• slide 1

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010 GSJA Sword bertempat di JL Kartini 8 No.1A...

  • slide 2

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00 kelas terbagi ke dalam tiga kelas: Little Heaven, Kingdom Kid dan Christ Crew...

  • slide 3

    Ibadah Pelajar

    Ibadah yang dihadiri oleh para pelajar yang masih sekolah dan berkuliah, segment keterlibatan dalam drama...

  • slide 4

    Tim Musik GSJA Sword

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah terdiri dari : Agus - Gitaris, Julius dan sylvi- Keyboard, Yanto dan Edy - Drum, Randy - Bass...

  • slide 5

    Drama Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword dalam perayaan Harnas Wanita 2011...

  • slide 6

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011 yang berlangsung di gedung gereja sendiri, sederhana namun membawa hikmat dan berkat tersendiri...

  • slide 7

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword saat perayaan Natal 2010...

  • slide 8

    Natal GSJA Sword, 17 Des 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword pada tanggal 17 Des 2011...

  • slide 9

    Imlek GSJA Sword, 22 Jan 2012

    Ibadah Saat Imlek di GSJA Sword pada tanggal 22 Januari 2012...

  • slide 10

    Gathering Pekerja GSJA Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

  • slide nav 1

    Ibadah Raya

    Suasana Ibadah Natal 2010...
  • slide nav 2

    Sekolah Minggu

    Sekolah Minggu setiap hari minggu jam 08.00...
  • slide nav 3

    Ibadah Pelajar

    Ibadah yang dihadiri oleh para pelajar yang masih sekolah dan berkuliah...
  • slide nav 4

    Tim Musik

    Tim Musik GSJA Sword yang selalu setia mengiringi pujian dalam setiap ibadah...
  • slide nav 5

    Harnas Wanita 2011

    Sebuah drama yang dimainkan oleh wanita-wanita Sword...
  • slide nav 6

    Ulang Tahun GSJA Sword 2011

    Perayaan ulang tahun GSJA Sword tahun 2011...
  • slide nav 7

    Bapak dan Ibu Gembala

    Bapak dan Ibu Gembala dan jamaat GSJA Sword...
  • slide nav 8

    Natal GSJA Sword 2011

    Perayaan Natal GSJA Sword, 17 Des 2011...
  • slide nav 9

    Imlek GSJA Sword 2012

    Ibadah Saat imlek di GSJA Sword, 22 Januari 2012...
  • slide nav 10

    Gathering Pekerja Sword, 23-24 Mar 2012

    Gathering para pekerja GSJA Sword pada tanggal 23-24 Maret 2012 di Gunung Gelis...

GSJA Sword Generation Ministry (Studying Words Of OuR LorD)

Latest from Blog

Menara Doa

Menara Doa

Delete this element to display blogger navbar

0 Tempat Yang Nyata

Matius 10:28 "Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka."

Kata "neraka" adalah salah satu kata yang paling sering digunakan dalam bahasa Inggris, tapi sebaliknya adalah salah satu topik yang paling jarang dibahas.

Sebenarnya ada satu tempat yang bernama Neraka di negara bagian Michigan, Amerika Serikat.
Kota ini mendapatkan namanya pada tahun 1841, ketika George Reeves, seorang pemukim lama yang pada saat itu tinggal di kawasan dataran rendah berawa, ditanya nama apa yang cocok untuk kota tersebut.
Dia menjawab, "Aku tak peduli, kau bisa menamainya Neraka jika kau mau."
Maka, jadilah mereka menamai kota itu Neraka, sampai hari ini.

Tetapi neraka bukanlah topik tertawaan.
Alkitab mengatakan jika neraka adalah tempat yang nyata, neraka itu ada.
Dan kebanyakan orang yakin tidak akan pergi ke neraka.
Perbandingan orang yang percaya akan pergi ke neraka dengan yang percaya akan pergi ke surga ialah 1:120.
Jadi sepertinya kita percaya jika neraka adalah tempat yang diperuntukkan bagi orang lain, bukan bagi diri kita sendiri.

Akan tetapi, pemikiran kebanyakan orang ini amat bertentangan dengan apa yang Yesus katakan:
"Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya" (Matius 7:13-14).

Sebagian besar ajaran Alkitab mengenai neraka berasal dari Kristus sendiri.
Dari semua perumpamaan yang Dia berikan, lebih dari setengahnya berhubungan dengan hukuman kekal Allah akan orang-orang berdosa.
Jadi kita tidak bisa seenaknya membuka Alkitab dan memilih hal-hal yang secara pribadi menyenangkan kita dan mengesampingkan yang lain.

Seperti apa yang dikatakan seorang teolog, neraka baka tak dapat dihapuskan dari Perjanjian Baru, begitu pula surga yang kekal.

Jika Anda mendambakan surga yang kekal, maka Anda harus juga menerima kebenaran adanya neraka yang baka.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Penyetara yang Hebat

Mazmur 90:10 "Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap."

Delapan puluh empat persen orang Amerika percaya pada kehidupan setelah kematian (kekekalan) dan delapan puluh dua persen percaya pada surga.
Tujuh puluh persen lainnya percaya pada neraka.

Dalam Ibrani 9:27 dikatakan, "Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,"

Alkitab sangat jelas menunjukkan bahwa ada satu masa dimana kehidupan di bumi ini akan berakhir.
Alkitab mengatakan hal ini dalam Pengkhotbah, "Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam" (3:1-2).

Kematian mungkin datang lebih lambat dari yang Anda duga, begitu pun sebaliknya, ia juga bisa datang lebih cepat.
Statistik mengatakan bahwa tiga orang meninggal setiap detik.
Seratus delapan puluh orang meninggal setiap menit.
Sebelas ribu orang meninggal setiap jam.
Itulah mengapa para pemazmur mengingatkan kita untuk terus menghitung hari, dan menyadari betapa singkatnya waktu yang kita punya di dunia (Mazmur 90:12, 144:4).

Sejarah mengatakan bahwa Raja Filipus II dari Macedonia menyuruh pelayannya untuk berdiri di hadapannya setiap hari, dan mengatakan ini padanya berulang kali, "Filipus, engkau akan mati."
Raja Filipus ingin selalu diingatkan bahwa dirinya, sebagai manusia, suatu saat pasti akan mati.

Ketika Steve Jobs memberikan pidato di Stanford University, ia berkata, "Tidak ada yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk sampai ke sana. Namun kematian adalah tempat yang kita semua tuju. Tidak ada satu orang pun yang bisa menghindarinya."

Kematian adalah penyetara yang hebat.
Kematian terjadi, sama pada setiap manusia.
Kematian muncul kepada semua orang.
Dan menurut Alkitab, setelah kematian ada dua tempat yang kita tuju.
Anda memutuskan tempat mana yang akan Anda pilih sekarang, bukan nanti-bukan setelah kematian.
Anda harus memutuskan di mana Anda akan menghabiskan kekekalan.
Dan dua pilihan itu adalah surga atau neraka.

Kematian mungkin datang lebih lambat dari yang Anda duga, begitu pun sebaliknya, ia juga bisa datang lebih cepat.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Topik Yang Tak Dapat Dihindari

Ibrani 9:27-28 "Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi, demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia."

Yesus banyak berbicara tentang neraka.
Bahkan Dia paling sering berbicara tentang neraka, dibanding dengan para pengkhotbah lainnya dalam Alkitab.
Oleh karena itu, kita tidak boleh menghindari topik ini.
Kita harus memiliki pemahaman Alkitabiah tentang apa yang Alkitab katakan tentang neraka.

Rasul Paulus menyimpulkan pesannya tentang hari akhir: "Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat.
Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati" (Kisah Para Rasul 17:30-31).

Yesus berbicara tentang penghakiman.
Paulus berbicara tentang penghakiman.
Para rasul berbicara tentang penghakiman.
Alkitab berbicara tentang penghakiman.
Dan kita pun perlu berbicara tentang kematian, dan memiliki pemahaman yang tepat akan hal ini.

Beberapa orang mengatakan bahwa adalah tidak baik membicarakan kematian dan penghakiman sebab itu terdengar tidak penuh kasih.
Tapi sebaliknya, saya pikir membicarakannya ialah hal yang indah dan penuh kasih yang bisa kita lakukan.

Katakanlah ada sebuah rumah terbakar dengan seseorang yang terperangkap di dalamnya.
Dan katakanlah untuk beberapa alasan, dia tidak sadar jika rumahnya sedang terbakar.
Bukankah ini yang namanya kasih jika saya berlari menuju rumah itu dan mendobrak pintu, menarik penghuni rumah itu, dan berlari keluar menyelamatkannya?
Tentu saja.

Di sisi lain, apakah ini yang namanya mengasihi, jika saya berlalu begitu saja dan berkata, "Oh, rumah itu terbakar! Kasihan sekali. Mari kita pergi dari sini"? itu sungguh bukan tindakan yang penuh kasih.

Jika kita benar-benar percaya ada kehidupan setelah kematian-lebih khususnya-penghakiman terakhir, jika kita benar-benar percaya bahwa kita akan bertanggung jawab atas semua yang kita katakan dan lakukan, saya percaya itu akan mempengaruhi cara kita hidup kita.

Kematian dan penghakiman tidak akan bisa kita hindari, karena itu tetaplah kita setia mengiring-Nya sampai Dia datang menjemput kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Paskah Membawa Harapan

Yohanes 11:25 "Jawab Yesus: 'Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,'"

Paskah bukanlah tentang telur berwarna-warni, memakai baju berwarna cerah, atau menikmati hidangan besar.
Paskah adalah tentang kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.

Bagi sebagian orang, Paskah adalah hari yang spesial, hari dimana mereka bisa menghabiskannya bersama dengan keluarga dan teman-teman.
Tapi bagi yang lain, Paskah menjadi hari yang menyedihkan, karena Paskah mengingatkan mereka akan orang-orang terkasih yang telah meninggalkan mereka dan yang begitu mereka rindukan.

Kematian tampak begitu kejam, begitu keras, dan bagaikan akhir dari segalanya.
Itulah yang para murid rasakan ketika mereka melihat Tuhan, yang demi mengikut Dia mereka rela meninggalkan segalanya, tengah tergantung di kayu salib.
Hati mereka hancur.
Kematian telah menghancurkan mereka.
Ketika mereka mengenang kenangan bersama-Nya, mereka teringat satu peristiwa dan satu pernyataan penting yang Yesus buat sebelum Dia pergi.

Mereka ingat Yesus berdiri di makam sahabat-Nya, Lazarus.
Mereka ingat Yesus melakukan sesuatu yang sama sekali tak terduga: Ia menangis (lihat Yohanes 11:35).
Yesus menangis, karena Dia tahu bahwa kematian bukanlah bagian dari rencana Allah yang semula.
Pada mulanya, umat manusia tidak diciptakan untuk menjadi tua, sakit, menderita, atau mati.
Tetapi karena dosa Adam dan Hawa, dosa memasuki mereka, dan kematian adalah konsekuensinya, umat manusia akan mati.
Yesus menangis, karena hal itu menghancurkan hati-Nya.

Tapi Dia berdiri di sana, di kubur Lazarus, menyampaikan pesan yang penuh harapan ini: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati" (Yohanes 11:25).
Kematian bukanlah akhir.
Dan kebangkitan Yesus Kristus membuktikan hal itu.

Jika Anda telah meletakkan iman di dalam Kristus, maka Paskah menandakan jika Anda akan hidup selamanya di hadirat Allah.

Paskah membawa harapan bagi orang yang telah hancur hatinya oleh kematian.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Berserah di Getsemani

Markus 14:34 "Lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah."

Apakah Anda pernah merasa kesepian?
Pernahkah Anda merasa seolah-olah teman dan keluarga telah meninggalkan Anda?
Apakah Anda pernah merasa sepertinya salah dimengerti?
Apakah Anda pernah mengalami saat-saat sulit untuk memahami atau tunduk pada kehendak Allah bagi hidup Anda?

Jika demikian, maka Anda punya satu gambaran tentang apa yang Tuhan Yesus rasakan ketika menderita di Getsemani.

Ibrani mengatakan, "Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya" (4:15-16).

Alkitab mengatakan kepada kita bahwa Yesus adalah "Seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan" (Yesaya 53:3).
Tapi kesedihan yang Ia alami di Getsemani pada malam sebelum penyaliban sepertinya merupakan puncak dari semua kesedihan yang pernah Ia alami, dimana mencapai klimaksnya di hari berikutnya.
Kemenangan akhir yang berlangsung di Kalvari itu, pertama kalinya terjadi di bawah pohon-pohon zaitun tua keriput di Getsemani.

Menarik diketahui bahwa kata Getsemani itu sendiri berarti "tempat pemerasan minyak zaitun. Buah zaitun yang diperas di sana untuk membuat minyak, sama dengan Yesus yang saat itu tengah ditekan dari semua sisi. Ia berkorban agar bisa membawa kehidupan bagi kita. Saya rasa kita bahkan tidak bisa memahami sama sekali apa yang saat itu Ia rasakan."

Mungkin saat ini Anda tengah berada di satu titik krisis kehidupan-Getsemani Anda.
Ketika Anda punya kehendak, Anda tentu tahu apa yang Anda inginkan.
Namun, Anda bisa rasakan jika kehendak Anda dan kehendak-Nya itu berbeda.

Apakah Anda membiarkan Allah memilihkan kehendak untuk Anda?
Apakah Anda bersedia berseru, "Tuhan, aku menyerahkan kehendakku kepada-Mu. Bukan kehendakku, tapi biarlah kehendak-Mu yang jadi? Percayalah, Anda tidak akan menyesal membuat keputusan itu.

Tuhan, aku menyerahkan kehendakku kepada-Mu. Bukan kehendakku, tapi biarlah kehendak-Mu yang jadi dalam hidupku. Amin.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Tiga Reaksi Terhadap Injil

1 Korintus 1:18 "Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah."

Sepanjang pelayanan saya, saya mendapati bahwa beberapa orang lebih terbuka dengan Injil dibanding dengan yang lain.
Saya tidak tahu bagaimana cara Injil bekerja di dalam setiap manusia, jadi yang saya lakukan ialah berbagi Firman Allah dan mengundang orang untuk datang kepada Kristus.
Dan orang-orang ini pun akan bereaksi dengan cara yang berbeda.

Rasul Paulus menanggapi Injil ketika dia berkhotbah: "Ketika mereka mendengar tentang kebangkitan orang mati, maka ada yang mengejek, dan yang lain berkata: "Lain kali saja kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu." Tetapi beberapa orang laki-laki menggabungkan diri dengan dia dan menjadi percaya, di antaranya juga Dionisius, anggota majelis Areopagus, dan seorang perempuan bernama Damaris, dan juga orang-orang lain bersama-sama dengan mereka" (Kisah Para Rasul 17:32, 34).

Kita menemukan reaksi yang sama terhadap Injil di zaman ini.
Beberapa orang akan mengejek.
Istilah "mengejek" yang digunakan dalam Kisah Para Rasul 17 juga bisa diterjemahkan menjadi "menyindir" atau "tertawa terbahak-bahak."
Intinya mereka berkata, "Apa kau serius? Kau benar-benar percaya ini?"

Untuk orang-orang bodoh yang berpendidikan ini, semuanya tampak konyol dan tak dapat dipercaya.
Tapi ejekan yang kelewatan ini adalah pertanda dimana mereka akan binasa sebab "Pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa" (1 Korintus 1:18 a).

Beberapa orang akan mengejek, sementara yang lain akan menunda.
"Ok, mungkin lain waktu kami akan mendengarkanmu berbicara tentang Injil."
Ini reaksi yang sangat umum.
Tapi arti sebenarnya ialah:
"Saya benar-benar tidak bisa memutuskan apakah harus mendengarkannya sekarang atau nanti."
Iblis menggunakan taktik ini untuk menciptakan efek yang lebih besar.
"Jangan khawatir, kau bisa membacanya nanti."

Tetapi beberapa orang percaya.
Beberapa dari mereka bertobat dan berubah pikiran, dan di antara mereka adalah Dionisius, seorang anggota Majelis Areopagus yang merupakan orang yang intelektual dan duduk di pemerintahan.

Berikut adalah hal yang saya mengerti.
Konversi adalah tugas Allah, bukan tugas saya.
Ini adalah pekerjaan Roh Kudus dalam kehidupan orang yang belum percaya.
Namun, Dia memberi kita satu tanggung jawab untuk memberitakan kebenaran ini, dan sisanya adalah pekerjaan-Nya.

Meskipun Injil ditolak, namun kita punya tugas yang sama untuk terus memberitakan kebenaran-Nya sampai Dia datang yang kedua kalinya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Kata "Tidak" adalah Bagian dari Perjalanan Rohani Anda

Ibrani 12:1 "Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita."

Kata yang paling penting untuk diingat bagi perjalanan rohani Anda mungkin mengejutkan: "tidak."

Perjalanan rohani Anda merupakan perjalanan yang panjang.
Terlalu banyak orang memulainya dengan baik, namun berhenti di tengah jalan.
Allah ingin Anda berjuang hingga akhir.

Katakanlah Anda sedang menghadapi lomba maraton.
Anda tidak bisa berlari dengan membawa barbel di tangan Anda, bukan?
Seringkali orang berhenti begitu cepat di tengah perjalanan rohani mereka karena segala sesuatu yang mereka bawa melelahkan mereka.

Kita harus membuang beban-beban itu.

Sebuah kapal pesiar bisa berjalan dengan cukup cepat di tengah-tengah laut.
Namun jika Anda menambahkan seratus sekoci ke dalamnya, ia akan berjalan lebih lambat.
Gunakan satu baterai untuk menyalakan satu bola lampu, dan ia akan menyala cukup lama.
Tambahkan 15 bola lampu, dan ia akan terkuras dengan cepat.
Tambahkan 100 bola lampu, dan ia akan terkuras jauh lebih cepat.
Itulah yang terjadi ketika kita mencoba melakukan terlalu banyak hal.
Kadang, berbuat baik menjauhkan kita dari berbuat yang terbaik.

Ibrani 12:1b mengatakan, "marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita."
Beban-beban bukanlah hal yang buruk; bukan hal yang penuh dosa.
Hanya saja Anda tidak memerlukannya.
Beban itu bisa berupa pekerjaan, hubungan, atau hobi.
Beban ialah sesuatu yang memperlambat Anda melakukan panggilan Allah.
Dan ia tidak sepadan.

Renungkan hal ini:

- Apa beban-beban yang memperlambat Anda? Apa yang harus Anda lakukan untuk mengatasinya?
- Apa hal-hal baik yang sedang Anda lakukan yang menjauhkan Anda dari mendapatkan yang terbaik yang Allah siapkan untuk Anda?

Perjalanan rohani Anda merupakan perjalanan yang panjang, Allah ingin Anda berjuang hingga akhir.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Memenangkan Peperangan dalam Diri Anda

Efesus 6:12 "Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara."

Anda mungkin tidak menyadari, tapi saat ini Anda sedang berperang.
Anda tidak mengenakan seragam militer.
Anda tidak tinggal di barak perang.
Anda tidak berperang menghindari gempuran peluru.

Anda sedang berada dalam medan perang yang tak terlihat.
Ini disebut peperangan rohani.
Anda berperang dari saat Anda lahir hingga mati.

Alkitab mengatakan kepada kita bahwa Anda memiliki tiga musuh abadi yang siap sedia menghancurkan hidup Anda dan segala sesuatu yang Allah gunakan sebagai perpanjangan tangan-Not:

Dunia - nilai-nilai yang berkuasa di sekitar kita.
Daging - sifat dasar kita.
Iblis - sifat jahat yang membunuh, mencuri, dan menghancurkan, manusia lain untuk memperoleh kuasa, kaki tangan Iblis.

Kemenangan atas peperangan yang sedang Anda hadapi tidak datang melalui peluru atau taktik.
Alkitab mengajarkan kita bahwa, Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara (Efesus 6:12).

Dalam perang ini, satu-satunya yang paling penting ialah Yesus Kristus.
Dia harus menjadi jendral dalam kehidupan Anda, yang bertanggung jawab atas rencana pertempuran Anda.
Anda mungkin orang percaya, tapi itu tidak cukup untuk memenangkan pertempuran ini.
Yang utama dan yang paling penting ialah Yesus harus menjadi Tuhan Anda.

Roma 7:24-25 mengatakan, Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa.

Jawaban untuk memenangkan pertempuran Anda bukanlah dengan seminar, buku-buku, atau konferensi motivasi diri, juga bukan dengan psikolog atau terapi.
Jawabannya adalah Yesus.
Jadikan Dia sebagai bos Anda.
Paulus, yang menulis kitab Roma, berseru kepada-Nya ketika ia tengah berada di ujung tanduk.
Paulus mengakui jika ia tidak mampu memenangkan pertempurannya sendiri.
Dan satu-satunya harapannya ialah "Yesus Kristus, Tuhan kita."

Alkitab juga mengatakan bahwa Yesus, Tuhan, ialah Pribadi yang akan membebaskan Anda.
Jadi, inilah saatnya untuk meletakkan satu tanda di atas hidup Anda: "Berada di bawah managemen baru.

Renungkan hal ini:

- Kapan waktu dalam hidup Anda dimana Anda merasa seperti sedang mengalami peperangan rohani yang lebih sulit dari biasanya?

- Menurut Anda, mengapa begitu banyak orang yang dengan cepat melakukan terapi untuk memperbaiki masalah mereka, namun ragu-ragu untuk berserah kepada Yesus?

Banyak orang percaya Yesus. Tetapi untuk menang melawan dunia, daging, dan Iblis, Yesus harus lebih dari sekedar Pribadi yang Anda percaya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Pasukan Pesorak Surgawi

Ibrani 12:1 "Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita."

Dalam olahraga, bermain di kandang sendiri merupakan satu keuntungan bagi tim tuan rumah.

Tim tuan rumah punya catatan menang yang jauh lebih baik ketimbang ketika bermain tandang.
Sebab ketika sebuah tim bertanding dengan dukungan suporter sendiri, maka itu memberikan kekuatan baru yang membuat mereka bermain lebih bagus.

Alkitab mengatakan bahwa Anda pun punya satu suporter yang sedang memperhatikan Anda.
Ibrani 12:1 mengatakan, "Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita."

Semua tindakan yang Anda lakukan tidak ada yang sifatnya rahasia.
Anda punya satu penonton.
Surga sedang mengawasi Anda.
Tapi, yang lebih penting, Anda punya pasukan pesorak.
Alkitab mengatakan bahwa semua orang di Surga bersorak-sorai untuk Anda.

Anda mungkin menyadari jika Allah mengetahui segala sesuatu.
Alkitab mengatakan, "Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. Dalam hal ini engkau telah berlaku bodoh, oleh sebab itu mulai sekarang akan mengalami peperagan" (2 Tawarikh 16:9).
Allah tidak tidur.
Dia tahu sukacita dan pergumulan Anda-segalanya tentang Anda.
Dia tahu apa pun yang Anda pikirkan.

Namun, Anda pun mempunyai "banyak saksi, bagaikan awan yang sedang mengelilingi Anda." 
Para saksi inilah yang mengawasi perjalanan rohani Anda.
Musa sedang mengawasi Anda.
Abraham sedang mengawasi Anda.
Dan setiap orang percaya, bahkan yang sudah tiada, sedang menyaksikan bagaimana Anda menjalani kehidupan rohani Anda.

Dan mereka bersorak-sorai untuk Anda.
Ketika Anda takut, mereka mendorong Anda untuk menjadi berani.
Ketika Anda ingin menyerah, mereka mendukung Anda untuk terus berjalan.
Ketika Anda merasa disepelekan dan dilupakan, mereka ada di belakang Anda.

Renungkan hal ini:

- Bagaimana Anda mengubah hidup Anda setelah mengetahui bahwa Allah tahu pasang surut kehidupan Anda?
- Menurut Anda siapa saja para saksi dalam kehidupan Anda? Di antara mereka, adakah teman atau keluarga yang telah mendahului Anda?

Semua tindakan yang Anda lakukan tidak ada yang sifatnya rahasia, Allah mengetahui segala sesuatu.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Allah Memakai Orang-orang Yang Kuat Imannya

1 Petrus 4:2 "Supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah."

Apa yang Anda lakukan untuk meningkatkan iman Anda? Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan:

Pelajari Alkitab.
Kita harus membuat Firman-Nya menjadi bagian dari hidup kita.
Firman Allah menginspirasi dan membantu Anda agar sepenuhnya diperlengkapi untuk mampu melakukan segala sesuatu yang Dia ingin Anda lakukan.

Rutin bersaat teduh.
"Sudahkah Anda bersaat teduh hari ini?"
Buat sebagian dari Anda, yang sering melewatkannya, pertanyaan ini memancing rasa bersalah.
Saya pikir itu mungkin karena Anda melakukannya karena keharusan atau bahkan desakan dari orang lain.
Tetapi keterpaksaan tidak akan membentuk iman Anda, sebab saat teduh bukan sekedar rutinitas membaca Alkitab, tetapi untuk mengenal lebih jauh dan membangun relasi yang lebih dalam dengan-Nya.

Baca buku-buku Kristen.
Motivasi diri Anda sendiri dan pelajari semua yang Anda bisa.

Tetap beri makan jiwa Anda dengan apa yang orang percaya lainnya katakan tentang Firman Tuhan.
Jika saya hanya mempelajari Alkitab untuk diri saya sendiri dan tidak mendengarkan apa yang orang percaya lainnya katakan atau bagikan, maka saya tidak mendapatkan apa pun dari hikmat dan pengalaman mereka.

Tetap perbarui kesaksian Anda.
Karya apa yang Allah nyatakan dalam hidup Anda saat ini?
Kapan terakhir kali Anda menulis kesaksian Anda?
Jika Anda menuliskannya, maka Ia akan memberi Anda kesempatan untuk berbagi.
Kesaksian yang Anda bagikan dengan orang lain akan membentengi iman Anda.

Tetaplah setia kepada persekutuan Anda. Alkitab mengatakan bahwa kita harus "nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan" (1 Tesalonika 5:11).
Kita tengah berada dalam maraton iman, dan karenanya, kita perlu berjalan bersama-sama.
Kita butuh dukungan dan dorongan dari orang-orang percaya lainnya.

Renungkan hal ini:

- Apa rencana Anda untuk belajar Alkitab secara teratur?

- Dengan persekutuan Anda, buatlah daftar buku-buku Kristen yang bisa Anda baca dan diskusikan bersama.

Tetaplah setia, tetaplah kuat dalam iman dan pengharapan Anda di dalam Yesus. Kristus karena Dia akan memakai Anda dengan luar biasa.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Read more

0 Iman adalah Perbuatan

Yakobus 2:15-16 "Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari, dan seorang dari antara kamu berkata: "Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!", tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu?"

Iman lebih dari sekedar perasaan.
Banyak orang keliru mengenali emosi dan perasaan dengan iman.
Mereka datang ke gereja, mereka tergerak secara emosional, mereka terinspirasi, dan mereka distimulasi.
Tetapi itu bukan berarti mereka serta merta sedang berjalan dalam iman.

Alkitab mengatakan bahwa iman adalah perbuatan, yaitu sesuatu yang kita lakukan, bukan hanya apa yang kita rasakan.
Dengan kata lain, iman bukanlah sekedar sentimentalitas.
Katakanlah saya sedang berada di jalan lalu melihat seorang tunawisma.
Saya melihat orang itu kelaparan, kedinginan, dan membutuhkan pakaian serta tempat tinggal.
Lalu apakah saya akan menunjukkan iman saya yang besar jika saya menghampirinya dan berkata, "Semangatlah! Jangan khawatir! Bersukacitalah! Tersenyumlah! Pasang wajah gembira"

Tidak butuh iman yang besar untuk melakukannya.
Iman membawa kasih sayang.
Iman berkata, "Aku akan melakukan apapun yang aku bisa untuk menghentikan sakitmu."
Dalam Perjanjian Baru, para saksi mengatakan bahwa Yesus tergerak oleh belas kasih yang ingin Dia curahkan pada orang-orang yang membutuhkan-Nya.
Dia menunjukkan pada kita bahwa iman adalah sesuatu yang kita lakukan.

Ketika kita melihat seseorang yang sedang kesusahan, kita berbuat sesuatu untuk membantunya.
Kita tidak dengan sigapnya berkata, "Aku akan berdoa untukmu."
Tapi sebaliknya, Alkitab mengatakan bahwa kita menunjukkan iman kita dengan apa yang kita lakukan.

Dunia ini amat terobsesi dengan dirinya sendiri.
Namun jangan kuatir, semakin Anda memberikan hidup Anda untuk Kristus, semakin Anda fokus pada pekerjaan-Nya.
Semakin Anda melayani orang lain dengan kasih yang tanpa balas, dan semakin Anda memberkati orang lain dengan waktu dan talenta Anda, semakin tajam perisai iman Anda melawan budaya dunia ini.

Renungkan hal ini:

- Dalam hal apa saja iman Anda semakin terlihat nyata bagi orang lain?
- Perbuatan-perbuatan apa saja yang dapat membantu Anda menunjukkan iman Anda kepada orang lain hari ini?

Alkitab mengatakan bahwa iman adalah perbuatan, yaitu sesuatu yang kita lakukan, bukan hanya apa yang kita rasakan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Allah Menciptakan Kita Untuk Melakukan Satu Misi

Markus 8:35 "Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya."

Mengapa kita sering merasa tidak bahagia?
Sudah terlalu banyak orang yang menanyakan pertanyaan ini pada diri mereka sendiri.
Dan banyak dari mereka juga mengeluh: mengapa kami tidak bahagia, kami tidak puas dengan apa yang kami punya, kami hidup sengsara.

Mengapa?
Dalam bukunya, Kaya, Bebas, dan Menderita, sosiolog John Brueggemann berbagi sebuah kisah luar biasa yang menjelaskan alasan dari judul bukunya tersebut.
Mendaki Gunung Everest adalah salah satu tantangan yang mengilhami banyak orang untuk melakukan sesuatu yang besar.
Banyak orang telah mencoba mendaki gunung Everest, meskipun hampir 10 persen dari orang-orang yang melakukannya, mati dalam pendakian.
Banyak mayat bergelimpangan menapaki jalan menuju gunung tersebut.
Meskipun begitu, tetap saja banyak orang yang masih ingin mendaki gunung tersebut-meski jelas-jelas itu tidak sedikitpun memiliki nilai-nilai penebusan dosa.

Beberapa tahun lalu, salah satu pendaki, David Sharp, dengan jelas membutuhkan pertolongan di hari itu.
Ia diserang radang dingin dan hampir mati beku.
Ada 40 pendaki lain yang jelas-jelas melihatnya, tapi hanya melewatinya begitu saja.
Dia pun akhirnya meninggal di Gunung Everest karena tidak ada pendaki lain yang bersedia menahan tujuan pribadi mereka untuk menolongnya.

Itulah kita.
Nafsu pribadi kita untuk memiliki lebih, lebih, dan lebih, membuat kita melupakan apa yang sebenarnya penting.
Tapi bukan itu tujuan Allah menciptakan kita.
Hidup ini bukan tentang berapa uang yang Anda hasilkan, siapa yang Anda kenal, atau apa yang Anda kerjakan.
Hidup adalah tentang kasih-mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama.

Yesus mengatakan kepada kita dalam Markus 8:35, "Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya."
Allah menciptakan Anda sedemikian rupa dimana Anda tidak akan pernah bahagia, kecuali Anda memberikan hidup Anda dalam karya-Nya.
Anda diciptakan untuk sesuatu yang lebih besar dari diri Anda sendiri.
Alkitab menyebutnya sebagai misi hidup Anda.
Arti hidup tidak datang dari status, gaji, atau jenis kelamin; ia muncul dari pelayanan Anda.
Dengan memberikan hidup untuk pelayanan, Anda bisa merasakan jika hidup Anda memiliki makna.

Renungkan hal ini:

- Apakah saat ini Anda merasa bahagia, tidak puas, atau menderita? Itu merupakan tanda-tanda bahwa Anda lebih fokus pada hal lain selain Kristus. Menurut Anda, apa yang menyebabkan Anda fokus pada hal lain?
- Apa yang harus Anda lakukan untuk bergabung dengan misi Allah?

Misi Allah menciptakan kita yaitu untuk mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Setan Tidak Peduli dengan Pendalaman Alkitab

Matius 7:24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu."

Menerima, membaca, meneliti, mengingat, dan merenungkan Firman Tuhan, semua itu menjadi sia-sia jika kita gagal mempraktekkannya. Kita harus menjadi pelaku Firman (Yakobus 1:22).

Saya mengerti ini satu langkah yang tak mudah, karena Iblis berusaha habis-habisan untuk menggagalkannya.
Iblis tidak keberatan Anda pergi mengikuti pendalaman Alkitab, selama Anda tidak melaksanakan apa pun yang sudah Anda pelajari.

Kita menipu diri sendiri bila berasumsi jika hanya karena telah mendengar atau membaca atau mempelajari kebenaran Firman Tuhan, kita telah bersatu di dalam-Nya.

Sebenarnya, karena begitu sibuknya Anda mengikuti kelas atau seminar atau konferensi Alkitab, Anda amat mungkin tidak punya waktu untuk menerapkan apa yang sudah Anda pelajari.
Anda lupa dengan apa yang Anda pelajari dalam perjalanan menuju studi Alkitab berikutnya.
Tanpa implementasi, semua studi Alkitab yang kita lakukan tidak ada artinya.
Yesus berkata, Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu (Matius 7:24).

Yesus juga menunjukkan bahwa berkat Tuhan datang dari menaati, bukan hanya dari mendengar Firman-Nya.
Dia berkata, Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya (Yohanes 13:17).

Saya tidak bisa melebih-lebihkan betapa berartinya menjadi bagian dari kelompok studi Alkitab.
Kita selalu belajar dari orang lain tentang kebenaran yang tidak akan pernah kita pelajari sendiri.
Orang lain akan membantu kita melihat pemahaman baru yang mungkin terlewatkan, dan membantu kita menerapkan kebenaran-Nya dengan cara yang praktis.

Cara terbaik untuk menjadi pelaku Firman adalah dengan selalu menuliskan langkah tindakan yang akan Anda ambil sebagai hasil dari membaca atau belajar atau merenungkan Firman Tuhan.
Budayakan kebiasaan menuliskan apa yang ingin Anda lakukan.

Langkah tindakan ini harus bersifat pribadi (melibatkan Anda), praktikal (sesuatu yang dapat Anda lakukan), dan dapat dibuktikan (melakukan dengan tenggat waktu).
Setiap tindakan yang Anda lakukan akan melibatkan, baik relasi Anda dengan Tuhan, relasi Anda dengan orang lain, atau dengan karakter pribadi Anda.

Renungkan hal ini:

- Apa yang telah Tuhan beritahu untuk Anda lakukan yang hingga saat ini belum Anda mulai lakukan?
- Hari ini, mulailah mencatat dan mengikuti langkah tindakan yang akan Anda ambil sebagai bagian dari studi Alkitab Anda.

Cara terbaik untuk menjadi pelaku Firman adalah : selalu menuliskan langkah tindakan yang akan Anda ambil sebagai hasil dari membaca, belajar atau merenungkan Firman Tuhan
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Jadilah Alkitab Sebagai Firman yang Pertama dan Terakhir dalam Hidup Anda

Yohanes 8:31 "Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku."

Untuk dapat mendasarkan hidup Anda pada Firman Tuhan, Alkitab harus menjadi standar yang berkuasa dalam hidup Anda. Alkitab harus menjadi kompas yang Anda andalkan untuk menunjukkan arah, menjadi nasihat yang Anda dengarkan untuk membuat keputusan, dan menjadi patokan yang Anda gunakan untuk mengevaluasi segalanya.

Alkitab harus selalu menjadi Firman yang pertama dan terakhir dalam hidup Anda.

Banyak kesulitan yang kita hadapi terjadi karena kita mendasarkan pilihan kita ada kuasa yang tidak dapat diandalkan: budaya ("Semua orang melakukannya"), tradisi ("Kami selalu melakukannya"), alasan ("Sepertinya masuk akal"), atau emosi ("Aku yakin ini sudah benar").
Namun, satu-satunya yang kita butuhkan ialah sebuah standar sempurna yang tidak akan pernah membawa kita ke arah yang salah.
Hanya Firman Tuhan yang bisa memenuhinya: "Semua firman Allah adalah murni" (Amsal 30:5 a).

Keputusan paling penting yang kiranya Anda buat hari ini adalah menentukan apa yang akan menjadi otoritas tertinggi dalam kehidupan Anda.
Tentukanlah, bahwa terlepas dari budaya, tradisi, alasan, atau perasaan Anda, Anda memilih Alkitab sebagai otoritas akhir Anda.
Ketika membuat keputusan ini, terlebih dahulu tanyakan ini pada diri Anda, "Apa yang Alkitab katakan?" Putuskanlah bahwa ketika Allah memanggil Anda untuk melakukan sesuatu, Anda akan mempercayai dan melakukannya, meski Anda berpikir itu tidak masuk akal atau enggan melaksanakannya.

Renungkan hal ini:

- Berdasarkan cara Anda membuat keputusan saat ini, siapa atau apa yang menjadi otoritas tertinggi dalam hidup Anda?
- Perubahan apa yang akan terjadi dalam hidup Anda, jika Anda menempatkan Firman Tuhan sebagai pertimbangan utama dalam mengambil setiap keputusan?

Keputusan paling penting yang kiranya Anda buat hari ini adalah menentukan apa yang akan menjadi otoritas tertinggi dalam kehidupan Anda, firman-Nya akan memampukan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Ketika Anda Ingin Menyerah

Ibrani 11:39-40 "Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik. Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan."

Tidak mudah hidup di dalam iman.
Kita hidup di dunia yang rusak.
Cuaca tidak bekerja dengan semestinya.
Tubuh kita tidak bekerja dengan baik.
Hubungan kita dengan sesama tidak berjalan dengan baik.

Ketika Allah mengusir Adam dari Taman Eden, Ia berkata padanya bahwa kehidupan akan menjadi sulit.
Dan memang benar ada peperangan kosmik antara hidup sesuai dengan jati diri Anda dengan hidup mengikuti pergaulan dunia.
Anda berperang dengan sifat kedagingan Anda sendiri.
Anda juga berperang melawan iblis, yang tidak menginginkan apa pun selain "mencuri, membunuh, dan menghancurkan Anda."

Dan ketika godaan itu menghampiri, kadang kita ingin menyerah.

Namun dalam Ibrani 11, Allah meminta kita untuk bertahan, sebab Dia tidak akan pernah melupakan kita, dan akan memenuhi janji-Nya suatu hari.
Dia berjanji untuk memberi kita "hari depan yang penuh harapan" (Yeremia 29:11).
Dia berjanji untuk menghapus air mata kita (Wahyu 7), serta memberikan janji-janji lain di seluruh Firman-Nya.

Ibrani 11 menyebutkan berbagai pahlawan Injil yang menunjukkan imannya di dalam janji-janji Allah: Abraham, Ishak, Yakub, Musa, Daud, Gideon, Samson, dan lain-lain. Meskipun mereka mengalami banyak kesulitan, mereka terus berjalan dalam perjalanan spiritual mereka.

Kemudian Ibrani 11:39-40 mengatakan, "Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik. Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan."

Renungkan hal ini:

- Hidup dengan iman melibatkan rasa sakit. Jika Anda menyerah ketika kehidupan tidak berjalan dengan baik, maka sesungguhnya Anda tidak pernah belajar untuk mempercayai Allah. Menurut Anda mengapa begitu?
- Sangat mudah untuk mengasihi Allah dan melayani-Nya ketika hidup berjalan baik. Lalu apakah Anda akan tetap mempercayai-Nya ketika kesulitan datang?

Hidup dengan iman melibatkan rasa sakit, namun jangan pernah menyerah tetaplah percaya kepada Allah.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Gunakan Otot Daya Ingat Anda

Kolose 3:16 "Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu."

Salah satu cara untuk tinggal di dalam Firman Tuhan adalah dengan mengingatnya.
Kemampuan untuk mengingat adalah karunia yang diberikan Tuhan.
Anda mungkin berpikir jika daya ingat Anda buruk, tetapi kenyataannya adalah, Anda mampu mengingat dan menghafal jutaan ide, kebenaran, fakta, dan angka.
Anda mampu mengingat apa yang penting buat Anda.
Jadi, jika Firman Tuhan itu penting dalam hidup Anda, Anda akan meluangkan waktu untuk menghafalkannya.

Ada banyak manfaat dari menghafal ayat-ayat Alkitab.
Ia akan membantu Anda melawan godaan, membuat keputusan yang bijak, mengurangi stres, membangun kepercayaan diri, memberikan nasihat yang baik, dan berbagi iman Anda dengan orang lain.

Daya ingat itu seperti otot, semakin Anda menggunakannya, semakin ia kuat.
Dan daya ingat yang kuat membuat menghafal ayat-ayat Alkitab menjadi lebih mudah.
Anda bisa mulai dengan memilih beberapa ayat Alkitab yang menyentuh Anda, lalu tuliskan pada selembar kartu kecil yang bisa Anda bawa kemana-mana.
Kemudian renungkan ayat-ayat tadi sepanjang hari.

Anda dapat menghafal ayat-ayat Alkitab di mana saja dan kapan saja: saat bekerja, berolahraga, mengemudi, menunggu, atau sebelum tidur.
Tiga kunci untuk menghafalkannya ialah dengan mengulang, mengulang, dan mengulang!

"Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu" (Kolose 3:16).

Renungkan hal ini:

- Perubahan apa yang akan terjadi pada hidup Anda, jika Anda menghabiskan lebih banyak waktu untuk aplikasi Alkitab, ketimbang untuk Facebook atau aplikasi media sosial lainnya?

- Mintalah bantuan seorang teman untuk menjadi partner dalam menghafal Alkitab. Lalu, berbagilah dengan satu sama lain apa yang sedang Anda pelajari dari Firman Allah.

Salah satu cara untuk tinggal di dalam Firman Tuhan adalah dengan mengingatnya, menghafal dan kemudian mempraktekkan firman tersebut dengan karunia yang diberikan oleh Tuhan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Jadilah Alkitab Sebagai Firman yang Pertama dan Terakhir dalam Hidup Anda

Yohanes 8:31 "Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku."

Untuk dapat mendasarkan hidup Anda pada Firman Tuhan, Alkitab harus menjadi standar yang berkuasa dalam hidup Anda. Alkitab harus menjadi kompas yang Anda andalkan untuk menunjukkan arah, menjadi nasihat yang Anda dengarkan untuk membuat keputusan, dan menjadi patokan yang Anda gunakan untuk mengevaluasi segalanya.

Alkitab harus selalu menjadi Firman yang pertama dan terakhir dalam hidup Anda.

Banyak kesulitan yang kita hadapi terjadi karena kita mendasarkan pilihan kita ada kuasa yang tidak dapat diandalkan: budaya ("Semua orang melakukannya"), tradisi ("Kami selalu melakukannya"), alasan ("Sepertinya masuk akal"), atau emosi ("Aku yakin ini sudah benar").
Namun, satu-satunya yang kita butuhkan ialah sebuah standar sempurna yang tidak akan pernah membawa kita ke arah yang salah.
Hanya Firman Tuhan yang bisa memenuhinya: "Semua firman Allah adalah murni" (Amsal 30:5 a).

Keputusan paling penting yang kiranya Anda buat hari ini adalah menentukan apa yang akan menjadi otoritas tertinggi dalam kehidupan Anda.
Tentukanlah, bahwa terlepas dari budaya, tradisi, alasan, atau perasaan Anda, Anda memilih Alkitab sebagai otoritas akhir Anda.
Ketika membuat keputusan ini, terlebih dahulu tanyakan ini pada diri Anda, "Apa yang Alkitab katakan?" Putuskanlah bahwa ketika Allah memanggil Anda untuk melakukan sesuatu, Anda akan mempercayai dan melakukannya, meski Anda berpikir itu tidak masuk akal atau enggan melaksanakannya.

Renungkan hal ini:

- Berdasarkan cara Anda membuat keputusan saat ini, siapa atau apa yang menjadi otoritas tertinggi dalam hidup Anda?
- Perubahan apa yang akan terjadi dalam hidup Anda, jika Anda menempatkan Firman Tuhan sebagai pertimbangan utama dalam mengambil setiap keputusan?

Keputusan paling penting yang kiranya Anda buat hari ini adalah menentukan apa yang akan menjadi otoritas tertinggi dalam kehidupan Anda, firman-Nya akan memampukan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Fokus pada Alkitab, Bukan pada Kekuatiran

Ayub 23:12 "Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya."

Alkitab berulang kali mengajak kita untuk merenungkan siapa Allah, apa yang telah dilakukan-Nya, dan apa yang telah difirmankan-Nya.

Tidak mungkin menjadi sahabat Allah, tanpa tahu Firman-Nya.
Tidak mungkin mengasihi Allah, tanpa mengenal pribadi-Nya.
Alkitab berkata bahwa Tuhan "selanjutnya menampakkan diri di Silo, sebab Ia menyatakan diri di Silo kepada Samuel dengan perantaraan firman-Nya" (1 Samuel 3:21).

Allah masih menggunakan metode itu hingga hari ini.
Meski Anda tidak bisa menghabiskan sepanjang hari untuk mempelajari Alkitab, tapi Anda bisa memikirkannya sepanjang hari, mengingat ayat-ayat yang telah Anda baca, atau menghafal serta merenungkannya dalam pikiran Anda.

Meditasi sering disalahpahami sebagai ritual misterius nan magis yang dipraktekkan oleh para rahib atau biarawan.
Tapi sebenarnya, meditasi adalah cara untuk memusatkan pikiran-satu keahlian yang bisa dipelajari siapa pun, Diana pun.

Ketika Anda memikirkan satu masalah berulang-ulang kali dalam pikiran Anda, Anda dikatakan khawatir.
Ketika Anda merenungkan Firman Tuhan berulang-ulang kali, Anda dikatakan bermeditasi.
Jadi, jika Anda khawatir, Anda sudah tahu caranya bermeditasi!
Anda hanya perlu mengalihkan perhatian Anda dari masalah kepada ayat-ayat Alkitab.
Semakin Anda merenungkan Firman-Nya, semakin sedikit hal yang akan Anda khawatirkan.

Alasan Allah menganggap Ayub dan Daud sebagai sahabat adalah karena mereka menghargai Firman-Nya di atas segalanya, dan merenungkannya terus-menerus sepanjang hari.
Ayub mengakui, "Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya" (Ayub 23:12).

Ketika Anda membaca Alkitab atau mendengar khotbah atau mendengarkan puji-pujian, jangan lupakan dan berlalu begitu saja.
Biasakan mengulang kembali kebenaran Alkitab dalam pikiran Anda, renungkan lagi dan lagi.
Semakin banyak waktu yang Anda pakai untuk mereview Firman-Nya, semakin Anda akan memahami "rahasia" kehidupan yang kebanyakan orang lewatkan.

Renungkan hal ini

- Mintalah ide-ide untuk menghafalkan Alkitab dari persekutuan kecil Anda, dan temukan satu cara dari ide-ide tersebut yang cocok untuk Anda.
- Apa yang mengkhawatirkan Anda hari ini? Ganti kekhawatiran Anda dengan dengan Firman Allah, dan lihat bagaimana hal itu membuat perbedaan dalam sikap dan pergumulan Anda.

Tidak mungkin menjadi sahabat Allah, tanpa tahu Firman-Nya. Tidak mungkin mengasihi Allah, tanpa mengenal pribadi-Nya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Setan Tidak Peduli dengan Pendalaman Alkitab

Matius 7:24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu."

Menerima, membaca, meneliti, mengingat, dan merenungkan Firman Tuhan, semua itu menjadi sia-sia jika kita gagal mempraktekkannya. Kita harus menjadi pelaku Firman (Yakobus 1:22).

Saya mengerti ini satu langkah yang tak mudah, karena Iblis berusaha habis-habisan untuk menggagalkannya.
Iblis tidak keberatan Anda pergi mengikuti pendalaman Alkitab, selama Anda tidak melaksanakan apa pun yang sudah Anda pelajari.

Kita menipu diri sendiri bila berasumsi jika hanya karena telah mendengar atau membaca atau mempelajari kebenaran Firman Tuhan, kita telah bersatu di dalam-Nya.

Sebenarnya, karena begitu sibuknya Anda mengikuti kelas atau seminar atau konferensi Alkitab, Anda amat mungkin tidak punya waktu untuk menerapkan apa yang sudah Anda pelajari.
Anda lupa dengan apa yang Anda pelajari dalam perjalanan menuju studi Alkitab berikutnya.
Tanpa implementasi, semua studi Alkitab yang kita lakukan tidak ada artinya.
Yesus berkata, Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu (Matius 7:24).

Yesus juga menunjukkan bahwa berkat Tuhan datang dari menaati, bukan hanya dari mendengar Firman-Nya.
Dia berkata, Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya (Yohanes 13:17).

Saya tidak bisa melebih-lebihkan betapa berartinya menjadi bagian dari kelompok studi Alkitab.
Kita selalu belajar dari orang lain tentang kebenaran yang tidak akan pernah kita pelajari sendiri.
Orang lain akan membantu kita melihat pemahaman baru yang mungkin terlewatkan, dan membantu kita menerapkan kebenaran-Nya dengan cara yang praktis.

Cara terbaik untuk menjadi pelaku Firman adalah dengan selalu menuliskan langkah tindakan yang akan Anda ambil sebagai hasil dari membaca atau belajar atau merenungkan Firman Tuhan.
Budayakan kebiasaan menuliskan apa yang ingin Anda lakukan.

Langkah tindakan ini harus bersifat pribadi (melibatkan Anda), praktikal (sesuatu yang dapat Anda lakukan), dan dapat dibuktikan (melakukan dengan tenggat waktu).
Setiap tindakan yang Anda lakukan akan melibatkan, baik relasi Anda dengan Tuhan, relasi Anda dengan orang lain, atau dengan karakter pribadi Anda.

Renungkan hal ini:

- Apa yang telah Tuhan beritahu untuk Anda lakukan yang hingga saat ini belum Anda mulai lakukan?
- Hari ini, mulailah mencatat dan mengikuti langkah tindakan yang akan Anda ambil sebagai bagian dari studi Alkitab Anda.

Cara terbaik untuk menjadi pelaku Firman adalah : selalu menuliskan langkah tindakan yang akan Anda ambil sebagai hasil dari membaca, belajar atau merenungkan Firman Tuhan
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

0 Anda Hidup Karena Allah Ingin Mengasihi Anda

Efesus 1:4-5 "Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya."

Beberapa waktu lalu, seorang pria datang ke kantor saya dan berkata, "Saya seorang Kristen, tapi sepertinya pertumbuhan rohani saya hanya jalan di tempat, hanya biasa-biasa saja."

Saya berkata, "Menurut Anda apa penyebabnya?"
Dia berkata, "Saya rasa karena saya tidak terlalu mengasihi Allah."
Saya berkata, "Itu bukan penyebabnya. Masalahnya ialah Anda tidak mengerti betapa Dia mengasihi Anda."

Kasih ialah tindakan yang berbalas.
Alkitab mengatakan, "Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita" (1 Yohanes 4:19).
Ketika Anda berkata, "Saya tidak mengasihi Allah," itu karena Anda tidak mengerti betapa Dia sungguh-sungguh mengasihi Anda.

Untuk memahami tujuan dan panggilan hidup Anda, Anda harus mulai memahami sifat Allah.
Allah adalah kasih.
Kasih adalah esensi dari sifat-Nya.
Satu-satunya alasan adanya kasih di alam semesta ini adalah karena Allah.
Semut dan siput tidak saling mengasihi, tapi berbeda dengan Anda, Anda dibuat menurut gambar Allah sehingga dapat mengasihi.

Alasan Anda hidup ialah karena Allah ingin mengasihi Anda.
Tujuan pertama kehidupan Anda adalah untuk dikasihi Allah!
Ya, amatlah penting bagi kita untuk melayani, taat, dan percaya pada-Nya, namun tujuan pertama hidup Anda adalah untuk mengasihi-Nya.

Tujuan pertama hidup Anda adalah untuk mengasihi-Nya karena Dia telah lebih dulu mengasihi Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Read more

Ibadah Doa Pagi

Ibadah Doa Pagi

Popular Post

 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon More