• slide 1

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010 GSJA Sword bertempat di JL Kartini 8 No.1A...

  • slide 2

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00 kelas terbagi ke dalam tiga kelas: Little Heaven, Kingdom Kid dan Christ Crew...

  • slide 3

    Ibadah Pelajar

    Ibadah yang dihadiri oleh para pelajar yang masih sekolah dan berkuliah, segment keterlibatan dalam drama...

  • slide 4

    Tim Musik GSJA Sword

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah terdiri dari : Agus - Gitaris, Julius dan sylvi- Keyboard, Yanto dan Edy - Drum, Randy - Bass...

  • slide 5

    Drama Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword dalam perayaan Harnas Wanita 2011...

  • slide 6

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011 yang berlangsung di gedung gereja sendiri, sederhana namun membawa hikmat dan berkat tersendiri...

  • slide 7

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword saat perayaan Natal 2010...

  • slide 8

    Natal GSJA Sword, 17 Des 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword pada tanggal 17 Des 2011...

  • slide 9

    Imlek GSJA Sword, 22 Jan 2012

    Ibadah Saat Imlek di GSJA Sword pada tanggal 22 Januari 2012...

  • slide 10

    Gathering Pekerja GSJA Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

  • slide nav 1

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010...
  • slide nav 2

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00...
  • slide nav 3

    Ibadah Pelajar

    Ibadah yang dihadiri oleh para pelajar yang masih sekolah dan berkuliah...
  • slide nav 4

    Tim Musik

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah...
  • slide nav 5

    Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword...
  • slide nav 6

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011...
  • slide nav 7

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword...
  • slide nav 8

    Natal GSJA Sword 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword, 17 Des 2011...
  • slide nav 9

    Imlek GSJA Sword 2012

    Ibadah Saat imlek di GSJA Sword, 22 Januari 2012...
  • slide nav 10

    Gathering Pekerja Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words Of OuR LorD)

Latest from Blog

Menara Doa

Menara Doa

Radio SSK - Pernikahan Dini

Radio SSK - Pernikahan Dini

Doa Fajar

Doa Fajar

Delete this element to display blogger navbar

0 Bagaimana Mengasihi Orang Yang Mudah Marah

Amsal 19:11 Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran.

Ketika Anda berhadapan dengan orang-orang yang mudah tersinggung atau menjengkelkan, Anda perlu melihat asal muasal rasa sakit mereka. Karena segala hal yang kita lakukan dipicu oleh sesuatu. Ketika orang menyakiti orang lain, itu karena mereka sedang merasakan sakit di dalam hatinya. Orang yang tersakiti, menyakiti orang.

Semakin Anda memahami latar belakang orang lain, semakin banyak kasih yang akan Anda tunjukkan kepada mereka. Pikirkan orang-orang yang Anda rasa amat sulit dihadapi dan yang paling membuat Anda kesal, Anda mungkin tak tahu apa-apa tentang latar belakang mereka sehingga Anda tak bisa memakluminya. Anda tidak tahu bahwa mungkin mereka sedang tersakiti. Anda tidak tahu bahwa mungkin mereka yatim piatu. Anda tidak tahu bahwa mereka sudah menjalani tiga pernikahan dan suami mereka menceraikan mereka. Anda tidak tahu kisah mereka sehingga Anda tidak menunjukkan kasih Anda sedikit pun.

Alkitab mengatakan dalam Amsal 19:11, Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran. Dengan hikmat, Anda tidak akan tersinggung. Mengapa? Karena hikmat memberi kesabaran. Ketika Anda memahami latar belakang seseorang, Anda bisa mengerti tekanan yang tengah ia rasakan, dan itu membuat Anda lebih mudah menunjukkan kasih Anda kepadanya. Hikmat memberi Anda kesabaran untuk memaafkan kesalahan.

Apa yang saya bicarakan di sini adalah tentang kasih yang sejati. Bahkan Alkitab mengatakan menolak untuk tersinggung sesungguhnya merupakan tindakan kasih yang dewasa. Ini menunjukkan seberapa besar kasih yang Anda punya di dalam hati. Semakin besar kasih yang Anda miliki dalam hati, semakin sulit bagi orang lain menyinggung perasaan Anda.

Semakin sedikit kasih yang Anda punya dalam hati Anda, Anda semakin resah dan mudah tersinggung. Alkitab mengatakan dalam Amsal 10:12, Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran. Semakin saya dipenuhi dengan kasih, semakin sulit saya marah terhadap Anda meski Anda menuntut atau merendahkan atau tak setuju dengan apapun yang saya lakukan.

Jadi inilah langkah pertama dalam menghadapi orang-orang yang sulit: Anda harus memilih menolak untuk tersinggung dan menganggapnya serius.

Renungkan hal ini :

Siapa orang-orang yang bagi Anda paling sulit untuk dihadapi dan paling menjengkelkan Anda?

Bagaimana Anda bisa menunjukkan kasih Anda yang lebih besar kepada mereka?

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 15-16; Markus 6:1-29

Semakin sedikit kasih yang Anda punya maka semakin sedikit Anda bisa mengampuni (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren).

Read more

0 Penangkal Bagi Yang Suka Menyenangkan Semua Orang

Lukas 9:26 Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku, Anak Manusia juga akan malu karena orang itu, apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan-Nya dan dalam kemuliaan Bapa dan malaikat-malaikat kudus.

Kelak, Anda akan memberi pertanggungjawaban atas hidup Anda di hadapan Allah. Jika Anda menyimpannya dalam pikiran Anda dan berpikir jauh ke depan, maka ini akan mengubah apa yang Anda katakan, apa yang Anda lakukan, dan siapa yang Anda coba kesankan. Ini adalah penangkal bagi mereka yang suka menyenangkan orang lain.

Ketika Anda melihat ini jauh ke depan dan sadar bahwa Anda akan memberi pertanggungjawaban atas semua kata yang Anda ucapkan hari ini, maka Anda akan bertanya pada diri sendiri, "Apakah aku mau Allah tak setuju dengan apa yang aku ucapkan atau lakukan, atau apakah aku mau orang ini tak setuju dengan apa yang aku ucapkan atau lakukan?

Saya tahu rasanya sebab saya sudah pernah diwawancarai di banyak acara TV. Di acara tersebut, mereka akan menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang paling sulit dijawab. Dan, malah, beberapa pewawancara sengaja mencoba membuat saya mundur dan menyangkal kebenaran Firman Tuhan.

Ketika saya melakukan wawancara tersebut, sifat manusia saya ingin menyenangkan semua orang dengan jawaban yang mereka harapkan. Sifat manusia saya ingin berkompromi, membelokkan, menendang jauh-jauh dan meninggalkan kebenaran Firman Tuhan. Saya pernah mendengar beberapa orang yang diberondong pertanyaan-pertanyaan seperti ini di TV dan mereka menjawab, "Semua itu aku serahkan ke tangan Tuhan atau "Semua orang harus punya pendiriannya masing-masing." Ada sebuah kata yang tepat untuk menggambarkan kedua jawaban ini: bermain aman! Secara logis, menyenangkan hati semua orang bisa dibilang bermain aman. Orang-orang ini tidak berani berdiri di atas kebenaran. Pada momen-momen genting ini, apabila saya berhasil mengatakan sesuatu yang menyenangkan dan tidak menyinggung semua orang, berarti saya baru saja berkata bohong. Saya tahu benar, sehingga di momen yang berharga ini, saya melakukan tiga hal:

Pertama, saya ingat apa yang Yesus Kristus lakukan bagi saya di kayu salib. Dia tidak menyangkal saya. Dia tidak mundur demi saya. Dia mati untuk dosa-dosa saya. Saya berutang nyawa pada-Nya. Dia menciptakan saya. Dia menyelamatkan saya. Dia mengampuni saya. Dia membawa saya ke surga. Sebab itu, saya tidak akan menyangkal Dia.

Kedua, saya ingat bahwa suatu hari saya akan memberi pertanggungan jawab kepada Allah. Pada saat itu Allah akan berkata, "Apa yang kau katakan saat wawancara itu? Apa yang kau katakan kepada rekan sekerjamu? Apa yang kau katakan kepada temanmu di sekolah? " Saya ingat bahwa integritas lebih penting daripada popularitas. Dan saya tidak akan membuang integritas saya.

Dan yang terakhir, saya mengatakan kebenaran-Nya dan siap memikul resikonya.

Alkitab mengatakan dalam Lukas 9:26,"Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku, Anak Manusia juga akan malu karena orang itu, apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan-Nya dan dalam kemuliaan Bapa dan malaikat-malaikat kudus.

Renungkan hal ini:

Bagaimana pertanyaan ini akan membantu Anda memperkatakan kebenaran di dalam kasih: "Apakah saya ingin Allah tak setuju dengan apa yang saya katakan atau lakukan, atau apakah saya ingin orang ini tak setuju dengan apa yang saya katakan atau lakukan?"

Bagaimana Anda bisa mengubah satu situasi, sehingga Anda lebih bisa menghormati Allah dengan kata-kata Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 12-14; Markus 5:21-43

Integritas lebih penting daripada popularitas, jadi jangan membuang integritas itu demi menyenangkan semua orang (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren).

Read more

0 Menyenangkan Orang Lain Sama Dengan Menyembah Berhala

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.

Dalam kehidupan, Anda hanya perlu menyenangkan satu Pribadi. Dia adalah Pencipta Anda. Anda hanya perlu menyenangkan Allah, Pribadi yang menciptakan Anda dan yang memiliki tujuan atas hidup Anda. Itu menyederhanakan kehidupan ini dengan mudah! Anda hanya butuh satu izin: Izin Allah.

Yesus berkata seperti ini dalam Yohanes 5:30 b Sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku. Intinya, Dia berkata, Aku hidup hanya seturut dengan kehendak-Nya.

Anda mungkin tak pernah menyadari hal ini, tapi menyenangkan seseorang ialah satu bentuk penyembahan berhala. Perintah pertama dalam Sepuluh Perintah Allah adalah, "Jangan ada padamu allah lain di hadapanku. Apa pun yang Anda tempatkan di hadapan Allah akan menjadi sebuah dewa. Perahu bisa menjadi dewa. Karir bisa menjadi dewa. Pacar bisa menjadi dewa. Golf bisa menjadi dewa. Apa pun yang menjadi nomor satu dalam hidup Anda-bukannya Allah-menjadi tuhan bagi Anda.

Perintah kedua adalah, " Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun& Apa pun yang menggantikan Allah dalam hidup Anda adalah berhala. Kesuksesan bisa menjadi berhala. Uang bisa menjadi berhala. Seks bisa menjadi berhala. Hubungan bisa menjadi berhala. Jika hubungan dengan pacar Anda, istri Anda, atasan Anda, atau teman Anda itu lebih penting daripada Tuhan, maka itu dikatakan sudah menjadi berhala.

Jika Anda orang yang suka menyenangkan orang banyak, maka Anda telah mengizinkan sesuatu selain Allah untuk mengambil alih tempat pertama di hidup Anda. Tiba-tiba, orang-orang tersebut menjadi tuhan dalam hidup Anda karena pendapat mereka lebih penting daripada pendapat Allah. Opini mereka tentang Anda menjadi begitu penting. Anda tidak ingin memberitahu mereka bahwa Anda adalah orang Kristen karena Anda takut mereka tak memperhatikan Anda. Anda tidak ingin mereka tahu Anda jika Anda datang ke gereja karena Anda takut mereka tak akan menyukai Anda. Pada titik ini, Anda sudah memiliki tuhan lain dalam hidup Anda. Anda memiliki sebuah berhala.

Anda hanya harus menyenangkan satu Pribadi. Paulus mengatakan dalam Galatia 1:10, Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.

Renungkan hal ini:

Apa saja dalam hidup Anda yang sudah menjadi berhala?

Apa yang ditawarkan berhala itu yang tidak ditawarkan Allah?

Apa yang Tuhan tawarkan yang tidak ditawarkan oleh berhala Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 9-11; Markus 5:1-20

Senangkan satu pribadi yang begitu memperhatikan kehidupan Anda yaitu Yesus Kristus (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren).

Read more

0 Tidur Berjalan

1 Tesalonika 5:6 Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.

Apakah Anda pernah tidur berjalan? Ini agak menakutkan, sungguh - terutama di keesokan harinya ketika seseorang memberitahu Anda apa yang Anda lakukan semalam.

Ada beberapa orang di gereja yang yang sudah lama tertidur. Mereka tidak memperhatikan tanda-tanda zaman. Ada kelesuan, ketidakpedulian - bahkan kemalasan - dalam diri beberapa orang Kristen. Ada satu garis yang terlihat jelas, antara apa yang disebut kehidupan spiritual dan kehidupan nyata. Alih-alih berjalan dalam Roh, beberapa orang percaya sedang tidur berjalan.

Kita harus bangun. Alkitab mengatakan, Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar (1 Tesalonika 5:6).

Dengan kata lain, kita perlu bangun karena mendesaknya waktu. Kita perlu bangun untuk berjaga- jaga akan kedatangan Tuhan yang kian dekat.

Kita juga perlu sadar. 1 Tesalonika 5 selanjutnya mengatakan, Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam. Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan (ayat 7-8).

Saya pikir kita bisa menafsirkan ini baik secara harfiah dan secara kiasan. Jika ditafsiran dengan sederhana, artinya: jangan mabuk. Jangan berada di bawah pengaruh siapa pun atau apa pun kecuali Yesus Kristus. Tapi secara kiasan, kita bisa dimabukkan oleh hal-hal lain. Yesus berkata, "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat (Lukas 21:34). Apa yang akan Anda makan atau pakai atau dimana Anda tinggal ialah kekhawatiran manusia yang paling umum, terutama jika Anda telah menikah dan harus menafkahi keluarga. Tapi mari kita tidak membiarkan hal-hal ini mengatur hidup kita.

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 7-8; Markus 4:21-41

Mari kita tidak membiarkan diri kita menjadi mabuk dengan hal-hal yang bukan utama (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren).

Read more

0 Pengorbanan luar biasa

Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Saya pernah mendengar satu kisah nyata tentang seorang pria yang mengoperasikan sebuah jembatan angkat. Pada jam tertentu di setiap sorenya, ia menaikkan jembatan untuk dilalui kapal feri di bawahnya, kemudian menurunkannya kembali supaya bisa dilalui kereta. Dia harus melakukan tugasnya ini dalam waktu yang amat tepat, sesuai dengan jadwal.

Suatu hari, ia membawa anaknya ke tempat kerja supaya bisa sambil mengasuhnya. Saat ayahnya menaikkan jembatan itu, sang anak menjadi begitu bersemangat dan ingin melihat jembatan itu lebih dekat. Beberapa saat kemudian, sang ayah baru sadar jika anaknya menghilang dan mulai mencarinya. Dengan ngeri, sang ayah melihat anaknya berada dekat sekali dengan roda gigi jembatan. Panik, ia ingin sekali pergi menyelamatkan anaknya, namun jika ia meninggalkan ruang kontrol, dia tidak akan sempat kembali lagi ke sana untuk menurunkan jembatan bagi kereta yang kian datang mendekat.

Ia dilema. Jika dia menurunkan jembatan, anaknya akan mati. Tapi jika ia membiarkan jembatan itu dalam posisi terangkat, ratusan penumpang di dalam kereta itu akan mati. Dia tahu apa yang harus ia lakukan. Dengan air mata bercucuran di wajahnya, ia menyaksikan para penumpang kereta berlalu di hadapannya. Di dalamnya, ia melihat dua orang wanita yang sedang mengobrol sambil minum teh. Yang lainnya sedang membaca koran. Semua orang benar-benar tak tahu menahu apa yang baru saja terjadi. Pria itu berteriak, "Tak tahukah kalian, bahwa aku baru saja mengorankan anakku demi kalian? Tapi kereta itu tetap melaju hingga di kejauhan.

Kisah ini adalah gambaran dari apa yang terjadi di kayu salib. Allah menyerahkan Anak-Nya yang terkasih agar kita bisa hidup. Tapi kebanyakan orang tidak merenungkannya kembali. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sadar akan pengorbanan Tuhan yang luar biasa yang dilakukan demi Anda? Apakah Anda mau selalu bersyukur kepada-Nya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 4-6; Markus 4:1-20

Pengorbanan yang luar biasa melalui Yesus membuktikan bahwa Anda dan saya adalah anak-anak yang dikasihi-Nya (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren).

Read more

0 Perlakuan Firman Tuhan Secara Pribadi Untuk Mengubah Hidup Anda

Filipi 1:6 Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.

Firman Tuhan tak akan mengubah hidup Anda sampai Anda membiarkannya menjadi bagian dari diri Anda. Ini bukan tentang tetangga Anda, teman Anda, pasangan Anda, atau orang asing di luar sana, Firman Tuhan harus diterapkan dalam kehidupan Anda sehari-hari. Alkitab tak akan bergerak dinamis sampai Anda menjalankannya.

Bagaimana Anda membuat Firman Tuhan menjadi lebih bersifat pribadi? Coba meditasi Alkitab. Siapa pun bisa melakukannya. Anda tidak memerlukan alat khusus atau pelatihan teologis.

Anda hanya perlu memasukkan nama Anda dalam kata-kata ganti orang dalam ayat Alkitab. Sebagai contoh, saya mempersonalisasi Yohanes 3:16, "Karena begitu besar kasih Allah akan Rick, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya Rick tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Atau, dalam Filipi 1:6: Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara Rick Warren, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.

Masukkan nama Anda dalam ayat-ayat Alkitab, itu akan memperkuat iman Anda dan memotivasi diri Anda sendiri. Anda juga dapat menulis ulang ayat tersebut, sehingga seolah-olah Allah berbicara langsung kepada Anda.

Lakukan hal itu, dan percayalah, akan ada banyak ayat Alkitab yang benar-benar akan menyentuh hati Anda yang terdalam. Anda akan mulai membaca Alkitab sebagai surat cinta Tuhan kepada Anda, seakan-akan itu adalah hadiah Tuhan kepada Anda! Membaca Alkitab bukan hanya tentang mengenal isi Firman; ini tentang mengenal Sang Penulis Firman tersebut-secara pribadi!

Renungkan hal ini:

Pernahkah Anda menganggap Alkitab sebagai surat cinta Allah kepada Anda?

Seperti apakah rasanya ketika Anda percaya bahwa Allah menulis Alkitab hanya untuk Anda?

Seperti apakah rasanya ketika Anda memperlakukan Alkitab dan waktu saat teduh Anda dengan Allah sebagai percakapan pribadi dan sebagai pelajaran hidup?

Apa yang akan Anda lakukan untuk membuat Firman yang Anda baca hari ini lebih bersifat pribadi?

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 1-3; Markus 3

Ada banyak ayat-ayat Alkitab yang bisa membangun iman Anda, perkatakan firman-Nya setiap hari.(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren).

Read more

0 Ingat Yang Terbaik, Lupakan Yang Lain

Filipi 1: 3 Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu.

Apa yang Anda ingat tentang orang-orang, pengalaman baik atau pengalaman buruk? Rasul Paulus dalam Filipi 1:3 seolah berkata, Aku senang mengingat hal-hal baik tentang orang lain, fokus pada saat-saat menyenangkan, dan mengingat pengalaman-pengalaman yang positif.

Ketika Paulus mengatakan hal ini, ia sedang mengalami masa-masa sulit di Filipi. Kita Kisah Para Rasul 16 mengatakan bahwa ketika ia pergi ke Filipi, dia ditangkap secara paksa, dicambuk, dipermalukan, dan dijebloskan ke dalam penjara sebelum akhirnya diminta untuk meninggalkan kota tersebut. Namun ia berkata Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu (Filipi 1:3).

Paulus bisa saja diam. Dia bisa saja mengingat-ingat kenangan yang menyakitkan. Namun, dia memilih untuk tidak mengingat hal-hal tersebut, tapi sebaliknya, ia fokus pada hal-hal yang bisa dia syukuri.

Mungkin Anda pernah terluka di masa lalu oleh orang tua atau pasangan Anda, dan Anda masih berpegang pada rasa sakit itu. Dan hasilnya, Anda tidak bisa menikmati kebersamaan dengan mereka saat ini. Anda masih fokus pada hal-hal yang negatif di masa lalu. 

Bersyukurlah atas kebaikan orang lain. Kenangan yang menyenangkan adalah sebuah pilihan. Saya bisa memilih apa yang ingin saya ingat tentang masa lalu saya.

Saya tidak mengatakan bahwa Anda harus menyangkal rasa sakit Anda atau memaklumi kelemahan orang lain. Sebab secara psikologis, itu tidak sehat. Sebaliknya, fokuslah pada kebaikan mereka, dan tekankan kelebihan kelebihan mereka.

Saya sering mendengar para ibu berkata, "Dia (suami saya) orang yang baik, tapi..." Setiap kali Anda mendengar "tapi," itu berarti penekanannya ada pada hal-hal yang negatif, bukan yang positif. Bersyukurlah atas apa yang sudah Anda miliki! Mr. Perfect itu tidak ada! Saya pernah mendengar hal yang sama dari para suami, tapi sama saja, Mrs. Perfect itu juga tidak ada!

Jika Anda ingin menikmati kehadiran orang lain, Anda harus fokus pada kelebihan, bukan pada kelemahan mereka. Pada beberapa orang, Anda memang harus lebih kreatif mencari kelebihan-kelebihan mereka. Namun satu yang pasti, Anda bisa menemukan satu kebaikan pada setiap orang.

Renungkan hal ini :

Kenangan-kenangan menyakitkan apa yang sedang menahan Anda untuk menunjukkan kasih yang sepenuhnya kepada seseorang?

Apa yang akan Anda doakan hari ini agar Anda bisa melepaskan kenangan buruk dan melanjutkan hidup Anda?

Bagaimana cara Anda mensyukuri orang- orang yang menyakiti Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 26-27; Markus 2

Jangan menyimpan luka batin yang terlalu dalam, lepaskan pengampunan dan mulailah melihat kelebihan orang lain dibalik kelemahan Anda (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren).

Read more

0 Allah Yang Akan Menuntut Balas

1 Petrus 3:9 Dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berka

Tidak ada yang lebih menghancurkan semangat, separah dilecehkan, tak dihargai, disepelekan, dan diperalat. Yesus tahu semua itu, dan Dia berkata, Aku akan merawatmu.

Titik awal proses penyembuhan Anda adalah dengan mengenal Penyembuh Anda. Anda harus berseru, "Yesus Kristus, Engkau telah membawa pergi semua dosa yang ada di dunia ini-baik yang dilakukan orang lain kepadaku, dan dosa yang sudah kuperbuat. Demi menebus dosaku, Engkau mengambil alih hukuman itu seorang diri. Aku ingin belajar dari-Mu. Dan aku ingin Engkau masuk dan menyembuhkan hati, tubuh dan jiwaku.

Percayalah, Dia akan menyembuhkan Anda!

Ketika Yesus disiksa, apakah Dia membalas? Sama sekali tidak! Alkitab mengatakan, Dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat& (1 Petrus 2:23).

Namun, suatu hari, Dia akan menuntut balas. Suatu hari, Dia akan membalaskan penderitaan kita. Suatu hari, Dia akan membasmi segala pelanggaran. Apakah Anda pikir Hitler akan lepas begitu saja dengan segala kejahatannya di dunia? Apakah Anda pikir para pelaku kekerasan tidak perlu bertanggungjawab atas segala kekerasan yang dilakukannya? Apakah Anda pikir segala kejahatan yang terjadi di dunia ini akan bebas dari hukuman?

Tidak, suatu hari Allah akan membalaskannya. Ia sendiri yang akan melakukannya.

Allah adalah Tuhan yang adil. Dia dapat membalaskan murka-Nya lebih baik dari Anda. Dia ingin Anda menyerahkannya di tangan-Nya, sebab Dia adalah Tuhan, dan Anda bukan.

Salah satu alasan mengapa kita harus berjuang membasmi masalah kekerasan ini adalah: Karena ia menular. Tindak kekerasan atau pelecehan akan diteruskan dari generasi ke generasi.

Jika Anda tumbuh dengan menyaksikan tindak kekerasan atau mengalaminya dalam keluarga Anda, Anda akan melihat satu pola yang kemungkinan besar akan diteruskan oleh generasi selanjutnya. 

Tahun ini, ada sekitar 10 juta anak-anak di Amerika akan menyaksikan orangtua mereka berada dalam kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Penelitian demi penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak dua kali lebih besar kemungkinannya untuk melakukan KDRT setelah mereka menikah. Seseorang harus memutuskan mata rantai ini.

Mungkin Anda akan menjadi salah satunya. Jadi, mulailah hari ini. Mulai dari sekarang. Mulailah isi jiwa Anda dengan kuasa Roh Kudus.

Tuhan, saya berdoa untuk berkat keberanian atas setiap orang yang membaca ini, bahwa akan ada banyak orang yang berani berkata, "Tuhan, aku tak mau merahasiakannya lagi. Aku tak akan memperkecil atau mencari-cari alasan untuk membetulkan tindak kekerasan ini. Aku butuh tempat yang aman untuk berlindung. Tolong aku untuk mendapatkan keberanian untuk memberitahu orang lain yang bisa membantuku membuat rencana ke depan untuk sembuh dari luka-lukaku. Selamatkan hidupku; selamatkan pernikahanku. Kiranya proses penyembuhan itu dimulai. Dan Tuhan, aku membiarkan-Mu menuntut balas. Dalam nama-Mu kuberdoa. Amin."

Renungkan hal ini :

Apa yang akan Anda lakukan hari ini untuk memutus siklus kekerasan dalam hidup Anda? Ada sumber informasi dan gereja-gereja di kota Anda yang dapat membantu Anda.

Bagaimana cara Anda mendukung teman atau anggota keluarga yang sedang atau yang telah lama mengalami KDRT? Bagaimana Anda dapat mendorong mereka yang masih diam dalam penderitaan mereka?

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 25; Markus1:23-45

Pembalasan adalah haknya Tuhan, karena itu biarkan Dia yang bertindak menolong Anda (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren).

Read more

0 Kekerasan; Jangan Tinggal Diam

Mazmur 39:1-4 Untuk pemimpin biduan. Untuk Yedutun. Mazmur Daud. Pikirku: "Aku hendak menjaga diri, supaya jangan aku berdosa dengan lidahku; aku hendak menahan mulutku dengan kekang selama orang fasik masih ada di depanku." Aku kelu, aku diam, aku membisu, aku jauh dari hal yang baik; tetapi penderitaanku makin berat. Hatiku bergejolak dalam diriku, menyala seperti api, ketika aku berkeluh kesah; aku berbicara dengan lidahku: "Ya TUHAN, beritahukanlah kepadaku ajalku, dan apa batas umurku, supaya aku mengetahui betapa fananya aku!

Langkah pertama untuk membebaskan diri dari kekerasan atau pelecehan, baik itu secara seksual atau fisik atau secara lisan atau emosional, adalah dengan berbagi dengan seseorang yang bisa membantu Anda untuk membebaskan diri.

Yesus berkata dalam Yohanes 8:32, "Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." Kebebasan itu datang ketika Anda membuka dan mengakui rasa sakit Anda kepada orang lain.

Dalam sebuah studi di 10 negara, ditemukan bahwa diantara 55 hingga 95 persen perempuan yang mengalami kekerasan dari pasangan mereka, tidak pernah memberitahu siapa pun, apalagi laki-laki, sangat sedikit dari mereka yang membicarakannya, bahkan meminta bantuan.

KDRT sering disebut sebagai wabah diam, karena ini adalah satu aib besar dalam pernikahan yang tak seorang pun ingin membicarakannya. Orang menderita dalamkebisuan mereka.

Jika ada tokoh yang kenal benar dengan yang namanya kekerasan, itulah Raja Daud. Dia adalah raja yang menulis sebagian besar Kitab Mazmur dan yang juga menghabiskan sebagian besar hidupnya berurusan dengan kekerasan, sebab ada banyak orang yang ingin menyakiti, membunuh, melecehkan, memfitnah, dan mengejek dia segala jenis kekerasan.

Di lebih dari 100 ayat dalam kitab Mazmur, Daud mengungkapkan kepedihan, frustrasi, dan amarahnya pada musuh-musuhnya. Dia menggunakan kata "musuh" hampir 100 kali di Alkitab New International Version (NIV). Daud berbicara tentang kekerasan yang ditimbun musuh-musuhnya dalam hidupnya.

Tapi satu hal yang bisa kita pelajari dari Daud adalah: Jangan memendam penderitaan Anda. Dalam Mazmur 39:1-4, Daud menjelaskan apa yang terjadi ketika ia berusaha memendam pergumulannya seorang diri. Katanya, Untuk pemimpin biduan. Untuk Yedutun. Mazmur Daud. Pikirku: "Aku hendak menjaga diri, supaya jangan aku berdosa dengan lidahku; aku hendak menahan mulutku dengan kekang selama orang fasik masih ada di depanku." Aku kelu, aku diam, aku membisu, aku jauh dari hal yang baik; tetapi penderitaanku makin berat. Hatiku bergejolak dalam diriku, menyala seperti api, ketika aku berkeluh kesah; aku berbicara dengan lidahku: "Ya TUHAN, beritahukanlah kepadaku ajalku, dan apa batas umurku, supaya aku mengetahui betapa fananya aku!

Ini merupakan respon klasik dari seseorang yang mengalami kekerasan. Daud takut mengatakannya di hadapan musuh-musuh yang menyakitinya, namun kebisuannya itu malah membuatnya tambah menderita: "Aku kelu, aku diam, aku membisu, aku jauh dari hal yang baik; tetapi penderitaanku makin berat.

Jika Anda sedang mengalaminya saat ini, saya ingin Anda tahu bahwa Allah peduli pada Anda. Saya mengasihi Anda. Selalu ada harapan. Jangan tinggal di lingkaran kepedihan, kecemasan, dan ketakutan.

Tetapi pertama-tama, Anda harus berhenti untuk diam. Anda harus angkat bicara dan memberitahu seseorang yang Anda percaya. Anda harus membawanya ke dalam terang Kristus agar Dia dapat mulai menuntun Anda menuju penyembuhan.

Renungkan hal ini :

Apa tanda-tanda kekerasan emosional? Bagaimana Anda bisa membantu seorang teman yang saat ini tengah menderita?

Menurut Anda, mengapa banyak orang yang mengalami kekerasan sulit untuk menerima kasih Tuhan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 23-24; Markus 1:1-22

Jangan menyepelekan komunikasi dengan orang lain, hindari kekerasan dan terbukalah satu dengan yang lainnya (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren).

Read more

0 Hubungan Yang Baik Tidak terburu-buru

Amsal 17:17 Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.

Hubungan yang baik tidak terburu-buru. Ia tidak terjadi secara kebetulan. Ia harus ditanam, diolah, dan diberi waktu untuk membangun hubungan yang mendalam dengan seseorang. Hubungan itu butuh komitmen.

Amsal mengatakan, "Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu. Dalam ayat ini, setiap waktu berarti ketika hubungan itu tidak mudah, ketika Anda membencinya, ketika hubungan itu tampak sia-sia, atau bahkan ketika hubungan itu mengorbankan perasaan Anda. Itu yang namanya persahabatan yang sejati.

Sahabat mendukung Anda saat Anda tersudut. Mereka mendukung Anda di saat susah, ketika orang lain berpikir Anda sudah menyerah. Mereka datang saat semua orang pergi meninggalkan Anda.

Anda tidak butuh banyak sahabat untuk tinggal nyaman di dunia ini, tapi Anda butuh beberapa yang baik. Fokus pada kualitas bukan kuantitas. Anda bisa punya banyak kenalan, tapi itu tak ada artinya. Para kolega tidak akan berada disana saat Anda susah. Mereka tidak akan berada di sana saat Anda membutuhkannya. Tetapi sahabat iya. Dan setiap hubungan yang dalam dimulai dengan sebuah komitmen.

Pada setiap tahap kehidupan Anda, Anda akan butuh hubungan-hubungan yang seperti ini. Anda akan butuh orang-orang karena alasan yang berbeda, dan dengan cara yang berbeda. Anda harus menjalin hubungan dengan orang lain. Bagaiamana pun juga Anda butuh orang lain dalam hidup Anda. Mungkin Anda berkata, "Aku tidak butuh mereka sekarang." Percayalah, Anda akan membutuhkan mereka suatu hari nanti. Sebab itu, Anda perlu memberi dan menerima.

Renungkan hal ini:

Apa pendapat Anda tentang kutipan Larry Crabb ini: "Ketika dua orang berhubungan dengan erat, maka ada sesuatu yang dicurahkan dari yang satu ke yang lainnya yang memiliki kuasa untuk menyembuhkan jiwa yang terluka, bahkan yang terdalam sekalipun dan mengembalikannya ke bentuk semula. Mereka yang menerima, mengalami sukacita kesembuhan. Dan mereka yang memberi, mengalami sukacita yang lebih besar yang digunakan untuk menyembuhkan luka itu. "(Dari buku Larry Crabb itu, Terhubung.)

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 21-22; Matius 28

Anda tidak butuh banyak sahabat tapi Anda hanya butuh beberapa sahabat yang bisa fokus pada kualitas bukan kuantitas akan persahabatan Anda (Daily Devotional by Rick Warrent).

Read more

0 Mengasihi Dari Dalam Hati

Filipi 1:7 "Memang sudahlah sepatutnya aku berpikir demikian akan kamu semua, sebab kamu ada di dalam hatiku, oleh karena kamu semua turut mendapat bagian dalam kasih karunia yang diberikan kepadaku, baik pada waktu aku dipenjarakan, maupun pada waktu aku membela dan meneguhkan Berita Injil."

Saya menemukan bahwa jika orang lain, anak Anda, atau suami Anda membuat Anda kesal, tak ada mereka di dalam hati Anda.

Alasan banyaknya pernikahan yang hancur adalah karena keduanya memberi respon bukan dari hati, tapi dari pikiran mereka. Ketika istri Anda berkata, "Aku tertekan." Dengarkan ia. Ketika suami Anda berkata, "Ini salah, bukan begini caranya. Kita harus berbuat yang sebaliknya." Dengarkan ia.

Kasih yang dari hati mulai dari mengerti perasaan seseorang. Tanya dan kemudian dengarkan. Dengar kepedihannya, lihat masalahnya, pahami apa yang membuat seseorang marah. Anda harus memahami mood orang-orang terdekat Anda, mengapa mereka bertindak demikian. Jika Anda peduli, Anda akan membantu mereka.

Bagaimana Anda mengasihi orang lain, yang meski Anda sudah paham dengan mereka, Anda masih menganggap mereka orang yang menyebalkan? "Sebab Allah adalah saksiku betapa aku dengan kasih mesra Kristus Yesus merindukan kamu sekalian"(Filipi 1:8). Dalam bahasa Yunani, kata "kasih sayang" mengacu pada organ tubuh bagian dalam. Dalam kebudayaan Yunani, dahulu kala orang disana berpikir bahwa pusat emosi ada di dalam perut, hati, dan organ dalam tubuh.

Paulus berkata, "Sebab kamu ada di dalam hatiku." Ini terdengar aneh jika diartikan secara harfiah. Tapi ini adalah bentuk kasih yang luar biasa dan itulah mengapa dia berkata kasihnya itu bukan dari dirinya, tapi dari Kristus. Kasih manusia pudar, layu, dan mati seiring waktu. Satu-satunya kasih yang kekal, meski ada rasa sakit dan kesulitan di masa sulit, adalah kasih Allah, kasih sayang Kristus Yesus.

Jadi bagaimana Anda mendapatkan kasih yang dari hati ini? "Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita" (Roma 5:5). Kasih Allah bukan sesuatu yang didapat dari usaha. Ini sesuatu yang dicurahkan ke atas Anda oleh Roh Kudus selama Anda membolehkan-Nya tinggal di dalam Anda hari demi hari.

Renungkan hal ini :

Seperti apa mengasihi orang yang Anda benci?

Cara-cara apa saja yang bisa Anda pakai untuk mendengarkan lebih baik supaya bisa merasakan kepedihan, mengerti masalah, dan tahu apa yang membuat pasangan Anda pahit hati?

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 19-20; Matius 27:51-66

Mengasihi itu tidak bersyarat dan tidak menunggu balasan jika itu muncul dari hati Anda (Daily Devotional by Rick Warren).

Read more

0 Pernikahan Menguatkan, Bukan Menimbulkan Masalah

Amsal 28:23 "Siapa menegur orang akan kemudian lebih disayangi dari pada orang yang menjilat."

Jika Anda sedang memperpanjang hubungan yang Anda tahu tak akan berjalan kemana-mana, maka jangan lanjutkan. Anda mungkin berkata, "Tapi tidak akan ada lagi pacar yang mengajak saya berkencan di malam minggu." Pernikahan itu 10 kali lebih sulit ketimbang tak punya kencan di malam minggu! Semakin lama Anda menjalani suatu hubungan, semakin sulit Anda keluar dari sana.

Amsal 28:23 "Siapa menegur orang akan kemudian lebih disayangi dari pada orang yang menjilat."

Coba cari tahu tentang calon pasangan Anda segera, terutama tentang kesehatan emosinya. Jangan takut bertanya , "Apa kamu tipe orang yang mudah marah?" "Apa aku boleh berbicara tentang diriku?" "Apa kamu membayar makan malam pasanganmu?"

Terlepas dari kondisi emosional pasangan Anda, Anda harus mulai dengan hubungan yang personal dengan Kristus terlebih dahulu. Jika Anda belum melakukannya, Anda harus mulai dari sekarang. Anda harus terhubung dengan-Nya secara spiritual.

Lalu saya ingin menatang Anda untuk berkomitmen pada standar Tuhan dan tidak membiarkan lautan emosi mengombang-ambingkan Anda untuk membuat kesalahan bodoh. Kita mudah terpengaruh dengan definisi dunia tentang cinta. Dan itulah yang biasanya membawa kita pada keputusan yang bodoh!

Jangan membangun hubungan baru sebelum kepedihan emosi Anda terobati, atau paling tidak sampai Anda menjalani proses penyembuhan. Lenyapkan kepahitan itu. Lenyapkan amarah itu. Buang beban itu. 

Saya ingat ketika saya memberkati satu pasangan beberapa tahun lalu. Sekitar 5 tahun kemudian, kami mengundang mereka makan malam. Sang istri berkata pada saya, "Saat saya berjalan menuju altar dalam gaun putih itu, saya sama sekali tak sadar jika saya sebenarnya sedang membawa sampah-sampah perasaan di punggung saya ke dalam pernikahan ini."

Pernikahan tidak menciptakan masalah. Pernikahan menguatkan Anda. Semakin Anda mampu memecahkannya sebelum Anda menikah, semakin besar sukacita, semakin besar berkat, semakin berartinya pernikahan Anda kelak. Anda akan merasakan hubungan yang intim, yang terhubung, yang bersemangat, dan yang kudus. Itulah satu paket yang berasal dari hubungan yang mesra dengan Allah. 

Renungkan hal ini :

Perubahan-perubahan apa yang perlu Anda buat sebelum Anda menikah? Atau, apa saja yang perlu Anda pulihkan untuk siap membangun pernikahan?

Menurut Anda, apa yang akan berubah setelah Anda berkomitmen pada standar Allah?

Pertanyaan-pertanyaan sulit apa yang harus Anda tanyakan pada pasangan Anda sebelum Anda menikah dengannya?

Jika Anda sudah menikah, beban apa yang sudah Anda bawa ke dalam pernikahan Anda? Bagaimana cara Anda memulihkannya?

Jika Anda sudah menikah, apa yang Anda lakukan untuk membantu para lajang yang sedang bergumul dengan masalah ini, atau yang sedang memulihkan diri atau yang sedang terombang-ambing emosinya, yang tampaknya akan membuat kesalahan bodoh?

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 17-18; Matius 27:27-50

Pernikahan tidak menciptakan masalah, Pernikahan menguatkan Anda. Semakin Anda mampu memecahkan masalah sebelum Anda menikah, semakin besar sukacita dan berkat yang Anda dapat setelah menikah (Daily Devotional by Rick Warren).

Read more

0 Orang Kristen Yang Sehat Mencari Hal Yang Sama

Amsal 12:26 "Orang benar mendapati tempat penggembalaannya, tetapi jalan orang fasik menyesatkan mereka sendiri."

Jika Anda sedang mencari calon istri atau suami yang sempurna, percayalah itu tak akan terjadi.
Saya beritahu alasannya: kita semua sudah rusak.
Tapi itu bukan masalah, karena Tuhan masih mengasihi Anda.
Tapi Anda harus paham bahwa siapa pun yang akan menjadi pasangan hidup Anda tak akan sempurna.

Setiap manusia sudah rusak oleh dosa, tapi ada beberapa orang yang lebih rusak dibanding yang lainnya.
Dan Anda harus menjauhi mereka meski setampan, sekaya, atau sebaik apapun mereka.
Anda harus tahu persis kesehatan mental calon pasangan Anda sebelum Anda masuk ke dalam hubungan yang lebih terikat.

Mengapa saya katakan demikian?
Penelitian demi penelitian telah menunjukkan bahwa 80 persen perceraian dan perpisahan terjadi karena salah satu atau kedua pasangan tidak sehat secara emosi.

Saya berikan Anda checklist faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan mental.
Ini bukan opini saya; ini Firman Tuhan.

Siapa pun yang Anda nikahi, tidak boleh memendam amarah tak terkontrol apa pun bentuknya.
Amsal 22:24, "Jangan berteman dengan orang yang lekas gusar, jangan bergaul dengan seorang pemarah," Anda tahu mengapa?
Karena amarah yang tak terkendali menyingkap ketakutan dan rasa rendah diri yang mendalam.

Siapa pun yang Anda nikahi, tidak boleh ketergantungan akan sesuatu. Amsal 23:20 mengatakan, "Janganlah engkau ada di antara peminum anggur dan pelahap daging."

Siapa pun yang Anda nikahi, tidak boleh menyembunyikan kepahitan. Kepahitan sama seperti racun- ia memakan Anda hidup-hidup. Apa pun yang Anda benci, Anda mulai
serupa dengannya.
Untuk berhenti membenci; Anda harus mengeluarkannya.
Ibrani 12:15 mengatakan, "Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang."

Siapa pun yang Anda nikahi, tidak boleh egois. 
Mengapa? Amsal 28:25 mengatakan, "Orang yang loba, menimbulkan pertengkaran, tetapi siapa percaya kepada TUHAN, diberi kelimpahan."
Penyebab nomor 1 konflik rumah tangga sebenarnya simpel:ego.

Siapa pun yang Anda nikahi, tidak boleh serakah. Amsal 15:27 mengatakan, "Siapa loba akan keuntungan gelap, mengacaukan rumah tangganya, tetapi siapa membenci suap akan hidup."
Jika Anda menikah dengan orang yang tamak, Anda akan terbelit utang seumur hidup Anda.

Siapa pun yang Anda nikahi harus murah hati dan baik. Alkitab berkata, "Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum."
Dan, "Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri" (Amsal 11:17). 

Siapa pun yang Anda nikahi harus jujur.
Amsal 20:17 mengatakan, "Roti hasil tipuan sedap rasanya, tetapi kemudian mulutnya penuh dengan kerikil."
Kasih itu berasal dari rasa percaya, dan rasa percaya berasal dari kejujuran.
Jika kau tak jujur padaku, aku tak bisa percaya padamu.
Jika aku tak bisa percaya padamu, bagaimana bisa aku mencintaimu?

Anda mungkin berpikir, "Sungguh daftar yang sangat panjang, pastor Rick.
Saya malah semakin tak yakin apa bisa menemukan seseorang yang sesuai dengan kriteria-kriteria ini."
Benarkah? Saya sudah menemukan orangnya, istri saya.
Dan begitupun Anda. 

Waktu saya dan Kay menikah, Leonard Ravenhill, seorang pastor besar di generasi sebelum saya, mengirimkan kartu ucapan selamat.
Saya yakin dan tidak pernah lupa: "Allah selalu memberikan yang terbaik kepada mereka yang menyerahkan pilihan hatinya kepada-Nya."
Saya mau pasangan terbaik yang dari Allah, dan saya sudah menemukannya.

Renungkan hal ini : 

Menurut Anda, faktor-faktor kesehatan mental apa saja yang Allah mau Anda pikirkan dalam mencari pasangan hidup?

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 15-16; Matius 27:1-26

Yang terbaik itu datangnya hanya dari Allah, Dia mengetahui segala-galanya tentang Anda
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Alkitab: Memilih Pasangan

Amsal 12:26a Orang benar mendapati tempat penggembalaannya,

Jika Anda hati-hati dalam memilih teman, maka Anda juga harus ekstra hati-hati dengan siapa yang akan menjadi pasangan hidup Anda. Perhatikan bahwa ini merupakan sebuah pilihan. Tuhan tidak memilihkannya untuk Anda. Tuhan menyuruh Anda untuk membuat pilihan.

Tuhan menuntun kita, Tuhan membimbing kita, dan Tuhan memberi kita pedoman. Namun pada akhirnya, pilihan itu ada di tangan Anda. 

Akan tetapi banyak orang percaya pada mitos yang mengatakan bahwa hanya ada satu orang yang tepat untuk mereka.

Itu terdengar sangat romantis, tapi itu tidak benar. Itu juga tidak Alkitabiah. Itu bahkan tidak logis! Jika hanya ada satu orang yang tepat bagi setiap orang di dunia, apabila ada satu orang yang membuat pilihan yang salah, maka ia akan memutuskan mata rantai pasangan hidup bagi orang lain.

Katakanlah saya harus menikahi seorang wanita bernama Susan. Tapi ternyata saya malah menikah dengan Kay. Lalu apa yang terjadi? Saya sudah mengacaukan rancangan yang sudah disiapkan bagi orang lain muka bumi ini! Ini benar-benar sebuah mitos. Memang sangat romantis, tapi itu hanya mitos.

Dalam hidup Anda, ada beberapa pria atau wanita yang Tuhan katakan tepat untuk Anda nikahi. Ada jutaan orang yang sepenuhnya Dia eliminasi, tapi ada juga beberapa peluang dimana Allah berkata OK. Itu pilihan Anda. Ini preferensi Anda.

Ada mitos lain yang banyak orang percaya: Cinta saja sudah cukup bagi seseorang untuk menikah.

Saya memberi counseling bagi pasangan yang akan menikah. Pada saat saya melihat mereka , saya berpikir, "Pernikahan ini tak mungkin terjadi. Latar belakang keluarga mereka tidak cocok. Latar belakang spiritual mereka tidak benar. Kepribadian mereka tidak benar. Keduanya tidak memiliki jumlah energi atau ambisi yang sama. Mereka bahkan tidak memiliki nilai dan tujuan pernikahan yang sama. Tapi, mereka "saling mencintai ..."

Hanya karena Anda mencintai seseorang bukan berarti Anda harus menikah dengan orang itu.

Allah tidak memberitahu Anda siapa yang harus Anda nikahi. Tapi Dia memberi Anda sebuah gambaran tentang tipe pasangan yang baginya Dia berkenan Anda nikahi. Jika Anda ingin berkat dan perlindungan Allah atas pernikahan Anda, dan juga sukses dalam pernikahan Anda, maka Anda perlu mendengarkan apa yang Dia katakan tentang tipe orang yang tepat bagi Anda.

Renungkan hal ini :

Apa alasan yang tepat bagi Anda untuk menikah?

Menurut Anda kapan waktu yang paling tepat untuk berpikir tentang apa yang Tuhan ingin Anda cari dari pasangan hidup Anda kelak?

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 14; Matius 26:51-75

Allah tidak memberitahu Anda siapa yang harus Anda nikahi, tapi Dia memberi Anda sebuah gambaran tentang tipe pasangan yang bagi-Nya Dia berkenan Anda nikahi (Daily Devotional by Rick Warren).

Read more

0 Apa Yang Harus Kita Perbuat Dengan Kebenaran Alkitab

Kolose 1:23 Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.

Ketika Anda menemukan kebenaran dalam Firman Tuhan, ada empat hal yang perlu Anda lakukan:

1. Mempercayainya. Kolose 1:23 mengatakan, Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya. Alkitab mengatakan kepada kita untuk percaya pada kebenaran Firman dan berpegang teguh di dalamnya.

2. Melakukannya. Kebenaran bukan hanya menambah pengetahuan. Ini sesuatu yang Anda lakukan. Anda melatihnya. Anda menerapkannya. Anda menjalaninya. Anda menaatinya. Sebelum Anda mulai belajar satu kebenaran baru, mengapa Anda tidak melakukan kebenaran yang sudah Anda tahu? Alkitab mengatakan dalam Filipi 3:16, "Tetapi baiklah tingkat pengertian yang telah kita capai kita lanjutkan menurut jalan yang telah kita tempuh.

3. Memegangnya teguh. Alkitab mengatakan, "Karena kami tidak dapat berbuat apa-apa melawan kebenaran; yang dapat kami perbuat ialah untuk kebenaran ( 2 Korintus 13:8). Jangan malu untuk berkata tidakdi dunia yang modern ini. Berdirilah di atas kebenaran Firman. Alkitab mengatakan bahwa tanggung jawab kita adalah untuk tidak menentang, melainkan untuk selalu membela kebenaran Firman. Kita perlu menjadi orang- orang benar di zaman yang rusak ini.

4. Mewartakannya. 3 Yohanes 1:8 mengatakan bahwa kita, Kita wajib menerima orang-orang yang demikian, supaya kita boleh mengambil bagian dalam pekerjaan mereka untuk kebenaran. Apa maksudnya? Maksudnya ialah Anda mencari tahu di mana Allah sedang bekerja, dan Anda bergabung dengan-Nya di sana. Singkatnya, Anda pergi saat Ia menyuruh Anda pergi; Anda melayani kemana Ia menyuruh Anda pergi. Apa pelayanan Anda di gereja? Apa bentuk panggilan Anda? Taatilah Firman-Nya agar Anda dapat membantu menyebarkan kebenaran ini.

Dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu, (Titus 2:7). Saya akan jujur pada Anda: Ada banyak hal dalam Alkitab yang tidak saya mengerti. Dan ada juga banyak hal di dalamnya yang tidak membuat saya nyaman. Namun pada kenyataannya, itulah kebenaran yang sejati. Ia akan selalu membawa saya kemana saya harus pergi, dan akan selalu memberitahu saya apa yang benar.

Setelah Anda mengetahui hal ini, apa yang akan Anda lakukan berikutnya? 

Berdoalah doa ini? "Tuhan, hari ini aku melangkah keluar dari zona nyamanku. Yesus Kristus, aku ingin percaya bahwa Engkaulah satu-satunya jalan, kebenaran, dan hidup. Aku ingin mengetahui kebenaran-Mu sehingga kebenaran itu yang akan membebaskanku. Aku ingin percaya. Aku ingin melakukannya. Aku ingin memegangnya teguh. Aku ingin mewartakan kebenaran. Aku ingin masuk di dalamnya. Saat ini aku mau menaruh iman percayaku pada-Mu. Dalam nama-Mu aku berdoa. Amin."

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 13; Matius 26:26-50

Marilah kita menjadi teladan yang baik dengan menjadi pelaku firman Tuhan (Daily Devotional by Rick Warren).

Read more

0 Apa Yang Harus Kita Perbuat Dengan Kebenaran Alkitab

Kolose 1:23 Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.

Ketika Anda menemukan kebenaran dalam Firman Tuhan, ada empat hal yang perlu Anda lakukan:

1. Mempercayainya. Kolose 1:23 mengatakan, Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya. Alkitab mengatakan kepada kita untuk percaya pada kebenaran Firman dan berpegang teguh di dalamnya.

2. Melakukannya. Kebenaran bukan hanya menambah pengetahuan. Ini sesuatu yang Anda lakukan. Anda melatihnya. Anda menerapkannya. Anda menjalaninya. Anda menaatinya. Sebelum Anda mulai belajar satu kebenaran baru, mengapa Anda tidak melakukan kebenaran yang sudah Anda tahu? Alkitab mengatakan dalam Filipi 3:16, "Tetapi baiklah tingkat pengertian yang telah kita capai kita lanjutkan menurut jalan yang telah kita tempuh.

3. Memegangnya teguh. Alkitab mengatakan, "Karena kami tidak dapat berbuat apa-apa melawan kebenaran; yang dapat kami perbuat ialah untuk kebenaran ( 2 Korintus 13:8). Jangan malu untuk berkata tidakdi dunia yang modern ini. Berdirilah di atas kebenaran Firman. Alkitab mengatakan bahwa tanggung jawab kita adalah untuk tidak menentang, melainkan untuk selalu membela kebenaran Firman. Kita perlu menjadi orang- orang benar di zaman yang rusak ini.

4. Mewartakannya. 3 Yohanes 1:8 mengatakan bahwa kita, Kita wajib menerima orang-orang yang demikian, supaya kita boleh mengambil bagian dalam pekerjaan mereka untuk kebenaran. Apa maksudnya? Maksudnya ialah Anda mencari tahu di mana Allah sedang bekerja, dan Anda bergabung dengan-Nya di sana. Singkatnya, Anda pergi saat Ia menyuruh Anda pergi; Anda melayani kemana Ia menyuruh Anda pergi. Apa pelayanan Anda di gereja? Apa bentuk panggilan Anda? Taatilah Firman-Nya agar Anda dapat membantu menyebarkan kebenaran ini.

Dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu, (Titus 2:7). Saya akan jujur pada Anda: Ada banyak hal dalam Alkitab yang tidak saya mengerti. Dan ada juga banyak hal di dalamnya yang tidak membuat saya nyaman. Namun pada kenyataannya, itulah kebenaran yang sejati. Ia akan selalu membawa saya kemana saya harus pergi, dan akan selalu memberitahu saya apa yang benar.

Setelah Anda mengetahui hal ini, apa yang akan Anda lakukan berikutnya? 

Berdoalah doa ini? "Tuhan, hari ini aku melangkah keluar dari zona nyamanku. Yesus Kristus, aku ingin percaya bahwa Engkaulah satu-satunya jalan, kebenaran, dan hidup. Aku ingin mengetahui kebenaran-Mu sehingga kebenaran itu yang akan membebaskanku. Aku ingin percaya. Aku ingin melakukannya. Aku ingin memegangnya teguh. Aku ingin mewartakan kebenaran. Aku ingin masuk di dalamnya. Saat ini aku mau menaruh iman percayaku pada-Mu. Dalam nama-Mu aku berdoa. Amin."

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 13; Matius 26:26-50

Marilah kita menjadi teladan yang baik dengan menjadi pelaku firman Tuhan (Daily Devotional by Rick Warren).

Read more

0 Fokus Pada Rekonsiliasi, Bukan Resolusi

1 Timotius 2: 5 Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,

Ketika Anda tengah berkonflik dengan orang lain, fokus pada rekonsiliasi (perdamaian), bukan pada resolusi (penyelesaian). Ada perbedaan besar dalam dua kata ini. Rekonsiliasi berarti membangun kembali hubungan. Resolusi berarti menyelesaikan segala masalah.

Resolusi mungkin sulit terjadi, karena kita pada dasarnya tidak akan pernah setuju pada beberapa hal. Tak seorang pun di planet ini setuju dengan Anda tentang segala sesuatu. Dan Anda tak akan pernah bisa mendapatkan resolusi dari setiap masalah dalam hidup Anda.

Bisakah Anda menjalin hubungan yang penuh kasih tanpa setuju dengan segala hal? Tentu saja bisa. Jika Anda belajar untuk tidak setuju tanpa marah-marah, itu yang disebut hikmat. Jika Anda belajar bergandengan tangan tanpa harus memiliki pemikiran yang sama tentang sesuatu, itu yang disebut hikmat.

Salah satu hal besar yang dapat Anda lakukan dengan hidup Anda ialah menjadi jembatan, bukan tembok. Anda menampakkan wajah Kristus ketika Anda berdamai. Anda menampakkan wajah Kristus ketika Anda membangun jembatan, bukan tembok. Itulah yang Yesus lakukan di dunia ini! Dia adalah pendamai besar. Allah mengutus Yesus ke bumi untuk mendamaikan kita, sebab kita berkonflik dengan Allah.

Namun, Anda tidak bisa berdamai dengan orang lain sebelum Anda berdamai dengan Tuhan. Dan mungkin ini juga bagian dari masalah itu sendiri - Anda tidak bisa berdamai dengan diri sendiri karena Anda tidak berdamai dengan Tuhan. Anda harus terlebih dahulu berdamai dengan Tuhan, kemudian barulah Anda bisa mendapatkan damai sejahtera-Nya.

Itulah titik awal rekonsiliasi: Anda harus memiliki damai sejahtera dalam hati Anda dengan membiarkan Sang Raja Damai masuk ke dalamnya.

Berdoalah:

"Tuhan, Engkau tahu konflik-konflik dalam hidupku. Aku lelah, dan aku ingin hidup damai. Aku ingin memiliki damai sejahtera dalam hidupku, supaya aku bisa memberikan kedamaian itu kepada orang lain. Penuhi aku dengan damai sejahtera-Mu hari ini. Aku membuka hidupku kepada-Mu. Bapa, isi hidupku dengan kasih, bukan kemarahan, dengan kesabaran, sukacita, dan damai sejahtera. Datang dan isi setiap sisi kehidupanku dengan kedamaian, dan bantu aku untuk menjadi jembatan, bukan tembok. Bantu aku untuk mengambil inisiatif dan tidak menunggu orang lain berdamai terlebih dahulu. Bnatu aku untuk menemukan waktu dan tempat yang tepat,dan bantu aku untuk punya keberanian mengakui kesalahanku dan menjadi rendah hati. Bantu aku untuk tidak menyerang orang lain dengan kata-kataku, tapi bantu aku untuk menyerang masalah ini. Bantu aku untuk mengerti sudut pandang orang lain dalam konflik ini. Bantu aku untuk memperkatakan kebenaran, memperbaiki masalah, tidak menyalahkan, dan fokus untuk berdamai, bukan mencari-cari jalan keluar dari setiap permasalahan. Aku serahkan pergumulanku di dalam nama-Mu. Amin."

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 11-12; Matius 26:1-25

Jika Anda belajar bergandengan tangan tanpa harus memiliki pemikiran yang sama tentang sesuatu, itu yang disebut hikmat.(Daily Devotional by Rick Warren).

Read more

0 Orang-orang Yang Menyelesaikan Konflik

2 Timotius 1:7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

Mengapa Tuhan ingin kita hidup damai dengan semua orang? Karena konflik yang belum selesai mengakibatkan tiga hal yang sangat buruk dalam hidup Anda.

Pertama, konflik menghalangi persekutuan Anda dengan Allah. Saat Anda berselisih dengan orang lain, Anda tidak bisa harmonis dengan Tuhan. Ketika pikiran Anda bercabang, ketika Anda berselisih dengan orang lain, Anda tidak dapat memiliki hubungan yang jernih dengan Tuhan. 1 Yohanes 4:20 mengatakan, "Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, Karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.

Kedua, konflik yang belum selesai menghambat doa-doa Anda. Berulang kali Alkitab mengatakan bahwa di mana ada konflik, dosa, dan ketidakharmonisan dalam hidup Anda, doa-doa Anda akan terhambat.

Ketiga, konflik yang belum selesai menghalangi kebahagiaan Anda. Anda tidak bisa bahagia dan berkonflik di waktu yang sama. Ketika perselisihan muncul di pintu depan, kebahagiaan keluar dari pintu belakang.

Jadi, bukankah Anda mau menyingkirkan konflik itu dalam hidup Anda? Titik awal untuk memecahkan setiap konflik adalah dengan mengambil inisiatif. Jangan menunggu orang lain untuk datang kepada Anda; datangi mereka. Jadilah pembawa damai.

Jangan abaikan konflik. Jangan menyangkal konflik. Jangan menyembunyikan konflik di bawah karpet.

Pernahkah Anda mendengar ungkapan, "Waktu menyembuhkan segalanya?" Itu bohong besar. Waktu tak menyembunyikan apapun. Jika waktu menyembuhkan segala sesuatu, Anda tidak akan pernah perlu pergi ke dokter.

Sebenarnya, waktu membuat masalah bertambah buruk. Ketika Anda punya luka yang terbuka dan Anda tak menyembuhkannya, ia akan membusuk. Kemarahan berubah menjadi kebencian, dan kemarahan berubah menjadi kepahitan.

Konflik tidak akan terselesaikan dengan sendirinya. Anda harus dengan serius menyelesaikannya.

Hanya orang-orang yang berani yang menyelesaikan konflik. Mungkin hal yang paling berani yang bisa Anda lakukan adalah berhadapan dengan masalah yang telah Anda abaikan sejak lama, seperti dalam pernikahan Anda, atau dengan anak-anak Anda, atau dengan karyawan Anda, atau dengan atasan Anda, atau dengan siapa pun.

Di mana Anda bisa menemukan keberanian untuk menghadapinya? Temukan di dalam Allah. 

Alkitab mengatakan dalam 2 Timotius 1:7, Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Itu berarti jika Anda membiarkan Roh Allah mengisi hidup Anda, Anda akan diisi dengan kuasa, kasih, dan disiplin diri. Dan kasih-Nya mampu mengatasi rasa takut.

Ketika kasih Anda lebih besar dari rasa takut Anda, Anda akan mampu melakukan hal-hal yang Anda takut lakukan. Itulah yang disebut keberanian. Ketika Anda dipenuhi dengan kasih Allah, Anda akan mampu mengasihi orang yang menjengkelkan atau yang berselisih dengan Anda.

Renungkan hal ini :

Saat ini hal apa yang Anda berpura-pura anggap bukan menjadi masalah dalam hubungan Anda dengan orang lain? Uang? Kepercayaan pada orang lain? Mertua? Keluarga? Anak-anak? Komunikasi? Nilai-nilai? Jadwal kerja?

Apa yang akan Anda lakukan hari ini untuk mengambil inisiatif untuk menyelesaikan konflik-konflik Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 6-7; Matius 25:1-30

Menyelesaikan konflik dengan serius maka konflik tersebut pasti bisa terselesaikan (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren).

Read more

0 Apakah Anda Perlu Transplantasi Hati ?

Amsal 29:25 Takut kepada orang mendatangkan jerat, tetapi siapa percaya kepada TUHAN, dilindungi.

Jika Anda membangun identitas Anda di atas sesuatu yang bisa direnggut dari Anda, maka Anda akan merasa takut, dan rasa takut itulah yang kemudian menjadi akar kemarahan Anda. Sebelum Anda mulai merasa aman dengan hidup Anda, akan ada orang-orang yang akan menekan tombol kemarahan Anda. Tetapi bila Anda tahu siapa Anda dan siapa Pemilik Anda, maka orang tak akan bisa menekan tombol Anda. Mereka tidak bisa memancing Anda. Kemarahan dan rasa takut saling bergandengan tangan. Semakin takut Anda, semakin kemarahan Anda menjadi-jadi.

Alkitab mengatakan dalam Amsal 29:25, Takut kepada orang mendatangkan jerat, tetapi siapa percaya kepada TUHAN, dilindungi.

Ketika Anda marah, mulut Anda akan mengeluarkan semua yang dipendam dalam hati Anda. Lidah yang kasar mengungkapkan hati yang marah. Lidah yang negatif mengungkapkan hati yang takut. Lidah yang sombong mengungkapkan hati yang takut. Lidah yang tong kosong mengungkapkan hati yang gelisah. Lidah yang menghakimi mengungkapkan hati yang bersalah. Lidah yang senang mengkritik mengungkapkan hati yang pahit. Lidah yang kotor mengungkapkan hati yang kotor.

Di sisi lain, lidah yang mendorong mengungkapkan hati yang senang, lidah yang lembut mengungkapkan hati yang penuh kasih, dan lidah yang terkontrol mengungkapkan hati yang damai.

Anda tahu apa yang Anda butuhkan untuk menyingkirkan masalah kemarahan Anda? Anda membutuhkan transplantasi hati. Dan puji Tuhan, Allah adalah dokter spesialisnya. Ini disebut keselamatan! Dia memberi Anda identitas diri baru. Anda tidak harus menemukan identitas Anda dalam pekerjaan Anda atau rekening bank Anda atau ketampanan atau relasi-relasi Anda, karena Anda bisa menemukan identitas dalam apa yang Tuhan firmankan tentang Anda.

Yesus dapat menyembuhkan tiga hal yang menyebabkan kemarahan: sakit hati, frustrasi, dan ketakutan. Yesus dapat menyembuhkan sakit hati Anda dengan kasih-Nya. Yesus dapat menggantikan hati Anda yang kecewa dengan damai sejahtera. Yesus dapat menggantikan hati Anda yang cemas dengan kuasa-Nya.

Jika Anda menggendong bayi yang sedang menangis dan mendekapnya erat agar ia merasa hangat dan aman, bayi itu akan berhenti menangis. Bayi itu berhenti marah. Sama dengan kita, ketika Anda merasa aman dan diterima di dalam Yesus Kristus, kemarahan Anda akan menghilang.

Berdoalah doa ini hari ini: "Ya Tuhan, saya punya masalah dengan amarah saya. Saya membiarkan orang lain menekan tombol batas kesabaran saya, lalu saya membalas dendam dan tidak berpikir sebelum berbicara. Saya meminta bantuan-Mu ya, Bapa. Tolong saya untuk merefleksikan diri sebelum saya bertindak. Bantu saya untuk belajar melepaskan kemarahan saya dengan tepat. Bantu saya untuk menemukan identitas saya sepenuhnya di dalam-Mu. Ubahlah saya dimana hanya diri-Mu yang bisa mewujudkannya. Dalam nama-Mu saya berdoa.

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 4-5; Matius 24:29-51

Percaya kepada Tuhan dan Anda pasti dilindungi, jangan takut dan jangan cemas (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren).

Read more

0 Kemarahan Menghasilkan Kemarahan, Hikmat Menghasilkan Kesabaran

Amsal 19:11 Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran.

Orang yang tersakiti, menyakiti orang lain. Ketika seseorang menyakiti Anda, itu karena mereka juga pernah disakiti. Orang yang jahat tak pernah merasakan kebaikan. Orang tidak mengasihi merasa tidak dikasihi. Ketika seseorang berperilaku kasar, pahit hati, jahat, sarkastik, pendendam, atau arogan, sesungguhnya orang tersebut sedang meneriakkan apa yang mereka rasakan, Hatiku sakit! Aku butuh kasih sayang yang amat besar! Aku takut!

Di sisi lain, orang yang merasa sangat dikasihi dan dilindungi adalah orang yang murah hati dan penuh cinta kasih terhadap orang lain.

Jika Anda ingin membalaskan dendam pada orang lain, itu pilihan Anda. Tapi itu berarti Anda tidak lebih baik dari mereka. Alkitab mengatakan kepada kita untuk mengalahkan kejahatan dengan kebaikan. Ini berarti, kita harus menanggapi kejahatan dengan kasih. Artinya kita harus memahami kepedihan di balik kata-kata pahit yang mereka ucapkan pada kita.

Berikut adalah sebuah mitos yang didengungkan oleh ilmu psikologi modern: Ketika berbicara tentang kemarahan, Anda ibaratnya punya sebuah ember amarah. Ketika ember itu sudah penuh, Anda harus membuang amarah didalamnya supaya emosi Anda hilang.

Tapi masalahnya adalah, kita tak punya ember amarah dalam hidup kita. Yang kita punya adalah sebuah pabrik! Pabrik yang dapat terus memproduksi dan memproduksi dan memproduksi amarah. Ketika Anda menyingkirkan kemarahan, Anda hanya akan menghasilkan kemarahan yang lebih besar.

Bahkan semakin besar kemarahan yang Anda buang, semakin banyak yang akan dihasilkan. Penelitian demi penelitian menunjukkan bahwa ledakan kemarahan hanya akan menciptakan lebih banyak ledakan. Luapan kemarahan hanya akan menyebabkan kemarahan yang lebih besar, lebih sering sampai Anda ada pada satu titik dimana itu menjadi satu pola kebiasaan dalam hidup Anda.

Jawaban yang benar adalah jangan meluapkan, tetapi melupakan. Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran (Amsal 19:11).

Renungkan hal ini:

Menurut Anda mengapa sangat sulit bagi kita untuk melupakan hal-hal yang menyakiti hati kita, terutama dengan orang yang paling kita kasihi?

Jika Anda mengisi hidup Anda dengan kasih, apa yang akan meluap dari dalam hidup Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 1-3; Matius 24:1-28

Pilihkan hikmat bukan kemarahan, maka perolehlah kesabaran bukan masalah yang membelenggu hidup Anda (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren).

Read more

Ibadah Doa Pagi

Ibadah Doa Pagi

Popular Post

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More