antara suku Manasye.

Tugasnya ialah mengirik gandum, suatu proses membosankan dimana biji gandum dipukul-pukul hingga terlepas dari sekamnya.

Tapi renungan ini bukan tentang pertanian, tapi tentang kemampuan Allah dalam melihat atas menjadi apa Anda nanti, bukan atas seperti Anda tampak nanti.
Allah melihat Gideon sebagai seorang pahlawan yang gagah berani dan seorang hakim yang akan memimpin bangsa Israel kembali menyembah TUHAN. (Hakim-Hakim 6:12)

Gideon, di sisi lain, hanya melihat dirinya sebagai seorang pria pengirik gandum yang masih menggunakan alat pemeras anggur tua yang sudah rusak dan berdecit.

Tapi itu tidak menjadi masalah bagi TUHAN.
Dia mengatakan kepada Gideon, "Lalu berpalinglah TUHAN kepadanya dan berfirman: 'Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus engkau!" (Hakim-Hakim 6:14)

Perhatikanlah: Kekuatan Sang Pengirim lebih penting daripada kekuatan orang yang Dia pilih.
Allah bertanya kepada Gideon, "Apa menurutmu Aku tidak sedang mengirimkan kuasa-Ku?"

Gideon masih terjebak dalam pandangan cerobong .ia percaya bahwa apa yang ia pikirkan dan lihat adalah kebenaran.
Mengutip ucapan orang Ibrani kuno, Gideon berkata kepada Allah, "Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan akupun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku" (Hakim-Hakim 6:15)

TUHAN, kurang lebih berfirman kepadanya: "Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis" (Hakim-Hakim 6:16)

Tidak peduli apa yang Gideon katakan mengenai dirinya sendiri, atau apa yang orang lain katakan, hanya ada satu pendapat yang berlaku: pendapat Allah.

Apa yang Allah katakan tentang Gideon adalah kebenaran.
Apa yang Allah katakan tentang Anda adalah kebenaran.

Renungkan hal Ini:

Dalam hal-hal apa saja orang lain pernah menggambarkan Anda, dimana ia bertentangan dengan cara Allah menggambarkan Anda?

Bagaimana cara Anda menggambarkan diri Anda?
Apakah ia bertentangan dengan kebenaran yang Allah katakan tentang Anda?
Mintalah Allah membantu Anda melihat diri Anda seperti cara Dia melihat Anda.

Bagaimana cara Anda menggambarkan orang lain?
Mintalah Allah untuk membantu Anda melihat mereka seperti cara Dia melihat mereka.
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 16-18; Yohanes 7:28-53
____________________________________

Anda adalah anak yang berharga yang diciptakan menurut gambar-Nya bak bau harum yang menyenangkan-Nya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
____________________________________

Read more

0 Yang Terakhir Menjadi yang Terdahulu dan Sebaliknya

Matius 20:16 "Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir."

Suatu hari akan ada pembalikan besar.
Beberapa orang di muka bumi ini yang Anda cemburui akan berada di garis belakang pada hari penghakiman.

Kita telah belajar bagaimana dosa iri hati membuat kita tinggal di luar tujuan Anda:

Iri hati memungkiri keunikan Anda: "Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepadaMu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya." (Mazmur 139:13-16)

Iri hati merupakan penghinaan terhadap Tuhan: "Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: "Mengapakah engkau membentuk aku demikian?" (Roma 9:20b)

Iri hati mengalihkan perhatian Anda dari tujuan yang sebenarnya: "Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon" (Matius 6:24)

Iri hati membuang-buang waktu dan energi: "Dan aku melihat bahwa segala jerih payah dan segala kecakapan dalam pekerjaan adalah iri hati seseorang terhadap yang lain. Inipun kesia-siaan dan usaha menjaring angin. Orang yang bodoh melipat tangannya dan memakan dagingnya sendiri. Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin. Aku melihat lagi kesia-siaan di bawah matahari: ada seorang sendirian, ia tidak mempunyai anak laki-laki atau saudara laki-laki, dan tidak henti-hentinya ia berlelah-lelah, matanyapun tidak puas dengan kekayaan; --untuk siapa aku berlelah-lelah dan menolak kesenangan? -- Inipun kesia-siaan dan hal yang menyusahkan" (Pengkhotbah 4:4-8)

Iri hati menuntun Anda pada dosa-dosa lain : "Sebab di mana ada iri hati (cemburu) dan mementingkan diri sendiri (persaingan dan ambisi egois), di situ ada kekacauan (kerusuhan, ketidakharmonisan, pemberontakan) dan segala macam perbuatan jahat..." (Yakobus 3:16).


Berdoalah hari ini:

"Bapa, aku mengakui bahwa ada rasa iri dalam hidupku. Tolong aku untuk mengusirnya dari dalam hatiku. Tolong aku untuk berhenti membandingkan diri dengan orang lain. Tolong aku untuk mulai ikut menikmati kebahagiaan orang lain. Tolong aku untuk menyadari bahwa aku tidak akan pendek berkat, bahwa ada berkat yang menanti. Tolong aku untuk ingat bahwa aku sudah memiliki lebih dari yang pantas aku terima."

"Bapa ampuni aku karena tidak bersyukur atas apa yang sudah aku punya. Ampuni aku, Bapa. Ketika hidup tampak tidak adil, ajarkan aku untuk tetap percaya pada-Mu dan percaya jika Kau akan tetap peduli padaku. Dan diatas semua itu, tolong aku untuk tetap fokus pada rencana unik-Mu untuk hidupku. Aku ingin menjadi seperti kehendak-Mu. Tolong aku untuk ingat bahwa hidup adalah tentang relasi, bukan tentang materi. Tolong aku untuk melayani orang lain, bukan iri dengan mereka. Yesus, di dalam nama-Mu aku berdoa. Amin"
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 13-15; Yohanes 7:1-27
____________________________________

Ingat, iri hati memungkiri keunikan Anda dan akan mengalihkan perhatian Anda dari tujuan mulia Tuhan dalam setiap kehidupan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
____________________________________

Read more

0 Kembali Focus Dalam Menyenangkan Hati Tuhan

Kolose 3:2-3 "Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah."

Salah satu penangkal penting dalam mengatasi iri hati adalah dengan kembali fokus dalam menyenangkan Tuhan.
Sederhananya, menyenangkan Tuhan berarti kita melihat kehidupan dari sudut pandang-Nya dan mengakui bahwa materi hanyalah hal sementara; mereka tidak akan bertahan selamanya.
Sebaliknya, kita bisa kembali fokus pada hal-hal yang penting dan memperhatikan hal-hal yang berharga dan yang akan bertahan selamanya seperti mengasihi, mengenal, dan melayani Tuhan.

Ketika saya fokus dalam menjadikan Tuhan sebagai yang nomor satu dalam hidup saya, mengingat bahwa Dia menciptakan saya dengan unik, serta merencanakan hal indah dalam hidup saya, maka persaingan dengan orang lain menjadi hal yang tidak penting lagi.
Itu semua karena saya sudah tidak bersaing lagi dengan orang lain.
Saya unik, dan begitu pun Anda.

Ketimbang hidup dengan iri hati, kita bisa membuat pilihan untuk tidak membandingkan diri dengan orang lain dan membiarkan ia menghancurkan kehidupan dan hubungan kita dengan orang lain.
Kita dapat fokus pada apa yang kita miliki dan menjadi benar-benar puas dengannya.
Setiap hari, kita dapat menunjukkan kasih kita kepada orang lain dengan ikut menikmati keberhasilan mereka.
Dan, yang paling penting adalah kita dapat kembali fokus dalam menyenangkan Tuhan melalui hidup kita dengan mengakui bahwa Dia telah menciptakan kita dengan unik dan juga memiliki rencana khusus dalam hidup kita.

Sejujurnya, iri hati merupakan pertempuran dengan Allah.
Anda membenci keputusan-Nya.
Anda menuduh Dia tidak adil.
Iri hati berarti Anda tidak begitu mempercayai-Nya dalam mengatur apa yang terbaik untuk Anda.

Mintalah Allah untuk membantu Anda melihat diri Anda sama seperti Dia melihat Anda, dan juga minta Dia menjadikan Anda sesuai dengan kehendak-Nya.
Lihatlah tiap hal dari sudut pandang-Nya dan pahamilah bahwa materi tidak akan bertahan selamanya, tidak seperti relasi dengan Allah.
Ketika cara pandang Anda mulai berubah, Anda akan melihat bahwa memiliki kehidupan tanpa iri hati bukanlah hal yang mustahil.

Renungkan hal Ini:

Tulislah reminder ini: "Tuhan mungkin punya satu alasan mengapa sekarang saya tidak memiliki apa yang saya inginkan."
Bagaimana kebenaran ini akan membantu Anda mengatasi iri hati?

Salah satu tanda iri hati adalah bahasa yang Anda gunakan:
"Ini tidak adil"
atau "Mengapa bukan aku?"
atau "Aku bekerja sekeras mereka!"
Apakah ungkapan-ungkapan ini adalah pencerminan dari apa yang sedang Anda pikirkan?
Apakah ungkapan-ungkapan ini merupakan satu bagian dari bahasa sehari-hari Anda?
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 10-12; Yohanes 6:45-71
____________________________________

Iri hati mengalihkan perhatian Anda dari tujuan hidup Anda.
Tinggalkan perspektif lama Anda dan mulailah dengan hidup baru di dalam Allah.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
____________________________________

Read more

0 Penuh Syukur; Jangan Penuh Sesal

Pengkhotbah 6:9 "Lebih baik melihat saja dari pada menuruti nafsu. Inipun kesia-siaan dan usaha menjaring angin."

Untuk mengatasi iri hati, Anda dan saya harus senantiasa bersukacita atas apa yang kita miliki.
Daripada fokus pada apa yang tidak Anda miliki, Anda sebaliknya harus bersyukur atas apa yang sudah Anda miliki.
"Keinginan-keinginan" Anda akan memudar jika dibandingkan ketika Anda menyadari bahwa apa yang Anda miliki adalah sebenarnya sudah lebih dari cukup.

Terlalu sering kita berpikir, "Aku sudah punya ini, tapi jika aku punya lebih banyak, pasti aku akan lebih bahagia."
Pemahaman ini tidak benar.
Kita memang diajarkan untuk tidak pernah puas, tapi kita tidak harus menjadi seperti itu jika kita fokus pada hal-hal baik yang sudah kita miliki.

Apakah itu berarti kita tidak akan pernah mengalami kesulitan dalam menanggapi keberhasilan orang lain?
Tentu saja tidak.
Seiring berjalannya waktu kita semua akan mengalaminya.
Bahkan naluri manusia akan selalu membuat kita bertanya, "Kenapa orang itu mendapat promosi, sedangkan aku tidak?"
atau "Bagaimana bisa mereka menikah, sedangkan aku masih single?"
atau "Kenapa mereka mendapat liburan gratis ke Eropa, sedangkan aku harus mengeluarkan uang untuk memasang kawat gigi?"

Biarkan saya memperjelas hal ini:
Iri hati tidak memiliki hasrat, mimpi, atau ambisi.
Tetapi Anda bisa memiliki hasrat, mimpi, atau ambisi tanpa iri hati.
Iri hati adalah ketika Anda membenci orang lain yang sudah lebih dulu memiliki sesuatu yang Anda idamkan atau yang Anda ingin capai.
Iri hati adalah meyakini bahwa Anda tidak bisa bahagia sebelum mendapatkan semua hal yang orang lain punya.

Iri hati berakar pada satu mitos:
Supaya bahagia, aku harus punya lebih banyak dibanding kamu !

Renungkan hal ini:

"Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting?
Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima?
Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?
Kamu telah kenyang, kamu telah menjadi kaya, tanpa kami kamu telah menjadi raja.
Ah, alangkah baiknya kalau benar demikian, bahwa kamu telah menjadi raja, sehingga kamipun turut menjadi raja dengan kamu" (1 Korintus 4:7-8).

Tulislah: "Aku sudah memiliki apa yang pantas aku terima!"
Diskusikan makna pernyataan ini dengan seorang teman.

Rasa iri bertanya, "Mengapa mereka?" Rasa syukur bertanya, "Mengapa saya?"
Pertanyaan mana yang cenderung Anda ucapkan?
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 7-9; Yohanes 6:22-24
____________________________________

Daripada fokus pada apa yang tidak Anda miliki, Anda sebaliknya harus bersyukur atas apa yang sudah Anda miliki.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
____________________________________

Read more

0 Ketika Anda Iri Dengan Orang Lain; Anda Menyangkal Keunikan Anda

Mazmur 139:13-16 "Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kau buat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya."

Allah memberikan Anda kehidupan yang khusus dibuat hanya untuk Anda, dan itu berarti Anda tidak perlu meniru gaya hidup orang lain.
Jika Anda fokus pada rencana Allah dalam hidup Anda dan fokus dalam menyenangkan hati-Nya, maka Anda tidak akan dipusingkan dengan urusan iri hati.

Alkitab mengatakan bahwa solusinya adalah dengan melihat diri Anda, seperti Allah melihat diri Anda.
Mazmur 139:13 mengatakan, "Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku."
Anda unik dan berbeda, dan tidak ada orang seperti Anda di dunia ini, jadi mengapa harus membandingkan diri Anda dengan orang lain.

Membuat perubahan-perubahan positif dalam hidup dan membantu orang lain memang tindakan yang baik, tetapi ketika Anda berusaha menjadi seseorang yang sesuai dengan kehendak Allah, maka saat itulah Anda akan menemukan makna, tujuan, pemenuhan, dan kepuasan dalam hidup yang sejati.

Mungkin Anda hidup di tengah-tengah keadaan yang menyebabkan Anda sulit menghargai keunikan Anda, dan sulit mengerti bahwa keunikan Anda adalah faktor kunci untuk mengatasi iri hati.
Bersemangatlah. Jika saja Anda bisa melihat semua yang telah Tuhan lakukan untuk Anda dan tahu bagaimana Dia bekerja tanpa lelah untuk mengurus kebutuhan Anda.
Dia berjanji memberikan kebaikan pada setiap situasi, kesalahan, dan tragedi apapun.

Kenali keunikan Anda.
Anda tidak perlu iri pada siapa pun.
Anda hanya perlu menjadi apa yang Allah kehendaki saat Dia menciptakan Anda.

Ketika saya fokus dalam membuat Tuhan menjadi yang nomor satu dalam hidup saya, mengingat bagaimana Ia menciptakan saya sebagai pribadi yang unik dan mempunyai rencana bagi hidup saya, maka persaingan dengan orang lain menjadi tidak penting lagi.
Itu karena saya tidak lagi bersaing dengan orang lain.
Saya unik, dan begitu juga Anda.

Renungkan hal ini:

Luangkan waktu untuk mengidentifikasi karunia, talenta, dan sifat-sifat yang membuat Anda unik.
Apakah Anda memuji Allah karena karya-Nya yang nyata di dalam diri Anda?

Keadaan sulit apa yang sedang Anda hadapi saat ini?
Minta Allah untuk membantu Anda percaya pada ketetapan dan rencana-Nya dalam menghadapinya.
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 4-6; Yohanes 6:1-21
____________________________________

Jika Anda fokus pada rencana Allah dalam hidup Anda dan fokus dalam menyenangkan hati-Nya, maka Anda tidak akan dipusingkan dengan urusan iri hati.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
____________________________________

Read more

0 Jangan Bandingkan Diri Anda Dengan Orang Lain

Galatia 6:4 "Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain."

Sejujurnya, Anda tidak bisa merasa bahagia dan cemburu pada saat bersamaan.
Bahkan salah satu rahasia terbesar dalam mencapai kebahagiaan hidup adalah dengan belajar menghilangkan rasa cemburu atau iri hati.
Mengakui bahwa Anda tengah berjuang dengan rasa iri memang terasa menyakitkan, namun mengakui adalah langkah pertama menuju perubahan nilai dan perubahan menuju kehidupan spiritual yang lebih matang.

Tuhan mengatakan bahwa cara untuk mengubah rasa cemburu ialah dengan mengubah perspektif Anda.
Meskipun Anda mungkin tidak bisa benar-benar mengubah rasa cemburu, tetapi Anda bisa mengubah cara pandang Anda, dan itu akan menghilangkan kecemburuan dari kehidupan Anda.

Untuk mengubah perspektif Anda, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah berhenti membandingkan diri Anda dengan orang lain.
Alkitab mengatakan bahwa kepuasan berasal dari melakukan yang terbaik, bukan dari membandingkan diri sendiri dengan orang lain: "Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain" (Galatia 6:4)

Periksa tingkat kecemburuan Anda.
Apakah Anda sedang membandingkan kehidupan Anda, rumah Anda, suami Anda, anak-anak Anda bahkan rumput halaman Anda dengan milik orang lain?
Pemeriksaan diri sendiri ini dapat menyingkap hal-hal yang mengejutkan Anda, dan itu juga dapat menunjukkan kepada Anda bahwa ada hal yang lebih penting untuk dilakukan daripada membandingkan diri sendiri atau membandingkan kepunyaan Anda dengan orang lain.

Ketika Anda berusaha menjadi orang yang Tuhan kehendaki, maka Anda akan menemukan arti, tujuan, pemenuhan, dan kepuasan yang sejati.
Anda tidak bisa fokus pada tujuan Anda jika sambil melihat orang lain.


Renungkan hal ini:

Hal apa yang mengejutkan dari hasil pemeriksaan tingkat kecemburuan Anda?

Bagaimana cara Anda mengubah perspektif agar tidak merasa cemburu atau iri terhadap orang lain?
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 1-3; Yohanes 5:25-47
____________________________________

Ketika Anda berusaha menjadi orang yang Tuhan kehendaki, maka Anda akan menemukan arti, tujuan, pemenuhan, dan kepuasan yang sejati.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
____________________________________

Read more

0 Cemburu Membuat Anda Sengsara

1 Korintus 13:4 "Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong."

Apakah Anda pernah bermain "King of the Hill"?
Begini permainnya: Hanya ada tempat untuk satu orang di puncak gunung, dan ketika Anda sampai di sana, Andalah Rajanya.
Pada awalnya, kita iri dengan orang yang berada di puncak, namun, ketika kita akhirnya sampai di sana, kita pun ingin membuat orang lain cemburu dengan posisi kita.

Sebagai orang dewasa, kita masih memainkan permainan itu, hanya saja kita melakukannya dengan lebih samar.
"Hei! Lihat aku! Lihat mobil baruku ini! Lihat perhiasanku! Anak-anakku lebih pintar! Lihat warna kartu kreditku!"

Tapi sesungguhnya, cemburu bisa membuat Anda sengsara.
Cemburu biasanya merupakan ekspresi dari kegelisahan kita dan kita menjadi iri.

Ketika saya duduk di kelas lima SD, saya mendapat hadiah Natal berupa sepeda baru.
Sepeda saya mempunyai setang yang lebar jok pisang.
Saya merasa keren.
Saya begitu bangga dengan sepeda itu, sampai suatu hari ketika saya naik sepeda menyusuri jalan di sekitar rumah teman saya, saya melihat jika dia ternyata mempunyai sepeda baru yang lebih bagus dari kepunyaan saya.
Seketika itu juga, kegembiraan saya hilang.
Saya menjadi cemburu ketika saya membandingkan apa yang saya miliki dengan apa yang dia miliki.

Ketika saya melihat kembali, saya sekarang menyadari bahwa masalah yang sebenarnya adalah saya merasa rendah diri.
Ketika kita merasa rendah diri, kita akan selalu merasa terancam dengan orang-orang yang lebih rupawan, yang berpakaian lebih baik, yang memiliki status sosial yang lebih tinggi, yang lebih berpendidikan, yang lebih berkharisma atau bahkan, yang mempunyai sepeda dan sepeda itu lebih bagus.

Tidak ada yang kebal dari rasa cemburu, dan Anda mungkin pernah mengalami bahwa kecemburuan membuat Anda sengsara.
Kecemburuan adalah bagaikan penyakit kanker yang menggerogoti tubuh Anda.
Ia akan memakan Anda hidup-hidup jika Anda tidak mengobatinya.

Kecemburuan bisa menyebabkan kita menjadi terobsesi untuk mengubah keadaan kita.
Kita mungkin berpikir bahwa jawabannya adalah dengan mempunyai lebih banyak uang, sehingga kita terpacu untuk mencari lebih banyak uang.
Namun permasalahnya adalah bahwa setelah Anda sampai ke tingkat itu, ada tingkat selanjutnya.
Jika Anda termotivasi oleh rasa cemburu, maka Anda hanya akan terbakar rasa cemburu, karena akan selalu ada tingkat berikutnya.

Karena cemburu adalah dosa tersembunyi, kita cenderung berpikir jika bukan hal yang seburuk dosa yang terlihat.
Tapi ketahuilah cemburu itu merusak jiwa Anda.

Kecemburuan membuat kita meremehkan orang lain.
Ia bisa menghancurkan hubungan.
Ia menyebabkan Anda kehilangan kesempatan untuk berbagi sukacita, seperti pernikahan, kelahiran, atau promosi.
Ketimbang menjadi iri, Tuhan ingin agar kita bahagia ketika kita melihat Ia memberkati orang lain.


Renungkan Hal ini:

Pengalaman sukacita apa yang telah Allah berikan kepada Anda, tetapi Anda tidak bisa menghargainya hanya karena rasa cemburu Anda pada orang lain?

Apa yang bisa Anda syukuri hari ini?
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 24-25; Yohanes 5:1-24
____________________________________

Ketika Anda belajar untuk menikmati keberhasilan orang lain, Anda akan mengalami lebih banyak sukacita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
____________________________________

Read more

0 Bersedia Mengambil Resiko

Kisah Para Rasul 3:6-7 "Tetapi Petrus berkata: 'Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!' Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu."

Ketika Petrus melihat seorang laki-laki lumpuh yang sedang duduk di pintu gerbang Bait Allah dan berkata, "Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!" (Kisah Para Rasul 3:6), sesungguhnya Petrus sedang mengambil langkah besar dalam imannya.
Tidak ada rencana cadangan.
Jikalau setelah itu, orang lumpuh tersebut tidak sembuh, maka situasinya mungkin akan menjadi lebih buruk.

Namun iman bukanlah iman jika tanpa risiko.
Iman adalah sesuatu yang hidup, yang membuat kita gelisah, dan yang tidak bisa kita berhenti operasikan.
Iman tidak memiliki pintu belakang.
Tidak ada jaring pengaman.

Ini mungkin salah satu alasan mengapa Tuhan memakai orang-orang muda dengan begitu kuatnya.
Mereka bersedia mengambil resiko.
Seiring dengan bertambahnya usia, kita menjadi lebih berhati-hati.
Kenapa?
Sebab kita telah mendapat banyak pengalaman dalam hidup, dan banyak hal tidak selalu berjalan seperti yang kita harapkan.
Akibatnya, kita menjadi sedikit lebih berhati-hati.
Tapi ketika kita masih muda, kita bersedia mengambil resiko.
Kita bersedia mencoba.
Oleh karena itu, hal-hal besar yang Allah lakukan adalah sering melalui orang-orang muda.

Ketika saya membangun gereja kami, saya baru berusia 19 tahun.
Saya tidak tahu apa yang sedang saya lakukan, tapi lebih baik tidak tahu daripada tahu dan akhirnya menjadi khawatir.
Saat itu saya tanpa ragu menjalaninya dengan percaya bahwa Tuhan bisa memampukan pekerjaan apapun.
Tapi seiring bertambahnya usia, kita menjadi lebih berhati-hati dan memiliki ketakutan tertentu.
Lalu bagaimana jika kita gagal?
Kita mungkin akan merasa seperti para pesimis yang berkata, "Jika pertama kali kamu gagal, hancurkan semua bukti yang mengatakan kamu sudah pernah mencoba."
Di saat Anda gagal, di saat itulah iman masuk ke dalam hidup Anda.

Tapi biarkan saya bertanya: Bagaimana jika Anda berhasil?
Apakah Anda bersedia mengambil risiko untuk Kerajaan Allah?
Apakah Anda bersedia memulai percakapan tentang Kristus dengan orang lain?
Apakah Anda bersedia mendoakan seseorang?
Apakah Anda bersedia untuk percaya bahwa Allah bisa bekerja melalui Anda?
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 22-23; Yohanes 4:31-54
____________________________________

Di saat Anda gagal, di saat itulah iman masuk ke dalam hidup Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)
____________________________________

Read more

0 Hidup Yang Telah Diubahkan

Kisah Para Rasul 4:13 "Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus."

Dalam kitab Kisah Para Rasul, kita menemukan beberapa cerita yang menakjubkan tentang para pengikut Yesus Kristus yang taat, orang-orang Kristen sejati.
Inilah orang-orang yang berjalan dan berbicara dengan Yesus, inilah orang-orang yang bahkan sebelum mereka bisa berbicara.
Ada satu hal yang berbeda tentang mereka, orang-orang yang karena cara hidupnya yang saleh, sebetulnya telah mendapatkan hak untuk berkhotbah.
Karena iman percaya mereka telah dibuktikan dalam kehidupan mereka sehari-hari, sehingga orang banyak pun mengatakan jika mereka memang hidup di dalam Yesus.

Pernyataan dari orang banyak tadi bukanlah satu pujian semata, sebab itu bahkan bukan dibuat oleh orang-orang Kristen.
Pernyataan itu dibuat oleh para penguasa yang telah mengamati para pengikut Kristus ini.

Hal ini mengingatkan kita bahwa Allah dapat memakai orang-orang biasa.
Saya mengemukakan hal ini karena menurut saya kita kadang memandang para rasul ini sebagai patokan kita akan orang-orang biasa yang diubahkan Allah.
Namun ada juga orang-orang percaya lain yang ada di abad pertama yang karakternya tidak begitu kita kenal.
Peristiwa-peristiwa dalam Kisah Para Rasul berlangsung dalam waktu yang lama, jadi tidak setiap hari ada mujizat.
Tidak setiap hari ada wahyu.
Tidak setiap hari ada fenomena spiritual.
Namun, para pengikut Kristus ini tetap menjalankan hidupnya dengan tulus sesuai kehendak Allah.

Sebagai orang Kristen, setiap hari kita bekerja, dan menjalani hidup kita.
Tetapi apakah orang lain dapat mengenali bahwa kita tengah hidup di dalam Yesus?
Apakah ada bukti yang bisa mengkonfirmasikannya?
Atau seumpama, jika Anda ditangkap karena menjadi orang Kristen, akankah ada cukup bukti untuk menghukum Anda?
Tidak peduli berapa banyak Alkitab yang Anda punya, atau berapa banyak stiker Kristiani yang tertempel di kaca belakang mobil Anda?
Bukti yang saya bicarakan di sini bukti yang menyatakan bahwa Anda adalah orang Kristen yang hidupnya merupakan hasil dari karakter yang telah diubahkan.
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 19-21; Yohanes 4:1-30
____________________________________

Inilah yang kita lihat dalam kehidupan orang-orang Kristen di abad pertama. Mereka berjalan bersama Allah, dan itu ditunjukkan dari cara hidup mereka.
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)
____________________________________

Read more

0 Jangan Percaya Pada Hati Anda

Yeremia 17:9 "Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?"

Beberapa waktu lalu, saya berbicara dengan seseorang yang berselingkuh dengan pria beristri.
Saya tanpa ragu mengatakan padanya jika yang ia perbuat ialah dosa.
Dia sangat tidak bisa menerima apa yang saya katakan, sehingga saya pun bertanya apakah dia masih menganggap dirinya seorang Kristen.

"Ya, tentu saja," katanya.
"Nah, apa Anda percaya bahwa Alkitab itu benar?"
Yang lebih mengejutkan saya, ia menjawab, "Tentu saja."

Maka saya mengutip beberapa ayat yang mengidentifikasikan bahwa yang ia lakukan ialah dosa.
Dan ia pun berkata, "Itu pendapat Anda. Itu hanya interpretasi Anda. Anda benar-benar tidak mengerti."

"Lakukan sesuai kata hati Anda" adalah pernyataan yang diyakini oleh jutaan orang saat ini.
Ungkapan ini adalah salah satu mitos budaya dunia Barat, suatu pemahaman yang banyak terdapat di banyak film, lagu, program televisi, atau cerita.

Tetapi Alkitab mengatakan, "Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?" (Yeremia 17:9)

Kita perlu suatu standar otoritas yang lebih tinggi dari hati kita, suatu standar otoritas yang lebih tinggi dari sekedar pendapat, dan standar itu adalah Firman Allah.

Masalah yang kita miliki saat ini adalah adanya Injil yang seencer air.
Dan karena itu, banyak orang percaya memiliki kehidupan Kristen yang seencer air.
Kita memiliki orang-orang Kristen yang semakin serupa dengan dunia, sehingga dunia ini pun tidak mau menjadi seperti mereka.
Dan apa yang disebut sebagai kehidupan normal orang Kristen di abad pertama akan dianggap begitu radikal jika menurut standar dunia saat ini.
Namun sesungguhnya kehidupan seperti itulah yang kita butuhkan: kehidupan Kristen yang radikal.
Dengan kata lain, kita membutuhkan Kekristenan yang Injili.
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 17-18; Yohanes 3:19-36
____________________________________

Ketimbang mencoba menyesuaikan Firman Tuhan dengan budaya dunia yang terus berubah ini, sebaliknya kita perlu menyesuaikan budaya dunia ini dengan Firman Tuhan yang tidak akan pernah berubah
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)
____________________________________

Read more

0 Sukaita Dari Pemuridan

Amsal 11:25 "Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum."

Orang-orang percaya baru adalah sumber hidup gereja.
Seperti yang telah saya katakan sebelumnya, tunjukkan saya sebuah gereja yang tidak lagi dibanjiri oleh orang percaya baru, dan saya bisa tunjukkan pada Anda bahwa gereja itu sedang mengalami stagnasi.
Kenapa? Karena orang percaya baru akan membantu orang percaya dewasa untuk tetap berdiri pada kaki mereka secara rohani.

Amanat Agung Yesus bukan hanya memerintahkan kita untuk pergi dan memberitakan Injil, tapi juga untuk pergi dan menjadikan semua bangsa murid-Nya serta mengajarkan mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kristus perintahkan. (Matius 28:19-20)

Memuridkan berarti pergi keluar dan dengan kemampuan terbaik, Anda berusaha menuntun jiwa-jiwa baru datang kepada Kristus dan membantu mereka tumbuh secara rohani.
Jaga dan awasi mereka.
Bantu mereka tumbuh dalam iman mereka.
Mereka akan bertanya tentang hal-hal yang mungkin Anda sudah lupa.
Mereka akan membuat Anda mempelajari Alkitab kembali.
Itulah mengapa orang percaya dewasa membutuhkan orang percaya baru.
Begitu pun sebaliknya, orang percaya baru juga membutuhkan orang percaya dewasa untuk melembutkan hati mereka, menguatkan iman mereka, dan untuk membantu mereka mendapatkan dasar iman percaya yang baik.

Saya merasakan bahwa ketika saya memberikan, Tuhan akan mengembalikannya.
Dan semakin banyak saya memberi, semakin banyak juga yang Tuhan berikan.
Yesus berkata dalam Matius 13:12, "Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya."

Sering kali kita begitu terobsesi dengan diri kita dan dengan apa yang kita rasakan.
Tetapi ketika Anda peduli dengan orang lain, ketika Anda berbagi Firman Allah dan mendorong mereka, maka Anda akan merasakan jika Tuhan semakin melimpahkan hidup Anda selama proses itu berlangsung.
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja15-16; Yohanes 3:1-18
____________________________________

Orang-orang percaya baru membutuhkan orang percaya dewasa untuk melembutkan hati, mengutkan iman, dan untuk membantu mendapatkan dasar iman percaya yang baik.
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)
____________________________________

Read more

0 Allah Menyiapkan Anda Hari Ini untuk Hal yang Lebih Besar Esok!

Efesus 2:10 "Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."

Seorang wisatawan mengunjungi area penebangan di Pacific Northwest.
Ia tertarik melihat bagaimana kayu-kayu yang akan digunakan untuk membuat furnitur dipilih.
Begitu kayu-kayu ini melewati hilir sungai, maka para penebang kayu akan menggapainya dan mengatikan kayu itu satu per satu, menariknya ke hulu sungai, kemudian menurunkannya.
Penebang ini kadang harus menunggu beberapa menit sebelum meraih kayu yang lain.
Tampaknya tidak akan ada sajak atau pun alasan untuk pekerjaan yang dilakukannya.

Setelah beberapa saat, si wisatawan berkata padanya, "Aku tidak mengerti apa yang sedang Anda lakukan."
"Semua kayu-kayu ini mungkin terlihat sama bagi Anda," kata si penebang kayu, "Tapi aku bisa mengenali kayu-kayu yang cukup berbeda. Kayu-kayu yang aku biarkan berasal dari pohon yang tumbuh di lembah. Mereka selalu terlindungi dari badai. Urat kayunya bermutu rendah."

"Kayu-kayu yang aku angkut, selain berasal dari pegunungan tinggi,yang mana setiap saat diombang-ambingkan angin kencang sejak mereka masih kecil. Tiupan angin yang kencang ini semakin menguatkan dan memberntuk urat kayu yang halus pada batang mereka. Kami menyimpan kayu-kayu ini untuk pekerjaan spesial. Mereka terlalu bagus jika digunakan untuk pembangunan konstruksi biasa."

Tanyakan Petrus atau Yusuf.
Kayu-kayu yang dipersiapkan untuk pekerjaan pilihan dipilih melalui test dan uji coba.

Hal yang sama juga bisa diperuntukkan bagi kita, orang Kristen.
Jika Anda bertanya kepada Musa bagaimana dia menjadi seorang Musa, tokoh yang hebat, maka dia kemungkinan akan mengingatkan Anda tentang dirinya yang diadili Firaun, dan saat-saat ujian di padang gurun.
Jika Anda bertanya kepada Yusuf, ia kemungkinan akan merujuk kembali ke tahun-tahunnya sebagai budak, hukuman atas tuduhan palsu, dan dipenjara di penjara Firaun.
Bicaralah dengan Petrus, dan mungkin ia akan mengingat kembali kepada penolakan dan bagaimana ia belajar banyak dari pelajaran yang sulit namun penting.
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 13-14; Yohanes 2
____________________________________

Mungkin Anda menyadari jika diri Anda tengah menghadapi hal yang serupa dalam hidup Anda hari ini. Ingat! Tuhan sedang mempersiapkan Anda untuk sebuah pekerjaan pilihan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)
____________________________________

Read more

0 Kesaksian Ibadah

Kisah Para Rasul 2:46-47 "Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan."

Ibadah Anda bisa menjadi satu kesaksian.
Kisah Para Rasul 2 memberitahu kita bahwa gereja mula-mula gemar memuji Allah dan mereka pun disukai banyak orang, serta "tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan" (Kisah Para Rasul 2:47)
Entah bagaimana, apakah ayat ini menunjukkan bahwa ada hubungannya antara ibadah dan kesaksian?
Ya, saya kira begitu.

Saya rasa jika seorang Kristen dapat memuji Allah terlepas dari penderitaan yang tengah dihadapinya, maka itu bisa menjadi satu kesaksian yang amat kuat bagi dunia ini.
Ada orang Kristen yang kehilangan pekerjaannya.
Ada orang Kristen yang menderita kanker.
Ada orang Kristen yang meninggal dalam kecelakaan mobil.
Ada orang Kristen yang kehilangan orang yang terkasih.
Orang Kristen menghadapi berbagai penderitaan, sama seperti yang dihadapi orang lain.
Namun ketika banyak orang melihat orang-orang Kristen memuji Allah meski tengah menghadapi situasi yang sulit, atau ketika mereka melihat kita menghormati Tuhan, maka boleh dikatakan itu merupakan kesaksian yang amat kuat.

Saya datang kepada Kristus pada awalnya karena melihat sekelompok orang Kristen yang sedang menyembah Allah di SMA saya.
Saat itu saya hanya seorang remaja yang tanpa arah hidup, dan ketika saya sedang berjalan-jalan di sekitar sekolah, ada sekelompok orang Kristen yang tengah duduk di halaman rumput, menyanyikan lagu-lagu.
Lagu-lagunya sangat sederhana.
Secara estetik, tidak ada yang menarik dengan orang-orang ini.
Tapi apa yang menarik perhatian saya adalah mengapa mereka menyanyikan lagu-lagu tentang Tuhan saat jam makan siang, di halaman depan SMA saya.
Lalu saya duduk cukup jauh supaya orang banyak tidak berpikir jika saya berminat bergabung dengan mereka tapi cukup dekat supaya saya masih bisa menguping apa yang sedang mereka lakukan.
Dan saat saya melihat mereka bernyanyi lagu-lagu yang sangat sederhana tentang Allah, saya merasa tergerak.
Lagu-lagu itu membuka hati saya untuk mendengar Firman Allah dinyatakan.

Menurut saya hal yang sama juga terjadi pada gereja mula-mula.
Mereka menyembah Allah, dan itu adalah kesaksian yang kuat.
Anda melihat, menyembah, dan bersaksi sekaligus.
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 10-12; Yohanes 1:29-51
____________________________________

Ibadah kita bisa menjadi satu kesaksian, karena itu jangan sepelekan ibadah.
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)
____________________________________

Read more

0 Nilai Ibadah

Kisah Para Rasul 2:46-47 "Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan."

Sama seperti sesuatu yang indah terjadi ketika umat Allah berkumpul dan mempelajari Firman-Nya, maka juga ada sesuatu yang luar biasa terjadi ketika umat Allah berkumpul dan menyanyikan puji- pujian bagi-Nya.
Yesus berkata, "Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."
Ayat ini tidak mengatakan bahwa Allah hanya muncul ketika orang beribadah saja, melainkan Allah hadir dimana-mana.
Namun Dia menunjukkan kehadiran-Nya dengan cara yang spesial, yaitu ketika umat-Nya meninggikan nama-Nya dengan puji-pujian dan penyembahan.

Gereja mula-mula adalah gereja yang menyembah.
Kisah Para Rasul 2:46-47 memberitahu kita, "...Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang..."
Ungkapan "gembira dan tulus hati" secara harfiah berarti "dengan sukacita yang tidak dibuat-buat."
Ada sukacita dalam gereja mula-mula, ada semangat, tapi juga ada hormat.
Pada beberapa ayat sebelumnya, kita membaca, "Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda" (Kisah Para Rasul 2:43)
Haruslah ada sukacita dan hormat.
Kedua elemen ini harus ada dalam ibadah kita.
Gereja yang dipenuhi dengan Roh Kudus akan menjadi gereja yang menyembah, dan orang kristen yang dipenuhi Roh Kudus akan menjadi orang Kristen yang menyembah.

Seseorang mungkin berkata, "Tapi tidak setiap saat aku ingin menyembah-Nya."
Apakah Anda pikir orang-orang percaya di abad pertama selalu ingin memuji Tuhan?
Mereka diganggu, mereka dipukuli, mereka diejek.
Tetapi walaupun orang-orang Kristen ini menghadapi penyiksaan dalam waktu yang lama, mereka tetap bersyukur kepada Allah.

Alkitab tidak berkata, "Bersyukurlah kepada Tuhan ketika Anda bahagia."
Sebaliknya, Alkitab berkata, "Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik!" (1 Tawarikh 16:34)
Itu yang membuat Ayub mampu menyembah Allah setelah bencana datang mengetuk pintunya (Ayub 1:20)
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 7-9; Yohanes 1:1-28
____________________________________

Terkadang ibadah bisa menjadi satu pengorbanan. Namun yang harus kita lakukan adalah tetap menyembah-Nya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)
____________________________________

Read more

0 Pentingnya Persekutuan

1 Yohanes 1: 3 "Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus."

Jika menemukan satu restoran bagus, saya selalu ingin mengajak orang lain ke sana.
Bukan hanya sekedar ingin mengajak mereka, saya juga ingin mereka memesan makanan paling lezat di sana.
Saya ingin mereka menemukan apa yang telah saya temukan.

Sama halnya ketika kita belajar Firman Tuhan dan diberkati, kita pun ingin membaginya dengan orang lain.
Persekutuan lebih dari sekedar bersosialisasi.
Kita mungkin membicarakan berbagai hal dengan jemaat lain saat datang ke gereja, namun tujuan utama kita pergi ke gereja adalah untuk membicarakan Allah.

Alkitab mengatakan bahwa orang-orang percaya pada abad pertama, "bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan" (Kisah Para Rasul 2:42), kata "persekutuan" disini berasal dari kata Yunani koinonia yang diterjemahkan berarti, "kemitraan", "komuni", atau "persekutuan".
Inti dari ayat ini ialah orang Kristen mula-mula ini belajar tentang Firman Tuhan dan mereka membaginya dengan orang lain.

Ketika Anda berjalan dengan Allah, Anda merasa ingin selalu ada bersama umat Allah.
Dan ketika Anda sedang tidak berjalan dengan Allah, Anda mungkin merasa tidak ingin berada di sekitar umat Allah.
Saya memahami bahwa saat kita berada dalam persekutuan dengan Allah dan tenggelam dalam Firman-Nya, maka kita ingin membagikannya dengan sesama Kristen.
Kita ingin berada di sekitar orang percaya lainnya.

Saya juga memahami bahwa orang yang berada di luar persekutuan dengan Allah juga hampir selalu menghindari persekutuan dengan orang percaya lainnya.
Seringkali, masalahnya adalah bukan tentang gerejanya, melainkan tentang orang itu sendiri.
Seseorang yang hidupnya ditutupi dosa akan selalu berusaha mencari-cari dosa dalam kehidupan orang lain.

Persekutuan adalah berdoa bersama, melayani bersama, tumbuh dan tua bersama.
Itulah serat-serat persekutuan.
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 4-6; Lukas 24:36-53
____________________________________

Persekutuan antara Allah dengan sesama orang percaya harus seimbang agar keduanya bisa berjalan beriringan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)
____________________________________

Read more

0 Kuasa Firman Tuhan

1 Timotius 4:16 "Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau."

Saya kagum pada bagaimana Allah telah menahbiskan pewartaan secara verbal sebagai cara utama untuk membawa orang masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Saya benar-benar tidak tahu alasannya, tapi itulah yang telah Yesus contohkan kepada kita.

Beberapa orang menganggap bahwa program rohani Kristen di TV atau di radio ialah pengganti dari pergi ke gereja.
Dan kadang memang ada situasi tertentu yang menahan orang sehingga mereka tidak bisa keluar rumah untuk pergi ke gereja.
Namun sesungguhnya tidak ada yang bisa menggantikan berkumpul dengan umat Allah dan mempelajari Alkitab bersama-sama.
Program rohani Kristen di TV bagus, tapi itu bukanlah pengganti dari berkumpul dengan umat Allah.
Sesuatu yang spiritual, sesuatu yang indah, terjadi ketika Firman Allah diwartakan dan ketika Anda mendengarnya secara langsung dengan sesama orang Kristen.
Ada satu kesejukan dan kedekatan di dalamnya.

Gereja mula-mula amat fokus pada khotbah karena Allah didirikan dari khotbah.
Ingat, Yesus Kristus adalah seorang pengkhotbah Firman Tuhan.
Kita membaca bahwa ketika Yesus memulai pelayanan-Nya, "Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: 'Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!'" (Matius 4:17)

Khotbah adalah cara utama yang Allah pakai untuk menyentuh orang yang tersesat.
Seperti apa yang ditulis Rasul Paulus, "Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil" (1 Korintus 1:21)

Perhatikan bahwa Rasul Paulus tidak mengatakan "kebodohan khotbah", tapi "kebodohan pemberitaan Injil".
Allah telah memerintahkan agar ada khotbah dan ajaran di dalam gereja, dan itulah yang menjadi fokus utama gereja mula-mula.

Berkhotbah bukanlah sesuatu yang saya mau, tapi ini sesuatu yang Allah ingin saya lakukan.
Dan setelah berbagi Firman di berbagai tempat dan situasi yang berbeda, hingga saat ini saya masih terkagum-kagum dengan cara Firman Tuhan membawa pengaruh dan mengubah banyak kehidupan.
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 1-3; Lukas 24:1-35
____________________________________

Khotbah adalah cara utama yang Allah pakai untuk menyentuh orang yang tersesat.
Apakah kita sudah siap untuk bersama-sama membritakan Firman-Nya di dunia ini?
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)
____________________________________

Read more

0 Prioritas Utama Gereja Mula-Mula

Kisah Para Rasul 2:42 "Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa."

Lukas bisa saja menulis banyak hal yang menarik perhatian kita mengenai gereja mula-mula, sebagaimana ia mencatatnya dalam kitab Kisah Para Rasul walaupun kita tahu dalam Alkitab bahwa gereja ini ialah gereja yang bersemangat, penuh sukacita, dan berkembang pesat.
Tetapi Lukas menjelaskan satu hal yang mengingatkan kita bahwa orang-orang Kristen pada abad pertama mempelajari Alkitab bersama-sama.

Bisa saja orang-orang percaya di abad pertama ini mengingat kembali kesukaan besar pada hari Pentakosta, dan berkata, "Mengapa setiap pelayanan tidak bisa sama seperti di hari Pentakosta dulu? Ingatkah ketika Roh Kudus turun atas kita dan kita dihinggapi lidah-lidah api? Ingatkah segala jenis bahasa yang kita ucapkan?"
Pentakosta bagaikan ledakan yang menyalakan mesin.
Dan ketimbang mengenang hari Pentakosta yang pertama, gereja mula-mula ini memilih untuk bersukacita di dalam Firman Tuhan.

Namun pada kenyataannya, tren yang berkembang di gereja pada saat ini malah mengabaikan studi Alkitab.
Beberapa pendeta akan berkhotbah hal-hal seperti, "Pertanyaan-pertanyaan adalah jawaban- jawaban baru. Kita tidak perlu mengadakan khotbah. Mari kita berdiskusi. Mari kita membicarakan film terbaru atau berbagi kekhawatiran dan pergumulan kita. Lagipula, terdengar arogan jika kita berkata tahu apa yang Allah ajarkan karena Allah terlalu besar untuk kita pahami, dan kebenaran-Nya terlalu misterius bagi kita untuk ketahui dengan pasti."

Tren lain yang berkembang ialah mengesampingkan Firman Allah.
Satu gereja ada yang mengawali kebaktiannya dengan memutarkan video, drama, klip film, kesaksian, atau bahkan, kadang dengan tari- tarian mereka sendiri.
Kemudian, sisanya mereka mungkin akan mendengarkan sedikit khotbah atau wejangan singkat dari sang pendeta.
Masalah yang muncul dari tren gereja semacam ini ialah khotbah yang singkat menghasilkan orang Kristen yang hanya sesaat.

Ibrani 4:12 mengatakan, "Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun..."
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Raja-raja 21-22; Lukas 23:26-56
____________________________________

Gereja mula-mula mengasihi, bersukacita, dan mempelajari Firman Allah. Dan begitupun kita seharusnya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)
____________________________________

Read more

0 Batu-batu Hidup

1 Petrus 2:5 "Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah."

Ada satu cerita populer tentang seorang raja Sparta yang sesumbar pada seorang tamunya mengenai tembok-tembok Sparta.
Tetapi ketika tamu ini berkeliling, ternyata ia tidak melihat satu pun tembok di sana.
"Tahukah engkau, di Sparta, setiap pria adalah batu bata," Raja Sparta menjelaskan, seraya menunjuk ke arah pasukannya.
"Mereka adalah tembok-tembok Sparta."

Berbicara tentang gereja, setiap orang percaya adalah sebuah batu bata.
Dan di dalam Alkitab, dijelaskan bahwa kita adalah batu hidup: "Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani,..." (1 Petrus 2:5)

Kita seharusnya tidak hanya menjadi penonton di gereja, kita harus menjadi peserta.
Sangat mudah menjadi suporter yang hanya bisa memberi saran atau kritikan di gereja, tanpa berbuat sesuatu.
Tetapi yang Tuhan inginkan adalah kita semua berada di lapangan sebagai satu tim yang melayani-Nya.

Presiden Theodore Roosevelt berkata, "Bukannya kritikus yang penting, bukannya orang yang menunjukkan bagaimana orang kuat itu tersandung, atau di mana pelaku itu dapat melakukannya dengan lebih baik. Kreditnya adalah kepunyaan orang yang benar-benar dalam arena; yang wajahnya memar, penuh keringat serta darah; yang berjuang dengan berani; yang berulang-ulang membuat kekeliruan; karena tidak ada usaha tanpa kesalahan atau kekurangan..."

Sangat mudah untuk menghindar dan mengkritik, tapi kredit atau pujian ditujukan pada pria atau wanita yang pergi keluar dan melakukan pekerjaan Kerajaan Allah.
Mungkin mereka pernah membuat kesalahan di tempat ini.
Mungkin mereka tidak berhasil melakukannya di tempat lain.
Tapi mereka lebih memilih untuk mencoba dan membuat kesalahan, daripada tidak pernah mencoba sama sekali.

Sebab jika setiap bagian dari tubuh Kristus melakukan pekerjaan Kerajaan Allah, maka bagian-bagian tubuh tersebut membantu seluruh tubuh.
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Raja-raja 19-20; Lukas 23:1-25
____________________________________

Kuncinya adalah setiap kita harus melakukan pekerjaan yang telah Tuhan tugaskan kepada kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)
____________________________________

Read more

Popular Post

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More